Anda di halaman 1dari 9

II.

GAMBARAN WILAYAH

II. GAMBARAN WILAYAH

A. Letak dan Luas


Lokasi yang direncanakan untuk pembangunan perkebunan kelapa
sawit terletak di Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara
Propinsi Kalimantan Timur dengan luasan 3.774 Ha.
B. Aksesibiltas
Jarak lokasi rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit dari
Kota Tenggarong (Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara) 132 Km dan
dari Kota Samarinda (Ibukota Propinsi Kalimantan Timur) 155 Km.
Aksesibilitas menuju lokasi rencana pembangunan perkebunan
kelapa sawit baik dari Kota Tenggarong maupun dari Kota Samarinda
dapat ditempuh melalui jalan darat dan sungai.

C. Topografi dan Ketinggian


Berdasarkan data hasil survey pendahuluan yang dilakukan dalam
rangka penyusunan proposal ini, dan didukung data pada Peta Rupa Bumi
Indonesia Skala 1:50.000 Tahun 1991, seluruh areal menunjukkan
topografi landai sampai dengan datar dan sebagian bergelombang dengan
kemiringan antara 0 25%, ketinggian tempat berkisar antara
25 100 m dpl dan 100 500 m dpl.
Peta Kelas Ketinggian lokasi rencana pembangunan perkebunan
kelapa sawit PT. Fajar Sakti Prima dapat dilihat pada Gambar- 1 berikut:

II-1
Proposal Tambang Batu Bara PT. Fajar Sakti Prima

II. GAMBARAN WILAYAH

II-2
Proposal Tambang Batu Bara PT. Fajar Sakti Prima

II. GAMBARAN WILAYAH

D. Iklim
Curah hujan tahunan yang didasarkan dari data curah hujan
Kalimantan Timur (1996) menunjukkan bahwa lokasi rencana tambang
batu bara memiliki curah hujan lebih dari 4.000 mm/tahun dan tidak
terdapat bulan kering. Jumlah hari hujan rata-rata 15 hari/bulan. Data
curah hujan tersebut menurut Koppen, diklasifikasikan sebagai tipe Afa
atau tipe A menurut Schmidt dan Ferguson karena merata sepanjang
tahun dengan periode kering sangat pendek. Kelembaban udara rata-rata
70% menunjukkan tingkat kelembaban yang cukup tinggi. Suhu udara
berkisar antara 210 360 C. Lama penyinaran berkisar antara 7 8
jam/hari.
Data iklim di sekitar lokasi rencana pembangunan perkebunan kelapa
sawit sangat sesuai dengan iklim yang dikehendaki oleh tanaman kelapa
sawit bagi pertumbuhan yang optimal. Kelapa sawit akan tumbuh baik
pada wilayah yang cukup curah hujannya dengan penyebaran yang
merata sepanjang tahun. Temperatur yang dikehendaki 24 0C 300C. lama
penyinaran tidak kurang dari 5 jam/hari dan pada bulan tertentu 7 jam/hari.
Kelembaban udara antara 80 - 90%.
Peta Curah Hujan lokasi rencana pembangunan perkebunan kelapa
sawit PT. Fajar Sakti Prima dapat dilihat pada Gambar- 2 berikut:

II-3
Proposal Tambang Batu Bara PT. Fajar Sakti Prima

II. GAMBARAN WILAYAH

II-4
Proposal Tambang Batu Bara PT. Fajar Sakti Prima

II. GAMBARAN WILAYAH

E. Geologi dan Tanah


1. Formasi Geologi
Berdasarkan Peta Geologi Propinsi Kalimantan Timur Skala
1:3.500.000 (BAPEDDA Propinsi Kalimantan Timur, 2004) lokasi
rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit didominasi oleh
formasi Mamaluan Beds dan Palaogene.
2. Jenis Tanah
Berdasarkan Peta Jenis Tanah Propinsi Kalimantan Timur Skala
1:3.500.000 (BAPEDDA Propinsi Kalimantan Timur, 2004) lokasi
rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit didominasi oleh jenis
tanah Podsolik Merah Kuning.
3. Kesuburan Tanah
Tingkat kesuburan tanah di rencana lokasi tambang batu bara
cukup baik, tetapi dari jenis batuan induk yang menyusunnya dapat
menyebabkan terjadinya proses pencucian (sumber: Peta Tanah
Eksplorasi Kalimantan Timur oleh LPT Bogor).
Pada Peta Kemampuan Tanah Kalimantan Timur (1989),
memberikan gambaran tentang kemampuan tanah lokasi rencana
tambang batu bara memiliki kedalaman efektif diperkirakan 70 80 cm
atau lebih, bertekstur halus, tergenang periodik, dan kemungkinan
terjadi erosi.
4. Kesesuaian Lahan
Areal yang direncanakan untuk tambang batu bara apabila dilihat
pada Legend for Land System / Land Suitability Map, ternyata lahan
tersebut memiliki kandungan batu bara yang banyak dan disarankan
untuk ditambang.. Walaupun beberapa literatur dan data yang tersedia
mendukung lokasi rencana tambang batu bara pada areal dimaksud,
namun demikian sebelum realisasi kegiatan tambang batu bara , masih
perlu dilakukan penelitian dan analisis terhadap sifat fisik dan kimia
tanah secara lebih rinci sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan
lahan tersebut.
Peta Geologi dan Jenis Tanah lokasi rencana pembangunan
perkebunan kelapa sawit PT. Fajar Sakti Prima dapat dilihat pada
Gambar- 3 dan Gambar- 4 berikut:

II-5
Proposal Tambang Batu Bara PT. Fajar Sakti Prima

II. GAMBARAN WILAYAH

II-6
Proposal Tambang Batu Bara PT. Fajar Sakti Prima

II. GAMBARAN WILAYAH

II-7
Proposal Tambang Batu Bara PT. Fajar Sakti Prima

II. GAMBARAN WILAYAH

F. Riwayat Lahan dan Fungsi Kawasan


Lahan yang direncanakan sebagai lokasi tambang batu bara adalah
lahan negara yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu
PT. Fajar Sakti Prima berkeinginan mengelola lahan dimaksud untuk
penambangan batu bara. Selain itu lokasi yang dimaksud, berdasarkan
Peta Kawasan Hutan Propinsi Kalimantan Timur Skala 1:250.000
(Keputusan Menteri Kehutanan No. 79/Kpts-II/2001 Tanggal 15 Maret
2001) termasuk Areal Penggunaan Lain (APL)
Atas dasar pertimbangan di atas, maka pemanfaatan sumber daya
alam dan usaha pelestarian terhadap lahan/kawasan tersebut layak bila
diperuntukkan bagi tambang batu bara.
Peta Fungsi Kawasan lokasi rencana pembangunan perkebunan
kelapa sawit PT. Fajar Sakti Prima dapat dilihat pada Gambar- 5 berikut:

II-8
Proposal Tambang Batu Bara PT. Fajar Sakti Prima

II. GAMBARAN WILAYAH

II-9
Proposal Tambang Batu Bara PT. Fajar Sakti Prima