Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGINDERAAN JAUH UNTUK ANALISIS MEDAN


( GKP 0212 )
ACARA VII
MENENTUKAN KONDISI HIDROLOGI WILAYAH MENGGUNAKAN FLOW
ACCUMULATION DAN PETA DEDUKSI KARAKTERISTIK TANAH DAN BATUAN

Disusun oleh:
Nama

: Kusuma Wardani Laksitaningrum

NIM

: 12/330894/ GE/07285

Hari/Jam

: Senin , 11.00 13.00

Asisten

: 1. Stella Swastika P
2. Atika Cahyawati

LABORATORIUM PENGINDERAAN JAUH TERAPAN


FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GAJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

Printscreen Kondisi Hidrologi Sebagian Bali bagian Barat

Dem

Dem visualization

Fill sink

Flow Direction

Flow Accumulation

Drainage network extraction

Drainage Network ordering

Catchment

Pembahasan

Perbedaan pola aliran mempengaruhi jenis satuan medan yang ada di permukaan
bumi. Pola aliran dan hidrologinya sebagai salah satu parameter untuk penentuan satuan
medan jika digunakan pendekatan parametrik karena jenis satuan medan akan identik dengan
hidrologinya yang berasosiasi dengan struktur geologi, vegetasi, dan jenis tanahnya. Kondisi
hidrologi suatu wilayah dapat diidentifikasi dari visualisasi bentuk permukaan bumi yang
memiliki relief dengan kemiringan dan ketinggian tertentu, arah aliran, jenis dan orde sungai,
serta daerah tangkapan. Analisis kemiringan lereng berpengaruh pada limpasan permukaan
yang akan menuju ke outlet dimana limpasan tersebut mengalir dari tempat yang tinggi ke
tempat yang rendah, yaitu dari lereng ke dataran. Aliran limpasan air memiliki arah aliran
dimana ketinggian dan kemiringan lereng sangat mempengaruhi aliran akan dituju. Pada
suatu aliran limpasan atau sungai memiliki perbedaan jumlah volume air bergantung pada
jenis sungai dan ordenya. Sungai terdiri dari sungai utama dan buka utama, dimana sungai
utama akan merupakan aliran limpasan yang sangat besar volumenya karena merupakan
kumpulan dari tangkapan sungai bukan utama yang memiliki orde atau tigkatan tertentu.
Aliran sungai bukan utama biasanya terdapat di lereng-lereng gunung dan menuju ke lembah
besar yang ada di bawahnya sehingga dapat diketahui daerah tangkapan air yang dapat
diaplikasikan untuk identifikasi kebencanaan. Sungai-sungai tersebut akan memiliki pola
aliran yang beragam karena struktur geologi dan jenis batuannya berbeda sehingga
mempengaruhi jenis satuan medan.
Sebagian daerah Bali bagian barat memiliki satuan medan yang berbeda-beda dengan
satuan utama terdiri dari vulkanik tua, fluvial, struktural, dan marine. Vulkanik tua memiliki
pola aliran radial sentrifugal dimana pola alirannya dari beberapa anak sungai menuju pada
sungai besar yang terlihat pada lereng-lereng gunungapinya. anak sungai identik terdapat di
lereng dan kaki gunungapi karena memiliki relief yang bergunung dan berbukit yang
memiliki kelerengan dengan banyak lembah dengan jenis batuan yang resisten yaitu batuan
breksi, tuff, lava, dan pasir sehingga terjadi pendalaman lembah di lereng-lerengnya dengan
kekuatan erosi yang besar namun kedalaman lembah terjadi sangat lama. Aliran yang sampai
di dataran antar gunungapi dan dataran fluvial gunungapi mengalami pengurangan anak
sungai dimana sungai besar dan sungai utama yang terdapat di medan tersebut karena
terdapat perbedaan jenis batuan dan relief yang berbeda. Akan tetapi, terdapat aliran sungai
yang berasal dari vulkan yang berubah menjadi pola aliran yang berebda seperti pola aliran
dendritik dimana aliran membentuk seperti pohon dengan aliran yang berkelok-kelok dan
terdapat meander. Perubahan pola aliran tersebut dipengaruhi oleh proses yang berebeda

karena jenis batuan yang relatif homogen seperti batuan gampingan, pasiran, konglomerat,
dan napal. Aliran tersebut membawa hasil sedimentasi dari erosi lereng dan lembah yang
dapat terakumulasi di muara sungai. Pola aliran dendritic identik dengan satuan medan
fluvial, contoh ya dataran alluvial dimana aktivitas sungai sangat berpengaruh pada
penggunaan lahan dan kondisi medannya yang biasanya dimanfaatkan untuk permukiman,
lahan perkebunan, lahan pertanian, dak aktivitas perkotaan/perdesaan lainnya karena
merupakan daerah tangkapan limpasan dengan relief yang datar. Drainase ari permukaan
medan tersebut buruk karena memiliki kerawanan banjir, berbeda dengan vulkan yang
memiliki drainase permukaan yang sangat baik. Pola aliran parallel identk dengan satuan
utama struktural dimana pola lairannya berbentuk memanjang dan saling sejajar kemudia
menuju pada satu sungai besar. Contoh dari pola aliran tersebut terdapat pada satuan medan
perbukitan antiklinal dan gawir sesar. Jens batuannya hamper sama dengan batuan vulkan
karena diidentifikasi bahwa daerah tersebut awalnya vulkan yang kemdudia mengalami
pengangkatan berupaa lipatan sehingga alirannya berbeda dengan aliran Sedangkan untuk
satua medan marine merupakan tidak memiliki pola aliran sungai.

Beri Nilai