Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI BENIH
PROSESING BENIH TOMAT DAN CABE

Dosen pembimbing: Ir. Zayin Sukri. Mp


oleh
Ella Aulia Syahda
NIM A31140455
PROGRAM STUDI PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA
JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2016

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di Indonesia, dalam bidang agronomi, yang dimaksud benih adalah fase
generatif dari siklus kehidupan tumbuhan yang dipakai untuk memperbanyak
dirinya secara generatif. Sedangkan dalam pengertian ilmu tumbuhan, yang
dimaksu dengan benih adalah biji yang berasal dari ovule. Ovule dalam
pertumbuhannya setelah masak (mature), lalu menjadi biji (seed), sedangkan
integumentnya menjadi kulit biji (seed coat) dan ovary menjadi buah (fruit).
Dalam pengertian praktis sehari-hari oleh petani, bahkan juga oleh beberapa
agronomiawan, istilah benih ini sering dicampur-campurkan dengan istilah bibit.
Benih bermutu tinggi ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor genetik dan
faktor fisik. Faktor genetik adalah varietas-varietas yang mempunyai genotipe
yang baik. Sedangkan yang dimaksud faktor fisik yaitu benih bermutu tinggi yang
meliputi kemurnian, persen perkecambahan tinggi, bebas dari kotoran dan benih
rumputan serta bebas dari insektisida, kadar air biji rendah yaitu 12-14% untuk
benih serealia dan kedelai. Agar diperoleh benih yang bermutu, saat pemungutan
buah dan cara pemisahan biji dari buah haruslah dipahami benar. Beberapa faktor
mempengaruhi saat pengumutan buat antara lain: temperatur, kelembaban udara,
kelembaban tanah, keadaan cuaca, dan tentunya terhadap tingkat kemasakan buah
sendiri. Pelaksanaan pemungutan yang teapat saatnya, dan cara pemisahan yang
dilakukan secara benar, akan memberikan hasil dan mutu yang tinggi. Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi hasil yang diperoleh adalah keseragaman
tumbuh tanaman, keserentakan masaknya, kebernasannya, dan cara melakukan
panen.
Saat pemungutan yang tepat adalah pada waktu biji tepat masak secara
fisiologis (physiology maturity). Hal ini akan tampak pada warna buah (buah
masak). Misalnya, warna buah tomat berubah menjadi merah, terong dan
mentimun menjadi kuning dan lain-lain. Pemungutan yang terlalu awal atau
terlalu terlambat, akan memberikan hasil benih yang lebih jelek mutunya.

Pemisahan biji dari buah merupakan proses penting untuk mendapatkan benih
yang berkualitas.Proses tersebut harus dilakukan berdasarkan tipe buah yang akan
diambil

benihnya.Faktor

temperature,kelembaban

yang

mempengaruhi

udara,kelembaban

pemungutan

tanah,cuaca

dan

antara

lain

kemasakan

benih.Faktor yang mempengaruhi hasil yang diperoleh yaitu keseragaman tumbuh


tanaman,keserantakan masaknya,kebernasan,dan cara panen.Pemungutan buah
yang tepat dilakukan saat buah masak fisiologis.Waktu pemungutan yang tidak
tepat akan menghasilkan benih yang bermutu buruk.
1.2 Tujuan
Untuk mengetahui cara prosesing benih tomat.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


A. Pembersihan Benih
1. Pemungutan/Pengumpulan Benih
Kegiatan pemungutan benih tidak kalah pentingnya dengan pemilihan
sumber benih, karena bila pemungutan benih dilakukan dengan tidak benar
maka akan diperoleh benih dengan mutu yang jelek. Semua usaha yang
dilakukan untuk mencari sumber benih yang baik akan percuma bila
pengumpulan benih tidak dilakukan dengan cara yang benar. Untuk itu perlu
juga adanya suatu regu khusus untuk pengambilan benih karena pekerja
kontrak biasanya kurang memperhatikan mutu benih mereka hanya melihat
jumlahnya saja. Berikut ini diterangkan beberapa hal yang perlu
diperhatikan dan dilakukan dalam kegiatan pengumpulan benih.
a. Yang perlu dilakukan sebelum benih dikumpulkan
Menentukan waktu pengumpulan benih. Setiap jenis pohon
memiliki masa berbuah tertentu untuk itu mengetahui masa berbunga
atau berbuah perlu dilakukan sehingga waktu panen yang tepat dapat
ditentukan dengan tepat pula. Tanda-tanda buah masak perlu diketahui
sehingga buah yang dipetik cukup masak (masak fisiologis).
Menyiapkan alat yang dibutuhkan untuk pengumpulan benih.
b. Cara pengumpulan benih
Benih yang dikumpulkan dipermukaan tanah : Benih yang
dikumpulkan dipermukaan tanah seringkali mutunya tidak sebaik yang
dikumpulkan

langsung

dari

pohon,

benih

akan

hilang

daya

kecambahnya jika terkena sinar matahari (benih yang rekalsitran), benih


akan terserang hama/penyakit dan benih yang berkecambah.
Benih yang dikumpulkan langsung dari pohon : Pengambilan
dengan cara ini yaitu, benih yang sudah masak dipetik langsung dengan
bantuan galah/tangga, cabang yang jauh dapat ditarik dengan tali/kait
kayu. Pengambilan juga dapat dilakukan dengan cara diguncang.
Pengambilan dengan cara ini dapat menggunakan terpal/ plastik untuk
menampung benih yang jatuh. Mutu benih yang dikumpulkan dengan
cara ini sangat baik, karena dapat memilih buah yang betul-betul

matang. Setelah benih dikumpulkan dimasukkan kedalam wadah untuk


dibawah ketempat pengolahan.
c. Beri label identitas
Setiap wadah berisi buah / polong harus diberi label agar identitas
benih tetap diketahui.
d. Penyimpanan sementara
Bila tidak mungkin untuk untuk langsung mengekstrasi biji,
simpanlah wadah yang berisi buah/polong ditempat yang kering dan
dingin dengan ventilasi udara yang baik. Jangan meletakkan wadah
langsung dilantai, tetapi beri alas kayu sehingga memungkinkan
peredaran udara dibawah wadahya, dengan demikian bagian bawahnya
tidak lembab.
2. Penanganan Benih Setelah Dikumpulkan
Penanganan benih harus dilakukan dengan baik, agar mutu benih dapat
dipertahankan. Kegiatan penanganan benih meliputi : Sortasi buah/polong,
ekstrasi benih, pembersihan benih, sortasi benih, pengeringan benih.
Sortasi buah/ polong : Sortasi buah/ polong merupakan kegiatan
pemisahan buah/polong yang susah masak dari yang belum/kurang

masak, kemudian dimasukkan kedalam wadah yang terpisah.


Ekstrasi benih : Ekstrasi benih adalah proses pengeluaran benih dari
buahnya/polongnya. Cara ekstrasi berbeda-beda tergantung dari jenis
pohon, dapat dilakukan dengan bantuan alat dan harus dilakukan
dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan benih.
a. Benih dari buah berdaging : Buah yang berdaging dibuang pericarp
buahnya dengan cara merendam buah tersebut dalam air, sehingga
daging buahnya mengembang sedang bijinya mengendap.
b. Benih dari buah kering : Benih dijemur dipanas matahari,
contohnya : polong-polongan dari Leguminoceae, kerucut dari

Coniferae, capsule dari Eucaliptus, dsb. Sehingga terbuka.


Pembersihan dan sortasi benih : Benih yang sudah diekstrasi masih
mengandung kotoran berupa sekam, sisa polong, ranting, sisa sayap,
daging buah, tanah dan benih yang rusak, harus dibuang untuk
meningkatkan mutunya. Ada dua cara sederhana untuk membersihkan
benih yaitu:

a. Cara sederhana : manual dengan tampi/nyiru atau menggunakan


saringan.
b. Cara mekanis : menggunakan alat peniup benih (seed blower)
setelah pembersihan jika dirasa perlu dilakukan sortasi benih untuk

memilih benih sesuai dengan ukuran.


Pengeringan benih
Benih yang baru diekstrasi biasanya mengandung kadar air yang
cukup tinggi, untuk itu perlu dikeringkan sebelum benih benih itu
disimpan (tetapi tidak semua benih biasa dikeringkan). Kadar air untuk
masing-masing benih berbeda-beda, misalnya ada benih benih yang
dikeringkan sampai kadar air rendah sehingga dapat disimpan lama,
benih benih ini disebut benih yang ortodoks, contohnya: akasia, kayu
besi, salawaku, gamal, dll. Sebaliknya ada benih yang tidak dapat
dikeringkan dan tidak dapat disimpan lama. Benih benih ini disebut
benih yang bersifat rekalsitran seperti: meranti, damar, mahoni, dll.

BAB 3. METODELOGI
3.1 Waktu dan Tanggal
Praktikum dilaksanakan pada hari Rabu, 16 November 2016. Pada pukul
09.00-11.00 di Laboratorium Tanaman Politeknik Negeri Jember.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada pelaksanaan praktikum ini adalah baskom, pisau,
timbangan, saringan dan oven.
Bahan yang digunakan pada pelaksanaan praktikum ini adalah tomat dan
kapur
3.3 Prosedur Kerja
1.
2.
3.
4.
5.

Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum.


Menimbang tomat sebanyak 20 gram.
Mengupas kulit dan daging setengah dari kedalaman.
Memisahkan antara biji dengan kulit dan daging buah.
Mencuci biji tomat dengan kapur dan menambahkan sedikit air sampai

lendir pada biji hilang.


6. Jika lendir hilang, meniriskan biji dan menimbang biji tomat yang telah
ditiriskan.
7. Menata benih pada kertas yang telah tertempel pada papan oven.
8. Memasukkan papan kedalam oven.

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Berat Sesudah
Ekstraksi (gram)
Tomat
Tomat Fermentasi
Cabe
99,444
Komoditas

Berat Sesudah
Dicuci (gram)
41,933
34,74
92,09

Berat Sesudah
dioven (gram)
23,022
10,347
40,208

4.2 Pembahasan
Prosesing benih merupakan suatu kegiatan diantara kegiatan lainnya dalam
teknologi benih yang memiliki arti penting. Prosesing benih dilakukan untuk
menghasilkan benih yang berkualitas dan unggul. Dalam melakukan prosesing
benih memiliki tahapan tahapan yang harus dilakukan yaitu yang pertama
melakukan sortasi pada buah, sortasi ini dilakukan untuk memilih buah yang tidak
terserang oleh hama dan penyakit. Kedua melakukan ekstrasi benih yaitu
memisahkan benih dari daging buah.
Pada prosesing benih terutama pada tomat, terdapat dua cara yaitu dengan cara
non fermentasi dan fermentasi. Untuk tahapan prosesing pada benih tomat
fermentasi dan non fermentasi sama sama melalui tahapan sortasi dan ekstrasi,
bedanya pada prosesing tomat non fermentasi setelah melakukan ekstrasi benih
dicuci dengan menambahkan sedikit air dan dicampur dengan kapur untuk
merontokkan pulp atau lendir pada benih. Sedangkan prosesing pada benih tomat
fermentasi setelah di ekstrasi hanya didiamkan pada nampan dan tidak
ditambahkan bahan apapun untuk merontokkan pulpnya. Karena dengan hanya
didiamkan selama 24 jam pilp tersebut akan rontok dan mengendap.
Setelah melakukan penambahan bahan bahan untuk merontokkan pulp,
selanjutnya melakukan proses pengeringan pada benih tomat. Dalam melakukan
pengeringan terdapat dua macam cara yaitu menggunakan alat atau memanfaatkan
cahaya matahari. Dalam praktikum ini pengeringan benih dilakukan dengan cara
di oven.

Dari hasil praktikum prosesing benih ini yang dilakukan pada buah tomat
sebanyak 2 kg dan diekstrasi serta dicuci. Berat pada benih yaitu 41,933 dan berat
pada benih setelah di oven 23,022 karena telah melakukan proses pengeringan
sehingga kadar air yang terkandung pada benih setlah dicuci menurun. Selain itu,
dengan dilakukan nya proses pengeringan ini dapat memperpanjang masa simpan
pada benih karena kadar air yang berkurang. Benih berdasarkan kadar airnya
dibagi menjadi dua yaitu benih ortodoks (yang kadar airnya berkisar antara 610%) dan benih rekalsitran (yang kadar airnya berkisar antara 30-70%).

BAB 5. PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum diatas dapat disimpulkan bahwa dalam
melakukan prosesing pada suatu benih terdapat tahapan tahapan yang harus
dilakukan yaitu sortasi pada buah yang akan diambil benih nya, ekstrasi benih,
dan pengeringan benih. Berdasarkan kadar airnya benih dibagi menjadi dua yaitu
benih ortodoks dan benih rekalsitran.

DAFTAR PUSTAKA
zero-zeos.blogspot.co.id/2015/06/ilmu-dan-teknologi-benih-produksidan.html
http://agronomilicious.blogspot.co.id/2016/02/processing-pengolahanbenih.html
https://www.academia.edu/11131335/LAPORAN_PRAKTIKUM_TEKN
OLOGI_BENIH_ACARA_6
http://rizka-wahyuni.blogspot.co.id/2012/02/prosesing-dan-penyimpananbenih.html
http://fashion-java.blogspot.co.id/2011/01/prosesing-dan-penyimpananbenih.html

Beri Nilai