Anda di halaman 1dari 9

Modul Praktikum

KIMIA ORGANIK II

Penyusun:
Tim Pengampu Praktikum Kimia Organik II

Program Studi Farmasi


Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Ma Chung
1

Halaman Pengesahan

No Dokumen
:Revisi
:Mata Kuliah Praktikum
: Kimia Organik II
Kode Mata Kuliah Praktikum
: FA 211
SKS
:1
Program studi
: Farmasi
Semester
: 3 (ganjil

Disahkan oleh
oleh
Ketua Program Studi Famasi
Organik II

Rehmadanta Sitepu,M.Si.,Apt.
Sitepu,M.Si.,Apt.

Dibuat
Koordinator Kimia

Rehmadanta

SINTESIS DIBENZAL ASETON

I.
II.

Tujuan Praktikum
Mempelajari reaksi kondensasi aldol dan melakukan teknik rekristalisasi
Bahan dan Alat
Benzaldehid, aseton, etanol, NaOH, es, erlenmeyer bertutup, gelas ukur,
corong Buchner, labu hisap.

III.

Prosedur Kerja
a. Pembuatan dibenzal aseton
Di dalam erlenmeyer larutkan 2,5 ml benzaldehid dan 1 ml aseton di
dalam 25 ml etanol. Tambahkan ke dalamnya 6 ml larutan 10% NaOH
dalam 19 ml air. Tutup erlenmeyer dan gojog dengan kuat selama 10
menit. Biarkan 30 menit sambil sesekali digojog kemudian didinginkan
dalam rendaman air es. Saring kristal yang terjadi dan cuci dengan air.
Kristal dikeringkan dan dihitung rendemennya.
b. Rekristalisasi
Didalam erlemayer dimasukan cristal dibenzaldehid, tambahkan 10 ml
etanol dan aduk sampai larut. Masukan erlenmeyer kedalam air es. Bila
Kristal sudah terbentuk, pisahkan cairan dan padatan dengan cara
disaring. Ambil bagian padatan pada kertas saring, keringkan pada
suhu ruangan dan hitung rendemennya.
c. Determinasi titik leleh sampel
Didalam tabung titik leleh kapiler diisi 0,5 mg sampel. Masukan pipa
titik leleh kedalam alat pendeteksi titik leleh. Bandingkan titik leleh
sampel dengan titik leleh dibenzal aseton teoritis.
d. Data
Massa benzaldehid
Massa dibenzal aseton sebelum rekristalisasi
g
Massa dibenzal aseton setelah rekristalisasi
g
Yield teoritis dibenzal aseton
Persen yield dibenzal aseton

g
:
:

g
:

g
3

Titik leleh dibenzal aseton

SINTESIS IODOFORM

I.

II.

Tujuan Praktikum
Mempelajari reaksi substitusi alfa (halogen ) dan teknik rekristalisasi
iodoform
Bahan dan Alat
Aseton, KI, I2, NaOH, kaporit, alkohol, larutan perak nitrat, erlenmeyer,
pemanas air, gelas ukur, gelas arloji, corong Buchner

III.

Prosedur Kerja
a. Pembuatan iodoform
Dalam Erlenmeyer dimasukkan 2,5 g I 2, kemudian tambahkan 2,5 g
aseton. Tambahkan NaOH 8 N bertetes-tetes hingga terbentuk Kristal
kuning. Segera encerkan dengan air. Saring kristal dengan corong
Buchner, cuci dengan air.
b. Rekristalisasi
Didalam erlemayer dimasukan Kristal iodoform, tambahkan 10 ml
etanol dan aduk sampai larut. Masukan erlenmeyer kedalam air es. Bila
Kristal sudah terbentuk, pisahkan cairan dan padatan dengan cara
disaring. Ambil bagian padatan pada kertas saring, keringkan pada
suhu ruangan dan hitung rendemennya.
c. Data
Massa iodoform
:
Massa iodoform sebelum rekristalisasi
Massa iodoform setelah rekristalisasi
Yield teoritis iodoform
Persen yield iodoform
Titik leleh iodoform

g
:

g
:

g
g
g

:
:

SINTESIS ASETALDEHID

I.

Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk mengenalkan reaksi
pembuatan aldehid

II.

Bahan dan Alat


Etanol, Kalium bikromat, asam sulfat pekat, labu destilasi, pending
Liebig, erlenmeyer, tabung reaksi, drupple plat, pipet.

III.

Prosedur Kerja
a. Pembuatan Asetaldehid
Dimasukkan 5 g K2Cr2O7 yang telah dilarutkan dengan 100 ml aquadest
kedalam labu destilasi. Dirangkai alat destilasi. Dibuat campuran 25 ml
etanol dengan 15 ml H2SO4 pekat kedalam beaker glass dan
dihomogenkan campuran tersebut. Dipanaskan alat selama kurang
lebih 10 menit. Dimasukkan campuran etanol-H 2SO4 kedalam labu
destilasi, secara perlahan-lahan. Dipanaskan kembali alat destilasi
sampai semua aldehid keluar (kira-kira 30 ml). Dinetralkan destilat
dengan larutan Na2CO3, dan dicek pH-nya dengan kertas pH.
b. Uji Destilat dengan Pereaksi Fehling
Dimasukkan destilat kedalam tabung reaksi sebanyak 2 mL. Kemudian
ditambahn 10 tetes Fehling A dan 10 tetes Fehling B. Dipanaskan
larutan dan diamati
c. Data
Jumlah asetaldehid

mL

SINTESIS ASPIRIN

I.
II.

Tujuan Praktikum
Mengenalkan reaksi pembuatan aspirin dengan subtitusi nukleofilik asil
Bahan dan Alat
Asam salisilat, asam asetat anhidrat, asam sulfat pekat, corong Buchner,
Erlenmeyer, es, dan ring stand

III.

Prosedur Kerja
a. Pembuatan Aspirin
Timbang 2 gram asam salisilat dan masukan kedalam Erlenmeyer 125
mL. Tambahkan 5 mL asam asetat anhidrat. Aduk menngunakan stirer
sampai asam salisilat terlarut. Tambahkan 5 tetes asam sulfat pekat
dan tunggu sampai 5 menit. Masukan Erlenmeyer kedalam air mendidih
selama 10 menit. Setelah itu, pindahkan Erlenmeyer dari dalam air
mendidih dan tambahnkan 10 mL akuades. Masukan Erlenmeyer dalam
air dingin. Saring cairan dan Kristal. Ambil kristal dan keringkan.
b. Rekristalisasi aspirin
Masukan kristal aspirin kedalam 100 mL beker kemudian tambahnkan
dengan 8 mL etanol dan 25 mL akuades. Panaskan hingga aspirin larut.
Kemudian masukan beker kedalam air es hingga terjadi kristal. Saring
dan kristal yang tersaring di tambahkan 10 mL air dingin. Keringkan
kristal.
d. Determinasi titik leleh sampel
Didalam tabung titik leleh kapiler diisi 0,5 mg sampel. Masukan pipa
titik leleh kedalam alat pendeteksi titik leleh. Bandingkan titik leleh
sampel dengan titik leleh aspirin teoritis.
e. Data
6

Massa asprin
Massa asprin sebelum rekristalisasi
Massa asprin setelah rekristalisasi
Yield teoritis asprin
Persen yield asprin
Titik leleh asprin

:
:
:
:

g
g
g
:

g
g
g

SINTESIS ASETAMINOFEN
I.

II.

Tujuan Praktikum
Mengenalkan reaksi pembuatan asetaminofen dengan reaksi subtitusi
alfa
Bahan dan Alat
Para-aminofenol, asam asetat anhidrat, asam fosfat, etanol, Erlenmeyer,
kertas saring, es, alat uji titik leleh.

III.

Prosedur Kerja
a. Pembuatan Asetaminofen
Timbang 1.5 g para aminofenol dan masukan kedalam Erlenmeyer 125
mL. Tambahkan 25 mL air dan 20 tetes H 3PO4. kemudian aduk
menggunakan stirer magnetik. Apabila belum larut tambahkan
beberapa tetes H3PO4 sampai para aminofenol larut. Masukan
Erlenmeyer kedalam air mendidih. Tambahkan 2 mL asam asetat
anhidrat dengan perlahan. Panaskan selama 10 menit. Pindahkan
Erlenmeyer kedalam air dingin, aduk hingga terbentuk kristal. Diamkan
Erlenmeyer didalam air es selama 30 menit. Setelah kristal terbentuk,
saring kristal menggunakan kertas saring dan cuci kristal dengan air
dingin sebanyak 10 mL. Keringkan kristal.
b. Rekristalisasi aspirin
Masukan kristal kedalam 100 mL beker kemudian tambahkan dengan
20 mL akuades dan panaskan hingga kristal terlarut. Pindahkan beker
kedalam air dingin dan aduk hingga kristal terbentuk. Saring kristal dan
cuci kristal yang berada disaringan dengan air dingin sebanyak 10 mL.
a. Determinasi titik leleh sampel

Didalam tabung titik leleh kapiler diisi 0,5 mg sampel. Masukan pipa
titik leleh kedalam alat pendeteksi titik leleh. Bandingkan titik leleh
sampel dengan titik leleh asetaminofen teoritis.
b. Data
Massa asetaminofen
Massa asetaminofen sebelum rekristalisasi
Massa asetaminofen setelah rekristalisasi
Yield teoritis asetaminofen
Persen yield asetaminofen
Titik leleh asetaminofen

g
:

:
:

g
g
g
g

:
:

SINTESIS BENZIL ALKOHOL DAN ASAM BENZOAT

I.
II.

Tujuan Praktikum
Mempelajari reaksi Cannizaro
Bahan dan Alat
KOH, benzaldehid, eter, MgSO4, HCl pekat, aquades, beaker glass ,
erlenmeyer 250 mL, corong pisah, labu alas bulat , gelas ukur, corong
Buchner, kertas saring.

III.

Prosedur Kerja
a. Pembuatan benzil alkohol dan asam benzoat
Timbang 20 gram kalium hidroksida dan tambahkan 90 mL air, masukan
larutan kalium hidroksida didalam labu alas bulat, kemudian tambahkan
16 gram benzaldehid. Lakukan refluks selama 2 jam. Setelah 2 jam,
dinginkan larutan menggunakan air es. Tambahkan 53 mL air dan 15 mL
diklorometan. Tuangkan campuran larutan didalam corong pisah,
kemudian ditambahkan 15 mL eter. Kocok sampai tercampur dan
diamkan sampai terpisah menjadi 2 fase. Dipisahkan lapisan bawah dan
lapisan atas.
Lapisan bawah dilakukan ekstraksi dengan eter dua kali masing- masing
digunakan 13 mL eter. Digabungkan ekstrak eter dan diuapkan pelarutnya
menggunakan rotary evaporator hingga volume kira-kira 12.5 mL.
Didinginkan dan dikocok larutan eter dua kali dengan 3 mL natrium
metabisulfit jenuh. Dipisahkan larutan eter, dicuci dengan 5 mL larutan
8

10% natrium karbonat, kemudian dengan 5 mL air, dan dikeringkan


dengan magnesium sulfat anhidrous.
Dituangkan fasa berair ( bnzil alcohol )ke dalam campuran 40 mL asam
klorida pekat, 40 mL air dan 50 gram es. Disaring endapan, dicuci dengan
air dingin.

b. Rekristalisasi asam benzoat


Masukan kristal kedalam 100 mL beker kemudian tambahkan dengan
20 mL akuades dan panaskan hingga kristal terlarut. Pindahkan beker
kedalam air dingin dan aduk hingga kristal terbentuk. Saring dan
larutan di dinginkan mengunakan es. Saring kristal dan cuci kristal yang
berada disaringan dengan air dingin sebanyak 10 mL.
c. Determinasi titik leleh sampel
Didalam tabung titik leleh kapiler diisi 0,5 mg sampel. Masukan pipa
titik leleh kedalam alat pendeteksi titik leleh. Bandingkan titik leleh
sampel dengan titik leleh asam benzoat teoritis.
d. Data
Massa asam benzoat
Massa asam benzoat sebelum rekristalisasi
Massa asam benzoat setelah rekristalisasi
Yield teoritis asam benzoat
Persen yield asam benzoat
Titik leleh asam benzoat

g
:

:
:

g
g

:
:

g
g
g