Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, yang karena


atas limpahan rahmat dan anugerah-Nyalah penulis dapat
menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik. Tak lupa pula
penulis

mengucapkan

terima

kasih

yang

sebesar-besarnya

kepada dosen Mata Kuliah Peralatan Laboratorium Dasar yang


telah memberikan ilmu dan pengetahuannya kepada penulis,
terutama terkait penulisan makalah ini.
Adapun makalah ini penulis rangkum dari sumber yang
dapat dipercaya yang penyajiannya penulis sajikan dalam lembar
Daftar Pustaka. Penulis menyadari penulisan makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saran dan kritik sangat
penulis harapkan guna penyempurnaannya di masa mendatang.
Akhir kata semoga makalah ini dapat menambah ilmu
pengetahuan

dan

kemampuan

kita

dalam

bidang

Ilmu

elektromedik sebagaimana yang kita semua harapkan.

Makassar, November 2016

Penulis

ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Di era globalisasi yang semakin maju ini, peralatan laboratorium
merupakan salah satu penunjang dalam mendiagnosa suatu penyakit ataupun
keakuratan alat dalam mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi
pada sampel percobaan.
Di laboratorium dilakukan beberapa pengambilan sampel atau larutan pada
pasien. Dalam mengidentifikasi sampel tersebut memungkinkan untuk sampel
tersebut berada diluar suhu kendalinya sehingga menyebabkan perubahan
kualitas sampel itu sendiri. Ada beberapa sampel yang telah memiliki
ketentuan, yang jika di simpan di laboratorium harus disimpan dalam suhu
pertahanannya, misalnya sampel APTT (Activated Partial Thromboplasme
Time) yang dikondisikan pada suhu 37oC, juga serum untuk tes dan
pemeriksaan HIV, Sifilis, dikondisikan pada suhu 56oC
Maka berdasarkan penjelasan diatas, untuk memenuhi kebutuhan tersebut
maka dibutuhkan sebuah alat yaitu Water Bath. Dimana Water Bath berfungsi
untuk menjaga kestabilan suhu sampel/larutan sesuai dengan suhu yang
dikehendaki melalui media air.
1.2 Rumusan masalah
1. Apakah fungsi dan prinsip kerja alat water bath ?
2. Bagaimana blok diagram alat water bath ?
3. Bagaimana flowchart alat water bath ?
4. Bagaimana cara pengoperasian alat water bath ?
5. Bagaimana cara pemeliharaan alat water bath ?
6. Bagaimana wairing alat water bath ?
1.3 Tujuan penelitian
1. Untuk mengetahui fungsi dan prinsip kerja alat water bath
2. Untuk mengetahui blok diagram alat water bath
3. Untuk mengetahui flowchart alat water bath

4. Untuk mengetahui cara pengoperasian alat water bath


5. Untuk mengetahui cara pemeliharaan alat water bath
6. Untuk mengetahui wairing alat water bath
1.4 Manfaat penelitian
1. Bagi Penulis
Dapat menambah wawasan tentang alat water bath berbasis
mikrokontroller ATmega 8535.
2. Bagi Institusi
Untuk arsip bagian laboratorium sebagai salah satu faktor pendukung
dalam meningkatkan akreditasi kampus dalam hal tugas mahasiswa.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Fungsi dan Prinsip Kerja

Water bath berfungsi sebagai pemanas sekaligus penghomogenan suatu


larutan. Pada alat ini terdapat media air. Water bath adalah alat yang berfungsi
menjaga kestabilan suatu bahan pada suhu tertentu yang dapat menyebabkan
kondisi suatu bahan lebih akomodatif. Water Bath juga digunakan untuk
keperluan inkubasi dan lain-lain, atau bahkan bisa menggantikan heating
block. Bedanya hanya ada media berupa air untuk pemanasan.Suatu alat
yang berfungsi untuk memanaskan air yang berguna untuk menjaga
kestabilan suhu dari cairan yang ada dalam tabung reaksi Alat ini tidak di
lengkapi dengan Fuse, sehingga kurang aman.
Prinsip kerja pada saat saklar digeser pada posisi on, maka arus listrik
dari sumber akan memberi suplly listrik pada heater. Heater yang diberi arus
listrik akan memberikan panas pada alat, suhu semakin tinggi. Sensor
thermostat yang ditempatkan di daerah pemanasan pada waterbath akan ikut
menjadi panas dan memuaikan cairan dalam sensor tersebut. Pada derajat
suhu tertentu, dimana pemuaian dari cairan sensor cukup tinggi, maka
bertambahnya volume cairan sensor ini akan memberikan tekanan pada
kontaktor thermostat sehingga kontaktor terbuka. Dengan tebukanya
kontaktor thermostat , heater tidak mendapatkan suplly arus. Suhu berangsurangsur turun, tekanan pada sensor thermostat kembali turun sehingga
kontaktor

kembali

tertutup.

Terjadi

pemanasan

kembali.

Dan Waterbath merupakan alat pemanas yang menggunakan heater kering.


Heater

ini

dikontrol

menggunakan

sebuah

thermostat.

2.2 Blok Diagram dan Penjelasan

PS

Sensor Suhu

Sensor Level
Air

ADC

ATmega 8535

220 V

Driver

Heater

Termostat
Wadah

LCD

Buzzer

Pada alat Water Bath sensor suhu (LM 35) langsung aktif dalam arti
langsung mendeteksi suhu. Ketika tegangan 220V masuk kemudian diubah
menjadi tegangan DC oleh power supply untuk mengaktifkan beberapa komponen
dalam Water Bath. Disini heater membuthkan tegangan 220V agar bisa bekerja,
untuk itu diberikan Driver. Ketika heater mulai memanaskan wadah, dan
mencapai suhu yang ditentukan maka kontaktor termostat akan terbuka. Ketika
kontaktor termostat terbuka maka heater tidak mendapatkan supply arus. Dan
suhu berangsur-angsur akan turun.
Ketika suhu turun (belum mencapai suhu yang ditentukan) maka kontaktor
termostat kembali tertutup sehingga heater mendapat supply dan suhu berangsurangsur naik. Begitu yang terjadi seterusnya. Pada dasarnya, disini alat Water Bath
memanfaatkan umpan balik dari sensor suhu untuk menjaga kestabilan suhu.
Juga perlu untuk diketahui bahwa sensor level air berfungsi untuk menjaga
air pada wadah tetap stabil atau tidak mengalami pengurangan. Kita bisa membuat
sensor level air sendiri dengan memanfaatkan bola-bola kecil yang diisi dengan
batu kerikil. Jika bola-bola kecil tersebut terapung menandakan air pada wadah
berkurang dan buzzer akan berbunyi. Sebaliknya, jika bola-bola kecil tersebut
terendam menandakan air pada wadah masih stabil
2.3 Flow Chart dan Penjelasan
Start

Inisialisasi LCD
Setting suhu
Apakah air pada wadah
berkurang?

Enter
Apakah suhu melebih
settingan?
Heater ON

Sensor level
Buzzer ON
air ON

Termostat
End
Heater OFF
terbuka

Termostat
tertutup

No
Yes

Ketika menekan tombol start maka Inisialisai LCD akan muncul untuk
pertama kali ketika alat diaktfikan, kemudian menekan tombol Enter. Tombol
enter ditekan maka secara otomatis kontaktor termostat tertutup (karena suhu
nya belum optimal/sesuai) yang membuat heater ON. Saat suhu melebihi
settingan maka kontaktor termostat akan terbuka yang membuat heater tidak
mendapatkan supply dan heater akan OFF. Disini termostat sebagai pemicu
pada saat suhu tercapai.
Saat inisialisasi LCD muncul, maka sensor level air juga ikut bekerja untuk
mendeteksi apakah air pada wadah berkurang atau masih stabil. Ketika air nya
berkurang maka buzzer akan ON.
2.4 Cara Pengoperasian
1. Hubungkan alat dengan tegangan 220V.
2. Tekan tombol ON
3. Atur suhu yang disetting, sesuai sampel yang akan dimasukkan.
4. Masukkan air dalam wadah
5. Masukkan tabung reaksi kedalam wadah
6. Tutup pintu pesawat Water bath
7. Tekan tombol enter.
8. Proses pen-stabilan suhu berlangsung.
9. Jika alat selesai digunakan, ambil tabung reaksi digunakan, kemudian
cabut tegangan 220V
2.5 Cara Pemeliharaan
1. Jaga kebersihan alat.
2. Penggunaan pesawat yang sesuai dengan petunjuk.
3. Bersihkan pesawat setiap kali setelah digunakan.
6

4. Hubungkan perkabelan ke body pesawat dengan 220V


5. Perlakuan elemen tidak boleh sama
6. Apabila bodi terbuat dari bahan yang bersifat konduktor maka tidak boleh
terkena air.
7. Menjaga elemen basah tidak berkarat.
8. Grounding alat juga dipertahankan agar tidak terjadi kebocoran arus.
9. Mengganti elemen yang sudah nge-hang agar tidak terjadi korsleting.
2.6 Wairing Alat

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Water bath merupakan peralatan laboratorium yang berfungsi untuk
menjaga kestabilan suhu sampel / larutan sesuai dengan suhu yang
dikehendaki melalui media air.
3.2 Saran
Alat Water Bath yang ada di Laboratium mungkin bisa diperbaharui agar
bisa menunjang pemahaman mahasiswa tentang alat yang diuji kan.

DAFTAR PUSTAKA

http://medicareku.blogspot.co.id/2015/01/makalah-kimia-klinik-tentang-water
bath.html
http://murtyaprilia.blogspot.co.id/