Anda di halaman 1dari 3

ORGANOGENESIS: KULTUR

KOTILEDON SEMANGKA KUNING


Posted on June 9, 2011 by puspalarasati
Standard
Pendahuluan
Kultur jaringan (Tissue culture) adalah membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi
tanaman kecil yang mempunyai sifat sama dengan induknya. Juga merupakan metode untuk
mengisolasi bagian tanaman seperti protoplas, sel, jaringan dan organ (daun, batang, akar,
biji, bunga, buah) dan menumbuhkan dalam kondisi aseptik (Rahardja 1989). Bagian
tanaman yang akan dikulturkan disebut eksplan. Jadi eksplan bisa berupa mata tunas, anthera,
batang, daun dan akar yang masih muda dan terdiri dari sel-sel meristematis, yang mana selselnya masih aktif membelah-belah dan apabila dikulturkan pada media tumbuh yang sesuai
secara invitro, maka eksplan tersebut akan tumbuh dan berkembang biak menjadi banyak
(Nugroho dan Sugito 2004). Organogenesis merupakan proses pembentukan organ-organ
tubuh. Untuk mendapatkan tanaman utuh dengan kultur jaringan tumbuhan dapat melalui dua
cara yaitu organogenesis dan embriogenesis somatik (Karim 2006), secara langsung atau tak
langsung melalui
pembentukan kalus terlebih dahulu (George & Sherington 1984).
Organogenesis merujuk kepada proses yang menginduksi pembentukan jaringan, sel atau
kalus menjadi tunas tanaman sempurna. Proses ini diawali oleh hormon pertumbuhan
benziladenin dan sitokinin lainnya, baik sendiri maupun dalam kombinasi dengan asam
naftalasetat atau asam indolasetat dan kadang-kadang dengan asam giberelat menyebabkan
diferensiasi dan pembentukkan tunas.
Tanaman yang digunakan dalam percobaan ini adalah biji semangka. Semangka (Citrullus
lanatus) merupakan tanaman buah berupa herba yang tumbuh merambat yang dalam bahasa
Inggris disebut Water Mellon. Semangka termasuk dalam keluarga buah labu-labuan
(Cucurbitaceae) yang banyak mengandung air. Tanaman semangka dibudidayakan untuk
dimanfaatkan sebagai buah segar, tetapi ada yang memanfaatkan daun dan buah semangka
muda untuk bahan sayur-mayur (Budi 1996).
Media yang digunakan adalah media dasar Murashige Skoog (MS) termasuk media kultur
yang komposisi unsurnya lebih lengkap dibandingkan media dasar lainnya, walaupun
demikian perlu ditambah suplemen seperti air kelapa untuk mendorong pertumbuhan
jaringan. Indeks keasaman (pH) media adalah 5,6. Komposisi dalam media Murashige Skoog
meliputi unsur-unsur makro, mikro, vitamin, gula, asam amino dan zat pengatur tumbuh
(ZPT), yang penting untuk differensiasi sel (Gunawan 1995).
Tujuan
Percobaan bertujuan untuk melakukan proses organogenesis pada semangka kuning.

Alat dan bahan


Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah laminar, pinset, pisau, botol steril, gelas
ukur, bunsen, silk, plastik, dan karet. Sedangkan bahan yang digunakan adalah biji semangka,
larutan bayclin 5%, larutan tween, alkohol 96%, alkohol 70%, dan media MS.
Pembahasan
Organogenesis biji semangka yang dilakukan bertujuan untuk menginduksi pertumbuhan
tunas dan akar. Sebelum biji semangka ditanam dalam medium, eksplant semangka tersebut
harus disterilisasi dengan larutan Na-hipoklorit atau alkohol 70%. Eksplant biji semangka
yang disterilisasi harus sudah dihilangkan selaput bijinya yang berada diujung dengan
memotongnya menggunakan sklapel.
Menurut Gunawan (1995), arah pertumbuhan dan perkembangan atau regenerasi eksplan
ditentukan oleh beberapa faktor yaitu, komposisi media serta jenis dan konsentrasi zat
pengatur tumbuh, bagian tanaman yang digunakan sebagai eksplan dan lingkungan tempat
eksplan dikulturkan. Medium yang digunakan untuk membiakkan potongan jaringan tersebut
mengandung makanan berupa unsur unsur hara makro dan mikro. Penggunaan eksplan dari
jaringan muda lebih sering berhasil karena sel-selnya aktif membelah, dinding sel tipis karena
belum terjadi penebalan lignin dan selulose yang menyebabkan kekakuan pada sel. Bagian
tanaman yang dapat digunakan sebagai eksplan adalah pucuk muda, batang muda, daun
muda, kotiledon, hipokotil. Menurut Wattimena (1992) perbedaan dari bagian tanaman yang
digunakan akan menghasilkan pola pertumbuhan yang berbeda. Eksplan tanaman yang masih
muda menghasilkan tunas maupun akar adventif lebih cepat bila dibandingkan dengan bagian
yang tua.
Kultur jaringan meristem akan berhasil dengan baik apabila, eksplan yang dikultur masih
muda, asal-usulnya jelas, bebas virus, media yang digunakan untuk menanam sesuai dengan
kebutuhan tumbuhnya, selain itu, lingkungan harus aseptik dan pengaturan sirkulasi udara
baik, kelembaban dan suhu harus sesuai dengan kebutuhan tumbuhnya (Nugroho & Sugito
1996).
Teknik kultur jaringan sebenarnya sangat sederhana yaitu sel atau irisan jaringan
tanaman(eksplan) secara aseptik ditanam dalam media padat. Selanjutnya kalus yang
terbentuk dipindah tanamkan (sub kultur) ke dalam media differensiasi yang sesuai maka
akan terbentuk tanaman kecil yang lengkap (plantlet). Dengan teknik kultur jaringan, yang
mana dari satu irisan kecil suatu jaringan tanaman (3 mm) dapat dihasilkan kalus yang dapat
menjadi plantlet dalam jumlah yang banyak (Hendaryono & Wijayani 1994).
Percobaan organogenesis semangka kuning, diperoleh 3 dari 10 botol kultur yang dapat
berkecambah dengan baik. Tujuh kultur lainnya tidak tumbuh karena terjadi kontaminasi.
Kontaminasinya berupa bakteri, disebabkan kerja yang tidak steril pada waktu proses
mengkulturkan. Keberhasilan pada waktu mengkulturkan kotiledon semangka dipengaruhi
oleh faktor, sterilisasi alat, bahan, dan lingkungan, teknik menamcapkan kotiledon pada
media diharapkan tidak menyebabkan media rusak atau tercongkel, karena hal tersebut dapat
menimbukan kontanminasi. Kelebihan teknik kultur organogenesis ini agar dapat
menghasilkan bibit/individu baru dari semangka kuning dalam jumlah yang banyak, yang
dilakuakn secara invitro, sehingga diharapkan dapat memperoleh individu baru dengan sifat
yang seragam/sama dengan induknya.

Kesimpulan
Percobaan organogenesis dengan kultur kotiledon biji semangka kuning ini diperoleh
kecambah semangka yang tumbuh dengan baik, namun ada juga yang tidak dapat tumbuh
akibat kontaminasi bakteri. Organogenesis dapat dilakukan dengan menggunakan biji dari
suatu tanaman.