Anda di halaman 1dari 6

SEMINAR AKUNTANSI MANJEMEN

Pertemuan 6
Research Methods Perspective : Quantitative
REVIEW JOURNAL
Experimental Research in Management Accounting
&
Doing Survey Research in Management Accounting

NAMA KELOMPOK:
1. Fondha Mulyo Utomo 041514253048
2. Anisa Fitri Sya'bania

041514253073

Magister Akuntansi
Universitas Airlangga Surabaya
2016

Experimental Research in Managerial Accounting


Geoffrey B. Sprinkle and Michael G. Williamson
Managerial Accounting and the Role of Experiments
Terdapat 3 tujuan peneliti dalam paper ini yaitu :
1. Menggambarkan peran penelitian eksperimental akuntansi majemen dan memberikan
kerangka kerja
2. Untuk meninjau, mensintesis dan mengevaluasi penelitian eksperimental akuntansi
manajemen
3. Mengidentifikasi dan mendiskusikan beberapa penelitian akuntansi manajemen di
masa depan
Akutansi manajemen memilika manfaat dalam meningkatkan nilai perusahaan dengan
penggunaan sumber daya yang efektif dan efiien. Dengan demikian sistem akuntansi
manajmen harus memberikann informasi yang meningkatkan kemampuan karyawan dalam
pembuatan keputasan-keputusan untuk tujuan organisasi.
Akuntansi manajemen dan perilaku memiliki keterkaitan dan saling mempengaruhi.
Menurut (Demski & Feltham, 1976) menyatakan bahwa organisasi berulang kali membuat
penilaian dan keputusan mengenai jumlah dan jenis informasi yang diberikan keppada
karyawan dan pada gilirannya karyawan membuat penilaian dan keputusan berdasarkan
informasi tersebut. karyawan (Baiman, 1982; & Lewis, 1995; Zimmerman, 2003).
Penelitian akuntansi manajerial dapat membantu menentukan sejauh praktek-praktek
akuntansi yang manajerial benar-benar memotivasi individu dalam organisasi dan membantu
mengurangi perbedaan kepentingan antara karyawan dan pemilik. Penelitian manajerial
Akuntansi juga dapat membantu menentukan sejauh yang motif sosial, nilai-nilai individu
dan perusahaan sistem informasi informal berinteraksi dengan lebih formal pemerintahan
prosedur dalam membantu untuk memastikan bahwa karyawan melakukan tindakan-tindakan
di kepentingan terbaik perusahaan. Akuntansi Manajemen sering penuh dengan masalah
metodologis dan ekonometrik (Lihat, misalnya, Ittner & Larcker, 2001).
Metode eksperimental memungkinkan untuk pengujian ketat prediksi teori, perilaku
validitas, dan asumsi (Simon, 1982, 1987;Smith, 1994). Diberikan fleksibiliti inheren dalam
percobaanpendekatan, para peneliti dapat mendorong modelbatas-batas, tes untuk kondisi
batas, menguji bersaing teori, dokumen anomali, dan menawarkan bukti mengenai Mengapa

aktual perilaku menyimpang dari yang diperkirakan oleh model ekonomi (Kachelmeier,
1996;
Moser, 1998; Waller, 1994, 1995).

Decision-Influencing Role of Managerial Accounting Information


Peran mempengaruhi keputusan manajerial akuntansi informasi yang mengacu pada
penggunaan informasi untuk memotivasi karyawan (Demski & Feltham, 1976). Ini peran
manajerial informasi akuntansi dapat dipandang sebagai penggunaan informasi untuk
mengurangi ex post ketidakpastian (pasca keputusan). sebagai contoh, untuk memotivasi
karyawan untuk mengendalikan biaya, perusahaan mungkin link kompensasi untuk kinerja
dengan menyediakan keuangan insentif yang mendorong manajer untuk mencapai aktual
biaya yang kurang dari biaya yang dianggarkan sebesar atau standar. Selain itu, perusahaan
mungkin menggunakan alokasi biaya untuk memotivasi saling pemantauan, kerjasama, atau
yang efisien
penggunaan sumber daya (Zimmerman, 1979, 2003).
Dalam banyak penelitian akuntansi manajemen dijelaskan bahwa karyawan akan dapat
melakukan penyimpangan terkait akuntasi manajemen. menurut Jensen dkk menjelaskan
bahwa perilaku karyawan yang tidak taat asan akan mengarahkan / memicu terjadinya
masalah dalam organisasi. Lebih lanjut diketahui contoh masalah dalam organisasi ialah
moral hazard dan adanya informasi tersembunyi yang maniipulatif.
Dijelaskan bahwa informasi tersembunyi yaitu dimana kondisi soerang karyawan
memiliki informasi pribadi mengenai operasi perusahaan, keadaan alam, atau produktivitas
perusahaan/divisi/unit bisnis. Dicontohkan bahwa perilaku ini dapat dilihat dari anggaran
yang kendur dimana akan terjadi manipulasi informasi keuangan untuk tujuan tertentu
misalkan untuk kompensasi manajer, menghindari pajak yang tinggi dan lain sebagainya.
Selanjutnya definisi moral hazard ialah keadaan ketika risiko akibat tindakan seseorang
ditanggung oleh pihak lain, bukan oleh pelaku tindakan tersebut. Contoh yang paling sering
disebut adalah pembeli premi asuransi mobil. Karena risiko biaya perbaikan akibat tabrakan
ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi, maka perilaku pembeli asuransi itu berubah, dari
mengemudi secara hati-hati menjadi sembrono. Pengemudi tau ada perusahaan asuransi yang
akan menanggung risiko biaya perbaikan jika terjadi tabrakan.
Arah penelitian dalam paper ini yaitu akan mempelajari peran dan pengaruh praktek
akuntansi manajemen yang dihubungkan dengan 2 faktor yaitu motif sosial nilai nilai yang

dianut, evaluasi kinerja dan bonus. motif sosial nilai nilai yang dianut yaitu sangat penting
untuk memeriksa sosial motif dan nilai-nilai karena individu membuat keputusan dalam
konteks sosial yang luas yang berfungsi untuk bingkai perilaku dan hasil. Dijelaskan juga
latar belakang adanya konteks sosial yaitu asumsi mengenai tindakan seseorang sering dan
mau tidak mau dibentuk oleh, tindakan lain-lain. Contoh dari motif sosial ini yaitu adanya
motifasi yang membuat karyawan tersebut memanipulasi laporan keuangan untuk tujuan
tertentu. Dari alasan itulah dalam paper ini akan menggunakan metode eksperimental dapat
karena mereka dapat mengisolasi (memeriksa) motif tertentu dan kontrol untuk motif lainnya
dan faktor-faktor yang asing.
Selanjutnya evaluasi kinerja dan bonus. Beberapa akan menyangkal bahwa manajerial
akuntansi luas dan integral/adil dalam penilaian komponen organisasi sistem evaluasi kinerja
dan hadiah, namun kenyataannya adalah kurang tepat. Sebagai contoh, karyawan produksi
sering bertanggung jawab baik kuantitas dan kualitas output. Dalam pengaturan tersebut,
organisasi perlu untuk kedua memotivasi tingkat tinggi usaha dari karyawan dan langsung
karyawan usaha ke arah tanggung-jawab berbagai mereka. Akibatnya, kinerja-evaluasi dan
sistem perhitungan kinerja kepada karyawan tersebut. Dan bukti penelitian penelitian
sebelumnya diketahui bahwa sulit sekali mengukur kinerja seseorang secara adil. Dari latar
belakang tersebutlah peneliti berinisiatif menggunakan penelitian eksperimental.

Decision-Facilitating Role of Managerial Accounting Information


Akuntansi manajemen dapat memfasilitasi penyediaan informasi dalam pengambilan
keputusan dan mengurangi ketidakpastian sebelum membuat keputusan. peran manajerial
akuntansi informasi dapat dilihat sebagai penggunaan informasi untuk mengurangi ex ante
ketidakpastian dibahas dalam Tiessen & Waterhouse (1983), revisi kepercayaan penggunaan
manajerial informasi akuntansi yang dibahas dalam Baiman (1982), dan analog untuk
mengatasi masalah penggunaan dibahas di Simon et al. (1954).
Penggunaan informasi akuntansi manajerial untuk pembantu keputusan yang
dimaksudkan untuk meningkatkan karyawan pengetahuan, sehingga meningkatkan
kemampuan mereka untuk membuat organisasi diinginkan penghakiman dan keputusan dan
informasi lebih baik pilihan tindakan. Sebagai contoh, perusahaan menyediakan manajer
dengan data biaya produk untuk membantu memastikan sesuai harga dan produk-penekanan
keputusan.

Konsisten dengan tujuan tersebut, sebelumnya penelitian eksperimental yang menguji


akuntansi manajemen sebagai fasilitas untuk membuat keputusan dipengaruhi oleh informasi
yang ada serta individu itu sendiri. Dan pada akhirnya dari keputusan itu akan diketahui
kualitas keputusan dan kecakapan individu dalam membuat keputusan.
Dalam paper ini juga dijelaskan tentang faktor-faktor apa saja yang dapat
mempengaruhi penilaian dan keputusan akuntasi manajerial. Penelitian eksperimental
menunjukkan bahwa praktek-praktek manajerial dan prosedur dapat memiliki efek signifikan
pada kualitas penilaian individu' dan keputusan. Kedua yaitu Frekuensi umpan balik yang
mempengaruhi kinerja keputusan manajerial, dengan umpan balik lebih sering sering
meningkatkan keputusan kualitas, tetapi kadang-kadang bias Penilaian (Lihat, misalnya,
Frederickson et al., 1999; dkk). Ketiga yaitu jumlah informasi yang diberikan kepada
keputusan pembuat juga mempengaruhi penilaian, dengan studi pelaporan terbalik-U
hubungan antara jumlah informasi dan akurasi penghakiman (Lihat, misalnya, Iselin, 1988;
Shields, 1980, 1983). Keempat yaitu cara yang terorganisir, dalam hal ini dicontohkan pada
kegiatan pembuatan laporan keuangan dan pengukuran kinerjanya, apakah mempunyai
informasi keuangan atau non keuangan, langkah-langkah kinerja, dan apakah kinerja ukuran
umum atau unik untuk subunit organisasi (misalnya, Lipe & Salterio, 2000, tahun 2002;
Schiff & Hoffman, 1996). Kelima yaitu kompensasi kontrak, dimana suatu insentif dapat
mempengaruhi manajemen dalam pembuatan keputusan. Dalam paper ini dikatakan bahwa
dengan insentif yang memadai manajer akan berusaha untuk membuat penilain produk yang
baik juga tanpa manipulasi.

Interdependence of Decision-Influencing and Decision-Facilitating Roles of


Managerial Accounting information
Sistem informasi,manajerial praktek akuntansi, atau sedikit informasi dapat digunakan
untuk kedua tujuan yaitu yang mempengaruhi keputusan dan memfasilitasi keputusan tujuan.
Mempertimbangkan, sebagai contoh, seorang manajer yang membuat produksi kuantitas
keputusan di salah satu dari beberapa periode dan telah menyebar priors tentang permintaan
produk.
Perhatikan, meskipun, bahwa manajer juga mempunyai kecenderungan untuk
menggunakan informasi menyadari keuntungan mencapai kinerja tinggi sekaligus

terpengaruhi untuk memanipulasi keuntungan tersebut. Contoh kasus yang mendukung yaitu
penetapan biaya standar baru yang diadakan oleh manajer itu sendiri untuk memperoleh
keuntungan yang bersifat pribadi misalkan keputusan untuk membuat anggaran untuk
penelitian.Dengan demikian, varians informasi dari sistem biaya standar perusahaan mungkin
keputusan memfasilitasi berkaitan dengan manajer varianspenyelidikan keputusan, tetapi
mempengaruhi keputusan dengan memperhatikan karyawan bertanggung jawab untuk
pertemuan standar. Contoh ini menggambarkan sifat saling mempengaruhi keputusan dan
memfasilitasi keputusan
penggunaan informasi akuntansi manajerial.

Conclusions
Dalam paper ini, kita membahas pentingnya menggunakan eksperimental metode
akuntansi manajerial penelitian. Kami juga menyediakan kerangka kerja untuk pemahaman
dan menilai kontribusi eksperimental penelitian manajerial akuntansi.
Pada survei kami dan sintesisnya, kami mengidentifikasi dan membahas sejumlah
pertanyaan penting yang tidak terjawab manajerial akuntansi yang mungkin terbaik dijawab
menggunakan metode eksperimental. Pada tingkat dasar, manajerial informasi akuntansi
menyajikan dua peran penting dalam organisasi: mempengaruhi keputusan dan memfasilitasi
keputusan. Di dalam peran mempengaruhi keputusan, informasi manajerial akuntansi
digunakan untuk mengurangi serta mengendalikan masalah organisasi seperti moral hazard
dan penyembunyian informasi.
Dalam memfasilitasi keputusan perannya, manajerial informasi akuntansi yang
digunakan untuk menyelesaikan ketidakpastian dan meningkatkan kinerja penilaian dan
keputusan dalam sebuah organisasi.Akibatnya, praktek-praktek akuntansi manajerial adalah
digunakan untuk memotivasi karyawan untuk mengerahkan usaha dan melakukan tindakan
yang memaksimalkan nilai perusahaan.
Praktik Akuntansi Manajerial juga digunakan untuk meningkatkan pengetahuan
karyawan dan, dengan demikian, kemampuan mereka untuk membuat penilaian organisasi
diinginkan dan keputusan.