Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Pada era sekarang ini kebanyakan barang barang elektronik dalam

penerapannya menggunakan prinsip prinsip logika atau yang dinamakan prinsip


digital, dengan semakin maju cara berfikir kita, semakin bermacam macam pula
variasi suatu barang elektronika yang memanfaatkan prinsip rangkaian logika atau
digital ini. Sehingga sekarang tidak menutup kemungkinan jika dimana mana
menemukan bermacam macam alat yang memanfaatkan fungsi tersebut.
Berdasarkan fakta diatas, maka kami ingin membuat suatu rangkaian
sederhana yang memanfaatkan prinsip kerja rangkaian logika atau digital, lebih
jelasnya kami mencoba mempraktekan teori yang sebelumnya telah kami
dapatkan kedalam bentuk sebuah rangkaian yaitu jam digital.

1.2

Tujuan
1. Mengetahui cara kerja IC 7493
2. Mengetahui cara kerja IC 555
3. Mengetahui cara pengaplikasian IC 7493 pada pembuatan jam digital
4. Mengetahui cara kerja IC 7447
5. Mengetahui cara kerja IC 7408
6. Mengetahui cara kerja IC 7486
7. Mengetahui prinsip kerja dari seven segmen common anoda

1.3

Ruang Lingkup dan Batasan Masalah


Dalam merangkai jam digital kami hanya menggunakan IC 7493, IC 7447,

dan IC NE555. Kami juga menggukan 7-segment sebagai display. Masalah yang
dibahas pada tugas akhir ini adalah bagaimana kami memaparkan cara
mengaplikasikan IC 7493, IC 7447, dan IC NE555.

1.4

Teori yang Dipakai


Teori yang kami pakai terdiri dari pencacah yang merupakan komponen

terpenting dari jam digital. Pencacah dibagi menjadi 2 bagian yaitu pencacah naik
dan pencacah turun. Pencacah naik adalah pencacah yang menghitung dari angka
0 9, sedangkan pencacah turun merupakan kebalikan dari pencacah naik yaitu
menghitung dari 9 0.

1.5

Sumber Data
Kami mendapatkan sumber data tugas akhir ini dari data sheet yang kami

ambil dari internet.

1.6

Metode dan Teknik yang Digunakan


Metode dan teknik yang kami gunakan adalah eksperimen karena data data

yang kami peroleh berdasarkan praktikum yang sudah kami lakukan dalam
pembuatan jam digital dengan IC 7493.

1.7

Sistematika Penyajian
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I
Pendahuluan
1.1

Latar Belakang Masalah

1.2

Tujuan Pembahasan

1.3

Ruang Lingkup dan Pembahasan Masalah

1.4

Teori Yang dipakai

1.5

Sumber data

1.6

Metode dan Teknik yang Digunakan

1.7

Sistematika Penyajian

BAB II
Landasan Teori
BAB III

Isi
BAB IV
Pembahasan
BAB V
Penutup
5.1

Kesimpulan

Daftar Pustaka

BAB II
LANDASAN TEORI

Jam elektronika digital yang terdiri dari pencacah yang merupakan


komponen terpenting dari sistem jam digital. Gambar (1) merupakan diagram
blok sederhana suatu sistem jam digital. Kebanyakan jam menggunakan daya
frekuensi jala-jala 60 Hz sebagai masukannya. Frekuensi ini dibagi menjadi detik,
menit dan jam oleh bagian pembagi frekuensi dari jam tersebut. Kemudian pulsa
satu-per-detik, satu-per-menit, dan satu-per-jam dihitung dan disimpan dalam
akumulator pencacah jam tersebut. Selanjutnya isi akumulator pencacah (detik,
menit, jam) yang tersimpan didekode, dan waktu yang tepat ditayangkan pada
tayangan waktu keluaran. Jam digital mempunyai elemen sistem khusus.
Masukannya berupa arus bolak-balik 60 Hz. Pengolahan terjadi pada pembagi
frekuensi, akumulator pencacah, dan bagian pendekode.

MASUKAN

60Hz

Set waktu

Pembagi
frekuensi

KELUARAN
Counter

Dekoder

7-Segmen
display

Gambar (1)

Jam

menit

detik

KELUARAN

Dekoder

Dekoder

Dekoder

Counter
hit. 0-23

Counter
Hit. 0-59

Counter
hit. 0-59

1 pulsa/jam

1 pulsa/menit

1 pulsa/detik

MASUKAN

60 Hz

Dibagi
dengan
60

detik

Dibagi
dengan
60

menit

Dibagi
dengan
60

jam

Gambar (2)

Penyimpanan terjadi pada akumulator. Bagian kendali barupa kendali setwaktu seperti pada gambar (2).
Telah disebutkan bahwa semua sistem terdiri atas gerbang logika, flip-flop,
dan subsistem. Diagram pada gambar (2) memperlihatkan bagaiman subsistem
diorganisasikan sampai menampilkan waktu dalam jam, menit, detik. Ini
merupakan diagram jam digital yang lebih terinci. Masukan berupa sinyal 60 Hz.
60 Hz dibagi 60 oleh pembagi frekuensi pertama. Keluaran rangkaian pembagi ini
berupa pulsa 1 per detik. Pulsa 1 per detik dimasukkan ke pencacah naik yang
mencacah naik dari 00 sampai 59 dan reset 00. Kemudian pencacah detik
didekode dan ditayangkan pada 7segmen.

Perhatikan rangkaian pembagi frekuensi tengah pada gambar (2). Masukan


pada rangkaian ini berupa pulsa1 per detik. Keluarannya berupa pulsa 1 per menit.
Keluaran pulsa 1 per menit dipindah ke pencacah menit 0 - 59. Pencacah naik ini
mengawasi jumlah menit dari 00 sampai 59 dan reset menjadi 00. Keluaran
akumulator pencacah menit didekode dan ditayangkan pada dua 7-segmen di
sebelah atas tengah gambar (2).
Memperhatikan rangkaian pembagi 60 di sebelah kanak gambar (2).
Masukan pada pembagi frekuensi ini adalah pulsa 1 per menit. Keluaran
rangkaian ii adalah pulsa 1 per jam. Keluaran pulsa 1 per jam dipindah ke
pencacah jam di sebelah kiri. Akumulator pencacah jam ini mengawasi jumlah
jam dari 0 sampai 23. keluaran akumulator jam didekode dan dipindahkan kedua
penayang 7-segmen pada kiri atas gambar (2). Kita telah perhatikan bahwa
rangkaian tersebut sudah berupa suatu jam digital 24-jam. Rangkaian tersebut
dapat diubah dengn mudah menjadi jam 12-jam dengan menukar akumulator
pencacah 0 sampai 23 menjadi pencacah 0 sampai 11.

BAB III
ISI

Rangkaian jam terdiri dari berbagai rangkaian seperti rangkaian detik, menit
dan jam. Rangkaian jam Terdiri dari IC 7493, IC 7447, IC clock yaitu IC NE 555,
IC 7408 dan IC 7486.
IC 7493 adalah IC TTL yang dapat digunakan sebagai pembagi 16. secara
sederhana, IC 7493 dapat digambarkan ssebagai berikut :

RO1,2

: Master reset
Berfungsi untuk mereset keluaran

CLK A

: Clock pertama
Dihubungkan pada pulsa atau output pulsa IC sebelumnya

CLK B

: Clock kedua
Dihubungkan dengan QA

Q (A,B,C,D) : Keluaran

IC 7447 adalah IC TTL yang dapat digunakan sebagai penghubung antara


IC counter dengan seven segmen . Secara sederhana, IC 7447 dapat digambarkan
sebagai berikut :

A,B,C,D

: Input dari dekoder

O( A,B,C,D,E,F,G )

: Output dari dekoder

IC NE 555 adalah IC yang digunakan sebagai pemicu jam tersebut untuk


berdetak dan juga sebagai pengatur frekuensi sebesar 1 Hz, IC NE 555 dapat
digambarkan sebagai berikut :

Ra = 4.7 K
Rb = 4.8 K
C1 = 100 F

f = 0.69 ( Ra + 2Rb) C
= 0.69 x (4700 + 2(4900)) x 100 x 10-6
= 69 x 14500 x 10-6
= 1 second

Gerbang logika AND


Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal input tetapi
hanya satu sinyal output. Dalam gerbang AND, untuk menghasilkan
sinyal keluaran berlogika high maka semua sinyal masukan harus
bernilai high. Gerbang logika AND pada Datashhet nama lainnya IC
TTL 7408.

Tabel Kebenaran
A
0
0
1
1

B
0
1
0
1

Output
0
0
0
1

Gerbang XOR hanya akan menghasilkan output dengan logika 0 jika semua
input secara bersamaaan bernilai rendah atau semua input bernilai tinggi atau
dapat disimpulkan gerbang XOR akan menghasilkan output dengan logika 0 jika
inputnya bernilai sama semua. Gerbang Logika XOR pada Datasheet nama
lainnya IC TTL 7486. Tabel kebenarannya dapat dilihat di tabel berikut.

OUTPUT

10

PEMBAHASAN

Rangkaian detik
Detik terdiri dari satuan 0-9 dan puluhan 0-5.Pada saat puluhan di posisi 5
dan satuan di posisi 9 yang berarti detik ke 59,maka rangkaian detik ini akan
mereset menjadi 0-0 dan akan menambah 1 pada satuan menit .Untuk
memperoleh tampilan 0-9 pada satuan detik, maka IC 1 (7493) diset sebagai
pembagi 10. Karena pada kondisi normal, IC 7493 adalah pembagi 16, maka
master reset dihubungkan dengan QB dan QD karena pada prinsipnya kita
mereset angka 10 supaya angka 10 tidak tampil pada layar display sementara itu
angka 10 dalam biner adalah 1010 dimana digit sebelah kiri adalah MSB(digit
dengan nilai tertinggi),di dalam mereset kita tidak menggunakan urutan dari MSB
ke LSB(digit dengan nilai terendah) tetapi sebaliknya kita menggunakan urutan
dari LSB ke MSB jadi QA,QB,QC,QD untuk biner 10 berturut-turut adalah
0,1,0,1 QA dan QC bernilai 0 sementara itu QB dan QD bernilai 1.Di dalam
mereset kita menghubungkan digit yang bernilai 1 yang terdapat pada nilai biner
yang akan direset dengan master reset(RO1 dan RO2) maka dalam mereset angka
10 kita menghubungkan QB

dengan RO1 dan QD dengan RO2 atau bisa

sebaliknya.CLKA dihubungkan lagsung dengan output dari rangkaian pembangkit


clock yang menggunakan IC NE 555 dan CLKB dihubungkan dengan QA karena
pada dasarnya IC counter terdiri dari beberapa buah flip-flop yang saling
berhubungan dan untuk IC 7493 output dari flip-flop A misalnya,merupakan input
dari flip-flop yang lain.Untuk mengeset nilai puluhan,kita mereset angka 6 supaya
angka 6 tidak ditampilkan pada display dan supaya tampilan pada display hanya
merupakan nilai antara 1-5,maka output yang terakhir dari IC 1(rangkaian detik
bagian satuan yang bernilai 1) dalam hal ini adalah QD dihubungkan ke CLKA
pada IC 2(rangkaian detik bagian puluhan) sementara itu CLKB dihubungkan
dengan QA pada IC 2 seperti yang telah dijelaskan di atas. RO1 dihubungkan ke
QB dan RO2 dihubungkan ke QC untuk mereset keluaran jika output sudah
bernilai 0110(merupakan biner dari 6). Lihat gambar.

11

12

Rangkaian menit
Menit terdiri dari satuan 0-9 dan puluhan 0-5. Pada saat puluhan di posisi 5
dan satuan di posisi 9 yang berarti menit ke 59,maka rangkaian menit ini akan
mereset menjadi 0-0 dan akan menambah 1 pada satuan jam .Untuk memperoleh
tampilan 0-9 pada satuan menit, maka IC 1 (7493) diset sebagai pembagi 10.
Karena pada kondisi normal, IC 7493 adalah pembagi 16, maka master reset
dihubungkan dengan QB dan QD karena pada prinsipnya kita mereset angka 10
supaya angka 10 tidak tampil pada layar display sementara itu angka 10 dalam
biner adalah 1010 dimana digit sebelah kiri adalah MSB(digit dengan nilai
tertinggi),di dalam mereset kita tidak menggunakan urutan dari MSB ke
LSB(digit dengan nilai terendah) tetapi sebaliknya kita menggunakan urutan dari
LSB ke MSB jadi QA,QB,QC,QD untuk biner 10 berturut-turut adalah 0,1,0,1
QA dan QC bernilai 0 sementara itu QB dan QD bernilai 1.Di dalam mereset kita
menghubungkan digit yang bernilai 1 yang terdapat pada nilai biner yang akan
direset dengan master reset(RO1 dan RO2) maka dalam mereset angka 10 kita
menghubungkan QB

dengan RO1 dan QD dengan RO2 atau bisa

sebaliknya.CLKA dihubungkan dengan QD dari puluhan detik dan CLKB


dihubungkan dengan QA karena pada dasarnya IC counter terdiri dari beberapa
buah flip-flop yang saling berhubungan dan untuk IC 7493 output dari flip-flop A
misalnya,merupakan input dari flip-flop yang lain.Untuk mengeset nilai
puluhan,kita mereset angka 6 supaya angka 6 tidak ditampilkan pada display dan
supaya tampilan pada display hanya merupakan nilai antara 1-5,maka output yang
terakhir dari IC 1(rangkaian detik bagian satuan yang bernilai 1) dalam hal ini
adalah QD dihubungkan ke CLKA pada IC 2 (7493) (rangkaian menit bagian
puluhan) sementara itu CLKB dihubungkan dengan QA pada IC 2 seperti yang
telah dijelaskan di atas. RO1 dihubungkan ke QB dan RO2 dihubungkan ke QC
untuk mereset keluaran jika output sudah bernilai 0110(merupakan biner dari 6).
Lihat gambar.

13

14

Rangkaian Jam
Rangkaian jam terdiri dari puluhan jam yang berkisar antara nilai 0-2 dan
mereset angka 3 supaya angka 3 tidak ditampilkan pada layar,sementara itu untuk
bagian satuan pada jam nilainya berkisar antara angka 0-9.Pada rangkaian jam ini
dibutuhkan untuk mereset angka 10 dan 4 pada bagian puluhan jam oleh karena
itu kita menggunakan dua (2) gerbang and dan satu gerbang or.Tidak beda dengan
rangkaian menit dan detik clock A pada rangkaian jam ini juga dihubungkan
dengan QC dari rangkaian menit bagian puluhan.

15

BAB V
PENUTUP

5.1

Kesimpulan
Rangkaian detik pada jam digital merupakan rangkaian pembagi 60.
Rangkaian menit pada jam digital merupakan rangkaian pembagi 3600.
Rangkaian jam pada jam digital merupakan rangkaian pembagi 86400.

16

DAFTAR PUSTAKA

Tokheim, L. Roger.1990.Elektronika Digital: 294-296. Jakarta


www.datasheet-archive.com
http://priyahitajuniarfan.wordpress.com/2010/03/17/gerbang-logika-ic-ttl/

17

18