Anda di halaman 1dari 3

PENGESAN IKAN DI KAPAL

Agar dapat melaksanakan praktek pengesan di kapal, sebaiknya difahami hal-hal


tersebut di bawah ini :

1)

1.

Prinsip pengesan ikan

2.

Jumlah es yang diperlukan

3.

Teknik pengesan yang digunakan

Prinsip pengesan ikan


Prinsip pengesan yang dianut dalam pengesan ini adalah agar dapat menekan proses
penurunan mutu ikan hingga minimum, untuk itu ikan yang telah ditangkap harus segera
diturunkan suhunya menjadi 0C dan mempertahankan ikan pada tingkat suhu 0C ini selama
proses penanganan selanjutnya.
Agar dapat mematuhi prinsip itu dengan baik dan agar diperoleh hasil yang
maksimum, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

2)

Ikan segera dihimpun dalam es


Ikan hanya berkontak dengan es
Panas senantiasa dapat mengalir keluar dari ikan
Palka atau peti diberi lubang pembuangan ( drainage)
Tebal lapisan ikan wajar
Semua pekerjaan dilakukan dengan cepat
Jumlah Es yang diperlukan
Pendinginan ikan yang berupa produk ikan basah, umumnya dilaksanakan dengan
mengikuti salah satu dari 3 metoda; yaitu dengan es, udara dingin dan air yang didinginkan.
Dalam perhitungan jumlah es yang diperlukan, terdapat dua tahapan yang harus
diperhatikan yaitu tahap penurunan suhu mencapai suhu penyimpanan yang diinginkan (0C
untuk ikan basah atau 3C untuk ikan olahan) dan tahap pemeliharaan suhu penyimpanan dan
distribusi.
Untuk menurunkan suhu ikan sampai pada tingkat suhu yang lebih rendah, maka
jumlah panas yang harus dienyahkan dari ikan dapat dihitung dengan rumus umum berikut :
Q = m (T1 T2) c
Dimana :
Q = Jumlah panas dalam kilokalori (kkal)
m = masa atau berat bahan dalam kg
T1 = suhu awal bahan dalam C
T2 = suhu akhir bahan dalam C
C = panas spesifik bahan

Kalau panas spesifik ikan 0.84, suhu awal 20C, sedangkan berat ikan 100 kg maka
jumlah panas yang harus dienyahkan dari ikan agar suhunya mencapai 0C adalah : 100 kg X
(20 0)CX 0,84= 1680 kkal
Oleh karena tiap kg es saat meleleh pada 0C dapat menyerap 80kkal ( berhubung panas
laten pelelehan es 80 kkal/kg), maka berat es yang diperlukan bagi pendinginan ikan itu
adalah 1680/80 = 21kg es dengan catatan tidak memperhitungkan panas yang terbuang. Jadi
kebutuhan es bagi tahap penurunan suhu ikan seberat 100 kg dengan suhu awal 20C adalah
21 kg es.
3)

Teknik Pengesan
Berdasarkan pada prinsip pengesan, terdapat beberapa teknik pengesan yang sudah
sukses dipraktekan di Negara-negara perikanan maju.
a. Cara pengesan susunan curahan ( Bulk stowage)
Adalah metode penyimpanan ikan yang di es di dalam kerangka kandang ikan yang
biasanya dibangun dengan cara memasang papan kandang lepas keatas kerangka penyangga
vertical didalam palka ikan (gambar 53).
Pembangunan kerangka kandang sambil meng es ikan dengan teknik susunan curahan,
dilaksanakan sebagai berikut :

Taburkan es di alas palka dengan ketebalan 10 sampai 15cm, tergantung keadaan insulasi palka,
lama trip, keadaan cuaca dan suhu laut.
Diatas lapisan es tersebut, susun/tabur selapis ikan . diatasnya disebar selapis es, lalu diikuti
selapis ikan dan demikian seterusnya. Lapisan ikan paling atas ditutup dengan es setebal 5-10
cm.
Kalau digunakan papan-papan rak hidup, tebal curahan ikan es tidak lebih dari 0,5 m agar ikan
didasar rak tidak rusak.
Bentuk rak rak papan dan kerangka diusahakan sedemikian rupa agar air lelehan dari
lapisan diatasnya tidak mengotori lapisan ikan yang dibawahnya.
Masalah utama dari susunan curahan adalah kesukaran membongkar ikan untuk
didaratkan, penangananya berlangsung lambat,memerlukan tenaga kerja lebih banyak dan
ikan mungkin rusak kena sekop,garpu atau ganco.
b. Cara pengesan susunan pemetian (Boxed stowage)
Cara penyusunan ikan dan es dalam peti di laut mempunyai beberapa kelebihan antara
lain :
Ikan tetap terlindung es selama pembongkaran dari palka ke darat.

Poses pembongkaran dan pelelangan serta pemindahan ke gudang dingin atau ke alat
pengangkut lain dapat berlangsung lebih cepat.
Mutu ikan yang didaratkan lebih baik dari pada teknik susunan curahan.