Anda di halaman 1dari 2

Penanganan ikan di atas kapal

Penanganan ikan di atas kapal harus baik dan benar agar di peroleh hasil yang semaksimal
mungkin. Keberhasilan penanganan ikan di atas kapal dapat di pengaruhi oleh beberapa
faktor di antaranya alat penanganan, media pendingin, teknik penanganan, dan keterampilan
pekerja.
Pemakaian alat-alat penanganan yang lengkap dan baik dalam arti dapat memperkecil
kerusakan fisik, kimia, mikrobiologi dan biokimia akan memberikan hasil yang maksimal.
Media pendingin yang memberikan hasil yang baik adalah media pendingin yang dapat
memperlambat proses biokimia dan pertumbuhan mikroba dalam daging ikan.
Sarana yang digunakan
Palka
Palka adalah suatu ruangan yang terdapat dalam kapal untuk menyimpan ikan hasil
tangkapan selama beroperasi. Ukuran palka disesuaikan dengan kemampuan kapal beroperasi
dan menangkap ikan.
Palka yang paling sering digunakan pada kapal alat tangkap purse seine adalah palka yang
diisolasi. Pemakaian palka yang diisolasi ini dimaksudkan untuk menekan sekecil mungkin
penggunaan es. Dengan menghemat penggunaaan es maka di peroleh beberapa keuntungan
antara lain :
1. Pengurangan beban pengangkutan kapal ke tempat penangkapan.
2. Pemanfatan banyak ruang untuk keperluan lain.
3. Pengurangan biaya pendinginan.
2.3 Proses penanganan ikan di atas kapal
Menurut Okonta dan Ekelemu (2005) dalam Deureus et al, (2009) proses dan preversi ikan
segar merupakan bagian penting karena ikan mempunyai kepekaan yang sangat tinggi
terhadap pembusukan setelah panen dan nuntuk mencegah kehilangan-kehilangan ekonomi.
Jika ikan tidak dijual dalam keadaan segar maka cara pengawetan harus dilakukan. Ini
meliputi pembekuan, pengasapan dan percawanan pemanasan (Sterilisasi, Pasteurisasi, dsb).
Persiapan efisiensi ikan mutu unggul hasil investasi maksimum dan keuntungan yang bisa
dicapai.
Teknik penanganan ikan yang paling umum digunakan untuk menjaga kesegaran ikan
adalah penggunaan suhu rendah. Selanjutnya, pada kondisi suhu rendah pertumbuhan bakteri
pembusukan dan proses-proses biokimia yang berlangsung dapat tumbuh ikan yang
mengarah pada kemunduran mutu menjadi lebih lamban (Gelman et al, 2011 dalam
Munandar et al, 2009)
1. Saat pengangkutan ikan dari jaring
Hal terpenting yang perlu di perhatikan dalam pengangkutan ikan dari jaring adalah harus
dilakukan secara hati-hati. Ikan yang ditangkap dengan jaring harus cepat-cepat diangkat ke
atas dek kapal agar mendapatkan perlakuan atau penanganan selanjutnya. Keterlambatan
pengangkatan ke atas dek akan mempercepat proses pembusukan. Proses biokimia yang
terjadi dalam daging ikan berkolerasi positif dengan suhu pada batas-batas tertentu. Artinya,
semakin tinggi suhu tubuh ikan maka proses atau reaksi biokimia semakin cepat berlangsung

dan dengan demikian ikan akan lebih cepat busuk. Pada penanganan ikan segar yang harus
diingat adalah tingkat kesegaran ikan tidak dapat ditingkatkan, tetapi hanya dapat
dipertahankan saja.
a. Pendinginan
Pada prinsipnya pendinginan adalah mendinginkan ikan secepat mungkin ke suhu serendah
mungkin, tetapi tidak sampai menjadi beku. Pada umumnya, pendinginan tidak dapat
mencegah pembusukan secara total, tetapi semakin dingin suhu ikan, semakin besar
penurunan aktivitas bakteri dan enzim. Dengan demikian melalui pendinginan proses
bakteriologi dan biokimia pada ikan hanya tertunda, tidak dihentikan. Cara yang paling
mudah dalam pengawetkan ikan dengan pendinginan adalah menggunakan es sebagai bahan
pengawet, baik untuk pengawetan di atas kapal maupun setelah di daratkan, yaitu ketika di
tempat pelelangan, selama distribusi dan ketika dipasarkan. Yang pertama perlu diperhatikan
di dalam penyimpanan dingin ikan dengan menggunakan es adalah berapa jumlah es yang
tepat digunakan. Es diperlukan untuk menurunkan suhu ikan, wadah dan udara sampai
mendekati atau sama dengan suhu ikan dan kemudian mempertahankan pada suhu serendah
mungkin, biasanya 0 derajat Celcius. Perbandingan es dan ikan yang ideal untuk
penyimpanan dingin dengan es adalah 1 : 1.
Proses penyimpanan hasil tangkap dilakukan setelah tahap penanganan ikan di atas kapal.
Hal yang perlu dicermati di dalam pengawetan ikan dengan es adalah wadah yang digunakan
untuk penyimpanan harus mampu mempertahankan es selama mungkin agar tidak mencair.
Wadah peng-es-an yang ideal harus mampu mempertahankan suhu tetap dingin, kuat, tahan
lama, kedap air, dan mudah dibersihkan.
Dasar-dasar penyimpanan yang baik :
a. Segera dinginkan dan diberi es yang cukup.
b. Ikan harus berkontak dengan es, bukan dengan lainnya.
c. Air lelehan es mendinginkan dan menyegarkan ikan, sambil menghayutkan lendir, darah
dan kotoran.
d. Pengusahaan suhu yang cukup rendah sekitar tumpukan ikan es.
e. Pemerliharaan kebersihan Segala peralatan, papan-papan, dan rak dalam palka harus bersih
sebelum ikan disusun. Sisa-sisa es dari perjalanan sebelumnya harus dibuang habis.
f. Perlakuan dalam palka Perlakuan yang utama adalah bahwa setibanya ikan dalam palka,
harus cepat-cepat didinginkan dan suhu dipelihara pada 0C.