Anda di halaman 1dari 3

Prinsip penanganan ikan

Prinsip yang dianut dalam penanganan ikan basah adalah mempertahankan kesegaran ikan
sepanjang mungkin dengan cara memperlakukan ikan secara cermat, hati-hati, bersih, sehat,
hygienic dan segera serta cepat menurunkan suhu atau mendinginkan ikan mencapai suhu sekitar
0 C.
Adapun prinsip penanganan ikan setelah tertangkap ialah sebagai berikut:
Jenis ikan
Ukuran dan bentuk ikan
Bentuk penyaluran (distribusi); dipasarkan basah, beku atau olahan.
Permintaan pembeli; dipasarkan utuh, disiangi, fillet, dll.
Dalam hubungan penanganan ikan diatas kapal dengan peng-esan, ikan laut dapat
dikelopokan atas dua jenis yakni ikan dasar (demersal) dan ikan permukaan (pelagic).
Jenis ikan demersal, dilihat dari kandungan kadar lemaknya tergolong dalam ikan kurus
(lean fish); yaitu sedikit kandungan kadar lemaknya. Oleh karena itu, cara penangannya dapat
dilakukan dengan cara curahan (bulk stowage) atau dengan es dalam wadah peti. Jenis ikan
pelagis, mempunyai kadar lemak yang tinggi sekitar 20 % atau lebih. Cara penangan yang cocok,
dengan es dalam wadah(peti, dll), atau dalam air yang didinginkan.
Ukuran dan bentuk ikan sering kali membawa masalah tersendiri dalam penyedian
ukuran dan bentuk wadah dan cara penanganannya.
Ikan hasil tangkapan yang akan disalurkan sebagai ikan basah perlu diikuti
beberapa ketentuan dalam penangananya agar diperoleh hasil yang maksimum dalam mutu
kesegaranya dan nilai harganya. Petunjuk atau ketentuan tersebut adalah sebagai berikut:
Pilihan akan kondisi biologis ikan dan alat penangkap yang cocok.
Siapkan sarana penampung ikan yang bersih.
Pengolongan ikan hasil tangkapan menurut jenis dan ukurannya.
Perlindungan dan pendinginan hasil tangkapan.
Mengenyahkan sumber pembusukan pada ikan.
Wadahi dan dinginkan ikan sesegera mungkin.
Pemeliharaan suhu rendah sekitar 0C pada seluruh mata rantai.
Menerapkan prinsip kebersihan dan kesehatan (sanitasi dan hygiene) pada seluruh mata
rantai penanganan.
Senantiasa memperhatikan faktor waktu.
B.

Perlengkapan sarana penangan ikan diatas kapal

Perlengkapan utama yang penting untuk menangani dan mengamankan hasil tangkapan di
laut adalah tempat penyimpanan ikan yang berbentuk palka dan peti.
1.

Persyaratan Palka harus dilihat dari beberapa aspek


Ikan sebagai mahluk Biologis, setelah ikan ditangkap akan mengalami perubahan
penurunan mutu yang menjurus kearah pembusukan. Dengan demikian palka harus mampu
mengatasi masalah pertumbuhan /menekan laju pembiakan bacterial. Kegiatan biokimiawi,
bacterial, kimiawi selama proses penurunan mutu, banyak membangkitkan panas yang
menghasilkan udara busuk dan berbahaya yang terdiri dari berbagai gas yang akhirnya
membahayakan jiwa nelayan yang bekerja dalam palka. Oleh karena itu palka harus mampu
menyerap panas dari ikan, mengeluarkannya udara yang terkurung dan bau busuk. Selama pengesan, air lelehan es, lendir, darah dan bakteri akan terkumpul di dasar palka, genangan air ini
akan mempercepat pembusukan ikan. Oleh karena itu perlu diatur sistim pembuangan (drainage)
yang baik.
Secara teknis, panas dari luar (udara, laut, kamar mesin dan lain-lain) tidak dapat
menerobos masuk kedalam palka dengan memberi insulasi yang baik dan tidak memasang pipapipa ( air pendingin, solar, gas ) serta mengurangi aktifitas lain yang dapat menimbulkan panas.
Secara Sanitasi dan hygienis, palka harus aman dari berbagai pencemaran yang berasal dari
bakteri , pengkaratan bahan logam,dan kotoran-kotoran yang lain.
Konstruksi dan bahan, di buatkan saluran drainage untuk mengalirkan air lelehan
es / kotoran lain ke lubang pembuangan dan terbuat dari bahan yang anti korosif, bahanya ringan
dan dapat memantulkan cahaya untuk dapat menerangi ruang kerja dalam palka.
Palka dilihat dari kemampuannya mengamankan hasil tangkapan yang dibekukan atau
didinginkan di dalamnya, maka palka ikan dikelompokan :
Palka yang tidak diinsulasi.
Jenis palka ini pada seluruh dinding, loteng dan

lantainya tidak dilengkapi dengan insulator

yang berfungsi untuk menahan panas yang menerobos ke dalam palka dimana ikan sedang
didinginkan.
Palka yang berinsulasi.
Palka berinsulasi yang dilengkapi dengan refrigerasi mekanik untuk pendinginan ikan
maupun menghemat penggunaan es.
Palka berinsulasi yang dilengkapi denga refrigerasi mekanik untuk pembekuan ikan.
2.

Persyaratan Umum Peti Ikan


Dalam menerapkan praktek susunan pemetian ikan, maka desain dari peti merupakan hal
yang penting. Berdasarkan atas berbagai pertimbangan, maka desain dari peti haruslah
memenuhi beberapa persyaratan seperti berikut :

Ukuran peti wajar besarnya, agar dapat memuat sejumlah ikan dan es secukupnya

untuk

mendinginkan dan tetap memelihara ikan dalam keadaan dingin (sekurang-kurangnya) sampai
saat didaratkan.
Bentuk peti harus sedemikian rupa agar dalam keaadan kosong dapat disusun seperti piring untuk
menghemat ruangan saat penyimpanan, pengangkutan dan pemuatan.
Tinggi peti harus sedemikian rupa agar ikan di dasar peti tidak rusak tergencet beban ikan diatasnya
dan ukuran panjang peti disesuaikan dengan ukuran ikan agar tanpa membengkokkan ikan yang
ukurannya besar.
Berat peti sepantasnya, agar dapat diangkat oleh satu atau dua orang.
Diberi lubang penirisan pada bagian bawah peti, yang diatur sedemikian rupa agar air lelehan es
tidak mengalir ke dalam peti ikan dibawahnya.
Bahan dan konstruksi sedemikian rupa, agar tidak melimpahkan bau dan pencemaran kepada ikan
serta mudah membersihkan dan mencucinya.
Peti harus cukup kuat, agar dapat menahan kemungkinan penanganan kasar di kapal, waktu
membongkar dan memuat.