Anda di halaman 1dari 17

Asuhan kebidanan

Bayi baru lahir normal

Disusun oleh
Nama kelompok
o
o
o
o
o
o
o

Komariah
Liskus Pridawati
Mawarna Saputri
Meilinda Eltari Putri
Miranda Capri Gamas
Monica Putri
Naziah

DOSEN PENGAMPU : ERLI ZAINAL, SST


MATA KULIAH

: DOKUMENTASI KEBIDANAN

AKADEMI KESEHATAN SAPTA BAKTI


BENGKULU
PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN
T.A 2011/2012
LANDASAN TEORI
A.Definisi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir

Asuhan segera pada bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan pada bayi tersebut
selama bayi pertamanya setelah kelahiran. Sebagian besar bayi yang baru lahir akan
menunjukkan usaha pernafasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan.(Menurut
Sarwono, 2005 Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal)

B.Aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir :


1. Jagalah agar bayi tetap kering dan hangat.
a. Pastikan bayi tersebut tetap hangat dan kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu.
b. Ganti handuk / kain yang basah dan bungkus bayi dengan selimut dan memastikan
bahwa kepala telah terlindungi dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh.
c. Pastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa telapak bayi setiap 15 menit.
-

Bila telapak bayi terasa dingin, periksa suhu aksilah bayi.

Bila suhu bayi < 36,5oC, segera hangatkan bayi tersebut.

2. Kontak dini dengan bayi


a.
1)
2)
b.

Kontak dini antara ibu dan bayi penting untuk :


Kehangatan mempertahankan panas yang benar pada bayi baru lahir.
Ikatan batin dan pemberian ASI.
Dorong ibu untuk menyusui bayinya apabila bayi telah siap (dengan menunjukkan
refleks rooting) jangan paksa bayi untuk menyusu.

C. Perubahan-perubahan yang terjadi sesudah kelahiran


1. Perubahan metabolisme karbohidrat
Dalam waktu 2 jam setelah lahir kadar gula darah tali pusat akan menurun, energi
tambahan yang diperlukan neonatus pada jam-jam pertama sesudah lahir diambil dari hasil
metabolisme asam lemak sehingga kadar gula darah dapat mencapai 120 Mg/100. Bila ada
gangguan metabolisme akan lemah. Sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan neonatus
maka kemungkinan besar bayi akan menderita hipoglikemia.

2. Perubahan suhu tubuh


Ketika bayi baru lahir, bayi berasa pada suhu lingkungan yang > rendah dari suhu di
dalam rahim. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu kamar maka akan kehilangan panas mil
konveksi. Evaporasi sebanyak 200 kal/kg/BB/menit. Sedangkan produksi yang dihasilkan
tubuh bayi hanya 1/100 nya, keadaan ini menyebabkan penurunan suhu bayi sebanyak 20C

dalam waktu 15 menit. Akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan meningkat dan
kebutuhan O2 pun meningkat.

3. Perubahan pernafasan
Selama dalam rahim ibu janin mendapat O2 dari pertukaran gas mill plasenta. Setelah bayi
lahir pertukaran gas melalui paru-paru bayi. Rangsangan gas melalui paru-paru untuk gerakan
pernafasan pertama.
a. Tekanan mekanik dari toraks pada saat melewati janin lahir.
b. Menurun kadar pH O2 dan meningkat kadar pH CO2 merangsang kemoreseptor
karohd.
c. Rangsangan dingin di daerah muka dapat merangsang, permukaan gerakan pinafasa.
d. Pernafasan pertama pada BBL normal dalam waktu 30 detik setelah persalinan.
Dimana tekanan rongga dada bayi pada melalui jalan lahir mengakibatkan cairan paruparu kehilangan 1/3 dari jumlah cairan tersebut. Sehingga cairan yang hilang tersebut diganti
dengan udara. Paru-paru mengembang menyebabkan rongga dada troboli pada bentuk
semula, jumlah cairan paru-paru pada bayi normal 80 100.

4. Perubahan struktur
Dengan berkembangnya paru-paru mengakibatkan tekanan O2 meningkat tekanan CO2
menurun. Hal ini mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh darah paru-paru sebagian
sehingga aliran darah ke pembuluh darah tersebut meningkat. Hal ini menyebabkan darah
dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus menutup. Dan menciutnya
arteri dan vena umbilikasis kemudian tali pusat dipotong sehingga aliran darah dari plasenta
melalui vena cava inverior dan foramen oval atrium kiri terhenti sirkulasi darah bayi sekarang
berubah menjadi seperti semula.

5. Perubahaan lain
Alat-alat pencernaan, hati, ginjal dan alat-alat lain mulai berfungsi.

Tanda-tanda bayi baru lahir normal :


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Berat badan : 2500 4000 gr


Panjang badan : 48 55 cm
Lingkar kepala : 33 35 cm
Lingkar dada : 30 33 cm
Bunyi jantung : 100 160 x/menit
Pernafasan dada : 60 - 80x/menit
Kulit kemerahan dan licin karena jaringan dan diikuti vernik caseosa.
Rambut lanugo terlihat, rambut kepala biasanya sudah sempurna.
Kuku telah agak panjang dan lepas.

j. Genetalia jika perempuan labia mayora telah menutupi labia minora, jika laki-laki
k.
l.
m.
n.

testis telah turun.


Refleks hisab dan menelan telah terbentuk dengan baik.
Refleks moro bila dikagetkan akan kelihatan seperti memeluk.
Gerak refleks sudah baik bila tangan diletakkan benda bayi akan menggenggam.
Eliminasi baik, urine dan mekonium akan keluar dalam 24 jam.

D. Penatalaksanaan awal bayi baru lahir


1. Pencegahan infeksi
Tindakan pencegahan infeksi saat melakukan penanganan bayi baru lahir :
a. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan bayi.
b. Pakai sarung tangan bersih saat menangani bayi yang belum dimandikan.
c. Pastikan semua peralatan telah desinfektan tingkat tinggi / steril. Jika menggunakan
bola karena penghisap, pakai yang bersih dan baru.
d. Pastikan bahwa benda-benda lain yang akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan
bersih.

2. Penilaian Awal
Segera lakukan penilaian awal pada bayi baru lahir secara cepat dan tepat, penilaian secara
APGAR ditentukan setelah 1 menit dan 5 menit.

3. Pencegahan Kehilangan Panas


Bayi baru lahir dapat mengatur temperatur tubuhnya secara memadai, dan dapat dengan
cepat kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah.
Mekanisme kehilangan panas tubuh pada bayi baru lahir :
a. Evaporasi adalah cara kehilangan panas yang utama pada tubuh bayi terjadi karena
menguapkan air ketuban yang tidak cepat dikeringkan, atau terjadi setelah bayi
dimandikan.
b. Kondiksi adalah kehilangan panas melalui kontrak langsung antara tubuh bayi dengan
permukaan yang dingin.
c. Konveksi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi terpapak dengan udara di
sekitar yang lebih dingin.
d. Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi ditempatkan dekat benda yang
mempunyai temperatur tubuh lebih rendah dari temperatur tubuh bayi.

Cara mencegah kehilangan panas


a. Keringkan bayi secara seksama.
b. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih, kering dan hangat.
c. Tutup bagian kepala bayi.

d. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya.


e. Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir.
f. Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat.

4. Rangsangan Taktil
Mengeringkan tubuh bayi juga merupakan tindakan stimulasi. Untuk bayi yang sehat, hal
ini biasanya cukup untuk merangsang terjadinya pernafasan spontan. Jika bayi tidak
memberikan respon terhadap pengeringan dan rangsangan dan menunjukkan tanda-tanda
kegawatan, segera lakukan tindakan untuk membantu pernafasan.

5. Merawat tali pusat


a. Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5%
untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya.
b. Bilas tangan dengan air matang / desinfeksi tingkat tinggi.
c. Keringkan tangan tersebut dengan handuk / kain bersih dan kering.
d. Ikat puntung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang diinfeksi
tingkat tinggi / klem plastik tali pusat.
e. Jika menggunakan benang tali pusat, lingkarkan benang di sekeliling puntung tali pusat
dan lakukan pengikatan ke 2 dengan simpul kunci dibagian tali pusat pada hasil yang
berlawanan.
f. Lepaskan menjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klorin 0,5%.
g. Selimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering. Pastikan bahwa bagian kepala bayi
tertutup dengan baik.

6. Rawatan tali pusat


a. Jangan membungkus, mengoleskan bahan atau ramuan apapun ke puntung tali pusat dan
nasihati keluarga agar tidak memberikan apapun pada pusat bayi.
b. Pemakaian alkohol ataupun beladin masih diperkenankan sepanjang tidak menyebabkan
tali pusat basah / lembab.
c. Beri nasihat kepada ibu / keluarga sebelum penolong meninggalkan bayi :
1) Lipat popok di bawah putung tali pusat.
2) Jika putung tali pusat kotor, cuci dengan lembut menggunakan air matang, dan sabun
keringkan dengan kain bersih.
3) Jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencapai bantuan perawatan jika pusat menjadi merah
atau mengeluarkan nanah / darah dan segera rujuk bayi kefasilitas yang lebih memadai.

7. Mulai Pemberian ASI

Pastikan bahwa pemberian ASI dimulai dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. Jika
mungkin, anjurkan ibu untuk memeluk dan mencoba untuk menyusukan bayinya segera
setlah tali pusat diklem dan dipotong berdukungan dan bantu ibu untuk menyusukan bayinya.

Keuntungan peberian ASI


a. Merangsang produksi air susu ibu
b. Memperkuat reflek menghisab bayi
c. Mempromosikan keterikatan antara ibu dan bayinya
d.

Memberikan

kekebalan

pasif

segera

kepada

bayi

melalui

kolostrum

e. Merangsang kontraksi uterus

Posisi untuk menyusui


a. Ibu memeluk kepala dan tubuh bayi secara urus agar muka bayi menghadapi ke
payudara ibu dengan hidung di depan puting susu ibu.Perut bayi menghadap ke perut
ibu dan ibu harus menopang seluruh tubuh bayi tidak hanya leher dan bahunya.
b. Dekatkan bayi ke payudara jika ia tampak siap untuk menghisap puting susu.
c. Membantu bayinya untuk menempelkan mulut bayi pada puting susu di payudaranya.
1) Dagu menyentuh payudara ibu.
2) Mulut terbuka lebar.
3) Mulut bayi menutupi sampai ke areola.
4) Bibir bayi bagian bawah melengkung keluar.
5) Bayi menghisap dengan perlahan dan dalam, serta kadang-kadang berhenti.

8. Upaya profilaksis terhadap gangguan mata.


Tetes mata / salep antibiotik tersebut harus diberikan dalam waktu 1 jam pertama setelah
kelahiran. Upaya profilaksis untuk gangguan pada mata tidak akan efektif jika tidak diberikan
dalam 1 jam pertama kehidupannya.

Tehnik pemberian profilaksis mata :


a. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir.
b. Jelaskan pada keluarganya tentang apa yang anda lakukan, yakinkan mereka bahwa
obat tersebut akan sangat menguntungkan bayi.
c. Berikan salep / teki mata dalam satu garis lurus, mulai dari bagian mata yang paling
dekat dengan hidung bayi menuju ke bagian luar mata.
d. Jangan biarkan ujung mulut tabung / salep atau tabung penetes menyentuh mata bayi.
e. Jangan menghapus salep / tetes mata bayi dan minta agar keluarganya tidak
menghapus obat tersebut.

Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir


a. Pernafasan sulit / > 60x/menit.

b.
c.
d.
e.
f.

Kehangatan terlalu panas >38oC atau terlalu dingin <36oC)


Warna kuning (terutama pada 24 jam pertama). Biru/pucat, memar.
Pemberian makan hisapah lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah.
Tali pusat merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk,berdarah.
Infeksi ( suhu meningkat, merah, bengkak, keluar cairan nanah,bau busuk, pernafasan

sulit ).
g. Tinja / kemih ( tidak berkemih dalam 24 jam, tinja lembek, sering, hijau tua, ada
lendir atau darah pada tinja ).
h. Aktivitas menggigil, atau tangis tidak bisa, sangat mudah tersinggung, lemas, terlalu
mengantuk, lunglai, kejang, kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus menerus.

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL


Tanggal Pengkajian

: 5 Desember 2011

Jam

: 05.30 WIB .

Dikaji oleh

: Florentia Amanda

I.

PENGKAJIAN
A.

Data Subjektif
1.

Biodata klien
Nama

: By. E

Tgl / Jam Lahir

: 5 Desember 2011 / 05.00 WIB

Jenis Kelamin

: Perempuan

Anak Ke-

: Kedua

Alamat

: jl. Hibrida 3

Biodata orang tua


Nama ibu

: Ny.

Umur

Nama ayah

: Tn. I

: 26 thn

Umur

: 30 thn

Pendidikan

: SMA

Pendidikan

: SI TI

Agama

: islam

Agama

: islam

Pekerjaan

: IRT

Pekerjaan

: PNS

Alamat

: jl. Hibrida 3

Alamat

:jl. Hibrida 3

2.

Keluhan Utama

: Bayi baru lahir 5 menit

3.

Riwayat Kesehatan Keluarga

Anggota keluarga tidak ada yang menderita penyakit Jantung, Asma, TBC dan
Hepatitis
4.

Riwayat Kehamilan

Umur kehamilan

: 9 bulan

ANC

TT : 2 X

:8X

Keluhan
TM I

: Mual ,muntah dipagi hari

TM II

: Tidak ada

TM III

: Tidak ada

5.

Riwayat Persalinan
Lamanya Kala I

: 8 Jam

Kala II

: 20 menit

Kala III

8 menit

Jenis persalinan

: Spontan , presentasi kepala

Penolong

: Bidan

Tempat

: BPS

Penyulit

: Tidak ada

Keadaan bayi saat lahir

:Bugar (menangis kuat, pergerakan aktif,


warna kulit Merah, denyut jantung
120 X/ menit)

B.

Data Objektif
1.

Pemeriksaan Umum
Keadaan umum

: Baik

Kesadaran

: Compos mentis

Denyut jantung

: 120 x/ menit

Respirasi

: 60 x / menit

Temp

: 36,5 C

Pemeriksaan Antropometri
BB

: 3200 Gram

LD

: 30 Cm

PB

: 48 Cm

LK

: 33 CM.

Nilai afgar
No
1.

Aspek

Nilai 0

Nilai 1

Nilai 2

Apperance

Seluruhny

warna kulit tubuh

** warna kulit

( warna

a biru

normal merah

tubuh, tangan,

muda,

dan kaki

tetapi tangan dan

normal merah

kaki kebiruan

muda, tidak ada

(akrosianosis)
<100 kali/menit

sianosis
** >100

kulit )

2.

tidak ada

Polse

kali/menit
Grimace

4
5

tidak ada

meringis/menangis

**meringis/bersin/

respons

lemah ketika

batuk saat

terhadap

distimulasi

stimulasi saluran

Activity

stimulasi
lemah/tidak

sedikit gerakan

napas
**bergerak aktif

Respiration

ada
tidak ada

lemah atau tidak

** menangis kuat,

teratur

pernapasan baik
dan teratur
10

Jumlah
2.

Pemeriksaan Fisik
a.

Kepala
-

Caput suksedeneum

: Tidak ada

Chepal hematoma

: Tidak ada

Fontanela

b.

: Cembung
Mata

Posisi mata

: Simetris

Sklera

: An ikterik

Konjungtivs

: An anemis

Kelainan

: Tidak ada

c.

Hidung
-

Bentuk

: Simetris

Sekret

: Tidak Ada

Pernafasan

: normal

Kelainan

: tidak ada

d.

Mulut
-

Lidah

: Merah muda

Gusi

: Merah muda

Bibir

: Lembab

Kelainan

: Tidak ada

Palatum

: normal

e.

Telinga
-

Bentuk

: Simetris

Kelainan

: Tidak ada

f.

Leher
-

Bentuk

: Normal

Pembengkakan

: Tidak ada

g.

Kulit
-

Warna

: Merah jambu

Fernikeseosa

: Ada

Kekenyalan kulit

: Baik

Rambut Lanugo

: ada

Kelainan

: Tidak ada

h.

Dada
-

Bentuk

: Simetris

Pernapasan

: Dada dan perut

i.

Abdomen
-

Bentuk

: Simetris

Keadaan tali pusat

: Baik

Benjolan

: Tidak ada

Bising usus

: Positif

Kelainan

: Tidak ada

j.

Ekstremitas
-

Jari jari

: Lengkap

Bentuk kaki

: normal

Pergerakkan

: Aktif

Ujung Ekstremitas

: Tidak pucat

k.

Genetalia
-

Labio mayora

: Menutupi labio minora

Anus

:(+)

Kelainan

: Tidak ada

l.

Refleks
-

Morro

: Normal

Sucking

: Normal

Rooting

: Normal

Grap

: Normal

Tonik neck

: Normal

Babinsky

: Normal

- Swallowing

: Normal

m.

Punggung dan Tulang Belakang


-

Bentuk

: Normal

Benjolan

: Tidak ada

Masalah

: Tidak ada

II.

INTERPRETASI DATA
a. Diagnosa
By Ny M, umur 5 menit dengan keadaan normal dan sehat
Ds

: - ibu mengatakan anak kedua dan jenis kelaminperempuan


-

Do

Ibu mengatakan bayi lahir spontan


Ibu mengatakan bayi lahir langsung menangis

: - Bayi baru lahir normal


-

Bayi lahir spontan jam 05.00 WIB

Bayi lahir bugar

BB : 3200 gram

LD : 30 cm

PB : 48 cm

LK :

33 cm

Nilai AFGAR
No
1.

Aspek
Nilai 0
Apperance ( Seluruhnya

Nilai 1
warna kulit tubuh

Nilai 2
** warna kulit tubuh,

warna

biru

normal merah muda,

tangan, dan kaki

tetapi tangan dan

normal merah muda,

kaki kebiruan

tidak ada sianosis

tidak ada

(akrosianosis)
<100 kali/menit

** >100 kali/menit

Jantung)
Grimace

tidak ada

meringis/menangis

**meringis/bersin/bat

( respons

respons

lemah ketika

uk saat stimulasi

repleks )

terhadap

distimulasi

saluran napas

Activity

stimulasi
lemah/tidak

sedikit gerakan

**bergerak aktif

( tonus

ada

otot )
Respiration

tidak ada

lemah atau tidak

** menangis kuat,

teratur

pernapasan baik dan

kulit )

2.

Polse
( Denyut

( pernapasa
n)
Jumlah

teratur
10

b. Masalah

: Tidak ada

c. Kebutuhan

1.

Menjaga Kehangatan

2.

IMD / Bounding attachement

3.

Observasi TTV setiap hari

4.

Perawatan tali pusat

5.

Perawatan bayi sehari - hari

6.

Cara menyusui yang benar

III. Masalah Potensial

: Tidak ada

IV. Tindakan Segera

: Tidak ada

V.

INTERVENSI
No

DX

Hari/Tgl/J
am

Tujuan / Kriteria

Intervensi

Rasionalisasi

Senin,

Tujuan : keadaan 1.

1.

5 -12-

bayi baik, tidak ada Keringkan

Dengan

Paraf

2011

komplikasi.

tubuh bayi.

mengeringkan

05.30
WIB

tubuh bayi dan


Kriteria: K/U baik.
Kesadaran

menjaga
:

kehangatan,

composmnetis

maka suhu tubuh

DJ:120 - 160x/mt

bayi akan tetap

T : 36 - 37 C

terjaga sehingga

Bayi

komplikasi akibat

menyusui

kuat.
Eliminasi

hipotermi
lancar

dapat

dicegah.

Tidak ada tandatanda infeksi .

2.

2.

Lakukan

Dengan IMD dapat

Inisiasi

merangsang

menyusui

kontraksi

Dini

dan

uterus

pelepasan

oksitosin
sehingga
mempercepat
pengeluaran ASI
serta

menjalin

kontak

batin

pertama

antara

bayi ibu
3.
3.

Dengan

Observasi TTV,

observasi

TTV,pemeriksaan

pemeriksaa

fisik bayi dapat

n fisik bayi

diketahui kondisi

scr lengkap

bayi
ada/tidaknya
kelainan
kongenital

dan

4.

4.

Perawatan Tali Dengan

perawatan

pusat setiap

tali pusat dengan

hari

baik dan bersih


dapat mencegah
perdarahan

dan

infeksi pada tali


pusat / tetanus
Neonatorum
5.
5.

Dengan mengajarkan

Ajarkan

ibu

ibu

cara

cara

perawatan

bayi

perawatan

sehari-hari,

bayi sehari

diharapkan

hari

dapat

ibu

mandiri

merawat bayinya
sendiri
6.
6.

Dengan mengajarkan

Ajarkan

ibu

ibu

cara

cara

menyusui

yang

menyusui

benar, diharapkan

yang benar

ibu

dapat

memberikan ASI
dengan cara yang
benar.
VI.

IMPLEMENTASI
No

Hari/Tgl/Ja

Implementasi

m
Senin

1.

05 -12-2011

Mengeringkan

05.30 WIB

Respon
1.

Mengganti

tubuh

bayi

bedong

dgn
/kain

Paraf
Bayi

dalam

keadaan

terbungkus dengan

kemudian bayi dibungkus dg

topi,pakainan,selim

rapi agar bayi tetap terjaga

ut bersih & kering.

kehangatannya

memandikan

menunda
sekurang-

kurangnya 6 jam setelah lahir


,karena memandikan bayi dalam
beberapa

jam

pertama

kehidupannya

dapat

menyebabkan hipotermi.

2.

2.

Melakukan

inisiasi

dini dengan

Ibu
merasa

nyaman,

Mendekatkan bayi pada puting

bayi

tampak

susu ibunya, serta meminta ibu

menyusu pada ibu.

untuk memeluk & dan menyusui


bayinya, sehingga menciptakan
ikatan kasih sayang ibu & bayi.
3.

3. Tanda Vital normal.

Mengobservasi
pemeriksaan

TTV,
fisik

melakukan

DJ : 120 x/mt,

bayi

RR ; 40 x/mt, T :

scr

lengkap

36,5 C
Kelainan kongenital
(-)
4.

Tali

pusat

4.

bungkus

Melakukan Perawatan Tali pusat

kassa streril.

di

dengan

setiap hari
5.

ibu

dapat

melakukan
5.

perawatan

bayi

Ajarkan ibu cara perawatan bayi

sehari-hari, secara

sehari hari

mandiri
6.

ibu

dapat

melakukan
pemberian

ASI

6.

yang

dan

Ajarkan ibu cara menyusui yang

bayi

benar

VII.
No

benar

menyusu

kuat.

EVALUASI
Hari/Tgl/Ja

Evaluasi

m
Senin,

S : - ibu mengatatakan senang karena bayinya dalam

5 -12-2011

keadaan sehat dan normal


O : - K/U : Baik
-Kesadaran : composmentis
-

Tanda Vital normal.


DJ : 120 x/mt, T : 36,5 C
RR ; 40 x/mt,

Tali pusat normal.

Bayi menyusu kuat.

Bayi menangis kuat.

Gerakkan bayi aktif.

Eliminasi lancar : BAK : normal

BAB : mekonium

A : tujuan tercapai
P : intervensi dihentikan

Paraf

Daftar pustaka
http://maphiablack.blogspot.com/2011/01/asuhan-kebidanan-pada-bayi-baru-lahir_13.html
http://ummukautsar.wordpress.com/2010/01/20/bayi-baru-lahir-bbl-normal/#more-520
Saifudin Abdul Bahri. 2002. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal
neonatal.YBP_SP.Jakarta