Anda di halaman 1dari 14

BAB IV

METODE PENELITIAN

Di Susun Oleh:
Nama : Eka Nurul Hidayati
Nim

:133210179

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INSAN CENDEKIA MEDIKA
JOMBANG
2016/2017

BAB 4
METODE PENELITIAN
4.1

Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif dengan
desain deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional.
menurut Dharma (2011), desain cross sectional adalah desain penelitian
analitik yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variable
dimana variable independen dan dependen didefinisikan pada satu
satuan waktu.
Penelitian

ini

merupakan

penelitian

deskriptif

correlation

yang

dilakukan untuk mengetahui hubunga tingkat nyeri dengan tingkat


kecemasan pada pasien fraktur tulang panjang di RSUD Arifin Achmad
Pekanbaru
4.2

Desain Penelitian
Desain penelitian adalah suatu yang sangat penting alam penelitian
yang memungkinkan pemaksimalan kontrol beberapa faktor yang bisa
mempengaruhi
menggunakan

akurasi
desain

hasil
analytic

(Nursalam,
correlation

2007).

Penelitian

dengan

ini

menggunakan

pendekatan cross sectional yaitu peneliti melakukan pengukuran

atau

penelitian dalam satu waktu (Arikunto, 2010).


Tujuan

spesifik

penelitian

cross

sectional

adalah

untuk

mendeskripsikan fenomena atau berbagai fenomena atau hubungan


variabel independen dan variabel dependen dalam satu waktu/sesaat
(Nursalam, 2008).
4.3

Waktu dan Tempat Penelitian


4.3.1 Waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 maret 2013

4.3.2 Tempat penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru

4.4

Populasi, Sampel dan Sampling

4.4.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti
atau universi( Notoatmodjo, 2003 ). Populasi dalam penelitian ini adalah
semua pasien fraktur tulang panjang yang berada di RSUD Arifin Achmad
pekanbaru. dengan jumlah 57 orang.
4.4.2 Sampel
Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang
diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2003 ).
Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien fraktur tulang panjang
yang berada di RSUD Arifin Achmad pekanbaru. dengan jumlah 28 orang.
4.4.3 Sampling
Sampling penelitian adalah suatu proses seleksi sampel yang
digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada, sehingga jumlah
sampel akan mewakili keseluruhan populasi yang ada (Hidayat , 2010).
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non
random sampling atau non probability sampling dengan rancangan
purposive sample artinya pengambilan sampel didasarkan pada suatu
pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti berdasarkan sifat atau
ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya.

4.5

Kerangka Kerja

Kerangka kerja adalah bagian kerja terhadap rancangan kegiatan


penelitian yang akan dilakukan ( Hidayat,2010).

Populasi
Semua pasien fraktur tulang panjang di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. sebanyak
57 orang.

Sampel
Sebagian pasien fraktur tulang panjang di RSUD Arifin Achmad pekanbaru. sebanyak 30
orang

Sampling
Non probability sampling dengan jenis purposive
sampling
Desain Penelitian
Cross sectional

Pengumpulan Data
Kuesioner pada variabel independen dan variabel dependen

Pengolahan data
(Editing, Coding, Scoring, Tabulating)

Analisa data
Univariate, bivariate

hasil penelitian

Kesimpulan

Gambar 4.1 : Kerangka kerja hubunga tingkat nyeri dengan tingkat


kecemasan pada pasien fraktur tulang panjang di RSUD Arifin Achmad
Pekanbaru
4.6

Identifikasi Variabel
Definisi Variabel

Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda


terhadap sesuatu (benda, manusia, dan lain-lain).
4.6.1 Variabel independent (bebas)
Variabel bebas adalah variable yang menjadi sebab perubahan atau
timbulnya variable dependen (Hidayat, 2010). Variabel independent
pada penelitian ini adalah tingkat Nyeri.
4.6.2 Variabel Dependent (terikat)
Variabel dependent adalah variable yang dipengaruhi atau menjadi
akibat karena variable bebas. Variabel dependent dalam penelitian ini
adalah tingkat kecemasan.
4.7

Definisi Operasional
Definisi

operasional

operasional
berdasarkan

adalah

mendefinisikan

karakteristik

yang

variabel

diamati,

secara

memungkinkan

peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat


terhadap suatu objek atau fenomena (Hidayat, 2010).
Tabel 4.1.Definisi operasional hubungan tingkat nyeri dengan tingkat
kecemasan pada pasien fraktur tulang panjang di RSUD Arifin Acmad
pekanbaru

Variabel

Definisi

Independe

Operasional
Pengertian

nt

nyeri

tingkat
nyeri

Parameter
Nyeri ringan
Nyeri sedang

Skala

Skor

Ukur
VRS dan
VAS

Nyeri berat

Variabel

Alat

Ketika
berdiri
dari posisi
duduk

Pengertian 1. Kognitif

Skala likert

Dependent kecemasan 2. Afektif

pernyataan

kecemasa

positif

n pada

SS = 4

pasien

S=3

fraktur

TS = 2

tulang

STS = 1

panjang

Pernyataan

negatif

3. Konatif

SS = 1
S=2
TS = 3
STS = 4
Kriteria :
a. Sikap
positif jika T
hitung T
Mean

b.Sikap
negatif jika
T hitung < T
Mean
(Azwar,
2011).
4.8

Teknik pengumpulan data Dan Analisa Data


4.8.1 Instrumen penelitian
Instrumen penelitian adalah alat pengumpul data yang disusun

dengan maksud untuk memperoleh data yang sesuai baik data kualitatif
maupun data kuantitatif (Nursalam, 2013). Dalam pengumpulan data pada
penelitian

digunakan

alat

berupa

kuesioner

yang

diberikan

pada

responden yang memenuhi kriteria. Kuesioner dalam penelitian diartikan


sebagai daftar pertanyaan yang sudah tersusun dengan baik dan
responden memberikan jawaban dengan tanda-tanda tertentu (Arikunto,
2010). Alat ukur atau instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah kuesioner. Variabel tingkat nyeri jumlah pertanyaannya ada
pernyataan dan variabel tingkat kecemasan ada 14 pertanyaan. Sebelum
diberikan kepada responden maka kuesioner harus valid dan reliable,
untuk peneliti melakukan uji validitas dan uji reliabilitas terhadap
kuesioner yang telah dibuat.
4.8.1.1

Uji Validitas

Pengujian yang pertama dilakukan adalah pengujian validitas kuesioner.


Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu
kuesioner. Kuesioner disusun sendiri oleh peneliti dilakukan uji validitas
dengan rumus r Product moment, yaitu dengan mengkorelasikan antar
skor item instrumen dengan rumus (Arikunto, 2010):

rxy

N x. y x y

N x

Keterangan:

N y

rxy : Korelasi
N : Jumlah sampel
Valid rxy> rxy tabel
Tidak valid rxy< rxy table
4.8.1.2 Uji reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui sampai sejauh mana suatu
hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran dilakukan dua kali
atau lebih. Dengan kata lain, reliabilitas menunjukkan konsistensi suatu
alat ukur dalam mengukur gejala yang sama. Untuk mengetahui
reliabilitas

kuesioner,

pengukuran

reliabilitas

penelitian
konsistensi

ini

menggunakan

internal

dengan

pendekatan
menghitung

koefisien alpha. Koefisien alpha ini berkisar antara 0 sampai 1. Suatu


konstruk

atau

variabel

dikatakan

reliable

jika

memberikan

nilai

Cronbach Alpha > 0,6. Mengetahui reliabilitas digunakan rumus Alpha


sebagai berikut (Arikunto, 2010):

k
rxy

k 1

2
1 b

2t

Keterangan:
rxy

: Realibilitas

: Jumlah butir soal

2b

: Varian skor setiap butir

2t

: Varian total

4.8.2 Prosedur Penelitian


Dalam melakukan penelitian, prosedur yang ditetapkan adalah
sebagai berikut:
1.

Mengurus surat pengantar penelitian ke STIKES ICME Jombang.

2.

Meminta izin kepada Direktur RSUD Arifin Achmad pekanbaru.

3.

Menjelaskan kepada calon responden tentang penelitian dan bila


bersedia menjadi responden dipersilahkan untuk menandatangani
informed consent.

4.

Responden mengisi semua daftar pertanyaan dan jika telah selesai


kuesioner diserahkan pada peneliti.

5.

Setelah kuesioner terkumpul, peneliti melakukan tabulasi dan analisa


data.
4.8.3 Analisis Data

1.

Univariat
Analisis

univariate

dilakukan

terhadap

tiap

variabel

dari

hasil

penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan


distribusi dan persentase dari tiap variabel (Notoatmodjo, 2010) yaitu
variabel motivasi dan variabel kinerja.
Untuk mengukur tingkat Nyeri digunakan skala likert. Pada skala likert
disediakan empat alternative jawaban dan setiap jawaban sudah
tersedia nilainya. Dalam skala likert item ada yang bersifat positif
(favorable) terhadap masalah yang diteliti, sebaliknya ada yang bersifat
negatif (unfavorable) terhadap masalah yang diteliti.
Untuk pernyataan positif (favorable) yaitu:
Sangat setuju (SS) diberi skor = 4
Setuju (S) diberi skor = 3
Tidak setuju (TS) diberi skor = 2
Sangat tidak setuju (STS) diberi skor = 1
Untuk pernyataan negatif (unfavorable) yaitu:

a.

Sangat setuju (SS) diberi skor = 1

b.

Setuju (S) diberi skor = 2

c.

Tidak setuju (TS) diberi skor = 3

d.

Sangat tidak setuju (STS) diberi skor = 4


Kemudian

dari

jawaban

responden

masing-masing

item

pertanyaan dihitung tabulasi. Untuk variabel tingkat nyeri dikategorikan


menjadi :
a. Nyeri Ringan

: 20%

b. Nyeri Sedang

: 63,2%

c. Nyeri Berat

: 16,7%

Sedang untuk variabel tingkat kecemasan dikategorikan menjadi :


a. Kecemasan Ringan

: 53,3%

b. Kecemasan Sedang

: 43,3%

c. Kecemasan Berat

: 3,3%

2.

Bivariat
Analisis yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga
berhubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo, 2010), yaitu kriteria
variabel tingkat nyeri dengan kinerja perawat
Untuk

mengetahui

hubungan

antara

dua

variabel

apakah

signifikansi atau tidak dengan signifikan atau kebenaran 0,05 dengan


menggunakan uji Rank Spearman dengan bantuan software komputer,
dimana nilai p < = 0,05 maka ada hubunganTingkat nyeri dengan
tingkat kecemasan pada pasien fraktur tulang panjang di RSUD Arifin
Achmad sedangkan nilai p > = 0,05 tidak ada hubungan Tingkat nyeri
dengan tingkat kecemasan pada pasien fraktur tulang panjang di RSUD
Arifin Achmad

Pengolahan Data

Pengolahan Data
Menurut Hidayat (2010) setelah angket dari responden terkumpul,
selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan cara sebagai berikut:
1.

Editing
Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang
diperoleh

atau

dikumpulkan.Editing

dapat

dilakukan

pada

tahap

pengumpulan data atau setelah data terkumpul.


2.

Coding
Coding merupakan kegiatan pemberian kode numeric (angka) terhadap
data yang terdiri atas beberapa kategori. Pemberian kode ini sangat
penting

bila

pengolahan

dan

analisis

data

menggunakan

komputer.Biasanya dalam pemberian kode dibuat juga daftar kode dan


artinya dalam satu buku (code book) untuk memudahkan kembali
melihat dan arti suatu kode dari suatu variabel.
3.

Scoring
Skoring adalah melakukan penilaian untuk jawaban dari responden
untuk mengukur sikap menggunakan skala likert.
Scoring untuk soal tingkat nyeri, Pernyataan positif yaitu :
a.

Sangat setuju (SS) diberi skor = 4

b.

Setuju (S) diberi skor = 3

c.

Tidak setuju (TS) diberi skor = 2

d.

Sangat tidak setuju (STS) diberi skor = 1


Untuk pernyataan negatif (unfavorable) yaitu:

a.

Sangat setuju (SS) diberi skor = 1

b.

Setuju (S) diberi skor = 2

c.

Tidak setuju (TS) diberi skor = 3

d.

Sangat tidak setuju (STS) diberi skor = 4

Scoring untuk soal tingkat kecemasan, Pernyataan positif yaitu :


a.

Selalu diberi skor = 4

b.

Sering diberi skor = 3

c.

Jarang diberi skor = 2

d.

Tidak pernah diberi skor = 1


Untuk pernyataan negatif (unfavorable) yaitu:

4.

a.

Selalu diberi skor = 1

b.

Sering diberi skor = 2

c.

Jarang diberi skor = 3

d.

Tidak pernah diberi skor = 4

Tabulating
Tabulating adalah mengelompokkan data ke dalam satu tabel tertentu
menurut sifat-sifat yang dimiliki. Pada data ini dianggap bahwa data
telah diproses sehingga harus segera disusun dalam suatu pola format
yang telah dirancang.
Adapun

hasil

pengolahan

menggunakan skala kumulatif :

data

tersebut

diinterprestasikan

100 %

= Seluruhnya

76 % - 99 %

= Hampir seluruhnya

51 % - 75 %
50 %

= Sebagian besar dari responden


= Setengah responden

26 % - 49 % = Hampir dari setengahnya


1 % - 25 %

= Sebagian kecil dari responden

0%

= Tidak ada satupun dari responden

(Arikunto, 2010).
4.9 Etika Penelitian
4.9.3 Informed Consent
Informed Consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti
dengan responden. Informed Consent tersebut diberikan sebelum
penelitian dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk
menjadi responden. Tujuan Informed Consent adalah agar subjek
mengerti maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya.
4.9.4 Anonimity (tanpa nama)
Masalah etika merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam
penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau
mencantumkan nama. Responden pada lembar alat ukur dan hanya
menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian
yang akan disajikan.
4.9.5 Confidentiality (kerahasiaan)
Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan
kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah
lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan
oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada
hasil riset (Hidayat, 2010).