Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Karakterisitik perkembangan sosial dan emosional peserta
didik serta implikasinya dalam bidang pendidikan. Sosial dan
emosional berasal dari kata sosial dan emosi. Perkembangan
sosial adalah pencapaian kematangan dalam hubungan atau
interaksi sosial. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar
untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok, tradisi
dan moral agama. Sedangkan emosi merupakan faktor dominan
yang mempengaruhi tingkah laku individu, dalam hal ini
termasuk pula perilaku belajar. Emosi dibedakan menjadi dua,
yakni emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif seperti
perasaan senang, bergairah, bersemangat, atau rasa ingin tahu
yang
tinggi
akan
mempengaruhi
individu
untuk
mengonsentrasikan dirinya terhadap aktivitas belajar. Emosi
negatif seperti perasaan tidak senang, kecewa, tidak bergairah,
individu tidak dapat memusatkan perhatiannya untuk belajar,
sehingga kemungkinan besar dia akan mengalami kegagalan
dalam belajarnya. Selain itu, dari segi etimologi, emosi berasal
dari akar kata bahasa Latin movere yang berarti
menggerakkan, bergerak. Kemudian ditambah dengan awalan
e- untuk memberi arti bergerak menjauh. Makna ini
menyiratkan kesan bahwa kecenderungan bertindak merupakan
hal mutlak dalam emosi.
Perkembangan sosial dan emosional peserta didik termasuk
suatu pembahasan yang sangat penting karena dengan
mengetahui perkembangan sosial dan emosional peserta didik,
para pendidik (guru) dapat mengambil suatu sikap untuk
menghadapi peserta didik dengan berbagai karakteristik dan
sifat yang berbeda-beda.
Pembahasan perkembangan sosial dan emosional peserta
didik dilakukan dengan studi literatur, yakni mengambil data dari
berbagai sumber, seperti buku, jurnal, serta penarikan
kesimpulan.

B. RUMUSAN MASALAH

Perkembangan Peserta Didik

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalahnya


adalah :
1. Apa pengertian perkembangan sosial ?
2. Apa saja faktor pendukung dan penghambat
perkembangan sosial?
3. Apa pengertian perkembangan emosi?
4. Apa saja mekanisme emosi?
5. apa karakteristik perkembangan emosi?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah kita pun mendapatkan apa
saja tujuan yang akan dicapai dalam makalah ini :
1. pembaca diharapkan mampu mengetahui pengertian
perkembangan sosial
2. pembaca diharapkan mampu mengetahui karakteristik
perkembangan sosial
3. pembaca diharapkan mampu mengetahui fakto-faktor
pendukung dan penghambat perkembangan sosial
4. pembaca diharapkan mampu menjelaskan pengertian
perkembangan emosi
5. pembaca diharapkan mampu mengetahui mekanisme
emosi
6. pembaca mampu menjelaskan karakteristik perkembangan
emosi.

Perkembangan Peserta Didik

BAB II
PEMBAHASAN

A.

PERKEMBANGAN SOSIAL

Menurut para ahli pengertian perkembangan sosial :


1. Menurut Plato, Secara potensial (fitrah) manusia dilahirkan
sebagai makhluk sosial.
2. Menurut
Syamsuddin
(1995:105)
mengungkapkan
Sosialisasi adalah proses belajar untuk
menjadi
makhluk sosial
3. Menurut Loree (1970:86) Sosial merupakan suatu proses
dimana individu (anak) melatih kepekaan dirinya terhadap
rangsangan-rangsangan sosial terutama tekanan-tekanan
dan tuntutan kehidupan serta belajar bergaul dengan
bertingkah laku seperti orang lain didalam lingkungan
sosialnya.
4. Menurut
Muhibin
(1999:35)
Mengatakan
bahwa
perkembangan sosial merupakan proses pembentukan
pribadi dalam masyarakat.
5. Menurut Hurlock (1978:250) Bahwa perkembangan sosial
merupakan perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai
dengan tuntutan sosial. Sosialisasi adalah Kemampuan
bertingkah laku sesuai dengan norma nilai atau harapan
sosial.
Dari pengertian para ahli di atas dapat disimpulkan
perkembangan sosial itu merupakan pencapaian kematangan
dalam hubungan sosial. Proses belajar untuk meneyesuaikan diri
terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi, meleburkan
diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan kerja
sama.

Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Individu


Ada faktor yang dapat mengganggu proses sosialisasi
individu. Soetarno berpendapat bahwa ada 2 faktor utama yang
mempengaruhi perkembangan sosial anak, yaitu faktor
lingkungan keluarga dan faktor dari luar rumah atau luar
keluarga menurut Hurlock dengan faktor 3, yaitu faktor
pengalaman awal yang diterima anak.
Perkembangan Peserta Didik

Penjelasan dari 2 faktor tersebut adalah :


a. Faktor lingkungan keluarga
Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam
kehidupan sosial anak.Diantara faktor yang terkait dengan
keluarga dan yang banyak berpengaruh terhadap perkembangan
sosial anak adalah hal hal yang berkaitan dengan:
1. Status sosial ekonomi keluarga
2. Keutuhan keluarga
3. Sikap dan kebiasaan orang tua
b. Faktor dari luar rumah
Pengalaman
sosial
awal
diluar
rumah
melengkapi
pengalaman didalam rumah dan merupakan penentu yang
penting bagi sikap sosial dan pola perilaku anak
c. Faktor pengaruh pengalaman sosial awal
Pengalaman sosial awal sangat menentukan
kepribadianselanjutnya

perilaku

Selain berbagai faktor diatas yang bersifat umum, faktor


yang dianggap dapat menghambat perkembangan sosial anak
pra sekolah, menurut (srimaryani Deliana) sbb :
1. Tingkah laku agresif
Tingkah laku agresif biasanya mulai tampak sejak usia 2
tahun, tetapi sampai usia 4 tahun tingkah laku ini masih sering
muncul, terlihat dari seringnya anak TK saling menyerang secara
fisik misalnya : mendorong,memukul, atau berkelahi, Solusinya
agar anak tidak bertingkah laku agresif dengan cara tidak
memperlihatkannya sejak dini film action atau film tentang
perkelahian, bisa kita ambil contoh seperti film GGS atau 7
manusia harimau karena bisa membuat si anak mengikuti atau
mencontoh perbuatan tersebut.
Perkembangan Peserta Didik

2. Daya suai kurang


Daya suai kurang biasanya disebabkan cakrawala sosial
anak yang relative masih kurang. Masih terbatas pada situasi
rumah dan sekolah. Solusinya kita harus lebih sering mengajak
mereka jalan-jalan atau rekreasi diluar rumah agar, si anak atau
seseorang bisa melihat dunia luar dan bisa bersosialisasi dengan
lingkungan sekitar.
3. Pemalu
Rasa malu biasanya sudah terlihat sejak anak sudah
mengenal orang orang disekitarnya. Solusinya ajak lah anak
tersebut berkomunikasi lebih sering agar, si anak tersebut bisa
lebih terbuka.
4. Anak manja
Memanjakan anak adalah suatu sikap orang tua yang
selalu mengalah pada anaknya, membatalkan perintah, atau
larangan hanya karena anak menjerit, menetang, membantah.
Solusi agar anak tersebut tidak menjadi manja, orang tua tidak
seharusnya memberi semua apa yang dia mau karena bisa
membuat keterusan atau kebiasaan bagi sia anak, mungkin si
anak bisa melakukan lebih dari sekedar membatalkan perintah,
menjerit, menetang, atau membantah karena si anak akan
berpikir ah jika saya menjerit pasti akan dituruti apa kemauan
saya,
5. Perilaku berkuasa
Perilaku berkuasa ini muncul sekitar 3 tahun dan semakin
meningkat dengan bertambahnya kesempatan. Solusi seseorang
tidak berperilaku berkuasa beri nasehat kepada agar orang itu
katakan bahwa di dunia ini dia tidak hanya sendiri tetapi banyak
orang. kita pasti akan membutuhkan pertolongan dari orangorang sekitar.
6. Perilaku merusak
Ledakan amarah yang dilakukan oleh anak sering disertai
tindakan merusak benda benda disekitarnya. Solusinya
pertama kita tidak boleh memarahinya, karena itu dunia mereka,
misalkan kita mengambil contoh piring atau gelas. cukup kita

Perkembangan Peserta Didik

mengatakan itu tidak boleh karena, itukan kaca nanti kalo kena
tangan, tangan kamu luka gimana?.

Perkembangan Peserta Didik

B.

PERKEMBANGAN EMOSIONAL
Menurut para ahli pengertian perkembangan Emosional:
1. Menurut Goleman (1995:411) emosi
merujuk pada suatu perasaan atau pikiranpikiran khas,suatu keadaan biologis dan
psikologis serta rangkaian kecenderungan
untuk bertindak.
2. Menurut
Syamsuddin
(1990:69)
mengemukakan emosi merupakan suatu
suasana yang kompleks dan getaran jiwa
yang meyertai atau muncul sebelum atau
sesudah terjadinya suatu perilaku.
3. Menurut
Sarlito
Wirawan
Sartono
berpendapat bahwa
emosi merupakan setiap keadaan pada diri
seseorang
yang disertai warna afekti. Yang
dimaksud warna efektif ini adalah perasaanperasaan tertentu
yang dialami pada saat menghadapi (menghayati)
suatu situasi tertentu
contohnya: gembira, bahagia, takut dan lain-lain.

Berdasarkan pendapat dari para ahli di atas maka dapat


disimpulkan bahwa emosi adalah suatu keadaan yang kompleksi
dapat berupa perasaan / pikiran yang di tandai oleh perubahan
biologis yang muncul dari perilaku seseorang.

a. Bentuk Reaksi Emosi Pada Individu


Pada umumnya bentuk reaksi emosi yang dimiliki anak
sama dengan orang dewasa.Perbedaannya hanya terletak pada
penyebab
tercetusnya
reaksi
emosi
dan
cara
untuk
mengekspresikan.
Adapun beberapa bentuk emosi umum terjadi pada awal
masa anak-anak yang di kemukakan oleh Hurlock(1993:117)
adalah :
1. Amarah
Marah sering terjadi sebagai reaksi terhadap frustasi, sakit
hati dan merasa terancam. Menurut Hurlock reaksi marah pada
Perkembangan Peserta Didik

umumnya bias di bedakan menjadi 2 kategori besar yaitu, Marah


yang implusif ( agresi ) dan Marah yang terhambat ( dikendalikan
). Solusi agar seseorang sedamg marah kita harus mengetahui
karakteristik
orang
tersebut
contonya,
jika
seseorang
melampiaskan kemarahannya dengan memilih diam biarkan saja
dia sendiri dulu, tetapi jika saseorang melampiaskan
kemarahannya dengan marah-marah seperti berbicara kasar kita
harus menenangkannya terlebih dahulu.
2. Takut
Reaksi takut sering diperlihatkan dengan gejala fisik yaitu :
mata membelalak, menangis, sembunyi, atau memegang orang,
diam tidak bergerak.
Menurut Hurlock berkenaan dengan rasa takut ia
mengemukakan adanya reaksi emosi yang berdekatan dengan
reaksi takut, yaitu shyness atau rasa malu ,embarrassment,
khawatir, anxiety atau cemas.
a.
Shyness atau malu adalah reaksi takut yang di tandai
dengan rasa
segan
berjumpa dengan orang yang di
anggap asing.
b.
Embarrasment ( merasa sulit, tidak mampu, atau malu
melakukan sesuatu) merupakan reaksi takut akan penilaian
orang lain pada dirinya.
c.
Khawatir timbul disebabkan oleh rasa takut yang dibentuk
oleh
pikiran anak sendiri
d.
Anxiety ( cemas ) adalah perasaan takut sesuatu yang
tidak jelas dan
dirasakan oleh anak sendiri karena sifatnya
subjektif.
Solusi agar seseorang tidak merasa takut kita harus
mendekatinya atau menengkannya dan bertanya apa yang dia
takuti dan kenapa dia takut lalu mencari solusinya bersamasama.
3. Cemburu
Merupakan reaksi normal terhadap hilangnya kasih sayang.
Menurut Hurlock(1991) reaksi ini meliputi pengunduran diri
kearah bentuk perilaku yang infantile (kebiasaan) seperti :
mengompol, mengisap jempol, makan makanan yang aneh-aneh,
kenakalan yang umum, perilaku merusak. Solusi agar tidak
cemburu adalah harus bisa mengontrol perasaannya. Jadi harus
ada seseorang yang bisa memahaminya terlebih dahulu.

Perkembangan Peserta Didik

4. Ingin Tahu
Rasa ingin tahu yang besar merupakan perilaku khas anak
pra sekolah. Bagi mereka kehidupan ini sangat ajaib dan menarik
untuk dieksplorasi. Solusinya biarkan saja mereka tahu , itu
berarti mereka sudah bisa mulai berfikir. Tetapi harus tetap
dalam pengawasan.
5. Iri hati
Iri hati pada saat anak merasa tidak memperoleh perhatian
yang diharapkan sebagaimana yang diperoleh teman atau
kakaknya. Solusinya agar sesorang tidak iri hati adalah dengan
tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain.
6. Senang
Adalah emosi yang menyenangkan. Jika seseorang merasa
senang biarkan saja, tetai jika dia senang diatas penderitaan
orang lain kita harus menasehatinya.
7. Sedih
Perasaan sedih adalah emosi negatif yang didorong oleh
perasaan kehilangan atau ditinggalkan terutama oleh orang yang
disayanginya.solusinya dengan cara menghibur orang tersebut
agar dia bisa melupakan kesedihannya.
8. Kasih sayang
Adanya perasaan kasih sayang serta kepercayaan. Solusinya
biarkan saja karena berarti dia sudah mulai mengerti orangorang disekitarnya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi


a. Keadaan anak
Keadaan individu pada anak, misalnya cacat tubuh ataupun
kekurangan pada diri anak akan sangat mempengaruhi
perkembangan emosional, bahkan akan berdampak lebih jauh
pada kepribadian anak. Misalnya: rendah diri, mudah
tersinggung, atau menarik diri dari lingkunganya.

Perkembangan Peserta Didik

b. Faktor belajar
Pengalaman belajar anak akan menentukan reaksi
potensial mana yang mereka gunakan untuk marah. Pengalaman
belajar yang menunjang perkembangan emosi antara lain:
1. Belajar dengan coba-coba
Anak belajar dengan coba-coba untuk mengekspresikan
emosinya dalam bentuk perilaku yang memberi pemuasan
sedikit atau sama sekali tidak memberi kepuasan.
2. Belajar dengan meniru
Dengan cara meniru dan mengamati hal-hal yang
membangkitkan emosi orang lain, anak bereaksi dengan emosi
dan metode yang sama dengan orang-orang yang diamati.
3. Belajar dengan mempersamakan diri
Anak meniru reaksi emosional orang lain yang tergugah oleh
rangsangan yang sama dengan rangsangan yang telah
membangkitkan emosi orang yang ditiru. Disini anak hanya
meniru orang yang dikagumi dan mempunyai ikatan emosional
yang kuat
dengannya.
4. Belajar melalui pengondisian
Dengan metode ini objek, situasi yang mulanya gagal
memancing reaksi emosional kemudian berhasil dengan cara
asosiasi. Pengondisian terjadi dengan mudah dan cepat pada
awalawal kehidupan karena anak kecil kurang menalar,
mengenal betapa tidak rasionalnya reaksi mereka.
5. Belajar dengan bimbingan dan pengawasan.
Anak diajarkan cara bereaksi yang dapat diterima jika suatu
emosi terangsang. Dengan pelatihan, anak-anak dirangsang
untuk
bereaksi
terhadap
rangsangan
yang
biasanya
membangkitkan emosi yang menyenangkan dan dicegah agar
tidak bereaksi secara emosional terhadap rangsangan yang
membangkitkan emosi yang tidak menyenangkan (Fatimah,
2006)
c. Konflik konflik dalam proses perkembangan
Setiap anak melalui berbagai konflik dalam menjalani fasefase perkembangan yang pada umumnya dapat dilalui dengan
sukses. Namun jika anak tidak dapat mengamati konflik-konflik
tersebut, biasanya mengalami gangguan-gangguan emosi
d. Lingkungan keluarga

Perkembangan Peserta Didik

10

Salah satu fungsi keluarga adalah sosialisasi nilai keluarga


mengenai bagaimana anak bersikap dan berperilaku. Keluarga
adalah lembaga yang pertama kali mengajarkan individu (melalui
contoh yang diberikan orang tua) bagaimana individu
mengeksplorasi emosinya. Keluarga merupakan lingkungan
pertama dan utama bagi perkembangan anak. Keluarga sangat
berfungsi dalam menanamkan dasar-dasar pengalaman emosi,
karena disanalah pengalaman pertama didapatkan oleh anak.
Keluarga merupakan lembaga pertumbuhan dan belajar awal
(learning and growing) yang dapat mengantarkan anak menuju
pertumbuhan dan belajar selanjutnya. Gaya pengasuhan
keluarga akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan
emosi anak. Apabila anak dikembangkan dalam lingkungan
keluarga yang emosinya positif, maka perkembangan emosi anak
akan menjadi positif. Akan tetapi, apabila kebiasaan orang tua
dalam mengekspresikan emosinya negatif seperti, melampiaskan
kemarahan dengan sikap agresif, mudah marah, kecewa dan
pesimis dalam menghadapi masalah, maka perkembangan emosi
anak akanmenjadi negatif (Syamsu, 2008).
Keterkaitan secara teoritik antara lingkungan keluarga dengan
pengungkapan emosi juga dijelaskan oleh Goleman (2000), yang
meninjau terjadinya proses pengungkapan emosi sejak awal
yaitu pada masa anak-anak. Goleman (2000) menjelaskan bahwa
cara-cara yang digunakan orang tua untuk menangani masalah
anaknya
memberikanpelajaran
yang
membekas
pada
perkembangan emosi anak. Gaya mendidik orang tua yang
mengabaikan perasaan anak, yang tercermin pada persepsi
negatif orang tua terhadap emosi, emosi anak dilihat sebagai
gangguan atau sesuatu yang selalu direspon orang tua dengan
penolakan. Pada masa dewasa, anak tersebut tidak akan
menghargai emosinya sendiri yang menimbulkan keterbatasan
dalam mengungkapkan emosinya. Sebaliknya, pada kelurga yang
menghargai emosi anak yang dibuktikan dengan penerimaan
orang tua terhadap ungkapan emosi anak, pada masa dewasa
nanti anak akan menghargai emosinya sendiri sehingga ia
mampu mengungkapkan emosinya pada orang lain.

Perkembangan Peserta Didik

11

Perkembangan Peserta Didik

12

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Ada beberapa jenis jenis perkembangan individu dari dia
lahir hingga dewasa. Diantaranya adalah Perkembangan
Sosial dan Perkembangan Emosional.
1. Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan
dalam hubungan sosial. Proses belajar untuk meneyesuaikan
diri terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi,
meleburkan

diri

menjadi

satu

kesatuan

dan

saling

berkomunikasi dan kerja sama.


2. Perkembangan Emosional
Emosi adalah suatu keadaan yang kompleksi dapat berupa
perasaan / pikiran yang di tandai oleh perubahan biologis
yang muncul dari perilaku seseorang.

Perkembangan Peserta Didik

13

Daftar Pustaka

ANY Rachmawati, A Nugraha.2006. Metode Pengembangan


Sosial Emosional. Jakarta: Universitas Terbuka
Hurlock E.B. 1991. Perkembangan Anak.Alih bahasa
Meitasari Tjanrasa dan Muslichah Zarkasih. Surabaya:
Erlangga,
Sarwono, Sarlito Wirawan. 1989. Psikologi Remaja. Jakarta:
Rajawali press,

Perkembangan Peserta Didik

14