Anda di halaman 1dari 24

1

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

LAPORAN RESMI
INOKULASI MIKROORGANISME DAN MIKROSKOP
I. Tujuan
Tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
I.1 Inokulasi Mikroorganisme
Mempelajari teknik inokulasi biakan mikroorganisme pada medium steril
I.2 Mikroskop
1. Melatih menggunakan mikroskop dengan jalan melihat morphologi
jamur, yeast, bakteri dan beberapa mikroorganisme
2. Mengenal bentuk-bentuk mikroorganisme
3. Melatih membuat preparat
II. Data Pengamatan
II.1 Inokulasi Mikroorganisme
II.1.1 Menggunakan Tabung Reaksi
Hasil Pengamatan
Tabung
Reaksi
( 21 Jam)

Media PDA

Media PDA

(Aspergillus niger)

(Aspergillus niger)

- Blanko

Laboratorium Mikrobiologi Teknik


Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

- Biakan

Keterangan:
- Warna:

Putih

Putih

- Kepekatan:

Pekat

Pekat

Rhizoid

Rhizoid

Hasil Pengamatan
Tabung
Reaksi
(21 Jam)

Media PDA

Media PDA

(E. coli)

(E. coli)

- Blanko

Laboratorium Mikrobiologi Teknik


Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

- Biakan

Keterangan
:
- Warna:
Kepekatan:

Putih

Putih

Putih Tulang

Putih Tulang

Echinulate

Echinulate

Hasil Pengamatan
Tabung
Reaksi
( 21 Jam)

Media NBA

Media NBA

(B. Subtilis)

(B. Subtilis)

- Blanko

Laboratorium Mikrobiologi Teknik


Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

- Biakan

Keterangan
:
- Warna:
Kepekatan:

Putih

Putih

Putih TUlang

Putih Tulang

Echinulate

Echinulate

Hasil Pengamatan
Tabung
Reaksi
( 21 Jam)

Media NBA

Media NBA

(S. cerevisiae)

(S. cerevisiae)

- Blanko

Laboratorium Mikrobiologi Teknik


Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

- Biakan

Keterangan
:
- Warna:
Kepekatan:

Putih

Putih

Pekat

Pekat

Echinulate

Echinulate

II.1.2 Menggunakan Petridish


Petridish
( 21 Jam)
PDA

Hasil Pengamatan
Tampak Atas
Tampak Samping
Blanko

Blanko

Mikroorganisme: Bakteri
Escherechia coli
Keterangan:
- Warna: Putih

Biakan

- Diameter: 0,3 cm
Biakan

- Kepekatan: bening
Elevation: Round
Configuration: Wavy
Margin :Flat

Hasil Pengamatan
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

Petridish

Tampak Atas

Tampak Samping

( 21 Jam)
PDA

Blanko

Blanko

Mikroorganisme: Jamur
Aspergillus niger
Keterangan:
- Warna: Putih

Biakan

- Diameter: 1 cm

Biakan

- Kepekatan: Pekat
Configuration :Rhizoid
Elevation: Chiliate
Margin :Unbonate
Petridish
( 21 Jam)
NBA

Hasil Pengamatan
Tampak Atas
Tampak Samping
Blanko

Blanko

Mikroorganisme: Jamur
Saccharomyces
cerevisiae
Keterangan:

Biakan

- Warna: putih

Biakan

- Diameter: 3cm
- Kepekatan:pekat
Margin: Onbonate
Configuration: Rhizoid
Elevetaion: Lowbate
Petridish
( 21 Jam)

Hasil Pengamatan
Tampak Atas
Tampak Samping

Laboratorium Mikrobiologi Teknik


Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

NBA

Blanko

Blanko

Mikroorganisme: Bakteri
Bacillus subtilis
Keterangan:
- Warna: putih

Biakan

- Diameter: 1,5 cm

Biakan

- Kepekatan: pekat
Elevation: Round
Configuration: Wavy
Margin :Flat
III. Pembahasan
III.1 Inokulasi Mikroorganisme
Tujuan dari percobaan inokulasi mikroorganisme ini adalah untuk
mempelajari teknik inokulasi biakan mikroorganisme pada medium steril.
Inokulasi adalah pemindahan suatu mikroorganisme ke dalam mikroorganisme
lain atau ke dalam suatu substrat.
(Risyanto, 2014, hal 1)
Mikroorganisme atau yang biasa disebut mikroba merupakan makhluk
hidup yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata karena ukurannya hingga
micrometer (m). Mikroorganisme terdiri dari bakteri, jamur, protozoa, dan algae.
Bakteri adalah sel prokariotik yang khas, uniselular dan tidak mengandung
struktur yang terbatasi membran di dalam sitoplasmanya. Sel-selnya secara khas
memiliki bentuk yang bermacam-macam, antara lain berbentuk bola, batang atau
spiral. Bakteri yang khas berdiameter sekitar 0,5 sampai 1,0 m. Dan panjangnya
1,5 sampai 2,5 m.
(Pelczar, 2007, hal 46)
Jamur atau fungi adalah organisme heterotrofik, mereka memerlukan
senyawa organic untuk nutrisinya. Jamur memiliki ukuran yang lebih besar
daripada bakteri. Ukuran bakteri berkisar antara 1 sampai 5 m lebar dan
panjangnya dari 5 sampai 30 m atau lebih. Biasanya berbentuk telur, tetapi
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Dalam hal ini yang menjadi
objek penelitian adalah bakteri Bacillus subtillis dan E. Coli serta jamur
Aspergillus niger dan Saccaromyces cerevisiae.
(Pelczar, 2007, hal 189-191)
s. cerevisiae merupakan khamir sejati tergolong eukariot yang secara
morfologi hanya membentuk blastospora berbentuk lonjong, silindris, oval atau
bulat telur yang dipengaruhi oleh strainnya. Penampilan makroskopik mempunyai
koloni berbentuk bulat, warna kuning muda, permukaan berkilau, licin, tekstur
lunak dan memiliki sel bulat dengan askosopra 1-8 buah.
(Ahmad,2005, hal 50)
Bentuk morfologi bakteri Bacillus subtilis adalah berupa batang (basil)
(Kosim,2010, hal 2)
Dalam isolasi mikroorganisme ada beberapa teknik yang sering digunakan,
yaitu :
a. Cawan gores
Inokulum digoreskan di permukaan medium agar nutrient, dalam cawan
petri, dengan jarum ose. Diantara garis garis goresan akan terdapat sel sel
yang cukup terpisah pisah sehingga dapat tumbuh menjadi koloni koloni
terpisah.
b. Cawan tebar
Setetes inoculum diletakkan ditengah tengah medium agar nutrient,
dalam cawan petri, dan dengan menggunakan batang kaca bengkok yang steril,
inoculum tersebut disebarkan dipermukaan medium.
c. Cawan tuang
Dilakukan dengan menggunakan media agar cair.
d. Biyakan penyuburan
Teknik ini menggabungkan teknik gores, tebar, dan tuang. Inoculum
melewati serentetan pemindahan ke dalam medium dengan komposisi (dan
keadaan inkubasi) yang akan mengutamakan pertumbuhan mikroorganisme yang
diinginkan
e. Isolasi sel tunggal
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

Dengan bantuan manipulator mikro dapat digunakan microprobe untuk


mengambil satu mikroorganisme dalam suspense zat alir berisikan sel sel
sambil memeriksa preparat ini dengan mikroskop. Kemudian sel tunggal ini
dipindahkan ke medium steril.
(Pelczar, 2007, hal 87-89)
Dalam melakukan inokulasi, media yang digunakan adalah NBA dan
PDA. NBA (Nutrient Broth Agar) merupakan suatu ekstrak cair jaringan daging
sapi yang dikonsentrasikan menjadi pasta. NBA mengandung 5 gram gelatin dan 3
gram ekstrak daging yang baik untuk berkembangbiaknya bakteri.
(Neogen,2010)
PDA (Potato Dextrose Agar) adalah media agar yang memiliki formula
sederhana dan dapat mensupport pertumbuhan jamur. PDA (Potato Dextrose
Agar) mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20%
ekstrak kentang dan 2% glukosa.
(Neogen,2011)
Alasan digunakannya agar adalah karena media agar merupakan substrat
yang sangat baik untuk memisahkan campuran mikroorganisme sehingga masing
masing jenisnya menjadi terpisah pisah. Teknik yang digunakan untuk
menumbuhkan mikroorganisme pada media agar memungkinkannya tumbuh
dengan agak berjauhan dari sesamanya, juga memungkinkan setiap selnya
berhimpun membentuk koloni, yaitu sekelompok massa sel yang dapat dilihat
dengan mata telanjang. Agar agar tidak lekas mencair karena titik cairnya 95oC.
(Muslimin, 2014, hal 5&7)
Langkah awal yang dilakukan pada percobaan ini adalah menyiapkan alat
dan bahan yang dibutuhkan seperti petridish sebanyak 4 buah, tabung reaksi 5
buah, media agar (NBA & PDA), jarum ose, kapas, kertas coklat, selotip dan
label. Pertama yang dilakukan dalam tahapan inokulasi adalah mencuci dan
mengeringkan petridish dan tabung reaksi . Kemudian menuangkan media agar ke
dalam tabung reaksi sebanyak 1/3 dari volume tabung reaksi dan ke dalam
petridish sebanyak 1/3 dari volume petridish. Media hanya diisikan sebanyak 1/3
dari wadah karena dapat menghemat media, pada tabung reaksi agar pada saat
dimiringkan 45o media tidak tumpah.
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

10

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

Setelah itu tabung reaksi yang telah berisi media agar ditutup dengan bulatan
kapas, sedangkan petridish ditutup dengan kertas coklat. Apabila digunakan bahan
lain, yang kedap udara (alumunium foil) maka mikroorganisme yang akan
diinokulasi tidak bisa melakukan respirasi dan juga agar media semakin steril dan
tidak ada uap air yang masuk ke dalamnya. Khusus untuk petridish, bagian kertas
coklat yang halus diletakkan pada posisi luar. Bagian yang halus ini mengandung
lapisan lilin dimana lapisan lilin tersebut menghalangi uap air dari autoclave
masuk ke dalam cawan petri. Langkah selanjutnya yakni mensterilisasi tabung
reaksi dan cawan petri dengan cara memasukkannya ke dalam autoclave dengan
suhu 121C selama 15 menit. Autoclave merupakan suatu alat yang digunakan
untuk mensterilisasi berbagai alat serta bahan seperti media, larutan, instrument,
dan sebagainya dengan suhu 121C dengan tekanan 15 psi. Dengan suhu 121 C
selama 15 menit, mikroorganisme yang ada pada alat dan bahan akan mati. Hal ini
terjadi karena tiap organisme memiliki suhu maksimum pada masa pertumbuhan.
Untuk mikroorganisme psikrofil suhu maksimum pertumbuhan adalah 15 20 C,
mesofil 40 45 C dan termofil 60 80 C. Jika melebihi suhu maksimum,
mikroorganime tersebut akan mati.
(Benson, 2001, 81)
Begitu banyak macam metode yang dapat diterapkan dalam menginokulasi
mikroorganisme. Pertama yakni mixed culture yang berarti dalam satu media
terdapat lebih dari satu jenis mikroorganisme, plate culture yakni media
diletakkan di tempat yang berbentuk datar seperti petridish yang memiliki
permukaan yang luas. liquid culture yakni media yang digunakan berupa liquid
yang biasa dipakai pada saat metode cawan tuang. Tetapi dalam percobaan ini
media agar yang digunakan adalah dengan metode slant culture (Agar Miring)
yakni media agar yang ada pada tabung reaksi dibuat miring 45.
(NHS, 2013, hal 11-12)
Setelah keluar dari autoclave, tabung reaksi yang telah berisi media (PDA
dan NBA) dimiringkan pada sudut kemiringan sekitar 45. kemiringan 45 ini
bertujuan untuk memperluas area pembiakan pada tabung reaksi.Media adalah
suatu substrat dimana mikroorganisme dapat tumbuh yang disesuaikan dengan
lingkungan hidupnya. Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan
yang terdiri atas campuran nutrisi yang diperlukan mikroorganisme untuk
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

11

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

pertumbuhannya. Sedangkan petridish didiamkan hingga memadat. Dalam


percobaan ini digunakan dua tabung reaksi berisi PDA, tiga tabung reaksi berisi
NBA, dua petridish berisi PDA, dan dua petridish berisi NBA. Tabung reaksi diisi
media agar kurang lebih sepertiga volume. Sedangkan petridish diisi media agar
sebanyak sepertiga volume. Kemudian masing - masing media agar dibiarkan
hingga memadat sempurna. Yang perlu diperhatikan dalam pemberian media agar
adalah kapas penyumbat tidak diperkenankan terkena media agar tersebut.
Setelah media agar memadat, kemudian dilakukan inokulasi bakteri dan
jamur di dalam incase atau Laminar Air Flow yang berfungsi untuk
menghilangkan segala jenis partikel dalam udara. Incase merupakan suatu
ruangan

yang

didesain

tertutup.

Incase

digunakan

untuk

inokulasi

mikroorganisme. Didalam incase terdapat biakan induk mikroorganisme, api


spirtus, kawat ose. Api spirtus digunakan untuk memanaskan peralatan yang
digunakan untuk inokulasi. Kawat Ose digunakan untuk memindahkan
mikroorganisme dari biakan induk ke media yang baru. Untuk inokulasi
mikroorganisme, kawat ose akan dipanaskan terlebih dahulu hingga membara.
Tujuanya adalah untuk sterilisasi kawat ose yang akan digunakan karena kawat
ose telah dipakai berkali-kali sehingga mikroorganisme yang tersisa bisa
dimusnahkan. Kemudian kawat ose didiamkan selama beberapa detik supaya
temperaturnya turun. Penurunan temperatur bertujuan untuk menghindari bakteri
yang diambil dari tabung biakan mati. Setelah itu membuka kapas penyumbat dan
menggoreskan kawat ose di permukaan media agar miring biakan induk dengan
hati-hati, karena permukaan media agar miring tidak boleh terambil (merusak
permukaan media) teknik penggoresannya lurus dari dasar ke bagian atas, lalu
menutup lagi dengan kapas penyumbat. Teknik penggoresan ini dilakukan agar
mikroorganisme yang tertanam semakin banyak pada permukaan media agar dan
memberikan ruang tumbuh yang cukup untuk mikroorganisme.Setelah itu
membuka tabung reaksi berisi media baru dan menggoreskan kawat ose ke media
yang baru dan menutup kembali tabung reaksi. Inokulasi dilakukan pada 4 tabung
reasi dan 4 petridish. Mikroorganisme yang akan inokulasikan yaitu bakteri
Bacillus subtillis dan Echerichia Coli serta jamur Aspergillus niger dan
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

12

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

Saccaromyces cerevisiae.

Untuk bakteri Bacillus subtillis dan jamur

Saccaromyces cerevisiae, media yang digunakan pada tabung reaksi dan petridish
yaitu NBA. Sedangkan untuk jamur Aspergillus niger dan bakteri Echerichia Coli
media yang digunakan pada tabung reaksi dan petridish yaitu PDA. Hal ini
dilakukan untuk membandingkan perbedaan mikroorganisme berkembang biak di
media agar yang berbeda Sedangkan lainnya digunakan sebagai blanko atau
pembanding saat melakukan pengamatan. Kemudian menutup kembali kapas
penyumbat. Yang perlu diperhatikan bahwa kapas penyumbat tidak boleh tertukar.
Sedangkan untuk petridish dilakukan dengan cara menggoreskan secara zig zag
dengan hati hati.
(NHS, 2013)
Setelah dilakukan inokulasi, selanjutnya melakukan inkubasi di dalam
inkubator. Namun sebelumnya, petridish dibungkus kembali dengan kertas warna
coklat. Kemudian memasukkan semua hasil inokulasi beserta media blanko ke
dalam inkubator dengan subu 30oC selama kurang lebih 21 jam. Suhu 30oC dipilih
karena jamur Aspergillus niger dan Saccharomyces cerevisiae serta bakteri
Bacillus subtillis dan E. coli tumbuh dan berkembang biak dengan maksimal pada
suhu antara 35-37 oC. Hal ini sesuai dengan tujuan inkubasi sendiri yaitu
menyediakan kondisi yang sesuai untuk perkembangbiakan bakteri dan jamur.
(ATCC Product Sheet)
Di dalam inkubator, petridish diletakkan dengan posisi terbalik. Hal ini
bertujuan untuk mencegah terjadinya kondensasi dari media di dalam petridish
sehingga uap air turun ke media yang dapat menyebabkan pergerakan koloni di
dalam media mikroorganisme yang juga dapat merusak bakteri.
(Tortora, 2010, halaman 158)
Setelah 21 jam, bakteri Bacillus subtillis dan jamur Saccharomyces
cerevisiae pada tabung reaksi maupun petridish berhasil berkembang biak.
Bakteri Bacillus subtillis ini berwarna putih dan memiliki kepekatan yang hampir
sama dalam tabung reaksi maupun petridish. Untuk jamur Saccharomyces
cerevisiae berwarna putih pekat baik di tabung reaksi maupun di petridish. Untuk
Aspergillus niger dan Echerichia.Coli tumbuh baik di tabung reaksi. Keduanya
memiliki warna putih dan kepekatan yang hamper sama. Dalam petridish E. coli
pertumbuhannya sangat sedikit di petridish sehingga susah teramati. Aspergillus
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

13

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

niger berwarna putih dan terdapat titik hitam ditengah koloni. Bakteri E. Coli
tidak tumbuh di dalam petridish, hal ini dikarenakan kurang lamanya waktu
inkubasi sehingga bakteri yang tumbuh masih belum banyak, sehingga tidak dapar
teramati dengan baik.
Berdasarkan hasil pengamatan 24, jamur cenderung lebih baik tumbuh di
media Potato Dextrose Agar daripada di bedia Natural Broth Agar. Hal ini sudah
sesuai dengan literatur yang menjelaskna bahwa Potato Dextrose Agar memang
merupkan kultur media untuk golongan fungi. Namun untuk media Natural Broth
Agar, baik fungi maupun bacteria yang diinokulasikan pada percobaan ini samasama mampu berkembang biak pada media NBA. Untuk hasil blanko, terlihat
bahwa media NBA dan PDA tetap steril, tidak ada mikroorganisme yang
berkembang biak. Pada petridish, diameter jamur Aspergillus niger 1 cm, bakteri
Escherichia coli 0,3 cm, jamur Saccharomyces cerevisiae 3 cm dan bakteri
Bacillus subtillis yaitu 1,5 cm.
III.2 Penggunaan Mikroskop
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk melatih menggunakan mikroskop
dengan

cara

melihat

morfologi

jamur,

yeast,

bakteri,

dan

beberapa

mikroorganisme, mengenal bentuk-bentuk mikroorganisme, dan melatih membuat


preparat. Dalam percobaan ini menggunakan bakteri Bacillus subtilis dan jamur
Saccaromyces cerevisiae. bakteri Bacillus subtilis dan jamur Saccharomyces
cerevisiae diambil dari biakan induk yang telah disediakan oleh assisten
laboratorium.
Langkah pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan mikroskop yang
akan digunakan untuk mengamati bakteri. Mikroskop ditempatkan di atas meja
kerja agar pengamat dapat dengan mudah mengamati struktur morfologi bakteri
dan jamur melalui lensa okuler. Langkah kedua adalah membersihkan bagianbagian mikroskop antara lain, lensa okuler, lensa obyektif, dan meja preparat
untuk menghilangkan debu atau kotoran yang akan menganggu pengamatan.
Karena mikroorganisme berukuran terlalu kecil untuk diamati dengan mata
telanjang maka diperlukan mikroskop untuk membantu melihat. Beberapa
mikroba bahkan perlu pewarnaan untuk lebih memperjelas pengamatan.
(ATCC Product Sheet)
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

14

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

Selanjutnya menyiapkan peralatan berupa object glass, deck glass,


mikroskop cahaya, dan aquades. Lalu dilakukan sterilisasi pada object glass dan
deck glass dengan cara menetesi dengan alkohol 70%. Alkohol merupakan
senyawa yang memiliki ikatan seperti air yang dapat digunakan sebagai zat
pembunuh kuman (bakteriosida).
(Tortora,2010, hal 20)
Kemudian didalam Laminar flow bakteri Bacillus subtillis dan jamur
Saccharomyces cerevisiae diambil dan diletakkan pada object glass menggunakan
pipet mata. Hal ini dilakukan agar tidak ada mikroorganisme lain yang
mengkontaminasi object glass. Setelah itu ditutup dengan deck glass dan jangan
sampai timbul gelembung udara. Selanjutnya, mengamati preparat dengan
mikroskop. Obyek glass diletakkan pada meja mikroskop. Lalu mengatur
pembesaran pada lensa obyektif. Selain mengatur pembesaran pada lensa
obyektif, pengaturan sumber cahaya juga harus diperhatikan. Setelah mengatur
pembesaran, menaik turunkan tubus untuk memperjelas pengamatan. Perbesaran
yang digunakan adalah 40x pada lensa obyektif dan 10x pada lensa okuler.
Sehingga total perbesarannya adalah 400x. apabila pada perbesaran 400x bakteri
atau jamur belum terlihat, dilanjutkan dengan perbesaran 1000x dengan 100x
pada lensa obyektif dan 10x pada lensa okuler.
Setelah mendapatkan morfologi bakteri atau jamur dalam mikroskop,
kemudian mengambil gambar tampilan dalam mikroskop tersebut. Didapatkan
bentuk bakteri Bacilus subtilis adalah basil/batang. Hal ini sesuai dengan gambar
yang ada dalam literature. Sedangkan untuk hasil pengamatan jamur
Saccharomyces cerevisiae didapatkan hasil percobaan yang mirip dengan
literature berupa bentuk bulatan bulatan. Gambar bakteri dan jamur kurang
tampak jelas karena mikroskop yang dipakai memiliki lensa yang kotor, sehingga
gambar pengamatan menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Laboratorium Mikrobiologi Teknik


Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

15

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

Gambar III.1 Gambar


Saccharomyces cherevisiae berdasarkan
literatur

Gambar III.3 Gambar


Bacillus subtillis berdasarkan
literatur

Gambar III.2 Gambar


Jamur Saccharomyces cherevisiae
hasil pengamatan

Gambar III.4 Gambar


Bacillus subtillis berdasarkan
hasil pengamatan

Mikroskop yang digunakan pada percobaan ini adalah mikroskop cahaya.


Mikroskop cahaya menggunakan cahaya tampak sebagai sumber penerangan.
Dengan menggunakan mikroskop cahaya maka mikroorganisme dengan ukuran
kecil dapat diamati. Komponen mikroskop cahaya antara lain :
a) Lengan
Bagian mikroskop yang menghubungkan kepala mikroskop dengan dasar
mikroskop
b) Kaki mikroskop
Penyangga atau penopang mikroskop
c) Pengatur cahaya
Knop yang digunakan untuk mengatur intensitas cahaya dari sumber
d) Tabung/tubus
Bagian mikroskop berbentuk tabung yang berfungsi mengatur focus serta
menghubungkan lensa okuler dengan lensa obyektif.
e) Kondensor
Bagian mikroskop yang berfungsi mengumpulkan cahaya
f) Diafragma
Bagian mikroskop yang berfungsi mengatur sedikit banyaknya cahaya yang
masuk
g) Makrometer
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

16

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

Pemutar kasar adalah bagian mikroskop yang berfungsi menaik turunkan


tabung mikroskop dengan cepat
h) Micrometer
Pemutar halus adalah bagian mikroskop yang berfungsi menaik turunkan
tabung mikroskop dengan lambat. Ukuran umumnya lebih kecil dibandingkan
makrometer.
i) Meja kerja
Meja mikroskop berfungsi untuk meletakkan obyek yang akan diamati
j) Penjepit kaca
Berfungsi sebagai pelapis obyek agar obyek tidak bergeser geser ketika
diamati
k) Lensa objektif
Lensa yang berada dekat dengan obyek yang diamati
l) Lensa okuler
Lensa yang letaknya berdekatan dengan mata observer.
m) Revolver
Bagian mikroskop yang berfungsi mengatur perbesaran lensa obyektif
n) Reflector
bagian mikroskop yang berfungsi memantulkan cahaya dari cermin ke obyek
yang diamati melewati lubang yang ada di meja obyek
o) Sendi inklinasi
Pengatur sudut adalah alat yang berfungsi mengatur sudut tegaknya
mikroskop.

Gambar

III.5

Gambar
Mikroskop
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Cahaya

17

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

IV. Jawaban Pertanyaan


1. Bagaimana cara mold berkembang biak?
Mold merupakan jamur multiselluler (mempunyai inti lebih dari satu)
yang membentuk benang-benang hifa / filament, kumpulan dari hifa disebut
miselium yang membentuk suatu anyaman. Hifa yang dibentuk ada yang
bersekat maupun tak bersekat. Hifa yang berada di atas permukaan media
disebut Hifa aerial yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. Hifa yang
berada didalam media disebut Hifa Vegetatif berfungsi sebagai alat untuk
menyerap makanan. Mold dapat berkembang biak secara aseksual dengan
pembelahan, penguncupan, atau pembentukan spora, dan dapat pula secara
seksual dengan peleburan nukleus dari dua sel induknya. Secara aseksual
dengan spongiospore dan konidia, sedangkan dengan seksual yaitu dengan
peleburan nukleus dari kedua induknya. Ada beberapa macam spora aseksual,
yaitu: Spora yang berkelompok kecil, disebut dengan sporangium. Spora yang
terjadi dari ujung hifa yang terbelah-belah seperti tasbih, disebut dengan
konidia. Klamidospora dari bagian misellium yang dapat membesar serta
berdinding tebal. Oidospora spora yang serupa telur. Perkembangbiakan
secara generatif atau seksual dilakukan dengan isogamet atau heterogamet.
Tapi pada beberapa spesies mempunyai perbedaab gamet besar dan kecil
sehingga disebut mikrogamet (sel kelamin jantan) dan makrogamet (sel
kelamin betina).
2. Sebutkan penggunaan atau arti mold yang diperiksa diatas?
Mold / kapang merupakan jamur multiseluler (mempunyai inti lebih dari
satu) yang membentuk benang benang hifa / filamen.
a. Escherichia coli berguna untuk proses pembusukan dan banyak dikenal
sebagai penghuni usus tebal (kolon).
b. Bacillus subtilis berguna untuk menghasilkan antibiotic basitrasin dan
subtilin.
c. Saccharomyces cerevisiae berguna untuk menguraikan gula menjadi alcohol
dan bermacam-macam zat organik lainnya.
d. Aspergillus niger berguna untuk menyederhanakan amilum, berguna dalam
proses fermentasi asam sitrat dan asam glutamate.
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

18

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

3. Apa yang disebut hypha?


Hypha adalah struktur biologis berupa berkas-berkas halus yang
merupakan bagian dari tubuh vegetativ berbagai fungi. Hifa dapat dengan
mudah dilihat dengan mata bila telah membentuk massa yang rapat dan
membentuk koloni-koloni pada bagian tubuh organisme inang atau sisa-sisa
organisme atau makanan, dikenal sebagai miselium (mycelium, jamak
mycelia). Dapat dikatakan, hifa adalah bentuk tubuh jamur yang
sesungguhnya. Struktur berbentuk mirip payung yang biasa dikenal orang
sebagai jamur tidak lain hanyalah alat reproduksi yang dikenal sebagai tubuh
buah, yang muncul hanya sewaktu-waktu.
4. Bagaimana yeast berkembang biak, dan apakah hal ini sesuai dengan preparat
yang diamati?
Yeast berkembang biak dengan membentuk tunas (meningkatkan
ukuran sel individu dan secara aseksual) ataupun dengan membelah diri atau
fisi untuk membentuk sel anak yang ukurannya tidak merata. Yeast tumbuh
sebagai distinct coloni pada media agar. Kebanyakan yeast melakukan
reproduksi secara aseksual melalui pembentukan tunas secara multilateral
ataupun polar. Reproduksi secara seksual menghasilkan askospora melalui
konjugasi dua sel atau konjugasi dua askospora yang menghasilkan sel anakan
kecil. Jumlah spora dalam askus bervariasi tergantung macam yeastnya.

Gambar .4.1 .Konjugasi


5. Apakah yang mempengaruhi aktifitas yeast?
a. Oksigen
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

19

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

Mikroorganisme dapat diklasifikasikan dari kebutuhan oksigennya.


Mikroba aerob membutuhkan oksigen, sedangkan anaerob tidak membutuhkan
oksigen untuk proses pertumbuhannya. Khamir (yeast) tumbuh dengan baik
apabila terdapat cukup oksigen, tapi beberapa spesies dapat tumbuh pada
kondisi tanpa oksigen. Kapang dapat tumbuh hanya jika terdapat oksigen,
sedangkan bakteri ada yang aerob dan sebagian juga anaerob.
b. Kadar air
Ahli mikrobiologi menjelaskan efek dari kadar air lingkungan pada
mikroba sebagai water activity (a.w.). Water activity adalah rasio dari tekanan
uap air pada larutan dengan tekanan uap pada air murni pada temperatur dan
tekanan yang sama. Larutan yang homogen mempunyai rasio mendekati 1.
Kebanyakan spesies bakteri, yeast dan kapang membutuhkan nilai a.w. 0.9 1
untuk dapat hidup. Tetapi ada juga yang dapat hidup pada kondisi a.w 0.6
0.7.
c. Temperatur
Beberapa mikroba dapat hidup pada temperatur tinggi, demikian
sebaliknya. Psychrophillic dapat hidup pada temperatur 20 30 0C. Spesies
mesophillic dapat hidup antara 30 40 0C. sedangkan thermophillic dapat
hidup pada temperature 45 65 0C. bakteri dapat hidup pada range temperature
antara 0 90 0C. Yeast dan kapang dapat dimatikan pada temperature 60 0C
selama 15 menit.
d. pH
Keasaman dari larutan gula menentukan mikroba yang dapat tumbuh
pada larutan gula. Yeast dan kapang dapat tumbuh pada pH 2 8, sedangkan
bakteri sensitif terhadap kondisi pH. Beberapa bakteri dapat tumbuh pada pH 4
8, sedangkan beberapa hanya dapat tumbuh pada pH 6.5 7.5.
6. Sebutkan semua pembagian bakteri beserta contoh-contohnya?
A. Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:
1. Bakteri Kokus
a. Monokokusyaitu berupa sel bakteri kokus tunggal.
b. Diplokokusyaitu dua sel bakteri kokus berdempetan. contohnya
pneoniae.
c. Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk
segi empat.
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

20

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

d. Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk


kubus.
e. Streptokokus

yaitu

lebih

berdempetanmembentuk

dari
rantai.

empat

sel

Contohnya

bakteri

kokus

streptococcus

pyrogenes, S.thermophillus
f. Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan
sepertibuah anggur contohnya staphylococcus aureus.
2. Bakteri Basil
a. Monobasilyaitu berupa sel bakteri basil tunggal contohnya E-coli,
salmonella thypi, Lactobacillus.
b. Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteribasil berdempetan
c. Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan
membentuk rantai contohnya Azotobacter, Bacillus antracis.
3. Bakteri Spirilia
a. Spiral yaitu bentuk sel bergelombang
b. Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup
c. Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma
B. Klasifikasi bakteri berdasarkan alat geraknya. Flagellum memiliki jumlah
yang berbeda-beda pada bakteri dan letak yangberbeda-beda pula yaitu:
1. Atrik : tidak berflagellum contohnya Streptococcus
2. Monotrik : bila hanya berjumlah satu contohnya Escherichia coli
3. Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi
4. Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung
5. Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri
C. Klasifikasi bakteri berdasarkan kebutuhan oksigen :
a. Bakteri aerob, menbutuhkan oksigen bebas untuk mendapatkan
energi. Contohnya Nitrosomanas, Nitrobacter.
b. Bakteri anaerob, tidak menbutuhkan oksigen

bebas

untuk

mendapatkan energi. Contohnya Micrococcus Denitrificans.


D. Klasifikasi bakteri berdasarkan cara memperoleh makanan:
a. Autrotop, menyusun makanan sendiri dari bahan-bahan anorganik.
b. Heterotrop, tidak menyusun makanan sendiri tapi memenfaatkan
bahan organik jadi yang berasal dari organisme lain.
7. Apa tujuan pemakaian imersion oil?
Imersion oil merupakan oli transpatan yang mempunyai specific
optical dan viskositas yang diperlukan pada pengamatan dengan mikroskop.
Imersion oil berfungsi untuk meningkatkan resolusi dari mikroskop sehingga
memperjelas hasil pengamatan preparat.Imersion oil digunakan untuk medium

Laboratorium Mikrobiologi Teknik


Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

21

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

pentransmisi cahaya dan mencegah pembiasan karena pada pembesaran


(magnification) lebih besar, cahaya akan dibiaskan saat melewati udara.
8. Bagaimana cara bakteri memperbanyak diri?
Bakteri berkembang biak dengan dua cara, yaitu secara aseksual dan
seksual. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan pembelahan
diri,

sedangkan

Perkembangbiakan

seksual

dilakukan

dengan

cara

transformasi, transduksi, dan konjugasi. Namun, proses pembiakan cara


seksual berbeda dengan eukariota lainnya, yang terjadi hanya berupa
pertukaran materi genetika ( rekombinasi genetik ). Berikut ini beberapa cara
pembiakan bakteri.
a. Pembelahan Biner
Pembelahan Biner dapat dibagi atas tiga fase, yaitu sebagai berikut.
1) Fase pertama, sitoplasma terbelah oleh sekat yang tumbuh tegak
lurus.
2) Fase kedua, tumbuhnya sekat akan diikuti oleh dinding melintang.
3) Fase ketiga, terpisahnya kedua sel anak yang identik. Ada bakteri
yang segera berpisah dan terlepas sama sekali. Sebaliknya, ada pula
bakteri yang tetap bergandengan setelah pembelahan, bakteri
demikian merupakan bentuk koloni.Pada keadaan normal bakteri
dapat mengadakan pembelahan setiap 20 menit sekali. Jika
pembelahan berlangsung satu jam, maka akan dihasilkan delapan
anakan sel.
b. Transformasi
Merupakan pemindahan sebagian materi genetika dari satu
bakteri ke bakteri lain. Pada proses transformasi tersebut ADN bebas sel
bakteri donor akan mengganti sebagian dari sel bakteri penerima, tetapi
tidak terjadi melalui kontak langsung.
c. Transduksi
Merupakan pemindahan sebagian materi genetik dari sel bakteri
satu ke bakteri lain dengan perantaraan virus. Selama transduksi,
kepingan ganda ADN dipisahkan dari sel bakteri donor ke sel bakteri
penerima oleh bakteriofage (virus bakteri).Bila virus-virus baru sudah
terbentuk dan akhirnya menyebabkan lisis pada bakteri, bakteriofage
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

22

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

yang nonvirulen (menimbulakan respon lisogen) memindahkan ADN


dan bersatu dengan ADN inangnya, Virus dapat menyambungkan materi
genetiknya ke DNA bakteri dan membentuk profag. Ketika terbentuk
virus baru, di dalam DNA virus sering terbawa sepenggal DNA bakteri
yang diinfeksinya. Virus yang terbentuk memiliki dua macam DNA
yang dikenal dengan partikel transduksi (transducing particle).
d. Konjugasi
Merupakan pemindahan sebagian materi genetika dari satu
bakteri ke bakteri lain melalui suatu kontak langsung. Artinya, terjadi
transfer ADN dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima melalui
ujung pilus. Ujung pilus akan melekat pada sel peneima dan ADN
dipindahkan

melalui

pilus

tersebut.

Kemampuan

sel

donor

memindahkan ADN dikontrol oleh faktor pemindahan (transfer faktor =


faktor F)
9. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri?
10. Faktor biotik
Hubungan antara mikroba yang saling mempengaruhi antar mikroba
satu dengan yang lain.
11. Faktor abiotik
(1) Suhu
Suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat
ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel
lain sehingga sel bakteri mati. Jika suhu di bawah batas toleransi,
sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transport nutrisi
terhambat.
(2) Kelembapan Relatif
Pengurangan kadar air di udara menyebabkan pula pengurangan
kadar air dari protoplasma sehingga kegiatan metabolisme terhenti.
Misalnya: bakteri Escherichia coli

akan mengalami penurunan

daya tahan dan elastisitas dinding saat Relative Humidity < 84%.
(3) Cahaya
Cahaya adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
bakteri. Paparan cahaya ultraviolet yang tinggi dapat berakibat fatal
pada pertumbuhan bakteri.
(4) Kadar Garam.
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

23

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

(5) Kadar Gula.


(6) Oksigen.
(7) pH.
(8) Nutrisi.
V. Kesimpulan
V.1 Inokulasi Mikroorganisme
Berdasarkan percobaan dan pengamatan inokulasi mikroorganisme,
dapat disimpulkan bahwa teknik inokulasi bakteri dan jamur dapat tumbuh
dalam tabung reaksi maupun petridish dengan kondisi aseptik dengan peralatan
dan media yang steril dan dilakukan di dalam incase.
V.2 Penggunaan Mikroskop
Berdasarkan percobaan penggunaan mikroskop, dapat disimpulkan
bahwa :
1. Pengamatan morfologi bakteri Bacillus Subtillis dan jamur Aspergillus
niger dengan menggunakan mikroskop dapat dilihat dengan pembesaran
2.

total 400X.
Bentuk bakteri Bacillus Subtillis adalah berbentuk koloni batang dan
berkumpul, sedangkan bentuk jamur Aspergillus niger adalah berkoloni

3.

dan berupa bulatan-bulatan.


Percobaan ini melatih mahasiswa dalam membuat preparat yang harus
dilakukan secara steril.

Daftar Pustaka
Ahmad, Zainuddin Ahmad.2005.Pemanfaatan Khamir Saccharomyces Cerevisiae
untuk Ternak.Bogor: Balai Penelitian Veteriner
ATCC Product Sheet
Benson.2001.Microbiological Applications.California: Mc Graw Hill.
Kosim, Mukhammad dan Surya Rosa Putra.2010.Pengaruh Suhu Pada Protease
dari Bacillus subtilis.Surabaya:Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Muslimin.2014.Teknik Biakan Murni.Universitas Halu Uleo
Neogen Corporation.2010.Nutrient Broth (7146).Acumedia Manufacturers, Inc.
Neogen

Corporation.2011.Potato

Dextrose

Agar

(7149).

Acumedia

Manufacturers, Inc.
NHS.2013.Inoculation of Culture Media for Bacteriology. London: Public Health
England
Laboratorium Mikrobiologi Teknik
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

24

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

Pelczar, Michael J. 2007. Dasar dasar Mikrobiologi. Jakarta : UI Press.


Risyanto, Slamet.2014.Teknik Inokulasi pada Jamur Tiram Putih.Universitas
Soedirman: Purwokerto.
Tortora,

Gerard

J.

2012.Microbiology

an

Introduction.Singapore:Pearson

Education South Asia Pte Ltd.


LAMPIRAN
lembar pengamatan terlampir

Laboratorium Mikrobiologi Teknik


Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Beri Nilai