Anda di halaman 1dari 10

RINGKASAN MATERI KULIAH

RISIKO KEMATIAN, RISIKO KESEHATAN, KECELAKAAN KENDARAAN


BERMOTOR DAN KECELAKAAN KERJA
Dosen Pengampu :Prof. Dr. Baedhowi, M.Si

RATNA ANDRYANI
K7413129/PTN B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2016

RISIKO KEMATIAN, RISIKO KESEHATAN, KECELAKAAN KENDARAAN


BERMOTOR DAN KECELAKAAN KERJA

A. RISIKO KEMATIAN
PENGERTIAN RISIKO KEMATIAN
Kematian adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme
biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik
karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti
kecelakaan (Wikipedia, 2010). Setelah kematian, tubuh makhluk hidup mengalami
pembusukan. Sedangkan mati adalah keadaan menghilangnya semua tanda-tanda
kehidupan secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup
(Badan Pusat Statistik, 2004).
Istilah risiko berkaitan erat dengan ketidakpastian. Sesuatu yang tidak
pasti dapat berakibat menguntungkan ataupun merugikan. Ketidakpastian yang
berakibat menguntungkan disebut peluang, sedangkan ketidakpastian yang
berakibat merugikan disebut risiko (risk). Risiko kematian adalah suatu keadaan
tidak pasti yang kemungkinan memberikan akibat merugikan yaitu kematian
(Muhammad Idris, 2010).
Kerugian utama yang diderita oleh keluarga dari karyawan yang mati dini
adalah hilangnya sumber penghasilan. Berapa besar kerugian finansial yang diderita
oleh keluarga yang ditinggalkan dapat diestimasikan dengan cara sebagai berikut:
a. Perkiraan penghasilan bersih diterima setiap bulan/tahun seandainya dia tidak
meninggal sampai masa pensiun
b. Dikurangi dengan biaya-biaya yang diperlukan untuk memelihara kehidupan/
kemampuannya selama itu
c. Dihitung present value dari sisanya
EKPOSUR KARENA KEMATIAN AWAL

Ekposur Yang Dihadapi Oleh Keluarga


Jika seseorang meninggal maka keluarga yang ditinggalkankan menanggung
konsekuensi negatif, keluarga yang ditinggalkan akan menanggung kerugian,
kerugian itu muncul karena keluarga yang ditinggalkan tidak bisa lagi
memperoleh sumber penghasilan.

Menghitung Besarnya Eksposur Kematian Awal Untuk Keluarga Yang


Ditinggalkan
Misalkan suatu keluarga menghabiskan Rp5 juta perbulan atau Rp60 juta
pertahun untuk kebutuhan hidupnya. Misalkan kebutuhan tersebut diasumsikan
konstan. Misalkan kebutuhan tersebut dipenuhi oleh seorang ayah sepenuhnya,
yang berusia 40 tahun. Kemudian ayah tersebut meninggal dunia, padahal usia
pengharapan hidup adalah (misal) 70 tahun. Misalkan tingkat bunga yang relevan
adalah 15% (dipakai sebagai discount rate untuk perhitungan present value) .

Ekposur Yang Dihadapi Oleh Bisnis


Banyak bisnis yang dibangun dengan mengandalkan tenaga seseorang. Jika orang
kunci tersebut meninggal maka bisnis berada pada situasi kritis.
Menghitung Besarnya Eksposur Kematian Awal Untuk Bisnis Yang
Ditinggalkan
Misalkan rumah makan soto Selera Rasa dibangun oleh juru masak yang
ahli yaitu Pak Hardo. Pak Hardo sangat terkenal, bisa meracik bumbu yang enak
sehingga sotonya diminati oleh banyak orang. Misalkan Pak Hardo masih bisa
bekerja 10 tahun lagi. Misalkan rumah makan tersebut menghasilkan omset
sebesar Rp100 juta pertahun, dengan laba sebesar Rp20 juta pertahun. Misalkan
biaya modal internal rumah makan tersebut adalah 20%.
Jika Pak Hardo meninggal, diperkirakan omset penjualan akan turun
separuhnya, yaitu menjadi Rp75 juta pertahun. Tujuan dalam hal ini ditetapkan
menjadi menjaga tingkat penjualan seperti sekarang ini jika Pak Hardo
meninggal dunia.
Kerugian yang dialami perusahaan bisa dihitung sebagai berikut ini.
Kerugian pertahun yang diderita oleh rumah makan tersebut, akibat kepergian
Pak Hardo, adalah Rp100 juta Rp75 juta = Rp25 juta pertahun. Biaya modal
sebesar 20% dipakai sebagai discount rate (tingkat diskonto). Present value dari
kerugian yang diderita oleh rumah makan tersebut, akibat meninggalnya Pak
Hardo, adalah sebagai berikut ini.
Kerugian = 25jt/(1+0,2)1 + + 25jt/(1+0,2)10 = 104.811.802

INTERAKSI

PROBABILITAS

KEMATIAN

AWAL

DENGAN

SEVERITY

KERUGIAN: APLIKASI UNTUK PENENTUAN PREMI ASURANSI

Kerugian yang diharapkan merupakan perkalian antara probabilitas kejadian

dengan besarnya kerugian yang terjadi (severity).


Jika kerugian tersebut diperkirakan terjadi lima tahun mendatang, maka konsep

nilai waktu uang menjadi penting diperhatikan.


Dalam hal ini probabilitas kejadian, tingkat severity, dan nilai waktu uang
berinteraksi satu sama lain membentuk kerugian yang diharapkan.

ILUSTRASI
Sebagai contoh, misalkan ada seorang pria berusia 70 tahun (baru saja berulang tahun).
Jika ia meninggal lima tahun mendatang (usia 75 tahun), kerugian yang akan ditanggung
keluarganya adalah Rp100 juta. Berapa nilai sekarang dari kerugian yang diharapkan?

Dengan menggunakan tabel kematian CSO 1980 (lihat tabel pada lampiran), kita bisa
menghitung probabilitas kematian orang tersebut sebagai berikut ini.
70q75 = (6.274.160 4.898.907) / 6.274.160 = 0,219

Kerugian yang diharapkan merupakan perkalian antara probabilitas dengan severity


(besarnya kerugian), yang bisa dilihat sebagai berikut ini.
Kerugian yang diharapkan = 0,219 x Rp100 juta = Rp21,9 juta

Karena peristiwa tersebut terjadi lima tahun dari sekarang, maka kita perlu mencari
nilai sekarang dari kerugian tersebut. Misalkan tingkat bunga yang relevan adalah
10%, maka nilai sekarang dari kerugian tersebut adalah:
Nilai sekarang kerugian = Rp21,9 juta / (1+0,1)5 = Rp 13,598 juta

Dengan menggunakan prinsip yang sama, perusahaan asuransi bisa menghitung premi yang
dibebankan kepada nasabahnya. Pada prinsipnya, premi yang diterima sama dengan
tanggungan yang akan dibayarkan kepada nasabah, sebagai berikut ini :
PV Premi yang Diharapkan = PV Tanggungan yang Diperkirakan
Misalkan perusahaan asuransi menawarkan asuransi kepada pria berusia 60th, asuransi
selama 10th. Premi asuransi yang diterima oleh perusahaan asuransi tersebut adalah Rp3jt
pertahun selama 10x. Premi tersebut dibayarkan di awal tahun. Jika orang tersebut meninggal

dalam masa asuransi tersebut, dia terbebas dari kewajiban membayar premi tersebut.
Misalkan tingkat bunga (discount rate atau biaya modal) yang relevan adalah 10%. Nilai
sekarang dari premi tersebut bisa dilihat pada tabel berikut ini
Usia
(Awal
Tahun)
(1)
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
Jumlah

Premi

Probabilitas
Kematian

(2)
3.000.000
3.000.000
3.000.000
3.000.000
3.000.000
3.000.000
3.000.000
3.000.000
3.000.000
3.000.000

(3)
0,0168
0,017258
0,01855
0,019967
0,021477
0,023047
0,024609
0,026148
0,027643
0,029125

Probabilitas
Bertahan
Hidup
(4)
1
0,98392
0,966662
0,948112
0,928145
0,906667
0,88362
0,859011
0,832863
0,80522

PV
Factor
(10%)
(5)
1
0,909091
0,826446
0,751315
0,683013
0,620921
0,564474
0,513158
0,466507
0,424098

Premi yg PV Premi
Diharapkan yg
Diharapkan
(6)=(2)x(4) (7)=(6)x(5)
3.000.000
3.000.000
2.951.760
2.683.418
2.899.986
2.396.683
2.844.335
2.136.991
2.784.434
1.901.806
2.720.002
1.688.907
2.650.860
1.496.341
2.577.033
1.322.426
2.498.588
1.165.610
2.415.660
1.024.476
18.816.658

Probabilitas kematian (3), dihitung sebagai jumlah kematian pada usia tersebut dibagi dengan
jumlah orang hidup pada awal usia tersebut (dlm hal ini usia 60). Untuk usia 60th, jumlah
orang yang masih hidup adalah 8.084.266. Sebagai contoh, untuk usia 60 dan 61,
probabilitas kematian dihitung berikut ini :
Usia 60 = (129.995 / 8.084.266) = 0,01608
Usia 61 = (139.518 / 8.084.266) = 0,017258
Probabilitas bertahan hidup adalah 1 (probabilitas kematian) =
Prob. Bertahan Usia 61 = 1 0,01608 = 0,98392
Premi yang diharapkan merupakan perkalian antara probabilitas bertahan hidup dengan nilai
premi yang dibayarkan. Total nilai sekarang dari premi yang diharapkan sebesar Rp18,8jt.
Besar tanggungan yang bersedia diberikan oleh perusahaan tersebut misalnya nilai
tanggungan adalah Y, yang besarnya sama setiap tahunnya selama 10th mendatang dan
dibayarkan jika orang yang diasuransikan meninggal dunia. Rumus :
( Y x (probabilitas meninggal usia 60 akhir tahun) x (PV Factor 1th) + ............. + ( Y x
(probabilitas meninggal usia 69 akhir tahun) x (PV Factor 10th)) = 18.816.657

18.816.657 adalah PV premi yang diharapkan yang akan diterima oleh perusahaan asuransi.
Nilai Y bisa dihitung jika kita mengetahui nilai probabilitas kematian dan PV Factor untuk
setiap tahunnya selama 10th mendatang.
B. RISIKO KESEHATAN
Risiko kesehatan terjadi ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan.
Penyebab umum gangguan kesehatan adalah semakin tuanya penduduk di dunia. Usia
yang tua biasanya lebih rentan terhadap kesehatan. Bagian berikut ini membicarakan
kecenderungan penduduk dunia yang semakin tua, diteruskan dengan morbidity rate
(tingkat sakit penduduk), dan biaya biaya yang berkaitan dengan perawatan
kesehatan.
a. Penduduk yang Semakin Menua
Tabel 7.1 dalam buku Mahmud Hanafi menunjukkan besarnya penduduk yang
tua di dunia dan terlihat bahwa dalam tabel tersebut pada tahun 2025 diperkirakan
ada 830 juta penduduk dunia yang lebih besar atau sama dengan 65 tahun.
Presentase penduduk tua tersebut lebih besar di negara maju, tetapi jumlah dalam
angka absolut lebih banyak di negara berkembang.
Penyebab tren semakin banyak penduduk tua di dunia adalah menurunya
kelahiran pada 25 tahun terakhir dan penurunan tingkat kematian, baik di negara
berkembang dan negara maju. Banyak faktor penyakit yang menyebabkan
kematian di negara berkembang salah satunya yaitu infeksi dan di negara maju
penyakit utama yang menyebabkan kematian adalah stroke dan artery disease.
Seperti yang terjadi di Amerika, Kanada , dan Australia, kematian karena
penyakit jantung yang terjadi di Negara tersebut menurun sekitar 50% selama 25
tahun terakhir.
Di negara maju seperti Amerika Serikat 70% kematian muncul setelah usia 65
tahun. Di kebanyakan negara prosentase tingkat kematian mangalami penurunan,
walaupun tidak begitu signifikan. Sebagai akibatnya kematian ditunda ke usia di
atas 60 tahunan.
Yang pasti penyebab kematian di satu negara ke negara lainnya berbeda beda.
Ada yang diakibatkan oleh penyakit jantung misalnya dan ada yang diakibatkan
oleh infeksi, seperti yang ada di negara maju dan berkembang.

Berikut adalah tabel penyakit penyebab kematian terbesar :


PENYAKIT

JUMLAH KORBAN

Heart Disease (penyakit jantung)

694.447

Maligmant Neoplasas (Kanker)

557.197

Cerebrovescular Disease

162.555

Chronic Lean Respiratory Disease

124.777

Kecelakaan Tidak Sengaja

105.796

Diabetes Mellitus

73.248

Influensa dan Pneumonia

65.418

Alaheimer

58.866

Nephritis

40.801

Septicemia

33.560

Jepang, Kanada, Australia, dan Perancis adalah negara maju yang


memiliki rakyat yang usia pengharapan hidupnya tertua di dunia. Secara umum
usia pengharapan wanita lebih panjang dibandingkan untuk pria. Tapi di negara
berkembang (misal bangladesh), usia pengharapan hidup wanita dan pria hampir
sama. Di Uni Soviet, usia pengharapan hidup malahan menurun pada tahun
1990an, kemungkinan dikarenakan kematian yang diakibatkan oleh penyakit
akibat alkohol dan rokok, dan juga karena kekacauan ekonomi dan sosial yang
meningkat.
Jangka waktu dimana seseorang masih bisa melakukan aktivitas
normalnya disebut usia pengharapan hidup aktif. Usia pengharapan hidup aktif
disetiap negara berbeda beda. Disamping itu interpretasi aktif dari satu negara
ke negara lainnya juga berbeda. Secara umum, semakin tua seseorang, semakin
tinggi kemungkinan ketidakmampuan secara fisik (tidak bisa aktif). Pada tahun
2000, prosentase orang berusia 65 tahun ke atas yang masih aktif bekerja
diperkirakan sebesar 3,3 % di Italia, dan 1,3% di Perancis. Di Amerika Serikat
angka kematian yang sama untuk pria adalah 17,5% dan 10%.
b. Morbidity Rate

Morbidity Rate berasal dari bahasa latin morbidus yang berarti sakit / tidak sehat.
Morbidity Rate merupakan banyaknya penduduk (jumlah kasus) yang menderita
sakit tertentu.
Dari tabel terlihat bahwa wanita lebih banyak menderita penyakit chlamydia
dibandingkan pria. sedangkan untuk syphilis, gonorrhea, prosentase penderita
pria dengan wanita hampir sama. Berdasarkan ras, terlihat bahwa ras hitam
(American African) mempunyai prosentase penyakit syphilis dan gonorrhea lebih
besar dibandingkan dengan ras lainnya.
Jika membandingkan Hispanic dan non-hispanic, prosentase penderita nonhispanic lebih besar. Jika dilihat distribusi berdasarkan usia, terlihat bahwa usia
15-30 tahun paling rentan terhadap penyakit tersebut. Prosentase orang muda
mengidap penyakit tersebut lebih besar dibandingkan dengan kelompok usia
lainnya.
C. RISIKO KECELAKAAN KENDARAAN BERMOTOR
Menurut perkiraan WHO (World Health Organization) kecelakaan lalu lintas
menyebabkan lebih dari satu juta orang tewas, dan 50 juta orang terluka. Penyebab
utama kecelakaan biasanya adalah pengemudi mabuk , terlalu lelah, mengantuk,
bahaya di jalan (seperti salju, lubang, hewan dan pengemudi teledor).

Berikut ini beberapa statistik dari kecelakaan kendaraan :

Sekitar 26% dari pengemudi pernah terlibat dalam kecelakaan mobil selama 5 tahun

sebelumnya.
Ada sekitar 17.419 kematian karena kecelakaan pada tahun 2002 yang disebabkan

oleh alkohol
Lebih dari setengah kematian yang dilaporkan 59% diantaranya untuk memakai sabuk

pengaman
Kematian karena kecelakaan mobil terbalik (rollover crashes) mencapai 52%

Contoh data kecelakaan berdasarkan Kategori usia :


Tabel Distribusi Kecelakaan berdasarkan Kategori Usia di Amerika Serikat
Umur

Jumlah Kecelakaan

Prosentase (%)

<5

427

4,74

5-9

432

1,76

10-15

799

3,26

16-20

3.447

14,05

21-24

2.445

9,15

25-34

4.034

16,45

35-44

3.993

16,28

45-54

2.885

11,76

55-64

1.863

7,60

65-74

1.740

7,12

>74

2.411

9,83

Tidak

244

0,99

diketahui
Total

24.526

100 ,00

Dari tabel diatas terlihat bahwa prosentase kecelakaan terbesar terjadi pada kategori usia 16
tahun sampai dengan 44 tahun. Dari setiap kategori mempunyai prosentase antara9-16%,
lebih besar dibandingkan kategori umur lainnya.

Kecelakaan mobil dikarenakan 2 hal :


1.

Faktor manusia
Salah satu pemicu yang mengakibatkan kecelakaan adalah pengemudi, karena pemudi
seringkali melakukan perbuatan yang bisa mendorong kecelakaan. Sebenarnya ,
kecelakaan mobil itu bisa dihindari jika pengemudi lebih berhati hati dan waspada
terhadap kecelakaan.

2.

Faktor Teknis
Selain manusia, faktor teknis juga berpengaruh jika terjadi kecelakaan yang diakibatkan
karena kelemahan mobil / motor yang bisa menyebabkan / mendorong kecelakaan.
Seperti contoh ban mobil yang lepas karena pemasangan yang kurang kencang , sistem
api yang kurang aman bisa meningkatkan risiko kecelakaan pada kendaraan / mobil.
D. RISIKO KECELAKAAN KERJA

Sekitar 60% kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian terjadi pada


konstruksi, transportasi pergudangan, pertanian, kehutanan dan perikanan. Penyebab
kerja yang paling umum adalah karena jatuh dari ketinggian, ditabrak oleh kendaraan
yang bergerak, dan ditabrak oleh obyek yang bergerak / jatuh.
Sekitar 1,3 juta pekerja secara reguler rentan terhadap suara yang terlalu bising
yang bisa merusak pendengaran pekerja. Diperkirakan 70% dari kecelakaan kerja bisa
dihindari jika perusahaan memasang sistem dengan baik. Lebih buruk lagi,
diperkirakan hanya sekitar 40% dari kecelakaan kerja yang dilaporkan.
Informasi kecelakaan kerja di Indonesia :
Pada tahun 2005, terjadi 95.418 kecelakaan kerja yang menyebabkan 6.114
pekerja mengalami cacat, 2.932 pekerja cacat sebagian dan 66 pekerja cacat total dan
1.736 meninggal. Meskipun tren kecelakaan kerja mengalami penurunan dari tahun ke
tahun namun angka tersebut dinilai masih cukup tinggi.