Anda di halaman 1dari 5

AKUNTANSI DAN LINGKUNGANNNYA

A. Faktor-faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Akuntansi


Lingkungan akuntansi terdiri dari kondisi social-ekonomi-politis-hukum, kendala-kendala, dan
pengaruh-prngaruh yang berubah dari waktu ke waktu. Akibatnya, tujuan dan praktek akuntansi tidak
sama hari ini seperti dimasa lalu, karena teori akuntansi telah berkembang untuk memenuhi permintaan
dan pengaruh yang berubah. Akuntansi keuangan modern adalah produk dari banyak pengaruh dan
kondisi, dan lima diantaranya memerlukan pertimbangan khsus, diantaranya :
1. Akuntansi mengakui bahwa orang-orang hidup di dunia dengan sumber daya yang langka. Karena
su ber daya ada dalam jumlah yang terbatas, orang-orang berusaha untuk melestarikannya,
menggunakannya secara efektif dan untuk mengidentifikasikan dan mendorong mereka yang
dapat menggunakannya secara efektif, sehingga dengan demikian dapat meningkatkan standar
kehidupan.
2. Akuntansi mengakui bahwa dalam masyarakat kita (AS), sumber daya produktif pada umumnya
dimiliki oleh swasta, bukan oleh pemerintah. Karena secara umum pasar, perusahaan, persaingan
bebas, yang menentukan apakah suatu perusahaan akan berhasil dan berkembang pesat. Hal inilah
yang menjadi beban yang cukup besar bagi profesi akuntansi untuk mengukur prestasi secara tepat
dan layak atas suatu perusahaan sehingga perusahaan yang tepat dapat menarik investasi modal.
3. Akuntansi mengakui bahwa aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh unit-unit terpisah yang dapat
diidentifikasikan yaitu perusahaan bisnis. Perusahaan terdiri dari sumber daya ekonomi (harta),
kewajiban ekonomi (utang), dan hak tersisa (ekuitas pemilik); elemen-elemen bertambah atau
berkurang dengan adanya, kegiatan-kegiatan ekonomi dari perusahaan tersebut.
4. Akuntansi mengakui bahwa dalam system ekonomi kompleks yang sangat berkembang, beberapa
pihak (pemilik dan investor) mempercayakan pengawasan dan pengendalian kepada pihak lain
(manajer). Bentuk organisasi perseroan cendrung untuk memisahkan kepemilikan dengan
manajemen terutama dalam organisasi besar. Jadi fungsi pengurusan (stewardship) yang
mengukur dan melaporkan data kepada pemilik yang tidak hadir, telah berkembang sebagai suatu
peranan yang sangat penting bagi akuntansi
5. Akuntansi mengakui bahwa sumber daya ekonomi, kewajiban ekonomi, dan hak terisa harus
dinyatakan dalam satuan uang. Dalam kebanyakan ekonomi, uang berlakui sebagai ukuran baik
untuk atribut kualitatif ataupun kuantitafi dari kejadian, sumber daya dan kewajiban ekonomi.
Meskipun pernyataan ini sudah jelas, diakui bahwa pada suatu waktu perusahaan melaporkan
informasi mereka dengan menggunakan ukuran-ukuran lain.
B. Akuntansi Mempengaruhi Lingkungannya
Akuntansi adalah suatu system yang mengumpan balik informasi kepada berbagai organisasi dan
pribadi, yang dapat mereka gunakan untuk memperbaiki linhkungan mereka. Akuntansi memberikan
informasi untuk penilaian kembali tujuan social, politik dan ekonomi termasuk biaya dan manfaat relative
dari cara-cara alternative untuk mencapai tujuan ini.
Angka-angka akuntansi yang dilaporkan mempengaruhi transfer sumber daya diantara perusahaan dan
pribadi.
Informasi akuntansi yang dilaporkan mempengaruhi persepsi dari kondisi keuangan dan keberhasilan
perusahaan. Persepsi ini kemudian menyebabkan perubahan dalam perilaku ekonomi. Karena perilaku
dipengaruhi, maka penetapan standar akuntansi bersifat kontroversial.
C. Tujuan Pelaporan Keuangan
Upaya menetapkan pondasi sebagai dasar bagi akuntansi keuangan dan standar pelaporan, profesi
akuntansi diidentifikasikan sebagai serangkaian tujuan pelaporan keuangan oleh perusahaan bisnis.
Secara ringkas, tujuan pelaporan keuangan adalah untuk :
1. Memberikan informasi yang berguna dalam keputusan investasi dan kredit
2. Memberikan informasi yang berguna dalam menilai prospek arus kas

3. Memberikan informasi mengenai sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya itu,
dan perusahaan dalam sumber daya tersebut
Informasi berdasarkan akuntansi akrual umumnya memberikan indikasi lebih baik mengenai
kemampuan suatu perusahaan dimasa kini dan selanjutnya untuk menghasilkan arus kas yang
menguntungkan daripada informasi yang terbatas pada pengaruh keuangan dari penerimaan dan
pembayaran kas. Tujuan akuntansi akrual yaitu memastikan bahwa kejadian-kejadian yang menngubah
laporan keuangan suatu kesatuan dicatat pada periode saat kejadian tersebut terjadi.
PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI

A. Kebutuhan Untuk Mengembangkan Standar


Dalam menyusun laporan keuangan, akuntansi dihadapkan dengan kemungkinan bahya penyimpangan
(bias), salah penafsiran, ketidaktepatan, dan kemenduaan (ambiquity). Untuk meminimumkan bahaya ini,
profesi akuntansi berupaya untuk mengembangkan suatu batang tubuh teori yang diterima secara umum
dan dipraktekan secara universal.
Profesi akuntansi telah mengesahkan seperangkat standar dan prosedur umum yang disebut prinsipprinsip akuntansi yang diterima umu ( generally accepted accounting principles-GAAP)

B. Prinsip Historis
Sebelum tahun 1900 perekonomian Amerika Serikat memerlukan fungsi akuntansi yang relatif tidak
canggih, dan profesi akuntansi itu sendiri sebenarnya tidak ada. Laporan akuntansi masih menekankan
pada solvensi dan likuiditas dan terbatass pada penggunaan intern dan penelaahan oleh bank dan lembaga
peminjaman lainnya.
Tahun 1900-1920 perumbuhan perseroan besaar, dengan kepemilikan yang tidak aktif dan
meningkatnya investasi dan spekulasi dalam saham perseroan, menciptakan permintaan akan
pengungkapan yang lebih besar dan yang bersangkutan dengan kemampuan menghasilkan laba. Tahun
1913 amandemen konstitusional memberi wewenang kepad pemerintah federal untuk mengenakan pajak
atas peusahaan dan pribadi sehingga lebih memperkuat penekanan atas pengukuran laba.
Tahun 1929 terjadi krisis bursa atau Depresi Besar dan ketidakpuasan yang meluas atas laporan
akuntansi mengakibatkan pemerintah federal, bursa saham, dan profesi akuntansi untuk menyempurnakan
akuntansi. Kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan merupakan focus dalam pengmbangan standar
akuntansi.

C. Pihak Pihak Yang Terlibat Dalam Penetapan Standar


1. American Institute Of Certified Public Accountant (AICPA)
Organisasi profesi nasional dari akuntan public yang praktek ( Certified Public Accountans-CPA),
sangat vital bagi perkembangan GAAP. Pada tahun 1930, AICPA menunjuk satu komite khusu untuk
bekerja sama dengan Bursa Saham New York dalam hal yang merupakan kepentingan yang umum dari
akuntan, investor dan bursa tersebut.
Committee on Accounting Procedure (CAP), yang terdiri dari para akuntan public yang berpraktek
mengeluarkan 51 Accounting Research Bulletins yang bersangkutan dengan berbagai masalah akuntansi
menurut waktu selama tahun 1939-1959, namun bulletin dari CAP ini gagal untuk memberikan batang
tubuh prinsip-prinsip akuntansi yang terstruktur. Sehinggaa tahun 1959 AICPA membentuk Accounting
Principles Boards (APB) yang memiliki tujuan utama yaitu menyusun pernyataan tertulis dari prinsipprinsip akuntansi, menentukan praktek yang tepat, dan mempersempit bidang perbedaan dan konsistensi
dalam praktek. Diantara pendiriannya tahun 1959 dan pembubarannya tahun 1973, APB mengeluarkan 31
pendapat. Sayangnya APB terkepung selama 14 tahun keberadaannya.

2. Financial Accounting Standards Board (FASB)

Financial Accounting Foundation memilih anggota FASB dan Dewan Penasihatnya, membiayai
aktivitasnya dan umumnya mengawasi aktivitas - aktivitas FASB. Misi dari FASB adalah menetapkan dan
meningkatkan standars akuntansi dan pelaporan keuangan sebagai pedoman dan pendidikan bagi
masyarakat, yang mencakup penyusun, pemeriksa (auditor) dan pemakai informasi keuangan.
Dua premis dasar dari FASB adalah dalam menetapkan standard akuntansi keuangan ialah; ia
harus tanggap terhadap kebutuhan dan sudut pandang dari keseluruhan masyarakat ekonomi, tidak hanya
pada profesi akuntan public, dan ia harus beroperasi terbuka terhadap pandangan masyarakat melalui
system "Due Proses" yang memberikan kepada orang yang berkepentingan cukup banyak kesempatan
agar pandangannya diketahui.
Keluarnya standard akuntansi baru dalam bentuk pernyataan FASB memerlukan dukungan lima
dari tujuh anggota dewan. Jenis-jenis pengumuman utama yang dikeluarkan FASB, yaitu :
a. Standar dan Interpretasi . Standar akuntansi keuangan yang dikeluarkan oleh FASB
dianggap sebagai GAAP, serta FASB mengeluarkan interpretasi yang merupakan
modifikasi atau perluasan dari standard yang ada.
b. Konsep Akuntansi Keuangan. Pada tahun 1978 bulan November mengeluarkan seri
pertama dari Statements of Financial Accounting Concepts, dengan tujuan untuk
menetapkan tujuan dan konsep fundamental yang akan digunakan Dewan dalam
mengembangkan standard masa depan mengenai akuntansi dan laporan keuangan.
c. Buletin Teknis. FASB menerima banyak permintaan dari berbagai sumber pedoman
pengimplementasian atau penerapan standard atau interpretasi FASB, APB Opinions,
dan Accounting Research Bulletins.
d. Pernyataan Satuan Tugas Isyu yang Berkembang. Tahun 1984, FASB membentuk
Satuan Tugas Isyu yang Berkembang (EITF) yang terdiri dari 17 anggota, yang
mewakili 11 kantor akuntan, 4 perusahaan dan seorang pengamat SEC serta seorang
wakil FASB.
3. Governmental Accounting Standards Boards (GASB)
Struktur operasional dari GASB adalah serupa dengan yang ada di FASB. Jadi mereka
mempunyai penasehat yang disebut Governmental Standards Advisory council (GASAC), dan mereka
dibantu oleh staf teknis serta satuan tugas mereka sendiri.
4. Securities and Exchange Commission (SEC)
SEC sebagai lembaga pengatur independen dari pemerintah Amerika Serikat untuk menyusun
undang-undang Surat Berharga tahun 1933, Undang-undang Bursa SUrat Berharga tahun 1934 dan
beberapa undang-undang lain. SEC telah memperkuat kembali dukungannya pada FASB, dengan
menunjukan bahwa " Laporan keuangan yang sesuai dengan standard yang ditetapkan oleh FASB akan
dianggap mempunyai dukungan yang otoratif".
5. American Accounting Association (AAA)
AAA merupakan suatu organisasi para profesor perguruan tinggi dan akuntan praktek, yang
berusaha sebagai bagian dari tujuan yang ditetapkannya, untuk mempengaruhi pengembangan teori
akuntansi dengan mendorong dan mensponsori riset akuntansi.
6. Lembaga-lembaga lain seperti Financial Executive Institute (FEI), dan INstitude of
Management Accountants (IMA)
IMA, berkepentingan terutama dalam riset akuntansi biaya dan akuntansi manajerial sejak
pendiriannya pada tahun 1919. Publikasi bulanannya adalah Management Accounting. Sedangkan FEI

dan cabangnya Financial Executive Research Foundation, telah mempublikasikan beberapa telaah
akuntansi dan pelaporan yang menarik. CASB (Cost Accoounting Standards Board adalah lembaga dari
kongres AS yang mempromosikan keseragaman dan konsistensi dalam praktek akuntansi biaya untuk
kontrak pertahanan dengan menetapkan Standar Akuntansi Biaya. IRS(Internal Revenue Service), yang
mendapatkan wewenang dari Internal Revenue Code beserta amandemen dan interpretasinya merupakan
salah satu yang berpengaruh paling kuat terhadap praktek akuntansi.
KERANGKA DASAR PELAPORAN INFORMASI AKUNTANSI
A. Sifat Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual mirip dengan suatu konstitusi yakni, " suatu system dari tujuan-tujuan dan
dasar-dasar yang saling terkait dan dapat mengarahkan standard-standar konsisten dan menentukan sifat,
fungsi, dan batasan akuntansi keuangan dan laporan-laporan keuangan. Suatu kerangka konseptual dari
konsep dan tujuan memungkinkan FASB mengumumkan lebih banyak standard yang berguna , konsisten
dimasa yang akan datang seperti ; suatu perangkat standard dan aturan yang koheren harus menjadi
hasilnya, Kerangka ini harus menambah pengertian dan kepercayaan para pengguna laporan keuangan
dalam pelaporan keuangan, dan harus mendorong keterbandingan diantara laporan-laporan keuangan
perusahaan-perusahaan yang berbeda. Selanjutnya, masalah-masalah praktis yang baru muncul harus
cepat dapat dipecahkan dengan refrensi kerangka teori dasar yang sudah ada.
B. Pengembangan Kerangka Konseptual
Pada tahun 1976, FASB mengeluarkan suatu Memorandum Diskusi tiga bagian yang padat yang
mengemukakan masalah-masalah utama yang harus diperhatikan dalam menetapkan kerangka konseptual
yang akan menjadi dasar dari penetapan standard-standar akuntansi dan pemecahan berbagai kontroversi
laporan keuangan. Sejak penerbitan dokumen tersebut, FASB telah mengeluarkan lima pernyataan konsep
akuntansi keuangan yang berhubungan dengan pelaporan keuangan bagi perusahaan-perusahaan. Konsepkonsep tersebut memiliki kerangka yang terdiri dari; tingkat pertama (tujuan-tujuan akuntansi
merupakan dasar konseptual), tingkat kedua (karakteristik kualitatif yang menjadi informasia akuntansi
berguna dan definisi dari unsure-unsur laporan keuangan), tingkat ketiga ( berisikan konsep-konsep
pengukuran dan pengakuan yang digunakan para akuntan didalam menetapkan dan menerapkan standardstandar akuntansi. Konsep-konsep pengukuran dan pengakuan ini menekankan kegunaan asumsi-asumsi,
prinsip-prinsip dan kendala - kendala yang menggambarkan lingkungan pelaporan masa kini).
Bila diperjelas pada tingkat pertama terdapat tujuan-tujuan akuntansi yang meliputi; (1)
Memberikan informasi yang berguna dalam keputusan investasi dan kredit, (2) Memberikan informasi
yang berguna dalam menilai arus kas masa depan, (3) Memberikan informasi mengenai sumber daya
perusahaan, klaim pada sumber daya itu , dan perubahaan didalamnya.
Pada tingkat kedua dapat dijabarkan menjadi dua meliputi karakteristik kualitatif dan unsur-unsur.
Karakter kualitatif terdiri dari dua dimana kualitas primer dan kualitas sekunder. Kualitas primer
dinyatakan oleh FASB bahwa relavansi dan kendala adalah dua kualitas utama yang membuat informasi
akuntansi berguna untuk pengambilan keputusan. Relevansi, informasi yang relevan membantu
pemakaian dalam membuat prediksi tentang akhir dari kejadian yang lalu, yang sekarang, dan yang akan
datang (nilai prediktif), atau mendukung ataupun memperbaiki perkiraan sebelumnya (nilai umpan
balik) selain itu agar informasi menjadi relevan ia harus tersedia bagi para pengambil keputusan sebelum
kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi keputusa-keputusan mereka (ketepatan waktu).
Keandalan, informasi akuntansi dapat diandalkan jika cukup terbebas dari kesalahan dan penyimpangan
merupakan suatu penyajian yang jujur. Supaya dapat diandalkan, informasi akuntansi harus memiliki tiga
karakteristik utama yaitu, dapat diperiksa, kejujuran penyajian, netralitas. Kualitas sekunder, informasi
mengenai suatu perusahaan lebih bergunan dibandingkan dengan informasi serupa mengenai perusahaan
lain (keterbandingan) dan dengan informasi serupa mengenai perusahaan yang serupa pada waktu yang
berbeda (konsistensi). Unsur-unsur dasar, suatu aspek penting dalam menetapkan struktur teoritis
adalah penetapan unsur-unsur atau definisi-definisi. Unsur-unsur laporan keuangan yang saat ini menjadi

istilah-istilah yang membentuk bahasa bsnis atau jargon akuntansi seperti; harta, kewajiban, ekuitas,
investasi oleh pemilik, pembagian kepada pemilik, laba komprehensif, pendapatan, beban, keuntungan,
kerugian.
Pada tingkat ketiga terdapat konsep pengakuan dan penilaian. profesi akuntansi terus menggunakan
konsep-konsep ini sebagai panduan operasi yang dipilih untuk mengidentifikasi asumsi-asumsi, prinsipprinsip, kendala-kendala dasar. Asumsi-asumsi dasar, terdapat empat asumsi dasar yang meliputi; 1)
Kesatuan ekonomi, 2) Asumsi perusahaan berjalan, 3) Unit moneter, 4) Periodisitas. Prinsip, terdapat
empat prinsip dasar akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang meliputi; 1) Biaya historis,
2) Pengakuan pendapatan, 3) Pencocokan, 4) Pengungkapan penuh. Kendala-kendala dalam memberikan
informasi dengan karakteristik kualitatif yang membuatnya berguna terdapat empat kendala yang harus
dipikiran yaitu; 1) Hubungan biaya manfaat, 2) Materialitas, 3) Praktek-praktek industry, 4)
Konservatisme