Anda di halaman 1dari 5

Sifat-Sifat Alkuna

a. Sifat Fisis Alkuna


Sifat fisis alkuna sama seperti sifat alkana, antara lain tidak larut dalam air.
Kepolaran alkuna > alkena > alkana.
Alkena dan alkuna tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar.
Sifat fisis alkuna, yakni titik didih mirip dengan alkana dan alkena. Semakin tinggi
suku alkena, titik didih semakin besar.
Pada keadaan standar , tiga suku pertama berwujud gas, suku berikutnya berwujud
cair sedangkan pada suku yang tinggi berwujud padat.
Semua alkuna berat jenisnya lebih kecil daripada air.
Alkuna merupakan senyawa yang nonpolar.

Sifat fisika alkuna secara umum mirip dengan alkana dan alkena, seperti :
1. Tidak larut dalam air
2. Alkuna dengan jumlah atom C sedikit berwujud gas, dengan jumlah atom C sedang
berwujud cair, dan dengan jumlah atom C banyak berwujud padat.
3. Berupa gas tak berwarna dan baunya khas
4. mudah teroksidasi atau mudah meledak.

Besarnya titik didih beberapa senyawa alkena diberikan pada table berikut.

Suku ke n

rumus molekul

nama

titik didih
(C/1 atm)

massa 1 mol dalam


g

2 C2H2

etuna

-82

26

3 C3H4

propuna

-23

40

4 C4H6

1-butuna

54

5 C5H8

1-pentuna

40

68

6 C6H10

1-heksuna

72

82

7 C7H12

1-heptuna

99

96

8 C8H14

1-oktuna

126

110

9 C9H16

1-nonuna

151

124

10

10 C10H18

1-dekuna

182

138

Alkuna sebagai hidrokakbon tak jenuh, memiliki sifat menyerupai alkena tetapi lebih reaktif.
Reaktiftas alkuna disebabkan karena terbongkarnya ikatan rangkap tiga dan membentuk senyawa
baru. Atas dasar ini maka reaksi alkuna umumnya reaksi adisi. Contoh reaksi adisi alkuna dengan
gas halogen, seperti gas bromine (Br2), klorine (Cl2) dan iodine (I2). Ikatan rangkap tiga terlepas
dan senyawa halogen masuk pada kedua atom karbon. Reaksi terus berlangsung sehingga
seluruh ikatan rangkapnya terlepas, dan membentuk senyawa haloalkana. Persamaan reaksi
ditunjukan pada Bagan 12.27.

Bagan 12.27. Reaksi adisi alkuna dengan halogen


Reaksi lainnya yaitu adisi dengan senyawa hidrogen menggunakan katalis Nikel, persamaan
reaksi dapat dilihat pada Bagan 12.28.

Bagan 12.28. Reaksi hidrogenasi 2-butuna dengan katalisator Nikel


Pemanfaatan Alkuna seperti pemanfaatan gas etuna (asetilena) untuk pengelasan. Gas asetilena
dibakar dengan gas Oksigen mengahsilkan panas yang tinggi ditandai dengan kenaikan suhu
sampai dengan 3000 C, sangat cocok untuk mengelas logam, perhatikan Gambar. Selain itu,
alkuna juga dapat dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan senyawa lain, karena senyawa
ini cukup reaktif.

Isomeri pada alkuna sama dengan isomer pada alkena, dimana sifat isomer terjadi karena
perpindahan ikatan rangkap sehingga isomer pada alkuna dan pada alkena disebut dengan isomer
posisi. Contoh isomer posisi adalah senyawa 2-butuna denga 1-butuna, perhatikan Gambar
Perlu kita ingat, isomer pada alkena terjadi karena perbedaan pada rantainya dan sering disebut
dengan isomer rantai.

Bagan Isomer senyawa 1-butuna dengan 2- butuna


Senyawa alkana dapat dibedakan dengan alkena dan alkuna. Pembedaan ini dapat dilakukan
dengan reaksi penambahan senyawa bromine (Br2). Reaksi adisi pada senyawa alkana tidak
terjadi. Sedangkan untuk senyawa alkena maupun alkuna terjadi reaksi Brominasi, peristiwa
reaksi ini dapat diikuti dengan mudah, senyawa alkana tidak memberikan perubahan warna
ditambahkan dengan senyawa Bromin yang berwarna merah, warna larutan akan tetap berwarna
merah.
Berbeda dengan senyawa alkena dan alkuna yang tidak berwarna bereaksi dengan bromin dan
terjadi reaksi adisi membentuk senyawa halida yang tidak berwarna, larutan akan tetap tetap
tidak berwarna dan terjadi senyawa alkena yang mengandung gugus bromide.
Jika reaksi ini terus dilanjutkan, maka reaksi adisi terjadi lagi dan terbentuk senyawa alkana yang
mengandung gugus bromide. Untuk lebih jelasnya perhatikan Bagan

Bagan . Reaksi brominasi sebagai pembeda antara alkana dengan alkena atau alkuna

b. Sifat Kimia Alkuna


1. Dengan jumlah C yang sama , alkuna lebih reaktif dibanding dengan alkana.
2. Reaksi adisi, mengubah ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal dengan
menambah atom lain.
a) Adisi alkena dengan hidrogen
CHCH2 + H2 CH2CH2 CH3CH3
etuna...........etena.....etuna

b) Adisi alkuna dengan halogen (F2 ,Cl2, Br2, I2 )


..............................................................Cl ....Cl
...............................................................I.......I
CH CH + Cl2 CH CH + Cl2 CHCH
.................................I.......I.....................I.......I
..............................Cl .....Cl ................Cl ....Cl
etuna ...................1,2-dikloroetena .....1,1,2,2 tetrakloro etana

c) Adisi alkuna dengan asam halida (HF, HCl, HBr, HI)


Berlaku hukum Markovnikov, atom H dari hidrogen halida masuk ke atom C
rangkap mengikat atom H lebih banyak.
......................................................................................................Cl

........................................................................................................I
CH3C CH + HCl CH3CCl CH2 + HCl CH3CCH3
...................................................................................................I
......................................................................................................Cl