Anda di halaman 1dari 11

AUDIT SIKLUS PENDANAAN JANGKA PANJANG

AUDIT SIKLUS PENDANAAN JANGKA PANJANG KELOMPOK 6 NAMA : Tria Silviawati Nurfalah 011401421 Rifky Dinulhaq 011401451

KELOMPOK 6

NAMA :

Tria Silviawati Nurfalah

011401421

Rifky Dinulhaq

011401451

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS WIDYATAMA

JL.CIKUTRA NO.204A,BANDUNG JAWA BARAT,4012

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang masih memberikan nafas kehidupan, sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan

makalah ini dengan judul AUDIT SIKLUS PENDANAAN JANGKA PANJANG”.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Auditing II. Akhirnya kami sampaikan terima kasih atas perhatiannya terhadap makalah ini, dan kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kami dan khususnya pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini.

Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan dari para pembaca guna peningkatan pembuatan makalah pada tugas yang lain dan pada waktu mendatang.

Hormat Kami,

Kelompok 6

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................................................1

BAB I PENDAHULUAN

3

......................................................................................................... BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................................4

  • 2.1 Pengertian Audit Pendanaan

...........................................................................................

4

  • 2.2 Siklus Audit Pendanaan

....................................................................................................

4

  • 2.3 Pengujian Substantif atas Saldo Utang Jangka Panjang

.................................................

4

  • 2.4 Pengujian Substantif atas Saldo Ekuitas Pemegang Saham

...........................................

7

BAB III PENUTUP

.................................................................................................................

10

................................................................................................................

10

3.1 Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Kegagalan audit yang seringkali terjadi banyak disebabkan oleh tidak dilaksanakannya prosedur audit yang penting atau tidak dievaluasinya bukti-bukti audit dengan benar. Perencanaan audit yang baik seringkali dapat mencegah jenis kesalahan ini. Kegagalan audit yang seringkali terjadi banyak disebabkan oleh tidak dilaksanakannya prosedur audit yang penting atau tidak dievaluasinya bukti- bukti audit dengan benar. Perencanaan audit yang baik seringkali dapat mencegah jenis kesalahan ini. Manajemen keuangan merupakan menajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan memilih sumber-sumber dana untuk membelanjakan aktiva tersebut.

Aktivitas bagian keuangan merupakan salah satu kegiatan fungsional utama di dalam operasional perusahaan yang merupakan serangkaian kegiatan dari seluruh sistem aktivitas bisnis. Pada aktivitas bagian keuangan, secara tidak langsung di dalamnya sudah termasuk aktivitas bagian-bagian lainnya, karena pada dasarnya setiap unit kegiatan membutuhkan dana atau biaya dari bagian keuangan. Oleh karena itu, fungsi bagian keuangan dalam suatu organisasi ditunjukkan untuk merencanakan, mengumpulkan, menganalisa, dan memonitor data dari seluruh aktivitas fungsional dalam suatu perusahaan.

Untuk memastikan adanya efektifitas dan transparansi penggunaan dana dalam suatu organisasi atau perusahaan, perlu dilakukan adanya suatu audit, khususnya audit pada manajemen fungsi keuangan. Audit manajemen fungsi keuangan dimaksudkan untuk mencari dan menemukan informasi tentang bagaimana rencana yang telah ditetapkan diwujudkan melalui berbagai kegiatan operasional yang disoroti khusus dari segi keuangan. Agar audit manajemen atas fungsi keuangan dapat mencapai sasarannya maka ada empat hal yang mutlak perlu mendapat perhatian, yaitu sasaran finansial perusahaan, perencanaan keuangan, organisasi dan pengawasan.

BAB II

PEMBAHASAN

  • 2.1 Pengertian Audit Pendanaan

Audit keuangan/ audit dana adalah audit terhadap laporan keuangan/dana suatu entitas (perusahaan atau organisasi) yang meliputi penerimaan dan pengeluaran yang akan menghasilkan pendapat (opini) pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut.

  • 2.2 Siklus Audit Pendanaan

Siklus pendanaan terhubung dengan siklus pendapatan dari penerbitan utang obligasi dan siklus pengeluaran ketika kas dikeluarkan untuk bunga obligasi, dividen, dan penarikan kembali atau pelunasan saham atau utang obligasi, dan pembelian saham masyarakat. Alur-alur yang digunakan dalam mencatat transaksi siklus pendanaan mencakup transaksi utang jangka panjang dan transaksi ekuitas pemegang saham.

Pertimbangan dalam perencanan audit meliputi:

  • 1. Materialitas : arti penting dari utang jangka panjang dalam posisi keuangan berbagai

perusahan dapat saja berbeda-beda. Pada umumnya di perusahaan, perbandingan utang jangka panjang terhadap total kewajiban dan ekuitas pemegang saham tidak material, tetapi pada perusahaan- perusahaan seperti PLN, perusahaan gas dan air minum utang jangka panjang bisa mencerminkan lebih dari 50% klaim atas total aktiva.

  • 2. Risiko bawaan : risiko salah saji dalam pelaksanaan dan pencatatan transaksi-transaksi siklus

keuangan biasanya rendah, dimana dalam kebanyakan perusahaan transaksi-transaksi siklus ini jarang terjadi kecuali untuk pembayaran bunga dan dividen, yang kadang-kadang ditangani oleh pihak luar. Disamping itu juga, transaksi-transaksi semacam ini kebanyakan membutuhkan otorisasi dari dewan komisaris dan pejabat perusahaan terlibat dalam pelaksanaannya.

  • 3. Risiko prosedur analitis : merupakan elemen risiko deteksi yang berupa kegagalan prosedur

analitis dalam mendeteksi kekeliruan material.

  • 4. Risiko pengendalian: dalam lingkungan pengendalian, tanggung jawab atas transaksi biasanya

dibebankan pada kepala departemen yang harus memiliki integritas dan kompetensi untuk melakukan

tugas-tugas.

  • 2.3 Pengujian Substantif atas Saldo Utang Jangka Panjang

Hutang Jangka Panjang adalah kewajiban sekarang yang timbul dari kegiatan atau transaksi yang lalu, yang jatuh temponya lebih dari satu tahun ditinjau dari tanggal neraca.

Hutang jangka panjang harus dijelaskan dengan cukup dalam neraca. Setiap jenis hutang jangka panjang harus disajikan secara terpisah di dalam neraca dan diberi catatan kaki yang cukup jika hal ini diperlukan. Umumnya hutang jangka panjang dipisahkan menjadi dua kelompok : hutang jangka panjang yang

ditarik dengan perjanjian tertulis dan hutang jangka panjang yang tidak disertai dengan perjanjian tertulis. Contoh hutang kelompok pertama adalah hutang bank dan hutang obligasi, sedangkan contoh hutang kelompok kedua adalah pengkreditan yan ditangguhkan (deferred credits), jaminan dari

pelanggan (customer's deposit),

hutang

garansi

produk.

Tujuan Pengujian Substantif Terhadap Hutang Jangka Panjang

  • 1. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan hutang

jangka panjang.

  • 2. Membuktikan bahwa saldo hutang jangka panjang mencerminkan kepentingan kreditur yang

ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan hutang

jangka panjang selama tahun yang diaudit.

  • 3. Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan

saldo hutang jangka panjang yang disajikan di neraca.

  • 4. Membuktikan bahwa hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca merupakan klaim

kreditur terhadap aktivitas entitas.

  • 5. Membuktikan kewajaran penilaian hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca.

  • 6. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan hutang jangka panjang di neraca.

Asersi dalam akun hutang jangka panjang dan akun penilainnya

  • 1. Keberadaan dan Keterjadian

Auditor membuktikan apakah saldo hutang jangka panjang mencerminkan kepentingan transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang selam tahun yang diaudit. Untuk mencapai tujuan tersebut, auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini :

Pengujian analitik, Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap otorisasi & kontrak penarikan hutang jangka panjang, dan Konfirmasi dari kreditur & bond trustee

  • 2. Kelengkapan

Untuk membuktikan bahwa hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca mencakup semua

kepentingan kreditur terhadap aktiva entitas pada tanggal neraca dan mencakup semua transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang dalam tahun yang diaudit, auditor melakukan berbagai

pengujian substantif

berikut

ini

:

Pengujian analitik, Pemeriksaan bukti transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya, dan Konfirmasi dari kreditur & bond trustee

  • 3. Penilaian

Penyajian di dalam neraca harus dengan penjelasan sebagaimana diatur dalam prinsip akuntansi tersebut. Dengan demikian untuk membuktikan asersi penilaian hutang jangka panjang yang dicantumkan pada neraca, auditor melakukan pengujian substantif berikut ini :

Prosedur audit awal, Pengujian analitik, Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang &

pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya, Konfirmasi dari kreditur & bond trustee, dan Penghitungan kembali biaya bunga.

  • 4. Kepentingan ( Stockholder's Interest )

Untuk membuktikan klaim kreditur atas aktiva entitas pada tanggal neraca, auditor melakukan

pengujian substantif

berikut

ini

:

Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya, dan Konfirmasi dari kreditur & bond trustee

  • 5. Penyajian dan Pengungkapan

Penyajian dan pengungkapan unsur - unsur laporan keuangan harus didasarkan pada PABU. Pengujian substantif terhadap hutang jangka panjang diarahkan untuk mencapai salah satu tujuan

membuktikan apakah unsur hutang jangka panjang telah disajikan dan diungkapkan oleh klien di neracanya sesuai dengan PABU. Satu - satunya pengujian substantif untuk membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan hutang jangka panjang di neraca adalah dengan membandingkan penyajian dan pengungkapan hutang jangka panjang di neraca yang diaudit dengan PABU melalui

berbagai

prosedur

berikut

ini

:

Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya,

Pemeriksaan terhadap klasifikasi hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo di dalam neraca, dan Pemeriksaan terhadap pengungkapan yang berangkutan dengan hutang jangka panjang

Pengujian Analitik Hitung Ratio

  • 1. Ratio Hutang dengan Total Aktiva Rumus :

Total Hutang/Total Aktiva

  • 2. Ratio Hutang dengan Ekuitas Rumus : Total Hutang/Total Ekuitas

  • 3. Ratio Times Interest Earned Rumus : Laba Bersih Usaha/Biaya Bunga Obligasi

  • 4. Ratio Biaya Bunga dengan Hutang Rumus : Biaya Bunga/Rerata Bunga

Ratio yang telah dihitung tersebut kemudian dibandingkan dengan harapan auditor, misalnya ratio tahun lalu, rerata ratio, atau ratio yang dianggarkan. Pembanding ini membantu auditor untuk mengungkapkan :

  • 1. Peristiwa atau transaksi yang tidak biasa

3.

Perubahan entitas

  • 4. Fluktuasi acak

  • 5. Salah saji

Pengujian Terhadap Transaksi Rinci

  • 1. Usut penerimaan uang dari penarikan hutang jangka panjang

  • 2. Mintalah konfirmasi mengenai hutang jangka panjang dari bank dan trust company

  • 3. Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembayaran bunga

  • 4. Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembayaran pokok pinjaman

  • 5. Periksa aktiva yang dijaminkan dalam penarikan hutang jangka panjang

  • 6. Periksa polis asuransi aktiva yang dijaminkan dalam penarikan hutang jangka panjang

  • 7. Periksa kepatuhan klien terhadap batasan - batasan yang dikenakan oleh kreditur

  • 8. Periksa dokumen yang mendukung transaksi treasury bond

  • 9. Verifikasi perhitungan bunga, amortisasi premi dan diskonto obligasi, dan hutang bunga obligasi

Pengujian Terhadap Akun Rinci

  • 1. Minta atau buatlah daftar hutang jangka panjang

  • 2. Minta atau pelajari copy trust indenture dan surat perjanjian penarikan kredit jangka panjang

  • 3. Periksalah kesesuaian penilaian hutang jangka panjang dengan PABU

  • 4. Hitung kembali amortisasi premi obligasi dan diskonto obligasi

Verifikasi Penyajian dan Pengungkapan

  • 1. Periksa klasifikasi hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo di dalam neraca

  • 2. Mintalah perjanjian hutang jangka panjang dan pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya

  • 3. Periksa penjelasan yang bersangkutan dengan hutang jangka panjang

2.4 Pengujian Substantif atas Saldo Ekuitas Pemegang Saham

Sebelum membahas pengujian substantive terhadap ekuitas pemegang saham, perlu diketahui lebih dahulu prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian ekuitas pemegang saham di neraca sebagai berikut :

1.

Modal saham Penjelasan yang lengkap terhadap akun modal saham harus dibuat di neraca

yang dapat disajikan dalam bentuk catatan kaki atau sebagai catatan atas laporan keuangan.

  • 2. Treasury stock Treasury stock

harus disajikan di neraca kelompok modal saham.

Jumlah

yang disajikan harus sebesar kosnya, sebagai pengurangan terhadap jumlah modal saham dan saldo laba.

  • 3. Saldo laba Perubahan saldo laba dalam tahun yang diaudit

dapat disajikan di dalam laporan

tersendiri yang disebut laporan perubahan saldo laba atau digabungkan dalam laporan laba rugi.

Pengujian substantif terhadap modal saham ditujukan untuk:

  • 1. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan

ekuitas pemegang saham,

  • 2. Membuktikan bahwa saldo modal saham mencerminkan kepentingan pemegang saham yang

ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan ekuitas

pemegang saham selama tahun yang diaudit,

  • 3. Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan

saldo ekuitas pemegang saham yang disajikan di neraca,

  • 4. Membuktikan bahwa saldo ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca merupakan

klaim pemilik terhadap aktiva entitas,

  • 5. Membuktikan kewajaran penilaian ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca,

  • 6. Membuktikan

kewajaran

dicantumkan di neraca.

penyajian

dan

pengungkapan

ekuitas

pemegang

saham

yang

BAB III

KESIMPULAN

Audit keuangan/ audit dana adalah audit terhadap laporan keuangan/dana suatu entitas (perusahaan atau organisasi) yang meliputi penerimaan dan pengeluaran yang akan menghasilkan pendapat (opini) pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut.

siklus pendanaan perusahaan mengeluarkan surat berharga saham atau obligasi (utang jangka panjang).

Pengujian Substantif atas Saldo Utang Jangka Panjang

Pengujian substantif terhadap utang jangka panjang ditujukan untuk:

  • 1. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan utang

jangka panjang,

  • 2. Membuktikan bahwa saldo utang jangka panjang mencerminkan kepentingan kreditur yang ada

pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan utang jangka

panjang selama tahun yang diaudit,

  • 3. Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan

saldo utang jangka panjang yang disajikan di neraca,

  • 4. Membuktikan bahwa utang jangka panjang yang dicantumkan di neraca merupakan klaim kreditur

terhadap aktiva entitas,

  • 5. Membuktikan kewajaran penilaian utang jangka panjang yang dicantumkan di neraca,

  • 6. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan utang jangka panjang yang dicantumkan di

neraca.

Pengujian substantif terhadap modal saham ditujukan untuk:

  • 1. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan ekuitas

pemegang saham,

  • 2. Membuktikan bahwa saldo modal saham mencerminkan kepentingan pemegang saham yang ada

pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan ekuitas

pemegang saham selama tahun yang diaudit,

  • 3. Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan

saldo ekuitas pemegang saham yang disajikan di neraca,

  • 4. Membuktikan bahwa saldo ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca merupakan

klaim pemilik terhadap aktiva entitas,

6. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca.