Anda di halaman 1dari 2

Sulfonamide

Merupakan antibiotika spektrum luas terhadap bakteri gram positrif dan negatif. Bersifat
bakteriostatik. Mekanisme kerja : mencegah sintesis asam folat dalam bakteri yang dibutuhkan
oleh bakteri untuk membentuk DNA dan RNA bakteri.Kombinasi sulfonamida : trisulfa
(sulfadiazin, sulfamerazin dan sulfamezatin dengan perbandingan sama),Kotrimoksazol
(sulfametoksazol + trimetoprim dengan perbandingan 5:1),Sulfadoksin + pirimetamin.
Penggunaan:
Infeksi saluran kemih : kotrimoksazol
Infeksi mata : sulfasetamid
Radang usus : sulfasalazin
Malaria tropikana : fansidar.
Mencegah infeksi pada luka bakar : silver sulfadiazine.
Tifus : kotrimoksazol.
Radang paru-paru pada pasien AIDS : kotrimoxazol
Sebaiknya tidak digunakan pada kehamilan teruama trimeseter akhir : icterus, hiperbilirubinemia
Efek Samping dan Toksisitas Sulfonamida
Sulfonamid mempunyai potensi untuk menyebabkan berbagai reaksi yang tidak diinginkan,
termasuk gangguan saluran kemih, gangguan haemopoietik,porfiriadanreaksi hipersensitivitas.
Ketika digunakan dalam dosis besar, sulfonamida dapatmenyebabkan reaksi alergi yang cukup
kuat. Dua reaksi alergi yang paling serius adalahsindrom Stevens-Johnson dan Lyell Sindrom
(juga dikenal sebagai epidermal toksiknekrolisis).
Efek Toksik Kotrimoksazol
Kotrimoksazol merupakan kombinasi dua obat antibiotik ( antibakteri ), yang terdiri dari
trimetoprim dan sulfametoksazol. Toksitasnya Kotrimoksazol dibagi menjadi dua, yaitu
toksisitas dari trimetoprim dan toksisitas sulfametoksazol. Toksisitas selektif sulfametoksazol
tergantung pada fakta bahwa sel-sel mamalia mengambil folat yang didapat dalam makanan,
tetapi bakteria yang rentan kekurangan kemampuan ini dan harus mensitesis folat.
Sulfametoksazol secara kompetitif menghambat enzim dihidropteroat sintetase dan mencegah
produksi folat yang dibutuhkan untuk sintesis DNA. Sulfametoksazol merupakan agen
bakteriostatik. Efek sampingnya yang paling paling sering adalah ruam, gagal ginjal, dan
diskrasia darah.
Trimetoprim bekerja pada jalur metabolik yang sama seperti sulfametoksazol, tetapi merupakan
inhibitor dihidrofolat reduktase. Trimetoprim bersifat toksik selektif karena afinitasnya terhadap
enzim bakteri 50.000 kali lebih besar daripada afinitasnya terhadap enzim manusia. Trimetoprim
banyak digunakan pada infeksi kemih. Kombinasi trimetoprim dan sulfametoksazol
( kotrimoksazol ) bisa menghasilkan aksi sinergik dan meningkatkan aktivitas melawan bakteri
tertentu.

Sulfametoksazol mengganggu proses enzim dihydropteroate synthetase dengan cara persaingan


substrat, sedangkan trimetoprim mengintervensi antara dihydrofolic acid dan dan tetrahydrofolic
acid dengan merintangi enzim dihydrofolate reductase yang mereduksi dihidrofolic acid menjadi
tetrahidrofolic acid. Sehingga, terhentinya sintesa asam folat ( sebagai bahan untuk sintesa purin
dan DNA / RNA ) akibatnya pembelahan sel bakteri dihentikan.