Anda di halaman 1dari 17

4/28/2016

El-505/ET-241
Mesin Elektrik I

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Rangkaian Ekuivalen Pendekatan Transformator


Model transformator yang ditunjukkan sebelumnya ternyata lebih kompleks
dari yang diperlukan untuk memperoleh hasil yang baik dalam penerapan
teknik praktis. Salah satu keluhan utama tentang model tersebut adalah
cabang eksitasi yang menambah simpul lain ke dalam rangkaian yang sedang
dianalisis, membuat solusi rangkaian lebih kompleks dari yang diharapkan.
Cabang eksitasi memiliki arus yang sangat kecil bila dibandingkan dengan arus
beban transformator. Dalam keadaan normal, arus ini begitu kecil sehingga
drop tegangan yang ditimbulkannya dapat diabaikan. Oleh karenanya
rangkaian ekuivalen yang disederhanakan dapat diperoleh dengan kinerja yang
tidak begitu berbeda dengan model aslinya. Cabang eksitasi hanya pindah ke
bagian depan dari transformator dan impedansi primer serta sekunder
terhubung secara seri. Kedua impedansi ini tinggal dijumlahkan dan
membentuk rangkaian ekuivalen pendekatan seperti ditunjukkan pada
Gambar 2-18(a) dan (b).

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Gambar 2-18.
(a) Model transformator pendekatan dilihat dari sisi primer;
(b) Model transformator pendekatan dilihat dari sisi sekunder

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Pada beberapa aplikasi, cabang eksitasi dapat diabaikan tanpa menyebabkan


error yang serius. Pada kasus ini, rangkaian ekuivalen transformator berubah
menjadi rangkaian sederhata seperti pada Gambar 2-18(c) dan (d).

Gambar 2-18.
(c) Model transformator pendekatan tanpa cabang eksitasi dilihat dari sisi primer;
(d) Model transformator pendekatan tanpa cabang eksitasi dilihat dari sisi sekunder

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Menentukan Nilai Komponen-komponen dalam Model Transformator


Adalah memungkinkan untuk menentukan nilai induktansi dan resistansi dari
model transformator. Pendekatan yang cukup baik dari nilai-nilai ini dapat
diperoleh dengan melakukan dua jenis pengujian, yaitu pengujian rangkaian
terbuka dan pengujian hubung-singkat.
Pengujian Rangkaian Terbuka (Open-circuit Test)
Belitan sekunder trafo (sebaiknya dilakukan di sisi TT) dalam keadaan terbuka
(open-circuited), dan belitan primer (di sisi TR) dihubungkan dengan tegangan
saluran rating. Seluruh arus masuk akan mengalir melalui cabang eksitasi dari trafo.
Elemen seri RP dan XP terlalu kecil bila dibandingkan terhadap RC dan XM untuk
menimbulkan drop tegangan. Jadi pada dasarnya seluruh tegangan masuk akan
drop di sepanjang cabang eksitasi.

Koneksi pengujian rangkaian-terbuka ditunjukkan pada Gambar 2-19.


Tegangan saluran penuh diterapkan pada belitan primer tegangan masuk,
arus masuk dan daya masuk diukur. Maka, faktor daya dari arus masuk dan
besar serta sudut impedansi eksitasi dapat dihitung.

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Gambar 2-19. Koneksi untuk pengujian rangkaianterbuka pada transformator

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Untuk mendapatkan nilai RC dan XM, cara yang paling mudah adalah dengan
mencari admitansi cabang.
Konduktansi resistor rugi-inti diberikan oleh,

dan suseptansi dari induktor magnetisasi,

Total admitansi eksitasi,

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Magnitude dari admitansi eksitasi (dilihat dari sisi primer) dapat ditentukan
dari tegangan dan arus pengujian rangkaian-terbuka:

Sudut admitansi dapat dicari dari faktor daya rangkaian. Faktor daya
rangkaian-terbuka diberikan oleh

dan sudut faktor daya diberikan oleh

Faktor daya untuk transformator real selalu lagging, oleh karenanya sudut arus
selalu tertinggal derajat terhadap tegangan. Oleh karenanya, admitansi YE
adalah

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Persamaan ini dapat dinyatakan dalam bentuk bilangan kompleks sehingga nilai
RC dan XM dapat ditentukan.
Pengujian Hubung Singkat (Short-circuit Test)
Terminal sekunder (sebaiknya dilakukan di sisi TR) dihubung-singkat, dan
terminal primer (di sisi TT) dihubungkan ke sumber tegangan yang relatif
rendah. Tegangan masuk diatur hingga arus di belitan hubung-singkat sama
dengan nilai ratingnya. Yakinkan bahwa tegangan primer berada pada level
yang aman. Tegangan, arus dan daya masuk selanjutnya diukur.

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Gambar 2-20. Koneksi untuk pengujian rangkaian


hubung-singkat pada transformator
Karena tegangan masuk selama pengujian relatif rendah, arus yang mengalir
melalui cabang dapat diabaikan sehingga eksitasi cabang dapat diabaikan. Jadi,
magnitude impedansi seri dilihat dari sisi primer,

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Faktor daya dari arus diberikan oleh,

sehingga sudut faktor daya ,

Impedansi seri
Impedansi seri ini sama dengan

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Contoh 2.2(a). Akan dibuat rangkaian impedansi ekuivalen dari transformator


20-kVA, 8000/240-V, 60-Hz. Pengujian rangkaian-terbuka dan hubung-singkat
dilakukan pada sisi primer dari transformator, dan diperoleh data berikut:

Cari impedansi rangkaian ekuivalen pendekatan dilihat dari sisi primer, dan
gambarkan rangkaiannya.

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Jawaban:
Faktor daya selama pengujian rangkaian-terbuka,

Admitansi eksitasi diberikan oleh

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Oleh karenanya,

Faktor daya selama pengujian rangkaian hubung-singkat,

Impedansi seri diberikan oleh

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Selanjutnya diperoleh resistansi dan reaktansi ekuivalen


Rangkaian ekuivalen penyederhanaan yang dihasilkan ditunjukkan pada Gambar
2-21(a).

Gambar 2-21(a). Rangkaian ekuivalen pada contoh 2-2(a).

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Contoh 2.2(b). Data berikut diperoleh dari trafo distribusi 20-kVA, 50-Hz,
2000/200-V:
Uji rangkaian terbuka
(sisi TT dibuka)
Uji hubung singkat
(sisi TR dihubung singkat)

Tegangan (V) Arus (A) Daya (W)


200

120

60

10

300

Gambar rangkaian ekuivalen pendekatan trafo masing-masing dilihat dari sisi


TT dan sisi TR.

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I


Jawaban:
Pengujian rangkaian terbuka (di sisi TR)

Rasio lilitan,
Dilihat dari sisi TT,

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Pengujian hubung-singkat (di sisi TT)

Dilihat dari sisi TR,

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Rangkaian ekuivalen dilihat dari sisi TT ditunjukkan pada Gambar 2-21(b) dan
dari sisi TR pada Gambar 2-21(c).

Gambar 2-21 Rangkaian ekuivalen pada contoh 2-2(b) dilihat dari sisi
primer (b) dan dari sisi sekunder (c).

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

6. SISTEM PER-UNIT
Pada saat melakukan analisis mesin elektrik (atau sistem tenaga elektrik),
merupakan hal yang umum untuk menyatakan tegangan, arus, VA dan
impedansi dalam per unit (pu) (atau persentase) terhadap nilai dasar (base) dari
besaran tersebut.
Nilai per-unit dari suatu besaran didefinisikan sebagai

Sekalipun nila dasar (base) dapat dipilih secara sembarang, biasanya dipilih nilai
pengenal (rating) dari peralatan sebagai nilai dasarnya. Sudah menjadi
kebiasaan untuk memilih dua besaran dasar untuk mendefinisikan sistem perunit. Besaran yang paling sering dipilih sebagai besaran dasar adalah tegangan
dan daya. Sekali besaran dasar ini telah dipilih, besaran dasar lain dapat
ditentukan berdasarkan persamaan-persamaan listrik yang berlaku.

10

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Dalam sistem listrik satu fasa, berlaku hubungan

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Contoh 2.3. Suatu sistem tenaga sederhana ditunjukkan pada


Gambar 2-22. Sistem ini terdiri dari generator 480-V yang
terhubung dengan transformator step-up ideal 1 : 10, saluran
transmisi, transformator step-down ideal 20 : 1, dan beban.
Impedansi saluran transmisi adalah 20 + j60 , dan impedansi
beban 1030o. Nilai dasar (base) untuk sistem ini dipilih 480 V
dan 10 kVA pada generator.
(a) Tentukan nilai dasar tegangan, arus, impedansi, dan daya
semu pada setiap titik dalam sistem tenaga tersebut.
(b) Ubah sistem ini ke dalam rangkaian ekuivalen per-unit.
(c) Hitung daya yang dicatu ke beban pada sistem ini.
(d) Hitung daya yang hilang pada saluran transmisi.

11

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Gambar 2-22 Sistem tenaga untuk Contoh 2-3.


Jawaban:
(a) Dalam daerah generator, Vbase = 480 V dan Sbase = 10 kVA, sehingga

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Rasio lilitan transformator T1 adalah a = 1/10 = 0,1, sehingga tegangan dasar di


daerah saluran transmisi adalah

Besaran dasar lainnya,

Rasio lilitan transformator T2 adalah a = 20/1 = 20, sehingga tegangan dasar di


daerah beban adalah

12

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Besaran dasar lainnya,

(b) Untuk mengubah sistem tenaga ke sistem per-unit, masing-masing


komponen harus dibagi dengan nilai dasarnya yang sesuai dengan
daerahnya. Tegangan generator dalam pu adalah nilai aktual tegangan
generator dibagi dengan nilai dasarnya:

Impedansi saluran transmisi dalam pu,

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Impedansi beban dalam pu,

Rangkaian ekuivalen per-unit dari sistem ini ditunjukkan pada Gambar 2-23.

Gambar 2-23. Rangkaian ekuivalen per-unit untuk


Contoh 2-3.

13

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

(c) Arus yang mengalir dalam per-unit sistem tenaga ini adalah

Daya beban dalam pu,


Daya aktual yang dicatu ke beban,

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

(d) Rugi daya saluran transmisi dalam per-unit


dan rugi daya aktual dalam saluran transmisi tersebut,

Bila hanya satu peralatan (transformator atau motor) yang dianalisis, ratingnya
sendiri biasanya digunakan sebagai dasar untuk sistem per-unit. Jika digunakan
sistem per-unit yang menggunakan rating transformator itu sendiri sebagai
dasar, karakteristik transformator daya atau distribusi tidak akan berubah
banyak melebihi rentang yang lebar dari rating tegangan atau daya. Sebagai
contoh, reaktansi seri dari transformator biasanya sekitar 0,01 per unit dan
reaktansi seri biasanya antara 0,02 dan 0,10 per unit. Secara umum, semakin
besar transformator, semakin kecil impedansi seri. Reaktansi magnetisasi
biasanya antara 10 dan 40 pu, sedangkan resistansi rugi-inti antara 50 dan 200
pu.

14

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Karena
nilai
per-unit
memberikan cara yang
nyaman dan berarti untuk
membandingkan karakteristik transformator bila
ukurannya berbeda, impedansi transformator biasanya diberikan dalam perunit atau sebagai persentase dari nameplate transformator.

Gambar 2-24. (a) Tipikal transformator distribusi 13,2 kV ke 120/240-V


(General Electric). (b) Potongan bagian dalam transformator distribusi.

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Jika lebih dari satu mesin dan satu transformator dalam suatu sistem tenaga
listrik, tegangan dan daya dasar sistem dapat dipilih secara sembarang, tetapi
seluruh sistem harus memiliki dasar yang sama. Satu prosedur umum yang
biasa digunakan adalah memilih besaran dasar sistem yang sama dengan nilai
dasar dari komponen terbesar dalam sistem. Mengubah nilai dasar dari satu ke
yang lainnya dapat menggunakan persamaan berikut

15

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Contoh 2.4. Gambar rangkaian ekivalen pendekatan dalam per-unit untuk


transformator dalam Contoh 2-2(a). Gunakan rating transformator sebagai
dasar sistem.
Jawaban:
Transformator pada Contoh 2-2(a) memiliki rating 20 kVA, 8000/240 V.
Rangkaian ekuivalen pendekatan (Gambar 2-21) pada contoh tersebut
merupakan rangkaian ekuivalen dilihat dari sisi tegangan tinggi dari
transformator, sehingga untuk mengubahnya ke pu, impedansi dasar rangkaian
primer harus dicari. Pada sisi primer,

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Karenanya,

Rangkaian ekuivalen pendekatan dinyatakan dalam nilai dasar transformator itu


sendiri ditunjukkan pada Gambar 2-25.

16

4/28/2016

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

Gambar 2-25. Rangkaian ekuivalen per unit untuk Contoh 2.24.

El-505/ET-241 Mesin Elektrik I

17