Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PENDIDIKAN DAN KOMPETENSI

NAMA
NIM

: ALIP ADNAN
: 43216310007

KELAS

: AKUTANSI REGULER II

DOSEN PENGAMPU : AHMAD LUTFI, SS, MM

FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
BEKASI
2016

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang sampai saat ini masih
berkenan memberikan kepercayaan-Nya kepada kita semua untuk menikmati segala karuniaNya, dan hanya dengan qudrat dan iradat-nyalah saya dapat menyelesaikan makalah
pendidikan dan kompetensi sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Adapun makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan agama islam.
Semoga dengan penyusunan makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman diri
saya dan pembaca tentang pendidikan dan kompetensi. Demi kesempurnaannya, saya selalu
mengharapkan adanya saran dan masukan dari berbagai pihak.

Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak dosen Ahmad Lutfi, SS, MM
yang telah memberikan tugas makalah ini sebagai pengetahuan saya dan kepada semua pihak
yang telah mendukung hingga terselesaikannya makalah ini.

Harapan saya semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi saya
sendiri dan bagi siapa saja yang membacanya.

Bekasi, 1 November 2016

Alip Adnan

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................2
DAFTAR ISI.......................................................................................................................3
BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................................................4
B. Rumusan masalah..................................................................................................4
C. Tujuan.....................................................................................................................4
BAB II: PEMBAHASAN
A. Definisi pendidikan dan IPTEK...........................................................................5
B. Perlunnya penguasaan IPTEK.............................................................................6
C. Perintah untuk menguasai IPTEK......................................................................8
BAB III: PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................11

BAB I
3

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dunia dewasa ini mengalami kemajuan yang tak terbendung diseluruh sektor kehidupan.
Tak terkecuali bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang biasa kita kenal dengan istilah
iptek. Dikalangan generasi muda, ada semacam perkataan bagi mereka yang menguasai
dan tidak menguasai iptek. Mereka yang kurang menguasai teknologi dengan baik harus
berbesar hati mendapat julukan gaptek dan jadul. Julukan ini sebetulnya menjadi biasa
tatkala kita tidak menanggapinya dengan serius, tetapi akan menjadi motivasi besar jika kita
renungkan lebih dalam karena penguasaan teknologi dizaman yang sudah serba canggih ini
sangat dibutuhkan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi
memang berdampak positif, yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Berbagai
sarana modern industri, komunikasi, transportasi, terbukti amat bermanfaat. Tapi di sisi lain,
tak jarang iptek juga berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan
dan martabat manusia.
Disinilah, hubungan pendidikan islam sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting
untuk ditengok kembali, agar hal yang demikian tidak terjadi lagi dimasa mendatang. Dalam
penyusunan makalah ini kami mempunyai beberapa tujuan, diantaranya adalah pemenuhan
tugas mata kuliah pendidikan agama islam, untuk mempelajari alasasn umat islam dalam
meningkatkan iptek terkait dengan kondisi tuntutan tenaga kerja dan globalisasi.perintah
umat islam untuk mempelajari iptek, dan cara menguasai iptek.
B.

Rumusan masalah
Apakah definisi pendidikan Islam dan IPTEK?
Memahami alasan mengapa umat islam harus menguasai IPTEK
Menguraikan perintah allah untuk mempelajari iptek

C. Tujuan
Mahasiswa dapat mengetahui maksud, tata cara, perintah islam menguasai iptek, dan
meningkatkan iptek terkait dengan kondisi tuntutan tenaga kerja dan globalisasi.

BAB II
4

PEMBAHASAN
A. Definisi Pendikan Islam Dan Iptek
Menurut Drs. Ahmad D. Marimba, yaitu bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan
hukum-hukum agama islam menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran
islam. Sedangkan menurut Athiyah Al Abrasy, pendidikan islam adalah mempersiapkan
manusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya,
sempurna budi pekertinya, pola pikirnya teratur dengan rapi, perasaan halus, profesional
dalam bekerja dan manis tutur sapanya.
Jadi definisi pedidikan Islam adalah, pengenalan dan pengakuan yang secara berangsurangsur ditanamkan dalam diri manusia, tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu
didalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan
tempat tuhan yang tepat didalam tatanan wujud dan kepribadian.
IPTEK merupakan singkatan dari dua materi yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keduanya menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan karena saling mendukung satu sama
lain. Teknologi merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang berkembang secara mandiri,
menciptakan dunia tersendiri. Akan tetapi teknologi tidak mungkin berkembang tanpa
didasari ilmu pengetahuan yang kokoh. Maka tekologi dan ilmu pengetahuan menjadi satu
kesatuan yang tak terpisahkan.
Menurut Iskandar Alisyahbana (1980), teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun
yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur, dam lebih
sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah
teknologi

belum

digunakan.

Istilah teknologi berasal dari techne atau cara dan logos atau pengetahuan. Jadi secara harfiah
teknologi dapa diartikan pengetahuan tentang cara. Sedangkan pengertian teknologi sendiri
adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan
alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh
anggota tubuh, panca indera dan otak manusia.

B. Perlunya Penguasaan IPTEK


5

Indonesia adalah negara besar dengan sumber daya manusia (SDM) yang sangat
melimpah. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 yang dilakukan BPS, jumlah
penduduk Indonesia mencapai 237.641.326 orang dimana 87,18% adalah umat islam.
Bahkan sejak tahun 2012 kondisi kependudukan masuk kedalam fase bonus
Demografi dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar daripada jumlah penduduk
usia non produktif. Fase bonus Demografi tersebut akan mengalai puncaknya pada tahun
2028 yang sangat besar.
Jika bonus Demografi ini bisa dimanfaatkan secara optimal maka tidk menutupi
kemungkinan target indonesia menjadi kekuatan ekonomi nomor 5 terbesar dunia pada
tahun 2030 bisa tercapai lebih cepat. Pada tahun 2030 Indonesia targetkan sudah menjadi
negara maju dengan pendapatan per kapita mencapai US$22.500. Langkah Indonesia saat
ini telah berada pada track yang benar. Indonesia sudah masuk jajaran 16 besar ekonomi
dunia dengan tingkat pendapatan per kapita sudah lebih besar dari US$3.500 atau sudah
masuk katagori pendapatan menengah (midle income).
Namun, untuk menjadi SDM yang produktif diperlukan pra syarat yang harus
dipenuhi. Jika pra syarat tidak terpenuhi maka bonus ini akan berbalik menjadi bencana
demografi yang sangat besar. Salah satu cara menjadikan mereka produktif adalah dengan
menguasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Jika penduduk usia produktif ini
tidak bisa menguasi IPTEK maka konsekuensinya mereka akan menjadi beban tambahan
bagi indonesia dan pada akhirnya akan menjadi beban tambahan bagi Indonesia.
Temuan-temuan IPTEK sebenarnya suatuyang dicipakan untuk membawa kemudahan
bagi manusia. Teknologi pertanian, umpamanya telah membuat penghasialan pertanian
dapan dimaksimalkan dan dilipatgandakan melalui teknologi intensifikasi, begitu juga
dengan bidang-bidang lainnya. Dengan teknologi yang semakin baik, manusia juga
semakin berbuat banyak, karena tingkat efektifitas dan efisiensi tinggi yang terkandung
dalam teknologi itu sendiri.
Sejak ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang, perjalanan umat manusia
mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat pesat. Demikian juga kemajuan
peradaban nampak dalam pola hidup dan interaksi antar manusia, dimana hubungan
pergaulan antar sesama manusia semakin baik, halus, akrab, bersahabat dan sebangainya.

Semakin tingginya tingkat IPTEK dan semakin majunya peradaban, maka tuntutan
dunia kerja juga semakin tinggi dan kompetitif. Hanya orang yang selalu mau dan
berusaha meningkatkan kemampuan profesionalnya yang mampu bertahan dan maju
terus.
Pada saat ini, apapun pekerjaanya menuntut kemampuan profesional yang semakin
baik. Jadi profesionalisme yang dimaksud tidak terbatas pada ahli bidangnya, tapi juga
terbit dengan aspek kepribadian seseorang secara lunas.
Terkait tuntutan profesionalitas, maka ada beberapa fakta yang perlu dicermati
terutama oleh umat islam dan mahasiswa pada kususnya:
1. Fakta yang terjadi saat ini adalah bahwa harapan atau keinginan masyarakat
terhadap sesuatu produk dan jasa mengalami perubahan dan berkembang terus
menerus. Contohnya, dalam hal sebuah produk tertentu: asal ada, tetapi lama
kelamaan berkembang menjadi mudah dijangkau karena dekat tempat tinggalnya,
selain murah, berkualitas, aman digunakan, kemasannya ramah lingkungan dan
seterusnya.
2. Konfigurasi tenaga kerja. Secara tradisiona, tenaga kerja lebih dekat dengan kaum
pria, sekarang hal ini sudah banyak mengalami perubahan. Dominasi kaum pria
sudah menghilang, bahkan beberapa jenis pekerjaan dapat dilakukan oleh kaum
wanita dengan lebih baik. Ini berarti membuka peluang bagi kaum wanita untuk
bekerja diberbagai sektor.
3. Terobosan di bidang teknolog. Kemajuan yang sudah diambil alih oleh teknologi.
Kita tahu bahwa hasil kerja dengan menggunakan teknologi akan jauh lebih baik,
lebih cepat, lebih akurat dan sebagainya. Penggunaan sum ber daya manusia
sudah semakin berkurang. Yang dibutuhkan adalah; selain perangkat teknologi itu
sendiri, adalah orang-orang lebih mampu mengoperasikan penggunaan dan
peningkatan teknologi untuk meningkatkan produktifitas.
4. Globalisasi ekonomi. Dalam era globalisasi ini, persaingan merupakan pemicu
perubahan nasional dan perusahaan-perusahaan multinasional. Perusahaan
multinasional memiliki ciri-ciri: penguasaan teknologi yang canggimodal kerja
yang besar, menajemen yang profesional, penghasilan besar, produk yang sangat
seragam, karyawan yang berasal dari berbagai negara, penguasaan pasar yang
luas, dan berbagai keunggulan lainnya.

Situasi tersebut diatas tentu menimbulkan berbagai tuntutan terhadap profesionalitas


yang semakin meningkat. Hanya mereka yang mampu mengkuti pekembangan
kebutuhan, harapan dan keinginan yang terus menerus berubah, serta mampu
memrnuhinya yang akan mampu memenuhinya. Dan yang akan mampu mendapatkan
kesempatan, bertahan, dan mampu berkembang.
Dan jawaban yang tepat untuk menghadapi situasi semacam ini adalah meningkatkan
ilmu, profesionalisme, dan mempunyai akhlak yang baik.

C. Perintah untuk Menguasai IPTEK


Pada saat ini tuntutan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing
tinggi terkait erat dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang cepat dan semakin
tingginya persaingan di berbagi sektor. Sebagai contoh, anda saat ini dapat meliht
persaingan acara mencari bakat di TV nasional seperti D. Academy, X-Factor, The Voice
dan lain-lain. Di industri mobil ada persaingan antara Honda dan Toyota. Dan di industri
penerbangan ada garuda indonesia, lion air, adam air, air asia dan lain-lain .
Negara Indonesia pada saat ini lebih menjadi target pasar bagi industri lain. Industri
mobil dan elektronik dikuasi oleh Jepang dan Korea, industri pangan dan pertanian oleh
Thailand, dan industri jasa oleh Singapura.
Perkembangan industri di Indonesia saat ini masih sebatas industri yang padat karya
seperti tekstil dan elektronika. Industri demikian sedikit teknologi, namun padat karya.
Artinya, SDM yang mempunyai kemampuan intelektualitas yang baik dan berdaya kerja
positif.
Perintah kepada umat islam untuk menguasi IPTEK sudah sejak wahyu pertama yang
diterima oleh Nabi Muhammad SAW;
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah, Tuhanmulah yang maha pemurah. Yang mengajarkan
manusia dengan perantaraan kalam, Dia mengajarkan manausia apa yang tidak
diketahuinya
(QS Alaq:1-5)
Firman Allah dalam Al-Alaq tersebut, sebenarnya perintah kepada umat islam untuk
menguasai IPTEK. Perintah adalah Iqra yang berati bacalah, kata ini terambil dari akar
kata yang berati menghimpun. Dari arti menghimpun ini lahir aneka makna seperti
menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu dan membaca
teks tertulis maupun tidak. (M.Quraish Shihab,1996).
Allah memerintahkan umat isla untuk membaca, meneliti dan mengetahui. Yang harus
kita baca adalah ayat-ayat Allah, diantaranya:

1. Ayat yang tertulis, yaitu ayat yang terdapat pada Al-Quran. Kita diminta untuk
membaca, mengerti, memahami serta melaksanakan apa saja yang terdapat di AlQuran sebagai ketentuan Allah.
2. Ayat yang tercipta, yaitu segala sesuatu yang diciptakan Allah yang meliputi
seluruh alam semsta seperti bumi, langit , binatang, matahari, bulan, tumbuhtumbuhan, gunung dan sebagainya.
Manusia

menurut

Al-Quran,

memiliki

potensi

untuk

meraih

ilmu

dan

mengembangkan nya dengan seizin Allah. Karena itu dalam Al-Quran banyak selalu
bertebaran ayat yang memerintahkan manusia menguasai ilmu.
Sesungguhnya ilmu pengetahuan mesti dipahami dengan cara yang benar, sehingga
tidak bertentangan dengan maksud ayat yang diturunkan Allah SWT. Pleh karena itu,
Imam Hasan Al-Basri memperingatkan orang yang tekun beribadah dan beramal, tetapi
tidak membetenginya dengan ilmu pengetahuan dan pemahaman tidak banyak berarti.
Orang yang beramal tetapi disertai dengan ilmu pengetahuan tentang itu, bagaimana
orang melangkahkan kaki tetapi tedak meniti jalan yang benar.norang yang melakukan
sesuatu tetapi tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu itu, maka dia akan membuat
kerusakan yang lebih banyak daripada perbaikan yang dilakukan. Carilah ilmuselama ia
tidak mengganggu ibadah yang engkau lakuakan. Dan beribadahlah selama ibadahmu
tidak mengganggu pencarian ilmu pengetahuan, karena ada sebagian kaum muslimin
yang melakukan ibadah, tetapi mereka meninggalkan pencarian ilmu pengetahuan,
sehingga mereka keluar dengan pedang untuk membunuh umat Muhammad SAW. Kalau
mereka mau mencari ilmu pengetahuan, niscaya mereka tidak akan melakukan seperti
apa yang mereka lakukan itu
Dari riwayat tersebut, jelaslah bagi kita untuk menyeimbangkan antara ibadah dan
mencari ilmu.

BAB III
PENUTUP
9

KESIMPULAN
Ilmu pengetahuan dan teknologi dizaman yang sudah serba canggih ini sangat
dibutuhkan. Teknologi merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang berkembang secara
mandiri. Teknologi tidak mungkin berkembang tanpa didasari ilmu pengetahuan yang kokoh.
Maka dari itu teknologi dan ilmu pengetahuan menjadi kesatuan yang tak terpisahkan.
Di era globalisasi ini sangat di perlukan penguasaan IPTEK,dengan tuntutan harus
profesionalitas. Fakta yang perlu dicermati ialah harapan atau keinginan masyarakat terhadap
sesuatu produk dan jasa mengalami perubahan dan berkembang terus menerus. Situasi
tersebut

tentu menimbulkan berbagai tuntutan terhadap profesionalitas yang semakin

meningkat,oleh karenana untuk menghadapi situasi semacam ini adalah meningkatkan ilmu,
profesionalisme, dan mempunyai akhlak yang baik.
Perintah kepada umat islam untuk menguasi IPTEK sudah sejak wahyu pertama yang
diterima oleh Nabi Muhammad SAW;
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah, Tuhanmulah yang maha pemurah. Yang mengajarkan
manusia dengan perantaraan kalam, Dia mengajarkan manausia apa yang tidak
diketahuinya
(QS Alaq:1-5).
Dan juga perintah lain untuk menguasai IPTEK tapi tidak juga meninggalkan ibadahnya, kita
di suruh untuk menyeimbangkan antara ibadah dan mencari ilmu.
Dan beribadahlah selama ibadahmu tidak mengganggu pencarian ilmu pengetahuan,
karena ada sebagian kaum muslimin yang melakukan ibadah, tetapi mereka meninggalkan
pencarian ilmu pengetahuan, sehingga mereka keluar dengan pedang untuk membunuh umat
Muhammad SAW. Kalau mereka mau mencari ilmu pengetahuan, niscaya mereka tidak akan
melakukan seperti apa yang mereka lakukan itu.

DAFTAR PUSTAKA
10

http://yusufyukie.blogspot.co.id/2012/09/pendidikan-islam-dan-iptek-kapita.html
Dr. Ir. H. Purwanto, SK., M.Si.; H. Jazuli suryadi, S.Ag., M.Si.; Agus herta sumarto, SP.,
M.Si. 2016. etika membangun masyarakat islam modern edisi 3, Yogyakarta; GRAHA
ILMU.

11