Anda di halaman 1dari 6

BAB II.

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Jeruk
Buah jeruk merupakan salah satu jenis buah-buahan yang paling banyak
digemari oleh masyarakat kita. Buah jeruk selalu tersedia sepanjang tahun, karena
tanaman jeruk tidak mengenal musim berbunga yang khusus. Disamping itu
tanaman jeruk dapat ditanam dimana saja, baik di dataran rendah maupun di
dataran tinggi. Walaupun populasi tanaman mengalami peningkatan yang tajam,
namun sampai saat ini produk buah jeruk belum memenuhi harapan. Hal ini
disebabkan oleh terbatasnya pengetahuan para petani dalam hal bercocok tanam
jeruk yang benar dan cara menangani proses pengolahan setelah dipanen.
Disamping itu tanaman jeruk dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, karena
memiliki nilai ekonomis (AKK, 1994).
Tanaman jeruk dapat ditanam pada semua jenis tanah, pH sekitar 5-6 dan
cukup air serta bahan organis. Perkembangbiakan yang baik dengan okulasi atau
sambungan dan sebagai batang pokok dipilih yang sesuai. Buah jeruk manis
mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi, banyak mengandung vitamin C untuk
mencegah penyakit sariawan dan menambah selera makan. Selain vitamin C,
Buah jeruk mengandung vitamin dan mineral lainnya yang berguna untuk
kesehatan. Bila kita makan jeruk manis setiap hari, maka tubuh akan sehat
(Iskandar,2010).
Dibawah ini merupakan kadar vitamin dan zat mineral lainnya pada setiap
100 gram buah jeruk.
Tabel 1. Kandungan vitamin dan zat mineral lainnya setiap 100 gram buah jeruk
Kandungan/Kadar
Vitamin A (I.U.)
Vitamin B (I.U.)
Vitamin C (I.U.)
Protein (gram)
Lemak (gram)
Hidrat arang (gram)
Besi (mgr)
Kapur (mgr)
Phospor (mgr)
Sumber : David, 2007

Keprok
400,0
60,0
60,0
0,5
0,1
8,0
40,0
20,0

Jenis Jeruk
Manis
Nipis
200,0
60,0
60,0
30,0
40,0
0,5
0,5
0,1
10,0
3,0
0,3
0,1
40,0
10,0
20,0
10,0

Grape Fruit
60,0
50,0
0,5
4,0
0,1
20,0
20,0

2.2 Jenis-jenis Jeruk


Varietas jeruk manis cukup banyak, diantaranya jeruk manis nanas, puser,
merah darah, tidak asam, batu, Hamlin, Shamouti, Tenerife, Thomson, Australia,
Brasil, dan Sunkist. Seringkali jeruk manis disebut pula dengan nama daerah
asalnya, misalnya jeruk manis batu karena asalnya dari Batu (Pracaya, 2003).
Menurut AKK (1994) jenis-jenis jeruk yang ada di Indonesia cukup banyak,
antara lain sebagai berikut :
a. Jenis jeruk manis (Citrus Aurantium L)
Jeruk manis (Citrus sinensis), yang mempunyai ciri tanaman perdu dengan
ketinggian 3- 10 meter, ranting berduri; duri pendek berbentuk paku. Tangkai
daun panjang 0,5 3,5 cm. helaian daun bulat telur, elliptis atau memanjang,
dengan ujung tumpul atau meruncing tumpul. Mahkota bunga putih atau putih
kekuningan. Buah bentuk bola, atau bentuk bola tertekan berwarna kuning,
oranye atau hijau dengan kuning. Daging buah kuning muda, oranye kuning
atau kemerah-merahan dengan gelembung yang bersatu dengan yang lain
(Steenis, 1992) Jeruk manis mempunyai rasa yang manis, kandungan air yang
banyak dan memiliki kandungan vitamin C yang tinggi (berkisar 27-49 mg/100
gram daging buah).
b. Jenis jeruk keprok (Citrus Reticula Balnco atau Citrus Nobilis)
Tanaman jeruk keprok (Citrus nobilis Lour.) diduga berasal dari Asia Tenggara,
kemudian menyebar ke seluruh dunia terutama di daerah subtropis. Jeruk
keprok tumbuh baik di dataran tinggi yaitu lebih dari 700 m dpl. Saat ini,
keprok dataran tinggi yang masih tetap bertahan adalah keprok Takengon di
Aceh, keprok Soe di Nusa Tenggara Timur, dan keprok Brastagi di Sumatera
Utara. Jeruk keprok baru mulai berbuah pada umur 3 tahun. Buah dan
produktivitas jeruk keprok akan mencapai titik optimum setelah berumur di
atas 10 tahun (Rahardi, 2004). Jeruk keprok memiliki daun berwarna hijau
muda pada permukaan bawah tangkai. Buah jeruk tergolong buah sejati
tunggal dan berdaging (Soelarso, 1996). Jeruk keprok dikenal dengan daging
buah berwarna oranye dan kulitnya mudah dikupas. Rasanya manis atau asam
manis. Jumlah bijinya biasanya tidak terlalu banyak. Warna jeruk masak adalah
oranye. Jeruk keprok disebut juga mandarin Indonesia. Buahnya bundar, tidak

terlalu licin dan berkulit agak tebal. Kulit berbenjol yang tidak mudah lepas
dan berwarna oranye kekuningan. Buah jeruk ada yang berbentuk bulat, oval
atau lonjong sedikit memanjang (Semangun, 2004).
c. Jenis jeruk besar (Citrus Maxima Merr, Citrus Grandis Osbeck)
Tanaman jeruk besar (Citrus grandis (L.) Osbeck) termasuk ke dalam famili
Rutaceae. Famili Rutaceae memiliki sekitar 1 300 spesies yang dikelompokkan
menjadi 7 sub famili dan 120 genus. Genus Citrus memiliki 16 spesies yang
diantaranya adalah jeruk besar atau pamelo (Setiawan, 1993). Jeruk besar
sering disebut jeruk bali, jeruk cikoneng, limau makan atau limau besar, dan
pummelo. Ciri khas jeruk besar adalah buahnya yang berukuran besar dan
berkulit tebal sehingga tahan lama disimpan atau diangkut dalam jarak jauh.
Buah berbentuk bulat atau seperti bola yang tertekan dan berkulit agak tebal
sampai tebal, berisi 11-16 segmen. Warna daging buah bervariasi yaitu merah
jambu, putih, hijau muda, atau kekuning-kuningan. Daging buah bertekstur
keras sampai lunak, berasa manis sampai sedikit asam, dan berbiji sedikit
(Rukmana, 2009).
d. Jenis jeruk lemon (Citrus Limon Linn)
Buah lemon berbentuk bola tertekan dengan panjang 5-8 cm, tebal kulitnya
0,5-0,7 cm dan daging buahnya berwarna kuning-orange. Rantingnya tidak
berduri dan tangkai daunnya selebar 1-1,5 mm. Buah lemon yang baik
berwarna kuning tua, padat dan berdaging tebal dengan permukaan kulit
mengkilap dan rata. Warna akan berubah lebih pucat ketika matang. Buah
lemon tidak segera matang setelah dipetik, karena itu dapat disimpan di lemari
pendingin selama tidak lebih dari satu minggu.Cairan buah lemon terdiri dari
5% asam sitrat, yang memberikan rasa khas lemon dan pH-nya sekitar 2-3
(Hutasoit, 2005). Buah lemon mengandung asam-asam yang berperan pada
pembentukan rasa masam buah. Buah lemon merupakan sumber kalori yang
diperlukan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, mengandung protein untuk
membentuk jaringan tubuh dan mengganti jaringan yang hilang serta zat-zat
gizi seperti mineral dan vitamin yang penting untuk tubuh (Tawali, 2004).
e. Jenis jeruk nipis (Citrus Aurantifolia Swingle)
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) termasuk salah jenis citrus geruk.
Tanaman jeruk nipis mempunyai akar tunggang. Jeruk nipis termasuk jenis

tumbuhan perdu yang memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu
ulet dan keras, sedangkan permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam.
Daunnya majemuk, berbentuk elips dengan pangkal membulat, ujung tumpul,
dan tepi beringgit. Panjang daunnya mencapai 2,5-9 cm dan lebarnya 2-5 cm.
Tulang daunnya menyirip dengan tangkai bersayap, hijau dan lebar 5-25 mm
(Kanisius, 1994)
Banyak unsur kimia yang bermanfaat dalam jeruk nipis, seperti linalin asetat,
limonene, geranil asetat, sitral dan felladren. Jeruk nipis mengandung asam
sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonen, felandren,
lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat, linalil asetat, aktilaldehid, nnildehid)
damar, glikosida, asam sitrun, lemak kalsium, fosfor, besi, belerang vitamin B1
dan C. Didalam 100 gram buah jeruk nipis mengandung: vitamin C 27 mg
kalsium 40 mg, fosfor 22 mg, hidrat arang 12,4 g, vitamin B1 0,04 mg, zat besi
0,6 mg, lemak 0,1 g, kalori 37 kkal, protein 0,8 g dan air 86 g.
f. Jenis jeruk sitrun (Citrus Medica Limnaeus)
Jenis jeruk ini dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian
1.000 meter di atas permukaan laut. Jeruk sitrun hanya memiliki satu jenis saja,
tetapi ada jenis jeruk lain yang mempunyai rasa dan aroma seperti sitrun yaitu
jeruk limonium dan jeruk sikade.
g. Jenis jeruk grape fruit (Citrus Paradisi Mactadijen)
Jeruk ini dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian kirakira 800 meter di atas permukaan laut dengan presentase kelembaban sedikit
rendah. Dilihat sepintas, jeruk ini mirip jeruk orange tapi bentuknya lebih
besar, rasanya agak asam. Jenis jeruk ini tidak menyukai tempat yang
terngenang atau tempat yang airnya lambat meresap dalam tanah. Contoh
kelompok jeruk ini adalah jeruk manis besar, marsh seedless dan trumph (Aak,
2005).
2.3 Produk Konsumtif dari Jeruk
Sebagian besar produk pertanian, khususnya buah-buahan dan sayuran lebih
banyak dikonsumsi dalam bentuk segar dari pada dalam bentuk olahan.
Disamping mengandung bahan-bahan seperti protein, karbohidrat dan vitamin
masih cukup tinggi, juga masih mempunyai cita rasa yang segar dan menarik.

Namun demikian karena sifat dari produk pertanian itu sendiri yang mudah busuk
dan rusak maka alternatif untuk diolah menjadi produk lain. Salah satu buah yang
sering dimanfaatkan untuk menjadi produk lain adalah jeruk. Beberapa jenis
makanan dan minuman yang dibuat dari buah jeruk adalah sirup buah, selai,
permen, sari buah, perisa, manisan, jelly dll (Pracaya, 2003).

DAFTAR PUSTAKA
AKK. 1994. Budidaya Tanaman Jeruk. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
David, D. D. 2007. Penanganan Pasca Panen Buah Jeruk . Besman Napitupulu
dan Hasil Sembiring. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Surnatera Utara.
497 hlm. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Inovatif Pascapanen untuk
Pengembangan lndustri Berbasis Pertanian.
Hutasoit. 2005. Buah Segar Musim . PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Iskandar, D. 2010. Analisis Finansial Jeruk Keprok di Kabupaten Kutai Timur.
EPP 6 (1) : 36-43.
Kanisius, A. A. 1994. Budidaya Tanaman Jeruk. Yogyakarta: Kanisius.
Pracaya.2003. Jeruk Manis. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rahardi, F. 2004. Jeruk Manis: Varietas, Budidaya, dan Pascapanen. Cetakan 11.
Jakarta: Penebar Swadaya.
Rukmana, Rahmat. 2009. Yoghurt dan Karamel Susu. Yogyakarta: Kanisius.
Semangun, H. 2004. Penyakit-penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia.
Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 849 hlm.
Setiawan, A. I. 1993. Usaha Pembudidayaan Jeruk Besar. Cetakan 3. Jakarta:
Penebar swadaya.
Soelarso, Bambang, 1996. Budi Daya Jeruk Beban Penyakit. Penerbit Kanisius.
Yogyakarta.
Steenis,C.G.G.J. 1992. Flora. Penerjemah : M Soeryowinoto,dkk. Cetakan 5.
PT.Pradnya Paramita.Jakarta.
Tawali, A.B., 2004. Pengaruh Suhu Penyimpanan Terhadap Mutu Buah-Buahan
Impor yang Dipasarkan di Sulawesi Selatan. UN, AHAS-Press, Makasar.