Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring berkembangnya jaman, persaingan antar pelaku usaha sangatlah
sengit. Hal ini berlaku di segala bidang tak terkecuali persaingan usaha di bidang
pangan. Produk panganpun kini menjadi semakin berkembang. Para pelaku usaha
harus memutar otak untuk berlomba-lomba membuat inovasi baru di bidang
pangan guna tetap mendapatkan pangsa pasar potensial. Hal tersebut membuat
para pelaku bisnis harus jeli dalam melihat pasar potensial, dimana dalam
menjalankan sebuah bisnis diperlukan adanya inovasi dan kreasi guna
meningkatkan minat dan daya beli konsumen. Indonesia sendiri sebagai salah satu
negara agraris yang komoditas berasnya besar membuat jenis komoditas ini
menjadi makanan pokok masyarakatnya. Seiring bergantinya zaman, konsumen
lebih cenderung menyukai makanan cepat saji namun tetap bergizi. Hal tersebut
membuat kami mencoba membuat inovasi produk dengan menggunakan bahanbahan umum yang disukai masyarakat Indonesia yang kami namai Rice Stick.
Produk kami ini berbahan baku dari beras yang kemudian dimasak menjadi nasi.
Menurut kami, beras yang dimasak menjadi nasi mengandung karbohidrat sebagai
sumber energi yang mampu memberikan efek mengenyangkan sehingga kami
memilih nasi sebagai bahan baku utama produk. Kami memilih membuat Rice
Stick karena melihat potensi pasar yang lebih menyukai makanan-makanan
mengenyangkan dan cepat saji. Selain itu, karena bahan-bahan yang digunakan
relatif terjangkau, sehingga harganya pun dapat dijangkau oleh semua kalangan
jika dijadikan suatu produk seperti Rice Stick ini. Selain membuat inovasi pada
jenis olahannya, konsumen juga cenderung menginginkan inovasi pada kemasan
ataupun bentuk dari suatu produk, dimana dalam hal ini kami berencana membuat
rice stick yang memiliki kemasan bernuansa budaya dengan berbahan dasar
kemasan dari kertas.

1.2 Tujuan
Pembuatan proposal ini bertujuan untuk memudahkan dalam perencanaan
suatu usaha, dimana dengan dibuatnya sebuah proposal terkait satu usaha, maka
usaha dapat dijalankan dengan baik dan dapat diketahui analisis dari usaha
tersebut.
1.3 Manfaat
Proposal digunakan sebagai acuan dalam merencanakan sebuah bisnis
usaha sehingga pelaku usaha dapat mengimplementasikan usaha yang telah
dirancang dengan baik.

BAB II
KONSEP PRODUK
2.1 Pengenalan Produk
Rice Stick adalah produk olahan pangan yang berbahan dasar beras dan
dimasak menjadi nasi kemudian diberi bumbu-bumbu tertentu agar terasa gurih,
selanjutnya diberi isian berupa abon sapi dan dibalut dengan tepung panir
kemudian di goreng , jika melihat bahan dasar serta bumbu-bumbu yang
digunakan, maka diharapkan Rice Stick ini cocok untuk lidah masyarakat
Indonesia. Konsep produk Rice Stick yang merupakan makanan ringan sendiri
membuat produk Rice Stick ini flexibel di konsumsi oleh siapapun baik anakanak, remaja, ataupun dewasa. Produk Rice Stick selain enak dan dapat
dikonsumsi siapapun, kandungan gizinya pun baik untuk kesehatan, kandungan
gizi tersebut seperti: karbohidrat pada nasi, protein pada abon sapi, kalsium,
fosfor, zat besi, karbohidrat, vitamin A dan vitamin C, antioksidan pada bawang
merah dan bawang putih. Berkat kandungan gizi yang baik untuk dikonsumsi
tersebut maka Rice Stick ini cocok untuk direkomendasikan sebagai makanan
yang sehat dan bergizi. Selain memikirkan cita rasa yang pas pada produk Rice
Stick kami juga memberikan nilai tambah edukatif pada desain kemasan produk
Rice Stick. Pada kemasan Rice Stick dibuat dengan bahan dasar dari kertas
duplex dan diberi warna dominan cerah serta diberi gambar dari produk Rice
Stick dan diberi tagline My Food My Adventure agar menarik minat
konsumen. Nilai tambah dari kemasan ini yaitu selain atribut-atribut yang telah
dijelaskan pada kemasan tersebut, terdapat pula pojok informasi mengenai seputar
Kota Malang untuk menambah wawasan mengenai Kota Malang sendiri. Alasan
mengapa informasi yang dimuat hanya seputar Kota Malang yaitu karena produk
Rice Stick ini direncanakan masih dijual disekitaran Kota Malang saja. Hal ini
dikarenakan kelemahan utama dari Rice Stick yaitu pada ketahanan daya
simpannya. Produk Rice Stick karena tidak memakai bahan pengawet maka
diperkirakan tidak dapat bertahan lebih dari 24 jam. Ketika daya simpan terbatas
maka akan menyulitkan pendistribusian keluar Kota Malang, sehingga info yang
dimuat khusus Kota Malang saja. Terkadang sebagai warga Kota Malang
sendiripun belum mengetahui seluk beluk mengenai Kota Malang.

2.2 Analisa SWOT

Analisis SWOT
Strength

Inovasi kemasan yang edukatif


Bahan baku melimpah
Bersifat mengenyangkan
Penyajian menarik
Ekonomis
Cocok segala usia

Weakness

Opportunity

Inovasi produk baru


Tuntutan serba praktis
Jarang ditemukan produk sejenis

Daya tahan produk


Produk baru
Pemasaran terbatas
SDM terbatas
Sarana produksi

Threat

Banyak produk sejenis/pesaing


Minat konsumen
Tuntutan pelanggan
Kenaikan harga bakan baku

BAB III
PROTOTYPE
3.1 Karakteristik Produk

Rice stick atau nasi krispi tusuk dengan abon sapi merupakan olahan yang
berasal dari beras, dimana di dalam rice stick sendiri terdapat isian berupa abon
sapi yang kemudian dibalut dengan tepung panir dan digoreng sehingga tekstur
dari rice stick sendiri krispi. Penyajian sengaja dibuat dengan cara ditusuk
menggunakan tusukan agar mempermudah proses mengkonsumsinya. Selain itu,
kami juga membuat inovasi pada kemasan, dimana desain kemasan sengaja dibuat
menarik dan diberikan nuansa budaya Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar
produk memiliki ciri khas yang menjadi pembeda dengan produk lain serta untuk
menarik minat konsumen. Rice stick ini merupakan produk yang praktis, dimana
hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen yang cenderung
menyukai produk praktis dan cepat saji sesuai dengan trend yang berkembang saat
ini.
Kemasan produk sengaja didesain ramah lingkungan, dimana hal tersebut
dapat mempengaruhi psikologis konsumen bahwa Rice Stick merupakan suatu

produk yang mendukung adanya gerakan meminimalisir penggunaan plastic.


Selain itu, kemasan juga didesain dengan memberikan edukasi bagi masyarakat.
Hal ini dimaksudkan guna menjadi pembeda dengan produk pesaing dan juga
diharapkan mampu menarik minat konsumen.
3.2 Desain Produk

BAB IV
PRODUKSI
4.1 Alat dan Bahan
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.

Baskom sedang
Plastik
Sendok
Piring
Stick
Kompor
Wajan
Sutil
Serok
Elpiji

m.
n.
o.
p.
q.
r.
s.
t.
u.
v.
w.
x.
y.

Abon
Tepung terigu
Tepung roti
Air
Minyak goreng
Nasi
Beras ketan
Bawang merah
Bawang putih
Garam
Lada
Mayonnaise
Saos

z.
aa. 4.2 Cara Pembuatan
a. Tumis bawang putih, bawang merah, garam serta lada yang telah di tumbuk halus
sampai aromanya harum atau warnanya kecoklatan.
b. Tiriskan bumbu sampai cukup kering
c. Masukkan bumbu kedalam campuran beras ketan dan nasi yang ada pada baskom dan
uleni sampai rata.
d. Ambil sekidit campuran nasi tersebut untuk dibentuk lonjong. Kemudian di pipihkan.
e. Isi campuran nasi tersebut dengan abon dan tutupi dengan campuran nasi yang sama.
f. Balurkan adonan nasi pada tepung terigu yang sudah dicampur dengan air dan
pastikan bahwa setiap bagian adonan nasi tertutupi oleh tepung terigu.
g. Balurkan adonan nasi yang telah terbalut tepung terigu pada tepung roti yang telah
disebar rata pada piring. Pastikan bahwa setiap bagian adonan nasi tertutup oleh
tepung roti.
h. Siapkan alat-alat menggoreng seperti wajan, sutil, serok serta piring untuk tempat rice
stick yang sudah matang.
i. Panaskan minyak goreng pada wajan.
j. Masukkan adonan rice stick pada minyak yang telah panas dan goreng hingga
matang.
k. Tiriskan rice stick yang telah matang dan taruh pada piring yang telah disiapkan.
l. Tusuk bagian ujung rice stick dengan stick yang telah disiapkan.
m. Rice stick siap untuk dikemas.
ab.
ac. 4.3 Flowchart Produk
ad.
Mulai
ae.
af.
Siapkan alat
ag.dan bahan
Bawang merah, bawang
putih, lada, garam

Ditumbuk

Minyak goreng

Ditumis

Ditiriskan
Nasi, garam, bumbu,
penyedap rasa

Air Abon

Dicampur dan diuleni


Haluskan
Dibentuk lonjong dan
Dibalur pada
diberitepung
isian terigu

Minyak sisa

ah.
ai.
aj.
Dibalurak.
pada tepung roti
al.
Minyak goreng

am.
Dipanaskan
an.
ao.
Digoreng
ap.

Adonan rice stick

aq.
Ditiriskan
ar.
as.
Saos dan Mayonaise
at.

Minyak sisa

Ditambahkan

au.
av.

Selesai

aw.
ax.
ay.
az. 4.4 Analisa Keuangan
ba. 4.4.1 Modal
bb.

1. Bahan Baku
bc. Bahan Baku

bg. Tepung Terigu

bd. Satu
an
bh.
1
2

bk. Beras

bp.

bf. Total Harga

(Rp)
bi. 8.000

(Rp)
bj. 4.000

11.000

bn. 5.500

bq. 4.000

br. 4.000

kg

bl.
1
2

bo. Beras Ketan

be. Harga Satuan

bm.

kg

1
4

bs. Garam

kg
bt. 1

bu. 1.000

bv. 1.000

by. 10.000

bz. 10.000

bun
bw.Tepung Panir/Roti

gkus
bx.
1
4

ca. Minyak goreng

kg
cb. 1

cc. 11.000

cd. 11.000

ce. Abon

liter
cf.

cg. 10.000

ch. 10.000

kg
cj. 275

ck. 10.000

cl. 10.000

ml
cn.

co. 12.000

cp. 12.000

kg
cr. 1

cs. 3.000

ct. 3.000

ons
cv. 1

cw. 3.000

cx. 3.000

ons
cz. 2

da. 1000

db. 1000

de. 15.000

df. 15.000

1
4

ci. Saos
cm.Mayonese
cq. Bawang putih
cu. Bawang merah

cy. Lada bubuk

gra
m
dd. 1

dc. LPG 3kg

bua
h
dg. TOTAL

di.
dj.
dk.

2. Biaya Perlengkapan atau Peralatan

dh. 89.500

dl.

Nama Peralatan

dp.

dm.

Ju

dn.

Harga

Per- do.

mlah
alat (Rp)
(Rp)
dq.
30
dr.
250
dt.
Total
dv. Jadi, total modal yang dibutuhkan adalah Rp. 97.000,Kemasan

Total Harga
ds.

dw.
dx. 4.4.2 Perkiraan Pengeluaran
dy.Modal sejumlah Rp. 97.000,- mampu untuk memproduksi 30 cup Rice Stick.
dz.HPP = Modal : Produksi
ea. = Rp. 97.000 : 30
eb.= Rp. 3.233,33 Rp 3.500,ec.
ed. 4.4.3 Perkiraan Laba atau Rugi
ee.Laba yang diinginkan 25% = Laba x HPP
ef.
= 25% x Rp. 3.500,eg.
= Rp. 875,eh.Harga Jual
= Total Laba (Rp) + HPP
ei.
= Rp. 875,- + Rp. 3.500,ej.
= Rp. 4.3750,ek.
= Rp. 4.500,- ( dibulatkan )
el.
em.4.4.4 Perkiraan Pendapatan
en.Target per-hari
= 30 Cup
eo.Pendapatan
= x 4.500
ep.
= Rp.135.000
eq.Pendapatan per-bulan = 20 x 120.000
er.
= Rp. 2.700.000
es. Pendapatan per-tahun = 12 x 2.400.000
et.
= Rp. 32.400.000
eu.
ev. 4.4.5 Perhitungan BEP
ew.
BEP
ex.
ey.
ez.
fa.
fb. Total Per Hari
fc.
fd.

= Total Biaya : Harga jual rata-rata


= 97.000 : 4.500
= 21.56 cup
= 22 cup ( pembulatan )
= BEP : Target penjualan per hari
= 22 : 30
= 0.73 / 1 hari

7500
du.

fe. Untuk mencapai BEP harus menjual 22 cup yang dapat di capai selama 1 hari.
ff.
fg.
fh.
fi.
fj.
fk.
fl.
fm.
fn.
fo.
fp.
fq.
fr.
fs.
ft. BAB V
fu. PEMASARAN
fv.
fw.
fx.

5.1 Analisa Pasar


5.1.1 Segmentasi Pasar
fy.

Berdasarkan peluang pasar yang telah kami analisis, Rice Stick atau nasi krispi

tusuk dengan isian abon ditujukan bagi seluruh kalangan baik kalangan menengah atas
maupun kalangan menengah bawah. Rice stick sebagai salah satu inovasi makanan ringan
namun tetap memberikan efek yang mengenyangkan. Selain itu, produk ini merupakan
produk yang ekonomis sehingga cocok bagi seluruh kalangan.
fz.

5.1.2 Targeting
ga.

Target Pasar produk ini mencakup segala jenis usia yakni anak-anak, remaja

dan orang dewasa khususnya pekerja kantoran yang tidak memiliki banyak waktu istirahat
makan siang. Selain itu, Rice Stick juga cocok sebagai bekal anak ke sekolah karena praktis
ddan juga bergizi. Hal ini dikarenakan kandungan gizinya yang bermanfaat karena bagi
segala jenis usia sedangkan wilayahnya sekitar kampus dan tempat-tempat umum.
gb.

5.1.3 Positioning
gc.

Produk ini memang produk yang tergolong baru karena belum ada produk

yang persis menyerupai produk. Menurut kami, pesaing untuk produk rice stick ini adalah

makanan nungget namun bahan dasarnya berbeda yakni berasal dari daging. Sedangkan
pesaing dengan skala besar adalah produk dari Mc Donald yakni Spicy Chicken Bites yang
merupakan makanan yang berbahan dasar dari ayam, sama halnya dengan produk dari So
Good maupun Fiesta berupa nugget. Alhasil Rice Stick merupakan suatu produk yang
menjadi market niechers karena produk ini mencari celah dengan adanya produk-produk
yang terlebih dahulu ada di Indonesia seperti produk-produk tersebut.
gd.
ge.

5.2. Marketing Mix


gf.

Konsep marketing mix merupakan salah satu konsep dalam pemasaran

modern pada saat sekarang ini. Dimana konsep tersebut adalah salah satu kegiatan pemasaran
yang sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam memaksimumkan profit. Marketing
Mix yang dibuat untuk produk kami menggunakan strategi 4P yaitu Product, Promotion,
Place, Price dengan perincian sebagai berikut:
gg.
gh.
gi. 5.2.1
gj.

Product
Pada tahapan pertama, tentunya kami menghasilkan produk rice stick yang

dibuat Homemade, artinya produk yang dihasilkan asli dibuat oleh kami sendiri tanpa
pengawet dan bahan yang digunakan pun alami. Produk rice stick ini merupakan jajanan nasi
yang mempunyai efek mengenyangkan dengan harga yang ekonomis. Hal ini diharapkan
produk mampu bersaing dengan produk pesaing.
gk. 5.2.2
gl.

Promotion
Pada tahapan kedua yaitu Promotion, tahapan promosi ini dilakukan dengan

beberapa cara diantaranya secara Online yaitu melalui Broadcast Message, SMS, maupun
Social Media lainnya, secara Face to Face (direct selling) yaitu dengan berinteraksi langsung
dengan konsumen, dan yang terakhir secara Public Relation yaitu mempromosikan produk
kami ke beberapa kelas dan kebeberapa tempat-tempat lainnya.
gm.
gn.

5.2.3

Place

Tahapan Ketiga adalah Place, untuk tempat penjualan kami menjualnya dalam

3 cara yaitu di tempat tinggal masing-masing anggota, dilingkungan kampus serta di


lingkungan kerja dengan menitipkan produk kami pada beberapa tempat usaha seperti
warung, toko, kantin dan lain sebagainya.
go. 5.2.4

Price

gp.

Pada Tahap Terakhir yaitu Price, strategi yang kami lakukan adalah menjual

produk sebanyak mungkin dengan harga yang terjangkau namun tidak mengurangi kualitas
produk. Hal ini dimaksudkan agar konsumen tertarik, dimana dengan harga yang terjangau
konsumen mendapatkan makanan yang bergizi juga.
gq.
gr. 5.3 Perluasan Usaha
gs.

Pemasaran

usaha tidak hanya dilakukan dengan direct selling (penjualan

langsung) saja, namun juga dilakukan perluasan usaha dengan cara promosi lewat selebaran
serta social media (internet) agar jangkauannya lebih luas. Selain penjualan langsung dan
promosi, produk Rice stick ini juga dititipkan di bakery, swalayan serta toko makanan kecil
agar konsumen lebih mudah untuk mengakses atau membeli tanpa harus datang ke tempat
produksi secara langsung. Selain itu, kemungkinan perluasan usaha yang dapat dilakukan
dengan mendirikan outlet di salah satu wilayah di Kota Malang, dimana pada tahap awal
usaha akan dilakukan pemasaran di sekitar Kota Malang saja baik secara cetak maupun lewat
media social melalui brosur, iklan dan kesempatan makan gratis di awal launching produk.
Jika usaha sudah mulai berkembang dengan baik, perluasan dapat dilakukan dengan
menambah outlet. Selanjutnya jika kedua outlet tersebut berkembang pesat, penambahan jasa
delivery bagi konsumen dapat dilakuakan guna mendukung operasional dari pemasaran
produk Rice Stick.
gt.
gu.
gv.
gw.

gx. BAB VI
gy. EVALUASI
gz.
ha.

6.1 Analisis Evaluasi Produk


hb.
Dalam membangun sebuah usaha pasti didapati adanya beberapa ancaman dan

kelemahan. Namun semua itu dapat diatasi jika dapat menganalisis sumber permasalahan
tersebut dan mencari solusi yang tepat. Begitu juga halnya dengan produk Rice Stick. Produk
ini dapat dikategorikan salah satu produk yang baru berada di pasaran. Jika sebuah produk
baru masuk ke dalam persaingan pasar maka besar kemungkinan produk ini akan menjadi
sorotan bagi pesaing pesaing lainnya. Rice Stick yang dikategorikan sebagai snack yang
mengenyangkan ini mempunyai beberapa ancaman dan kelemahan yang jika diperbaiki dan
dikembangkan akan meningkatkan nilai dari produk ini sendiri. Kelemahan utamanya adalah
daya tahan produk ini tidak akan lama karena kami tidak menggunakan bahan pengawet
sebagai bumbu sehingga tidak dapat bertahan lebih dari 24 jam. Solusinya adalah produk ini
akan dibuat dengan rasa yang menarik dan bentuk yang mudah untuk dikonsumsi sehingga
konsumen tidak akan merasa kesulitan saat mengkonsumsi produk ini. Daya tahannya yang
tidak lebih dari 24 jam dan tidak adanya tempat usaha sendiri membuat produk Rice Stick ini
sulit untuk didistribusikan ke luar kota yang membuat pemasarannya menjadi terbatas. Ke
depannya produsen ingin membangun outlet sendiri dalam daerah dan di berbagai daerah luar
yang ditargetkan untuk mempermudah pendistribusian produk sehingga konsumen yang ada
diluar daerah pemsaran dapat dengan mudah mengkonsumsi produk ini. Rice Stick tergolong
produk baru yang masih sangat minim SDM dan sarana produksi. SDM dibutuhkan untuk
membantu mengolah dan mempromosikan produk dan juga sarana produksi yang digunakan
produsen masih sangat konvensional atau manual sehingga dalam membuat nya
membutuhkan waktu yang cukup lama dan hanya dapat memproduksi dalam jumlah yang
terbatas. Dalam mengatasi kelemahan ini, jika produk sudah dikenal banyak kalangan, maka
produsen berinisiatif untuk merekrut beberapa SDM dan memperbaharui alat yang digunakan
supaya selain kualitasnya meningkat, juga dapa meningkatkan kuantitas produk dan dapat
mempermudah pemasaran.
hc.

Rice Stick ini masih sedikit pesaing, dimana belum banyak orang yang

membuat usaha seperti ini dilihat dari survey yang ada. Namun ancaman yang dapat
ditimbulkan dari produk ini adalah jika produk ini sudah meluas ke berbagai daerah dan tidak
ada pengembangan terbaru dari produk ini, maka banyak produsen kecil yang dapat meniru
produk ini sehingga harus ada pengembangan atau inovasi yang baru yang tidak dapat ditiru

oleh orang lain. Hal tersebut dikarenakan pengolahannya memang mudah sekali sehingga
dapat ditiru, tetapi produk ini harus mempunyai keistimewaan sehingga tidak ada yang dapat
menyamai produk Rice Stick. Produk lain dapat dikembangkan melalui bahan bahan
tambahan atau membuat produk berbeda yang tidak kalah inovatif atau bahkan dapat
dikonsumsi berdampingan dengan Rice Stick. Selain itu minat konsumen yang berbeda
beda dan sangat banyak dapat menyebabkan turunnya keinginan konsumen dalam
mengkonsumsi produk Rice Stick ini. Produk Rice Stick diharapkan dalam menarik minat
konsumen harus dengan gencar yang juga dapat didukung dengan selebaran brosur dan
promosi online di media sosial yang mana banyak masyarakat, terkhusus anak muda, yang
sudah mengenal teknologi. Semuanya dapat dipastikan jika terus mempromosikan secara giat
maka produk ini dapat memiliki pelanggan atau konsumen tetap serta dalam masalah
kenaikan harga bahan baku. Semakin lama suatu produk itu bertahan, maka salah satu yang
dapat meningkat juga adalah harga.

Mengapa? Karena bahan baku yang ada sekarang

semakin lama harganya akan semakin meningkat sehingga harga pokok produksi nya juga
ikut meningkat. Ketika harga semakin tinggi, banyak konsumen yang tidak mau
mengeluarkan uangnya untuk membayar suatu produk, apalagi produk tersebut tidak
mempunyai peningkatan kualitas dalam produknya. Alhasil untuk mengatasi hal tersebut
maka produsen berusaha melakukan inovasi dalam produknya dibarengi dengan ide yang
kreatif tanpa menurunkan kualitas produk atau mengganti bahan baku yang lama, sehingga
konsumen tidak akan bosan atau kecewa dalam mengeluarkan isi kantongnya.
hd.
he.
hf.

hg. BAB VII


hh. PENUTUP
hi.
hj.

7.1 Kesimpulan
hk.

Adanya anggapan bahwa belum makan nasi maka belum kenyang bagi

masyarakat Indonesia, mejadikan Rice Stick merupakan inovasi produk pangan yang bahan
baku utamanya adalah beras (nasi). Rice stick merupakan olahan nasi yang memiliki isian
berupa abon sapi yang kemudian dibalut dengan tepung panir dan digoreng sehingga
teksturnya krispi dengan penyajian ditusuk menggunakan tusukan agar mudah dikonsumsi.
Selain inovasi pada olahannya, produk rice stick juga dilakukan inovasi pada kemasannya,
dimana desain kemasan dibuat secara menarik dengan adanya nuansa atau pengenalan
budaya di kemasan. Rice stick juga merupakan suatu olahan pangan atau produk yang
praktis, nikmat, dan ekonomis yang juga menjadi sarana edukatif bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, desain tersebut juga menjadi pembeda dengan produk lain yang sejenis. Hal ini
bertujuan agar produk ini memberikan manfaat lebih yakni selain produk yang bergizi,
namun juga kemasan yang sengaja dibuat dari kertas agar ramah lingkungan dan mendukung
gerakan mengurangi penggunaan plastic. Rice stick dapat tahan selama 24 jam jika disimpan
dengan baik pada suhu ruang karena rice stick tidak mengandung bahan pengawet. Produk ini
dirasa dapat memenuhi keinginan konsumen yang cenderung menyukai makanan cepat saji
namun tetap bergizi serta kemasan yang ramah lingkungan.
hl.

Berdasarkan peluang pasar yang telah dianalisis, rice stick ditujukan bagi

seluruh kalangan baik kalangan menengah atas maupun kalangan menengah bawah. Rice
stick sendiri sebagai salah satu inovasi makanan ringan namun tetap memberikan efek yang
mengenyangkan serta harganya yang ekonomis. Rice stick memang produk yang tergolong
baru karena belum ada produk yang persis menyerupai produk tersebut. Pesaing untuk Rice
stick adalah nungget namun bahan dasarnya berbeda. Sedangakn pesaing dengan skala besar
(industri) adalah produk dari Mc Donald yakni Spicy Chicken Bites yang merupakan
makanan yang berbahan dasar dari ayam dan sama halnya dengan produk dari So Good
maupun Fiesta berupa nugget. Rice stick dipasarkan secara direct selling, lewat social media,
media cetak, mitra (kantin, sekolah, warung, toko dsb). Selain itu, lingkup pemasaaran
melingkupi area kampus atau daerah di sekitar Malang. Rice Stick ini juga masih
memerlukan adanya evaluasi, dimana evaluasi tersebut dapat digunakan pua sebagai acuan
guna memperbaiki produk menjadi lebih baik lagi.
hm.