Anda di halaman 1dari 19

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengumpulan Data


Pengumpulan data penelitian dilakukan mulai tanggal 19 September 2016
di Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur, dengan jumlah sampel sebanyak 42
orang yang terdiri dari 28 (66,7%) santri laki-laki dan 14 (33,3%) santri
perempuan yang memiliki tingkat pendidikan berbeda-beda.. Data diambil berupa
data primer dan data sekunder santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur.
Hasil dari penelitian dideskripsikan berdasarkan faktor-faktor yang menjadi
penyusunnya. Pengetahuan PHBS terhadap kebersihan pribadi di Pondok
Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur terdiri dari 7 faktor yaitu tentang kebersihan
mencuci tangan, kebersihan kuku, kebersihan berpakaian, kebersihan gigi dan
mulut, kebersihan rambut, membuang sampah, dan olahraga. Di bawah ini akan
dideskripsikan secara keseluruhan.
4.1.1

Karakteristik Sampel
Jumlah seluruh populasi yang ditemukan pada penelitian ini adalah

sebanyak 56 orang. Jumlah sampel santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah


Kaur yang sesuai dengan kriteria inklusi adalah 42 orang (n=42), sedangkan santri
SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur yang tidak sesuai dengan kriteria
inklusi adalah 14 orang (n=14). Data lengkap terlihat pada gambar 4.1.
56
42

14

Jumlah populasi

Kriteriainklusi

Kriteria Eklusi

Gambar 4.1 Distribusi Santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur


24

25

4.1.2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren AsySyafiiyah Kaur tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
terhadap Kebersihan Pribadi
Pengetahuan PHBS terhadap kebersihan pribadi Santri SMA Pondok
Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur diperoleh melalui kemampuan responden dalam
menjawab benar 36 item pertanyaan yang terdapat di dalam tes pengetahuan
tentang PHBS kebersihan pribadi santri. Setiap jawaban item pertanyaan memiliki
peluang skor 0 (jawaban salah) dan skor 1 (jawaban benar). Jumlah jawaban benar
yang

diperoleh

masing-masing

responden

diklasifikasikan

ke

dalam

pengkategorian pengetahuan PHBS kebersihan pribadi. Berdasarkan hasil


perhitungan yang dilakukan menggunakan bantuan program Microsoft Exel dan
SPSS, diperoleh nilai maksimum sebesar 88,64 atau 32 jawaban benar dan nilai
minimum 41,66 atau 15 jawaban benar. Untuk rata-rata diperoleh nilai sebesar
69,25 atau 25 jawaban benar. Data selanjutnya dikategorikan sesuai dengan rumus
yang pengkategoriannya di bagi menjadi tiga yaitu: baik, cukup dan kurang.
Berdasarkan analisis, diperoleh sebanyak 19,0% atau 8 santri masuk kategori
baik, 57,1% atau 24 santri masuk kategori cukup dan 23,9% masuk kategori
kurang atau 10 santri.
Apabila dilihat dari frekuensi tiap kategori dapat disimpulkan bahwa
pengetahuan PHBS terhadap kebersihan pribadi Santri SMA Pondok Pesantren
Asy-Syafiiyah

Kaur

adalah

cukup.

Distribusi

frekuensi

berdasarkan

pengkategorian dapat dilihat berikut ini.


No
1.
2.
3.

Interval
76-100%
56-75%
<56%
Jumlah

Kategori
Baik
Cukup
Kurang

Jumlah
8
24
10
42

Persentase
19,0%
57,1%
23,9%
100%

Tabel 4.1 Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur tentang
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap Kebersihan Pribadi

26

24

10

Baik (76-100%)

Cukup(56-75%)

Kurang ( <56%)

Gambar 4.2 Distribusi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah


Kaur tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap Kebersihan
Pribadi
4.1.3 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren AsySyafiiyah Kaur tentang Mencuci Tangan
Pengetahuan tentang mencuci tangan santri SMA Pondok Pesantren AsySyafiiyah Kaur diperoleh melalui kemampuan responden dalam menjawab 6 item
pertanyaan yang terdapat pada nomor 1-6. Setiap jawaban item pertanyaan
memiliki peluang skor 0 (jawaban salah) dan skor 1 (jawaban benar). Jumlah
jawaban benar yang diperoleh masing-masing responden diklasifikasikan ke
dalam pengkategorian pengetahuan tentang mencuci tangan santri.
Hasil dari perhitungan yang dilakukan menggunakan bantuan program
Microsoft Exel dan SPSS for Windows, diperoleh nilai maksimum sebesar 83,33
atau 5 jawaban benar dan nilai minimum 33,33 atau 2 jawaban benar. Untuk ratarata diperoleh nilai sebesar 66,66 atau 4 jawaban benar. Data selanjutnya
dikategorikan sesuai dengan rumus yang pengkategoriannya di bagi menjadi tiga
yaitu: baik, cukup dan kurang.

27

No
1.
2.
3.

Interval
76-100%
56-75%
<56%
Jumlah

Kategori
Baik
Cukup
Kurang

Jumlah
9
30
3
42

Persentase
21,4%
71,4%
7,2%
100%

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Mencuci Tangan
Tabel tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai
pengetahuan kebersihan mencuci tangan dengan kategori cukup yaitu sebanyak 31
(73,8%) santri. Sebanyak 8 (19,0%) santri memiliki kategori baik, 3 (7,2%) santri
memiliki kategori kurang. Hasil tersebut dapat digambarkan dalam diagram
batang berikut ini. Secara visual, pengetahuan santri SMA Pondok Pesantren AsySyafiiyah Kaur tentang mencuci tangan adalah sebagai berikut :
31

8
3
Baik (76-100%)

Cukup(56-75%)

Kurang ( <56%)

Gambar 4.3 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Mencuci Tangan
4.1.4 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren AsySyafiiyah Kaur tentang Kebersihan Kuku
Pengetahuan tentang kebersihan kuku santri SMA Pondok Pesantren AsySyafiiyah Kaur diperoleh melalui kemampuan responden dalam menjawab 4 item
pertanyaan yang terdapat pada nomor 7-10. Setiap jawaban item pertanyaan
memiliki peluang skor 0 (jawaban salah) dan skor 1 (jawaban benar). Jumlah
jawaban benar yang diperoleh masing-masing responden diklasifikasikan ke
dalam pengkategorian pengetahuan tentang kebersihan kuku santri.

28

Hasil dari perhitungan yang dilakukan menggunakan bantuan program


Microsoft Exel dan SPSS for Windows, diperoleh nilai maksimum sebesar 100,00
atau 4 jawaban benar dan nilai minimum 25,00 atau 1 jawaban benar. Untuk ratarata diperoleh nilai sebesar 50,00 atau 2 jawaban benar. Data selanjutnya
dikategorikan sesuai dengan rumus yang pengkategoriannya di bagi menjadi tiga
yaitu: baik, cukup dan kurang.
No
1.
2.
3.

Interval
76-100%
56-75%
<56%
Jumlah

Kategori
Baik
Cukup
Kurang

Jumlah
5
15
22
42

Persentase
11,9%
35,7%
52,4%
100%

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Kebersihan Kuku
Tabel tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai
pengetahuan kebersihan kuku dengan kategori baik yaitu sebanyak 5 (11,9%)
santri. Sebanyak 15 (35,7%) santri memiliki kategori cukup, dan 22 (52,4%)
santri memiliki kategori kurang. Hasil tersebut dapat digambarkan dalam diagram
batang berikut ini. Secara visual, pengetahuan tentang kebersihan kuku pada santri
SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur adalah sebagai berikut :
22
15

Baik (76-100%)

Cukup(56-75%)

Kurang ( <56%)

Gambar 4.4 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Kebersihan Kuku

29

4.1.5 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren AsySyafiiyah Kaur tentang Kebersihan Pakaian
Pengetahuan tentang kebersihan pakaian santri SMA Pondok Pesantren
Asy-Syafiiyah Kaur diperoleh melalui kemampuan responden dalam menjawab 4
item pertanyaan yang terdapat pada nomor 11-14. Setiap jawaban item pertanyaan
memiliki peluang skor 0 (jawaban salah) dan skor 1 (jawaban benar). Jumlah
jawaban benar yang diperoleh masing-masing responden diklasifikasikan ke
dalam pengkategorian pengetahuan tentang kebersihan pakaian santri.
Hasil dari perhitungan yang dilakukan menggunakan bantuan program
Microsoft Exel dan SPSS for Windows, diperoleh nilai maksimum sebesar 100,00
atau 4 jawaban benar dan nilai minimum 25,00 atau 1 jawaban benar. Untuk ratarata diperoleh nilai sebesar 50,00 atau 2 jawaban benar. Data selanjutnya
dikategorikan sesuai dengan rumus yang pengkategoriannya di bagi menjadi tiga
yaitu: baik, cukup dan kurang.
No
1.
2.
3.

Interval
76-100%
56-75%
<56%
Jumlah

Kategori
Baik
Cukup
Kurang

Jumlah
6
24
12
42

Persentase
14,3%
57,1%
28,6%
100%

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Kebersihan Pakaian
Tabel tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai
pengetahuan kebersihan pakaian dengan kategori baik yaitu sebanyak 6 (14,3%)
santri. Sebanyak 24 (57,1%) santri memiliki kategori cukup dan 12 (28,6%) santri
memiliki kategori kurang. Hasil tersebut dapat digambarkan dalam diagram
batang berikut ini. Secara visual, pengetahuan tentang kebersihan pakaian pada
santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur adalah sebagai berikut :

30

24

12
6

Baik (76-100%)

Cukup(56-75%)

Kurang ( <56%)

Gambar 4.5 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Kebersihan Pakaian
4.1.6 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren AsySyafiiyah Kaur tentang Kebersihan Gigi dan Mulut
Pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut santri SMA Pondok
Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur diperoleh melalui kemampuan responden dalam
menjawab 4 item pertanyaan yang terdapat pada nomor 15-18. Setiap jawaban
item pertanyaan memiliki peluang skor 0 (jawaban salah) dan skor 1 (jawaban
benar). Jumlah jawaban benar yang diperoleh masing-masing responden
diklasifikasikan ke dalam pengkategorian pengetahuan tentangkebersihan gigi dan
mulut santri.
Hasil dari perhitungan yang dilakukan menggunakan bantuan program
Microsoft Exel dan SPSS for Windows, diperoleh nilai maksimum sebesar 100,00
atau 4 jawaban benar dan nilai minimum 25,00 atau 1 jawaban benar. Untuk ratarata diperoleh nilai sebesar 50,00 atau 2 jawaban benar. Data selanjutnya
dikategorikan sesuai dengan rumus yang pengkategoriannya di bagi menjadi tiga
yaitu: baik, cukup dan kurang.

31

No
1.
2.
3.

Interval
76-100%
56-75%
<56%
Jumlah

Kategori
Baik
Cukup
Kurang

Jumlah
5
20
17
42

Persentase
11,9%
47,6%
40,5%
100%

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Kebersihan Gigi dan Mulut
Tabel tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai
pengetahuan kebersihan gigi dan mulut dengan kategori baik yaitu sebanyak 5
(11,9%) santri. Sebanyak 20 (47,6%) santri memiliki kategori cukup, 17 (40,5%)
santri memiliki kategori kurang. Hasil tersebut dapat digambarkan dalam diagram
batang berikut ini. Secara visual, pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut
pada santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur adalah sebagai berikut :

20
17

Baik (76-100%)

Cukup(56-75%)

Kurang ( <56%)

Gambar 4.6 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Kebersihan Gigi dan Mulut
4.1.7 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren AsySyafiiyah Kaur tentang Kebersihan Rambut
Pengetahuan tentang kebersihan rambut santri SMA Pondok Pesantren
Asy-Syafiiyah Kaur diperoleh melalui kemampuan responden dalam menjawab 5
item pertanyaan yang terdapat pada nomor 19-23. Setiap jawaban item pertanyaan

32

memiliki peluang skor 0 (jawaban salah) dan skor 1 (jawaban benar). Jumlah
jawaban benar yang diperoleh masing-masing responden diklasifikasikan ke
dalam pengkategorian pengetahuan tentang kebersihan rambut santri.
Hasil dari perhitungan yang dilakukan menggunakan bantuan program
Microsoft Exel dan SPSS for Windows, diperoleh nilai maksimum sebesar 80,00
atau 4 jawaban benar dan nilai minimum 20,00 atau 1 jawaban benar. Untuk ratarata diperoleh nilai sebesar 60,00 atau 3 jawaban benar. Data selanjutnya
dikategorikan sesuai dengan rumus yang pengkategoriannya di bagi menjadi tiga
yaitu: baik, cukup dan kurang.
No
1.
2.
3.

Interval
76-100%
56-75%
<56%
Jumlah

Kategori
Baik
Cukup
Kurang

Jumlah
3
29
10
42

Persentase
7,1%
69,0%
23,9%
100%

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Kebersihan Rambut
Tabel tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai
pengetahuan kebersihan rambut dengan kategori baik yaitu sebanyak 3 (7,1%)
santri.. Sebanyak 29 (69,0%) santri memiliki kategori cukup, 10 (23,9%) santri
memiliki kategori kurang. Hasil tersebut dapat digambarkan dalam diagram
batang berikut ini. Secara visual, pengetahuan tentang rambut pada santri SMA
Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur adalah sebagai berikut :

33

29

10
3
Baik (76-100%)

Cukup(56-75%)

Kurang ( <56%)

Gambar 4.7 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Kebersihan Rambut
4.1.8 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren AsySyafiiyah Kaur tentang Membuang Sampah pada Tempatnya
Pengetahuan tentang membuang sampah pada tempatnya santri SMA
Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur diperoleh melalui kemampuan responden
dalam menjawab 7 item pertanyaan yang terdapat pada nomor 24-30. Setiap
jawaban item pertanyaan memiliki peluang skor 0 (jawaban salah) dan skor 1
(jawaban benar). Jumlah jawaban benar yang diperoleh masing-masing responden
diklasifikasikan ke dalam pengkategorian pengetahuan tentang membuang
sampah pada tempatnya.
Hasil dari perhitungan yang dilakukan menggunakan bantuan program
Microsoft Exel dan SPSS for Windows, diperoleh nilai maksimum sebesar 85,68
atau 6 jawaban benar dan nilai minimum 42,84 atau 3 jawaban benar. Untuk ratarata diperoleh nilai sebesar 71,40 atau 5 jawaban benar . Data selanjutnya
dikategorikan sesuai dengan rumus yang pengkategoriannya di bagi menjadi tiga
yaitu: baik, cukup dan kurang.

34

No
1.
2.
3.

Interval
76-100%
56-75%
<56%
Jumlah

Kategori
Baik
Cukup
Kurang

Jumlah
8
22
12
42

Persentase
19,0%
52,4%
28,6%
100%

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Membuang Sampah pada Tempatnya
Tabel tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai
pengetahuan membuang sampah pada tempatnya dengan kategori baik yaitu
sebanyak 8 (19,0%) santri. Sebanyak 22 (52,4%) santri memiliki kategori cukup,
12 (28,6%) santri memiliki kategori kurang. Hasil tersebut dapat digambarkan
dalam diagram batang berikut ini. Secara visual, pengetahuan tentang membuang
sampah pada tempatnya pada santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur
adalah sebagai berikut :

22

12
8

Baik (76-100%)

Cukup(56-75%)

Kurang ( <56%)

Gambar 4.8 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Membuang Sampah pada Tempatnya
4.1.9 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren AsySyafiiyah Kaur tentang Olahraga
Pengetahuan tentang olahraga santri SMA Pondok Pesantren AsySyafiiyah Kaur diperoleh melalui kemampuan responden dalam menjawab 6 item
pertanyaan yang terdapat pada nomor 31-36. Setiap jawaban item pertanyaan

35

memiliki peluang skor 0 (jawaban salah) dan skor 1 (jawaban benar). Jumlah
jawaban benar yang diperoleh masing-masing responden diklasifikasikan ke
dalam pengkategorian pengetahuan tentang olahraga santri.
Hasil dari perhitungan yang dilakukan menggunakan bantuan program
Microsoft Exel dan SPSS for Windows, diperoleh nilai maksimum sebesar 83,3
atau 5 jawaban benar dan nilai minimum 33,32 atau 2 jawaban benar. Untuk ratarata diperoleh nilai sebesar 66,64 atau 4 jawaban benar. Data selanjutnya
dikategorikan sesuai dengan rumus yang pengkategoriannya di bagi menjadi tiga
yaitu: baik, cukup dan kurang.
No
1.
2.
3.

Interval
76-100%
56-75%
<56%
Jumlah

Kategori
Baik
Cukup
Kurang

Jumlah
6
22
14
42

Persentase
14,3%
52,4%
33,3%
100%

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Olahraga
Tabel tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai
pengetahuan olahraga dengan kategori baik yaitu sebanyak 6 (14,3%) santri.
Sebanyak 22 (52,4%) santri memiliki kategori cukup, 14 (33,3%) santri memiliki
kategori kurang. Hasil tersebut dapat digambarkan dalam diagram batang berikut
ini. Secara visual, pengetahuan tentang olahraga santri SMA Pondok Pesantren
Asy-Syafiiyah Kaur adalah sebagai berikut :

22

14

Baik (76-100%)

Cukup(56-75%)

Kurang ( <56%)

36

Gambar 4.9 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren


Asy-Syafiiyah Kaur tentang Olahraga
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan kepada hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat
pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat di Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah
Kaur adalah :
4.2.1 Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur
tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap
Kebersihan Pribadi
Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pengetahuan santri SMA Pondok
Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur tentang perilaku hidup bersih dan sehat terhadap
kebersihan pribadi diperoleh sebanyak 19,0% atau 8 santri masuk kategori baik,
57,1% atau 24 santri masuk kategori cukup dan 23,9% atau 10 santri masuk
kategori kurang. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan PHBS terhadap
kebersihan pribadi Santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur adalah
cukup.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan adalah pendidikan,
media massa/ informasi, lingkungan, pengalaman, usia, sosial budaya dan
ekonomi, serta jenis kelamin 15.
Pendidikan

dalam

arti

semakin

tinggi

pendidikan,

maka

akan

mempermudah seseorang menerima hal-hal baru dan mudah menyesuaikan


dengan hal baru tersebut15. Pada penelitian ini, pendidikan responden memiliki
karakteristik yang hampir sama dan tidak menunjukan perbedaan yang signifikan,
sehingga faktor pendidikan tidak terlalu mempengaruhi hasil penelitian.
Media massa/ infromasi yang diperoleh dari pendidikan formal maupun
non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate impact),
sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan15. Pada
penelitian ini, informasi responden tidak dapat diketahui, sehingga faktor media
massa/ informasi tidak mempengaruhi hasil penelitian.

37

Lingkungan berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke


dalam individu yang berada dalam lingkungan tersebut. Hal ini terjadi karena
adanya interaksi timbal balik ataupun tidak, yang akan direspon sebagai
pengetahuan oleh setiap individu15. Pada penelitian ini, responden memiliki
karakteristik lingkungan yang sama dan tidak menunjukan perbedaan hasil yang
signifikan, sehingga faktor lingkungan tidak mempengaruhi hasil penelitian.
Pengalaman dikaitkan dengan umur dan pendidikan individu, yang
memiliki arti pendidikan yang tinggi akan diikuti dengan pengalaman yang luas.
Sedangkan semakin tua umur seseorang, maka pengalaman akan semakin
banyak15. Pada penelitian ini, umur dan pendidikan responden relatif sama dan
tidak menunjukan perbedaan hasil yang signifikan, sehingga faktor pengalaman
tidak terlalu mempengaruhi hasil penelitian ini. Selain itu, pengalaman responden
tidak dapat diketahui sehingga hal tersebut tidak dapat mempengaruhi hasil
penelitian.
Usia atau umur dianggap sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi
tingkat pengetahuan karena semakin bertambahnya usia maka akan diikuti dengan
berkembangnya daya tangkap dan pola pikir seseorang sehingga pengetahuan
yang diperoleh akan semakin baik15. Pada penelitian ini, usia responden relatif
sama dan tidak menunjukan perbedaan hasil yang signifikan, sehingga faktor usia
tidak terlalu mempengaruhi hasil penelitian ini.
Sosial budaya merupakan suatu kebiasaan dan tradisi yang dilakukan suatu
masyarakat atau orang tertentu tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukan
baik atau buruk. Dengan demikian seseorang akan bertambah pengetahuannya
walaupun tidak melakukannya. Sedangkan ekonomi dikaitkan dengan pendidikan
yaitu semakin baik kondisi ekonomi seseorang maka tingkat pendidikan
cenderung lebih tinggi15. Pada penelitian ini, tingkat sosial, budaya, dan ekonomi
responden tidak dapat diketahui secara jelas, sehingga faktor sosial budaya dan
ekonomi tidak mempengaruhi hasil penelitian.
Jenis kelamin dapat dijadikan sebagai salah satu faktor yang
mempengaruhi pengetahuan15. Hal ini dikaitkan dengan ketertarikan terhadap
sesuatu pada jenis kelamin tertentu, misalnya pria pada umumnya lebih tertarik
pada hal-hal yang berhubungan dengan ketangkasan sedangkan wanita lebih

38

cenderung tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan keindahan 17.


Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Beria menunjukan tingkat
pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat pada laki-laki cenderung lebih
rendah dibandingkan dengan wanita3. Pada penelitian ini, Jumlah respoden
didominasi oleh laki-laki sebesar 66,7% (28 santri) dan mayoritas responden
berpengetahuan cukup berjenis kelamin laki-laki, sehingga faktor jenis kelamin
dapat mempengaruhi hasil penelitian.
Berdasarkan hasil di atas dapat diketahui bahwa pengetahuan santri di
Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur sudah baik akan tetapi perlu diberikan
tambahan-tambahan pengetahuan secara menyeluruh bagi santri yang memang
belum tahu sama sekali. Hal tersebut tentunya tidak lepas dari dukungan
pendidikan yang cukup baik. Dalam hal ini adalah guru merupakan pendidik yang
memberikan materi kesehatan secara berkesinambungan khususnya materi tentang
perilaku hidup bersih sehat di sekolah.
Pengetahuan berperilaku hidup bersih sehat perlu diberikan untuk
menciptakan keadaan lingkungan dan diri sendiri yang sehat yang akan
manjadikan kondisi nyaman untuk belajar. Pengetahuan tentang PHBS sebaiknya
diberikan sejak dini, dimulai dari diri sendiri. Pengetahuan anak pada dasarnya
tidak terlepas dari lingkungan keluarga yang merupakan wahana pendidikan yang
paling dasar di mana dalam lingkungan keluarga itulah seorang anak banyak
belajar tentang berbagai macam hal termasuk belajar tentang pengetahuan
kebersihan dan kesehatan. Perlu ditekankan bahwa pengetahuan dan hasil
observasi di lapangan tidak seimbang (pengetahuan yang bagus belum tentu
dipraktekkan). Pengetahuan yang diberikan dapat memberikan dampak dan akibat
jika kita tidak melakukannya, secara runtut alasan-alasan perlu diberikan dimateri
PHBS sehingga menjadikan santri mengetahui dan mengaplikasikannya dengan
sendirinya. Dengan demikian para santri akan terbiasa untuk hidup bersih dan
selalu menjaga kebersihan dirinya sendiri dan lingkungan.
4.2.2 Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur
tentang Mencuci Tangan

39

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil yang


menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai pengetahuan kebersihan
mencuci tangan dengan kategori cukup yaitu sebanyak 31 (73,8%) santri.
Sebanyak 8 (19,0%) santri memiliki kategori baik, 3 (7,2%) santri memiliki
kategori kurang.. Dengan demikian dapat diartikan bahwa belum semua santri di
Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur mengetahui tentang mencuci tangan.
Keadaan tersebut disebabkan karena setiap santri memiliki daya pikir yang
berbeda-beda. Oleh karena itu guru harus dapat memberikan pengetahuan tentang
muncuci tangan kepada santri. Bentuk pengetahuan bias berupa manfaat, cara dan
akibatnya, dengan demikian para santri juga akan dapat menerapkan pengetahuan
dan mengaplikasikannya untuk dirinya sendiri.
4.2.3 Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur
tentang Kebersihan Kuku
Hasil penelitian yang diperoleh penulis tentang pengetahuan santri di
Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah tentang kebersihan kuku dapat dikategorikan
santri yang mempunyai pengetahuan kategori baik yaitu hanya 5 (11,9%) santri,
15 (35,7%) santri memiliki kategori cukup, dan 22 (52,4%) santri memiliki
kategori kurang. Mayoritas santri masuk kedalam kategori kurang. Hal tersebut
yang menyebabkan santri kurang menyadari bahwa kuku yang panjang adalah
kuku yang banyak menyimpan bakteri. Sebagian santri berpendapat kuku panjang
banyak manfaatnya seperti menggaruk, membersihkan hidung dan telinga, dan
sebagai tren atau bagus dilihat. Oleh karena itu guru harus mampu memberikan
pengetahuan kepada para santri. Karena kebersihan kuku merupakan salah satu
terhindarnya kita dari penyakit cacingan dan diare.
4.2.4 Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur
tentang Kebersihan Pakaian
Pengetahuan santri tentang upaya kebersihan pakaian, berdasarkan hasil
perhitungan diperoleh hasil bahwa santri yang mempunyai pengetahuan kategori
baik yaitu 6 (14,3%) santri, sebanyak 24 (57,1,0%) santri memiliki kategori cukup

40

dan 12 (28,6%) santri kategori kurang. Mayoritas responden mempunyai


pengetahuan kebersihan pakaian dengan kategori cukup. Perlunya aturan dan
pengetahuan yang diberikan sejak dini sangatlah berguna dan berpengaruh dalam
kehidupan. Kebersihan pakaian dan kerapian di sekolah merupakan modal utama
untuk menjadikan santri berpenampilan baik. Keluarga juga berperan sangat
penting dalam kebersihan berpakaian santri.
4.2.5 Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur
tentang Kebersihan Gigi dan Mulut
Pengetahuan santri tentang upaya kebersihan gigi dan mulut berdasarkan
hasil perhitungan, diperoleh hasil bahwa santri yang mempunyai pengetahuan
kategori baik yaitu sebanyak 5 (11,9%) santri. Sebanyak 20 (47,6%) santri
memiliki kategori cukup, 17 (40,5%) santri memiliki kategori kurang.
Berdasar pengkategorian pengetahuan kebersihan gigi dan mulut, santri
memiliki kategori cukup. Santri yang merawat gigi tidak hanya di sekolah akan
tetapi di rumah, sebelum tidur sangat penting dilakukan. Gigi yang keropos,
berlubang, dan hitam banyak dimiliki santri, mereka tahu tetapi malas untuk
melakukannya. Perlunya kesadaran diri sendiri untuk menjaga gigi agar tetap
sehat dan bersih. Guru juga perlu melakukan suatu cara agar para santri dapat
menerapkannya di rumah.

4.2.6 Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur


tentang Kebersihan Rambut
Pengetahuan santri tentang upaya kebersihan rambut berdasarkan hasil
perhitungan diperoleh hasil bahwa santri yang mempunyai pengetahuan kategori
baik yaitu sebanyak 3 (7,1%) santri.. Sebanyak 29 (69,0%) santri memiliki
kategori cukup, 10 (23,9%) santri memiliki kategori kurang. Dengan demikian

41

dapat diartikan belum semua santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah


mengetahui kebersihan rambut. Keadaan tersebut disebkan karena setiap santri
tidak mempraktekkan pengetahuannya mengenai kebersihan rambut di sekolah,
sehingga tidak tahu bagaimana cara berkeramas dan merawat rambut dengan baik.
Keadaan ini perlu dan butuh diperhatikan oleh orang tua atau wali dan guru para
santri. Pengetahuan mengenai kebersihan rambut yang diberikan oleh guru juga
sangat penting agar siswa mengetahui akibat dari tidak merawat kebersihan
rambut.
4.2.7 Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur
tentang Membuang Sampah Pada Tempatnya
Pengetahuan santri tentang upaya membuang sampah pada tempatnya di
sekolah berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil bahwa santri yang
mempunyai pengetahuan kategori baik yaitu sebanyak 8 (19,0%) santri. Sebanyak
22 (52,4%) santri memiliki kategori cukup, 12 (28,6%) santri memiliki kategori
kurang. Pengkategorian tersebut diartikan bahwa pengetahuan santri mengenai
membuang sampah pada tempatnya adalah sudah mengetahui cara mengelola,
dampak sampah itu sendiri dan manfaatnya membuang sampah pada tempatnya,
tetapi belum dapat mempraktekannya dengan baik.
Peran

guru

dalam

membiasakan

para

santri

berperilaku

dan

bertanggungjawab terhadap kebersihan lingkungan sekolah harus ditanamkan


sedini mungkin kepada para santri, agar santri mampu menjaga kebersihan
lingkungan sekolah dengan kesadaran sendiri tanpa perintah dari guru. Kesadaran
dan pengetahuan yang lain tentang sampah juga perlu ditingkatkan lagi agar santri
dapat berkreasi dengan sampah yang bisa didaur ulang, karena sampah tidak akan
ada habisnya.
4.2.8 Pengetahuan Santri SMA Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Kaur
tentang Olahraga

42

Pengetahuan santri tentang olahraga berdasarkan hasil perhitungan


diperoleh hasil bahwa santri yang mempunyai pengetahuan dengan kategori baik
sebanyak 6 (14,3%) santri. Sebanyak 22 (52,4%) santri memiliki kategori cukup,
14 (33,3%) santri memiliki kategori kurang. Berdasarkan pengkategorian
pengetahuan olahraga, dapat diartikan bahwa para santri mengetahui tujuan dari
olahraga itu sangat berperan penting dalam pendidikan di sekolah. Beberapa santri
menjawab hampir semua mengetahui manfaat olahraga yaitu membuat badan
sehat, tidak lemas, dan menghilangkan rasa bosan dikelas. Namun para santri
masih belum dapat mempraktekan pengetahuannya untuk dapat berolaraga secara
teratur.