Anda di halaman 1dari 113

KELAS XI

PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB


WAJIB

JUMROTUN
SMA NEGERI 5 SURAKARTA
SEMESTER I

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

MODUL PEMBELAJARAN
MATEMATIKA
KURIKULUM 2013

DI SUSUN OLEH :
JUMROTUN S.Pd
NIP 197108041998022004

SMA NEGERI 5 SURAKARTA

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]


HALAMAN PENGESAHAN

Modul Sistem Peredaran Darah berbasis model discovery learning telah digunakan peserta
didik kelas XI semester 1 SMA Negeri 5 Surakarta dan MGMP Matematika Surakarta pada
tanggal

2016

Pustakawan

Penyusun

Jumrotun,S.Pd
NIP

NIP 197108041998022004
Ketua MGMP Matematika

NIP

Mengetahui

Mengetahui

Kepala Dinas Dispora

Kepala SMA Negeri 5 Surakarta

Kota Surakarta

Etty Retnowati, SH,MH

Drs Yusmar Setyobudi , MM , M.Pd

Pembina Utama Muda

Pembina Tingkat I

NIP 19620211 198612 2 001

NIP. 19630309 198903 1 014

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan berkah dan
karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan Modul Pembelajaran Matematika
Kurikulum 2013 yang secaraa khusus digunakan untuk SMA kelas XI IPS Semester I ini
dengan lancar tanpa suatu kendala yang berarti. Modul ini disusun agar dapat dimanfaatkan
sebagai sarana belajar mandiri bagi siswa, dan bagi guru dapat digunakan untuk pemberian
tugas mandiri tersetruktur.
Untuk mencapai hasil yang maksimal diperlukan pemahaman dan penerapan
modul ini sesuai dengan petunjuk yang disarankan dalam modul ini. Kritik dan saran guna
penyempurnaan modul ini tetap kami terima untuk meningkatkan kualitas dari modul.
Akhirnya semoga Modul Pembelajaran Matematika Kurikulum 2013 ini dapat sebagai
pelengkap sumber belajar bagi siswa dan guru dan secara umum dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran Matematika.

Surakarta,

Oktober 2016

Penyusun

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN PENGESAHAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN
A. Petunjuk Penggunaan Modul

BAB II

10

MATRIKS

12

PETA KONSEP

12

A. Pendahuluan

13

1. Deskripsi

13

2. Prasyarat

13

3. Tujuan Modul

13

4. Cek Kemampuan

13

B. Pembelajaran

14

B.1 Rencana Belajar Siswa

14

B.2 Kegiatan Belajar

15

1. Kegiatan Belajar -1

15

a. Tujuan Pembelajaran

15

b. Uraian Materi

15

c. Rangkuman

19

d. Tes Formatif-1

19

e. Kunci Test Formatif

20

2. Kegiatan Belajar -2
a.

10

Tujuan Pembelajaran

20
20

b. Uraian Materi

20

c. Rangkuman

24

d. Tes Formatif-2

24

e. Kunci Test Formatif

25

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

3. Kegiatan Belajar -3
a. Tujuan Pembelajaran

25

b. Uraian Materi

25

c. Rangkuman

28

d. Tes Formatif-3

29

e. Kunci Test Formatif

29

4. Kegiatan Belajar -4
a.

Tujuan Pembelajaran

29
30

c. Rangkuman

32

d. Tes Formatif-4

32

e. Kunci Test Formatif

33
33

PERSAMAAN GARIS LURUS

35

PETA KONSEP

35

A. Pendahuluan

36

1. Deskripsi

36

2. Prasyarat

36

3. Tujuan Modul

36

4. Cek Kemampuan

36

B. Pembelajaran

36

B.1 Rencana Belajar Siswa

36

B.2 Kegiatan Belajar

37

1. Kegiatan Belajar -1

37

a. Tujuan Pembelajaran

37

b. Uraian Materi

37

c. Rangkuman

39

d. Tes Formatif-1

40

e. Kunci Test Formatif

40

2. Kegiatan Belajar -2

29

b. Uraian Materi

C. Evaluasi
BAB III

25

41

a. Tujuan Pembelajaran

41

b. Uraian Materi

41

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

c. Rangkuman

42

d. Tes Formatif-1

43

e. Kunci Test Formatif

43

3. Kegiatan belajar -3

43

a. Tujuan Pembelajaran

43

b. Uraian Materi

44

c. Rangkuman

45

d. Tes Formatif-1

45

e. Kunci Test Formatif

46

C. Evaluasi
BAB IV

PROGRAM LINEAR

47

PETA KONSEP

47

A. Pendahuluan

48

1. Deskripsi

48

2. Prasyarat

48

3. Tujuan Modul

48

4. Cek Kemampuan

48

B. Pembelajaran
B.1 Rencana Belajar Siswa

48

B.2 Kegiatan Belajar

49

1. Kegiatan Belajar -1

49

a. Tujuan Pembelajaran

49

b. Uraian Materi

50

c. Rangkuman

53

d. Tes Formatif-1

54

e. Kunci Test Formatif

54

2. Kegiatan Belajar -2

48

54

a. Tujuan Pembelajaran

54

b. Uraian Materi

54

c. Rangkuman

55

d. Tes Formatif-2

55

e. Kunci Test Formatif

56

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

3. Kegiatan Belajar -3
a. Tujuan Pembelajaran

56

b. Uraian Materi

56

c. Rangkuman

59

d. Tes Formatif-3

59

e. Kunci Test Formatif

60

C. Evaluasi
BAB V

60

BARISAN DAN DERET TAK HINGGA

62

PETA KONSEP

62

A. Pendahuluan

63

1. Deskripsi

63

2. Prasyarat

63

3. Tujuan Modul

63

4. Cek Kemampuan

63

B. Pembelajaran

63

B.1 Rencana Belajar Siswa

63

B.2 Kegiatan Belajar

64

1. Kegiatan Belajar -1

64

a. Tujuan Pembelajaran

64

b. Uraian Materi

65

c. Rangkuman

67

d. Tes Formatif-1

67

e. Kunci Test Formatif

67

2. Kegiatan Belajar -2

67

a. Tujuan Pembelajaran

67

b. Uraian Materi

67

c. Rangkuman

69

d. Tes Formatif-2

69

e. Kunci Test Formatif

69

3. Kegiatan Belajar -3

56

69

a. Tujuan Pembelajaran

69

b. Uraian Materi

69

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

BAB VI

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

c. Rangkuman

72

d. Tes Formatif-3

72

e. Kunci Test Formatif

72

C. Evaluasi

73

FUNGSI

75

PETA KONSEP

75

A. Pendahuluan

76

1. Deskripsi

76

2. Prasyarat

76

3. Tujuan Modul

76

4. Cek Kemampuan

76

B. Pembelajaran
B.1 Rencana Belajar Siswa

77

B.2 Kegiatan Belajar

78

1. Kegiatan Belajar -1

78

a. Tujuan Pembelajaran

78

b. Uraian Materi

78

c. Rangkuman

81

d. Tes Formatif-1

81

e. Kunci Test Formatif

82

2. Kegiatan Belajar -2

83

a. Tujuan Pembelajaran

83

b. Uraian Materi

83

c. Rangkuman

85

d. Tes Formatif-2

86

e. Kunci Test Formatif

87

3. Kegiatan Belajar -3

77

87

a. Tujuan Pembelajaran

87

b. Uraian Materi

88

c. Rangkuman

89

d. Tes Formatif-3

89

e. Kunci Test Formatif

90

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

4. Kegiatan Belajar -4
a. Tujuan Pembelajaran

91

b. Uraian Materi

91

c. Rangkuman

91

d. Tes Formatif-4

91

e. Kunci Test Formatif

92

C. Evaluasi
BAB VII

92

TRIGONOMETRI

95

PETA KONSEP

95

A. Pendahuluan

96

1. Deskripsi

96

2. Prasyarat

96

3. Tujuan Modul

96

4. Cek Kemampuan

96

B. Pembelajaran

96

B.1 Rencana Belajar Siswa

96

B.2 Kegiatan Belajar

97

1. Kegiatan Belajar -1

97

a. Tujuan Pembelajaran

97

b. Uraian Materi

97

c. Rangkuman

99

d. Tes Formatif-1

99

e. Kunci Test Formatif

99

2. Kegiatan Belajar -2

99

a. Tujuan Pembelajaran

99

b. Uraian Materi

99

c. Rangkuman

101

d. Tes Formatif-2

101

e. Kunci Test Formatif

102

3. Kegiatan Belajar -3

91

102

a. Tujuan Pembelajaran

102

b. Uraian Materi

102

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

c. Rangkuman

106

d. Tes Formatif-3

107

e. Kunci Test Formatif

107

C. Evaluasi

107

DAFTAR PUSTAKA

109

LAMPIRAN

110

KUNCI JAWABAN1

110

SILABUS

113

10

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

BAB I. PENDAHULUAN
A. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Ikutilah modul ini secara urut mulai dari bagian satu ke bagian berikutnya (jangan
meloncat) karena bagian awal merupakan prasarat untuk bagian berikutnya.
2. Pahami setiap materi yang akan menunjang penguasaan Anda dengan membaca
secara teliti.
3. Kerjakan tes formatif dan evaluasi sebagai sarana latihan Anda.
4. Jawablah tes formatif dengan jawaban singkat dan jelas, serta kerjakan sesuai dengan
kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini.
5. Bila terdapat penugasan, kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika dirasa perlu
konsultasikan dengan guru.
6. Catatlah kesulitan yang Anda temui dalam modul ini dan tanyakan kepada guru pada
saat kegiatan tatap muka.

11

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

BAB II. MATRIKS


PETA KONSEP

12

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

A. Pendahuluan
1. Deskripsi
Banyak sekali permasalahan sehari-hari yang melibatkan konsep matriks contoh nya
adalah pada permasalahan sistem persamaan linear dapat diselesaikan dengan
menggunakan matriks selain menggunakan metode subsitusi dan eliminasi yang sudah
dipelajari sebelumnya.
Contoh permasalahan yang berkaitan dengan matriks pada bidang ekonomi adalah
analisis pengeluaran dan pemasukan . Analisis ini menggunakan variabel berupa
price, biaya, kuantitas dan tabungan yang selanjutnya menjadi elemen dari matriks.
2. Prasyarat
Untuk mempelajari materi matriks pada bab ini perlu diingat kembali materi matriks
yang sudah dipelajari di kelas X meliputi definisi matriks, jenis-jenis matriks,
transpose matriks dan kesamaan matriks.
Selain itu,, perlu diingat kembali materi sistem persamaan linear.
3. Tujuan Modul
Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan dapat :
1) Memahami operasi pada matriks.
2) Memahami determinan matriks
3) Mentukan determinan matriks berorodo 2 x 2 dan 3 x 3.
4) Memahami invers matriks
5) Menentukan invers matriks ordo 2 x 2 dan 3 x 3.
6) Menggunakan konsep determinan dan invers matriks untuk menyelesaikan
permasalahan yang berkaitan dengan matriks.
4. Cek Kemampuan
Kerjakanlah soal-soal berikut !
1) Jika diketahui matriks A = (

)dan matriks B=(

) ,Tentukan nilai x

dan y sehingga A=B !


2) Tentukan transpose dari matriks A=(

)!

3) Bentuklah model persamaan linear dari permasalahan berikut :


Tia pergi ke toko buku. Tia membeli 2 buku tulis, 1 pulpen dan 1 pensil seharga
Rp. 6.500. harga 2 pulpen dan 1 pensil sama dnegan dua kali harga sebuah buku
tuli. Selisih harga sebuah buku tulis dan harga sebuah pensil sama dengan du per
tiga kali harga sebuah pulpun.
13

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

B. Pembelajaran
B.1. Rencana Belajar Siswa
I.

Kompetensi Inti
KI1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong,kerja sama,toleran,damai), santun, responsif dan pro-aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri serta menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

II. Kompetensi Dasar


3.1

Memahami dan menganalisis konsep dasar operasi matriks dan sifat-sifat


operasi matriks serta menerapkannya dalam pemecahan masalah.operasi matriks
serta menerapkannya dalam pemecahan masalah.

4.1 Memadu berbagai konsep dan aturan operasi matriks dan menyajikan model
matematika dari suatu masalah nyata dengan memanfaatkan nilai determinan
atau invers matriks dalam pemecahannya.
Indikator :
1. Pertemuan Pertama
Melakukan operasi pada matriks.
2. Pertemuan Kedua
Menentukan determinan matriks berorodo 2 x 2 dan 3 x 3
3. Pertemuan Ketiga
Menentukan invers matriks berorodo 2 x 2 dan 3 x 3
4. Pertemuan Keempat
14

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

Siswa dapat menerapkan konsep matriks untuk menyelesaikan permasalahan


sederhana.
B.2. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar -1
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat melakukan operasi pada matrisk
b. Uraian Materi
A. Operasi pada Matriks
1. Penjumlahan Matriks
Perhatikan masalah 2.1 berikut :
Dua orang bersaudara laki-laki dan perempuan membuka dua cabang toko
kue di Padang dan di Medan. Toko kue itu menyediakan 2 jenis kue, yaitu;
bronis dan bika ambon. Biaya untuk bahan ditangani oleh saudara
perempuan dan biaya untuk chef ditangani oleh saudara laki-laki. Biaya
untuk tiap-tiap kue seperti pada tabel berikut:
Tabel 2.1 Biaya Toko di Padang (dalam Rp.)
Bronis

Bika Ambon

Bahan Kue

1.000.000

1.200.000

Chef

2.000.000

3.000.000

Tabel 2.2 Biaya Toko di Medan (dalam Rp.)


Bronis

Bika Ambon

Bahan Kue

1.500.000

1.700.000

Chef

3.000.000

3.500.000

Berapa total biaya yang harus dikeluarkan oleh toko kue ?


Penyelesaian
Jika kita misalkan matriks biaya di Padang, sebagai matriks A dan matriks
biaya di Medan sebagai matriks B, maka matriks biaya kedua toko disajikan
sebagai berikut.
(

15

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

Total biaya yang dikeluarkan kedua toko kue tersebut dapat diperoleh,
sebagai berikut.
Total biaya bahan untuk bronis = 1.000.000 + 1.500.000= 2.500.000
Total biaya bahan untuk bika ambon = 1.200.000 + 1.700.000 =
2.900.000
Total biaya chef untuk bronis = 2.000.000 + 3.000.000= 5.000.000
Total biaya chef untuk bika ambon = 3.000.000 + 3.500.000 =
6.500.000
Keempat total biaya tersebut dinyatakan dalam tabel berikut:
Tabel 2.3 Biaya Toko Total (dalam Rp.)
Bronis

Bika Ambon

Bahan Kue

2.500.000

2.900.000

Chef

5.000.000

6.500.000

Misal matriks A+B menyatakan data pada tabel diatas maka A+B dapat
diperoleh dnegan menjumlahkan matriks A dan matriks B
(

)
)

Penjumlahan kedua matriks biaya di atas dapat dioperasikan karena


kedua matriks biaya memiliki ordo yang sama, yaitu 2 2. Seandainya ordo
kedua matriks biaya tersebut berbeda, kita tidak dapat melakukan
penjumlahan dua matriks.
Selanjutnya, dapat didefiniskan penjumlahan matriks sebagai berikut:
Definisi 1
Misalkan A dan B adalah matriks berorodo m x n dengan elemen-elemen
dan

. Matriks C adalah jumlah matriks A dan matriks B, ditulis

C=A+B ,dengan elemen-elemen ditentukan oleh

(untuk

semua i dan j).


Contoh 1
Jika diketahui matriks

+ dan

matriks A+B dan B+A !


16

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

+. Tentukan

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

Jawab :
*

=[
=*
*

]
+
+

=[
=*

]
+

Perhatikan bahwa

sehingga pada operasi penjumlahan

matriks berlaku sifat komutatif.


Sifat 1. Sifat Komutatif Penjumlahan Matriks
Misalkan matriks A dan B berordo m x n . Penjumlahan matriks A dan B
memenuhi sifat komutatif jika hanya jika
Sifat 2. Sifat Asosiatif Penjumlahan
Misalkan matriks A,B dan C berordo m x n . Penjumlahan matriks A, B dan
C memenuhi sifat asosiatif jika hanya jika
2. Pengurangan Matriks
Seperti halnya pada penjumlahan matriks, pengurangan matriks dapat
didefinisikan sebagi berikut :
Definisi 2
Misalkan A dan B adalah matriks-matriks berordo m n. Pengurangan
matriks A dengan matriks B didefinisikan sebagai jumlah matriks A dan
lawan matriks B, ditulis:
A-B=A+(-B).
Matriks B merupakan matriks yang setiap unsurnya berlawanan tanda
dengan setiap unsur yang bersesuaian dengan matriks B.
Contoh 2
Jika diketahui matriks

+ dan

matriks A-B !
Jawab :

17

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

+. Tentukan

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

=*

=[

=*

3. Perkalian Skalar (Bilangan real) dengan Matriks


Definisi 3
Misalkan A suatu matriks berordo m n dengan elemen-elemen

dan k

adalah suatu bilangan real. Matriks C adalah hasil perkalian bilangan real k
dengan matriks A, dinotasikan C = k.A, bila matriks C berordo m n
dengan elemen-elemennya ditentukan oleh :
(

).

Contoh 3
*

Jika diketahui matriks

+. Tentukan matriks (A) !

Jawab :

=(-1) *

=[
=*

]
+

4. Perkalian Matriks
Definisi 4
Misalkan A = [

] adalah matriks yang berordo

adalah matriks yang berordo


suatu matriks C berordo

dan B = [

. Hasil kali matriks A dan B adalah


dinotasikan A B = C = [

] berordo

dengan elemen baris ke-i dan kolom ke-j adalah:

dengan i = 1,2,3, , m; dan j = 1,2,3,,n.


Catatan: Matriks A dan B dapat dikalikan apabila banyak kolom matriks A
sama dengan banyak baris matriks B.
Contoh 4

18

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

Jika diketahui matriks

+ dan matriks

+. Tentukan

matriks A x B !
x

Jawab :
*

+ *

=*

=*

Sifat 3. Sifat Asosiatif Perkalian Matriks


Misalkan matriks A berordo m n, B berordo n p dan C berordo p q
dengan m, n, p, q N. Perkalian matriks memenuhi sifat asosiatif jika dan
hanya jika A (B C) = (A B) C.
Sifat 4. Sifat Distributif Perkalian Matriks
Misalkan matriks A berordo m n, B berordo n p dan C berordo n p
dengan m, n, p, q N. Perkalian matriks memenuhi sifat distributif operasi
perkalian terhadap operasi penjumlahan matriks jika dan hanya jika
A (B + C) = (A B) + (A C).
Definisi 5. Perpangkatan Matriks
Misalkan matriks A berordo p q dan n N.

n faktor
c. Rangkuman
Operasi Matriks
Penjumlahan
1. Bersifat Komutatif
2. Bersifat Asosiatif
Pengurangan
Perkalian dengan Skalar
Perkalian Matriks
1. Bersifat Asosiatif
2. Bersifat Distributif
d. Tes Formatif-1
1) Diketahui matriks
19

),

) dan

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

) . Tentukan :

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

a) A+B
b) 3C-2A
c) A-(B-C)T
(

2) Diketahui matriks

),

) dan

) . Tentukan :

a) PQ
b) PR
c) P(Q+R)
(

3) Diketahui matriks
(

) ,

) ,

dan

). Tentukan nilai a dan b jika diketahui

e. Kunci Test Formatif


1) (a) (

(b) (
(c) (

)
)

2) (a) (

(b) (

(c) (

3)
2. Kegiatan Belajar -2
a.

Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat menentukan determinan matriks berorodo 2 x 2 dan 3 x 3 jika
diketahui matriksnya.

b. Uraian Materi
A. Determinan matriks ordo 2 x 2
Perhatikan permasalahan 2.2 berikut :
Siti dan teman-temannya makan di sebuah warung.Mereka memesan 3 ayam
penyet dan 2 gelas es jeruk di kantin sekolahnya. Tak lama kemudian, Beni
datang dan teman-temannya memesan 5 porsi ayam penyet dan 3 gelas es jeruk.
Siti menantang Amir menentukan harga satu porsi ayam penyet dan harga es
20

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

jeruk per gelas, jika Siti harus membayar Rp70.000,00 untuk semua pesanannya
dan Beni harus membayar Rp115.000,00 untuk semua pesanannya, berapakah
harga satu porsi ayam penyet dan es jeruk per gelasnya?
Bentuk sistem persamaan linear dari permasalahan diatas adalah

Dengan x banyaknya ayam penyet dan y banyaknya es jeruk.


Mengingat kembali sistem persamaan linier dua variabel yang berbentuk
(

)( )

( )

Memiliki solusi penyelesaian yang berbentuk :

Selanjutnya, didalam konsep matriks nilai


determinan matriks (
(

) dan disimbolkan |

dikenal sebagai
| atau det A dengan

Sehingga dapat dirumuskan determinan matriks ordo 2 x 2 adalah sebagai


berikut :
Misalkan matriks
| |

) , maka determinan matriks A dinotasikan dengan

Contoh 1
Diketahui matriks

). Tentukan | | !

Jawab :
| |

B. Determinan matriks orodo 3 x 3


Perhatikan permasalahan 2.3 beirkut :
Sebuah perusahaan penerbangan menawarkan perjalanan wisata ke negara A,
perusahaan tersebut mempunyai tiga jenis pesawat yaitu Airbus 100, Airbus
200, dan Airbus 300. Setiap pesawat dilengkapi dengan kursi penumpang untuk

21

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

kelas turis, ekonomi, dan VIP. Jumlah kursi penumpang dari tiga jenis pesawat
tersebut disajikan pada tabel berikut.

Perusahaan telah mendaftar jumlah penumpang yang mengikuti perjalanan


wisata ke negara A seperti pada tabel berikut.

Berapa banyak pesawat masing-masing yang harus dipersiapkan untuk


perjalanan tersebut?
Bentuk sistem persamaan linear dari permasalahan diatas adalah

Dengan x banyaknya airbus 100 penyet ,y banyaknya airbus 200 dan z


banyaknya airbus 300.
Mengingat kembali sistem persamaan linier tiga variabel yang berbentuk

) ./

( )

Sistem persamaan tiga variabel diatas dapat diselesaikan menggunakan konsep


matriks seperti halnya pada permasalahan 2.2 yaitu dengan memanfaatkan
(

determinan matriks

) yang berordo 3 x 3. Bagaimana

menentukan determinan matriks ordo 3 x 3 dibeirkan sebagai berikut :


Misalkan matriks

| |

22

) , maka determinan matriks A dinotasikan dengan

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Contoh 2
). Tentukan | | !

Diketahui matriks
Jawab :
| |

=1

C. Sifat-sifat Determinan Matriks


1.
Bukti :
Berikut ini diberikan bukti untuk

Karena

) maka

, misalkan

) dengan

) sehingga

Akibatnya

Jadi,
2.

untuk

dan

untuk

Bukti :
Berikut akan diberikan pembuktian untuk

, misalkan

dengan
Karena

maka

=
=
Jadi,
Bukti untuk

untuk

ditinggalkan sebagai latihan.

3.
4.
Latihan
Buktikan sifat ke-3 dan sifat ke-4 !
Contoh 3

23

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

sehingga

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]


). Tentukan |

Diketahui matriks

|!

Jawab :
Berdasarkan sifat 2 diperoleh
|

(det(A)=1 dari contoh 1)

=4
c. Rangkuman
Determinana matriks persegi beroordo 2 dapat ditentukan dengan rumus :
(

Misalkan matriks
| |

dengan

) , maka determinan matriks A dinotasikan


|

Determinan matriks persegi ordo 3 dapat ditentukan dengan rumus :


(

Misalkan matriks

| |

dengan

) , maka determinan matriks A dinotasikan

Sifat-sifat determinan matriks


1.
2.

untuk

dan

untuk

3.
4.
d. Tes Formatif-2
1) Diketahui matriks

) dan

). Tentukan :

a) Determinan matriks A
b) Determinan matriks B
c)
2) Determinan matriks
.
3) Jika
24

/ adalah p dan determinan matriks

/ adalah q . Tentukan nilai 2p-q !


(

) dan

) . Tentukan determina (AB) !

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

e. Kunci Test Formatif


1) (a) 37
(b) (-13)
(c) 37
2) (-8)
3) 6
3. Kegiatan Belajar -3
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat menentukan invers matriks ordo 2 x 2 dan 3 x 3 jika diketahui
matriksnya.
b. Uraian Materi
A. Definisi Invers Matriks
Definisi
Misalkan A sebuah matriks persegi dengan ordo n n, n N.
Matriks A disebut matriks tidak singular, apabila det(A) 0.
Matriks A disebut matriks singular, apabila det(A) = 0.
A-1 disebut invers matriks A jika dan hanya jika AA-1 = A-1A = I, dengan I
adalah matriks identitas perkalian matriks.
B. Invers Matriks ordo 2 x 2
Perhatikan masalah 2.2 pada pembelajaran sebelumnya, penyajian masalah 2.2
dalam bentuk matriks diberikan sebagai berikut :
(

)( )

Untuk menyelesaikan permasalahan diatas maka akan ditentukan matriks


( ) dengan cara
(

asalkan A adalah matriks tak singular

sehingga A memiliki invers. Bagaimana menentukan invers dari A ?

Invers dari A dapat ditentukan dengan aturan sebagai berikut :


Misalkan matriks
dimana

) , maka invers matriks A dinotasikan dengan


(

Contoh 1
25

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]


(

Diketahui matriks

). Tentukan

Jawab :
| |

Sehingga
(

C. Invers Matriks ordo 3 x 3


Perhatikan kembali permasalahan 2.3, seperti halnya untuk menyelesaiakan
permasalahan 2.2 menggunakan invers matriks maka untuk menyelesaiakan
permasalahan 2.3 juga perlu ditentukan invers matriks dari A yang ber ordo 3x3.
Untuk menentukan invers matriks ordo 3 x 3 digunakan metode kofaktor
sebagai berikut.
Terlebih dulu dikenalkan tentang minor suatu matriks. Minor suatu matriks A
dilambangkan dengan

adalah determinan matriks bagian dari A yang

diperoleh dengan cara menghilangkan elemen-elemen pada baris ke-i dan kolom
ke-j.
(

Misalkan matriks

=(

Mmor elemen

Sehingga
dan

)
adalah sub matriks bagian A hasil ekspansi baris ke-1.

Matriks kofaktor matriks A dilambangkan dengan :


dan
Sehingga diperoleh :
|

|
|

( |

26

|
|

|
|

|
|

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

|
| )

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Selanjutnya,transpose dari matriks kofaktor disebut dengan matriks Adjoint dari


A yang disimbolkan dengan Adj(A). Sehingga invers dari A diberikan sebagai
berikut :
|

|
|

|
|

( |

|
|

|
|

| )

Contoh 2
(

Diketahui matriks

). Tentukan

Jawab :
Dari contoh sebelumnya diketahui

, sehingga

|
|

( |
|

( |

|
|

|
|

| )

|
|

|
|

|
|

|
|

|
| )

D. Sifat Invers Matriks


Jika A dan B merupakan matriks persegi berorodo sama dan mempunyai invers,
berlaku sifat-sifat berikut :
1.
2.
Bukti :
Bukti yang akan dibeirkan bukan merupakan bukti umum tetapi bukti untuk
A dan B matriks berorodo 2.
Misalkan
Sehingga
27

) dan
(

)
) dan

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Perhatikan
(

)(

Dengan

)
(

Sehingga
(

)
(

)(

)(

) ...(sifat determinan)
)

Jadi,
3.
4.
5.
6.
7.
Latihan
Buktikan sifat 1,3,4,5,6,7 pada invers matriks!
c. Rangkuman
Misalkan A sebuah matriks persegi dengan ordo n n, n N.
Matriks A disebut matriks tidak singular, apabila det(A) 0.
Matriks A disebut matriks singular, apabila det(A) = 0.
A-1 disebut invers matriks A jika dan hanya jika AA-1 = A-1A = I, dengan I
adalah matriks identitas perkalian matriks.
Invers matriks ordo 2 x 2 dapat ditentukan dengan rumus :
Misalkan matriks
dimana

) , maka invers matriks A dinotasikan dengan


(

Invers matriks ordo 3 x 3 dapat ditentukan dengan rumus :


28

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

|
|

( |

|
|

|
|

|
|

|
| )

Sifat-sifat Invers Matriks


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
d. Tes Formatif-3
1) Diketahui matriks

2) Diketahui matriks

) dan
) dan

(
(

). Tentukan

). Jika XA=B, tentukan

matriks A !
3) Diketahui matriks

). Tentukan invers matriks C !

e. Kunci Test Formatif


1) (
2) (

)
)

3)
(

4. Kegiatan Belajar -4
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat menerapkan konsep matriks untuk menyelesaikan permasalahan
sederhana.
29

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

b. Uraian Materi
Konsep matriks banyak digunakan untuk menyelesaikan permasalahan sederhana
dikehidupan sehari-hari terutama yang melibatkan sistem persamaan linear n
variabel.
Secara khusus pada pembelajaran ini akan dijelaskan mengenai contoh penerapan
matriks untuk menyelesaikan permasalahan linear dua dan tiga variabel baik
menggunakan invers matriks maupun dengan aturan cramer.
Diberikan SPLDV dan SPLTVsebagai berikut
SPLDV
SPLTV

Sistem diatasa dapat dinyatakan dalam bentuk


(

)( )
A

( ) => SPLDV

B
). /

( ) => SPLTV
B

Seperti pada permasalahan 2.2 dan permasalahan 2.3 dapat diselesaikan dengan
menggunakan konsep matriks, berikut ini dua cara menyelesaikan permasalahan
tersebut yang dapat digunakan :
A. Menggunakan invers matriks
Sistem persamaan diatas dapat dinyakan dalam bentuk matriks

A dinamakan matriks koefisien.


Penyelesaian dari sistem adalah
B. Aturan cramer
Didefinsikan determinan utama (D), yaitu determinan dari matriks koefisienkoefisien x dan y
| |
Didefinisikan determinan variabel x (Dx), yaitu determinan dari matriks yang
diperoleh dengan menggantikan koefisien-koefisien variabel x dari determinan
utama dengan bilangan-bilangan di ruas kanan.
30

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]


|

Didefinisikan determinan variabel y (Dy), yaitu determinan dari matriks yang


diperoleh dengan menggantikan koefisien-koefisien variabel y dari determinan
utama dengan bilangan-bilangan di ruas kanan.
|

Nilai x dan y ditentukan dengan

dan

Untuk SPLTV didefinisikan pula determinan variabel z (Dz), yaitu determinan


dari matriks yang diperoleh dengan menggantikan koefisien-koefisien variabel
z dari determinan utama dengan bilangan-bilangan di ruas kanan.
|
Sehingga

Contoh 1
Tentukan penyelesaian dari SPL berikut dengan menggunkan invers matriks
dan aturan cramer !

Jawab :
SPL diatas dapat diubah kebentuk matriks
(

Dengan menggunakan invers matriks


( )

( )
( )
31

)( )

(
(

)
)(

)
)

( )

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Jadi, x=5 dan y=5.

Dengan menggunakan aturan cramer


|

Sehingga
dan
c. Rangkuman
Untuk menyelesaikan sistem persamaan dnegan menggunakan invers
Sistem persamaan dinyakan dalam bentuk matriks

A dinamakan matriks koefisien.


Penyelesaian dari sistem adalah
Langkah-langkah pada aturan Cramer diberikan sebagai berikut :
a) Untuk dua variabel
dan
b) Untuk tiga variabel
,

dan

d. Tes Formatif-4
1) Tia pergi ke toko buku. Tia membeli 2 buku tulis, 1 pulpen dan 1 pensil seharga
Rp. 6.500. harga 2 pulpen dan 1 pensil sama dengan dua kali harga sebuah buku
tulis.Selisish harga sebuah buku tulis dan aharga sbeuah pensil sama dengan dua
per tiga kali harga sebuah pulpen. Tentukan :
a) Harga sbeuah buku tulis
b) Harga sebuah pulpen
c) Harga sbeuah pensil
2) Selisih umur ayah dan adik sekarang 26 tahun. Lima tahun yang lalu jumlah
umur mereka 34 tahun. Tentukan umur ayah dan adik dua tahun yang akan
datang !
3) Harga 2 kg beras dan 3 kg telur Rp. 52.000 sedangkan harga 1 kg beras dan 2 kg
telur Rp 32.000. Tentukan :
32

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

a) Harga 1 kg beras dan 1 kg telur


b) Harga 3 kg beras dan 4 kg telur
e. Kunci Test Formatif
1) (a) Rp. 2.000
(b) Rp. 1.500
(c) Rp. 1.000
2) Ayah= 37 tahun dan adik = 11 tahun
3) (a) 20.000
(b) 72.000
C. Evaluasi
(

1. Jika matriks C adalah matriks hasil penjumlahan matriks


(

) dan

) . Tentukan matriks C !
(

2. Diketahui matriks

) dan

). Jika

),

tentukan 2A+B !
(

3. Diketahui matriks
matriks

) dan

) . Tentukan

!
(

4. Jika diketahui matriks

) dan matriks

). Determinan

matriks A+B adalah 7. Tentukan nilai 2x+4y !


5. Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan |
6. Diketahui matriks

). Jika matriks (A-kI) adalah matriks singular,

tentukan nilai k !
7. Tentukan nilai-nilai x agar matriks (
8. Diketahui matriks

) tidak memiliki invers !

) ,

) dan matriks C=B-A. Tentukan

invers dari matriks C !


9. Jika matriks

10. Diketahui matriks

) dan
(

) dan

matriks C, tentukan determinan dari matriks

33

) , tentukan matriks

invers

). Jika AC=B dan


!

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

11. Diketahui matriks

) ,

) dan C matriks berordo 2 x 2. Jika

CA=B, tentukan matriks A+B+C !


12. Harga 3 unit printer dan 5 unit modem Rp. 3.050.000. harga 2 unit printer dan 3 unit
modem Rp. 1.950.000. Jika harga 1 unit printer=x dan harga 1 unit modem=y,
tentukan nilai x dan y !
13. Diketahui harga 3 bolpoin dan 5 spidol Rp. 11.000, sedangkan harga 2 bolpoin dan 4
spidol Rp. 8.000. Tentukan harga 4 bolpoin dan 3 spidol !
14. Pak Sidik memiliki sebidang tanah berbentuk persegi panjang. Panjang tanah
tersebut 6 m lebih panjang daripada lebarnya. Keliling tanah tersebut adalah 52 m.
Jika tanah tersebut dijual dnegan harga Rp. 100.000 per m2, tentukan harga jual
tanah tersebut !

34

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

BAB
PERSAMAAN GARIS LURUS
III.1 III.
PARABOLA
PETA KONSEP

35

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

A. Pendahuluan
1. Deskripsi
Banyak permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan konsep persamaan garis
lurus contohnya yang paling sederhana adalah pada laju pertumbuhan penduduk yang
digunakan oleh badan statistika nasional. Laju pertumbuhan pendudukan menggunkan
konsep persamaan garis lurus.
2. Prasyarat
Untuk mempelajari materi persamaan garis lurus ini perlu diingat kembali persamaan
garis lurus yang sudah dipelajari di SMP meliputi definisi garis lurus, cara membuat
grafik garis lurus, menentukan gradien garis lurus dan menentukan persamaan garis
lurus.
3. Tujuan Modul
Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan dapat :
1) Menentukan gradien dari sebuah garis lurus
2) Menentukan hubungan antar garis
3) Mentukan persamaan garis lurus
4. Cek Kemampuan
Kerjakanlah soal-soal berikut !
a. Gambarlah grafik garis lurus dengan persamaan

b. Tentukan gradien garis yang melalui titik (2,3) dan (9,8) !


c. Tentukan gradien garis yang memiliki persamaan

d. Tentukan persamaan garis yang memotong sumbu x di (4,0) dan memotong


sumbu y di (0,7) !
e. Tentukan persamaan garis yang melalui titik (1,2) dan bergradien 3 !
f. Tentukan persamaan garis yang melalui titik (2,3) dan (5,6) !
B. Pembelajaran
B.1. Rencana Belajar Siswa
I.

Kompetensi Inti
KI1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong,kerja sama,toleran,damai), santun, responsif dan pro-aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri serta menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

36

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

KI3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
II. Kompetensi Dasar
3.10 Menganalisis sifat dua garis sejajar dan saling tegak lurus dan menerapkannya
dalam menyelesaikan masalah.
4.7 Menganalisis kurva-kurva yang melalui beberapa titik untuk menyimpulkan
berupa garis lurus, garis-garis sejajar, atau garis-garis tegaklurus.
Indikator :
1. Pertemuan Pertama
Menentukan gradien garis lurus
2. Pertemuan Kedua
Menentukan hubungan antar garis
Memahami syarat garis saling sejajar, berpotongan dan berpotongan tegak lurus.
3. Pertemuan Ketiga
Menentukan persamaan garis lurus .
B.2. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar -1
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan dari pembelajaran yang akan dilakukan meliputi :
1) Siswa dapat menentukan gradien garis lurus ..
b. Uraian Materi
A. Garis dan Gradien
Di SMP telah diajarkan bagaimana menentukan gradien sebuah garis lurus,
gradien sebuah garis lurus dapat ditentukan melalui persamaan nya maupun
melalui dua buah titik yang dilalui nya.

37

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Jika garis lurus memiliki persamaan garis lurus berbentuk


maka gradiennya adalah
Jika garis lurus memiliki persamaan garis lurus berbentuk

maka

gradiennya adalah
Jika garis melalui dua buah titik

dan

maka gradiennya adalah

.
Perhatikan grafik garis lurus dibawah ini :

Gambar 3.1

Pada grafik diatas dapat kita tentukan gradien dari masing-masing garis dengan
memanfaatkan persamaan garisnya. Sehingga dapat diperoleh gradien garis-garis
tersebut adalah sebagai berikut :
o Gradien garis

adalah

o Gradien garis

adalah

o Gradien garis

adalah

Selanjutnya,perhatikan grafik garis lurus berikut :

Gambar 3.2

Dapatkah kalian menentukan gradien garis lurus


Garis lurus
persamaan garis lurus
38

pada gambar diatas ?

dikatakan tidak memiliki gradien, karena nilai b pada


bernilai o sehingga nilai m tidak dpaat didefinisikan.

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Selain, menggunakan persamaan garis lurusnya dan du buah titik yang dilalui nya
menentukan gradien sebuah garis lurus dapat dilakukan dengan menggunakan
konsep tangen.
Perhatikan grafik garis lurus berikut :

Perhatikan segitiga OBC ,dengan mengingat kembali materi trigonometri tentang


perbandingan sudut,dapat ditentukan bahwa

Jadi, m dapat ditentukan dengan

adalah sudut yang dibentuk garis

dengan sumbu X-positif.


Contoh 1
Tentukan gradien garis yang melalui dua buah titik (1,2) dan (2,3) setta tentukan
besar sudut yang dibentuk oleh garis dengan sumbu x !
Jawab :
Gradien garis yang melalui du abuah titik dapat ditentukan dengan rumus

Perhatikan bahwa
Jadi, besar sudut yang dibentuk oleh garis dengan sumbu x adalah 45
c. Rangkuman
Gradien sebuah garis lurus dapat ditentukan sebagai berikut :

39

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

1) Jika persamaan garis lurus tersebut


adalah

maka gradien nya

2) Jika garis melalui dua buah titik


gradiennya adalah

dan

maka

3) Jika besar sudu garis yang dibentuk oleh garis lurus tersebut dengan
sumbu X adalah

maka

d. Tes Formatif-1
1. Tentukan persamaan garis g dan gardiennya !

2. Tentukan gardien garis dibawah ini !

3. Garis

melalui titik M(2,-1) dan N(q,1). Tentukan nilai q !

4. Diketahui persamaan garis h adalah


kemiringan garis h adalah

, tentukan nilai

. Jika besar sudut


!

5. Tentukan persamaan agris yang melalui titik (2,0) dan mempunyai sudut
kemiringan 30 !
e. Kunci Test Formatif
1.
2.
3. 28
4.

40

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

5.

2. Kegiatan Belajar -2
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan dari pembelajaran yang akan dilakukan meliputi :
1) Siswa dapat menentukan hubungan antar garis.
2) Siswa dapat menentukan syarat garis saling sejajar, berpotongan dan
berpotongan tegak lurus.
b. Uraian Materi
A. Hubungan Antar Garis
Secara umum hubungan antar garis disajikan dalam gambar berikut :

(a)

(b)

(c)

(d)

Gambar 3.3 Hubungan dua buah garis (a) sejajar (b) berpotongan (c)
berpotongan tegak lurus (d) berhimpit
Selanjutnya untuk menentukan hubungan garis lurusdapat menggunakan
sifat-sifat berikut :
Sifat 1

41

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Misalkan garis

dengan gradien m1

g2 : rx + sy = t ; r 0 dan s 0 dengan gradien m2 :a, b, c, r, s, t merupakan


bilangan real.
Garis g1 sejajar dengan g2 jika dan hanya jika gradien kedua garis sama.
Secara matematis dinotasikan:

//

Sifat 2
Misalkan garis

dengan gradien m1
dengan gradien m2

a, b, c, r, s, t merupakan bilangan real.


Jika

maka garis

berimpit dengan garis

Sifat 3
Misalkan garis

dengan gradien m1
dengan gradien m2

a, b, c, r, s, t merupakan bilangan real.


Garis

berpotongan tegak lurus dengan garis

dinotasikan :

Contoh 1
Diketahui persamaan garis g dan h berikut :

Tentukan hubungan kedua garis tersbeut !


Jawab :
Gradien garis g :
Gradien garis h :
Karena

maka g sejajar dengan h.

c. Rangkuman
Hubungan antar garis meliputi :
1) Saling sejajar
Garis g1 sejajar dengan g2 jika dan hanya jika gradien kedua garis sama.
Secara matematis dinotasikan:

//

2) Saling berhimpit

42

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Misalkan garis

dengan
gradien m1
dengan
gradien m2

a, b, c, r, s, t merupakan bilangan real.


Jika

maka garis

berimpit dengan garis

3) Saling berpotongan tegak lurus


Garis

berpotongan tegak lurus dengan garis

dinotasikan :

4) Saling berpotongan (tidak tegak lurus)


Garis

berpotongan dengan garis

jika

d. Tes Formatif-2
1. Diketahui garis h tegak lurus garis

Tentukan gradien h !
2. Garis yang melalaui titik

) sejajr dengan garis

. Tentukan koordinat A !
3. Tentukan nilai p yang memenuhi keadaan berikut :
a) Garis g sejajar garis h jika persamaan garis

dan

.
b) Garis

tegak

lurus

garis

jika

persamaan

dan
e. Kunci Test Formatif
1.

-5

2. 3
3. (a) 1
(b) atau

3. Kegiatan Belajar -3
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan dari pembelajaran yang akan dilakukan meliputi :
1) Siswa dapat menentukan persamaan garis yang sejajr dengan sebuah garis
tertentu.
2) Siswa dapat menentukan persamaan garis lurus yang tegak lurus dengan
sebuah garis tertentu.
43

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

garis
!

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

b. Uraian Materi
A. Persamaan Garis Lurus
Di SMP kalian telah mempelajari bagaimana cara menetukan persamaan
garis lurus yaitu :
1) Misal titik potong garis h dengan sumbu X dan Y berturut-turut adalah
maka persamaan garis h adalah
2) Persamaan agris yang melalui titik

3) Persaman garis yang melalui du buah tiitk

dan bergradien m adalah

dan

adalah

Dalam sub bab ini akan dipelajari bagaimana menentukan persamaan garis
lurus jika hubungan nya dengan sebuah garis tertentu dan salah satu titik
yang dilalui nya diketahui ,dalam hal ini permasalahan dibatasi pada
hubungan saling sejajar dan tegak lurus.
1) Sejajar dengan garis

dengan

gradien m1.
Misal garis yang dicari persamaanya adalah

sejajar

artinya

.
Contoh 1
Diketahui garis h melalalui titik (2,-1) dan sejajar garis

Tentukan persamaan garis h !


Jawab :
dengan
Gradien garis g adalah
Karena g // h =>

Persamaan garis h melalui titik (2,-1) dan bergradien

44

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

adalah

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

2) Tegak lurus dengan garis


dengan gradien m1.
Misal garis yang dicari persamaanya adalah

tegak lurus

artinya

Contoh 2
Diketahui garis h melalalui titik (2,-1) dan tegak lurus

garis

Tentukan persamaan garis h !


Jawab :
dengan
Gradien garis g adalah
Karena g h =>
Persamaan garis h melalui titik (2,-1) dan bergradien

adalah

c. Rangkuman
Persamaan garis Lurus
1) Misal titik potong garis h dengan sumbu X dan Y berturut-turut
adalah

maka persamaan garis h adalah

2) Persamaan agris yang melalui titik

dan bergradien m adalah

3) Persaman garis yang melalui du buah tiitk

dan

adalah

d. Tes Formatif-2
1. Tentukan persamaan garis yang sejajr dengan garis

dan

melalui titik(3,2) !
2. Tentukan persamaan garis h yang melalui tiitk (5,-1) dan tegak lurus garis
!

45

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

3. Diketahui garis g sejajr garis h. Jika garis g bergradien 3 dan garis h melalui
titik (3,-1), tentukan persamaan agris h !
e. Kunci Test Formatif
1.
2.
3.
C. Evaluasi
Kerjakanlah latihan soal berikut !
1. Gambarlah grafik persamaan garis lurus

2. Tentukan gradien garis lurus yang memiliki persamaan

3. Tentukan gradien garis lurus yang memiliki persamaan

4. Tentukan gradien garis lurus yang melalui tiitk (1,1) dan (5,3)
5. Tentukan hubungan antara garis

6. Tentukan hubungan antara garis

7. Diketahui persamaan garis g dan garis h berturut-turut


dan
8. Diketahui

. Jika garig sejajar garis h, tentukan nilai n !


persamaan

garis

. Jika garis g tegak lurus garis h, tentukan nilai a !


9. Tentukan persamaan garis yang melalui titik (2,-3) dan sejajar garis

10. Tentukan persamaan garis yang melalui titik (2,-4) dan tegak lurus garis
11. Tentukan persamaan garis yang melalui titik persekutuan garis
serta sejajar garis

dan

12. Diketahui sebuah garis melalui titik (4,5) dan sejajar garis 5x+4y=8 memotong
sumbu Y. Tentukan titik potong garis dengan sumbu Y tersebut !

46

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

BAB IV. PROGRAM LINEAR


PETA KONSEP

47

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

A. Pendahuluan
1. Deskripsi
Banyak permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan program linear
seperti masalah memaksimumkan atau meminimumkan. Di bidang ekonomi program
linear banyak digunakan untuk merancang usaha untuk memperoleh laba yang
maksimum.
2. Prasyarat
Untuk mempelajari bab ini perlu diingat kembali bagaimana menggambar garfik garis
lurus dan menentukan daerah penyelesaian dari suatu pertidakasamaan.
3. Tujuan Modul
Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan dapat :
1) Memahami masalah program linear
2) Mampu menyelesaikan masalah-masalah program linear
4. Cek Kemampuan
Kerjakanlah soal berikut !
1) Gambarlah grafik

2) Tentukan daerah penyelsaian dari pertidaksamaan berikut :


a.
b.
c.
d.
B. Pembelajaran
B.1. Rencana Belajar Siswa
I.

Kompetensi Inti
KI1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong,kerja sama,toleran,damai), santun, responsif dan pro-aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri serta menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,

48

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan


kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
II. Kompetensi Dasar
3.7 Memahami konsep sistem persamaan dan pertidaksamaan linier dua variabel
dan menerapkannya dalam pemecahan masalah program linear.
3.8 Menerapkan prosedur yang sesuai untuk menyelesaikan masalah program linear
terkait masalah nyata dan menganalisis kebenaran langkah-langkahnya.
3.9 Menganalisis bagaimana menilai validitas argumentasi logis yang digunakan
dalam matematika yang sudah dipelajari terkait pemecahan masalah program
linier.
4.5 Merancang dan mengajukan masalah nyata berupa masalah program linear, dan
menerapkan berbagai konsep dan aturan penyelesaian sistem pertidaksamaan
linier dan menentukan nilai optimum dengan menggunakan fungsi selidik yang
ditetapkan.
Indikator :
1. Pertemuan Pertama
Memodelkan masalah program linear dalam model matematika.
Menentukan fungsi tujuan/fungsi sasaran/fungsi objektif dari permsalahan
program linear.
2. Pertemuan Kedua
Menentukan daerah penyelesaian program linear.
3. Pertemuan Ketiga
Menentukan penyelesaian dari masalah program linear yang diberikan.
B.2. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar -1
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat memodelkan masalah program linear dalam model matematika.
2) Siswa dapat menentukan fungsi tujuan/fungsi sasaran/fungsi objektif dari
permsalahan program linear.
49

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

b. Uraian Materi
A. Permasalahan Program Linear
Perhatikan masalah 4.1 berikut :
Masalah 4.1
Pak Toni, seorang pengrajin perabot rumah tangga mendapat pesanan
membuat rak buku yang kerangkanya terbuat dari besi siku lubang yang
dipotong-potong kemudian dirangkai dengan sekrup. Untuk membuat rak itu,
diperlukan potongan besi sepanjang 250 cm sebanyak 8 potong, sepanjang 70 cm
sebanyak 12 potong, dan sepanjang 37,5 cm sebanyak 20 potong. Ternyata
batangan besi siku lubang yang dijual di toko mempunyai panjang standar 3 m,
sehingga Pak Toni harus berpikir, cukup berapa potong besi batangan yang akan
dibeli dan bagaimana caranya mengatur pemotongannya supaya panjang total sisa
pemotongan menjadi minimal (dengan demikian kerugian Pak Toni minimal).
Dapatkah kamu membantu Pak Toni untuk memotong besi batangan tersebut?
Penyelesaian

50

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Secara lengkap, semua pola pemotongan besi batangan dengan panjang 3 m pada
masalah di atas, dinyatakan dalam tabel berikut ini.
Tabel 4.1 Tabel Pola Pemotongan Besi
Pola Pemotongan Ke300

dipesan

Panjang

250

Potongan

70

12

Kawat

37.5

20

12.5

20

15

10

Sisa

Kolom 1, mengatakan besi sepanjang 300 cm dapat dipotong dengan ukuran


250 cm sebanyak 1 potong dan 1 potong untuk ukuran 37,5 cm serta
menghasilkan sisa 12,5 cm. Setiap sisa harus kurang dari 37,5 cm. Kolom 2,
mengatakan pola pemotongan yang kedua dengan menghasilkan sisa 20 cm,
demikian seterusnya arti angka-angka yang tersaji dalam tabel di atas.
Dengan demikian terdapat 6 peubah yaitu

dengan

Sehingga kita temukan rumusan sebagai berikut :


(4)

Dengan

(5)

Dengan meminimumkan

(6)

Persamaan (6) dapat dinayatakan sebagi fungsi yang tergantung pada


yiatu

fungsi Z merupakan fungsi sisa pemotongan besi yang merupakan tujuan


masalah Pak Toni yang ingin diselesaikan yaitu meminimumkan fungsi Z yang
disebut sebagai fungsi tujuan/objektif/sasaran dari permasalahan program linear.

51

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Sedangkan pada persamaan (4) disebut sebagai batasan-batasan / kendala


dari permasalahan Pak Toni yang berbentuk sistem pertidaksamaan linear dan
pertidaksamaan (5) disebut sebagai kendala non negatif dari permasalahan.
Sehingga dari permasalahan diatas dapat ditarik kesimpulan ciri-ciri
permasalahan program linear adalah
1. Adanya fungsi tujuan(objektif) dari permasalahan.
2. Kendala atau keterbatasan utama masalah dinyatakan sebagai suatu sistem
pertidaksamaan linear atau sistem persamaan linear.
3. Terdapat juga kendala nonnegatif sebagai syarat dasar nilai setiap variabel
yang akan ditentukan.
B. Memodelkan masalah program linear
Untuk memahami bagaimana cara memodelkan masalah program linear
perhatikan contoh permasalahan berikut :
Contoh 1
Di sebuah pameran, seorang sales diminta untuk menjual jenis barang a dan B.
Sales tersebut harus dapat menjual barang A minimal 10 unit dan barang B
minimal 20 unit. Jumlah kedua jenis barang yang harus dijual tidak lebih dari 100
unit. Sales tersebut akan mendapatkan komisi Rp. 50.000 untuk setiap penjualan
barang A dan Rp. 40.000 untuk setiap penjualan barang B. Berapa komisi
minimal yang akan diterima sales tersebut jika ia bisa mencapai target penjualan ?
Data pada permasalahan diatas dapat disusun kedalam tabel seperti yang terlihat
dalam tabel berikut :
Tabel 4.1
Jenis Barang

Jumlah barang
yang harus dijual

Banyak barang

Komisi

10

50.000

20

40.000

Kapasitas
Penjualan

100

Beirkut ini cara untuk merubah permasalahan diatas ke dalam model


matematikanya.

Variabel yang ada di dalam permasasalahan adalah


x : banyak barang A yang terjual

52

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

y : banyak barang B yang terjual

Tujuan yang ingin dicapai dari permasahan tersebut adalah


Meminimumkan

Hal-hal yang membatasi permasalahan


Dengan adanya kapasitas maksimum dari masing-masing penjualan jenis
barang A dan B maka dapat dibentuk batasan-batasan sebagai berikut :

Selain itu terdapat batasan non negatif karena banyaknyanya barang yang
dijual masing-maisng barang tidak boleh negatif, batasan tersebut adalah
dan

Sehingga,secara lengkap model matematika dari permasalahan diatas adalah


Meminimumkan
Terhadap batasan :

dan

c. Rangkuman
Ciri-ciri masalah program linear,meliputi :
1. Adanya fungsi tujuan(objektif) dari permasalahan.
2. Kendala atau keterbatasan utama masalah dinyatakan sebagai suatu sistem
pertidaksamaan linear atau sistem persamaan linear.
3. Terdapat juga kendala nonnegatif sebagai syarat dasar nilai setiap variabel
yang akan ditentukan.
Untuk memodelkan

permasalahan program

linear ke dalam

model

matematikannya lakukan langkah beirkut :


1. Daftar data yang ada pada permasalahan program linear(lebih mudah jika
dibuat tabel)
2. Tentukan variabel-variabel yang ada dalam permasalahan program linear.
3. Tentukan fungsi tujuan dari permasalahan program linear dengan
memperhatikan tujuan yang ingin dicapai pada permasalahan.
4. Membuat batasan-batasan.
53

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

d. Tes Formatif-1
1. Pedagang sepatu mempunyai kios yang hanya cukup ditemapi 80 pasanag
sepatu. Sepatu jenis I dibeli dengan harga Rp. 60.000 setiap pasang dan sepatu
jenis II dibeli dengan harga Rp. 80.000 setiap pasang. Pedagang tersebut
mempunyai modal Rp. 3.000.000 untuk membeli sepatu jenis I dan jenis II. Jika
pedagang membeli x pasang sepatu jenis I dan y pasang sepatu jenis II, tentukan
model matematika dari permasalahan tersbeut !
2. Luas sebuah daerah parkir 1.760 m2. Luasa rata-rata untuk mobil kecil 4 m2 dan
mobil besar 20 m2. Daya tampung daerah parkir maksimum 200
kendaraan.Biaya parkir mobil kecil Rp. 1.000/jam dan mobil besar Rp.
2000/jam. Jika dalam satu jam daerah parkir terisi penuh dan tidak ada
kendaraan yang pergi dan datang, Tentukan fungsi tujuan dan model
matematikanya.
e. Kunci Test Formatif
1.

dan

2.

2. Kegiatan Belajar -2
a.

Tujuan Pembelajaran
Tujuan dari pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat menentukan daerah penyelesaian program linear.

b. Uraian Materi
A. Daerah penyelesaian Program Linear
Dalam menentukan daerah penyelesaian dari masalah program linear sama
artinya dengan menentukan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan
yang dibentuk oleh fungsi-fungsi batasan.
Untuk memahamai lebih jauh bagaimana menentukan daerah penyelesaian dari
masalah program linear, perhatikan contoh berikut :
Contoh 1
Di sebuah pameran, seorang sales diminta untuk menjual jenis barang a dan B.
Sales tersebut haruss dapat menjual barang A minimal 10 unit dan barang B
minimal 20 unit. Jumlah kedua jenis barang yang harus dijual tidak lebih dari
100 unit. Sales tersebut akan mendapatkan komisi Rp. 50.000 untuk setiap
penjualan barang A dan Rp. 40.000 untuk setiap penjualan barang B. Berapa
54

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

komisi minimal yang akan diterima sales tersebut jika ia bisa mencapai target
penjualan ?
Jawab :
Dari pertemuan sebelumnya telah diketahui model matematika dan fungsi
tujuan dari permasalahan diatas adalah
Meminimumkan
Terhadap batasan :

dan

Untuk menentukan daerah penyelesaian dari permasalahan program linear diatas


maka gambarlah batasan-batasan dalam satu sistem koordinat dan tentukan
daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan pada batasan.
Gambar 4.1

c. Rangkuman
Menentukan daerah penyelesaian dari masalah program linear sama artinya
dengan menentukan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan yang
dibentuk oleh batasan-batasam.
d. Tes Formatif-2
1) Pedagang sepatu mempunyai kios yang hanya cukup ditempati 80 pasanag
sepatu. Sepatu jenis I dibeli dengan harga Rp. 60.000 setiap pasang dan sepatu
jenis II dibeli dengan harga Rp. 80.000 setiap pasang. Pedagang tersebut
mempunyai modal Rp. 3.000.000 untuk membeli sepatu jenis I dan jenis II. Jika
pedagang membeli x pasang sepatu jenis I dan y pasang sepatu jenis II, tentukan
model matematika dari permasalahan tersebut !

55

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

2) Luas sebuah daerah parkir 1.760 m2. Luasa rata-rata untuk mobil kecil 4 m2 dan
mobil besar 20 m2. Daya tampung daerah parkir maksimum 200
kendaraan.Biaya parkir mobil kecil Rp. 1.000/jam dan mobil besar Rp.
2000/jam. Jika dalam satu jam daerah parkir terisi penuh dan tidak ada
kendaraan yang pergi dan datang, Tentukan fungsi tujuan dan model
matematikanya.
e. Kunci Test Formatif
1) DP

DP

2) DP

3. Kegiatan Belajar -3
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan dari pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat menentukan penyelesaian dari masalah program linear yang
diberikan.
b. Uraian Materi
Terdapat dua metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan program
linear, yaitu
A. Metode Uji Titik Pojok
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan penyelesaian dari masalah
program linear dengan menggunakan metode uji titik pojok adalah sebagi
berikut :
56

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

1) Tentukan titik-titik pojok dari daerah penyelesaian.


2) Subsitusikan masing-masing nilai x dan y dari titik pojok pada fungsi
tujuan.
3) Untuk masalah memaksimumkan ,penyelesaian program linear adalah pada
titik dimana nilai

memiliki nilai terbesar. Sedangkan, Untuk

masalah meminimumkan penyelesaian program linear adalah pada titik


dimana nilai

memiliki nilai terkecil.

Untuk memahami lebih jauh tentang metode uji titik pojok, perhatikan contoh
berikut :
Contoh 1
Di sebuah pameran, seorang sales diminta untuk menjual jenis barang a dan B.
Sales tersebut haruss dapat menjual barang A minimal 10 unit dan barang B
minimal 20 unit. Jumlah kedua jenis barang yang harus dijual tidak lebih dari
100 unit. Sales tersebut akan mendapatkan komisi Rp. 50.000 untuk setiap
penjualan barang A dan Rp. 40.000 untuk setiap penjualan barang B. Berapa
komisi minimal yang akan diterima sales tersebut jika ia bisa mencapai target
penjualan ?
Dari kegiatan belajar -1 dan -2 diperoleh bahwa model matematikanya adalah
Meminimumkan
Terhadap batasan :

dan

Dengan daerah penyelesaian sebagai berikut :

57

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Dari daerah penyelesaian diatas titik-titik pojok daerah penyelesaian adalah


titik A,B dan C
Titik A adalah perpotongan x=10 dan x+y=100 sehingga diperoleh
x+y=100 => 10+y=100=> y=100-10=90 akibatnya A(x,y)=(10,90)
Titik B adalah titik perpotongan garis x=10 dan y=20 sehingga
B(x,y)=(10,20)
Titik C adalah perpotongan y=20 dan x+y=100 sehingga diperoleh
x+y=100 => x+20=100=> x=100-20=80 akibatnya C(x,y)=(80,20)
Setelah diperoleh koordinat dari masing-masing titik pojok, selanjutnya akan
dibandingkan nilai fungsi tujuan pada masing-maisng titik pojok.
Titik Pojok

Fungsi Tujuan
Z=50.000x+40.000y

A(10,90)

4.100.000

B(10,20)

1.300.000

C(80,20)

4.800.000

Diantara ketiga alternatif penyelesaian tersebut, nilai fungsi tujuan optimal


terjadi pada titik B(10,20) dengan

. Hal ini berarti sales

tersebut untuk mendapat komisi minimal ketika target penjualan dicapai harus
menjual sebanyak 10 barang A dan 20 barang B dengan besarnya komisi
adalah 1.300.000.
B. Metode Garis Selidik
Untuk menentukan penyelesaian dari masalah program linear dengan
menggunakan metode garis selidik perlu digambar garis fungsi tujuan atau
sering disebut sebagai garis selidik. Kemudian menggeser garis selidik tersebut
hingga diperoleh suatu titik yang menyebabkan fungsi tujuan bernilai optimal.
Jika fungsi tujuan memaksimumkan maka biasaya garis selidik tersebut digeser
ke kanan atas hingga menyentuh titik pada daerah penyelesaian yang paling
luar. Sedangkan untuk masalah meminimumkan sebaliknya geser garis seldiik
ke kiri bawah.
Contoh 1
Di sebuah pameran, seorang sales diminta untuk menjual jenis barang a dan B.
Sales tersebut haruss dapat menjual barang A minimal 10 unit dan barang B
minimal 20 unit. Jumlah kedua jenis barang yang harus dijual tidak lebih dari
58

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

100 unit. Sales tersebut akan mendapatkan komisi Rp. 50.000 untuk setiap
penjualan barang A dan Rp. 40.000 untuk setiap penjualan barang B. Berapa
komisi minimal yang akan diterima sales tersebut jika ia bisa mencapai target
penjualan ?

5x+4y=200

Pada daerah penyelesaian contoh 1 yang kita peroleh di pembelejaran


sebelumnya, buatlah garis selidik yaitu garis Z=k.
Pada kasus ini akan lebih mudah memilih k=ab sehingga garis selidiknya adalah

Karena pada permasalahan ini tujuan nya adalah meminimumkan maka garis di
geser ke kiri bawah. Yang jika kita geser terus garis selidik itu akan melewati
titik B, yaitu titik ujung daerah penyelesaian,sehingga penyelesaian masalah
pengoptimalan terjadi di titik B(10,20) dengan Z=1.300.000
c. Rangkuman
Untuk menentukan penyelesaian program linear digunakn dua metode yaitu :
1) Metode uji titik pojok
2) Metode garis selidik
d. Tes Formatif-3
1) Pedagang sepatu mempunyai kios yang hanya cukup ditemapi 80 pasanag
sepatu. Sepatu jenis I dibeli dengan harga Rp. 60.000 setiap pasang dan sepatu
jenis II dibeli dengan harga Rp. 80.000 setiap pasang. Pedagang tersebut
mempunyai modal Rp. 3.000.000 untuk membeli sepatu jenis I dan jenis II. Jika
pedagang membeli x pasang sepatu jenis I dan y pasang sepatu jenis II dan
menjual masing-masing sepasang sepatu jenis I dan jenis II berturut-turut adalah
Rp. 80.000 dan Rp. 100.000. tentukan x dan y sehingga pendapatan kios
tersebut maksimal !
59

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

2) Luas sebuah daerah parkir 1.760 m2. Luasa rata-rata untuk mobil kecil 4 m2 dan
mobil besar 20 m2. Daya tampung daerah parkir maksimum 200
kendaraan.Biaya parkir mobil kecil Rp. 1.000/jam dan mobil besar Rp.
2000/jam. Jika dalam satu jam daerah parkir terisi penuh dan tidak ada
kendaraan yang pergi dan datang, Tentukan penghasilan maksimum dari tempat
parkir tersebut !
e. Kunci Test Formatif
1)
2) Rp.260.000
C. Evaluasi
1. Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan
2. Tentukan

daerah

penyelesaian

!
sistem

pertidaksamaan

!
3. Tentukan sistem pertidaksaman dari daerah penyelesaian yang diarsir pada gambar
dibawah ini !

4. Sebuah pabrik memproduksi dua jenis barang yaitu barang A dan barang B. Dalam
seminggu pabrik memproduksi 200 barang dnegan biaya produksi Rp. 6.000.000.
banyak barang A dan B yang diproduksi masing-maisng tidak kurang dari 10 unit dan
20 unit. Biaya produksi barang A per unit Rp. 30.000 dan biaya produksi barang B per
unit Rp. 25.000. Jika banyak barang A dan B yang diproduksi setiap minggu masingmasing adalah x dan y, tentukan model matematika dari permasalahan tersebut !
5. Seorang pengusaha kue memproduksi kue donat dnegan biaya sebesar Rp. 1000 per
buah dan kue sus dengan biaya Rp. 1.250 per buah. Pengusaha roti memiliki modal
Rp. 1.000.000 dan mampu memproduksi maksimal 700 kue setiap harinya. Jika x
menyatakan banyaknya kue donat dan y menayatakan banyak kue sus, tentukan model
matematika dari persamalahan diatas !
6. Seorang anak diharuskan minum dua jenis tablet setiap hari. Tablet jenis I
mengandung 5 unit vitamin A dan 3 unit vitamin B. Tablet jenis II mengandung 10
unit vitamin A dan 1 unit vitamin B. Dalam 1 hari anak tersebut memerlukan 25 unit
60

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

vitamin A dan 5 unit vitamin B. Jika harga tablet I Rp. 4.000 per biji dan tablet II Rp.
8.000 per biji, tentukan fungsi tujuan dari permasalahan diatas untuk meminimumkan
biaya pembelian tablet !
7. Tentukan nilai minimum dari f(x,y)=4x+5y yang memenuhi pertidaksamaan
!
8. Pemilik perusahaan URFA mempunyai tiga macam bahan materi A,B dan C.
Kapasitas persediaaan masing-maisng jenis bahan mentah tersbeut adalah sebsar 50,
80 dan 140 satuan. Perusahaan akan membuat dua macam produksi yaitu barang P1
dan P2 dari ketiga jenis bahan tersebut. Satu satuan barang P1 memerlukan bahan
menatah A,B dan C masing-maisng sebesar 1,1, dan 3 satuan. Satu satuan barang P2
memerlukan bahan menatah A,B dan C masing-maisng sebesar 1,2, dan 2 satuan. Jika
yaitu barang P1 dan P2 masing-masing dijual dengan harga Rp. 4.000 dna Rp. 3.000
per satuan. Berapa besar jumlah produksi barang P1 dan P2 agar haisl penjualan
mencapai maksimal !
9. Sebuah perusahaan penambangan timah mempunyai du atempat penambangan.
Tempat penambangan I menghasilkan 1 ton bijih timah kadar tinggi. 4 ton bijih yimah
kadar menengah dan 12 ton bijih timah kadar rendah setiap hari. Tempat
penambangan II menghasilkan 2 ton bijih timah kadar tinggi. 3 ton bijih yimah kadar
menengah dan 5 ton bijih timah kadar rendah setiap hari. Perusahaan memerlukan 80
ton bijih timah kadar tinggi, 240 ton bijih timah kadar menengah dan 480 ton bijih
timah kadar rendah. Biaya pengoperasian setiap hari Rp. 2.000.000 untuk masingmasing tambang. agar biaya pengoperasian minimum,tentukan lama pengoperasian
tambang I dan tambang II !

61

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

BAB V . BARISAN DAN DERET TAK HINGGA


PETA KONSEP

62

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

A. Pendahuluan
1. Deskripsi
Banyak permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan konsep barisan dan deret tak
hingga yaitu pada sistem bunga di bank atau bunga pada jaminan asuransi.
2. Prasyarat
Untuk mempelajari materi barisan dan deret tak hingga perlu diinagt kembali tentang
barisan dan deret geometri yang telah dipelajari di kelas X meliputi definisi barisan
dan deret geometri, suku ke-n dan jumlah suku ke-n pada deret geometri.
3. Tujuan Modul
Setelah mempelajari modul ini Anda diharpakan dapat :
1) Memahami barisan dan deret tak hingga
2) Membedakan deret tak hingga yang konvergen dan divergen.
3) Menentukan jumlah tak hingga dari deret tak hingg yang konvergen
4) Menerapkan konsep barisan dan deret tak hingga untuk menyelesaiakan masalah
sederhan.
4. Cek Kemampuan
Kerjakanlah soal berikut !
1) Tentukan yang manakah dari barisan dan deret berikut yang merupakan barisan
atau deret geometri :
a.

,1024

b.

243

c.

2) Tentukan rasio dan suku ke-6 dari barisan (2,4,8,16,.......) !


3) Tentukan jumlah 5 suku pertama dari barisan (

)!

B. Pembelajaran
B.1. Rencana Belajar Siswa
I.

Kompetensi Inti
KI1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong,kerja sama,toleran,damai), santun, responsif dan pro-aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif

63

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri serta menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
II. Kompetensi Dasar
3.6.Memahami konsep barisan tak hingga sebagai fungsi dengan daerah asal
himpunan bilangan asli
4.6 Menerapkan konsep barisan dan deret tak hingga dalam menyelesaikan masalah
sederhana.
Indikator :
1. Pertemuan Pertama
Mendefinisikan barisan dan deret geometri tak hingga
Menentukan syarat suatu deret geometri tak hingga disebut konvergen atau
divergen.
2. Pertemuan Kedua
Menentukan jumlah deret tak hingga yang konvergen
3. Pertemuan Ketiga
menggunakan prinsip-prinsip pada deret geometri tak hingga untuk
menyelesaikan permasalahan sederhana yang berkaitan dengan deret geometri
tak hingga.
B.2. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar -1
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat mendefinisikan barisan dan deret geometri tak hingga
2) Siswa dapat menentukan syarat suatu deret geometri tak hingga disebut konvergen
atau divergen.
64

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

b. Uraian Materi
A. Definisi Barisan dan Deret Tak Hingga Geometri
Perhatikan permasalahan 5.1 berikut :
Siti menggunting kertas menjadi dua bagian yang sama besar. Potongan kertas
berikutnya digunting lagi menjadi dua bagian yang sama besar.
Pola pemotongan diberikan sebagai berikut :
Potongan pertama menghasilkan 2 potongan kertas
Potongan kedua menghasilkan 4 potongan kertas (masing-masing potongan kertas
menghasilkan 2 potongan kertas)
Potongan ketiga menghasilkan 8 potongan kertas. Begitu seterusnya sehingga
menghasilkan pola

Perhatikan barisan diatas , barisan diatas memiliki pola suku berikut nya
merupakan 2 kali suku sebelumnya sehingga termasuk kedalam barisan geometri
dengan jumlah suku tak hingga banyaknya. Barisan seperti ini dikenal sebagi
barisan geometri tak hingga, hal yang sama juga berlaku untuk deret geometri tak
hingga.Sehingga dapat didefinisikan barisan dan deret geometri tak hingga
sebagai berikut :
Barisan Geometri tak hingga : Suatu barisan geometri yang memiliki banyaknya
suku tak hingga banyaknya
Deret Geometri Tak Hingga : Suatu deret geometri yang memiliki banyaknya
suku tak hingga banyaknya.
Comtoh 1
Apakah barisan dibawah ini merupakan barisan/deret geometri tak hingga ?
a. 2,4,6,8,10,....
b. 2-4+8-16+32-...
c.
Jawab :
a. Perhatikan bahwa barisan (a) bukan merupakan barisan geometri jadi (a)
bukan merupakan barisan dan deret geometri tak hingga karena perbanfingan
setiap 2 suku-suku yang berurutan berbeda.

65

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

b. Perhatikan bahwa deret (b) merupakan deret geometri yang rasionya -2


(

) dan memiliki jumlah suku tak hingga banyaknya

sehingga deret (b) merupakan deret geometri tak hingga.


c. Perhatikan bahwa barisan (c) merupakan barisan geometri yang rasionya
(

) dan memiliki jumlah suku tak hingga banyaknya sehingga

barisan(b) merupakan barisan geometri tak hingga.


B. Deret Tak Hingga Geometri yang Konvergen dan Divergen
Perhatikan kembali barisan geometri tak hingga yang diperoleh dari
permasalahan 5.1.

Bagaimana kalian menentukan jumlah semua suku pada barisan diatas ?


Berdasarkan jumlahnya deret tak hingga dibagi menjadi dua yaitu deret
konvergen dan deret divergen, yang didefinisikan sebagai berikut :
Barisan atau deret geometri tak hingga disebut konvergen jika memiliki jumlah
yang terbatas yaitu ketika
Barisan atau deret geometri tak hingga disebut divergen jika memiliki jumlah
yang tidak terbatas (tidak dapat ditentukan) yaitu ketika | |
Contoh 2
Tentukan himpunan nilai-nilai x dimana deret geometri

memiliki suatu jumlah tertentu untuk

Jawab :
Agar barisan diatas konvergen maka

Sehingga

=>

66

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

c. Rangkuman
Definisi barisan dan deret geometri tak hingga
Barisan Geometri tak hingga : Suatu barisan geometri yang memiliki
banyaknya suku tak hingga banyaknya
Deret Geometri Tak Hingga : Suatu deret geometri yang memiliki banyaknya
suku tak hingga banyaknya.
Barisan atau deret geometri tak hingga disebut konvergen jika memiliki jumlah
yang terbatas yaitu ketika
Barisan atau deret geometri tak hingga disebut divergen jika memiliki jumlah
yang tidak terbatas (tidak dapat ditentukan) yaitu ketika | |

d. Tes Formatif-1
1) Tentukan yang manakah dari deret-deret dibawah ini yang merupakan deret tak
hingga yang konvergen dan divergen ! Jelaskan !
a.
b.

c.
2) Tentukan himpunan-himpunan nilai x sehingga deret geometri tak hingga berikut
konvergen ke suatu jumlah tertentu.

e. Kunci Test Formatif


1) (a) Divergen
(b) Konvergen
(c) Divergen
2)
2. Kegiatan Belajar -2
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat menentukan jumlah deret tak hingga yang konvergen
b. Uraian Materi
A. Jumlah Deret Tak Hingga yang Konvergen
Pada pembelajaran sebelumnya telah dipelajari jenis-jenis deret geomteri tak
hingga yaitu deret konvergen dan deret divergen. Untuk deret divergen jumlah
deret tak hingga tidak dapat ditentukan sedangkan pada deret konvergen deret
67

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

tak hingga masih memiliki jumlah. Bagaimana kita menentukan jumlah deret
tak hingga konvergen tersebut ? Dapatkah rumus jumlah suku ke-n :
digunakan ? Rumus

tidak dapat digunakan karena kita tidak dapat

menentukan nilai n dari barisan tersebut .


Dalam pembelajaran ini akan kita turunkan rumus untuk menentukan jumlah
deret tak hingga yang konvergen.
Misal diberikan barisan geometri tak hingga yang konvergen sebagai berikut :

Dari barisan diatas , dapat ditentukan bahwa :


Rasio

(Suku
Pertama)

(Suku
Kedua)

(Suku
Ketiga)

(Suku
Keempat)

(Suku
Kelima)

(Suku
Ke-n)
..........

............

Jika jumlah suku-suku pada barisan geometri diatas disimbolkan dengan

maka

(1)

(2)
Dari (1) dan (2) diperoleh
Dikurang sesuai
arah panah

Karena barisan diatas merupakan barisan konvergen maka rumus

hanya

berlaku untuk

Jadi, jumlah deret tak hingga adalah

untuk

Contoh 1
Tentukan jumlah deret geometri tak hingga dari barisan ( 1 + +
68

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

+ + ....) !

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Jawab :
Dari deret diatas
Karena

dan

maka deret diatas merupakan deret konvergen sehingga memiliki

jumlah yaitu :

c. Rangkuman
Jumlah deret tak hingga adalah

untuk

d. Tes Formatif-2
1) Tentukan jumlah deret geometri tak hingga dari barisan ( 5 -

- + ....) !

2) Tentukan suku pertama dari suatu barisan geometri tak hingga jika diketahui
jumlah deret geometri tak hingga nya adalah 2 dengan rasio

3) Diketahui bahwa jumlah deret dan suku pertama dari suatu barisan geometri tak
hingga berturut-turut adalah 81 dan 27, Tentukan rasio dari barisan tersebut!
e. Kunci Test Formatif
1)
2)
3)
3. Kegiatan Belajar -3
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat menggunakan prinsip-prinsip pada deret geometri tak hingga untuk
menyelesaikan permasalahan sederhana yang berkaitan dengan deret geometri tak
hingga.
b. Uraian Materi
Pada pembelajaran ini kita akan mempelajari bagaimana menggunakan konsep
barisan dan deret tak hingga untuk menyelesaikan masalah sederhana dengan
menggunakan contoh-contoh.
Contoh 1
Sebuah tali dipotong-potong sehingga mempunyai ukuran seperti berikut.

69

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Tentukan panjang tali mula-mula !


Jawab :
Dari permasalahan diatas dapat dibentuk barisan tak hingga yaitu 8,4,2,1,...
merupakan barisan panjang potongan-potongan tali. Sehingga panjang tali mulamula adalah jumlah panjang potongan tali yang berarti jumlah deret tak hingga (

dari barisan 8,4,2,1,...


Sehingga diperoleh
Karena

dan

maka deret diatas merupakan deret konvergen sehingga memiliki jumlah

yaitu :

Contoh 2
Sebuah bola tenis dijatuhkan ke lantai dari ketinggian 1 meter. Setiap kali setelah
bola itu memantul, ia mencapai ketingggian

dari tinggi sebelum pemantulan.

Tentukan panjang lintasan bola sampai bola berhenti memantul !


Jawab :

Tinggi awal = 1 m
Tinggi pantulan ke-1 (
Tinggi pantulan ke-1 (

70

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Panjang lintasan=
=
Sehingga dengan melihat deret tak hingga
suku pertama

dan

dengan

diperoleh

,dengan

dan

Dari perhitungan diatas dengan


diperoleh
Panjang Lintasan =
Panjang Lintasan =
Panjang Lintasan = 1+2.2= 1+4 = 5 m
Jadi, panjang lintasan yang dilalui bola adalah 5 m
Contoh 3
Lingkaran-lingkaran disusun seperti gambar dibawah ini
Jika AF:BE=21:20 dan AF=28 cm, tentukan jumlah keliling dan jumlah luas
lingkaran-lingkaran sampai yang terkecil ( tak hingga ) !

Jawab :
1) Menentukan keliling lingkaran I dan rasio

71

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

, dapat

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Jumlah keliling lingkaran sampai tak hingga

Jadi, jumlah keliling lingkaran adalah 1.848 cm.


2) Menentukan luas lingkaran I dan rasio

Jumlah luas lingkaran sampai tak hingga

Jadi, jumlah luas lingkaran adalah 6.625,7cm


c. Rangkuman
Untuk menyelesaiakan permasalahan berkaitan dengan barisan dan deret tak
hingga perlu dibentuk terlebih dahulu barisan dan deret tak hingga yang
bersesuaian dnegan permasalhan.
d. Tes Formatif-3
1) Sebuah bola dijatuhkan ke lantai dari ketinggian 5 m dan memantul kembali
dengan tinggi dari ketinggian semula. Tentukan panjang lintasan bola tersebut !
2) Sebuah bola menggelinding diperlambat dengan kecepatan tertentu. Pada detik
ke-1 jarak yang ditempuh 8 meter, pada detik ke-2 jarak yang ditempuh 6 meter,
pada detik ke-3 jarak yang ditempuh 4.5 meter, dan seterusnya mengikuti pola
barisan geometri. Tentukan jarak yang ditempuh bola sampai berhenti !
3) Sebuah ayunan mencapai lintasan pertama sejauh 90 cm dna lintasan berikutnya
hanya mencapai

dari lintasan sebelumnya. Tentukan panjang lintasan

seluruhnya hingga ayunan berhenti !


e.

Kunci Test Formatif


1) 35 meter
2) 32 meter
3) 240 cm

72

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

C. Evaluasi
1. Perhatikan deret bilangan dibawah ini.
(i)
(ii)
(iii)
(iv)
Tentukan yang manakah dari deret diatas yang merupakan deret konvergen atau deret
divergen !
2. Tentukan

himpunan

nilai-nilai

dimana

deret

geometri

memiliki suatu jumlah tertentu untuk


3. Ditentukan rasio deret geometri tak hingga adalah

. Jika deret ini mempunyai

jumlah (konvergen), maka tentukan himpunan nilai x yang memenuhi !


4. Tentukan jumlah deret bilangan
5. Bentuklah bilangan desimal 0,51515151.... dalam bentuk pecahan !
6. Bentuklah bilangan desimal 63,63636363... dalam bentuk pecahan !
7. Tentukan rasio suatu deret geometri jika diketahui

8. Tentukan suku pertama dari suatu deret geometri jika diketahui jumlah deret geomtri
tak hingganya adalah -6 dan rasionya

9. Jumlah deret geometri tak hingga adalah 10. Jika suku pertamanya 2, tentukan suku
kedua deret tersebut !
10. Dari suatu deret geometri diketahui

dan jumlah deret tak hingganya 9.

Tentukan rasio positif dari deret tersebut !


11. Tentukan jumlah suku genap suatu deret tak hingga jika diketahui jumlah deret
geometri tak hingga adalah 81 dan suku pertamanya adalah 27 !
12. Tentukan jumlah deret tak hingga

13. Sebuah ayunan bergerak hingga berhenti dalam waktu 2 menit 8 detik. Setiap ayunan
mempunyai pola waktu membentuk barisan bilangan geomteri. Jika ayunan pertama
memerlukan waktu 8 detik, tentukan lama waktu pada saat ayunan ketiga !
14. Seseorang berjalan dnegan kecepatan 12 km/jam selama 1 jam pertama. Paja kedua
kecepatan berkurang menajdi sepertiganya. Demikian juga pada jam berikutnya
kecepatannya menjadi sepertiga dari sebelumnya. Tentukan jarak terjauh yang dapat
ditempuhorang tersebut selama perjalanan !
73

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

15. Air yang terdapat di penampungan air dialirkan melalaui pipa air. Pada menit pertama
debit air yang mengalir 24 liter/menit. Pada menit kedua sebesar
menit pertama. Pada menit ketiga, debit air yang mengalir
kedua.

Demikian

seterusnya

hingga

air

tidak

kali dari debit pada

kali dari debit pada menit

mengalir

(habis).

banyak/volume air yang terdapat di dalam penampungan air mula-mula !

74

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Tentukan

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

BAB VI. FUNGSI


PETA KONSEP

75

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

A. Pendahuluan
1. Deskripsi
Banyak sekali permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan fungsi
contohnya adalah penerapannya dalam hal keuangan, fungsi sering digunakan untuk
memudahkan perhitungan
2. Prasyarat
Untuk mempelajari bab ini perlu dipelajari lagi tentang fungsi yang telah dipelajari
di kelas X yaitu definisi fungsi, penyajian fungsi,grafik fungsi dan sifat-sifat fungsi.
Selain materi fungsi, juga perlu diinagt kembali tentang operasi aljabar yang telah
dipelajari di kelas X.
3. Tujuan Modul
Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan dapat :
1) Melakukan operasi fungsi dan memahami sifat-sifatnya
2) Memahami invers fungsi dan fungsi invers serta menentukan invers fungsi dari
suatu fungsi
3) Memahami fungsi komposisi dan sifat-sifatnya serta menentukan hasil komposisi
fungsi
4) Memahami sifat-sifat invers dari komposisi fungsi
4. Cek Kemampuan
Kerjakanlah soal-soal berikut !
a. Berikan

contoh

fungsi

dan

sajikan

dalam

diagram

panah

beserta

domain,kodomain dan range ?


b. Tentukan manakah dari fungsi-fungsi berikut yang bersifat surjektif,injektif atau
keduanya (bijektif) :
1)
2)
3)
c. Sederhanakan bentuk berikut :
1)
2)

76

=
=

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

B. Pembelajaran

B.1. Rencana Belajar Siswa


I.

Kompetensi Inti
KI1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong,kerja sama,toleran,damai), santun, responsif dan pro-aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri serta menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

II. Kompetensi Dasar


3.2 Memahami konsep fungsi dan menerapkan operasi aljabar (penjumlahan,
pengurangan, perkalian, dan pembagian) pada fungsi
3.5 Menganalisis konsep dan sifat suatu fungsi dan melakukan manipulasi aljabar
dalam menentukan invers fungsi dan fungsi invers.
3.4 Memahami konsep komposisi fungsi dengan menggunakan konteks sehari-hari
dan menerapkannya.
3.3 Memahami dan menganalisis sifat suatu fungsi sebagai hasil operasi dua atau
lebih fungsi yang lain.
4.2 Mengolah data masalah nyata dengan menerapkan aturan operasi dua fungsi
atau lebih dan menafsirkan nilai variabel yang digunakan untuk memecahkan
masalah.
4.3 Memilih strategi yang efektif dan menyajikan model matematika dalam
memecahkan masalah nyata terkait fungsi invers dan invers fungsi.
77

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

4.4 Menrancang dan mengajukan masalah dunia nyata yang berkaitan dengan
komposisi fungsi dan menerapkan berbagai aturan dalam menyelesaikannya.
Indikator :
1. Pertemuan Pertama
Menerapkan operasi aljabar untuk melakukan operasi fungsi.
2. Pertemuan Kedua
Mendefinisikan invers fungsi dan fungsi invers.
Menentukan fungsi invers dari suatu fungsi yang diketahui.
Menentukan sifat-sifat fungsi invers.
3. Pertemuan Ketiga
Mendefinisikan komposisi fungsi
Menentukan sifat-sifat dari operasi komposisi fungsi
Menentukan hasil komposisi dari beberapa fungsi.
4. Pertemuan Keempat
Siswa dapat menentukan sifat-sifat invers fungsi pada fungsi komposisi.
B.2. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar -1
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat menerapkan operasi aljabar untuk melakukan operasi fungsi.
b. Uraian Materi
Operasi Fungsi
Perhatikan permasalahan 6.1 berikut :
Seorang photografer dapat menghasilkan gambar yang bagus melalui dua
tahap, yaitu; tahap pemotretan dan tahap editing. Biaya yang diperlukan pada
tahap pemotretan (B1) adalah Rp500,- per gambar, mengikuti fungsi: B1(g) =
500g + 2500 dan biaya pada tahap editing (B2) adalah Rp100,- per gambar,
mengikuti fungsi: B2(g) = 100g + 500, dengan g adalah banyak gambar yang
dihasilkan.
a) Berapakah total biaya yang diperlukan untuk menghasilkan 10 gambar
dengan kualitas yang bagus?
b) Tentukanlah selisih antara biaya pada tahap pemotretan dengan biaya pada
tahap editing untuk 5 gambar.
Penyelesaian
78

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Cara I
a) Total biaya untuk 10 gambar

sehingga
Total biaya untuk 10 gambar
= 7500+1500=9000
Jadi, total biaya untuk 10 gambar yang dihasilkan adalah 9000.
b) Selisih biaya pada tahap I dan tahap II=

Sehingga
Selisih biaya pada tahap I dan tahap II=
=5000-1000
=4.000
Jadi, Selisih biaya pada tahap I dan tahap II adalah 4.000.
Cara II

Maka

dan

Perhatika bahwa bentuk

dan

pada cara II dikenal sebagai penjumlahan

dan pengurangan fungsi yang disimbolkan dengan

dan

Lebih lanjut, operasi pada fungsi didefinisikan sebagai berikut ;


Jika f dan g merupakan fungsi, berlaku sifat-sifat aljabar sebagai berikut :
a) Penjumlahan fungsi

:(

b) Pengurangan fungsi

c) Perkalian fungsi

d) Pembagian fungsi : ( )
Daerah Asal Fungsi
Diketahui f dan g merupakan fungsi, Df=daerah asal fungsi f dan Dg = daerah asal
fungsi g. Daerah asal operasi aljabar dua fungsi sebagai berikut :
a) Daerah asal fungsi

79

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

b) Daerah asal

c) Daerah asal

d) Daerah asal ( )

{ |

Sifat-sifat Operasi Fungsi


Pada operasi fungsi juga berlaku beberapa sifat pada operasi bilangan, yaitu :
a) Komutatif pada operasi penjumlahan fungsi
b) Asosiatif pada operasi penjumlahan fungsi
c) Komutatif pada operasi perkalian fungsi
d) Asosiatif pada operasi perkalian fungsi
e) Distributif perkalian terhadap penjumlahan
Contoh 1
Diketahui

dan

. Tentukanlah

a.
b.
c.
d.
Dan masing-masing daerah asalnya !
Jawab :
a.
=
{ | }
b.
{ | }
c.
{ | }
d.
{ |

80

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

c. Rangkuman
Operasi Fungsi
Jika f dan g merupakan fungsi, berlaku sifat-sifat aljabar sebagai berikut :
a) Penjumlahan fungsi

:(

b) Pengurangan fungsi

c) Perkalian fungsi

d) Pembagian fungsi

:( )

Daerah Asal Fungsi


Diketahui f dan g merupakan fungsi, Df=daerah asal fungsi f dan Dg = daerah
asal fungsi g. Daerah asal operasi aljabar dua fungsi sebagai berikut :
a) Daerah asal fungsi

b) Daerah asal

c) Daerah asal

d) Daerah asal ( )

{ |

Sifat-sifat Operasi Fungsi


Pada operasi fungsi juga berlaku beberapa sifat pada operasi bilangan, yaitu :
a) Komutatif pada operasi penjumlahan fungsi
b) Asosiatif pada operasi penjumlahan fungsi
c) Komutatif pada operasi perkalian fungsi
d) Asosiatif pada operasi perkalian fungsi
e) Distributif perkalian terhadap penjumlahan
d. Tes Formatif-1
1) Diketahui

dan

Tentukan rumus fungsi

dan

Tentukan rumus fungsi

berikut jika terdefinisi


a)
b)
c)
d) ( )
2) Diketahui

berikut jika terdefinisi dan tentukan daerah asalnya.


a)
81

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

b)
c)
d) ( )
3) Dari soal nomor (1) tentukan daerah asal dari fungsi-fungsi diatas !
4) Sebuah perusahaan roti selai mencatat bahwa banyak gula(kg) yang digunakan
untuk membuat x bungkus roti sesuai dengan rumus

dan banyak

gula untuk membuat selai untuk isi x bungkus roti sesuai dengan rumus
.
a) Tentukan jumlah gula yang dibutuhkan perusahaan tersebut sebagai fungsi
dari x.
b) Jika perusahaan tersebut akan membuat 1000 bungkus roti isi selai,
tentukan jumlah gula yang dibutuhkan perusahaan tersebut
e. Kunci Test Formatif
1) (a)
(b)
(c)
(d)
2) (a)
(b)
(c)
(d)
3) (a) { |

(b) { |

(c) { |

(d) { |

4) (a)
(b) 280 kg

82

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

2. Kegiatan Belajar -2
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat mendefinisikan invers fungsi dan fungsi invers.
2) Siswa dapat menentukan fungsi invers dari suatu fungsi yang diketahui.
3) Siswa dapat menentukan sifat-sifat fungsi invers.
b. Uraian Materi
1. Definisi Invers Fungsi dan Fungsi Invers
Perhatikan masalah 6.2 berikut :
Seorang pedagang kain memperoleh keuntungan dari hasil penjualan setiap x
potong kain sebesar f(x) rupiah. Nilai keuntungan yang diperoleh mengikuti
fungsi f(x) = 500x + 1000, (dalam ribuan rupiah) x adalah banyak potong kain
yang terjual.
a) Jika dalam suatu hari pedagang tersebut mampu menjual 50 potong kain,
berapa keuntungan yang diperoleh?
b) Jika keuntungan yang diharapkan sebesar Rp100.000,00 berapa potong
kain yang harus terjual?
c) Jika A merupakan daerah asal (domain) fungsi f dan B merupakan daerah
hasil (range) fungsi f,gambarkanlah permasalahan butir (a) dan butir (b) di
atas.
Untuk menyelesaikan poin (a) maka nilai x yang diberikan hanya perlu
disubsitusikan pada fungsi

, sedangkan pada poin (b) kebalikan nya f(x) nya

diketahui berupa nilai keuntungan nya dan mencari nilai x selanjutnya


pemasangan f(x) ke x iniliah yang dikenal sebagai invers fungsi dismbolkan
dengan

, yang jika disajikan dalam bentuk diagram panah akan berbentuk

seperti berikut :

83

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

Definisi 5.2
Jika fungsi f memetakan A ke B dan dinyatakan dalam pasangan berurutan
{

}, maka invers fungsi f (dilambangkan

adalah relasi yang memetakan B ke A, dalam pasangan berurutan dinyatakan


dengan

= {(y, x) | y B dan x A}.

Definisi 5.3
Jika fungsi f: DfRf adalah fungsi bijektif, maka invers fungsi f adalah fungsi
yang didefinisikan sebagai

: Rf Df dengan kata lain

adalah fungsi

dari Rf ke Df
Contoh 1
2. Sifat-sifat Fungsi Invers
Sifat 5.3
Suatu fungsi f : A B dikatakan memiliki fungsi invers

: B A jika dan

hanya jika fungsi f merupakan fungsi bijektif.


Sifat 5.4
Misalkan

adalah fungsi invers fungsi f. Untuk setiap xDf dan yRf

berlaku y = f(x) jika dan hanya jika

(y)= x.

Sifat 5.5
Jika f sebuah fungsi bijektif dan

merupakan fungsi invers f, maka fungsi

invers dari f -1 adalah fungsi f itu sendiri, disimbolkan dengan


Contoh 2
Diketahui

. Tentukanlah invers fungsi f !

Jawab :

Misal
Sehingga
Maka
Dengan membuat

maka invers fungsi f adalah


dengan mengganti y dengan x maka diperoleh

Contoh 3
Diketahui

. Tentukanlah invers fungsi f !

Jawab :
84

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

= f.

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

Misal
Sehingga

=>

Dengan membuat

Dengan mengganti

maka invers fungsi f adalah

c. Rangkuman
Definisi Invers Fungsi dan Fungsi Invers
Definisi 5.2
Jika fungsi f memetakan A ke B dan dinyatakan dalam pasangan berurutan
{

}, maka invers fungsi f (dilambangkan

adalah relasi yang memetakan B ke A, dalam pasangan berurutan dinyatakan


dengan

= {(y, x) | y B dan x A}.

Definisi 5.3
Jika fungsi f: DfRf adalah fungsi bijektif, maka invers fungsi f adalah fungsi
yang didefinisikan sebagai

: Rf Df dengan kata lain

adalah fungsi

dari Rf ke Df
Sifat-sifat Fungsi Invers
Sifat 5.3
Suatu fungsi f : A B dikatakan memiliki fungsi invers

: B A jika dan

hanya jika fungsi f merupakan fungsi bijektif.


Sifat 5.4
Misalkan

adalah fungsi invers fungsi f. Untuk setiap xDf dan yRf

berlaku y = f(x) jika dan hanya jika

(y)= x.

Sifat 5.5
Jika f sebuah fungsi bijektif dan

merupakan fungsi invers f, maka fungsi

invers dari f -1 adalah fungsi f itu sendiri, disimbolkan dengan

85

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

=f

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

d. Tes Formatif-2
1. Tentukan invers fungsi f(x) jika diketahui f(x) sebagai berikut
a.
b.

c.
2. Seorang pedagang kain memperoleh keuntungan dari hasil penjualan setiap x
potong kain sebesar f(x) rupiah. Nilai keuntungan yang diperoleh mengikuti
fungsi f(x)= 100x + 500, x merupakan banyak potong kain yang terjual.
a. Jika dalam suatu hari pedagang tersebut mampu menjual 100 potong kain,
berapa keuntungan yang diperoleh?
b. Jika keuntungan yang diharapkan sebesar Rp500.000,00 berapa potong kain
yang harus terjual?
c. Jika A merupakan himpunan daerah asal (domain) fungsi f(x) dan B
merupakan himpunan daerah hasil (range) fungsi f(x), gambarkanlah
permasalahan butir (a) dan butir (b) di atas
e. Kunci Test Formatif
1) (a)
(b)
(c)

2) (a) 10.500
(b) (c) 3. Kegiatan Belajar -3
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat mendefinisikan komposisi fungsi
2) Siswa dapat menentukan sifat-sifat dari operasi komposisi fungsi
3) Siswa dapat menentukan hasil komposisi dari beberapa fungsi.

86

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

b. Uraian Materi
1. Definisi Komposisi Fungsi
Perhatikan permasalahan 6.3 berikut :
Suatu pabrik kertas berbahan dasar kayu memproduksi kertas melalui dua
tahap. Tahap pertama dengan menggunakan mesin I yang menghasilkan bahan
kertas setengah jadi, dan tahap kedua dengan menggunakan mesin II yang
menghasilkan kertas. Dalam produksinya mesin I menghasilkan bahan
setengah jadi dengan mengikuti fungsi f(x) = 0,9x 1 dan mesin II mengikuti
fungsi g(x) = 0,02x2 2,5x, dengan x merupakan banyak bahan dasar kayu
dalam satuan ton. Jika bahan dasar kayu yang tersedia untuk suatu produksi
sebesar 200 ton, berapakah kertas yang dihasilkan? (kertas dalam satuan ton).
Penyelesaian
Proses pembuatan kertas diatas disajikan dalam permasalahan berikut :

Untuk dapat menyelesaikan permasalahan diatas perhatikan gambar berikut :


g

f
x
y=f(x)

z=g(y)

fg

Perhatikan pada kasus pembuatan kertas diatas x ton kayu akan diubah
menjadi bubur kertas melalui mesin I menghasilkan y=f(x) ton bubur
kertas.Selanjutnya, y=f(x) ton bubur kertas tersebut akan diubah menjadi
kertas melalui mesin II menghasilkan z=g(y) ton kertas,akibatnya

dalam konsep fungsi dikenal sebagai komposisi fungsi yang


disimbolkan dengan

. Secara lengkap, definisi komposisi fungsi

diberikan sebagai berikut :


87

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Definisi 5.3
Jika f dan g fungsi dan
himpunan bagian

, maka terdapat suatu fungsi h dari

ke himpunan bagian

yang disebut fungsi komposisi f

dan g (ditulis: ) yang ditentukan dengan

Daerah asal fungsi komposisi f dan g adalah :

Dengan
= Daerah asal (domain) fungsi f ,
= Daerah hasil (range) fungsi f ,

= Daerah asal (domain) fungsi g.


= Daerah hasil (range) fungsi g.

Sekarang ,kita dapat menyelesaiakan masalah 6.3 diatas menggunakan


komposisi fungsi yaitu
(

Untuk x=200 diperoleh banyak nya kertas yang dihasilkan adalah


ton kertas.
Contoh 1
Diketahui fungsi f: RR dengan f(x) = x2 4x + 2 dan fungsi g: RR dengan
g(x) = 3x 7.
a. (g f )(x)
b. (g f )(5)
Jawab :
a.

b.

2. Sifat-sifat Komposisi Fungsi


Sifat 5.4
Diketahui f, g, dan h suatu fungsi. Jika Rh Dg ; ;Rg Df ; , maka
pada operasi
komposisi fungsi berlaku sifat asosiatif, yaitu : f (g h) = (f g) h
Sifat 5.5
Diketahui f suatu fungsi dan I merupakan fungsi identitas.

88

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

Jika Ri

maka terdapat sebuah fungsi identitas yaitu: I (x) = x,

sehingga berlaku sifat identitas, yaitu : f I = I f = f


Contoh 4
Diketahui
Tentukan

dan

Jawab

Perhatikan bahwa
Fungsi

disebut sebagai fungsi identitas terhadap operasi komposisi

fungsi
c. Rangkuman
Definisi Komposisi Fungsi
Jika f dan g fungsi dan
himpunan bagian

, maka terdapat suatu fungsi h dari

ke himpunan bagian

yang disebut fungsi komposisi f

dan g (ditulis: ) yang ditentukan dengan

Daerah asal fungsi komposisi f dan g adalah :

Dengan
= Daerah asal (domain) fungsi f ,
= Daerah hasil (range) fungsi f ,

= Daerah asal (domain) fungsi g.


= Daerah hasil (range) fungsi g.

Sifat-sifat Komposisi Fungsi


Sifat 5.1
Diketahui f, g, dan h suatu fungsi. Jika Rh Dg ; ;Rg Df ; , maka pada
operasi komposisi fungsi berlaku sifat asosiatif, yaitu : f (g h) = (f g) h
Sifat 5.2
Diketahui f suatu fungsi dan I merupakan fungsi identitas.
Jika Ri

maka terdapat sebuah fungsi identitas yaitu: I (x) = x,

sehingga berlaku sifat identitas, yaitu : f I = I f = f


d. Tes Formatif-3
1) Diketahui fungsi f dan dinyatakan dalam pasangan berurutan berikut
{
89

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]


{

Sajikanlah fungsi diatas dalam diagram panah. Tentukanlah (fg) dan (gf)
jika dapat didefinisikan dengan pasangan berurutan dan diagram panah !
2) Diketahui fungsi f: RR dengan f(x) = x-7 dan fungsi g: RR dengan
g(x) = 2x-6.
a) (g f )(x)
b) (f g)(x)
3) Diketahui fungsi f: RR dengan f(x) = 2x 1 dan fungsi g: RR dengan
g(x) = 4x+5, dan fungsi h: RR dengan h(x) = 2x 3.
Tentukanlah fungsi komposisi (g(f h))(x) dan ((g f) h)(x) !
4) Suatu pabrik kertas berbahan dasar kayu memproduksi kertas melalui dua
tahap. Tahap pertama dengan menggunakan mesin I yang menghasilkan bahan
kertas setengah jadi, dan tahap kedua dengan menggunakan mesin II yang
menghasilkan bahan kertas. Dalam produksinya mesin I menghasilkan bahan
setengah jadi dengan mengikuti fungsi f (x) = 0,7x + 10 dan pada mesin II
terdapat bahan campuran lain sehingga mengikuti fungsi g (x) = 0,02x2 + 12x,
x merupakan banyak bahan dasar kayu dalam satuan ton.
a) Jika bahan dasar kayu yang tersedia untuk suatu produksi sebesar 50 ton,
berapakah kertas yang dihasilkan? (kertas dalam satuan ton).
b) Jika bahan setengah jadi untuk kertas yang dihasilkan oleh mesin I sebesar
110 ton, berapa ton kah kayu yang sudah terpakai? Berapa banyak kertas
yang dihasilkan?
e. Kunci Test Formatif
1) (fg)= {

(gf) tidak dapat didefinisikan karena


2) (a) 2x-19
(b) 2x-13
3) (g(f h))(x)= 16x-23
((g f) h)(x)=16x-23
4) (a) 580.5 ton
(b) 142.9 ton kayu dan 1.562 ton kertas

90

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

4. Kegiatan Belajar -4
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat menentukan sifat-sifat invers fungsi pada fungsi komposisi
b. Uraian Materi
Sifat 5.6
Misalkan f sebuah fungsi bijektif dengan daerah asal Df dan daerah hasil Rf
sedangkan I(x) = x merupakan fungsi identitas. Fungsi f -1 merupakan fungsi
invers dari fungsi f jika dan hanya jika (f

)(x) = x = I (x) untuk setiap x Df ,

f)(x) = x = I (x) untuk setiap x Rf .

dan (
Sifat 5.7

Jika f dan g fungsi bijektif maka berlaku

Contoh 1
Diketahui fungsi

dan

dirumuskan dengan

. Tentukan fungsi invers dari

dan

Jawab :

Sehingga

).(

c. Rangkuman
Sifat 5.6
Misalkan f sebuah fungsi bijektif dengan daerah asal Df dan daerah hasil Rf
sedangkan I(x) = x merupakan fungsi identitas. Fungsi f -1 merupakan fungsi
invers dari fungsi f jika dan hanya jika (f
Df , dan (

)(x) = x = I (x) untuk setiap x

f)(x) = x = I (x) untuk setiap x Rf .

Sifat 5.7
Jika f dan g fungsi bijektif maka berlaku

d. Tes Formatif-4
1) Diketahui fungsi

. Tentukanlah

a)
91

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

b)

dan

2) Diketahui fungsi f dan g adalah fungsi bijektif yang ditentukan dengan


f(x) = 2x + 5 dan g(x) = x 2. Tentukanlah
a) (g f)(x) dan (f g) (x)
b) f -1 (x) dan g -1 (x)
3) Dari soal nomor (1) tentukanlah :
a) (g f) -1 (x) dan (f g)-1 (x)
b) (g -1 f -1) (x) dan (f -1 g -1) (x)
4) Diketahui

nilai

dan

. Tentukanlah

(-2) !

e. Kunci Test Formatif


1) (a)

(b)

2) (a) (g f)(x)=2x+3 dan (f g) (x)=2x+1


(b) f -1 (x)=

dan g -1 (x)=

3) (a)

dan )

(b) (g -1 f -1) (x)=

dan (f -1 g -1) (x)=

4) 6x+1
C. Evaluasi
1)

Berikut ini beberapa relasi dari bilangan real ke bilangan real yang di gambarkan
dalam bentuk grafik, tentukan relasi yang merupakan fungsi

2)

Tentukan daerah asal alami fungsi-fungsi berikut :


a.

b.
3)
92

Diketahui

dan

. Tentukan :

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

4)

a.

c.

b.

d.

Diketahui
( )

5)

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

dan

. Tentukan daerah asal fungsi

Dari karton berbentuk persegi dengan sisi x cm akan dibuat sebuah kotak tanpa tutup
dengan menggunting empat persegi di setiap pojoknya sebesar 2 cm.
a. Tentukan volume kotak tersebut sebagai fungsi dari x !
b. Tentukan daerah asal fungsi tersebut !

6)

Diketahui
Fungsi

} dan

disajikan dalam diagram panah berikut .

Tentukan himpunan pasangan berurutan yang merupakan invers fungsi f !


7)

Tentukan rumus invers fungsi

berikut kemudian tentukan termasuk fungsi

invers atau bukan.


a.
b.
8)

Tentukan invers dari fungsi

9)

Tentukan invers dari fungsi

10) Tentukan invers dari fungsi

11) Diketahui fungsi

untuk daerah asal

{ |

}. Jika

merupakan fungsi invers dari g(x), tentukan daerah asal dari fungsi
12) Diketahui fungsi

dan
. Tentukan

93

di rumuskan dengan

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

!
dan

Semester I

13)

Diketahui

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]


dan

. Jika h adalah fungsi sehingga

maka tentukan

14) Diketahui fungsi

dan

dan

di rumuskan dengan

. Tentukan invers
15)

berturut-turut menyatakan invers fungsi f,g dan h. Diketahui


dan

94

dan

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

. Tentukan nilai f(8)

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

BAB VII. TRIGONOMETRI


PETA KONSEP

95

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

A. Pendahuluan
1. Deskripsi
Banyak sekali permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan konsep
trigonometri contohnya kegunaannya pada bidang arsitektur. Arsitek menggunakan
konsep perbandingan pada trigonometri dalam pekerjaannya seperti menghasilkan
ukiran yang indah pada permukaan baja,batu dan lain-lain.
Contoh lain dari penerapan trigonemetri adalah pada pengukuran tinggi gedung dan
jalan untuk diperbaiki.
2. Prasyarat
Untuk mempelajari bab ini perlu dipelajari lagi tentang materi trigonometri dikelas
X dan materi segitiga.
3. Tujuan Modul
Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan dapat :
1) Memahami aturan sinus dan cosinus
2) Menentukan luas segitiga dna luas segi banyak beraturan
4. Cek Kemampuan
Kerjakanlah soal-soal berikut !
a. Tentukan sinus,cosinus dan tangen dari sudut-sudut berikut :
1) 30
2) 45
3) 135
b. Tentukan luas segitiga dengan panjang alas 2 cm dan tinggi 6 cm !
c. Tentukan luas segitiga ABC jika diketahui panjang sisi

B. Pembelajaran
B.1. Rencana Belajar Siswa
III. Kompetensi Inti
KI1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong,kerja sama,toleran,damai), santun, responsif dan pro-aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri serta menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
96

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,


kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
IV. Kompetensi Dasar
3.14 Memahami dan menganalisis aturan sinus dan kosinus serta menerapkannya
dalam menentukan luas daerah segitiga.4.2 Mengolah data masalah nyata
dengan menerapkan aturan operasi dua fungsi atau lebih dan menafsirkan nilai
variabel yang digunakan untuk memecahkan masalah.
4.11 Merancang dan mengajukan masalah nyata terkait luas segitiga dan
menerapkan aturan sinus dan kosinus untuk menyelesaikannya.
Indikator :
1. Pertemuan Pertama
Menentukan aturan sinus pada segitiga.
2. Pertemuan Kedua
Menentukan aturan cosinus pada segitiga
3. Pertemuan Ketiga
Menentukan luas segitiga dan segi banyak beraturan
B.2. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar -1
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat menentukan aturan sinus pada segitiga.
b. Uraian Materi
Kapal motor cahaya dua kapal motor Sinar bernagkat bersamaan dari sebuah
dermaga. Kapal motor cahaya berkecapatan rata-rata 10 mil/jam. Kapal motor
sinar berkecapatan rata-rata 15 mil/jam. Jika arah yang ditempuh kedua kapal
motor membentuk sudut 150 ,kita dpaat menghitung jarak kedua kapal motor
selang waktu tertentu. Bagaimana caranya ? Untuk menjawab pertanyaan tersbeut
pelajarilah sub bab berikut .

97

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

A
B
c
Gambar 7.1
b

a
150

C
Perhatikan gambar diatas pergerakan kedua kapal membentuk sebuah setiga yang
jika kita bentuk segitiga nya sebagai berikut :

Gmabar 7.2

Gambar 7.3

Selanjutnya kita buat garis tinggi CD dab BE pada segitiga tersebut, sehingga
diperoleh
Untuk gambar 7.2
......... (1)
...........(2)
Dari (1) dna (2) diperoleh

........(3)
Untuk gambar 7.3
......... (4)
...........(5)
Dari (4) dna (5) diperoleh

98

........(6)

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

Dari persamaan (3) dan (6) diperoleh aturan sinus sebagai berikut :

Contoh 1
Perhatikan gambar berikut :

Halaman 243 no,2 gambarnya


Tentukan panjang AC !
Jawab :
Dengan menggunakan aturan sinus diperoleh

c. Rangkuman
Aturan sinus

d. Tes Formatif-1
1) Pada segitiga ABC diketahui besar sudut A= 60 dan besar sudut B=45.
Tentukan perbandingan antara sisi a dan sisi !
2) Diketahui segitiga lancip ABC memiliki panjang sisi a= 3 , b=6 dan
. Tentukan nilai dari

e. Kunci Test Formatif


1)
2) 1
2. Kegiatan Belajar -2
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat menentukan aturan cosinus pada segitiga.
b. Uraian Materi
Ingat kembali masalah berikut !
Kapal motor cahaya dua kapal motor Sinar bernagkat bersamaan dari sebuah
dermaga. Kapal motor cahaya berkecapatan rata-rata 10 mil/jam. Kapal motor
sinar berkecapatan rata-rata 15 mil/jam. Jika arah yang ditempuh kedua kapal
99

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

motor membentuk sudut 150 ,kita dapatt menghitung jarak kedua kapal motor
selang waktu tertentu.
Selain menggunkan aturan sinus, masalah diatas juga dapat diselesaikan
dnegan menggunakan aturan cosinus yang akan dibahas dalam sub bab ini
Pergerakan kedua kapal membentuk sebuah setiga yang jika kita bentuk segitiga
nya sebagai berikut :
C
x

a-x

B
c

Selanjutnya kita buat garis tinggi AD sehingga panjang

dan

Menurut aturan phytagoras diperoleh


=>

(1)

=>

(2)

Dengan menyamakan (1) dan (2) diperoleh

Perhatikan bahwa

, sehingga diperoleh

Dengan cara yang sama menggunakan tinggi segitiga yang lain yaitu melalui titik
B dan C dapat diperoleh

Persamaan-persamaan yang diperoleh diatas inilah yang disebut sebagai aturan


cosinus.
100

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Aturan Cosinus

Contoh 1
Perhatikan gambar disamping. Hal 245 no.8
Tentukan panjang AC !
Jawab :
Aturan kosinus

=
=
=

Jadi panjang AC=

cm

c. Rangkuman
Aturan Cosinus

d. Tes Formatif-2
1) Pada segitaga ABC berlaku

. Tentukan manakah dari

pernyataan berikut yang benar.


i.

A=60

ii.

B=60

iii.

C=60

iv.

A+ B=60

v.

A+ B=120

2) Pada segitiga ABC dengan sisi a,b dan berlaku


besar A !

101

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

. Tentukan

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

3) Diketahui segitiga lancip ABC dengan AB= , BC=2 dan ABC= . Jika
, tentukan panjang AC !
4) Pada segitiga ABC diketahui cos( B+ C)= . Jika panjang sisi AC= 10 cm
dan AB=8 cm , tentukan panjang sisi BC !
e. Kunci Test Formatif
1) Pernyataan yang benar poin (d).
2) 60
3)
4)

3. Kegiatan Belajar -3
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran ini meliputi :
1) Siswa dapat menentukan luas segitiga dan segi banyak beraturan.
b. Uraian Materi
A. Luas Segitiga
Perhatikan permasalahan 7.2 berikut :
Sebidang tanah berbentuk segitiga ABC seperti pada gambar di bawah ini

Panjang sisi AB adalah 30 m, panjang sisi BC adalah 16 m dan besar sudut


BAC adalah 30. Jika tanah itu dijual dengan harga Rp250.000,00 untuk setiap
meter persegi. Tentukan harga penjualan tanah tersebut !
Penyelesaian :
Untuk menyelesaikan permasalahan diatas perlu ditentukan terlebih dahulu
luas dari tanah tersebut. Karena tanah tersebut berbentuk segitiga maka luas
tanah tersebut adalah luas segitiga ABC, yang dapat ditentukan dengan :

102

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Tetapi, pada permasalahan diatas tinggi segitiga adalah garis CP yang panjang
nya tidak diketahui,sehingga kita perlu menentukan panjang dari CP untuk
memperoleh tinggi segitiga ABC.
Perhatikan segitiga ACP adalah segitiga siku-siku sehingga berlaku :

Karena CP=6 m maka luas segitiga ABC dapat dicari yaitu :

Sehingga harga penjualan tanah tersebut adalah

Selain menggunakan cara diatas, menentukan luas segitiga dapat


menggunakan cara lain tergantung pada unsur-unsur segitiga yang diketahui.
Berikut ini rumus yang digunakan untuk menentukan luas segitiga jika unsurunsurnya diketahui :
1) Luas segitiga jika diketahui tinggi dan alasnya

Contoh 1

Jawab :
Untuk menentukan tinggi segitiga dengan memanfaatkan phytgoras

Sehingga

2) Luas segitiga jika diketahui ketiga sisinya


Misalkan panjang sisi segitiga adalah a,b dan c. Maka luas segitiga tersebut
diberikan sebagai berikut :

103

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Dengan
Contoh 2
Tentukan luas segitiga dengan panjang sisi nya 3, 3 dan 4 satuan !
Jawab :

Sehingga

3) Luas segitiga jika diketahui dua sisi dan sudut apit dua sisi tersebut

Memperhatikan segitiga ACD diperoleh CD=bsinA


Pada segitiga BCD diperoleh CD=asinB
Sehingga luas segitiga menjadi

Dengan cara yang sama dapat diperoleh

Sehingga luas segitiga jika diketahui dua sisi dan sudut apit dua sisi tersebut
adalah :

104

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

4) Luas segitiga jika diketahui dua sudut dan satu sisi


Jika pada sebuha segitiga diketahui dua sudut dan satu sisi yang terletak
diantara kedua sudut maka luas segitiga dapat dicari dengan rumus berikut :

Bukti :

Perhatikan segitiga diatas :

Dengan
Menurut aturan sinus diperoleh

Sehingga

, akibatnya

Latihan :
Buktikan untuk

B. Luas Segi Banyak Beraturan


Luas segi banyak beraturan dapat dicari dnegan bantuan laus segitiga.

105

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Luas segi banyak beraturan dapat dicari denga menggunkan


(

Dengan R adalah jari-jari lingkaran luar segi-n beratura dan n banyaknya sisi
pada segibanyak beraturan.
Bukti :
Diketahui sebuah segi-n bearturan dengan jari-jari lingkaran luarnya R.
Perhatikan segitiga AOB pada gambar dibawah ini.
Panjang OA=panjang OB=R
AOB=

Jadi luas degi-n beraturan adalah = n.

c. Rangkuman
Luas segitiga dapat dicari dengan
1) Luas segitiga jika diketahui tinggi dan alasnya

2) Luas segitiga jika diketahui ketiga sisinya

Dengan
3) Luas segitiga jika diketahui dua sisi dan sudut apit dua sisi tersebut

4) Luas segitiga jika diketahui dua sudut dan satu sisi

106

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Luas Segi Banyak Beraturan


(
d.

Tes Formatif-3
1) Perhatikan gambar berikut:halaman 251 no,1
Tentukan luas segitiga tersebut !
2) Pada segitiga ABC diketahui AC=6, A=120 DAN

B=30. Tentukan luas

segitiga tersebut !
3) Perhatikan belah ketupat ABCD berikut (hal.253 no.6)
Diketahui panjang diagonal AC=

. tentukan luas belah ketupat ABCD.

e. Kunci Test Formatif

1)
2)

3)
C. Evaluasi

1) Perhatikan segitiga PQR berikut. Tentukan besar sudut P !


2) Diketahui

PQR memiliki panjang PQ=

PQR=105 dan

RPQ=30.

Tentukan panjang QR !
3) Pada segitiga lancip ABC diketahui panjang sisi AB=10 cm , AC=12 cm dan
. Tentukan nilai

4) Dalam sebuah lingkaran yang berjari-jari 6 cm dibuat segi-12 beraturan. Tentukan


panjang sisi segi 12 beraturan tersebut !
5) Tentukan nilai cos P pada segitiga PQR dengan panjang PQ=15 cm, QR=10 cm dan
R=30 !
6) Sebuah segitiga ABC memiliki panjang AB=12 cmdan BC=20 cm. Jika
perbandingan A: B: C=19:60:11, tentukan luas segitiga tersebut !
7) Diketahui sebuah bidang empat beraturan dengan rusuk 10 cm. Tentukan luas
permukaan bidang empat tersebut !
8) Diketahui jari-jari lingkaran luar suatu segi-8 beraturan adalah r. Tentukan luas segi8 yang dapat dibuat !

107

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

9) Pada segitiga ABC diketahui panjang sisi a=18 cm,b=10 cm dan kelilingnya 43 cm.
Tentukan luas segitiga tersebut !
10) Tentukan luas segi-12 beraturan dengan panjang jari-jari lingkaran luar adalah 8 cm !

108

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

DAFTAR PUSTAKA

Kuswadi, Yemi. 2012.Program Linier. Sebelas Maret University Press. Surakarta


Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014.Buku Guru Matematika kelas XI. Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.Jakarta
Muklis dan Suparno.2014.Matematika Kelas XI Semester I.Intan Pariwara.Klaten
Muklis dan Suparno.2014.Pegangan Guru Matematika Kelas XI Semester I.Intan
Pariwara.Klaten
Wirodikromo,Sartono.2001.Matematika Jilid 3 IPS untuk Kelas XII.Erlangga.Yogyakarta
Kanginan,Marthen dan Yuza Terzalgi.2014.Matematika untuk SMA/MA Kelas X :Wajib.
Srikandi Empat Wifya Utama.Bandung

109

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]


LAMPIRAN 1. KUNCI JAWABAN EVALUASI
KUNCI JAWABAN

I.

MATRIKS
1. (

2. (

9. (

3. (

II.

8.

)
)

10. -2

4. -10

11. (

5. x=2 atau x=-1

12. x=600.000 dan y=250.000

6. k=2 atau k=9

13. Rp. 11.000

7. x=-2 atau x=2

14. Rp. 16.000.000

PERSAMAAN GARIS LURUS


1.

7.

2. 2

8.

3.

III.

9.

4.

10.

5. Sejajar

11.

6. Tegak Lurus

12. (0,10)

PROGRAM LINIER
1.

6.

2.

7. 20

3.

8. 40 P1 dan 10 P2
9. 48 hari dan 16 hari.

4.

5.

IV.

BARISAN DAN DERET GEOMETRI TAK HINGGA


110

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

Semester I

1. (i) divergen

9.

(ii) konvergen

10.

(iii) divergen
11.

(iv) konvergen
2. -4<x<-2

12.

3.

13.

4.

14. 18 km

5.

15. 120 liter.

detik

6.
7.
8. -10

V.

FUNGSI
1. (a) fungsi

8.

(c) bukan fungsi


2. (a) { |

(b) , |

3. (a)

(b)

(d)

10.

11. { |
12.
13.
14.

(c)

9.

(d) bukan fungsi

15.

4. { |

5. (a)
(b) { |
6. ,(
7. (a)
(b)

111

}
(

, fungsi invers
, bukan fungsi invers

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Semester I

VI.

[PEMBELAJARAN MATEMATIKA WAJIB]

TRIGONOMETRI

112

1. 45

6. 60

2. 464

7. 125

3.

4.

5.

8.

9. 75
10. 192

JUMROTUN |SMA NEGERI 5 SURAKARTA SMA NEGERI 5 SURAKARTA