Anda di halaman 1dari 104

PT.

TRIPA SEMEN ACEH

Unicorn Building, Jl. Kemang Raya No.43A


Jakarta 12730, Indonesia

Draft Laporan

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN


RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
(RKL-RPL)
RENCANA KEGIATAN INDUSTRI SEMEN
KAPASITAS PRODUKSI 10.000 TON/HARI KLINKER

DI KAMPUNG KALOY KECAMATAN TAMIANG HULU


KABUPATEN ACEH TAMIANG
PROVINSI ACEH

Oktober 2015

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

KATA PENGANTAR
PT. Tripa Semen Aceh yang bergerak di bidang pertambangan umum memiliki rencana untuk
mendirikan industri semen dengan bahan baku semen berupa batu gamping, lempung, dan
pasir kuarsa ditambang dari lokasi secara keseluruhan seluas 2.549,2 Ha berada di sekitar
rencana pabrik semen yang akan dibangun pada area seluas 95 Ha yang terletak di
Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Rencana kegiatan industi semen PT. Tripa Semen Aceh dengan kapasitas produksi maksimal
sebesar 10.000 ton/hari klinker atau 3.100.000 ton semen per tahun membutuhkan pasokan
bahan baku batugamping kurang lebih sebesar 9.240 ton/hari, lempung sebesar 1.428
ton/hari, dan pasir kuarsa sebesar 811 ton/hari disamping bahan baku lainnya seperti
batubara, pasir besi dan gypsum yang akan dipasok dari luar Aceh Tamiang.
Memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012, tentang
Izin Lingkungan, serta Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012
tentang Jenis-Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Amdal, maka
kegiatan industri semen PT. Tripa Semen Aceh wajib memiliki Amdal. Ketentuan wajib Amdal
ini disebabkan semen yang dibuat melalui produksi klinker dengan suplai bahan baku dari
lokasi tambang skala besaran 200 (dua ratus) Ha.
Secara garis besar dokumen RKL-RPL ini memuat deskripsi pendahuluan, pendekatan
pengelolaan lingkungan, rencana pengelolaan lingkungan hidup, rencana pemantauan
lingkungan hidup, dan jenis izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan
format penyusunannya sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 16 Tahun
2012, tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup, dan Keputusan Ketua
Komisi Penilai Amdal Kabupaten Aceh Tamiang No. 660/39/VI/Amdal/2015, tentang
Persetujuan Kerangka Acuan Kegiatan Industri Semen Kapasitas Produksi 10.000 Ton/Hari
Klinker di Kampung Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh
Oleh PT. Tripa Semen Aceh.
Dengan telah tersusunnya dokumen ini, PT. Tripa Semen Aceh menyampaikan terima kasih
kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam penyusunan dokumen ini, terutama
kepada segenap instansi terkait dan aparat pemerintah di pusat maupun di daerah yang
telah memberikan bantuan dan pengarahan yang diperlukan.
Jakarta, Oktober 2015

M. Fauzie Ibrahim
Direktur

Kata Pengantar

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..........................................................................................
DAFTAR ISI ...................................................................................................
DAFTAR TABEL ..............................................................................................
DAFTAR GAMBAR ...........................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN .........................................................................................
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG ........................................................................
1.2. MAKSUD DAN TUJUAN ..................................................................
1.3. KEBIJAKAN PELAKSANAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN .................
1.4. KEGUNAAN RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ........................
BAB II. PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN
2.1. PENDEKATAN TEKNOLOGI .............................................................
2.2. PENDEKATAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA ................................
2.3. PENDEKATAN INSTITUSIONAL .......................................................
BAB III. RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
3.1. PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN KOMPONEN
GEOFISIK-KIMIA...........................................................................
3.2. PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN KOMPONEN
BIOLOGI ......................................................................................
3.3. PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN KOMPONEN
SOSEKBUD ..................................................................................
3.4. PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN KESEHATAN
MASYARAKAT ..............................................................................

i
ii
iii
iv
v

I
I
I
I

1
1
2
3

II - 1
II - 2
II - 4

III - 3
III - 17
III - 21
III - 31

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Daftar Isi

ii

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup .....................................
Tabel 3.2. Matriks Pengelolaan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan
Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh ........................................
Tabel 4.1. Program Pemantauan Lingkungan Hidup .....................................
Tabel 4.2. Matriks Pemantauan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan
Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh ........................................

Daftar Tabel

III -

III - 35
IV - 2
IV - 24

iii

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1.

Bagan Organisasi Pengelolaan Lingkungan Proyek Industri


Semen PT. Tripa Semen Aceh di Kabupaten Aceh Tamiang ........ II - 5

Lokasi Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)


Rencana Kegiatan Industri Semen PT. Tripa ......................... III - 47
Gambar 4.1. Lokasi Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
Rencana Kegiatan Industri Semen PT. Tripa ......................... IV - 34
Gambar 3.1.

Daftar Gambar

iv

KA, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN

Daftar Lampiran

Surat Pernyataan Pengelolaan dan PPemantauan Lingkungan


Hidup Kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh ................... L1

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Dalam pemanfaatan sumberdaya alam pada umumnya dan bahan tambang galian
khususnya, prinsip pembangunan berwawasan lingkungan harus dijadikan pertimbangan
utama. Hal ini diperlukan dalam usaha untuk menunjang pembangunan yang
berkesinambungan, terpadu, dan menyeluruh. Oleh karena itu, suatu upaya pengelolaan
lingkungan

perlu

dilakukan

sesuai

dengan

prinsip-prinsip pelestarian

dan cara

pelaksanaan yang baik. Usaha pengelolaan lingkungan di lokasi kegiatan Industri Semen,
tidak hanya menjadi tanggung jawab pemrakarsa proyek saja, tetapi juga melibatkan
pihak-pihak lain yang terkait sesuai dengan ruang dan lingkup masing-masing. Dengan
demikian diperlukan kerjasama yang baik, serasi terarah dan terpadu antara pihak yang
terkait, dalam pelaksanaan maupun pengawasannya melibatkan instansi terkait.
1.2. MAKSUD DAN TUJUAN
Berdasarkan uraian di atas, maka Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana
Pemantauan Lingkungan Hidup ((RKL-RPL) disusun dengan maksud untuk digunakan
sebagai pedoman dan arahan dalam penentuan rencana atau langkah-langkah yang
diperlukan dalam menangani dampak lingkungan yang terjadi akibat usaha Industri
Semen oleh PT. Tripa Semen Aceh di Kampung Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu
Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Selain itu RKL-RPL ini dimaksudkan pula untuk
memberikan gambaran yang jelas tentang batas kewenangan dan kemampuan dalam
menyusun kebijaksanaan lingkungan antar pemrakarsa proyek, instansi pemerintah dan
pihak ketiga lainnya.
Adapun tujuan penyusunan RKL-RPL yaitu:

Merumuskan langkah atau tindakan-tindakan pencegahan, penanggulangan dan


pengendalian dampak.

Memperkecil atau menghilangkan dampak negatif dan meningkatkan dampak


positif dari kegiatan.

Mengendalikan pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana.

Terlaksananya usaha Industri Semen yang berwawasan lingkungan.

Pendahuluan

I - 1

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Terlindunginya lingkungan Geofisik-Kimia, Biologi, Sosial-Ekonomi-Budaya, dan


Kesehatan Masyarakat dari dampak negatif yang ditimbulkan akibat kegiatan
industri semen.

Terlaksananya tahap-tahap operasional usaha Industri Semen secara nyata,


efisien dan efektif.

1.3. KEBIJAKAN PELAKSANAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN


Kebijakan pengelolaan lingkungan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia akan
selalu dipatuhi dan diperhatikan dengan cermat oleh PT. Tripa Semen Aceh

dalam

melakukan kegiatan Industri Semen.


Sesuai dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan yang berawawasan lingkungan
sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup maka PT. Tripa Semen Aceh

akan

berpartisipasi secara aktif dalam pengelolaan lingkungan tersebut, yang secara garis
besar berisi tentang :
1. Melestarikan atau mempertahankan keberadaan komponen-komponen lingkungan,
seperti kualitas air, kualitas tanah, kualitas udara, daya dukung lingkungan, kesehatan
lingkungan dan kebudayaan.
2. Mengembangkan dampak positif seperti penyediaan kesempatan kerja dan berusaha,
peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi, serta memperkecil atau
mencegah dampak negatif penting yang mungkin timbul seperti mencegah
pemanfaatan sumberdaya alam secara berlebihan.
Kebijakan pembangunan lingkungan hidup mempunyai arti bahwa pembangunan
lingkungan hidup merupakan bagian penting dari ekosistem yang berfungsi sebagai
penyangga dari ekosistem seluruh makhluk hidup dalam keseimbangan dan keserasian
yang dinamis dengan perkembangan penduduk agar dapat menjamin pembangunan
yang berkelanjutan.
Pembangunan lingkungan hidup bertujuan untuk meningkatkkan mutu pemanfaatan
sumberdaya

alam

secara

berkelanjutan,

merehabilitasi

kerusakan

lingkungan,

mengendalikan pencemaran dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Pendahuluan

I - 2

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Dalam kegiatan pengelolaan lingkungan nanti, perlu diperhatikan komponen lingkungan


yang tetap dipertahankan dan dilestarikan, antara lain sumberdaya air, keanekaragaman
hayati, warisan budaya, kenyamanan lingkungan, pendapatan masyarakat, serta nilai
budaya yang berorientasi dan selaras dengan lingkungan. Sedangkan komponen
lingkungan yang berubah secara mendasar dan peruntukannya dianggap penting oleh
masyarakat sekitarnya adalah kesempatan kerja dan berusaha serta hilangnya beberapa
flora, fauna, dan biota aquatik di sekitar lokasi kegiatan.
1.4. KEGUNAAN RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN
Kegunaan pengelolaan lingkungan dalam rangka kegiatan usaha Industri Semen baik
bagi pemerintah, pemrakarsa maupun masyarakat yang terlibat dan terkait dengan
rencana kegiatan tersebut antara lain :
A.

Kegunaan Bagi Pemerintah


1.

Sebagai sarana bahan pertimbangan untuk memutuskan kelayakan lingkungan


rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.

2.

Sebagai pedoman teknis bagi instansi pemerintah dalam pelaksanaan


pengelolaan lingkungan baik secara mandiri maupun bersama-sama dengan
pihak terkait.

3.

Meminimalisasi timbulnya dampak negatif untuk mencegah rusaknya sumber


daya alam lain terutama yang berada di dalam wewenang pengelolaan
pemerintah maupun instansi terkait lainnya.

4.

Meningkatkan dampak positif sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal bagi


semua pihak yang terlibat dan terkait dengan rencana kegiatan yang akan
dilaksanakan.

B.

Kegunaan Bagi Pemrakarsa


1.

Arahan dan pedoman dalam usaha Industri Semen untuk menanggulangi,


meminimalisasi atau mengendalikan dampak negatif yang diperkirakan akan
timbul pada setiap tahap kegiatan yang direncanakan pada skala proyek.

2.

Arahan dan pedoman untuk meningkatkan dampak positif sehingga dapat


memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemrakarsa maupun pihak lain
terutama masyarakat yang ada di sekitar lokasi rencana kegiatan.

3.

Arahan dan pedoman untuk pertimbangan ekonomi lingkungan sebagai dasar


untuk memberikan kompensasi atas sumber daya tidak dapat pulih, hilang atau

Pendahuluan

I - 3

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

rusak (baik dalam arti sosial ekonomi dan atau ekologi) akibat kegiatan Industri
Semen.
4.

Arahan

dan

pedoman

bersamasama

dengan

instansi

terkait

dalam

pelaksanaan dan pengawasan pengelolaan lingkungan pada tapak proyek dan


lingkungan sekitarnya secara terencana.
C.

Kegunaan Bagi Masyarakat.


1.

Mengetahui rencana kegiatan Industri Semen didaerahnya, sehingga dapat


mempersiapkan diri dari penyesuaian kehidupannya.

2.

Mengetahui perubahan lingkungan setelah proyek Industri Semen selesai


sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada dan menghindari kerugian
yang mungkin akan terjadi dengan adanya proyek tersebut.

Pendahuluan

I - 4

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

BAB II
PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
(RKL-RPL) merupakan dokumen yang memuat upaya-upaya mencegah, mengendalikan
dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat negatif dan
mempertahankan serta meningkatkan dampak positif yang timbul sebagai akibat dari
suatu kegiatan. Pendekatan pengelolaan lingkungan bagi rencana kegiatan Industri
Semen PT. Tripa Semen Aceh di Kampung Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten
Aceh Tamiang, Provinsi Aceh merupakan upaya tindakan dan mekanisme yang diperlukan
untuk mengelola lingkungan terhadap akibat yang timbul dari kegiatan tersebut.
Pendekatan pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yakni
pendekatan teknologi, pendekatan sosial ekonomi, dan pendekatan institusi.
2.1. PENDEKATAN TEKNOLOGI
Pendekatan teknologi digunakan untuk memberi masukan pada alat yang akan
digunakan pada kegiatan Industri Semen ini, baik pada alat yang akan dipakai pada
kegiatan penambangan maupun kegiatan pengolahan sehingga akan memberikan
dampak negatif yang terkecil.
a. Teknologi Penambangan
Berdasarkan bentuk topografi permukaan yang berbukit dan karakteristik batuan
yang akan ditambang, maka sistem penambangan yang dipakai adalah sistem
tambang terbuka dengan sistem quarry. Penambangan dimulai dengan cara membuat
jalan masuk utama ke dalam areal yang akan ditambang.
Setelah mencapai areal yang dijadikan target penambangan maka proses persiapan
penambangan dilakukan seperti land clearing, pembuatan paritan untuk mencegah
terjadinya erosi, pembuatan jalan masuk dan jalan keluar untuk alat angkut dan alat
gali. Selanjutnya kegiatan penambangan akan dilakukan dengan membentuk jenjangjenjang atau lereng (multi benches) yang memiliki geometri tertentu sesuai kajian
geologi teknik. Pola penambangan yang akan dilakukan adalah penambangan mulai
dari atas bukit mengikuti garis ketinggian (slice mining) sesuai penampang jadual
penambangan.

Pendekatan Pengelolaan Lingkungan Hidup

II - 1

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Adapun parameter yang digunakan untuk membuat desain penambangan adalah


sebagai berikut :
a)

Geometri jenjang
- Tinggi jenjang10m
- Lebar jenjang 5m
- Kemiringan jenjang 60 - 70

b)

Geometri lereng akhir

- Tinggi lereng keseluruhan + 80m


- Kemiringan lereng keseluruhan 47 (maksimum)
c)

Lereng timbunan
- Kemiringan keseluruhan 50
- Tinggi jenjang 15m

d)

Jalan tambang
- Lebar total 20m
- Lebar permukaan jalan 17m
- Lebar selokan 1.5m
- Gradien maksimum 10% (AASHTO 1994)
- Super elevasi 8% (AASHTO 1994)
- Radius putar 20m
Pada setiap daerah-daerah yang berbahaya, seperti tikungan yang terjal
diberi tanggul pengaman.

e) Desain tanggul
- Lebar pit ramp 14m
- Gradien ramp 10%
- Lebar selokan 1.5m
b. Teknologi Proses Produksi Semen
Jenis semen yang diproduksi adalah semen Portland Ordinary dengan proses produksi
menggunakan proses kering yang dapat dikelompokkan ke dalam 2 tahap, yaitu
tahap proses fisik dan tahap proses kimia. Proses fisik meliputi proses pemecahan,
penggilingan, penghalusan, pengeringan, dan pencampuran bahan baku yang siap
diproses. Sedangkan dalam proses kimia adalah proses peluluhan dan terjadinya

Pendekatan Pengelolaan Lingkungan Hidup

II - 2

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

berbagai reaksi kimia, yang pada umumnya terjadi di tungku putar (rotary kiln).
Secara garis besar arus proses produksi semen yaitu arus proses semen dan
pengelolaan limbah semen yang terintegrasi dalam unit-unit proses.
c. Teknologi Pengelolaan Limbah
Proses pengelolaan limbah di luar pengelolaan limbah semen yang terintegrasi dalam
unit-unit proses PTTSA akan menerapkan teknologi yang dapat menanggulangi,
mencegah, mengurangi, dan memperbaiki akibat dampak negatif dan meningkatkan
manfaat akibat dampak positif yang ditimbulkan oleh rencana kegiatan, antara lain :

Pemanfaatan

Material

Limbah

Padat

Hasil

Reduksi/Buangan

Proses

Penanganan, Penghancuran dan Penggilingan Yang Tidak Bisa Diolah Lagi


Untuk Bahan Industri Rumah Tangga dan atau sebagai bahan reklamasi dan
pemantapan lahan masyarakat termasuk bahan dasar jalan lingkungan.

Penggunaan teknologi bioremediasi dengan fitoteknologi, suatu rangkaian


teknologi yang menggunakan tumbuhan untuk memulihkan lahan dari
pencemaran atau membatasi pergerakan kontaminan pada tanah, airtanah,
atau sedimen. Jika telah dianggap aman (tidak tercemar) selanjutnya area
tersebut ditanami dengan tumbuhan penutup tanah atau pencegah erosi dan
tumbuhan pelindung, sebelum digunakan untuk keperluan lain.

Kegiatan reklamasi dan revegetasi dilakukan dengan konsep model green


mining dan agroforestry. Sebuah model pengembangan bioecopolitan untuk
pertambangan dan kemandirian daerah, dimana kegiatan pekerjaan reklamasi
dilakukan dengan revegetasi tanaman produktif tumpang sari dengan
tanaman ekologis yang dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan lainnya
seperti peternakan, perikanan, energi, agrowisata, dan lain-lain

2.2. PENDEKATAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA


Pendekatan sosial ekonomi dan budaya digunakan untuk memberi masukan pada
pengendalian dan pengembangan ekonomi di lokasi proyek guna menunjang kegiatan
Industri Semen ini, sehingga akan memberikan dampak negatif yang terkecil dan
mengembangkan dampak positf. Tindakan-tindakan yang akan dilakukan menurut
pendekatan sosial, ekonomi dan budaya adalah sebagai berikut :

Pendekatan Pengelolaan Lingkungan Hidup

II - 3

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

a. Melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk aparat


tingkat kecamatan dan desa setempat untuk melakukan sosialisasi kepada
masyarakat yang potensial terkena dampak.
b. Perusahaan memanfaatkan potensi sumberdaya setempat (bahan bangunan, bahan
makanan dan lain-lain) untuk memenuhi kebutuhan kegiatan perusahaan dan
konsumsi karyawan/pekerja.
c. Melakukan pendekatan pada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang agar sebagian
dana retribusi dari kegiatan Industri Semen dapat digunakan untuk pembangunan
sarana dan prasarana sosial ekonomi wilayah desa dan kecamatan setempat sehingga
terjadi peningkatan perekonomian daerah setempa.
d. Memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terkena dampak dengan upaya
membangun berbagai fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos), serta
mengutamakan rekruitmen angkatan kerja yang berada di wilayah setempat dengan
gaji/upah sesuai dengan UMR Provinsi Aceh.
e. Memberikan sumbangan rutin sehubungan dengan Community Development dan
Corporate Social Responsibility kepada masyarakat yang terkena dampak secara
langsung yang telah disepakati antara masyarakat, pemda dengan pemrakarsa dan
kerjasama dengan perusahaan sejenis dalam pencanangan Community Development

Program dan Corporate Social Responsibility Program.


2.3. PENDEKATAN INSTITUSIONAL
Pada dasarnya kegiatan pengelolaan lingkungan bukan hanya tanggungjawab PT. Tripa
Semen Aceh sebagai pemrakarsa proyek, tetapi juga tanggungjawab instansi/lembaga
terkait. Oleh karenanya perlu adanya mekanismen pendekatan institusional melalui :
a.

Kerjasama antara PT. Tripa Semen Aceh dengan instansi pemerintah dan LSM terkait
untuk mempertahankan fungsi-fungsi lingkungan di sekitar lokasi kegiatan Industri
Semen, dan

b.

Melakukan mekanisme pengawasan program pengelolaan lingkungan oleh instansi


yang berwenang dan pihak yang berkepentingan, termasuk tokoh masyarakat
setempat termasuk pelaporannya.

Untuk dapat melaksanakan ketiga pendekatan pengelolaan lingkungan tersebut secara


baik dan berkesinambungan, maka diperlukan suatu unit khusus dari perusahaan yang
menangani pengelolaan dan masalah lingkungan. Dalam hal ini PT. Tripa Semen Aceh
telah menyempurnakan organisasinya dengan membentuk unit lingkungan yang dipimpin
Pendekatan Pengelolaan Lingkungan Hidup

II - 4

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

oleh seorang

PT. Tripa Semen Aceh

Manager Lingkungan. Manager lingkungan ini bertugas untuk

melaksanakan pengelolaan lingkungan sesuai dengan Rencana Pengelolaan Lingkungan


Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL) yang telah disusun dan
melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait. Adapun struktur organisasi PT. Tripa
Semen Aceh disajikan pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1. Bagan Organisasi Pengelolaan Lingkungan Proyek Industri Semen


PT. Tripa Semen Aceh di Kabupaten Aceh Tamiang

Hal penting lainnya yang perlu dilakukan oleh PT. Tripa Semen Aceh dalam pendekatan
pengelolaan lingkungan bagi rencana kegiatan Industri Semen adalah komitmen untuk:
a. Melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan
kegiatan Industri Semen, baik yang berlaku di tingkat nasional maupun
daerah, sehingga kegiatan pertambangan dapat berkesinambungan.
b. Membantu pembangunan sarana dan pra sarana sosial bagi masyarakat
yang

langsung

terkena

dampak

kegiatan

dengan

memberdayakan

masyarakat melalui program Community Development (CD) dan program

Corporate Social Responsibility serta bekerjasama dengan dinas terkait


untuk melakukan pembinaan dan pengembangan masyarakat setempat,
dan
c. Membantu mensukseskan program konservasi sumberdaya di lokasi dan
sekitar lokasi proyek industri semen.

Pendekatan Pengelolaan Lingkungan Hidup

II - 5

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pendekatan Pengelolaan Lingkungan Hidup

II - 6

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

BAB III
RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Hasil prakiraan dampak penting dan evaluasi dampak lingkungan dalam dokumen ANDAL
Rencana Kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh di Kampung Kaloy Kecamatan
Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang diperoleh 22 (duapuluh dua) komponen
lingkungan yang harus dikelola, yaitu :
1). GEOFISIK-KIMIA

Iklim Mikro,

Bentang Lahan,

Tata Guna Lahan,

Limpasan Air Larian,

Debit Air Sungai

Kualitas Air Sungai,

Kualitas Air Tanah,

Kualitas Tanah,

Kualitas Udara, dan

Kebisingan

2). BIOLOGI

Habitat Flora

Habitat Fauna

Habitat Biota Aquatik

3). SOSIAL, EKONOMI, DAN BUDAYA

Kesempatan Kerja,

Kesempatan Berusaha,

Pendapatan,

Interaksi Sosial,

Persepsi Masyarakat,

Lalulintas, dan

Estetika Lingkungan

4). KESEHATAN MASYARAKAT

Sanitasi Lingkungan

K3 dan Kesehatan Masyarakat

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 1

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Dalam upaya untuk mencegah, menekan, dan mengurangi atau mengeliminir semua
dampak negatif penting dan mempertahankan serta mengembangkan semua dampak
positif penting, maka PT. Tripa Semen Aceh dan Kontraktor akan melakukan pengelolaan
lingkungan akibat dampak-dampak tersebut. Program pengelolaan lingkungan akan
difokuskan pada dampak penting yang strategis untuk dikelola, sehingga dengan
program pengelolaan lingkungan tersebut maka seluruh dampak negatif maupun dampak
positif dapat dikelola secara efektif dan efisien baik secara sendiri-sendiri dan atau
bersama-sama. Program pengelolaan lingkungan dan dampak penting yang dikelola baik
sebagai dampak penting yang dikelola hasil arahan pengelolaan dokumen Andal maupun
sebagai dampak lingkungan lainnya yang dikelola mengacu kepada pengelolaan
lingkungan yang telah direncanakan sejak awal sebagai bagian dari rencana kegiatan dan
Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan sebagaimana disajikan pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
No

Dampak Penting Yang


Dikelola

Program Pengelolaan Lingkungan Hidup

Iklim Mikro
Bentang Lahan
Tata Guna Lahan
Limpasan Air Larian
Debit Air Sungai
Kualitas Air Sungai
Kualitas Air Tanah
Kualitas Tanah
Kualitas Udara
Kebisingan

1.

Pengelolaan Komponen Geofisik-Kimia

2.

Pengelolaan Komponen Biologi

Habitat Flora
Habitat Fauna
Habitat Biota Aquatik

3.

Pengelolaan Komponen Sosial, Ekonomi,


Budaya

4.

Pengelolaan Komponen Kesehatan Masyarakat

Sanitasi Lingkungan
K3 dan Kesehatan
Masyarakat

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

Kesempatan Kerja
Kesempatan Berusaha
Pendapatan
Interaksi Sosial
Persepsi Masyarakat
Lalulintas
Estetika Lingkungan

III - 2

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

3.1.

PT. Tripa Semen Aceh

PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN KOMPONEN GEOFISIK-KIMIA

1. Iklim Mikro
Iklim mikro merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh kegiatan
Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Pembersihan dan pemantapan lahan tahap konstruksi

Reklamasi dan pengelolaan tahap pasca operasi

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah kondisi suhu dan kelembaban (iklim
mikro).
Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Kegiatan pembukaan lahan dilakukan hanya pada daerah yang diperlukan


untuk fasilitas dan aktivitas proyek saja

Melakukan revegetasi pada area/lahan yang telah direklamasi dengan jenis


vegetasi pilihan yang berfungsi menjaga kestabilan tanah/lereng sekaligus
sebagai penghijauan dengan pola green mining dan agroforestry.

Mempertahankan dengan mengusulkan kepada pemerintah agar sebagian


besar area lokasi bekas kegiatan proyek untuk dijadikan area konservasi
agar kondisi lingkungan menjadi asri bahkan lebih baik dari kondisi rona
awal.

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap konstruksi
sampai dengan tahap pasca operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adakah lokasi dalam tapak proyek
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 3

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

2. Bentang Lahan
Bentang lahan merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan penambangan/penggalian tahap operasi
Indikator Keberhasilan Lingkungan
Indikator keberhasilan lingkungan adalah besarnya perubahan bentang alam
(morfologi) mengacu pada perubahan tinggi rendahnya permukaan tanah dari
permukaan air laut (dpl) sebelum dan sesudah kegiatan penambangan.
Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Merekayasa sistem penambangan dengan estetika yang asri mengikuti


kontur alami.

Pembuatan saluran penirisan tambang di lereng-lereng yang terbentuk


untuk mengurangi bahaya longsor akibat limpasan air larian

Pembuatan terasering di lereng-lereng yang terbentuk yang rawan longsor


dan erosi dengan menggunakan geoweb dan/atau break erosi

Melakukan reklamasi dan revegetasi dengan jenis vegetasi pilihan yang


berfungsi menjaga kestabilan lereng terintegrasi dengan dengan pola
green mining dan agroforestry

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan penggalian,
tahap operasi dan berlanjut sampai dengan tahap pasca operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adakah lokasi dalam tapak proyek
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 4

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

3. Tata Guna Lahan


Tata guna lahan merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan pembukaan lahan baru (di tempat lain)
oleh petani yang tergusur pada tahap pra konstruksi, dan alih fungsi lahan pada
kegiatan reklamasi dan pengelolaan tahap pasca operasi
Indikator Keberhasilan Lingkungan
Indikator keberhasilan lingkungan adalah :
o

perubahan peruntukan lahan

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemanfaatan Area Bekas Sediment
Pond Untuk Kolam dan Kegunaannya

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Mengidentilikasi dan merekomendasi daerah untuk pembukaan lahan baru


dengan mempertimbangkan rasio jumlah penduduk dan luas tanah (man

land ratio) yang masih dapat didukung ketersediaan sumber daya bagi
masyarakat yang berkeinginan pindah karena tergusur oleh kegiatan
proyek.
o

Membuat disain tambang dengan rekayasa tambang pada kegiatan pasca


tambang akan area datar dan lubang bekas sediment pond menjadi area
penampung air (kolam) yang mendukung kegiatan agroforestry dengan
mempertimbangkan faktor daya dukung lingkungan

Pelaksanaan kegiatan proyek dilakukan setelah penyelesaian pembebasan


lahan

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 5

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemanfaatan
Area Bekas Sediment Pond Untuk Kolam dan Kegunaannya

Periode Pengelolaan Lingkungan


Selama tahap pra konstruksi dan berlanjut sampai berlangsungnya kegiatan
reklamasi dan pengelolaan tahap pasca operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

4. Limpasan Air Larian


Limpasan air larian merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Penyiapan tapak proyek

Pengoperasian sarana dan prasarana

Penirisan tambang

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun
2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Pembukaan lahan dilakukan seminim mungkin dengan skala prioritas

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 6

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Mengalihkan limpasan air larian (runoff) air permukaan ke daerah aliran


sungai melalui saluran drainase yang dibuat menunjang kegiatan
konstruksi

Mengendalikan debit limpasan air permukaan (air hujan) dengan


pembuatan instalasi talang bangunan dan taman (landscape) yang
dilengkapi sumur resapan.

Mengendalikan debit limpasan air permukaan yang menimbulkan erosi,


kekeruhan dan sedimentasi dengan membuat kolam air tawar.

Mengalihkan limpasan air larian (runoff) ke daerah aliran sungai melalui


saluran drainase ke dan dari kolam air tawar

Memanfaatkan air kolam air tawar untuk menyiram tanaman dan


kegunaan lainnya yang berimbang dan lestari.

Membuat saluran penirisan/drainase tambang pada jenjang dan lantai


tambang untuk mengalirkan air larian baik yang berasal dari lapisan
akuifer yang terpotong maupun air hujan yang jatuh langsung di area
tambang.

Mengalirkan limpasan air larian pada jenjang dan lantai tambang

ke

daerah aliran sungai melalui saluran drainase/gorong-gorong yang dibuat


untuk mengalihkan aliran air daerah aliran sungai yang memotong area pit
tambang
o

Pembuatan sumuran/sump untuk mengendapkan lumpur pada lantai


tambang

Menjaga kualitas air larian pada penirisan/drainase tambang agar tidak


terkontaminasi rembesan air limbah/air asam tambang dari fasilitas
sediment pond, dan limbah B3 dari oil cather.

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap konstruksi
dan tahap operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek dan DAS
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 7

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

5. Debit Air Sungai


Debit air sungai merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Penyiapan tapak proyek tahap konstruksi

Pengoperasian sarana dan prasarana tahap operasi

Kegiatan penggalian / penambangan tahap operasi

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah :
o

Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas


Air dan Pengendalian Pencemaran Air

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pengoperasian Kolam Penampung Air

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Pembukaan lahan dilakukan seminim mungkin dengan skala prioritas

Mengalihkan limpasan air larian (runoff) air permukaan ke daerah aliran


sungai melalui saluran drainase yang dibuat pada kegiatan konstruksi

Pembuatan sediment pond untuk mengendapkan lumpur/sedimen pada


saluran drainase yang dibuat pada kegiatan konstruksi

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pengoperasian
Kolam Penampung Air terkait pengontrolan debit air sungai

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap konstruksi
dan tahap operasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 8

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Lokasi Pengelolaan Lingkungan


Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek dan DAS
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

6. Kualitas Air Sungai


Kualitas air sungai (sebagai badan penerima) merupakan komponen lingkungan yang
akan terpengaruh oleh kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Penyiapan tapak proyek tahap operasi

Penirisan tambang tahap operasi

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun
2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Pembukaan lahan dilakukan seminim mungkin dengan skala prioritas

Mengalihkan limpasan air larian (runoff) air permukaan ke daerah aliran


sungai melalui saluran drainase yang dibuat pada kegiatan konstruksi

Pembuatan sediment pond untuk mengendapkan lumpur/sedimen pada


saluran drainase yang dibuat pada kegiatan konstruksi

Pembuatan sumuran/sump untuk mengendapkan lumpur yang terbawa air


larian ke lantai tambang

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 9

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Mengalirkan/memompa segera genangan air larian pada sumuran/sump di


lantai tambang ke drainase jenjang tambang atau lansung ke daerah
aliran sungai agar tidak menimbulkan genangan air asam tambang

Mengalirkan air limbah/air asam tambang untuk diolah pada sediment


pond sebelum dialirkan ke daerah aliran sungai

Menjaga kualitas air larian pada penirisan/drainase tambang agar tidak


terkontaminasi rembesan air limbah/air asam tambang

dari sediment

pond.
Periode Pengelolaan Lingkungan
Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah Lokasi dalam tapak proyek dan DAS
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

7. Kualitas Air Tanah


Kualitas air tanah merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Kegiatan pengoperasian sarana dan prasarana tahap operasi

Penggalian/penambangan tahap operasi

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah :

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 10

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas


Air dan Pengendalian Pencemaran Air

Permenkes No. 416/1990 Baku Mutu Air Bersih

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Pengaturan penggunaan air dengan pompa air hanya pada saat benarbenar diperlukan

Mempertahankan

atau

meningkatkan

pengisian

air

tanah

melalui

reklamasi, revegetasi, dan pembuatan sumur-sumur resapan di wilayah


dan sekitar wilayah tapak proyek
o

Mencegah rembesan air limbah/air asam tambang dari sediment pond dan
limbah B3 dari oil cather yang masuk ke dalam tanah.

Membuat sumur pemantauan rembesan di sekitar sediment pond dan oil


cather.

Mempertahankan tinggi muka air tanah pada jenjang yag telah terbuka
dengan kegiatan reklamasi, revegetasi, dan pembuatan sumur-sumur
resapan di wilayah dan sekitar wilayah tapak proyek

Membuat sumuran penampungan dan pengaliran air tanah pada lapisan


akuifer yang terpotong/tergali untuk dimanfaatkan sebagai air bersih
keperluan basecamp dan masyarakat setempat

Menjaga kualitas air tanah agar tidak terkontaminasi rembesan air


limbah/air asam tambang dari sediment pond dan limbah B3 dari oil
cather.

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek dan DAS
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 11

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

8. Kualitas Tanah
Kualitas tanah merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Penyiapan tapak proyek tahap konstruksi

Pemboran dan peledakan tahap operasi

Penggalian/penambangan tahap operasi

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah :
o

Kestabilan Tanah

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemboran dan Peledakan, dan

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Penggunaan Geoweb Pada Lokasi
Rawan Longsor dan Erosi

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Penempatan lokasi sediment pond dan oil catcher pada daerah kedap
perembesan (permeabilitas rendah) dengan pelapisan tanah liat/clay

Membuat pemadatan pada dinding tanggul fasilitas area reklamasi dan


sediment pond dengan spesifikasi sesuai standar nasional maupun
internasional yang dituangkan dalam DED

Membuat beberapa sumur pemantauan rembesan di luar sediment pond


dan oil cather

Membuat pagar pengaman di sekeliling sediment pond dan oil cather

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Penggunaan
Geoweb dan Break Erosi terkait kestabilan tanah akibat pemboran dan
peledakan

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 12

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Penggunaan
Geoweb

dan

Break

Erosi

terkait

kestabilan

tanah

akibat

penggalian/penambangan
Periode Pengelolaan Lingkungan
Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap konstruksi
berlanjut sampai tahap operasi dan tahap pasca operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

9. Kualitas Udara
Kualitas udara merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Pengadaan alat, barang dan jasa konstruksi tahap konstruksi

Pengadaan alat, barang, dan jasa operasi tahap operasi

Pengoperasian sarana dan prasarana tahap operasi

Pembuangan tanah penutup tahap operasi

Pemboran dan peledakan tahap operasi

Penggalian, pemuatan dan pengangkutan tahap operasi

Pengolahan bahan baku semen tahap operasi

Pengangkutan dan penimbunan tahap operasi

Pengangkutan dan Penjualan tahap operasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 13

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah :
o

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian


Pencemaran Udara

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemboran dan Peledakan

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Melakukan penyiraman secara teratur, sehingga debu/partikulat tidak


menyebar terbawa angin setiap 3 jam sekali atau sesuai jadual operasional
mobilisasi pengadaan alat, barang dan jasa konstruksi

Mengefektifkan ventilasi ruang kerja dekat area kerja

Setiap pekerja yang berada di tapak proyek wajib menggunakan masker

Menempatkan utilitas PLTD (generator set) dalam ruangan khusus


dilengkapi dengan cerobong pembuangan emisi gas buang

Mengefektifkan ventilasi ruang kerja dekat area kerja

Setiap pekerja yang berada di tapak proyek wajib menggunakan masker

Melakukan penyiraman secara rutin, sehingga debu/partikulat tidak


menyebar terbawa angin setiap 3 jam sekali atau sesuai jadual operasional
pembuangan tanah penutup

Mengefektifkan ventilasi ruang kerja dekat area kerja

Setiap pekerja yang berada di tapak proyek wajib menggunakan masker

Melakukan

reklamasi

dan

revegetasi

di

sepanjang

jalan

angkut

pembuangan tanah penutup dan buffer zone,


o

Pembuatan terasering di lereng-lereng yang terbentuk untuk mengurangi


bahaya longsor dari timbunan material tanah penutup di area reklamasi.

Menutup bak truk angkut dengan terpal/plastik sehingga batuan/material


hasil

tambang

diangkut

tidak

beterbangan

dan

tercecer

saat

pengangkutan berlangsung.
o

Melakukan reklamasi dan revegetasi di sepanjang jalan angkut dengan


pohon pelindung untuk mengurangi pengaruh debu, gas-gas buang dan
lain-lain.

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemboran dan
Peledakan terkait penurunan kualitas udara akibat debu reruntuhan dan
gas-gas pencemar

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 14

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Secara berkala dilakukan pengecekkan peralatan pengolahan terutama


pada filter emisi, dust collector dan bag house.

Melakukan penyiraman air secara rutin di lokasi pengolahan (termasuk


stockpile) sehingga debu/partikulat tidak menyebar terbawa angin.

Menutup tumpukan material dengan terpal/plastik sehingga fine ore atau


limbah debu tidak beterbangan.

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap konstruksi
dan tahap operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek dan ruas jalan
tapak kegiatan
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

10. Intensitas Kebisingan


Intensitas kebisingan merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Pengadaan alat, barang dan jasa konstruksi tahap konstruksi

Pengadaan alat, barang, dan jasa operasi tahap operasi

Pengoperasian sarana dan prasarana tahap operasi

Pembuangan tanah penutup tahap operasi

Pemboran dan peledakan tahap operasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 15

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Penggalian, pemuatan dan pengangkutan tahap operasi

Pengolahan bahan baku semen tahap operasi

Pengangkutan dan penimbunan tahap operasi

Pengangkutan dan Penjualan tahap operasi

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah :
o

Kepmen LH No. 48 Tahun 1996 tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemboran dan Peledakan

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Setiap pekerja yang berada pada tapak kegiatan proyek yang intensitas
kebisingannya relatif tinggi wajib menggunakan ear-plug atau ear-muff.

Penjadwalan pengangkutan/mobilisasi pengadaan alat, barang dan jasa


konstruksi disesuaikan dengan aktifitas masyarakat setempat.

Setiap pekerja yang berada pada unit PLTD wajib menggunakan ear-plug
atau ear-muff.

Menempatkan utilitas PLTD (generator set) yang digunakan dalam operasi


penambangan dalam ruangan yang kedap/dapat meredam kebisingan

Penjadwalan pengangkutan/mobilisasi pembuangan tanah penutup

Melakukan peredaman tingkat kebisingan di tapak lokasi antara lain


dengan membuat pagar dari bambu di sekitar lokasi kegiatan

Pemberitahuan melalui sirene terhadap waktu peledakan agar pekerja dan


masyarakat yang dekat dengan lokasi peledakan mengetahui akan adanya
ledakan

Penjadwalan

waktu

peledakan

dengan

memperhatikan

aktifitas

masyarakat sekitar
o

Melakukan antisipasi sejak awal untuk peredaman tingkat kebisingan


dengan menanam

bambu

di sekitar lokasi pemukiman yang dekat

dengan lokasi tambang


o

Melakukan peredaman tingkat kebisingan di unit Pengolahan bahan baku


semen antara lain dengan membuat peredam pada sirkuit unit Pengolahan
bahan baku semen

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 16

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Melakukan upaya pengurangan tingkat kebisingan di sekitar jalan angkut


(hauling) yang dekat dengan pemukiman antara lain dengan penanaman
pohon bambu.

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap konstruksi
dan tahap operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek dan dan ruas
jalan tapak kegiatan
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

3.2. PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN KOMPONEN BIOLOGI


1. Habitat Flora
Habitat Flora merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh kegiatan
Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Penyiapan tapak proyek, tahap konstruksi

Reklamasi dan pengelolaan, tahap pasca operasi

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah :
o

Kondisi keanekaragaman populasi dan spesies flora darat di tapak lokasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 17

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Bioremediasi dan Rehabilitasi Lahan
Bekas Kegiatan Tambang

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Penghilangan/penyingkiran vegetasi flora

hanya difokuskan pada tapak

lokasi untuk fasilitas dan aktivitas proyek.


o

Melakukan penanaman di lokasi pembibitan pada demplot area untuk


spesies flora endemik yang hanya terdapat di daerah yang disingkirkan
vegetasinya

Melakukan

reklamasi

dan

revegetasi pada

area/lahan

yang telah

ditambang dengan jenis vegetasi pilihan yang berfungsi menjaga


kestabilan tanah/lereng dengan pola green mining dan agroforestry.
o

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Bioremediasi
dan Rehabilitasi Lahan Bekas Kegiatan Tambang

Berhasilnya rehabilitasi vegetasi habitat flora akan mempengaruhi juga


habitat fauna

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan

konstruksi

sampai dengan tahap pasca operasi


Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 18

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

2. Habitat Fauna
Habitat Fauna merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Penyiapan tapak proyek, tahap konstruksi

Reklamasi dan pengelolaan, tahap pasca operasi

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah :
o

Kondisi keanekaragaman populasi dan spesies fauna darat di tapak lokasi

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Bioremediasi dan Rehabilitasi Lahan
Bekas Kegiatan Tambang

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Penghilangan/penyingkiran vegetasi fauna hanya difokuskan pada tapak


lokasi untuk fasilitas dan aktivitas proyek.

Melakukan penangkaran atau pemindahan ke lokasi lainnya untuk spesies


fauna endemik yang hanya terdapat di daerah yang disingkirkan
vegetasinya

Melakukan

reklamasi

dan

revegetasi pada

area/lahan

yang telah

ditambang dengan jenis vegetasi pilihan yang berfungsi menjaga


kestabilan tanah/lereng terintegrasi dengan konsep agroforestry.
o

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Bioremediasi
dan Rehabilitasi Lahan Bekas Kegiatan Tambang

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan

konstruksi

sampai dengan tahap pasca operasi


Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 19

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

3. Habitat Biota Aquatik


Habitat biota aquatik merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan pembersihan lahan dan pemantapan lahan
tapak-tapak proyek
Indikator Keberhasilan Lingkungan
Indikator keberhasilan lingkungan adalah perbaikan kualitas habitat biota aquatik
dan kuantitas jenis dan keragaman biota aquatik
Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Pembukaan lahan dilakukan seminim mungkin dengan skala prioritas

Pembuatan sediment pond untuk mengendapkan lumpur/sedimen pada


saluran drainase yang dibuat pada kegiatan konstruksi

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya tahap konstruksi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek dan DAS
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 20

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

3.3. PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN KOMPONEN SOSEKBUD


1. Kesempatan Kerja
Kesempatan kerja merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Penerimaan tenaga kerja konstruksi tahap konstruksi

Penerimaan tenaga kerja operasi tahap operasi

Pemberhentian karyawan pasca operasi tahap pasca operasi

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah jumlah tenaga kerja lokal yang terserap
dalam kegiatan proyek
Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Memprioritaskan penduduk lokal untuk diterima sebagai tenaga kerja


konstruksi

dan

operasi

sepanjang

memenuhi

persyaratan

yang

dibutuhkan
o

Mengikutsertakan seluruh pekerja dalam asuransi kecelakaan tenaga kerja

Menjelaskan

kepada

masyarakat

secara

transparan

tentang

kualifikasi/keahlian tenaga kerja operasi yang dibutuhkan


o

Mengikuti aturan ketenagakerjaan tentang hak-hak karyawan dan pekerja,


baik pekerja tetap maupun tenaga kontrak dalam pemberian dana
pesangon

Secara reguler (sejak tambang masih aktif) dilakukan inhouse training bagi
para pekerja/karyawan dengan berbagai keahlian (disamping keterampilan
tambang) yang diminati oleh pekerja/karyawan untuk menjadi bekal
mencari kerja di tempat lain

Penempatan karyawan yang dapat ditampung pada proyek sejenis yang


dimiliki PT. Tripa Semen Aceh di tempat lain (jika ada)

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 21

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode

pengelolaan

lingkungan

selama

berlangsungnya

kegiatan

tahap

konstruksi, tahap operasi, dan tahap pasca operasi


Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

2. Kesempatan Berusaha
Kesempatan berusaha merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Pengadaan alat, barang dan jasa konstruksi tahap konstruksi

Pengadaan alat, barang, dan jasa operasi tahap operasi

Penempatan pabrik dan peralatan, tahap pasca operasi

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah :
o

Peningkatan peluang ekonomi pada tahap konstruksi dan tahap operasi


dari jumlah pembelian dan penjualan alat dan barang serta penggunaan
jasa

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemanfaatan Fasilitas dan Peralatan
Yang Dipertahankan

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 22

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Memberikan kesempatan berusaha kepada masyarakat setempat untuk


turut serta dalam proyek dengan menyediakan barang-barang

jasa

makanan, angkutan dan perbaikan peralatan konstruksi


o

Memaksimalkan dampak positf terhadap usaha setempat maupun dari luar


untuk pengadaan alat, barang dan jasa konstruksi

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemanfaatan
Fasilitas dan Peralatan Yang Dipertahankan

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode

pengelolaan

lingkungan

selama

berlangsungnya

kegiatan

tahap

konstruksi, tahap operasi, dan tahap pasca operasi


Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

3. Pendapatan
Pendapatan merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh kegiatan
Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Pembebasan lahan tahap pra konstruksi

Penerimaan tenaga kerja operasi tahap operasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 23

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pengangkutan dan penjualan tahap operasi

Pemberhentian karyawan tahap pasca operasi

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah :
o

Peningkatan pendapatan dan pengeluaran masyarakat pemilik lahan


terkait kompensasi pembebasan lahan.

Jumlah pendapatan tenaga kerja operasi

Kepatuhan perusahaan dalam memenuhi/membayar berbagai kewajiban


sesuai peraturan yang berlaku

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Pembelian lahan sesuai dengan harga jual dan prospek di daerah


setempat

Bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk mernberikan penjelasan


dan informasi kepada petani pemilik lahan untuk memanfaatkan secara
produktif uang ganti rugi yang diterimanya.

Memberi upah kepada pekerja minimal sebesar UMK sektor pertambangan


Kabupaten Aceh Tamiang

Bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk mernberikan penjelasan


dan informasi kepada tenaga kerja untuk memanfaatkan secara produktif
uang gaji/upah yang diterimanya.

Membayar kewajiban perusahaan terkait pengangkutan dan penjualan


semen, meliputi antara lain : iuran tetap iup operasi produksi, iuran
produksi (royalti), pajak penghasilan

(PPh), retribusi daerah, dan

pungutan lainnya sesuai peraturan yang berlaku


o

Bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk mernberikan penjelasan


dan informasi kepada pekerja/karyawan untuk memanfaatkan secara
produktif uang pesangon yang diterimanya.

Mengembangkan usaha agrobisnis model agroforestry pada area bekas


kegiatan operasi penambangan.

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap pra
konstruksi, tahap operasi, tahap pasca operasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 24

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Lokasi Pengelolaan Lingkungan


Lokasi pengelolaan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

4. Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak dari kegiatan pemberhentian karyawan pada tahap pasca operasi
Indikator Keberhasilan Lingkungan
Indikator keberhasilan lingkungan adalah suasana kondusif masyarakat pada saat
pemberhentian karyawan
Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Mengadakan penyuluhan dan sosialisasi tentang pemberhentian karyawan


akibat berakhirnya masa operasi proyek

Mengikuti aturan ketenagakerjaan tentang hak-hak karyawan dan pekerja,


baik pekerja tetap maupun tenaga kontrak dalam pemberian dana
pesangon

Melakukan inhouse training bagi para pekerja/ karyawan dengan berbagai


keahlian yang diminati oleh pekerja/karyawan untuk menjadi bekal
mencari kerja di tempat lain

Pelaksanaan kegiatan pemberhentian karyawan pada tahap pasca operasi


dilakukan setelah penyelesaian hak-hak karyawan/pekerja

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 25

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Menghindari persepsi negatif dan munculnya konflik sosial selama dan


setelah proses pemberhentian karyawan berlangsung

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap pasca
operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

5. Persepsi Masyarakat
Persepsi masyarakat merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Sigi lingkungan tahap pra konstruksi

Pembebasan lahan tahap pra konstruksi

Pengadaan alat, barang dan jasa konstruksi tahap konstruksi

Penerimaan tenaga kerja operasi tahap operasi

Pengadaan alat, barang, dan jasa operasi tahap operasi

Pemberhentian karyawan tahap pasca operasi

Penempatan pabrik dan peralatan tahap pasca operasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 26

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator

keberhasilan

lingkungan

adalah

persentasi

masyarakat

yang

memberikan tanggapan negatif atau positif terhadap kegiatan proyek pada satuan
waktu tertentu
Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Mengadakan penyuluhan dan sosialisasi rencana kegiatan Industri Semen


terkait aspek legalitas, kelayakan teknis dan ekonomis, dan kelayakan
lingkungan

Sejak

dini,

sebelum

kegiatan

konstruksi

dimulai,

perusahaan

menyelesaikan hal-hal yang berkenaan dengan pembebasan lahan dan


mengikuti petunjuk-petunjuk pemerintah mengenai ganti rugi terhadap
lahan penduduk.
o

Pelaksanaan pembelian lahan sesuai dengan harga jual dan prospek di


daerah setempat disaksikan oleh pejabat dari instansi terkait

Pelaksanaan kegiatan proyek dilakukan setelah penyelesaian pembebasan


lahan

Meminimalisasi dampak kemacetan akibat kegiatan mobilisasi pengadaan


alat, barang dan jasa konstruksi dan operasi yang mengganggu
kenyamanan masyarakat

Meminimalisasi

dampak penurunan

kualitas

udara

akibat kegiatan

mobilisasi pengadaan alat, barang dan jasa konstruksi dan operasi yang
mengganggu kenyamanan masyarakat
o

Menjelaskan

kepada

masyarakat

secara

transparan

tentang

kualifikasi/keahlian tenaga kerja yang dibutuhkan


o

Memprioritaskan penduduk lokal untuk diterima sebagai tenaga kerja


operasi sepanjang memenuhi persyaratan yang dibutuhkan

Mengikuti aturan ketenagakerjaan tentang hak-hak karyawan/pekerja

Mengikutsertakan seluruh pekerja dalam asuransi kecelakaan tenaga kerja

Menekan

serendah

mungkin

penyebab terjadinya

persepsi

negatif

masyarakat yang ditimbulkan oleh kegiatan penerimaan tenaga kerja


operasi dan mengembangkan persepsi positif yang terkait dengan
berbagai aktifitas perusahaan

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 27

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Meminimalisasi dampak peningkatan kebisingan akibat kegiatan mobilisasi


pengadaan alat, barang dan jasa operasi yang mengganggu kenyamanan
masyarakat

Mengadakan penyuluhan dan sosialisasi tentang pemberhentian karyawan


akibat berakhirnya masa operasi proyek

Mengikuti aturan ketenagakerjaan tentang hak-hak karyawan dan pekerja,


baik pekerja tetap maupun tenaga kontrak dalam pemberian dana
pesangon

Melakukan inhouse training bagi para pekerja/karyawan dengan berbagai


keahlian yang diminati oleh pekerja/karyawan untuk menjadi bekal
mencari kerja di tempat lain

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap pra
konstruksi, tahap operasi, dan tahap pasca operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

6. Lalulintas
Lalulintas merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh kegiatan
Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan Mobilisasi

Pengadaan Alat, Barang dan

Jasa Operasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 28

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah kondisi jalan-jalan yang dilalui
kendaraan pengangkut alat dan barang
Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Membatasi pengangkutan alat dan barang agar tidak melebihi kapasitas


muatan

Pengawasan dan penertiban angkutan yang cenderung membawa muatan


over load (melebihi kapasitas kendaraan)

Mobilisasi peralatan dan barang hanya dilakukan malam hari hingga jam
12 malam, dan tidak dilakukan bersamaan tapi dengan sistem shift,
sehingga beban jalan tidak terlalu berat

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi

dalam tapak proyek dan jalur

mobilisasi sekitar wilayah proyek


Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

7. Etetika Lingkungan
Estetika lingkungan merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 29

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

Pembangunan sarana dan prasarana tahap konstruksi

Kegiatan penggalian / penambangan tahap operasi

Pembuangan tanah penutup tahap operasi

Reklamasi dan pengelolaan tahap pasca operasi

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah
o

Kondisi estetika lingkungan (visual lokasi kegiatan dan area tambang)


yang baik

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Penanganan Batuan Penutup

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Membuat arsitektural bangunan serta kesesuaiannya dengan lingkungan


sekitar atau bentang alam serta ketinggian bangunan

Membuat landscaping dengan adanya pepohonan di setiap lingkungan


basecamp, kantor dan kawasan kegiatan sesuai ekosistem wilayah

Membuat pagar pembatas di sekitar lokasi konstruksi pembangunan


sarana dan prasarana

Menyingkirkan limbah hasil aktifitas konstruksi untuk ditimbun atau


dimanfaatkan sesuai kegunaannya

Merekayasa sistem penambangan dengan estetika yang asri mengikuti


kontur alami.

Segera melakukan reklamasi dan revegetasi pada jenjang/bench di atas


jalan tambang yang telah dibuka dengan pola green mining.

Melakukan reklamasi dan revegetasi di sepanjang jalan angkut yang dapat


menjadi buffer zone disamping meningkatkan estetika lingkungan.

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Penanganan
Batuan Penutup

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan tahap pra
konstruksi, tahap operasi, dan tahap pasca operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 30

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

3.4. PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN KESEHATAN MASYARAKAT


1. Sanitasi Lingkungan
Sanitasi lingkungan merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan :
o

Penyiapan tapak proyek tahap konstruksi

Kegiatan pembagunan sarana dan prasarana tahap konstruksi

Pengoperasian sarana dan prasarana tahap operasi

Pengolahan bahan baku semen tahap operasi

Penempatan pabrik dan peralatan tahap pasca operasi

Indikator Keberhasilan Lingkungan


Indikator keberhasilan lingkungan adalah :
o

Kondisi fisik sanitasi lingkungan

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemanfaatan Limbah Kayu Untuk Kayu
Bakar dan Pellet Wood

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Penanganan Limbah Pengoperasian


Sarana dan Prasarana

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemanfaatan Limbah Proses


Pengolahan bahan baku semen Untuk Bahan Reklamasi dan Pemantapan
Lahan Masyarakat

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Penanganan Limbah Pembongkaran


Pabrik dan Bangunan

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 31

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain adalah :
o

Penanganan limbah hasil aktifitas kegiatan pembangunan sarana dan


prasarana

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemanfaatan
Limbah Kayu Kegiatan Pembersihan Lahan Untuk Kayu Bakar dan Pellet
Wood

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Penanganan
Limbah Pengoperasian Sarana dan Prasarana

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemanfaatan
Limbah Proses Pengolahan bahan baku semen Untuk Bahan Reklamasi
dan Pemantapan Lahan Masyarakat

Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Penanganan
Limbah Pembongkaran Pabrik dan Bangunan

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode

pengelolaan

lingkungan

selama

berlangsungnya

kegiatan

tahap

konstruksi, tahap operasi, dan tahap pasca operasi


Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

2. K3 dan Kesehatan Masyarakat


K3 dan Kesehatan masyarakat merupakan komponen lingkungan yang akan
terpengaruh oleh kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 32

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari kegiatan pekerjaan kegiatan tahap konstruksi dan
tahap operasi
Indikator Keberhasilan Lingkungan
Indikator keberhasilan lingkungan adalah Undang-undang No. 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan dan diukur dari angka statistik kecelakaan kerja dan kondisi
kesehatan masyarakat
Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Bentuk pengelolaan lingkungan hidup, antara lain :
o

Pemeriksaan kesehatan pekerja/karyawan secara periodik

Menerapkan cara kerja yang aman dan mengikuti standar keselamatan


kerja yang berlaku secara nasional dan internasional pada kegiatan
konstruksi

Melakukan inspeksi secara berkala terkait pengoperasian dan sertifikasi


keamanan peralatan konstruksi, dan operasi

Menyediakan PPE /peralatan pelindung diri yang tepat dan dengan jumlah
yang memadai serta sesuai dengan standar keselamatan kerja nasional
dan internasional pada kegiatan konstruksi dan operasi

Periode Pengelolaan Lingkungan


Periode pengelolaan lingkungan selama selama berlangsungnya kegiatan tahap
konstruksi dan tahap operasi
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengelolaan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 33

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Adapun Matriks Pengelolaan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Industri Semen PT.
Tripa Semen Aceh Blok Loce disajikan dalam Tabel 3.2. sedangkan lokasi Rencana
Pengelolaan Lingkungan Hidup ditunjukan dalam Gambar 3.1, Gambar 3.2, dan Gambar
3.3.

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 34

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Tabel 3.2. Matriks Pengelolaan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh

No.

Dampak
Lingkungan Yang
Dikelola

Sumber
Dampak

Indikator
Keberhasilan
Lingkungan Hidup

1.
a.

PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN


Iklim Mikro
- Kegiatan
pekerjaan
pembersihan
lahan dan
pemantapan
lahan
- Kegiatan
reklamasi dan
pengelolaan

b.

Bentang Lahan

Kegiatan
penggalian/
penambangan

Besarnya
perubahan
bentang alam
(morfologi)
mengacu pada
perubahan tinggi
rendahnya
permukaan tanah
dari permukaan
air laut (dmpl)
sebelum dan
sesudah kegiatan
penambangan.

c.

Tata Guna Lahan

- Pembukaan
lahan baru (di
tempat lain)
oleh petani
yang tergusur
- Reklamasi dan
Pengelolaan

- Perubahan
peruntukan
lahan
- SOP PT. Tripa
Semen Aceh
tentang
Pemanfaatan
Area Bekas Pit

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup

KOMPONEN GEOFISIK-KIMIA
Kondisi suhu dan
- Kegiatan pembukaan lahan dilakukan hanya pada
kelembaban (iklim
daerah yang diperlukan untuk fasilitas dan aktivitas
mikro)
proyek saja
- Melakukan revegetasi pada area/lahan yang telah
direklamasi dengan jenis vegetasi pilihan yang
berfungsi menjaga kestabilan tanah/lereng pola green
mining dan agroforesstry.
- Mempertahankan dengan mengusulkan kepada
pemerintah agar sebagian besar area lokasi bekas
kegiatan proyek untuk dijadikan area konservasi agar
kondisi lingkungan menjadi asri bahkan lebih baik dari
kondisi rona awal.

Periode
Pengelolaan
Lingkungan

Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan

Institusi Pengelolaan Lingkungan


Hidup

Selama tahap
konstruksi dan
berlanjut
sampai tahap
pasca operasi

Lokasi dalam
tapak proyek

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

- Merekayasa sistem penambangan dengan estetika


yang asri mengikuti kontur alami.
- Pembuatan saluran penirisan tambang di lereng-lereng
yang terbentuk untuk mengurangi bahaya longsor
akibat limpasan air larian
- Pembuatan terasering di lereng-lereng yang terbentuk
yang rawan longsor dan erosi dengan menggunakan
geoweb dan/atau break erosi
- Melakukan reklamasi dan revegetasi dengan jenis
vegetasi pilihan yang berfungsi menjaga kestabilan
lereng dengan pola green mining terintegrasi dengan
konsep agroforestry.

Selama tahap
operasi dan
berlanjut
sampai tahap
pasca operasi

Lokasi dalam
tapak proyek

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

- Mengidentilikasi dan merekomendasi daerah untuk


pembukaan lahan baru dengan mempertimbangkan
rasio jumlah penduduk dan luas tanah (man land
ratio) yang masih dapat didukung ketersediaan
sumber daya bagi masyarakat yang berkeinginan
pindah karena tergusur oleh kegiatan proyek.
- Membuat disain tambang dengan rekayasa tambang
pada kegiatan pasca tambang akan menjadikan
lubang bekas sediment pond menjadi area

Selama tahap
pra konstruksi
sampai
kegiatan
tahap pasca
operasi

Batas
administrasi
studi Andal

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK

III - 35

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

Dampak
Lingkungan Yang
Dikelola

c.

Tata Guna Lahan


(lanjutan)

d.

Limpasan Air
Larian

Sumber
Dampak

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator
Keberhasilan
Lingkungan Hidup

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup

Periode
Pengelolaan
Lingkungan

Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan

penampung air (Kolam) yang mendukung kegiatan


pertanian (termasuk budidaya perikanan) dan
agrowisata dengan mempertimbangkan faktor daya
dukung lingkungan
- Pelaksanaan kegiatan proyek dilakukan setelah
penyelesaian pembebasan lahan
- Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Pemanfaatan Area Bekas Sediment pond
Untuk Kolam dan Kegunaannya
- Pekerjaan
pembersihan
lahan dan
pemantapan
lahan tapaktapak proyek
- Kegiatan /
aktifitas hunian
- Air hujan dan air
tanah yang
mengalir/jatuh
ke area pit
tambang pada
kegiatan
penirisan
tambang

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

Peraturan
Pemerintah
Nomor 82 tahun
2001 tentang
Pengelolaan
Kualitas Air dan
Pengendalian
Pencemaran Air

- Pembukaan lahan dilakukan seminim mungkin


dengan skala prioritas
- Mengalihkan limpasan air larian (runoff) air
permukaan ke daerah aliran sungai melalui saluran
drainase yang dibuat menunjang kegiatan konstruksi
- Mengendalikan debit limpasan air permukaan (air
hujan) dengan pembuatan instalasi talang bangunan
dan taman (landscape) yang dilengkapi sumur
resapan.
- Mengendalikan debit limpasan air permukaan yang
menimbulkan erosi, kekeruhan dan sedimentasi
dengan membuat kolam air tawar.
- Mengalihkan limpasan air larian (runoff) ke daerah
aliran sungai melalui saluran drainase ke dan dari
kolam air tawar
- Memanfaatkan air kolam air tawar untuk menyiram
tanaman dan kegunaan lainnya yang berimbang dan
lestari.
- Membuat saluran penirisan/drainase tambang pada
jenjang dan lantai tambang untuk mengalirkan air
larian baik yang berasal dari lapisan akuifer yang
terpotong maupun air hujan yang jatuh langsung di
area tambang.
- Mengalirkan limpasan air larian pada jenjang dan
lantai tambang ke daerah aliran sungai melalui
saluran drainase/gorong-gorong yang dibuat untuk
mengalihkan aliran air daerah aliran sungai yang
memotong area pit tambang
- Pembuatan sumuran/sump untuk mengendapkan
lumpur pada lantai tambang
- Menjaga kualitas air larian pada penirisan/drainase
tambang agar tidak terkontaminasi rembesan air
limbah/air asam tambang dari sediment pond dan
limbah B3 dari oil cather

Institusi Pengelolaan Lingkungan


Hidup
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

Selama
kegiatan tahap
konstruksi
dan tahap
operasi

Lokasi dalam
tapak proyek
dan DAS

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

III - 36

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

Dampak
Lingkungan Yang
Dikelola

Sumber
Dampak

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator
Keberhasilan
Lingkungan Hidup

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup

Periode
Pengelolaan
Lingkungan

Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan

Institusi Pengelolaan Lingkungan


Hidup

e.

Debit Air Sungai

- Pekerjaan
pembersihan
lahan dan
pemantapan
lahan tapaktapak proyek
- Pengoperasian
Kolam
penampung air
- Kegiatan
Penggalian /
Penambangan

- Peraturan
Pemerintah
Nomor 82 tahun
2001 tentang
Pengelolaan
Kualitas Air dan
Pengendalian
Pencemaran Air
- SOP PT. Tripa
Semen Aceh
tentang
Pengoperasian
Kolam
Penampung Air

- Pembukaan lahan dilakukan seminim mungkin


dengan skala prioritas
- Mengalihkan limpasan air larian (run off) air
permukaan ke daerah aliran sungai melalui saluran
drainase yang dibuat pada kegiatan konstruksi
- Pembuatan sediment pond untuk mengendapkan
lumpur/sedimen pada saluran drainase yang dibuat
pada kegiatan konstruksi
- Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Pengoperasian Kolam Penampung Air terkait
pengontrolan debit air sungai

Selama
kegiatan tahap
konstruksi dan
tahap operasi

Lokasi dalam
tapak proyek
dan DAS

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

f.

Kualitas Air
Sungai

- Pekerjaan
pembersihan
lahan dan
pemantapan
lahan tapaktapak proyek
- Penirisan
Tambang

Peraturan
Pemerintah
Nomor 82 tahun
2001 tentang
Pengelolaan
Kualitas Air dan
Pengendalian
Pencemaran Air

- Pembukaan lahan dilakukan seminim mungkin


dengan skala prioritas
- Mengalihkan limpasan air larian (runoff) air
permukaan ke daerah aliran sungai melalui saluran
drainase yang dibuat pada kegiatan konstruksi
- Pembuatan sediment pond untuk mengendapkan
lumpur/sedimen pada saluran drainase yang dibuat
pada kegiatan konstruksi
- Pembuatan sumuran/sump untuk mengendapkan
lumpur yang terbawa air larian ke lantai tambang
- Mengalirkan/memompa segera genangan air larian
pada sumuran/sump di lantai tambang ke drainase
jenjang tambang atau lansung ke daerah aliran
sungai agar tidak menimbulkan genangan air asam
tambang
- Mengalirkan air imbah/air asam tambang untuk
diolah pada sediment pond sebelum dialirkan ke
daerah aliran sungai
- Menjaga kualitas air larian pada penirisan/drainase
tambang agar tidak terkontaminasi rembesan air
limbah/air asam tambang sediment pond dan limbah
B3 dari oil cather

Selama
berlangsungnya kegiatan
tahap
konstruksi
dan tahap
operasi

Lokasi dalam
tapak proyek
dan DAS

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

g.

Kualitas Air Tanah - Kegiatan


pengoperasian
utilitas pompa
air

- Peraturan
Pemerintah
Nomor 82 tahun
2001 tentang
Pengelolaan
Kualitas Air dan

- Pengaturan penggunaan air dengan pompa air hanya


pada saat benar-benar diperlukan
- Mempertahankan atau meningkatkan pengisian air
tanah melalui reklamasi, revegetasi, dan pembuatan
sumur-sumur resapan di wilayah dan sekitar wilayah
tapak proyek

Selama
kegiatan tahap
operasi

Lokasi dalam
tapak proyek
dan DAS

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 37

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

Dampak
Lingkungan Yang
Dikelola

Sumber
Dampak

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator
Keberhasilan
Lingkungan Hidup

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup

Periode
Pengelolaan
Lingkungan

Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan

Institusi Pengelolaan Lingkungan


Hidup

g.

Kualitas Air Tanah


(lanjutan)

- Kegiatan
penggalian /
penambangan

Pengendalian
Pencemaran Air
- Permenkes No.
416/1990 Baku
Mutu Air Bersih

- Mencegah rembesan air asam tambang (limbah


logam berat/B3) pada fasilitas pengolahan limbah
(sediment pond) dan cecerannya masuk ke dalam
tanah.
- Membuat sumur pemantauan rembesan di luar
fasilitas sediment pond dan oil cather.
- Mempertahankan tinggi muka air tanah pada jenjang
yag telah terbuka dengan kegiatan reklamasi,
revegetasi, dan pembuatan sumur-sumur resapan di
wilayah dan sekitar wilayah tapak proyek
- Membuat sumuran penampungan dan pengaliran air
tanah pada lapisan akuifer yang terpotong/tergali
untuk dimanfaatkan sebagai air bersih keperluan
basecamp dan masyarakat setempat
- Menjaga kualitas air tanah agar tidak terkontaminasi
rembesan air limbah/air asam tambang dari
sediment pond

h.

Kualitas Tanah

- Pekerjaan
pemantapan
lahan tapaktapak proyek
- Kegiatan
peledakan
- Kegiatan
Penggalian /
Penambangan

- Kestabilan Tanah
- SOP PT. Tripa
Semen Aceh
tentang
Penggunaan
Geoweb

- Penempatan lokasi sediment pond dan kolam


penampung air pada daerah kedap perembesan
(permeabilitas rendah) dengan pelapisan tanah
liat/clay
- Membuat pemadatan pada dinding tanggul fasilitas
sediment pond dan kolam penampung air dengan
spesifikasi sesuai standar nasional maupun
internasional yang dituangkan dalam DED
- Membuat beberapa sumur pemantauan rembesan di
luar sediment pond dan oil cather
- Membuat pagar pengaman di sekeliling sediment
pond dan oil cather
- Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Penggunaan Geoweb dan Break Erosi terkait
kestabilan tanah akibat pemboran dan peledakan
- Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Penggunaan Geoweb dan Break Erosi terkait
kestabilan tanah akibat penggalian/penambangan

Selama
berlangsungnya kegiatan
konstruksi dan
berlanjut
sampai tahap
operasi dan
tahap pasca
operasi

Lokasi dalam
tapak proyek

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

i.

Kualitas Udara

- Mobilisasi
Pengadaan Alat,
Barang dan Jasa
Konstruksi
Mobilisasi
Pengadaan Alat,
Barang dan Jasa
Operasi

- Melakukan penyiraman air secara teratur, sehingga


debu/partikulat tidak menyebar terbawa angin setiap
3 jam sekali atau sesuai jadual operasional mobilisasi
pengadaan alat, barang dan jasa konstruksi
- Mengefektifkan ventilasi ruang kerja dekat area kerja
- Setiap pekerja yang berada di tapak proyek wajib
menggunakan masker

Selama
kegiatan
konstruksi
sampai
kegiatan tahap
operasi

Lokasi dalam
tapak proyek
dan ruas jalan
tapak kegiatan

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

- Peraturan
Pemerintah
Nomor 41 Tahun
1999 tentang
Pengendalian
Pencemaran
Udara

- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

III - 38

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

Dampak
Lingkungan Yang
Dikelola

i.

Kualitas Udara
(lanjutan)

j.

Intensitas
Kebisingan

Sumber
Dampak
- Pengoperasian
PLTD
- Pengangkutan
dan
pembuangan
batuan penutup
- Kegiatan
penggalian,
pemuatan dan
pengangkutan
- Emisi gas buang
dan
debu/partikulat
Pengolahan
bahan baku
semen
- Mobilisasi
pengangkutan
dan penjualan
semen

- Mobilisasi
Pengadaan
Alat, Barang

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator
Keberhasilan
Lingkungan Hidup
- SOP PT. Tripa
Semen Aceh
tentang
Pemboran dan
Peledakan

- Kepmen LH No.
48 Tahun 1996
tentang Baku

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


- Menempatkan utilitas PLTD (generator set) dalam
ruangan khusus dilengkapi dengan cerobong
pembuangan emisi gas buang
- Mengefektifkan ventilasi ruang kerja dekat area kerja
- Setiap pekerja yang berada di tapak proyek wajib
menggunakan masker
- Melakukan penyiraman air secara rutin, sehingga
debu/partikulat tidak menyebar terbawa angin setiap
3 jam sekali atau sesuai jadual operasional
pembuangan tanah penutup
- Mengefektifkan ventilasi ruang kerja dekat area kerja
- Setiap pekerja yang berada di tapak proyek wajib
menggunakan masker
- Melakukan reklamasi dan revegetasi di sepanjang
jalan angkut pembuangan tanah penutup yang dapat
menjadi buffer zone,
- Menutup bak truk angkut dengan terpal/plastik
sehingga batuan penutup yang diangkut tidak
beterbangan dan tercecer saat pengangkutan
berlangsung.
- Pembuatan terasering di lereng-lereng yang
terbentuk untuk mengurangi bahaya longsor dari
timbunan material tanah penutup di area reklamasi
yang telah dilakukan penimbunan.
- Menutup bak truk angkut dengan terpal/plastik
sehingga batuan/ore diangkut tidak beterbangan dan
tercecer saat pengangkutan berlangsung.
- Melakukan reklamasi dan revegetasi di sepanjang
jalan angkut dengan pohon pelindung untuk
mengurangi pengaruh debu, gas-gas buang dan lainlain.
- Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Pemboran dan Peledakan terkait penurunan
kualitas udara akibat debu reruntuhan dan gas-gas
pencemar
- Secara berkala dilakukan pengecekkan peralatan
pengolahan terutama pada filter emisi genset.
- Melakukan penyiraman air secara rutin di lokasi
pengolahan (termasuk stockpile) sehingga
debu/partikulat tidak menyebar terbawa angin.
- Menutup tumpukan material dengan terpal/plastik
sehingga fine ore atau limbah debu tidak
beterbangan.
- Setiap pekerja yang berada pada tapak kegiatan
proyek yang intensitas kebisingannya relatif tinggi
wajib menggunakan ear-plug atau ear-muff.

Periode
Pengelolaan
Lingkungan

Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan

Institusi Pengelolaan Lingkungan


Hidup
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

Selama
kegiatan
konstruksi

Lokasi dalam
tapak proyek
dan ruas jalan

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor

III - 39

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

Dampak
Lingkungan Yang
Dikelola

Sumber
Dampak
dan Jasa
Konstruksi
- Mobilisasi
Pengadaan
Alat, Barang
dan Jasa
Operasi
- Pengoperasian
PLTD
- Pengangkutan
dan
pembuangan
batuan
penutup
- Kegiatan
penggalian,
pemuatan dan
pengangkutan
- Emisi gas
buang dan
debu/partikulat
Pengolahan
bahan baku
semen
- Mobilisasi
pengangkutan
dan penjualan
semen

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator
Keberhasilan
Lingkungan Hidup

j.

Intensitas
Kebisingan
(lanjutan)

2.
a.

PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN KOMPONEN BIOLOGI


Habitat Flora
- Kegiatan
- Kondisi
- Penghilangan/penyingkiran vegetasi flora hanya
pekerjaan
keanekaragaman
difokuskan pada tapak lokasi untuk fasilitas dan
pembersihan
populasi dan
aktivitas proyek.
lahan dan
spesies flora
- Melakukan penanaman di lokasi pembibitan untuk
pemantapan
darat di tapak
spesies flora endemik yang hanya terdapat di daerah
lahan
lokasi
yang disingkirkan vegetasinya
- Kegiatan
- SOP PT. Tripa
- Melakukan reklamasi dan revegetasi pada area/lahan
reklamasi dan
Semen Aceh
yang telah ditambangdengan jenis vegetasi pilihan
pengelolaan
tentang
yang berfungsi menjaga kestabilan tanah/lereng
Bioremediasi dan
Rehabilitasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

Mutu Tingkat
Kebisingan
- SOP PT. Tripa
Semen Aceh
tentang
Pemboran dan
Peledakan

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


- Setiap pekerja yang berada pada tapak kegiatan
proyek yang intensitas kebisingannya relatif tinggi
wajib menggunakan ear-plug atau ear-muff.
- Penjadwalan pengangkutan/mobilisasi pengadaan
alat, barang dan jasa konstruksi disesuaikan dengan
aktifitas masyarakat setempat.
- Setiap pekerja yang berada pada unit PLTD wajib
menggunakan ear-plug atau ear-muff.
- Menempatkan utilitas PLTD (generator set) dalam
ruangan yang kedap/dapat meredam kebisingan
- Penjadwalan pengangkutan/mobilisasi pembuangan
tanah penutup
- Melakukan peredaman tingkat kebisingan di tapak
lokasi antara lain dengan membuat pagar dari
bambu di sekitar lokasi kegiatan
- Pemberitahuan melalui sirene terhadap waktu
peledakan agar pekerja dan masyarakat yang dekat
dengan lokasi peledakan mengetahui akan adanya
ledakan
- Penjadwalan waktu peledakan dengan
memperhatikan aktifitas masyarakat sekitar
- Melakukan antisipasi sejak awal untuk peredaman
tingkat kebisingan dengan menanam bambu di
sekitar lokasi pemukiman yang dekat dengan lokasi
tambang
- Melakukan peredaman tingkat kebisingan di unit
Pengolahan bahan baku semen antara lain dengan
membuat peredam pada sirkuit unit Pengolahan
bahan baku semen
- Melakukan upaya pengurangan tingkat kebisingan di
sekitar jalan angkut (hauling) yang dekat dengan
pemukiman antara lain dengan penanaman pohon
bambu.

Periode
Pengelolaan
Lingkungan

Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan

Institusi Pengelolaan Lingkungan


Hidup

sampai
kegiatan tahap
operasi

depan tapak
kegiatan

Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

Selama tahap
konstruksi dan
berlanjut
sampai tahap
pasca operasi

Lokasi dalam
tapak proyek

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:

III - 40

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

Dampak
Lingkungan Yang
Dikelola

Sumber
Dampak

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator
Keberhasilan
Lingkungan Hidup
Lahan Bekas
Kegiatan
Tambang

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup

a.

Habitat Flora
(lanjutan)

b.

Habitat Fauna

- Kegiatan
pekerjaan
pembersihan
lahan dan
pemantapan
lahan
- Kegiatan
reklamasi dan
pengelolaan

- Kondisi
keanekaragaman
populasi dan
spesies flora dan
fauna darat di
tapak lokasi
- SOP PT. Tripa
Semen Aceh
tentang
Bioremediasi dan
Rehabilitasi
Lahan Bekas
Kegiatan
Tambang

- Penghilangan/penyingkiran vegetasi fauna hanya


difokuskan pada tapak lokasi untuk fasilitas dan
aktivitas proyek.
- Melakukan penangkaran atau pemindahan ke lokasi
lainnya untuk spesies fauna endemik yang hanya
terdapat di daerah yang disingkirkan vegetasinya
- Melakukan reklamasi dan revegetasi pada area/lahan
yang telah ditambang dengan jenis vegetasi pilihan
yang berfungsi menjaga kestabilan tanah/lereng
dengan pola green mining terintegrasi dengan
konsep agroforestry.
- Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Bioremediasi dan Rehabilitasi Lahan Bekas
Kegiatan Tambang

c.

Habitat Biota
Aquatik

Pekerjaan
pembersihan
lahan dan
pemantapan
lahan tapaktapak proyek

Perbaikan kualitas
habitat biota
aquatik dan
kuantitas jenis
dan keragaman
biota aquatik

- Pembukaan lahan dilakukan seminim mungkin


dengan skala prioritas
- Pembuatan sediment pond untuk mengendapkan
lumpur/sedimen pada saluran drainase yang dibuat
pada kegiatan konstruksi

3.
a.

PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN


Kesempatan Kerja
- Penerimaan
tenaga kerja
konstruksi
- Penerimaan
tenaga kerja
operasi
- Pemberhentian
karyawan
pasca operasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

terintegrasi dengan konsep agroforestry


- Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Bioremediasi dan Rehabilitasi Lahan Bekas
Kegiatan Tambang

KOMPONEN SOSEKBUD
Jumlah tenaga
kerja lokal yang
terserap dalam
kegiatan proyek
-

Memprioritaskan penduduk lokal untuk diterima


sebagai tenaga kerja konstruksi dan operasi
sepanjang memenuhi persyaratan yang dibutuhkan
Mengikuti aturan ketenagakerjaan tentang hak-hak
karyawan/pekerja
- Menjelaskan kepada masyarakat secara transparan
tentang kualifikasi/keahlian tenaga kerja operasi
yang dibutuhkan
- Mengikuti aturan ketenagakerjaan tentang hak-hak
karyawan dan pekerja, baik pekerja tetap maupun

Periode
Pengelolaan
Lingkungan

Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan

Institusi Pengelolaan Lingkungan


Hidup

Selama tahap
konstruksi dan
berlanjut
sampai tahap
pasca operasi
Selama tahap
konstruksi dan
berlanjut
sampai tahap
pasca operasi
Selama tahap
konstruksi dan
berlanjut
sampai tahap
pasca operasi

Lokasi dalam
tapak proyek

- Setda
- Distamben
- BLHK

Lokasi dalam
tapak proyek
Lokasi dalam
tapak proyek

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

Selama
berlangsungnya kegiatan
penyiapan
tapak proyek
tahap
konstruksi

Lokasi dalam
tapak proyek
dan DAS

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

Selama tahap
konstruksi
sampai tahap
pasca operasi

Batas
administrasi
studi Andal

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
- Dinas Sospendnakertrans

III - 41

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

Dampak
Lingkungan Yang
Dikelola

a.

Kesempatan Kerja
(lanjutan)

b.

Kesempatan
Berusaha

c.

Pendapatan

Sumber
Dampak
- Penerimaan
tenaga kerja
konstruksi
- Penerimaan
tenaga kerja
operasi
- Pemberhentian
karyawan
pasca operasi
- Usaha
setempat dan
dari luar pada
kegiatan
Pengadaan
Alat, Barang
dan Jasa
Konstruksi
- Usaha
setempat dan
dari luar pada
kegiatan
Pengadaan
Alat, Barang
dan Jasa
Operasi
- Kegiatan
penempatan
pabrik dan
peralatan
- Kompensasi
pembebasan
lahan
- Penerimaan
gaji/upah
tenaga kerja
operasi
- Penjualan
semen pada
kegiatan
pengangkutan
dan penjualan
- Pemberhentian
karyawan
pasca operasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator
Keberhasilan
Lingkungan Hidup
Jumlah tenaga
kerja lokal yang
terserap dalam
kegiatan proyek

- Peningkatan
peluang ekonomi
pada tahap
konstruksi dan
tahap operasi
- SOP PT. Tripa
Semen Aceh
tentang
Pemanfaatan
Fasilitas dan
Peralatan Yang
Dipertahankan

- Peningkatan
pendapatan
dan
pengeluaran
masyarakat
pemilik lahan
terkait
kompensasi
pembebasan
lahan.
- Jumlah
pendapatan
tenaga kerja
operasi
- Kepatuhan
perusahaan

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


tenaga kontrak dalam pemberian dana pesangon
- Secara reguler (sejak tambang masih aktif) dilakukan
inhouse training bagi para pekerja/ karyawan dengan
berbagai keahlian (disamping keterampilan tambang)
yang diminati oleh pekerja/karyawan untuk menjadi
bekal mencari kerja di tempat lain
- Penempatan karyawan yang dapat ditampung pada
proyek sejenis yang dimiliki PT. Tripa Semen Aceh di
tempat lain (jika ada)
- Memberikan kesempatan berusaha kepada
masyarakat setempat untuk turut serta dalam proyek
dengan menyediakan barang-barang jasa makanan,
angkutan dan perbaikan peralatan konstruksi
- Memaksimalkan dampak positf terhadap usaha
setempat maupun dari luar untuk pengadaan alat,
barang dan jasa konstruksi
- Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Pemanfaatan Fasilitas dan Peralatan Yang
Dipertahankan

- Pembelian lahan sesuai dengan harga jual dan


prospek di daerah setempat
- Bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk
mernberikan penjelasan dan informasi kepada petani
pemilik lahan untuk memanfaatkan secara produktif
uang ganti rugi yang diterimanya.
- Memberi upah kepada pekerja minimal sebesar UMK
sektor pertambangan Kabupaten Aceh Tamiang
- Bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk
mernberikan penjelasan dan informasi kepada
tenaga kerja untuk memanfaatkan secara produktif
uang gaji/upah yang diterimanya.
- Membayar kewajiban perusahaan terkait
pengangkutan dan penjualan semen, meliputi antara
lain : iuran tetap iup operasi produksi, iuran produksi
(royalti), pajak penghasilan (PPh), retribusi daerah.
dan pungutan lainnya sesuai peraturan yang

Periode
Pengelolaan
Lingkungan

Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan

Institusi Pengelolaan Lingkungan


Hidup
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK
- Dinas Sospendnakertrans

Selama tahap
konstruksi
sampai tahap
pasca operasi

Batas
administrasi
studi Andal

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

Selama tahap
pra konstruksi,
tahap
konstruksi,
tahap operasi,
dan tahap
pasca operasi

Batas
administrasi
studi Andal

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

III - 42

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

Dampak
Lingkungan Yang
Dikelola

Sumber
Dampak

c.

Pendapatan
(lanjutan)

d.

Interaksi Sosial

Pemberhentian
karyawan pada
tahap pasca
operasi

e.

Persepsi
Masyarakat

- Kegiatan
sosialisasi
- Kegiatan
pembebasan
lahan
- Mobilisasi
Pengadaan
Alat, Barang
dan Jasa
Konstruksi
- Penerimaan
tenaga kerja
operasi
- Mobilisasi
Pengadaan
Alat, Barang
dan Jasa
operasi
- Penempatan
Pabrik dan
Peralatan

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator
Keberhasilan
Lingkungan Hidup
dalam
memenuhi/
membayar
berbagai
kewajiban
sesuai
peraturan yang
berlaku
Suasana kondusif
masyarakat pada
saat
pemberhentian
karyawan

Persentasi
masyarakat yang
memberikan
tanggapan negatif
atau positif
terhadap kegiatan
proyek pada
satuan waktu
tertentu

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


berlaku
- Bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk
mernberikan penjelasan dan informasi kepada
pekerja/karyawan untuk memanfaatkan secara
produktif uang pesangon yang diterimanya.
- Mengembangkan usaha agrobisnis model
agroforestry pada area bekas kegiatan operasi
penambangan.
- Mengadakan penyuluhan dan sosialisasi tentang
pemberhentian karyawan akibat berakhirnya masa
operasi proyek
- Mengikuti aturan ketenagakerjaan tentang hak-hak
karyawan dan pekerja, baik pekerja tetap maupun
tenaga kontrak dalam pemberian dana pesangon
- Melakukan inhouse training bagi para pekerja/
karyawan dengan berbagai keahlian yang diminati
oleh pekerja/karyawan untuk menjadi bekal mencari
kerja di tempat lain
- Pelaksanaan kegiatan pemberhentian karyawan pada
tahap pasca operasi dilakukan setelah penyelesaian
hak-hak karyawan/pekerja
- Menghindari persepsi negatif dan munculnya konflik
sosial selama dan setelah proses pemberhentian
karyawan berlangsung
- Mengadakan penyuluhan dan sosialisasi rencana
kegiatan Industri Semen terkait aspek legalitas,
kelayakan teknis dan ekonomis, dan kelayakan
lingkungan
- Sejak dini, sebelum kegiatan konstruksi dimulai,
perusahaan menyelesaikan hal-hal yang berkenaan
dengan pembebasan lahan dan mengikuti petunjukpetunjuk pemerintah mengenai ganti rugi terhadap
lahan penduduk.
- Pelaksanaan pembelian lahan sesuai dengan harga
jual dan prospek di daerah setempat disaksikan oleh
pejabat dari instansi terkait
- Pelaksanaan kegiatan proyek dilakukan setelah
penyelesaian pembebasan lahan
- Meminimalisasi dampak kemacetan akibat kegiatan
mobilisasi pengadaan alat, barang dan jasa
konstruksi dan operasi yang mengganggu
kenyamanan masyarakat
Meminimalisasi dampak penurunan kualitas udara
akibat kegiatan mobilisasi pengadaan alat, barang
dan jasa konstruksi dan operasi yang mengganggu
kenyamanan masyarakat

Periode
Pengelolaan
Lingkungan

Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan

Institusi Pengelolaan Lingkungan


Hidup

Selama tahap
pra konstruksi,
tahap
konstruksi,
tahap operasi,
dan tahap
pasca operasi

Batas
administrasi
studi Andal

Selama tahap
pasca operasi

Batas
administrasi
studi Andal

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

Selama tahap
pra konstruksi,
tahap
konstruksi,
tahap operasi,
dan tahap
pasca operasi

Batas
administrasi
studi Andal

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

III - 43

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

Dampak
Lingkungan Yang
Dikelola

Sumber
Dampak

e.

Persepsi
Masyarakat
(lanjutan)

- Pemberhentian
karyawan pada
tahap pasca
operasi

f.

Lalulintas

Mobilisasi
Pengadaan Alat,
Barang dan Jasa
operasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator
Keberhasilan
Lingkungan Hidup

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup

Periode
Pengelolaan
Lingkungan

Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan

- Menjelaskan kepada masyarakat secara transparan


tentang kualifikasi/keahlian tenaga kerja yang
dibutuhkan
- Memprioritaskan penduduk lokal untuk diterima
sebagai tenaga kerja operasi sepanjang memenuhi
persyaratan yang dibutuhkan
- Mengikuti aturan ketenagakerjaan tentang hak-hak
karyawan/pekerja
- Mengikutsertakan seluruh pekerja dalam asuransi
kecelakaan tenaga kerja
- Menekan serendah mungkin penyebab terjadinya
persepsi negatif masyarakat yang ditimbulkan oleh
kegiatan penerimaan tenaga kerja operasi dan
mengembangkan persepsi positif yang terkait
dengan berbagai aktifitas perusahaan
- Meminimalisasi dampak peningkatan kebisingan
akibat kegiatan mobilisasi pengadaan alat, barang
dan jasa operasi yang mengganggu kenyamanan
masyarakat
- Mengadakan penyuluhan dan sosialisasi tentang
pemberhentian karyawan akibat berakhirnya masa
operasi proyek
- Mengikuti aturan ketenagakerjaan tentang hak-hak
karyawan dan pekerja, baik pekerja tetap maupun
tenaga kontrak dalam pemberian dana pesangon
- Melakukan inhouse training bagi para
pekerja/karyawan dengan berbagai keahlian yang
diminati oleh pekerja/karyawan untuk menjadi bekal
mencari kerja di tempat lain
Kondisi jalan-jalan
yang dilalui
kendaraan
pengangkut alat
dan barang

- Membatasi pengangkutan alat dan barang agar tidak


melebihi kapasitas muatan
- Pengawasan dan penertiban angkutan yang
cenderung membawa muatan over load (melebihi
kapasitas kendaraan)
- Mobilisasi peralatan dan barang hanya dilakukan
malam hari hingga jam 12 malam, dan tidak
dilakukan bersamaan tapi dengan sistem shift,
sehingga beban jalan tidak terlalu berat

Institusi Pengelolaan Lingkungan


Hidup
-

Selama tahap
operasi

Lokasi dalam
tapak proyek
dan jalur
mobilisasi
sekitar wilayah
proyek

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

III - 44

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

Dampak
Lingkungan Yang
Dikelola

Sumber
Dampak

g.

Estetika
Lingkungan

- Pendirian
instalasi,
gedung, jalur
listrik, jalur
pipa, dll.
- Kegiatan
penggalian /
penambanga
- Pembuangan
tanah penutup
- Reklamasi dan
Pengelolaan

4.
a.

PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN


Sanitasi
- Pekerjaan
Lingkungan
pembersihan
lahan
penyiapan
tapak-tapak
proyek
- Kegiatan
pembagunan
sarana dan
prasarana
- Pengoperasian
Basecamp,
Kantor,
Workshop/
Bengkel,
Laboratorium,
dll
- Kegiatan
penanganan
material limbah
Pengolahan
bahan baku
semen

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator
Keberhasilan
Lingkungan Hidup
- Kondisi estetika
lingkungan
(visual lokasi
kegiatan dan
area tambang)
yang baik
- SOP PT. Tripa
Semen Aceh
tentang
Penanganan
Batuan Penutup

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


- Membuat arsitektural bangunan serta kesesuaiannya
dengan lingkungan sekitar atau bentang alam serta
ketinggian bangunan
- Membuat landscaping dengan adanya pepohonan di
setiap lingkungan basecamp, kantor dan kawasan
kegiatan sesuai ekosistem wilayah
- Membuat pagar pembatas di sekitar lokasi konstruksi
pembangunan sarana dan prasarana
- Menyingkirkan limbah hasil aktifitas konstruksi untuk
ditimbun atau dimanfaatkan sesuai kegunaannya
- Merekayasa sistem penambangan dengan estetika
yang asri mengikuti kontur alami.
- Segera melakukan reklamasi dan revegetasi pada
jenjang/bench di atas jalan tambang yang telah
dibuka terintegrasi dengan konsep agroforestry.
- Melakukan reklamasi dan revegetasi di sepanjang
jalan angkut yang dapat menjadi buffer zone
disamping meningkatkan estetika lingkungan.
- Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Penanganan Batuan Penutup

KOMPONEN KESEHATAN
- Kondisi fisik
sanitasi
lingkungan
- SOP PT. Tripa
Semen Aceh
tentang
Pemanfaatan
Limbah Kayu
Untuk Kayu
Bakar
- SOP PT. Tripa
Semen Aceh
tentang
Penanganan
Limbah
Pengoperasian
Sarana dan
Prasarana
- SOP PT. Tripa
Semen Aceh

MASYARAKAT
Penanganan limbah hasil aktifitas kegiatan
pembangunan sarana dan prasarana
Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Pemanfaatan Limbah Kayu Kegiatan
Pembersihan Lahan Untuk Kayu Bakar dan Pellet
Wood
Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Penanganan Limbah Pengoperasian Sarana
dan Prasarana
Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Pemanfaatan Limbah Proses Pengolahan
bahan baku semen Untuk Bahan Reklamasi dan
Pemantapan Lahan Masyarakat
PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemanfaatan Material
Limbah Hasil Reduksi/Buangan Proses Penanganan,
Penghancuran dan Penggilingan Yang Tidak Bisa
Diolah Lagi Untuk Bahan Industri Rumah Tangga
Penerapan secara ketat SOP PT. Tripa Semen Aceh
tentang Penanganan Limbah Pembongkaran Pabrik
dan Bangunan

Periode
Pengelolaan
Lingkungan

Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan

Selama tahap
konstruksi,
tahap operasi,
dan tahap
pasca operasi

Lokasi dalam
tapak proyek

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

Selama tahap
konstruksi,
tahap operasi,
dan tahap
pasca operasi

Lokasi dalam
tapak proyek

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

Institusi Pengelolaan Lingkungan


Hidup

III - 45

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

Dampak
Lingkungan Yang
Dikelola

Sumber
Dampak

a.

Sanitasi
Lingkungan
(lanjutan)

- Kegiatan
penempatan
pabrik dan
peralatan

b.

K3 dan Kesehatan
Masyarakat

Pekerjaan
kegiatan tahap
konstruksi dan
tahap operasi

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

PT. Tripa Semen Aceh

Indikator
Keberhasilan
Lingkungan Hidup
tentang
Pemanfaatan
Limbah Proses
Pengolahan
bahan baku
semen Untuk
Bahan Reklamasi
dan Pemantapan
Lahan
Masyarakat
- SOP PT. Tripa
Semen Aceh
tentang
Penanganan
Limbah
Pembongkaran
Pabrik dan
Bangunan
- Undang-undang
No. 36 Tahun
2009 tentang
Kesehatan
- Kondisi
kesehatan
masyarakat

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup

- Pemeriksaan kesehatan pekerja/karyawan secara


periodik
- Menerapkan cara kerja yang aman dan mengikuti
standar keselamatan kerja yang berlaku secara
nasional dan internasional pada kegiatan konstruksi
dan kegiatan operasi
- Melakukan inspeksi secara berkala terkait
pengoperasian dan sertifikasi keamanan peralatan
konstruksi, dan operasi
- Menyediakan PPE /peralatan pelindung diri yang
tepat dan dengan jumlah yang memadai serta sesuai
dengan standar keselamatan kerja nasional dan
internasional pada kegiatan konstruksi dan operasi

Periode
Pengelolaan
Lingkungan

Selama
kegiatan tahap
konstruksi dan
tahap operasi,

Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan

Lokasi dalam
tapak proyek

Institusi Pengelolaan Lingkungan


Hidup

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh/ Kontraktor
Pengawas :
Dilakukan oleh Instansi/Dinas terkait
di Kab. Aceh Tamiang, yaitu :
- Setda
- Distamben
- BLHK
Pelaporan :
Ditujukan kepada Instansi/Dinas
terkait di Kab. Aceh Tamiang, yaitu:
- Setda
- Distamben
- BLHK

III - 46

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Gambar 3.1. Lokasi Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Rencana Kegiatan Industri Semen
PT. Tripa Semen Aceh

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

III - 47

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

BAB IV
RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Hasil prakiraan dampak penting dan evaluasi dampak lingkungan dalam dokumen ANDAL
Rencana Kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh di Kampung Kaloy Kecamatan
Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang diperoleh 22 (duapuluh dua) komponen
lingkungan yang harus dikelola, yaitu :
1). GEOFISIK-KIMIA

Iklim Mikro,

Bentang Lahan,

Tata Guna Lahan,

Limpasan Air Larian,

Debit Air Sungai

Kualitas Air Sungai,

Kualitas Air Tanah,

Kualitas Tanah,

Kualitas Udara, dan

Kebisingan

2). BIOLOGI

Habitat Flora

Habitat Fauna

Habitan Biota Aquatik

3). SOSIAL, EKONOMI, DAN BUDAYA

Kesempatan Kerja,

Kesempatan Berusaha,

Pendapatan,

Interaksi Sosial,

Persepsi Masyarakat,

Lalulintas, dan

Estetika Lingkungan

4). KESEHATAN MASYARAKAT

Sanitasi Lingkungan

K3 dan Kesehatan Masyarakat

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 1

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Dalam upaya untuk mencegah, menekan, dan mengurangi atau mengeliminir semua
dampak negatif penting dan mempertahankan serta mengembangkan semua dampak
positif penting, maka PT. Tripa Semen Aceh dan Kontraktor akan melakukan pemantauan
lingkungan akibat dampak-dampak tersebut. Program pemantauan lingkungan akan
difokuskan pada dampak penting yang strategis untuk dikelola, sehingga dengan
program pemantauan lingkungan tersebut maka seluruh dampak negatif maupun
dampak positif dapat dikelola secara efektif dan efisien baik secara sendiri-sendiri dan
atau bersama-sama. Program pemantauan lingkungan dan dampak penting yang dikelola
baik sebagai dampak penting yang dikelola hasil arahan pengelolaan dokumen Andal
maupun sebagai dampak lingkungan lainnya yang dikelola mengacu kepada pengelolaan
lingkungan yang telah direncanakan sejak awal sebagai bagian dari rencana kegiatan dan
SOP perusahaan sebagaimana disajikan pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1. Program Pemantauan Lingkungan Hidup
No

Dampak Penting Yang


Dikelola

Program Pemantauan Lingkungan Hidup

Iklim Mikro
Bentang Lahan
Tata Guna Lahan
Limpasan Air Larian
Debit Air Sungai
Kualitas Air Sungai
Kualitas Air Tanah
Kualitas Tanah
Kualitas Udara
Kebisingan

1.

Pemantauan Komponen Geofisik-Kimia

2.

Pemantauan Komponen Biologi

Habitat Flora
Habitat Fauna
Habitat Biota Aquatik

3.

Pemantauan Komponen Sosial, Ekonomi,


Budaya

4.

Pemantauan Komponen Kesehatan Masyarakat

Sanitasi Lingkungan
Kesehatan Masyarakat

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

Kesempatan Kerja
Kesempatan Berusaha
Pendapatan
Interaksi Sosial
Persepsi Masyarakat
Lalulintas
Estetika Lingkungan

IV - 2

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

4.1.

PT. Tripa Semen Aceh

PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN KOMPONEN GEOFISIK-KIMIA

1. Perubahan Iklim Mikro


Iklim mikro merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh kegiatan
Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah kondisi suhu dan
kelembaban (iklim mikro).

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah kondisi suhu dan kelembaban
(iklim mikro)

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan :
-

Pembersihan dan pemantapan lahan tahap konstruksi

Reklamasi dan pengelolaan tahap pasca konstruksi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengamatan perubahan suhu
dan kelembaban

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan satu bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 3

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

2. Perubahan Bentang Lahan


Bentang lahan merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah perubahan bentang
lahan.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah perubahan tinggi rendahnya
permukaan tanah dari sebelum dan sesudah kegiatan operasi penambangan

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan penambangan/ penggalian
tahap operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengamatan kemajuan
pembangunan sarana

dan prasarana, dan pengamatan kemajuan sistem

penambangan
o

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 4

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

3. Perubahan Tata Guna Lahan


Tata Guna Lahan merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah perubahan tata guna
lahan.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah alih fungsi lahan kegiatan
pembukaan lahan baru dan alih fungsi bekas area tambang

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan pembukaan lahan baru dan
reklamasi dan pengelolaan

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengamatan dan pengukuran

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan enam bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 5

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

4. Gangguan Limpasan Air Larian


Limpasan air larian merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah gangguan limpasan air
larian.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah kualitas air sesuai Peraturan
Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan :
-

Penyiapan tapak proyek tahap operasi

Pengoperasian sarana dan prasarana tahap operasi

Penirisan tambang tahap operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah Pengambilan contoh (sampling)
dan analisis laboratorium

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek dan DAS

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 6

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

5. Gangguan Debit Air Sungai


Debit Air Sungai merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah gangguan debit air
sungai.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah besarnya debit air sungai

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah :
-

Penyiapan tapak proyek tahap konstruksi

Pengoperasian sarana dan prasarana tahap operasi

Kegiatan penggalian / penambangan tahap operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengamatan dan pengukuran

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 7

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

6. Gangguan Kualitas Air Sungai


Kualitas Air Sungai (Sebagai Badan Penerima) merupakan komponen lingkungan yang
akan terpengaruh oleh kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah Gangguan Kualitas Air
Sungai (Sebagai Badan Penerima).

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah adalah kualitas air sesuai Peraturan
Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan :
-

Penyiapan tapak proyek tahap operasi

Penirisan tambang tahap operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengukuran dan analisis
laboratorium

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 8

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

7. Gangguan Kualitas Air Tanah


Kualitas Air Tanah merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah Gangguan Kualitas Air
Tanah.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah adalah kualitas air sesuai Peraturan
Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air Tanah dan
Permenkes No. 416/1990 Baku Mutu Air Bersih

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan :
-

Kegiatan pengoperasian sarana dan prasarana tahap operasi

Penggalian/penambangan tahap operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengukuran dan analisis
laboratorium

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan tapak proyek dan DAS

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 9

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

8. Gangguan Kualitas Tanah


Kualitas Air Tanah merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah Gangguan Kualitas
Tanah.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah stabilitas tanah

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan :
-

Penyiapan tapak proyek tahap konstruksi

Pemboran dan peledakan tahap operasi

Penggalian/penambangan tahap operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengukuran dan analisis
laboratorium

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan lokasi dalam tapak proyek

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 10

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

9. Penurunan Kualitas Udara


Kualitas udara merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah penurunan kualitas
udara.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah :
-

Kualitas udara ambient sesuai Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun


1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara

Pelaksanaan SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemboran dan


Peledakan

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan :
-

Pengadaan alat, barang dan jasa konstruksi tahap konstruksi

Pengadaan alat, barang, dan jasa operasi tahap operasi

Pengoperasian sarana dan prasarana tahap operasi

Pembuangan tanah penutup tahap operasi

Pemboran dan peledakan tahap operasi

Penggalian, pemuatan dan pengangkutan tahap operasi

Pengolahan bahan baku semen tahap operasi

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 11

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

Pengangkutan dan penimbunan

Pengangkutan dan Penjualan tahap operasi

PT. Tripa Semen Aceh

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengukuran dan analisis
laboratorium

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek dan ruas
jalan tapak kegiatan

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

10. Peningkatan Intensitas Kebisingan


Intensitas Kebisingan merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah peningkatan intensitas
kebisingan.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah tingkat kebisingan sesuai Kepmen
LH No. 48 Tahun 1996 tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 12

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan :
-

Pengadaan alat, barang dan jasa konstruksi tahap konstruksi

Pengadaan alat, barang, dan jasa operasi tahap operasi

Pengoperasian sarana dan prasarana tahap operasi

Pembuangan tanah penutup tahap operasi

Pemboran dan peledakan tahap operasi

Penggalian, pemuatan dan pengangkutan tahap operasi

Pengolahan bahan baku semen tahap operasi

Pengangkutan dan penimbunan

Pengangkutan dan Penjualan tahap operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengukuran dan analisis
laboratorium

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek dan ruas
jalan tapak kegiatan

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 13

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

4.2. PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN KOMPONEN BIOLOGI


1. Gangguan Habitat Flora
Habitat Terestrial Flora merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh
oleh kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah gangguan habitat
terestrial flora

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah :
-

Kondisi keanekaragaman populasi dan spesies flora di tapak lokasi

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Bioremediasi dan Rehabilitasi Lahan
Bekas Kegiatan Tambang

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah
-

Penyiapan tapak proyek tahap konstruksi

Reklamasi dan pengelolaan tahap pasca operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengamatan dan analisis
laboratorium

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 14

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

2. Gangguan Habitat Fauna


Habitat Terestrial Fauna merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh
oleh kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah gangguan habitat
terestrial fauna

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah :
-

Kondisi keanekaragaman populasi dan spesies fauna darat di tapak lokasi

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Bioremediasi dan Rehabilitasi Lahan
Bekas Kegiatan Tambang

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah
-

Penyiapan tapak proyek tahap konstruksi

Reklamasi dan pengelolaan tahap pasca operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengamatan dan analisis
laboratorium

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 15

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

3. Gangguan Habitat Biota Aquatik


Habitat Biota Aquatik merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah gangguan habitat biota
aquatik.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah kualitas habitat biota aquatik dan
kuantitas jenis dan keragaman biota aquatik

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan penyiapan tapak lokasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengukuran dan analisis
laboratorium

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek dan DAS

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 16

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

4.3. PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN KOMPONEN SOSEKBUD


1. Peluang Kesempatan Kerja
Kesempatan Kerja merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah peluang kesempatan
kerja.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah rekruitmen dan pemberhentian
tenaga kerja

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan :
-

Penerimaan tenaga kerja konstruksi tahap konstruksi

Penerimaan tenaga kerja operasi tahap operasi

Pemberhentian karyawan pasca operasi tahap pasca operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah inventarisasi data dan analisis
statistic

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan satu kali pada saat penerimaan/
pemberhentian tenaga kerja

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 17

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

2. Peluang Kesempatan Berusaha


Kesempatan Berusaha merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah peluang kesempatan
berusaha.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah jumlah dan perkembangan usaha

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan :
-

Pengadaan alat, barang dan jasa konstruksi tahap konstruksi

Pengadaan alat, barang, dan jasa operasi tahap operasi

Penempatan pabrik dan peralatan tahap pasca operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah inventarisasi data dan analisis
statistik

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 18

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

3. Peningkatan/ Penurunan Pendapatan


Pendapatan merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh kegiatan
Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah peningkatan/
penurunan pendapatan.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah jumlah pendapatan masyarakat
pemilik lahan, tenaga kerja, pendapatan negara, dan PAD

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan :
-

Pembebasan lahan tahap pra konstruksi

Penerimaan tenaga kerja operasi tahap operasi

Pengangkutan dan penjualan tahap operasi

Pemberhentian karyawan tahap pasca operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah inventarisasi data dan analisis
statistik

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 19

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

4. Potensi Interaksi Sosial


Interaksi Sosial merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah potensi interaksi sosial.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah suasana / kondisi masyarakat pada
saat pemberhentian karyawan tahap pasca operasi

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan pemberhentian karyawan
pada tahap pasca operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengamatan, wawancara, dan
inventarisasi

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 20

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

5. Perubahan Persepsi Masyarakat


Persepsi Masyarakat merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah perubahan persepsi
masyarakat.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah persentasi masyarakat yang
memberikan tanggapan negatif atau positif pada satuan waktu tertentu

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan :
-

Sigi lingkungan tahap pra konstruksi

Pembebasan lahan tahap pra konstruksi

Pengadaan alat, barang dan jasa konstruksi tahap konstruksi

Penerimaan tenaga kerja operasi tahap operasi

Pengadaan alat, barang, dan jasa operasi tahap operasi

Pemberhentian karyawan tahap pasca operasi

Penempatan pabrik dan peralatan tahap pasca operasi

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 21

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengamatan, wawancara, dan
inventarisasi

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah batas administrasi studi Andal

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

6. Gangguan Lalulintas
Gangguan lalulintas merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah gangguan kemacetan
lalu lintas.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah kondisi jalan dan lancarnya lalulitas

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan Mobilisasi Pengadaan Alat,
Barang dan Jasa Operasi

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 22

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengamatan, wawancara, dan
inventarisasi

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek dan jalur
mobilisasi sekitar wilayah proyek

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan satu bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

7. Gangguan Estetika Lingkungan


Estetika Lingkungan merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah gangguan estetika
lingkungan.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter

yang

dipantau

adalah

kondisi

visualisasi

estetika

lingkungan
o

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah :
-

Pembangunan sarana dan prasarana tahap konstruksi

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 23

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

Kegiatan penggalian / penambangan tahap operasi

Pembuangan tanah penutup tahap operasi

Reklamasi dan pengelolaan tahap pasca operasi

PT. Tripa Semen Aceh

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengamatan dan inventarisasi

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

4.4. PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN KESEHATAN MASYARAKAT


1. Gangguan Sanitasi Lingkungan
Sanitasi Lingkungan merupakan komponen lingkungan yang akan terpengaruh oleh
kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.
Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah gangguan sanitasi
lingkungan

Indikator / Parameter
Indikator yang dipantau adalah kondisi tapak proyek yang bersih dan sehat
dan SOP PT Tripa Semen Aceh meliputi :

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 24

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemanfaatan Limbah Kayu Untuk
Kayu Bakar

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Penanganan Limbah Pengoperasian


Sarana dan Prasarana

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Pemanfaatan Limbah Proses


Pengolahan

bahan

baku

semen

Untuk

Bahan

Reklamasi

dan

Pemantapan Lahan Masyarakat


-

SOP PT. Tripa Semen Aceh tentang Penanganan Limbah Pembongkaran


Pabrik dan Bangunan

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah :
-

Penyiapan tapak proyek tahap konstruksi

Kegiatan pembagunan sarana dan prasarana tahap konstruksi

Pengoperasian sarana dan prasarana tahap operasi

Pengolahan bahan baku semen tahap operasi

Penempatan pabrik dan peralatan tahap pasca operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengamatan dan inventarisasi

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan tiga bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 25

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

PT. Tripa Semen Aceh

2. Gangguan K3 dan Kesehatan Masyarakat


K3

dan

Kesehatan

Masyarakatmerupakan

komponen

lingkungan

yang akan

terpengaruh oleh kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh.


Dampak Lingkungan Yang Dipantau
o

Jenis Dampak Yang Timbul


Jenis dampak yang timbul yang harus dipantau adalah Gangguan K3 dan
Kesehatan Masyarakat.

Indikator / Parameter
Indikator/parameter yang dipantau adalah :
-

Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan diukur dari


angka statistik kecelakaan kerja

Kondisi kesehatan masyarakat

Sumber Dampak
Sumber dampak yang dipantau adalah kegiatan pekerjaan kegiatan tahap
konstruksi dan tahap operasi

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


o

Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode pengumpulan dan analisis data adalah pengamatan, wawancara, dan
inventarisasi

Lokasi Pemantauan Lingkungan


Lokasi pemantauan lingkungan adalah lokasi dalam tapak proyek

Waktu dan Frekuensi


Waktu dan frekuensi pemantauan satu bulan satu kali

Institusi Pemantauan Lingkungan


Institusi Pemantauan Lingkungan terdiri dari :
o

Pelaksana :
PT. Tripa Semen Aceh / Kontraktor

Pengawas :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 26

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Pelaporan :
-

Setda Kab. Aceh Tamiang

Distamben Kab. Aceh Tamiang

BLHK Kab. Aceh Tamiang

Adapun Matriks Pemantauan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Industri Semen PT.
Tripa Semen Aceh disajikan dalam Tabel 4.2. sedangkan lokasi Rencana Pemantauan
Lingkungan Hidup ditunjukan dalam Gambar 4.1, Gambar 4.2, dan Gambar 4.3.
Pemantauan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen
Aceh juga akan dilakukan pada panorama lokasi dan sekitar lokasi kegiatan guna
penilaian visualisasi lokasi pada saat sebelum, selama, dan sesudah proyek
berlangsung.

Adapun visualisasi rona lingkungan awal lokasi dan sekitar lokasi

kegiatan ditunjukan dalam foto pada Gambar 4.4, Gambar 4.5, dan Gambar 4.6.

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 27

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Tabel 4.2. Matriks Pemantauan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh
No.
1.

Dampak Lingkungan Yang Dipantau


Jenis Dampak
Yang Timbul

Indikator / Parameter

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Sumber
Dampak

Metode Pengumpulan dan


Analisis Data

Lokasi Pantau

Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


Waktu dan
Frekuensi

Pelaksana

Pengawas dan
Penerima Laporan

PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN KOMPONEN GEOFISIK-KIMIA

a.

Perubahan Iklim
Mikro

Perubahan suhu dan


kelembaban

- Penyiapan tapak
lokasi proyek
- Reklamasi dan
Pengelolaan

Pengukuran dan analisis


laboratorium

Lokasi dalam
tapak proyek

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

b.

Perubahan
Bentang Lahan

Perubahan tinggi
rendahnya permukaan
tanah

Penggalian,
Pemuatan dan
Pengangkutan

Pengamatan kemajuan
sistem penambangan

Lokasi dalam
tapak proyek

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

c.

Perubahan Tata
Guna Lahan

- Perubahan
peruntukan lahan
- Alih fungsi lahan

- Pembebasan lahan
- Alih fungsi lahan

- Pengamatan dan
Pengukuran
- SOP PT. Tripa Semen
Aceh tentang
Pemanfaatan Area
Bekas Pit Tambang
Untuk Kolam dan
Kegunaannya

Batas
administrasi
studi Andal

Enam bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

d.

Gangguan
Limpasan Air
Larian

Peraturan Pemerintah
Nomor 82 tahun 2001
tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan
Pengendalian
Pencemaran Air

- Penyiapan tapak
proyek
- Pengoperasian
Sarana dan
Prasarana
- Penirisan Tambang

Pengambilan contoh
(sampling) dan analisis
laboratorium

Lokasi dalam
tapak proyek
dan DAS

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

e.

Penurunan Debit
Air Sungai

Kondisi debit air sungai

Pengoperasian
Kolam

SOP PT. Tripa Semen


Aceh tentang
Pengoperasian Kolam
Penampung Air

Lokasi dalam
tapak proyek
dan DAS

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

f.

Gangguan
Kualitas Air
Sungai

Peraturan Pemerintah
Nomor 82 tahun 2001
tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan
Pengendalian
Pencemaran Air

- Penyiapan tapak
proyek
- Penirisan Tambang

Pengambilan contoh
(sampling) dan analisis
laboratorium

Lokasi dalam
tapak proyek
dan DAS

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 28

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

PT. Tripa Semen Aceh

Dampak Lingkungan Yang Dipantau


Jenis Dampak
Yang Timbul

Indikator / Parameter

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Sumber
Dampak

Metode Pengumpulan dan


Analisis Data

Lokasi Pantau
Lokasi dalam
tapak proyek
dan DAS

g.

Gangguan
Kualitas Air
Tanah

Peraturan Pemerintah
Nomor 82 tahun 2001
tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan
Pengendalian
Pencemaran Air

- Pengoperasian
utilitas air pompa
- Penggalian,
Pemuatan dan
Pengangkutan

Pengambilan contoh
(sampling) dan analisis
laboratorium

h.

Gangguan
Kualitas Tanah

Kondisi stabilitas tanah

Penyiapan tapak
lokasi proyek

- Pengukuran,
inventarisasi data dan
analisis statistik
- SOP PT. Tripa Semen
Aceh tentang
Penggunaan Geoweb
Pada Lokasi Rawan
Longsor dan Erosi

i.

Penurunan
Kualitas Udara

- Kualitas udara
ambient sesuai
Peraturan
Pemerintah No. 41
Tahun 1999 tentang
Pengendalian
Pencemaran Udara
- Kondisi kualitas
udara

- Mobilisasi
pengadaan alat,
barang, dan jasa
konstruksi
- Mobilisasi
pengadaan alat,
barang, dan jasa
operasi
- Pembuangan
Batuan Penutup
- Penggalian,
Pemuatan dan
Pengangkutan
- Pemboran dan
Peledakan
- Mobilisasi angkutan
penjualan komoditi
semen

j.

Peningkatan
Intensitas
Kebisingan

Tingkat Kebisingan
sesuai Kepmen LH No.
48 Tahun 1996 tentang
Baku Mutu Tingkat
Kebisingan

- Mobilisasi
pengadaan alat,
barang, dan jasa
konstruksi
- Mobilisasi
pengadaan alat,
barang, dan jasa
operasi

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


Waktu dan
Frekuensi

Pelaksana

Pengawas dan
Penerima Laporan

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

Lokasi dalam
tapak proyek

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

- Pengukuran dan analisis


laboratorium
- SOP PT. Tripa Semen
Aceh tentang Pemboran
dan Peledakan

Lokasi dalam
tapak proyek
dan ruas jalan
tapak kegiatan

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

Pengukuran dan analisis


laboratorium

Lokasi dalam
tapak proyek
dan ruas jalan
depan tapak
kegiatan

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

IV - 29

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.
j.

2.

PT. Tripa Semen Aceh

Dampak Lingkungan Yang Dipantau


Jenis Dampak
Yang Timbul

Indikator / Parameter

Peningkatan
Intensitas
Kebisingan
(lanjutan)

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Sumber
Dampak

Metode Pengumpulan dan


Analisis Data

Lokasi Pantau

Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


Waktu dan
Frekuensi

Pelaksana

Pengawas dan
Penerima Laporan

- Pembuangan
Batuan Penutup
- Penggalian,
Pemuatan dan
Pengangkutan
- Pemboran dan
Peledakan
- Mobilisasi angkutan
penjualan komoditi
semen

PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN KOMPONEN BIOLOGI

a.

Gangguan
Habitat
Terestrial Flora

Kondisi keanekaragaman
populasi dan spesies
flora darat di tapak
lokasi

- Penyiapan tapak
lokasi
- Reklamasi dan
Pengelolaan

- Pengamatan dan
analisis laboratorium
- SOP PT. Tripa Semen
Aceh tentang
Bioremediasi dan
Rehabilitasi Lahan
Bekas Kegiatan
Tambang

Lokasi dalam
tapak proyek

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

b.

Gangguan
Habitat
Terestrial Fauna

Kondisi keanekaragaman
populasi dan spesies
fauna darat di tapak
lokasi

- Penyiapan tapak
lokasi
- Reklamasi dan
Pengelolaan

- Pengamatan dan
analisis laboratorium
- SOP PT. Tripa Semen
Aceh tentang
Bioremediasi dan
Rehabilitasi Lahan
Bekas Kegiatan
Tambang

Lokasi dalam
tapak proyek

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

c.

Gangguan
Habitat Biota
Aquatik

Kualitas habitat biota


aquatik dan kuantitas
jenis dan keragaman
biota aquatik

Penyiapan tapak
lokasi

Pengukuran dan analisis


laboratorium

Lokasi dalam
tapak proyek
dan DAS

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

Inventarisasi data dan


analisis statistik

Batas
administrasi
studi Andal

Satu kali
pada saat
penerimaan/
pemberhentian tenaga
kerja

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

3.
a.

PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN KOMPONEN SOSEKBUD


Peluang
Kesempatan
Kerja

- Rekruitmen dan
pemberhentian tenaga
kerja konstrksi
- Rekruitmen dan
pemberhentian tenaga
kerja operasi
- Hilangnya Kesempatan
Kerja

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

- Penerimaan tenaga
kerja konstruksi
- Penerimaan tenaga
kerja operasi
- Pemberhentian
tenaga kerja
Operasi

IV - 30

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

PT. Tripa Semen Aceh

Dampak Lingkungan Yang Dipantau


Jenis Dampak
Yang Timbul

Indikator / Parameter

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Sumber
Dampak

Metode Pengumpulan dan


Analisis Data

Lokasi Pantau

Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


Waktu dan
Frekuensi

Pengawas dan
Penerima Laporan

Pelaksana

b.

Peluang
Kesempatan
Berusaha

Jumlah dan
perkembangan usaha

- Pengadaan alat,
barang, dan jasa
konstruksi
- Pengadaan alat,
barang, dan jasa
operasi
- Penempatan
Pabrik dan
Peralatan

Inventarisasi data dan


analisis statistik

Batas
administrasi
studi Andal

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

c.

Peningkatan/
penurunan
Pendapatan

- Jumlah pendapatan
masyarakat pemilik
lahan
- Jumlah pendapatan
tenaga kerja operasi
- Jumlah pendapatan
pendapatan negara,
dan PAD
- Berkurangnya
pendapatan tenaga
kerja, pendapatan
negara, dan PAD

- Pembebasan lahan
- Penerimaan tenaga
kerja operasi
- Pengangkutan dan
penjualan
- Pemberhentian
proyek

Inventarisasi data dan


analisis statistik

Batas
administrasi
studi Andal

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

d.

Potensi Interaksi
Sosial

Pemberhentian
karyawan pada
tahap pasca operasi

Pengamatan, Wawancara,
dan Inventarisasi

Batas
administrasi
studi Andal

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

e.

Perubahan
Persepsi
Masyarakat

Suasana / kondisi
masyarakat pada saat
pemberhentian
karyawan
Persentasi masyarakat
yang memberikan
tanggapan negatif atau
positif pada satuan
waktu tertentu

- Kegiatan sosialisasi
- Pembebasan lahan
- Pengadaan alat,
barang dan jasa
konstruksi
- Penerimaan tenaga
kerja operasi
- Mobilisasi
pengadaan alat,
barang, dan jasa
operasi
- Pemberhentian
karyawan
- Penempatan pabrik
dan peralatan

Pengamatan, Wawancara,
dan Inventarisasi

Batas
administrasi
studi Andal

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

Setda Kab. Aceh Tamiang


Distamben Kab. Aceh Tamiang
BLHK Kab. Aceh Tamiang
Setda Kab. Aceh Tamiang
Distamben Kab. Aceh Tamiang
BLHK Kab. Aceh Tamiang

IV - 31

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.

PT. Tripa Semen Aceh

Dampak Lingkungan Yang Dipantau


Jenis Dampak
Yang Timbul

Indikator / Parameter

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Sumber
Dampak

Metode Pengumpulan dan


Analisis Data

Lokasi Pantau

Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


Waktu dan
Frekuensi

Pelaksana

Pengawas dan
Penerima Laporan

f.

Gangguan
Lalulintas

Kondisi lalulintas

Mobilisasi
Pengadaan Alat,
Barang dan Jasa
operasi

Pengamatan, Inventarisasi
data dan analisis statistik

Lokasi dalam
tapak proyek

satu bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh
/
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

g.

Perubahan
Estetika
Lingkungan

Perubahan
panorama/visual tapak
proyek

- Pembangunan
Sarana dan
Prasarana
- Penggalian,
Pemuatan dan
Pengangkutan
- Reklamasi dan
Pengelolaan

Pengamatan, Inventarisasi
data dan analisis statistik

Lokasi dalam
tapak proyek

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh
/
Kontraktor

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

Lokasi dalam
tapak proyek

Tiga bulan
satu kali

PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

4.
a.

PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN KOMPONEN KESEHATAN MASYARAKAT


Gangguan
Sanitasi
Lingkungan

Kondisi tapak proyek


yang bersih dan sehat

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

- Penyiapan tapak
lokasi proyek
- Pembangunan
Sarana dan
Prasarana
- Pengoperasian
sarana dan
prasarana
- Kegiatan
penanganan
material limbah
proses Pengolahan
bahan baku semen
- Penempatan
Pabrik dan
Peralatan

- SOP PT. Tripa Semen


Aceh tentang
Pemanfaatan Limbah
Kayu Untuk Kayu Bakar
- SOP PT. Tripa Semen
Aceh tentang
Penanganan Limbah
Pembangunan Sarana
dan Prasarana
- PT. Tripa Semen Aceh
tentang Pemanfaatan
Material Limbah Hasil
Reduksi/Buangan Proses
Penanganan,
Penghancuran dan
Penggilingan Yang Tidak
Bisa Diolah Lagi Untuk
Bahan Industri Rumah
Tangga
- SOP PT. Tripa Semen
Aceh tentang
Penanganan Limbah
Pembongkaran
Pabrik/Bangunan Untuk
Ditimbun dan Kegunaan
Lainnya

- Setda Kab. Aceh Tamiang


- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

IV - 32

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

No.
b.

PT. Tripa Semen Aceh

Dampak Lingkungan Yang Dipantau


Jenis Dampak
Yang Timbul
Gangguan K3
dan Kesehatan
Masyarakat

Indikator / Parameter
- Undang-undang No.
36 Tahun 2009
tentang Kesehatan
- Kondisi kesehatan
masyarakat

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Sumber
Dampak

- Penyiapan tapak
proyek
- Mobilisasi
pengadaan alat
barang, dan jasa
konstruksi dan
operasi
- Pengoperasian
Sarana dan
Prasarana
- Pembuangan
Batuan Penutup
- Pemboran dan
Peledakan
- Penirisan Tambang
- Pengolahan Bahan
Baku Semen
- Mobilisasi angkutan
penjualan semen

Metode Pengumpulan
dan Analisis Data
Pengamatan, Wawancara,
dan Inventarisasi

Lokasi Pantau
Lokasi dalam
tapak proyek
dan Batas
administrasi
studi Andal

Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


Waktu dan
Frekuensi

Tiga bulan
satu kali

Pelaksana
PT. Tripa
Semen Aceh /
Kontraktor

Pengawas dan
Penerima Laporan
- Setda Kab. Aceh Tamiang
- Distamben Kab. Aceh Tamiang
- BLHK Kab. Aceh Tamiang

IV - 33

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Gambar 4.1. Lokasi Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Rencana Kegiatan Industri Semen
PT. Tripa Semen Aceh

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

IV - 34

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

PT. Tripa Semen Aceh

IV - 35

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

BAB V
JENIS IZIN PPLH
Mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan maka rencana kegiatan
industri semen

PT. Tripa Semen Aceh harus memperoleh Izin Lingkungan dan Izin

Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).


5.1.

JUMLAH DAN JENIS IZIN PPLH

Jumlah dan jenis izin PPLH PT Tripa Semen Aceh dikaji berdasarkan kegiatan industri
semen yang akan dilakukan oleh PT Tripa Semen Aceh baik pada tahap konstruksi
maupun tahap operasi. Kegiatan industri semen akan menghasilkan limbah padat dan
cair yang merupakan kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Dimana dalam
pengelolaan limbah B3 tersebut harus sesuai dengan pedoman dan petunjuk berdasarkan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 18 tahun 2009 tentang Pengelolaan Limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun. Adapun izin pengelolaan limbah B3 tersebut yang
termasuk dalam katagori jenis izin PPLH yang diperlukan oleh PT. Tripa Semen Aceh
sementara ini berjumlah 3 (tiga) izin terdiri dari :
1. Izin Pembuangan Air Limbah
Air Limbah hasil pengolahan air baku yang telah diolah melalui sarana dan
prasarana siklus proses pengolahan water treatment, sediment pond, dan kolam
penampung air akan dialirkan ke badan air penerima (Daerah Aliran Sungai)
memerlukan Ijin Pembuangan Air Limbah.
2. Izin Pemanfaatan Limbah
Sejumlah material limbah proses pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai bahan
reklamasi dan pemantapan lahan masyarakat termasuk bahan dasar jalan
lingkungan memerlukan Ijin Pemanfaatan Limbah Pengolahan.
3. Izin Pemanfaatan Limbah B3.
Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang berasal dari keperkuan kegiatan
industri semen PT. Tripa Semen Aceh yang memerlukan perlakukan khusus

Jenis Izin PPLH

V - 1

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

seperti oli bekas dan fly ash dari PLTU yang akan dibangun (jika ada) untuk
digunakan kembali (reuse) memerlukan Ijin Pemanfaatan Limbah B3.
Berdasarkan uraian Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dalam kegiatan
industri semen PT. Tripa Semen Aceh (PTTSA) di Kampung Kaloy Kecamatan Tamiang
Hulu Kabupaten Aceh Tamiang, pemrakarsa akan melakukan penanganan limbah yang
akan diatur dan dituangan dalam Standard Operating Procedure (SOP) dengan
memperhatikan alternatif berikut :
a. PTTSA akan mengolah sendiri seluruh limbah B3 hasil pengolahan/pembuangan
sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.
b. PTTSA akan bekerjasama masyarakat setempat melalui program Community
Development (CD) dan Corporate Social Responsibility (CSR) akan mengolah
sebagian atau seluruh limbah padat hasil penambangan/pengolahan sesuai
ketentuan dan peraturan yang berlaku.
c. PTTSA akan menyerahkan pengelolaan sebagian limbah B3 kepada pihak lain
yang akan diatur dalam perjanjian kerjasama sesuai ketentuan dan peraturan
yang berlaku.
5.2.

KEWAJIBAN PEMEGANG IZIN PPLH

Izin PPLH diterbitkan pada tahap operasional berdasarkan persyaratan dan kewajiban
yang harus ditaati oleh PT. Tripa Semen Aceh sebagai pemegang izin lingkungan antara
lain sebagai berikut :
1. menaati persyaratan dan kewajiban yang dimuat dalam Izin Lingkungan dan izin
PPLH;
2. membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan terhadap persyaratan dan
kewajiban dalam Izin lingkungan kepada Bupati Aceh Tamiang dan instansi
terkait. Laporan pelaksanaan disampaikan secara berkala setiap 6 (enam) bulan;
3. menyediakan dana penjaminan untuk pemulihan fungsi lingkungan hidup sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.
Pemegang Izin Lingkungan dan izin PPLH dikenakan sanksi administratif jika tidak
memenuhi kewajibannya oleh Bupati Aceh Tamiang sesuai dengan kewenangannya yang
meliputi:

Jenis Izin PPLH

V - 2

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

teguran tertulis;
paksaan pemerintah;
pembekuan Izin Lingkungan; atau
pencabutan Izin Lingkungan.

Jenis Izin PPLH

V - 3

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

DAFTAR PUSTAKA
Aca Sugandhy M.Sc, Ir., 1999, Penataan Ruang Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
Anonim, 2000, Pedoman Reklamasi Lahan Bekas Tambang, Departemen Pertambangan dan
Energi, Direktorat Jendral Pertambangan Umum.
APHA, The American Public Health Association 1989. Standard Methods For The
Examination Of Water And Wastewater. 17th Edition. Washington, D.C.
Bappeda Kabupaten Aceh Tamiang, 2013, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Aceh
Tamiang 2012 - 2032
BPS Kabupaten Aceh Tamiang, 2014, Kabupaten Aceh Tamiang Dalam Angka 2014.
BPS Kabupaten Aceh Tamiang, 2014, Kecamatan Tamiang Hulu Dalam Angka 2014.
Bounidore, A.J and Davis W.T., 1992, Pollution Engineering Manual, Air and Waste
Management Association, Van Nostrand Reinhold, New York.
Canter, LW, Environtmental Impact Assesment, Mc. Graw Hill, New York, 1997.
Carry, Lee J., 1970, Community Development as a Process, University of Missory Press,
Columbia.
Chow V.T., 1964, Handbook of Applied Hydrology: A Compendium of Water-resources
Technology, McGraw-Hill Company
Djajadiningrat, S.T., Amir, H.H., 1990, Penilaian Secara Cepat Sumber-Suber Pencemar Air,
Tanah dan Udara , Gajah Mada University Press, 150 h.
Eugene P. Odum, Ecology, Reihart and Winston, 1975.
George W. Barclay, 1984, Teknik Analisa Kependudukan 2, Bina Cipta, Jakarta.
Gunawan Soeratmo, F, 1990., Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Gajah Mada
Unversity Press.
Hanna, Mark G., Robinson, Buddy, 1994, Strategis for Community Empowerment: Directaction and Transformative Approaches to Social Change Practice, EmText, The
Edwin Mellen Press, Lewinston, New York.
Himkonan Pertiwi, PT, 1996, Kerangka Acuan Studi Analisis Dampak Lingkungan
Pembangunan Pabrik Semen di Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan,
Jawa Tengah
Holcim Indonesia Tbk., 2013, Co-Processing (Methode Pengelolaan Limbah) Untuk
Alternatif Bahan Baku dan Bahan Bakar Industri Semen, Geocycle Indonesia
https://arhild.wordpress.com, Rossi and Forrel Intensity Scale (Indonesia), 2012

Daftar Pustaka

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Interstate Technology & Regulatory Council Phytotechnologies Team, 2009,


Phytotechnology Technical and Regulatory Guidance and Decision Trees, Revised
Lfe, Jim., 1995, Community Development: Creating Community Alternatives Vision,
Analysis, and Transformative Approaches to Social Change Practice, Em Text, The
Edwin Mellen Press, Lewinston , New York.
Kantor Meteorologi dan Geogfisika Malikul Saleh, Data Iklim Kabupaten Aceh Tamiang
Koentjaraningrat, 1985, Masyarakat dan Kebudayaan Indonesia, Gramedia, Jakarta.
Koesoemadinata, R.P., 1982, Prinsip-prinsip Sedimentasi, Jurusan Teknik Geologi, Bandung.
Lane, W., Flecher, W (ed)., 1982, Reclamation Environment and Management, Flour Blacie
& Sons Ltd., Glasgow and London.
Masri Singarimbun, 1991, Metode Penelitian Survey, LP3KS, Jakarta.
Moh Nazir, PhD., 1983, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Bandung.
Morgan, Richard K., 2002,
Perspective

Environmental Impact Assessment : A Methodological

Munn, Re, 1979, Environmental Impact Assesment, 2nd ed. John Willey & Sons, Toronto.
Neumann van Padang, 1983, History Of The Volcanology In The Former Netherlands East
Indies, Scripta Geol. 71
Oldeman, 1975, Metode Klasifikasi Zona Agroklimat
Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI,
Frame Work Green Mining Sebuah Model
Pengembangan Bioecopolitan Untuk Pertambangan dan Kemandirian Daerah
Pusat Penelitian Sumberdaya Manusia dan Lingkungan Universitas Indonesia (PPSMLUI),
2008, Materi Pelatihan Penyusunan Dokumen Amdal
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia, Data Gunung Api Indonesia
Schmidt FH, Ferguson JHA. 1951. Rainfall Types Based On Wet and Dry Period Ratios For
Indonesia With Western New Guinea. No. 42 in Verhandelingen, Kementerian
Pehubungan Djawatan Meteorologi dan Geofisik.
Semen Andalas Indonesia, PT, 2000, Analisis Dampak Lingkungan Rencana Kegiatan
Terpadu Pembangunan Pabrik Semen di Kabupaten Langkat Sumatera Utara
Smith, Philip, 2001, Cultural Theory: An Introduction. Oxford & Massachusetts: Blackwell
Publishers
Tripa Semen Aceh, PT, 2014, Laporan Eksplorasi Bahan Baku Semen (Pasir Kuarsa, Clay,
Batu Gamping) di Desa Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang
Tripa Semen Aceh, PT, 2014, Laporan Studi Kelayakan Kegiatan Industri Semen PT. Tripa
Semen Aceh di Desa Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang

Daftar Pustaka

RKL-RPL, Rencana Kegiatan Industri Semen

PT. Tripa Semen Aceh

Tripa Semen Aceh, PT, 2014, Laporan Kerangka Acuan Kegiatan Industri Semen PT. Tripa
Semen Aceh di Desa Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang
Tripa Semen Aceh, PT, 2014, Laporan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
Kegiatan Industri Semen PT. Tripa Semen Aceh di Desa Kaloy Kecamatan Tamiang
Hulu Kabupaten Aceh Tamiang
United Nations Industrial Development Organization, 1994, Energy Conservation in Cement
Industry, The Energy Conservation Center (ECC), Japan
Van Steenis, C.G.G.J., dan Symington, C.F., The Tropical Rain Forest: A Non-Renewable
Resource. Science 117 (4051): 762-65.
Van

Zuidam, R.A., 1988,


Aerial Photo-Interpretation In Terrain Analysis And
Geomorphologic Mapping

Verstappen, H. Th, 1973, A Geomorphology Of Reconnaissance of Sumatera and Adjacent


Island Indonesia, International Institute for Aerial Survey and Earth Science (I.T.C),
Enschede, Wolters-Noordroff Publishing
Yusuf, M., Kajian Dampak Pencemaran Terhadap Kualitas Lingkungan Perairan Dan
Struktur Komunitas Organisme Makrozoobenthos
di Muara Sungai Babon
Semarang, Buletin Oceanografi Oktober 2011, Vol 1 27-35

Daftar Pustaka