Anda di halaman 1dari 44

KONSEP TEORITIS NUTRISI

1. Definisi
Nutrisi adalah aktivitas dalam mengambil , mengasimilasi, dan menggunakan
nutrient untuk tujuan pemeliharaan , perbaikan jaringan dan produksi energi. (NANDA,
2006)
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan
penyakit termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan
atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan zat-zat tersebut untuk
aktivitaas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya. (Tarwoto dan Wartonah,
2006)
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah intake nutrisi
yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik. ( NANDA, 2006)
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan adalah suatu keadaan ketika
individu tidak puasa mengalami atau beresiko mengalami penurunan berat badan yang
berhubungan dengan asupan yang tidak adekuat atau metabolism nutrient yang tidak
adekuat untuk kebutuhan metabolic ( Lynda Juall Carpenito ,2006)
Ketidakseimbangan nutrisi lebih dar kebutuhan adalah intake nutrisi melebihi
kebutuhan metabolic. ( NANDA, 2006)
Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan adalah keadaan ketika seorang
individu mengalami atau beresiko mengalami penambahan berat badan yang
berhubungan dengan asupan yang melebihi kebutuhan metabolic. ( Lynda Juall
Carpenito, 2006)
Jenis-Jenis Nutrisi :
a. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan zat gizi yang terdapat dalam makanan, pada umumnya dalam
bentuk amilum. Pembentukan amilum terjadi dalam mulut melalui enzim ptialin yang
ada dalam air ludah. Amilum diubah menjadi maltosa kemudian diteruskan ke dalam

lambung. Dari lambung hidrat arang dikirim terus ke usus dua belas jari. Getah
pankreas yang dialirkan ke usus dua belas jari mengandung amilase. Dengan
demikian sisa amilum yang belum diubah menjadi maltosa oleh amilase pankreas
diubah seluruhnya menjadi maltosa. Maltosa ini kemudian diteruskan kedalam usus
halus. Usus halus mengeluarkan getah pankreas hidrat arang, yaitu maltose yang
bertugas mengubah maltosa menjadi dua molekul glukosa sakarosa yaitu fruktosa dan
glukosa. Laktose bertugas mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Setelah
berada dalam usus halus, seluruhnya diubah menjadi monosakarida oleh enzim-enzim
tadi.
b. Lemak
Penyerapan lemak dimulai dalam lambung (walau hanya sedikit), karena dalam mulut
tidak ada enzim pemecah lemak. Lambung mengeluarkan enzim lipase untuk
menghubah sebagian kecil lemak menjadi asam lemak dan gliserin, kemudian
diangkut melalui getah bening dan selanjutnya masuk kedalam peredaran darah untuk
kemudian di hati. Sintesis kembali terjadi dalam saluran getah bening, mengubah
lemak gliserin menjadi lemak seperti aslinya.Penyerapan lemak dillakuklan secara
pasif setelah lemak diubah menjadi gliserol asam lemak. Asam lemak mempunyai
sifat empedu, asam lemak yang termulsi inimampu di serap melawati dinding usus
halus. Penyerapan membutuhkan tenaga, lagi pula tidak semua lemak dapat diserap,
maka penyerapan lemak dapat dikatakan dengan cara aktif selektif.
c. Protein
Kelenjar ludah tidak dapat membuat enzim protease. Enzim proterase baru terdapat
dalam lambung, yaitu pepsin, yang mengubah protein menjadi albumuminosa dan
pepton.Kemudian, tripsin dalam usus dua belas jari yang berasal dari pankreas
mengubah sisa protein yang belum sempurna menjadi albuminosa dan pepton. Dalam
usus halus, albuminosa dan pepton seluruhnya diubah oleh enzim pepsin menjadi
asam-asam amino yang siap untuk diserap. Protein yang telah diubah kedalam bentuk
asam amino yang mudah larut dalam air ini juga dapat diserap secara pasif dan
memasuki langsung pembuluh darah.
d. Mineral
Mineral hadir dalam bentu tertentu sehingga tubuh mudah untuk memeprosesnya.
Umumnya, mineral diserap dengan mudah melalui dinding usus halus secara difusi

pasif maupun transportasi aktif. Mekanisme transprotasi aktif penting jika kebutuhan
tubuh meningkat atau adanya diet rendah kadar mineral. Hormon adalah zat yang
memegang peranan penting dalam mengatur mekanisme aktif ini. Penyerapan dapat
lebih jauh dipengaruhi oleh isi sistem pencernaan. Beberapa senyawa organik
tertentu, seperti asam oxalit, akan menghambat penyerapan kalsium. Beberapa dari
mineral adalah komponen esensial dari jaringan tubuh, sedang yang lainnya esensial
pada proses kimia tertentu.
e. Vitamin
Pencernaan vitamin melibatkan penguraiannya menjadi molekul-molekul yang lebih
kecil sehingga dapat diserap secara efektif. Beberapa penyerapn vitamin dilakukan
denagn difusi sederhana, tetapi sistem transportasi aktif sangat penting untuk
memastikan pemasulkan yang cukup. Vitamin yang larut dalm lemak diserap oleh
sistem transportasi aktif yang juga membawa lemak ke seluruh tubuh, sedang vitamin
yang larut dalam air mempunyai beberapa variasi mekanisme transportasi aktif.
f. Air
Air merupakan zat makanan paling mendasar yang diperlukan oleh tubuh manusia.
Tubuh manusia terdiri 50%-70 air. Asupan air secara teratur sangat penting bagi
makhluk hidup untuk bertahan hidup dibandingkan dengan pemasukan nutrisi lain.
Bayi memiliki proporsi air yang lebih besar dibandingkan orang dewasa. Semakin tua
umur seseorang, maka proporsi air dalam tubuhnya akan semakin berkurang. Pada
orang dewasa asupan air berkisar antara 1200-1500 cc per hari, namun dianjurkan
sebanyak 1900 cc sebagai batas optimum. Selain itu, air yang masuk ke tubuh melalui
makanan lain berkisar antara 500-900 cc per hari.

2. Anatomi Fisiologi Terkait Nutrisi

Mulut merupakan jalan masuk menuju


system pencernaan dan berisi organ aksesori yang
berfungsi dalam proses awal pencernaan. Makanan
yang masuk kedalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan
saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat di telan. Didalam mulut enzim
petialin atau amylase mengubah karbohidrat menjadi maltose dan polisakarida. Nutrisi
yang telah di cerna oleh berbagai getah pencernaan yaitu ludah, getah pancreas, dan
sukus enterikus menjadi bentuk yang sederhana. Akhirnya siap untuk di absorpsi di
dalam usus halus melalui dua saluran yaitu pembuluh kapiler darah dan saluran limfe
divili usus halus dan oleh vena porta dibawa ke hati untuk mengalami beberapa
perubahan.
Kekurangan nutrisi dapat disebabkan oleh gangguan system gastrointestinal, anoreksia,
dan kesulitan menelan. Sehingga intake nutrisi menurun. Apabila ketidak cukupan zat
gizi ini berlangsung lama maka persediaan atau cadangan jaringan akan digunakan untuk
memenuhi ketidak cukupan itu. Jika keadaan ini tidak ditangani maka akan terjadi
kemerosotan jaringan yang ditandai dengan penurunan berat badan, perubahan biokimia
yang dapat di deteksi dengan pemeriksaan laboratorium, perubahan fungsi serta
perubahan anatomi.
Didalam tubuh nutrisi akan dipecah menjadi bentuk yang lebih sederhana oleh
bantuan hormone dan enzyme. Bila hormone dan enzyme tersebut tidak mampu lagi
memecah nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Maka nutrisi tersebut akantertimbun dan
menyebabkan kelebihan nutrisi didalam tubuh.
(Anatomi & Fisiologi Kedokteran, 2002)
3. Faktor Predisposisi dan Presiptasi
a. Faktor Predisposisi
1) Usia
2) Jenis kelamin

3) Aktivitas
4) Status kesehatan
5) Metabolisme zat gizi (simpanan, absorbs, penggunaan, ekskresi)
(NANDA, 2006)
b. Faktor Presipitasi
1) Gangguan sistem gastrointestinal
2) Peningkatan atau penurunan laju metabolic
3) Asupan nutrient yang tidak adekuat
4) Susah menelan (disfagia)
5) Anoreksia
6) Penurunan status mental atau penurunan kesadaran
7) Efek dari pengobatan
8) Gaya hidup
9) Kelainan endokrin
(NANDA, 2006)
4. Gangguan
a. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan nutrisi merupakan keadaan yang dialami seseorang dalam keadaan
tidak berpuasa (normal) atau resiko penurunan berat badan akibat ketidakmampuan
asupan nutrisi untuk kebutuhan metabolisme.
1) Tanda Klinis :
a) Berat badan 10-20% dibawah normal
b) Tinggi badan dibawah ideal
c) Lingkar kulit triseps lengan tengah kurang dari 60% ukuran standar
d) Adanya kelemahan dan nyeri tekan pada otot
e) Adanya penurunan albumin serum
f) Adanya penurunan transferin
2) Kemungkinan Penyebab :
a) Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna kalori akibat
penyakit infeksi atau kanker.
b) Disfagia karena adanya kelainan persarafan
c) Penurunan absorbsi nutrisi akibat penyakit crohn atau intoleransi laktosa
d) Nafsu makan menurun
3) Komplikasi
a) Malnutrisi
b) Gizi buruk
b. Kelebihan Nutrisi

Kelebihan nutrisi merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang yang


mempunyai resiko peningkatan berat badan akibat asupan kebutuhan metabolisme
secara berlebihan.
1) Tanda Klinis :
a) Berat badan lebih dari 10% berat ideal
b) Obesitas (lebih dari 20 % berat ideal)
c) Lipatan kulit trisep lebih dari 15 mm pada pria dan 25 mm pada wanita
d) Adanya jumlah asupan berlebihan aktivitas menurun atau monoton.
2) Kemungkinan Penyebab :
a) Perubahan pola makan
b) Penurunan fungsi pengecapan dan penciuman.
3) Komplikasi :
a) Obeisitas
b) Diabetes melitus (Kelebihan zat gula)
c) Penyakit jantung koroner
5. Pemeriksaan Penunjang
a. Laboratorium
1) Albumin (N = 4 - 5,5 mg/100 ml)
2) Transferin (N = 170 25 mg/100 ml)
3) Hemoglobin (N = 12 mg%)
4) BUN (N = 10 20 mg/100 ml)
5) Ekskresi Kreatin untuk 24 jam (N = Laki-laki = 0,6 1,3 mg/100 ml, Wanita N =
0,5 1,0 mg/100 ml)
b. Pengukuran Antropometri
1) BB ideal (TB-100) - 10% ( tinggi badan 100) atau 0,9 x ( tinggi badan 100)
Cara menentukan berat badan ideal adalah :
a) >110% dari berat standar : gemuk
b) 90 -110 % dari berat badan standar : ideal/normal
c) 70 90% dari berat badan standar : sedang
d) <70% : sangat kurus.
2) Lingkar lengan atas (Normal wanita = 28,5 cm, Normal laki-laki = 28,3 cm)
6. Penatalaksanaan
a. Penatalaksanaan Keperawatan
1) Pemberian nutrisi melalui oral
Merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu
memenuhi kebutuhan nutrisi secara mandiri dengan membantu memberi nutrisi
melalui oral.
2) Pemberian nutrisi melalui NGT
Merupakan tindakan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi
kebutuhan nutrisi melalui oral dengan member makan melalui pipa lambung.
b. Penatalaksanaan Medis

1) Kolaborasi dalam pemberian obat antiemetic


2) Delegatif dalam pemberian infuse dan vitamin
3) Pemberian nutrisi melalui parental

ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS


A. Pengkajian
1. Pengkajian Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
a. Data Subjektif
1) Pasien mengatakan keram pada daerah abdomen
2) Pasien mengatakan nyeri pada daerah abdomen
3) Pasien menolak makan
4) Pasien mengatakan ketidakmampuan untuk mencerna makanan
5) Pasien mengatakan perubahan sensasi rasa
6) Pasien mengatakan merasa cepat kenyang setelah mengkonsumsi makanan
(NANDA, 2006)
b. Data Objektif
1) Pembuluh kapiler rapuh
2) Diare
3) Kehilangan rambut berlebih
4) Bising usus hiperaktif
5) Kurangnya minat terhadap makanan
6) Membran mukosa pucat
7) Tonus otot buruk
8) Rongga mulut terluka
9) Kelemahan otot untuk menelan/mengunyah
(NANDA, 2006)
2. Pengkajian Ketidakseimbangan Nutrisi Lebih Dari Kebutuhan Tubuh
a. Data Subjektif
1) Pasien mengatakan asupan makanan dimalam hari meningkat
2) Pasien mengatakan berat badan meningkat
3) Pasien mengatakan kurang beraktivitas
4) Pasien mengatakan rasa lapar meningkat
(NANDA, 2006)
b. Data Objektif

1) Konsentrasi asupan makanan dimalam hari


2) Makan sambil melakukan aktivitas
3) Makanan sebagai respon terhadap pengaruh internal (marah dan depresi)
4) Tingkat aktivitas kurang gerak
(NANDA, 2006)
3. Riwayat keperawatan dan diet untuk mengidentifikasi penyebab gangguan nutrisi
meluputi:
a. Anggaran makan, makan kesukaan, waktu makan
b. Apakah ada diet yang dilakukan secara khusus
c. Apakan penurunan dan peningkatan berat badan, dan berapa lama periode
waktunya?
d. Apakah status fisik yang dapat meningkatan diet seperti luka bakar dan
demam?
e. Apakah toleransi makanan/minuman tertentu?
4. Faktor yang mempengaruhi diet
a. Status kesehatan
b. Kultur dan kepercayaan
c. Status sosial ekonomi
d. Faktor psikologis
e. Informasi yang salah tentang makanan dan cara berdiet
5. Pemeriksaan Fisik
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Keadaan fisik : apatis, lesu


Berat badan : obesitas, kurus.
Otot : flaksia, tonus kurang, tidak mampu bekerja
Sistem saraf : bingung, rasa terbakar, refleksi menurun
Fungsi gastrointestinal : anoreksia, konstipasi, diare, pembesaran liver
Kardiovaskuler : denyut nadi lebih dari 100x per menit, irama abnormal, tekanan

darah tinggi/rendah
g. Rambut : kusam, kering, pudar, kemerahan, tipis, pecah/patah-patah
h. Kulit : kering, pucat, iritasi, petekhie, lemak disubkutan tidak ada/berlebihan
i. Bibir : kering pecah-pecah, bengkak, lesi, stomatitis, membran mukosa pucat
j. Gusi : perdarahan, peradangan
k. Lidah : edema, hiperemasis
l. Gigi : karies, nyeri, kotor
m. Mata : konjungtiva pucat, kering, eksotalamus, tanda-tanda infeksi
n. Kuku : mudah patah.
6. Pengukuran Antopometri
a. Berat badan ideal (TB-100)-10%)
b. Lingkar lengan atas (MAC):
Nilai normal:

Wanita: 28,5cm
Pria: 28,3cm
7. Laboratorium
a) Albumin (N = 4 - 5,5 mg/100 ml)
b) Transferin (N = 170 25 mg/100 ml)
c) Hemoglobin (N = 12 mg%)
d) BUN (N = 10 20 mg/100 ml)
e) Ekskresi Kreatin untuk 24 jam (N = Laki-laki = 0,6 1,3 mg/100 ml, Wanita N =
0,5 1,0 mg/100 ml)
B. Diagnosa Keperawatan
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
kesulitan mengunyah dan menelan ditandai dengan :
a. Data Subjektif
1) Pasien mengatakan keram pada daerah abdomen
2) Pasien mengatakan nyeri pada daerah abdomen
3) Pasien menolak makan
4) Pasien mengatakan ketidakmampuan untuk mencerna makanan
5) Pasien mengatakan perubahan sensasi rasa
6) Pasien mengatakan merasa cepat kenyang setelah mengkonsumsi makanan
(NANDA, 2006)
b. Data Objektif
1) Pembuluh kapiler rapuh
2) Diare
3) Kehilangan rambut berlebih
4) Bising usus hiperaktif
5) Kurangnya minat terhadap makanan
6) Membran mukosa pucat
7) Tonus otot buruk
8) Rongga mulut terluka
9) Kelemahan otot untuk menelan/mengunyah
(NANDA, 2006)
2. Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan
yang berlebih terhadap kebutuhan metabolik ditandai dengan :
a. Data Subjektif
1) Pasien mengatakan asupan makanan dimalam hari meningkat

2) Pasien mengatakan berat badan meningkat


3) Pasien mengatakan kurang beraktivitas
4) Pasien mengatakan rasa lapar meningkat
(NANDA, 2006)
b. Data Objektif
1) Konsentrasi asupan makanan dimalam hari
2) Makan sambil melakukan aktivitas
3) Makanan sebagai respon terhadap pengaruh internal (marah dan depresi)
4) Tingkat aktivitas kurang gerak
(NANDA, 2006)
C. Perencanaan Keperawatan
1. Prioritas
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
kesulitan mengunyah dan menelan ditandai dengan :
1) Data Subjektif
a) Pasien mengatakan keram pada daerah abdomen
b) Pasien mengatakan nyeri pada daerah abdomen
c) Pasien menolak makan
d) Pasien mengatakan ketidakmampuan untuk mencerna makanan
e) Pasien mengatakan perubahan sensasi rasa
f) Pasien mengatakan merasa cepat kenyang setelah mengkonsumsi makanan
(NANDA, 2006)
2) Data Objektif
a) Pembuluh kapiler rapuh
b) Diare
c) Kehilangan rambut berlebih
d) Bising usus hiperaktif
e) Kurangnya minat terhadap makanan
f) Membran mukosa pucat
g) Tonus otot buruk
h) Rongga mulut terluka
i) Kelemahan otot untuk menelan/mengunyah
(NANDA, 2006)

b. Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan


asupan yang berlebih terhadap kebutuhan metabolik ditandai dengan :
1) Data Subjektif
a) Pasien mengatakan asupan makanan dimalam hari meningkat
b) Pasien mengatakan berat badan meningkat
c) Pasien mengatakan kurang beraktivitas
d) Pasien mengatakan rasa lapar meningkat
(NANDA, 2006)
2) Data Objektif
a) Konsentrasi asupan makanan dimalam hari
b) Makan sambil melakukan aktivitas
c) Makanan sebagai respon terhadap pengaruh internal (marah dan depresi)
d) Tingkat aktivitas kurang gerak
(NANDA, 2006)

2. Rencana Keperawatan
No
1.

Tujuan dan Kriteria

Diagnosa

Perencanaan
Hasil
Setelah dilakukan asuhan 1. Monitor perubahan

Ketidakseimbangan
nutrisi

kurang

kebutuhan

mengunyah kurang

dengan :

mengatakan

keram pada daerah


abdomen
2. Pasien mengatakan
nyeri pada daerah

makan
4. Pasien

masalah

dari
teratasi

kebutuhan
dengan

kriteria hasil :

Data Subjektif

abdomen
3. Pasien

jam

dengan ketidakseimbangan nutrisi

dan menelan ditandai dapat

1. Pasien

3x24

tubuh diharapkan

berhubungan
kesulitan

dari keperawatan

menolak
mengatakan
mencerna

yang

menyebabkan

makanan

1. Pilihan

intervensi

tergantung
penyebab masalah

kekurangan
kebutuhan

nutrisi

dan

status

kebutuhan gizi

Data Subjektif
2. Kaji status nutrisi
1. Pasien mengatakan tidak
secara
kontinyu
keram pada daerah
selama perawatan,
abdomen
perhatikan tingkat
2. Pasien mengatakan tidak
energy,
kondisi
ada nyeri pada daerah
kulit,
kuku,
abdomen
3. Pasien mau makan
rambut,
rongga
4. Pasien
mengatakan
mulut, anoreksia
mampu untuk mencerna

ketidakmampuan
untuk

factor

Rasional

3. Timbang

2. Memberikan
kesempatan

untuk

mengobservasi
penyompangan dan
yang normal

berat

badan setiap hari


Data Objektif

makanan
1. Pembuluh kapiler tidak
5. Pasien mengatakan
rapuh
perubahan
sensasi
2. BAB lancer
rasa
3. Rambut tidak rontok
6. Pasien mengatakan
4. Bising usus normal (8merasa
cepat
16 kali/menit)
kenyang
setelah
5. Nafsu makan
mengkonsumsi
meningkat
makanan
6. Membran mukosa

dan

bandingkan

berat badan saat


penerimaan

3. Membuat

data

dasar,

membantu

dalam

memantau

keefektivan

aturan

terapeutik

dan

menyadarkan
perawat

terhadap

ketidaktepatan
dalam

penurunan

berat badan

Data Objektif

normal (merah muda)

1. Pembuluh kapiler
rapuh

7. Kemampuan otot untuk


menelan/mengunyah

4. Berikan
pendidikan tentang
cara

diet,

2. Diare

kebutuhan

3. Kehilangan rambut

tindakan

berlebih

kalori,

4. Meningkatkan
pengetahuan

agar

pasien

lebih

kooperatif

keperawatan yang

4. Bising usus

berhubungan

hiperaktif

dengan nutrisi

5. Kurangnya minat

5. Kolaborasikan

terhadap makanan

dengan

6. Membran mukosa
pucat
7. Tonus otot buruk

dokter

dalam

pemberian

obat

antiemetic

dan diet

5. Untuk
menghilangkan
mual muntah pasien

8. Rongga mulut

dan

terluka

kebutuhan

9. Kelemahan otot

menjaga
nutrisi

pasien

untuk
menelan/mengunyah

2.

Ketidakseimbangan
nutrisi

lebih

kebutuhan

Setelah dilakukan asuhan 1. Lakukan


dari keperawatan

3x24

tubuh diharapkan

berhubungan

jam

masalah

dengan ketidakseimbangan nutrisi

asupan yang berlebih lebih dari kebutuhan dapat


terhadap

kebutuhan teratasi

metabolik

ditandai hasil :

dengan

kriteria

dengan :
Data Subjektif

Data Subjektif
1. Pasien

mengatakan

asupan

makanan

1. Pasien

mengatakan

asupan

makanan

1. Informasi

pengkajian pasien
2. Buat
program
latihan

untuk

olahraga
3. Berikan

untuk perencanaan
awal
2. Meningkatkan
kebutuhan energi
3. Memberikan

pengetahuan

informasi

kesehatan tentang

mengurangi

program diet yang

komplikasi

benar, akibat yang


timbul

dasar

akibat

dan

dimalam

hari

dimalam tidak terlalu

kelebihan

berat

meningkat
sering.
badan
2. Pasien mengatakan 2. Pasien mengatakan berat 4. Kolaborasi dengan
berat

badan

meningkat
3. Pasien mengatakan

badan meningkat
3. Pasien
mengatakan
sering beraktivitas

ahli
tepat.

diet

yang

4. Menentukan
makanan
sesuai.

kurang beraktivitas
Data Objektif
4. Pasien mengatakan
1. Konsentrasi asupan
rasa lapar meningkat
makanan dimalam hari
Data Objektif
sedikit.
1. Konsentrasi asupan
2. Tidak Makan sambil
makanan dimalam
melakukan aktivitas
hari
3. Makan tidak sebagai
2. Makan sambil
respon terhadap
melakukan aktivitas
pengaruh internal
3. Makanan sebagai
(marah dan depresi)
respon terhadap
4. Tingkat aktivitas sering
pengaruh internal
gerak
(marah dan depresi)
4. Tingkat aktivitas
kurang gerak

D. Pelaksanaan Keperawatan
Implementasi keperawatan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat
untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang
baik yang menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan (Gordon, 1994, dalam Potter &
Perry, 1997). Ukuran intervensi keperawatan yang diberikan kepada klien terkait dengan
dukungan, pengobatan, tindakan untuk memperbaiki kondisi, pendidikan untuk klienkeluarga, atau tindakan untuk mencegah masalah kesehatan yang muncul dikemudian hari.

yang

Untuk kesuksesan pelaksanaan implementasi keperawatan agar sesuai dengan rencana


keperawatan, perawat harus mempunyai kemampuan kognitif (intelektual), kemampuan
dalam hubungan interpersonal, dan keterampilan dalam melakukan tindakan.
Proses pelaksanaan implementasi harus berpusat kepada kebutuhan klien, faktor-faktor
lain yang mempengaruhi kebutuhan keperawatan, strategi implementasi keperawatan, dan
kegiatan komunikasi. (Kozier et al., 1995).
E. Evaluasi
Evaluasi terhadap masalah gangguan pemenuhan nutrisi antara lain :
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Data Subjektif
1)
2)
3)
4)

Pasien mengatakan tidak keram pada daerah abdomen


Pasien mengatakan tidak ada nyeri pada daerah abdomen
Pasien mau makan
Pasien mengatakan mampu untuk mencerna makanan

Data Objektif
1) Pembuluh kapiler tidak rapuh
2) BAB lancer
3) Rambut tidak rontok
4) Bising usus normal (8-16 kali/menit)
5) Nafsu makan meningkat
6) Membran mukosa normal (merah muda)
7) Kemampuan otot untuk menelan/mengunyah
b. Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh
Data Subjektif
1) Pasien mengatakan asupan makanan dimalam tidak terlalu sering.
2) Pasien mengatakan berat badan meningkat
3) Pasien mengatakan sering beraktivitas
Data Objektif
1) Konsentrasi asupan makanan dimalam hari sedikit.
2) Tidak Makan sambil melakukan aktivitas
3) Makan tidak sebagai respon terhadap pengaruh internal (marah dan depresi)
4) Tingkat aktivitas sering gerak

WOC

AKTIVITAS

STATUS KESEHATAN

GAYA HIDUP

PJK ANOREKSIA

ALKOHOL EKONOMI

AKTIF PASIF

METABOLISME

PEMBAKARAN LEMAK

BB MENINGKAT

PENIMBUNAN LEMAK

Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh

METABOLISME

PEMBAKARAN LEMAK

BB

Ketidakseimbangan nutrisi
lebih dari kebutuhan tubuh

DAFTAR PUSTAKA
Wilkinson , Judith M dan Nancy R.Aherm.2014.Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 9.
Diagnosa NANDA,Intervensi NIC, Kriteria Hasil NOC.Jakarta : EGC
Herlman, T. Heather.2012. NANDA International Diagnosis Keperawatan : Definisi dan
Klasifikasi 2012-2014. Jakarta : EGC
Mubarak, Wahit Iqbal dan Nurul Chayatin.2008.Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia: Teori
dan aplikasi dalam Praktik.Jakarta : EGC
Carpenito, Lynda Juall. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Edisi 8. Definisi dan
Klasifikasi. Jakarta : EGC

TINJAUAN KASUS
1. Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada tanggal 05 Desember 2015 pukul 10.20 wita di ruang mawar
RSUD Gianyar. Data yang diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi,
pemeriksaan fisik, dan catatan penunjang pasien.
a. Pengumpulan Data
1. Identitas
Pasien
Nama
:
SN
Umur
:
60 Tahun
Jenis kelamin
:
Laki laki
Status Perkawinan
:
Sudah Kawin
Suku Bangsa
:
Indonesia
Agama
:
Hindu
Pendidikan
:
SMP
Alamat
:
Gianyar
Pekerjaan
:
Petani
Tanggal MRS
:
04-12-2015

Penanggung
ZK
30 tahun
Perempuan
Sudah Kawin
Indonesia
Hindu
SMA
Gianyar
Wiraswasta
-

2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama masuk rumah sakit
Pasien datang ke rumah sakit tanggal 04 Desember 2015, pasien panas
sejak 2 hari dan merasa mual, nafsu makan menurun.
b. Keluhan sejak pengkajian
Pasien mengeluh mual dan nafsu makan menurun.
c. Riwayat penyakit sekarang
Pasien mengeluh mengalami mual-mual, muntah, dan nafsu makan
menurun sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit (02 Desember 2015).
Pasien tidak dapat diajak berobat ke tempat pelayanan kesehatan seperti ke
dokter, klinik, puskesmas, rumah sakit. Tanggal 04 Desember 2015 pukul
09.00 wita pasien mengeluh perutnya sakit , akhirnya oleh keluarga pasien
diajak berobat kerumah sakit Gianyar tanggal 04 Desember 2015 pukul
09.00 wita diterima di IRD untuk menjalani pengobatan. Di IRD pasien
diberikan terapi Cefotaxim 3 x 500 mg dan terapi cairan IVFD RL 20
tts/menit, selanjutnya oleh dokter, pasien dianjurkan untuk menjalani rawat
inap dan diterima di ruang mawar kamar 4. Di ruang mawar pasien
diberikan terapi cairan infuse IVFD RL 20 tts/menit Cefotaxim 3 x 500 mg
dan disuruh diet bubur saring. Saat pengkajian pasien mengeluh badannya
panas dan mual-mual. DIAGNOSA MEDIS=DHF

d. Riwayat penyakit keluarga


Keluarga pasien mengatakan di keluarganya tidak ada yang memiliki
penyakit yang sama dengan pasien.
3. Pola kebiasaan pasien
1. Bernapas
Sebelum sakit, pasien mengatakan tidak mengalami gangguan dalam bernapas,
baik menarik maupun mengeluarkan napas. Saat pengkajian pasien juga tidak
mengalami gangguan.
2. Makan dan Minum
a. Makan
Sebelum pengkajian, pasien biasa makan 3x sehari dengan menu nasi, lauk,
sayur, dan buah. Saat pengkajian pasien tidak mau makan dan mengeluh
mual.
b. Minum
Sebelum sakit pasien bisa minum 3-4 gelas perhari dengan volume 1500 cc
perhari. Pada saat pengkajian pasien hanya minum air putih 2-4 gelas
perhari.
3. Eliminasi
a. BAB
Sebelum pengkajian dan saat pengkajian keluarga pasien mengatakan
mengalami gangguan. BAB lembek, berlendir, bau khas feses.
b. BAK
Sebelum pengkajian dan saat pengkajian keluarga pasien mengatakan
minum 2-4 gelas perhari dan kencingnya 5-7 kali sehari. Saat BAK tidak
merasakan nyeri dan warna kencingnya bening kekuningan , bau khas urin .
4. Gerak dan Aktivitas
a. Kemampuan ADL
Sebelum pengkajian pasien mengatakan sebelum sakit pasien biasa
melakukan kegiatan sehari-harinya dengan sendiri. Saat pengkajian pasien
dibantu oleh keluarganya untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
5. Istirahat Tidur
Sebelum pengkajian dan saat pengkajian pasien mengatakan tidak mengalami
gangguan tidur pada malam hari, pasien tidur 7-8 jam.
6. Kebersihan Diri
Sebelum pengkajian pasien mengatakan mandi 2x sehari dan saat pengkajian
pasien hanya di lap saja.

7. Pengaturan Suhu Tubuh


Sebelum dan saat pengkajian pasien mengatakan tidak ada perasaan panas atau
dingin pada tubuhnya, paisen tidak tampak berkeringat.
8. Psikologis
a. Rasa Aman
Sebelum dan saat pengkajian pasien mengatakan cemas terhadap kondisinya
dan pasien tampak gelisah
b. Rasa Nyaman
Sebelum pengkajian pasien mengatakan nyaman dengan keadaannya. Saat
pengkajian pasien mengatakan sedikit susah bergerak karena memakai
selang infuse pada tangan kanan yang mengakibatkan pasien agak
terganggu.
9. Sosial
a. Data Sosial
Sebelum pengkajian data dan saat pengkajian keluarga pasien mengatakan
hubungan pasien dengan keluarga dan tetangga baik, kondisi lingkungan
rumah juga baik , kemampuan ekonomi keluarga sedang.
b. Prestasi dan Produktifitas
Sebelum dan saat pengkajian keluarga pasien mengatakan pasien tidak
memiliki prestasi. Keluarga pasien juga mengatakan bahwa tidak ada
pengaruh pekerjaan terhadap penyakit yang di derita pasien.
c. Belajar
Sebelum pengkajian keluarga pasien mengatakan kurang mengerti dengan
penyakit yang di derita begitu juga pasien .
d. Reaksi
Sebelum pengkajian keluarga pasien mengatakan bila ada waktu luang
pasien bisa menghabiskan waktu dengan keluarga dan saat pengkajian
pasien hanya ditemani oleh anaknya saja.
10. Spiritual
Sebelum pengkajian pasien mengatakan biasa sembahyang 2x sehari di tempat
suci yang ada dirumahnya, pasien juga mengatakan dia beragama hindu. Setelah
pengkajian pasien mengatakan hanya bisa sembahyang 1x sehari.
4. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum Pasien
1. Penilaian kualitatif
Penilaian kuantitatif
2. Bangun tubuh

: CM (compos metis)
: GCS : E4 M6 V5
: sedang

3. Postur tubuh
: tegak
4. Ukuran
- BB sebelum pengkajian
: tidak dapat diobservasi
- BB saat pengkajian
: tidak dapat diobservasi
- TB
: tidak dapat diobservasi
Karena setelah pasien sakit tidak pernah mengukur tinggi dan berat badan.
5. Gejala Kardinal
- Tekanan darah:130/80 mmHg
- Suhu
: 36oc
- Nadi
: 80x/menit
- Respirasi
:20x/menit
6. Warna kulit
: sawo matang
Turgor kulit
: elastis
b. Keadaan fisik
1. Kepala :bentuk simetris, rambut halus, warna rambut hitam, kulit kepala
kurang bersih, dan bentuk tenggorokan simetris.
2. Mata
: tidak ada edema pada kelopak mata, pergerakan bola mata baik,
konjungtiva baik (merah muda, pupil isokor).
3. Hidung : bentuk simetris, tidak ada secret , hidung bersih, tidak terdapat
darah, tidak ada luka.
4. Telinga : bentuk simetris, tidak terdapat serumen pada kedua telinga , tidak
terdapat darah, telinga bersih.
5. Mulut : mukosa bibir kering, tidak ada pendarahan pada guzi, tidak ada
karies gigi, gigi tidak lengkap, gigi kotor, lidah kotor, dan tonsil tidak
membesar.
6. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan limfe normal, tidak ada
bendungan vena jugularis.
7. Thorak : bentuk dada simetris, tidak ada retraksi otot pada dada, gerakan
dada bebas, tidak ada nyeri tekan pada dada, suara jantung S1. S2 tunggal
regular, suara paru sonor, suara napas di seluruh lapang paru.
8. Abdomen
: bentuk abdomen simetris, tidak ada benjolan, luka, bekas
jahitan. Ada sedikit striae pada abdomen, peristaltic usus 20x/menit, saat
perkusi suara timpani, terdapat nyeri tekan pada kuadran atas abdomen.
9. Ekstremitas
: sebelum pengkajian pasien masih terpengaruhi anastesi
dan di lengan kanan terpasang infuse dan tidak ada edema, tidak ada
sianosis pada ujung kuku, kekuatan otot
555

555

555

10. Genetalia

555

: kebersihan kurang, tidak ada darah dan luka.

Data penunjang:
Parameter
WBC
NEU
CYM
MONO
EOS
BASO
RBC
HGB
HCT
MCV
MCH
MCHC
RDW
PCT
MPV
PLT
PDW

Hasil
4.59 k/UC
1.47-32.0 %N
1.68 36.6%C
107 23.3% M
28,1 6.13%E
0,92 2,01%B
4,59 10%/ui
13,0 q/dl
37,1%
86,8 Fc
30,9 Pa
35,0 q/dl
12,1 %
1,34 R/uc
8,80 FC
118
29,310 CCSN

Normal
4,60 . 10,2
200 . 600
20,0 . 4O,O
0,10 . 0,60
1,70 . 9,30
0,00 .0,16
3,80 . 6,50
11,5 . 18,0
37,0 .54,0
8,00 . 100
27,0 . 32,0
31,0 . 36,6
37,0 . 54,0
0,19 . 0,39
7,00 . 11,0
150 . 400
15,5 . 17,1

b. Analisa Data
Analisa data pada pasien SN
Dengan Gangguan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan
Di Ruang Mawar
RSUD Gianyar
Tanggal 04 06 Desember 2015

N
o
1.-

Data Subjektif
- Pasien mengeluh
mengalami mual-mual,
muntah, dan nafsu
makan menurun

Data Objektif
- Pasien Nampak lemas
- Pasien sering muntah 100 cc
-

Kesimpulan
Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari

kurang lebih
kebutuhan
Mukosa bibir kering
Paristatik 20 kali / menit
Tekanan darah : 130/80 mmHg
Suhu : 36o
Nadi : 80x/menit
Respirasi : 20x/menit

- Pasien tampak tegang


- Pasien tampak gelisah
- Pasien bertanya-tanya tentang
penyakitnya.
2. - Pasien mengatakan

Ansietas

cemas terhadap
penyakitnya

Rumusan Masalah
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
2. Ansietas
Analisa Masalah
P

: Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

: Menurunkan intake nutrisi dalam tubuh

: Pasien mengeluh mual dan muntah, pasien mengalami penurunan nafsu makan,

dan mukosa bibir kering.


Proses Terjadi :
Pasien mengalami mual dan muntah serta mengalami penurunan nafsu makan, sehingga
asupan makanan dan nutrisi yang terdapat didalam tubuh semakin berkurang apalagi

ditambah dengan tidak adanya nafsu makan. Apabila mual dan muntah terjadi secara
terus-menerus dan diimbangi dengan tidak adanya asupan nutrisi yang berupa makanan
maka dapat menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
Akibat nila tidak di tanggulangi :
Pasien dapat menderita kekurangan nutrisi secara berkelanjutan dan dapat mempengaruhi
aktivitas sehari-hari. Pasien dapat menderita malnutrisi dan berujung pada kematian
apabila tidak ditanggulangi.
P

: Ansietas

: Ancaman integritas biologis yang di rasa sekunder akibat penyakit.

: Pasien mengatakan takut dan cemas terhadap penyakitnya dan pasien tampak

tegang.
Proses Terjadi :
Pasien merasa cemas karena nafsu makan menurun akibat suhu badan menurun
Akibatnya bila tidak di tanggulangi :
Kecemasan yang berkepanjangan dan bisa mengakibatkan depresi sehingga bisa
menghambat proses penyembuhan.
2. Diagnosa Keperawatan
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
anoreksia di tandai dengan pasien, tidak nafsu makan, mual muntah, mukosa bibir
pucat
2. Ansietas berhubungan dengan ancaman interitas biologis yang di rasa sekunder akibat
penyakit, ditandai dengan pasien mengatakan takut dari cemas terhadap penyakitnya
dan pasien tampak tegang.
3. Perencanaan Keperawatan
1. Prioritas masalah keperawatan berdasarkan diagnosa yang mengancam jiwa
pasien
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

2. Rencana Keperawatan
Rencana Keperawatan pada Pasien SN
Dengan Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Di Ruang Mawar
RSUD Gianyar
Tanggal 04 - 06 Desember 2015

Hari/Tanggal/Jam
Diagnosa
Kamis,04 Desember Ketidakseimbangan
2015
Wita

pukul

09.00 nutrisi

kurang

kebutuhan

dengan
nafsu

dari asuhan
tubuh selama

berhubungan
anoreksia

Rencana Tujuan
Rencana Tindakan
Setelah
diberikan 1. Observasi
nutrisi/makanan

2x24

diperlukan/dihabiskan

dengan diharapkan
di

pasien,
makan,

tandai nutrisi

jam

gangguan

kurang

tidak kebutuhan

dari

yang

pasien
2. Observasi TTV

2. Mengetahui

keadaan

umum pasien

teratasi
3. Dapat
3. Beri

1. Pasien
mengatakan
nafsu

nutrisi/makanan yang telah


masuk/diperlukan pasien

mual dengan criteria hasil :

muntah, mukosa bibir


pucat

keperawatan

Rasional
1. Untuk mengetahui jumlah

makan

makanan

makanan

yang

merangsang

nafsu

memicu

dan

merangsang nafsu makan

makan seperti keju.


4. Kualitas makanan pasien
meningkat.
4. Beri makanan yang
2. Mukosa
bibir
lebih banyak

lembab.
3. Pasien

lembek dan tidak berisi


tidak

banyak serat
nyeri abdomen 5. Latihan pasien untuk

lagi
4. Pasien

5. Memenuhi

kebutuhan

nutrisi pasien yang kurang

menghabiskan

makanannya
6. Menurunkan kualitas mual
mengatakan
6. Anjurkan pasien untuk
dan muntah
tidak lemah lagi.
makan dalam porsi
kecil tapi sering.
7. Kebutuhan
vitamin
7. Anjurkan pasien untuk
terpenuhi
makan buah buahan.
8. Agar pasien mengetahui
8. Jelaskan kepada pasien
apa yang perawat lakukan
setiap tindakan yang
untuk
memenuhi
diberikan
keseimbangan
nutrisi
9. Memberikan

pasien

minum air hangat 7-8


gelas/hari
10. Memberikan
tentang

pasien yang bersangkutan


9. Untuk memenuhi asupan
nutrisi cairan pasien

edukasi 10. Agar pasien mengetahui


pentingnya

pentingnya

menjaga

menjaga keseimbangan

keseimbangan

nutrisi didalam tubuh

dalam tubuh beserta cara


untuk

11. Delegatif

pemberian

suplemen makanan.

nutrisi
menjaga

keseimbangan nutrisi
11. Menambah
kebutuhan

12. Delegatif

pemberian

ranitidine 2 ml

vitamin atau nutrisi dalam


tubuh
12. Untuk mengurangi mual

4. Pelaksanaan
Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Pada Pasien SN
Dengan Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Di Ruang Mawar
RSUD Gianyar
Tanggal 04 06 Desember 2015

Hari/Tanggal/Jam
Kamis

04

Desember

2015 pukul 09.00 Wita

Diagnosa
I

Pelaksanaan

Evaluasi

Paraf

Menganjurkan pasien makan sedikit Pasien mengatakan mau


- demi sedikit

makan

dan

menghabiskan makanan

porsi

disediakan

menu

yang

09.00 Wita

Mengobservasi TTV

S :36,50C
N :80X/Menit
R : 20X/menit
TD : 130/80 mmHg

11.15 Wita

Memberi air 7-8 gelas / hari

Pasien mau minum air


hangat yang di anjurkan

12.00 Wita

Delegatif pemberian obat ranitidin 2 Obat telah di berikan


ml

reaksi alergi (-)

13.00 Wita

Menganjurkan pasien untuk makan Pasien kooperatif


buah-buahan

16.00 Wita

Memberikan

makanan

yang Nafsu

makan

pasien

merangsang nafsu makan seperti meningkat


keju

18.00 Wita

Mengobservasi
pasien

intake

makanan Pasien

dapat

menghabiskan porsi
yang

disediakan

pisang

dan

22.00 Wita

Delegatif dalam pemberian obat Obat

sudah

masuk

mual (ranitidine) 2 ml diberikan melalui IV perset, tidak


melalui vena

Jumat 05 desember 2015

Mengobservasi

06.00 Wita

pasien

ada reaksi alergi

keadaan

umum Pasien

mengatakan

masih lemas tapi mukosa


bibir lembab

07.00 Wita

Menganjurkan pasien untuk makan

Pasien mau makan

08.00 Wita

Mengobservasi

intake

pasien

makanan Pasien mau makan


porsi + 1/2pisang sedikit
mual, muntah tidak ada

10.00 Wita

Mengobservasi TTV

S : 37,5C
N : 68 kali/menit
R : 20 kali/menit
TD : 130/80 mm/Hg

12.00 Wita

Menganjurkan pasien untuk makan Pasien koperatif


buah buahan

13.30 Wita

Mengobserfasi intake makan pasien

Pasien

mampu

menghabiskan porsi
yang di sediakan + roti

Sabtu,

06

Desember

Mengobservasi TTV

S : 36,2C

2015

N : 78 kali/ menit

06.00 Wita

R : 22 kali/ menit
TB : 110/80 m/Hg

07.30 Wita

Mengobservasi
pasien

intake

makanan Pasien

mampu

menghabiskan
makanan
sediakan

1 porsi

yang

di

08.00 Wita

Mengobservasi
pasien

keadaan

umum Pasien
lebih
lemas

sudah
baik

dan

tampak
tidak

5. Evaluasi
Evaluasi Keperawatan pada Pasien SN
Dengan Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Diruang Mawar
RSUD Gianyar
Tanggal 05-06 Desember 2015

No
1

Hari / tanggal / jam


Jumat, 05 Desember 2015

Dx
Ketidak seimbangan

Evaluasi
S : Pasien mengatakan mau

09.00

nutrisi kurang dari

makan dan menghabiskan

kebutuhan tubuh

makanan porsi menu yang

berhubungan dengan

disediakan, pasien mengatakan

anoreksia

mau minum air hangat yang


dianjurkan, nafsu makan pasien
meningkat, pasien mengatakan
masih lemah

O:

Paraf

S :36,50C
N :80X/Menit
R : 20X/menit
TD : 130/80 mmHg
Nafsu makan pasien meningkat
A : Tujuan no 1 dan 2 tercapai,
tujuan no 3 dan 4 belum
tercapai, masalah belum teratasi
P : Pertahankan kondisi pasien,
lanjutkan intervensi

No
1

Hari / tanggal / jam


Sabtu, 06 Desember 2015

Dx
Ketidak seimbangan

Evaluasi
S : Pasien mengatakan nafsu

09.00

nutrisi kurang dari

makan meningkat, tidak lemas

kebutuhan tubuh

lagi, pasien mengatakan dapat

berhubungan dengan

mengkonsumsi buah-buahan

anoreksia

yang dianjurkan, tidak mual dan


muntah lagi
O:
S : 36,2C

Paraf

N : 78 kali/ menit
R : 22 kali/ menit
TD : 110/80 m/Hg
Pasien mampu menghabiskan 1
porsi

makanan

yang

telah

disediakan
A : Tujuan no 1, 2, 3, dan 4
tercapai, masalah teratasi
P : Pertahankan kondisi pasien,
hentikan intervensi

PENUTUP
1. Kesimpulan
Nutrisi adalah

aktivitas

dalam

mengambil

mengasimilasi,

dan

menggunakan nutrient untuk tujuan pemeliharaan , perbaikan jaringan dan


produksi energi. (NANDA, 2006).
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan adalah suatu keadaan
ketika individu tidak puasa mengalami atau beresiko mengalami penurunan berat
badan yang berhubungan dengan asupan yang tidak adekuat atau metabolism
nutrient yang tidak adekuat untuk kebutuhan metabolic ( Lynda Juall Carpenito ,
2006).
Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan adalah keadaan ketika
seorang individu mengalami atau beresiko mengalami penambahan berat badan
yang berhubungan dengan asupan yang melebihi kebutuhan metabolic. ( Lynda
Juall Carpenito, 2006)
Secara umum, gangguan kebutuhan nutrisi terdiri atas kekeurangan dan
kelebihan nutrisi, obesitas, malnutrisi, Diabetes Melitus, Hipertensi, Jantung
Koroner, Kanker, Anoreksia Nervosa.
2. Saran
Kebutuhan nutrisi dalam tubuh setiap individu sangat penting untuk di
upayakan.Upaya untuk melakukan peningkatan kebutuhan nutrisi dapat dilakukan
dengan cara makan-makanan gizi seimbang dengan diimbangi dengan hidup bersih
untuk setiap individu. Hal tersebut harus dilakukan setiap hari karena tanpa setiap
hari tubuh manusia bisa terserang penyakit akibat imun tubuh yang menurun.

LAPORAN PENDAHULUAN dan ASUHAN


KEPERAWATAN

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA


NUTRISI

Oleh
Kelompok 3
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bali
2015/2016

Nama Kelompok :

Ni Luh Wayan Diah Sanjiwani

14C11261

Ni Putu Dian Ari Dewi

14C11262

Ni Kadek Diana Rasi

14C11263

I Putu Diantara

14C11264

I Putu Dika Pramana Putra

14C11265

Putu Dwi Jayanti

14C11266

Ni Kadek Dwi Pradnyani

14C11267

Ni Made Egar Sastari

14C11268

Putu Eka Rahayuni

14C11269

Ni Putu Elga Kurniasari

14C11270