Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Yoghurt atau yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yoghurt dapat
dibuat dari susu apa saja, termasuk susu kacang kedelai. Tetapi produksi modern saat ini
didominasi susu sapi. Yoghurt yang telah dipasteurisasi memiliki rentang hidup yang panjang
dan tidak membutuhkan kulkas.Yoghurt kaya akan protein, beberapa vitamin B, dan mineral
yang penting. Yoghurt memiliki lemak sebanyak susu darimana ia dibuat. Mikroorganisme
yang berperan dalam pembuatan yoghurt adalah Streptococcus salivarius subsp. thermophilus
dan Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus yang merupakan bakteri asam laktat. Kedua
bakteri ini merupakan jenis bakteri gram positif, berkatalis negatif, dan anaerob. Tetapi
bentuk kedua bakteri ini adalah batang dan kokus. Suhu optimun pertumbuhan kedua jenis
bakteri ini adalah 400-450 . Yoghurt kaya akan protein, beberapa vitamin B, dan mineral yang
penting. Yoghurt memiliki lemak sebanyak susu darimana ia dibuat.Karena struktur laktosa
yoghurt dirusak, maka yoghurt bisa dikonsumsi orang yang alergi terhadap susu.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan yoghrut ?
2. Bagaimana peran bakteri Streptococcus salivarius subsp. thermophilus dan Lactobacillus
delbrueckii subsp. bulgaricus dalam pembuatan yoghrut ?
3. Apa saja kandungan gizi dalam yoghurt ?
4. Sebutkan macam-macam yoghurt ?
5. Bagaimana cara pembuatan yoghurt ?
6. Apa saja manfaat dari minuman yoghurt ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan yoghurt ?
2. Untuk mengetahui peran bakteri Streptococcus salivarius subsp. thermophilus dan
Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus dalam proses pembuatan yoghurt
3. Untuk mengetahui kandungan gizi dalam yoghurt
4. untuk mengetahui macam-macam yoghurt
5. Untuk mengetahui cara pembuatan yoghurt
6. Untuk mengetahui manfaat yoghurt

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Yoghurt
Yoghurt atau dalam bahasa Turki disebut jogurt atau yogurut, yang berarti susu asam.
Pengertian Yoghurt adalah susu pasteurisasi yang difermentasikan dengan bakteri tertentu
(bakteri probiotik streptococcus dan bakteri probiotik lactobaccillus) sehingga menghasilkan
rasa asam dan aroma yang khas. Seiring dengan banyaknya penelitian tentang manfaat
yoghurt bagi kesehatan, maka berkembanglah resep-resep pembuatan yoghurt dan
aplikasinya dalam makanan atau pun minuman. Bagi sebagian orang yang menyukai rasa
asam, yoghurt dapat diminum langsung tanpa ditambah apa pun sudah terasa lezat. Namun,
bagi orang yang tidak menyukai rasa asam, yoghurt dapat dibuat variasinya sehingga terasa
lebih nikmat. Yoghurt atau yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri.
Yoghurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk susu kacang kedelai. Tetapi produksi
modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam
laktat, yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan bau yang
unik pada yoghurt. Yoghurt sering dijual apa adanya, bagaimanapun juga rasa buah, vanilla
atau coklat juga populer.Yoghurt dibuat dengan memasukkan bakteri spesifik ke dalam susu
di bawah temperatur yang dikontrol dan kondisi lingkungan, terutama dalam produksi
industri. Bakteri merombak gula susu alami dan melepaskan asam laktat sebagai produk sisa.
Keasaman meningkat menyebabkan protein susu untuk membuatnya padat. Keasaman
meningkat (pH=4-5) juga menghindari proliferasi bakteri patogen yang potensial.
Di Amerika Serikat, untuk dinamai yoghurt, produk harus berisi bakteri Streptococcus
salivarius subsp. thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus. Pada
kebanyakan negara, produk mungkin disebut yoghurt hanya jika bakteri hidup ada di produk
akhir. Produk yang telah dipasteurisasi, yang tidak punya bakteri hidup, disebut susu
fermentasi (minuman).Yoghurt yang telah dipasteurisasi memiliki rentang hidup yang
panjang dan tidak membutuhkan kulkas.Yoghurt kaya akan protein, beberapa vitamin B, dan
mineral yang penting. Yoghurt memiliki lemak sebanyak susu darimana ia dibuat. Karena
struktur laktosa yoghurt dirusak, maka yoghurt bisa dikonsumsi orang yang alergi terhadap
susu .
B. Peran Bakteri Streptococcus salivarius subsp. thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii
subsp. bulgaricus dalam Pembuatan Yoghrut :
1) Lactobacillus delbrueckii subsp.
bulgaricus adalah salah satu bakteri yang terlibat dalam pembuatan yoghurt. Bakteri ini
bahkan membedakan yoghurt dengan produk olahan susu jenis lain. Bakteri ini akan bekerja
sama dengan bakteri Lactobacillus bulgaricus dalam memfermentasi susu segar untuk
mengubahnya menjadi yoghurt. Bakteri Lactobacillus bulgaricus akan berperan dalam

pembentukan aroma yoghurt, sedangkan Streptoccus lactis berperan dalam pembentukan rasa
dari yoghurt.
2) Streptococcus salivarius subsp. thermophilus
Jenis bakteri streptococcus yang biasanya digunakan dalam makanan adalah Streptococcus
salivarius subsp. thermophilus. Bakteri ini berperan dalam pembuatan mentega, keju dan
yoghurt. Pada pembuatan yoghurt, bakteri Streptococcus salivarius subsp. thermophilus
bekerjasama dengan bakteri lactobacillus. Bakteri lactobacillus berperan dalam pembentukan
aroma yoghurt, sedangkan bakteri Streptococcus salivarius subsp. thermophilus berperan
dalam pembentukan rasa yoghurt.
Pada pembuatan mentega dan keju, bakteri Streptococcus lactis diperlukan untuk
menghasilkan asam laktat. Pada pembuatan keju, asam laktat dapat menghasilkan gumpalan
susu berbentuk seperti tahu. Gumpalan ini kemudian dipadatkan dan diberi garam. Garam
berfungsi untuk mempercepat proses pengeringan, penambah rasa dan pengawet. keju
diperam untuk dimatangkan selama sekitar 4 minggu. Selama proses pemeraman inilah,
citarasa dan tekstur dari keju terbentuk.
C. Kandungan Gizi Dalam Yoghurt
Yoghurt memang sangat baik untuk kesehatan. Susu asam hasil fermentasi bakteri
Streptococcus salivarius subsp. thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus
mempunyai segudang manfaat. Bakteri-bakteri ini mampu menguraikan gula susu (laktosa)
menjadi asam laktat. Asam laktat inilah yang menyebabkan yoghurt rasanya asam. Proses
fermentasi menyebabkan kadar laktosa dalam yoghurt berkurang, sehingga yoghurt aman
dikonsumsi oleh orang yang alergi susu dan lansia.
Menurut buku berjudul 'Rahasia Sehat dengan Jus Buah & Sayuran' karangan Budi Sutomo &
dr Gatot Ibrahim menjelaskan bila di pasaran tersedia dua jenis yoghurt, yaitu yoghurt tawar
(plain Yoghurt) yang kental dan bergumpal-gumpal serta yoghurt siap santap dengan tekstur
encer dan sudah ditambahkan gula dan rasa buah-buahan. Dari segi gizi, yoghurt tidak jauh
berbeda dengan susu. Tetapi, karena melalui proses fermentasi ada beberapa zat gizi yang
kandungannya lebih tinggi pada yoghurt seperti vitamin B1, vitamin B2, serta beberapa jenis
asam amino penyusun protein.
Setiap 100 g yoghurt mengandung 52 kkal, protein 3,3 g, lemak 2,5 g, karbohidrat 4,0 g,
kalsium 120 mg, fosfor 90 mg, zat besi 0,1 mg, retinol 22 mcg, dan thiamine 0,04 mg.
Kandungan kalsium dan fosfor sangat tinggi, sehingga baik untuk mencegah osteoporosis,
serta kanker usus. Di dalam lambung dan usus halus terdapat banyak jenis mikroflora, salah
satu yang dominan adalah bakteri asam laktat.
Bakteri dari yoghurt dapat hidup di dalam usus dan bersimbiosis dengan mikroflora lainnya.
Adanya bakteri yang menguntungkan dalam usus memberikan kondisi yang dapat mencegah
pertumbuhan mikroba patogen. Manfaatnya, berbagai penyakit akibat infeksi atau keracunan
mikroba dapat dihindari akibat terhambatnya pertumbuhan mikroba patogen. Bakteri yang
terdapat dalam susu fermentasi adalah bakteri probiotik yang dapat memproduksi asam laktat.
Asam laktat yang dihasilkannya ini mampu melakukan metabolisme kolesterol yang berasal
dari makanan menjadi bentuk sterol yang tidak dapat diserap oleh usus. Karenanya yoghurt
dapat menurunkan kolesterol. Manfaat lain dari yoghurt adalah mencegah hipertensi dan
penyakit jantung koroner. Yoghurt sudah lama dikenal sebagai minuman tradisional yang

menyehatkan. Salah satu manfaat yoghurt adalah untuk diet dan mencegah kanker saluran
pencernaan. Karena yoghurt mengandung bakteri "baik" seperti Streptococcus salivarius
subsp. thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus yang dapat memperbaiki
keseimbangan flora di saluran cerna.
D. Jenis-jenis Yoghurt
A. Berdasarkan tempat penemuan
1. Dahi yoghurt : berasal dari India Bulgarian yoghurt : menggunakan kultur strain dari
Bulgaria, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.
2. Greek yoghurt : dibuat dari susu yang telah dicampur dengan krim sehingga kandungan
lemaknya menjadi 10%. Bentuk lainnya bisa dalam bentuk standar (5%), rendah lemak atau
low fat (2 %), dan tanpa lemak atau non fat (0 %).
B. Berdasarkan metode pemasakan
1. Yoghurt pasteurisasi, yaitu yoghurt yang setelah masa inkubasi selesai dipasteurisasi untuk
mematikan bakteri dan memperpanjang umur simpannya.
2. Yoghurt beku, yaitu yoghurt yang disimpan pada suhu beku.
3. Dietetic yoghurt, yaitu yoghurt rendah kalori, rendah laktosa, atau yang ditambah vitamin
dan protein.
4. Yoghurt konsentrat, yaitu yoghurt dengan total padatan sekira 24%.
C. Berdasarkan kadar lemak
1. yoghurt berlemak penuh (kadar lemak lebih dari 3%),
2. yoghurt setengah berlemak (kadar lemak 0,5-3,0%),
3. yoghurt berlemak rendah (lemak kurang dari 0,5%).
Perbedaan kadar lemak tersebut berdasarkan jenis susu dan campuran bahan yang digunakan
dalam pembuatannya.
E. Cara pembuatan Yoghurt
A. Kebutuhan Bahan
Pembuatan yoghurt selain menggunakan bahan baku susu sapi masih diperlukan bahan
lainnya sebagai penunjang. Berikut ini uraian kebutuhan
bahan dan keterangan fungsinya.
1) Susu sapi yang digunakan haruslah bermutu baik terutama dari Segi mikrobiologinya.
2) Susu skim berfungsi sebagai pengental dan memperbaiki tekstur yoghurt.
3) Gula halus digunakan sebagai pemanis rasa.
4) Starter Lactobacillus bulgaricus dan streptococcus thermopillus dengan ukuran 3% dari
bahan.
5) Essence berfungsi sebagai penambah citarasa.
6) Pewarna digunakan untuk mempermanis penampakan.
B. Kebutuhan Alat
Peralatan yang harus disiapkan meliputi:
1) Panci stainlees steel untuk memasak dan mempasteurisasi susu.
2) Pengaduk kayu untuk mengaduk pada proses pemasakan.
3) Kompor gas untuk memasak susu.

4) Tabung gas untuk bahan bakar.


5) Thermometer digunakan untuk mengukur suhu susu pada waktu pendinginan.
6) Inkubator untuk menginkubasi susu menjadi yoghurt.
7) Gelas plastik dan cup sealer untuk mengemas yoghurt.
C. Pembuatan Yoghurt
1. Perebusan
Siapkan seliter susu dan tuang ke dalam panci, sambil memanaskan susu di atas api sedang,
aduk secukupnya. Begitu susu mulai mendidih, api dikecilkan. Biarkan susu mendidih sekitar
10 menit. Tambahkan 100 gram susu skim dan 100 gram gula halus dan aduk lagi.
2. Pendinginan
Selesai perebusan, susu dihomogenisasi dan didinginkan hingga suhu 45oC.
Pada saat pendinginan ini ditambahkan essence 7 mL dan pewarna.
3. Penginokulasian
Siapkan starter berupa biakan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermopillus
masing-masing 30 mL. Susu dengan suhu 45oC itu diinokulasikan dengan starter tersebut.
Pencampuran starter dengan susu harus merata dan dilakukan secara bersih agar tidak
tercemar oleh bakteri lain.
4. Pemeraman
Suhu yang baik untuk pertumbuhan biakan yoghurt adalah sekitar 45oC.
Calon yoghurt tersebut sebaiknya diinkubasi pada suhu 45oC. Selanjutnya Anda tinggal
menunggu 5 jam. Perhatikan apakah susu sudah menggumpal atau belum. Jika sudah susu
boleh diangkat. Setelah yoghurt menggumpal, ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama,
langsung memakannya dengan sendok. Kedua, mengaduk gumpalannya hingga pecah
menjadi cairan kental merata.
5. Pasteurisasi
Untuk memperpanjang umur simpan, yoghurt harus dipasteurisasi. Caranya adalah siapkan
dandang berisi air, panaskan air hingga suhu 70oC, masukkan yoghurt dan biarkan selama 15
menit. Yoghurt akan awet sampai 2 minggu.
Yoghurt yang belum akan dimakan harus disimpan ke dalam lemari pendingin agar tidak
bertambah asam dan rusak.
F. Manfaat Yoghurt
Ada beberapa pendapat mengenai manfaat dari mengkonsumsi yoghurt. Pada awal abad ke
20, Metchinkoff mengatakan bahwa mengkonsumsi yoghurt dapat memperpanjang usia.
Yoghurt dapat dikategorikan salah satu makanan yang multifungsional, yaitu makanan yang
berfungsi untuk mengatasi berbagai penyakit sehingga dapat mendongkrak kesehatan dan
kebugaran tubuh. Beberapa peneliti telah menunjukkan, mengkonsumsi yoghurt dapat
menurunkan kadar kolesterol darah. Yoghurt mengandung suatu factor yang dapat
menghambat sintesis kolesterol sehingga kolesterol menurun dan mencegah terjadinya
penyumbatan pembuluh darah(asterosklerosis) penyebab penyakit jantung koroner.
Selain itu, yoghurt juga bermanfaat untuk :

1) Meningkatkan pertumbuhan
Hasil penelitian dengan tikus percobaan menunjukkan bakteri yang hidup pada yoghurt
terutama Streptococcus thermophilus, memiliki kemampuan untuk meningkatkan
pertambahan berat badan tikus, yaitu dengan cara meningkatkan daya cerna dan absorpsi
pada saluran pencernaannya.
2) Mengatur saluran pencernaan
Asam laktat dari yoghurt dapat merangsang gerakan peristaltic hamper pada semua bagian
dalam saluran pencernaan. Rangsangan gerakan peristaltic tersebut dapat memelihara
kesehatan tubuh melalui peningkatan proses pencernaan, penyerapan, pembuangan feses, dan
pembuangan bakteri pathogen dari saluran pencernaan.
3) Antikanker Penelitian pada tikus menunjukkan, panggandaan sel-sel kanker pada tikus
yang diberi makan yoghurt lebih terhambat daripada tikus percobaan tanpa yoghurt. Bakteribakteri yang berperan dalam fermentasi susu dapat mengubah zat-zat prekarsinogenik yang
ada dalam saluran pencernaan sehingga dapat menghambat terjadinya kanker.
4) Penghambat pertumbuhan bakteri pathogen
Asam laktat dapat mengurangi atau membunuh bakteri pathogen (bakteri penyebab penyakit)
dan menekan produksi senyawa-senyawa berbahaya, seperti amin, fenol, skatol, dan H2S
yang diproduksi oleh bakteri pathogen. Bakteri penghasil asam laktat juga memproduksi
antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pathogen.
Oleh karena itu, yoghurt mempunyai nilai pengobatan terhadap lambung dan usus yang
terluka.
5) Memperbaiki gerakan perut
Suatu penelitian yang dilakukan pada sejumlah lansia menunjukkan, pemberian kultur
Streptococcus thermophilus dapat meningkatkan gerakan perut dari 4,8 kali dalam 10 hari
menjadi 5,7 kali. Gerakan perut ini diperlukan untuk memperlancar proses pengeluaran feses.
Pada saat yoghurt melalui saluran pencernaan terjadi peningkatan jumlah bakteri
bifidobacterium yang ikut berperan dalam menormalkan gerakan perut.
6) Anti diare
Yoghurt dapat mencegah aktivitas dan pertumbuhan berbagai bakteri pathogen penyebab
gastroenteritis pemicu penyakit diare. Lactobacillus bulgaricus salah satu bakteri yang
berperan dalam pembentukan yoghurt) dapat memproduksi bulgarican, yaitu anti mikroba
yang efektif untuk menghambat organism pathogen.
7) Yoghurt juga sering dimanfaatkan bagi orang yang ingin menurunkan berat badan dengan
syarat dikonsumsi tanpa pemanis.
8) Yoghurt bermanfaat terutama bagi penderita lactose intorelance
Minum susu fermentasi seperti yoghurt sangat dianjurkan bagi orang mengalami defisiensi
enzim. Bakteri asam laktat dapat memfermentasi laktosa yang ada dalam susu menjadi
glukosa dan galaktosa, serta merangsang sekresi enzim lactase di dalam saluran pencernaan.
9) Mudah di cerna
Yoghurt lebih mudah dicerna ketimbang susu. Adanya bakteri hidup dan aktif akan
memproduksi enzim laktase, enzim yang jumlahnya kurang pada anak dengan intoleransi
laktosa. Proses pengulturan juga akan memecah laktosa (gula susu) menjadi glukosa dan
galaktosa, sehingga lebih mudah diserap oleh anak dengan intoleransi laktosa.
10) Baik untuk kesehatanusus

Yoghurt mengandung bakteri baik seperti Lactobacteria, terutama acidophilus. Bakteri itu
meningkatkan bakteri baik pada kolon, Sehingga akan menurunkan risiko kanker kolon.
11) Membantu proses penyerapan nutrisi
Yoghurt meningkatkan penyerapan kalsium dan vitamin B. Adanya asam laktat pada yoghurt
akan membantu mencerna kalsium susu. Dengan begitu, kalsium akan lebih mudah diserap.
12) Meningkatkan kekebalan tubuh
Penelitian yang dilakukan terhadap 68 orang yang mengonsumsi yoghurt dua cangkir per hari
menunjukkan hasil yang cukup positif. Mereka ini mempunyai kadar interferon lebih tinggi.
Dalam kamus saku kedokteran Dorland, interferon adalah famili glikoprotein yang salah satu
pembentukannya dapat dirangsang oleh bakteri, berfungsi sebagai imunoregulator dan
mengeluarkan aktivitas antivirus. Penelitian lain yang dilakukan pada hewan menunjukkan
bahwa yoghurt mengandung faktor yang memiliki efek antitumor.
13) Membantu penyembuhan infeksi saluran cerna
Keberadaan virus dan gangguan saluran cerna akan membentuk luka pada lapisan usus,
terutama sel-sel yang memproduksi laktase. Walau hanya sementara, anak-anak bisa
mengalami intoleransi laktosa selama 1-2 bulan pasca infeksi saluran cerna. Karena
mengandung sedikit laktosa dan banyak enzim laktase, para dokter sering memanfaatkan
yoghurt untuk memulihkan kesehatan alat cerna. Penelitian menunjukkan, yoghurt
mempercepat penyembuhan diare pada anak.
14) Menurunkan infeksi jamur
Konsumsi satu gelas yoghurt setiap hari akan mengurangi pertumbuhan jamur pada vagina.
Hal ini akan menurunkan risiko terjadinya infeksi jamur pada vagina.
15) Kaya kalsium
Dalam satu gelas yoghurt rata-rata terkandung sekitar 450 mg kalsium. Mineral ini sangat
bermanfaat bagi kesehatan kolon. Orang yang diet tinggi kalsium seperti di negara
Skandinavia, mempunyai tingkat kejadian kanker kolorektal lebih rendah dibanding negara
lain.
16) Sumber protein.
Satu gelas yoghurt tawar mengandung 10-14 gram protein atau sekitar 20 persen dan
kebutuhan protein harian. Proses fermentasi membuat protein yang ada pada yoghurt lebih
mudah dicerna.
17) Menurunkan kadar kolesterol.
Para ahli memperkirakan, bakteri hidup yang ada pada yoghurt mampu berasimilasi dengan
kolesterol. Bisa juga karena yoghurt mengikat asam empedu, sehingga menimbulkan efek
menurunkan kolesterol.
18) Makanan penolong.
Keberadaan protein yang mudah dicerna serta asam laktat yang meningkatkan penyerapan
mineral, membuat yoghurt baik dikonsumsi oleh anak dengan gangguan penyerapan di
saluran cerna.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan dari pembahasan yang terdapat didalam makalah, dapat di tarik kesimpulan :
1. Yoghurt atau yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri.
2. Yoghurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk susu kacang kedelai.
3. Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan yoghurt adalah Streptococcus salivarius
subsp. thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus yang merupakan bakteri
asam laktat.
4. Yoghurt memiliki banyak kandungan gizi yang sangat baik untuk kesehatan seperti :
protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, lemak, retinol, thiamine, dll.
5. Jenis-jenis yoghurt dibedakan menjadi 3 :
1) Berdasarkan tempat penemuan
2) Berdasarkan metode pemasakan
3) Berdasarkan kadar lemak
6. Dalam pembuatan yoghurt terdapat beberapa tahap, yaitu :
1) Perebusan
2) Pendinginan
3) Penginokulasian
4) Pemeraman
5) Pasteurisasi
7. Yoghurt memiliki sejuta manfaat untuk baik untuk kesehatan tubuh.
B. Saran
Dalam proses pembuatan yoghurt sebaiknya menggunakan bahan baku yang bermutu baik
dan menggunakan alat-alat yang bersih dan sehat, agar hasil yang diperoleh akan lebih baik,
dan agar tidak mengurangi kandungan gizi yang terdapat dalam yoghurt, harus diperhatikan
juga aturan-aturan dalam cara pembuatannya.

DAFTAR PUSTAKA
Adnan, M., 1984. Kimia dan Teknologi Pengolahan Air Susu. Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Gadja Mada. Yogyakarta
Anonim. 2013. Yoghurt. From :
http://id.wikipedia.org/wiki/Yoghurt (diakses tanggal 20 desember 2016).
Anonim. 2013. Lactococcus_lactis. From :
http://id.wikipedia.org/wiki/Lactococcus_lactis (diakses tanggal 20 desember 2016)
Fardiaz, Srikandi. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Penerbit PT Gramedia Pustaka
Utama,Jakarta
Heneke. 2010. Kandungan Gizi Yoghurt Labih Tinggi dari Susu. Artikel
dalam Suara Media.
Purnomo, H. dan M. Padaga, 1993 Susu dan Produk Olahannya. Fakultas Peternakan
Universitas Brawijaya.
Rorooh, Marisa Trimega Elisabeth. 2012. Peran Mikroba Dalam Pembuatan Youghurt.
http://marisatrimega.blogspot.com/2012/06/peran-mikroba-dalam-pembuatan-yoghurt.html
(Di akses tanggal 20 desember 2016)