Anda di halaman 1dari 9

ABSTRAK

M. Arief Rahman Hakim 30.01.09.0206


Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga dengan Kejadian
Diare pada Balita di Puskesmas Sukarami Palembang Tahun 2013
Hasil Penelitian Prodi S1 Keperawatan 2013
Kata Kunci : PHBS, Diare, Balita
xv i+ 79 halaman + 11 lampiran + 11 tabel
Diare adalah defekasi encer lebih dari tiga kali sehari, dengan atau tanpa darah dan lendir dalam
feses. Secara klinis, diare dibedakan menjadi tiga macam sindrom yaitu : Diare akut
(gastroenteritis), disentri, dan diare persisten. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga dengan kejadian diare pada
balita di Puskesmas Sukarami Palembang Tahun 2013. Penelitian menggunakan metode survey
analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh
keluarga yang datang dengan membawa balita ke Puskesmas Sukarami Palembang. Pengambilan
sampel dilakukan secara non probability sampling dengan accidental sampling yang berjumlah
40 responden. Dari hasil penelitian didapatkan ASI eksklusif (52,5%) tidak ASI eksklusif
(47,5%), mencuci tangan dengan baik (67,5%) mencuci tangan kurang baik (32,5%), air bersih
(75%) air kurang bersih (25%), jamban sehat (75%) jamban kurang sehat (25%), diare (52,5%)
dan tidak diare (47,5%). Hasil uji statistik menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan
antara PHBS rumah tangga dalam memberi ASI eksklusif dengan kejadian diare dengan p value
= 1,000, tidak ada hubungan yang signifikan antara PHBS rumah tangga dalam mencuci tangan
dengan air bersih dan sabun dengan kejadian diare pada balita dengan p value = 0,314, tidak ada
hubungan yang signifikan antara PHBS rumah tangga dalam menggunakan air bersih dengan
kejadian diare pada balita dengan p value = 0,148, tidak ada hubungan yang signifikan antara
PHBS rumah tangga dalam menggunakan jamban sehat dengan kejadian diare pada balita
dengan p value = 0,473. Saran bagi pihak Puskesmas Sukarami Palembang diharapkan
Puskesmas Sukarami memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyebab, tanda gejala,
dan pencegahan diare.
Daftar Pustaka

: 22 (2009-2013)

ABSTRACT
M. Arief Rahman Hakim 30.01.09.0206
The Relationship between clean and healthy lifestyle behavior in the household and the
insidence of Diarrhea in children under five years old at Puskesmas Sukarami Palembang
in 2013
Undergraduate nursing research 2013
Keywords: behavior, Diarrhea, children under five years old
xvi + 79 pages + 11 tables + 11 attachment
Diarrhea is the passage of 3 or more loose or liquid stools per day with or without blood and
mucus in the stool. Clinically, diarrhea can be divided into three of syndrome, namely: Acute
diarrhea (gastroenteritis), dysentery, and persistent diarrhea. The study aimed to determine the
relationship between clean and healthy behaviors in households and the incidence of diarrhea in
children under five years old at Puskesmas Sukarami Palembang in 2013. The method used
analytical survey with cross-sectional approach. The study population included all families who
come with children under five years to puskesmas Sukarami Palembang. Sampling was done by
non-probability sampling with accidental sampling, total samples 40 respondents. The test results
showed there was no significant relationship between household PHBs in exclusively breastfeeding with diarrhea with p value = 1.000, there was no significant relationship between PHBs
in the household wash hands with soap and clean water with the incidence of diarrhea in infants
with p value = 0.314, there was no significant relationship between clean and healthy behaviors
in households and the incidence of diarrhea in children under five years old with p value = 0.148,
there was no significant relationship between clean and healthy behaviors in households and the
incidence of diarrhea in children under five years old with p value = 0.473. the advice for the
Puskesmas Sukarami Palembang to give information of the public about the causes, signs
symptoms, and prevention of diarrhea.
Bibliography: 22 (2009-2013)

BAB IV
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan survei
analitik melalui pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari
dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi
atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) (Notoadmodjo,
2012).
Peneliti membahas perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga dalam
memberi ASI eksklusif, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan air
bersih, dan menggunakan jamban sehat sebagai variabel independen dan kejadian diare
sebagai variabel dependen.

B. Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian dilakukan di Puskesmas Sukarami Palembang. Pengumpulan data yang
telah dilakukan melalui pengisian kuesioner pada tanggal 12 Juni 2013 22 juni 2013.

C. Populasi dan Sampel


1. Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2010). Populasi penelitian ini
adalah keluarga yang datang dengan membawa balita ke Puskesmas Sukarami Palembang pada

saat penelitian. Perkiraan besar populasi keluarga yang membawa balita ke puskesmas 4 bulan
terakhir pada tahun 2013 adalah sebanyak 740 orang, rata-rata perbulan adalah 185 orang.
2. Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2010). Pengambilan
sampel dalam peneltian ini dilakukan dengan metode non random (non probability) sampling
yaitu pengambilan sampel yang tidak didasarkan atas kemungkinan yang dapat diperhitungkan,
dengan menggunakan teknik accidental sampling yaitu pengambilan sampel secara accidental
ini dilakukan dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu
tempat sesuai dengan konteks penelitian (Notoatmodjo, 2012). Jumlah sampel dalam penelitian
ini berjumlah 40 responden.
Dengan kriteria inklusi responden :
a. Keluarga yang bersedia untuk menjadi responden.
b. Keluarga yang membawa balita ke Puskesmas Sukarami Palembang.

D. Teknik Pengumpulan Data


1. Sumber
a. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden
dengan menggunakan kuesioner untuk variabel perilaku hidup bersih dan sehat
rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Sukarami Palembang
tahun 2013.
b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data-data yang diperoleh dari Profil DINKES Kota
Palembang, Puskesmas Sukarami Palembang, dari buku ajar keperawatan anak, data
tertulis dari media cetak maupun elektronik.

E. Alat Pengumpul Data


Pengumpulan data merupakan kegiatan penelitian untuk mengumpulkan data.
Sebelum melakukan pengumpulan data, perlu dilihat alat ukur pengumpulan data agar dapat
memperkuat hasil penelitian (Hidayat, Aziz Alimul, 2009).
Alat ukur pengumpulan data tersebut antara lain dapat berupa sebagai berikut :
1. Kuesioner
Kuesioner merupakan alat ukur berupa angket atau kuesioner dengan beberapa
pertanyaan. Pembuatan kuesioner ini dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan teori dan
mengacu kepada permasalahan yang akan diteliti dengan menggunakan skala Guttman.
Skala Guttman ini pada umumnya dibuat seperti checklist dengan interpretasi penilaian,
apabila skor benar nilainya 1 dan apabila salah nilainya 0 (Hidayat, 2009).
a. Pada variabel dependen kejadian diare dalam 6 bulan terakhir, hasil ukur yang
digunakan adalah diare jika nilai jawaban 1 dan tidak diare jika jawaban nilai 0.
b. Pada variabel independen memberi ASI eksklusif, hasil ukur yang digunakan adalah
ASI eksklusif jika nilai jawaban 1 dan tidak ASI eksklusif jika nilai jawaban 0.
c. Pada variabel independen mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, hasil ukur
yang digunakan adalah baik jika nilai jawaban = 6 dan kurang baik jika nilai
jawaban < 6.

d. Pada variabel independen menggunakan air bersih, hasil ukur yang digunakan adalah
air bersih jika nilai jawaban = 4 dan air kurang bersih jika nilai jawaban < 4.
e. Pada variabel independen menggunakan jamban sehat, hasil ukur yang digunakan
adalah jamban sehat jika nilai jawaban = 9 dan jamban kurang sehat jika nilai
jawaban > 9.
2. Wawancara
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai
langsung responden yang akan diteliti, metode ini memberikan hasil secara langsung dan
bertujuan untuk mengetahui hal-hal dari responden secara mendalam. Jenis penelitian
yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Oleh karena itu wawancara yang dilakukan
tidak secara mendalam.untuk mendapatkan data yang mendukung variabel penelitian
serta untuk memberikan penjelasan kepada responden yang tidak mengerti maksud dari
pertanyaan yang dibuat peneliti dalam kuesioner.

F. Tehnik Analisis Data


1. Pengolahan Data
Dalam proses pengolahan data terdapat langkah-langkah yang harus ditempuh,
diantaranya (Hidayat, 2009) :
a. Editing
Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang
diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data
atau setelah data terkumpul.
b. Coding

Coding merupakan kegiatan pemberian kode numerik (angka) terhadap data


yang terdiri atas beberapa kategori. Pemberian kode ini sangat penting bila
pengolahan dan analisis data menggunakan komputer. Biasanya dalam pembeian
kode dibuat juga daftar kode dan artinya dalam satu buku (code book) untuk
memudahkan kembali melihat lokasi dan arti suatu kode dari suatu variabel.
c. Entry data
Data entri adalah kegiatan memasukan data yang telah dikumpulkan ke
dalam master tabel atau database komputer, kemudian membuat distribusi frekuensi
sederhana atau bisa juga dengan membuat tabel kotigensi.
d. Pembersihan Data (cleaning)
Apabila semua data dari setiap sumber data atau responden selesai
dimasukan, perlu dicek kembali untuk melihat kemungkinan-kemungkinan adanya
kesalahan-kesalahan kode, ketidaklengkapan, dan sebagainya, kemudian dilakukan
pembetulan atau koreksi (Notoatmodjo, 2010).
2. Analisis Data
a. Univariat
Analisa ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari tiap
variabel yang diteliti baik dependen maupun independen. Analisa univariat ini
untuk melihat karakteristik dan kualitas tiap variabel dengan tujuan untuk melihat
kelayakan data yang dikumpulkan. Pada umumnya dalam analisis ini hanya
menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel yakni kejadian
diare pada balita, ASI eksklusif, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun,
menggunakan air bersih dan menggunakan jamban sehat.

b.

Bivariat
Analisa bivariat yaitu analisa yang dilakukan terhadap dua variabel yang
diduga berhubungan atau berkorelasi. (Notoatmodjo, 2012). Uji statistik yang
digunakan dalam penelitian ini adalah chi-square untuk mengetahui hubungan
variabel dependen (kejadian diare) dan variabel independen (perilaku hidup bersih
dan sehat (PHBS) Rumah Tangga dalam memberi ASI eksklusif, mencuci tangan
dengan air bersih dan sabun, menggunakan air bersih dan menggunakan jamban
sehat). Data yang telah di tabulasi diolah dengan menggunakan komputer menurut
distribusi frekuensi dan tabulasi silang kemudian di analisis dengan menggunakan
uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05, dengan kriteria uji apabila p value >
dari taraf kesalahan yang ditetapkan (nilai ) maka tidak ada hubungan. Bila p
value taraf kesalahan yang ditetapkan (nilai ) maka ada hubungan (Hidayat
2009).

G. Jadwal Penelitian
Jadwal pelaksanaan tahun 2013, yaitu penyusunan proposal dilakukan pada tanggal 04
Mei-04 Juni 2013. Pengajuan seminar proposal pada tanggal 04 Mei 2013. Seminar proposal
pada tanggal 12 Juni 2013. Perbaikan proposal pada tanggal 13-24 Juni 2013. Pengamatan
dan pengumpulan data tanggal 13-22 Juni 2013. Analisa data dan interpretasi pada tanggal
23-17 Juli 2013. Pengajuan seminar hasil dan komprehensif pada tanggal 17 Juli 2013. Ujian
skripsi pada tanggal 23 Juli 2013. Perbaikan skripsi pada tanggal 24-27 Juli 2013.
Penyerahan skripsi dan buku ke Program Studi pada tangaal 27 Juli.

H.

Etika Penelitian
Masalah etika penelitian keperawatan merupakan masalah yang sangat penting dalam
penelitian, mengingat penelitian keperawatan berhubungan langsung dengan manusia, maka
dari segi etika penelitian harus diperhatikan. Masalah etika yang harus diperhatikan antara
lain sebagai berikut :
1. Informed Consent (lembar persetujuan)
Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden
penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Informed consent ini diberikan
sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi
responden. Tujuan informed consent adalah agar subjek mengerti maksud dan tujuan
penelitian, mengetahui dampaknya. Jika responden tidak tersedia, maka peneliti harus
menghormati hak pasien.
2. Anomity (tanpa nama)
Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam
penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama
responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan
data atau hasil penelitian yang akan disajikan.
3. Confidentiality (kerahasiaan)
Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan
hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua informasi yang
dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang
akan dilaporkan pada hasil riset (Hidayat, 2009).