Anda di halaman 1dari 22

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi

(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

BAB. V
PENDEKATAN & METODOLOGI
5.1

PEKERJAAN PERSIAPAN
5.1.1 Persiapan Administrasi dan Personil
Persiapan administrasi meliputi pengurusan masalah administrasi
seperti pembuatan surat penugasan survey lapangan, keperluan
kantor dan lapangan. Selain itu konsultan segera merekrut personilpersonil yang telah dipersiapkan sebelumnya termasuk peralatanperalatan dan kendaraan.
5.1.2 Pengumpulan Data Sekunder dan Informasi
Data dan informasi yang diperlukan untuk studi dan operasional di
lapangan meliputi antara lain :
-

Peta Rupa Bumi Skala 1 : 50.000 untuk memberikan informasi


keadaan topografi, jalur sungai, jalan, lokasi stasiun hujan, dll.

Data genangan banjir yang meliputi luas genangan, lama


genangan dan kerugian akibat banjir.

Peta Geologi Permukaan yang dikeluarkan Kanwil Departemen


Pertambangan

dan

Energi

Propinsi

Maluku

Utara

untuk

memberikan informasi satuan batuan yang ada.


-

Peta Land Use yang dikeluarkan oleh Departemen Pertanian


untuk memberikan informasi penggunaan lahan.

Studi-studi terdahulu yang erat hubungannya dengan pekerjaan

5.1.3 Studi Kepustakaan dan Diskusi


Hasil pengumpulan data sekunder dan informasi tersebut dipelajari
serta dievaluasi dan didiskusikan dengan pihak SNVT PBPP Maluku
Utara

untuk

mendapatkan

pemikiran

yang

lebih

baik

dan

memudahkan survey di lapangan.

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V-1

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

5.1.4 Penyusunan Rencana Kerja


Hasil evaluasi dan diskusi tersebut dituangkan dalam penyusunan
rencana kerja yang terdiri dari :
-

Tahap Detail Pelaksanaan Pekerjaan

Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Jadwal Penugasan Personil

Jadwal Pemakaian Peralatan

Struktur Pelaksanaan Pekerjaan

Metode Penanganan Proyek

Tugas Masing-masing Personil

Setelah rencana lapangan tersebut disepakati bersama anggota


Kantor Dinas Permukiman dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan
Sula Propinsi Maluku Utara, maka disusun rencana keberangkatan
ke lapangan. Pada tahap ini diberikan penjelasan tentang metode
kerja

lapangan,

pengumpulan

rencana

tenaga

penempatan

kerja.

Yang

perlu

Base

camp,

juga

diingat

rencana
adalah

pengecekan/kalibrasi peralatan sebelumnya dioperasikan.


5.2

SURVEY PENDAHULUAN
Sebelum pekerjaan lapangan dimulai terlebih dahulu diadakan survey
pendahuluan untuk mendapatkan data sekunder tambahan. Data survey
awal ini dilaksanakan dengan mengamati langsung di lapangan dan
mencari informasi dari instansi-instansi yang terkait maupun masyarakat.
Hal yang perlu diamati seperti : Peil-peil air sungai baik keadaan pasang
maupun surut, daerah erosi dan sedimentasi, keadaan vegetasi dihulu
sungai, penggunaan sungai saat ini, titik referensi yang ada, kerusakankerusakan yang terjadi akibat banjir maupun berkurangnya debit air.

5.3

PENDEKATAN TEKNIS RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN


Tujuan

pendekatan

teknis

penanganan

pekerjaan

Transmigrasi

Desa

ini

untuk

Design

Modapuhi

memudahkan

Rencana

Kecamatan

Teknis
Mangoli

dalam

Unit
Utara

program

Permukiman
Kabupaten

Kepulauan Sula.

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V-2

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

Pendekatan teknis ini meliputi antara lain :


a) Meninjau kembali, menganalisa data-data dan laporan yang ada dan
melakukan evaluasi.
b) Mengevaluasi tentang sebab-sebab terjadinya banjir.
c)

Memilih alternatif analisa hidrologi dan perhitungan debit banjir secara


sistematis dan hasil perhitungan yang telah dibuat pada pekerjaan
studi sebelumnya.

d) Membuat beberapa alternatif metode Pengendalian Banjir berdasarkan


pola yang sesuai, misalnya Perlindungan tebing, bangunan Pengatur
Debit Aliran, Penghijauan di hulu sungai, Pelebaran Sungai, dll.
e)

Dari

beberapa

alternatif,

dipilih

satu

rencana

detail

bangunan

peningkatan kapasitas aliran yang dilengkapi dengan metode-metode


perhitungan.
5.4

PEKERJAAN SURVEY LAPANGAN


Pekerjaan survey lapangan baru dilakukan bila pekerjaan persiapan
tersebut di atas telah selesai dilaksanakan. Pekerjaan survey lapangan ini
terdiri dari sejumlah pekerjaan sebagai berikut ini :
5.4.1 Survey Topografi
A. Pemasangan Bench Mark (BM) dan Patok Kayu
Bench Mark (BM) akan dipasang pada jalur pengukuran poligon
utama dengan interval jarak 2 km atau ditempat yang aman
dan terletak di atas tanah yang keras.
B. Pengukuran Poligon Utama
Pengukuran poligon dilakukan untuk mendapatkan koordinat titik
kontrol yang selanjutnya dipakai sebagai kerangka peta. Peta
pengukuran poligon dilakukan dengan persyaratan :
1. Dilakukan dengan pengukuran poligon tertutup
2. Alat yang digunakan adalah Theodolith T2 untuk pengukuran
sudut dan EDM untuk pengukuran jarak
3. Pengamatan matahari dilakukan sebagai kontrol pengukuran
sudut horisontal disamping juga sebagai orientasi arah peta
4. Pembacaan sudut dilakukan 2 (dua) seri (B/LB/LB/B)

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V-3

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

5. Kesalahan penutup sudut tidak lebih dari 10 /N (N adalah


jumlah titik poligon)
6. Kesalahan linier jarak tidak lebih dari 1/10.000
Jika areal pengukuran terlalu luas atau berbentuk tidak teratur,
maka akan dibuat poligon cabang dengan persyaratan sebagai
berikut :
1. Merupakan poligon terikat sempurna pada kedua ujungnya,
dengan titik poligon utama
2. Alat yang digunakan adalah Theodolite T2 dan EDM
3. Pembacaan sudut dilakukan 1 (satu) seri (B/LB)
4. Kesalahan penutup sudut tidak lebih dari 10 /N (N adalah
jumlah titik poligon)
5. Kesalahan linier jarak lebih dari 1/10.000

C. Pegukuran Sifat Datar


Pengukuran sifat datar dilakukan untuk mendapatkan elevasi
titik-titik poligon dan kontrol (BM) dilapangan, dengan ketentuan
sebagai berikut :
1. Pengukuran harus melalui titik-titik poligon dan BM yang
terpasang
2. Alat yang digunakan adalah Waterpass type otomatis
3. Pembacaan rambu ukur dilakukan pada 3 (tiga) benang (Ba,
Bt, Bb) dan memenuhi 2 Bt = Ba + Bb
4. Kesalahan penutup beda tinggi harus lebih kecil dari 1,0/D
MM dengan D = Jumlah jarak pengukuran sifat datar dalam
kilometer
D. Pengukuran Situasi Detail
Pengukuran situasi detail dimaksudkan untuk mendapatkan
gambaran topografi keadaan sungai, baik detail alam maupun
detail budaya. Pengukuran situasi detail dilakukan dengan
ketentuan sebagai berikut :
1. Metode yang digunakan adalah Sistem Raai, dengan jarak
antar raai maksimum 150 m

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V-4

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

2. Alat

Usulan Teknis
yang

digunakan

adalah

Theodolith

T0

atau

yang

sederajat
3. Jarak diukur secara optis kedepan dan kebelakang
4. Kerapatan detail maksimum 2 cm di peta (untuk skala 1 :
5000 adalah 1000 meter di lapangan)
5. Untuk detail alam seperti sungai diukur dengan sistem
poligon terikat
E. Perhitungan Hasil Pengukuran
Semua perhitungan akan dilakukan di lapangan sehingga kalau
ada kesalahan dapat langsung ditanggulangi atau jika perlu
dapat dilakukan pengukuran ulang
1. Perhitungan Azimuth Geografis
Perhitungan

Azimuth

Geografis

dilakukan

terhadap

titik

pengamatan matahari, yang didasarkan pada perhitungan


Azimuth Matahari dengan Metode tinggi Matahari
Metode Tinggi Matahari

Azimuth dari arah titik pengamat P ke titik target T adalah :


At = Am + b
Sudut adalah selisih bacaan lingkaran horizontal ke target T,
yaitu Ht dan bacaan sewaktu membidik Matahari m, yaitu Hm
:
b = Ht + Hm

Azimuth Matahari atau sudut A dari segitiga KU-m-Z dapat


ditentukan

bila

diketahui

(tiga)

unsur

dari

segitiga

astronomi tersebut : (90 - ), (90 b) dan (90 h).


Rumus dasar metode tinggi matahari adalah :

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V-5

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis
Cos A =

Sin Sin Sin(h)


Cos Cos (h)

Deklinasi Matahari diperoleh dari tabel Deklinasi Matahari dan


linang pengamat didapat dari interpolasi Peta Topografi yang
tersedia.
Tinggi Matahari dari hasil pengamatan yang digunakan dalam
perhitungan sudut dikoreksi terhadap reflaksi dan paralaks.
2. Perhitungan koordinat (X, Y)
a. Perhitungan

koordinat

(X,

Y)

menggunakan

metode

perataan Bowditch.
b. Referensi yang dipakai adalah Bench Mark (BM) yang ada
didaerah survey dengan persetujuan Direksi.
3. Perhitungan Elevasi (Z)
a. Perataan beda tinggi dilakukan dengan menggunakan
Metode bewitch
b. Beda tinggi yang dipergunakan dalam hitungan adalah
hasil rata-rata pergi-pulang
c. Ketinggian definitif didapat melalui hitungan perataan
4. Perhitungan Tachymetry
Perhitungan Tachymetry dilakukan untuk menghitung data
situasi detail dan profil melintang.
Rumus yang digunakan adalah :

(BA BB) X 100 X Sin 2 Z

HA

Tinggi Titik A

HB

Tinggi Titik B

BA

Benang Atas

BT

Benang Tengah

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V-6

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

BB

Benang Bawah

Bacaan Sudut Vertikal T0

(BA-BB) X100 X sin 2Z

F. Penggambaran
Pekerjaan penggambaran dilapangan dilakukan diatas kertas
milimeter dengan menggunakan sistem koordinat UTM. Hasil
Plotting dilapangan selanjutnya akan ditracing di kantor.
Penggambaran peta topografi skala 1 : 5000 dengan interval
kontur 1 (satu) meter untuk daerah berbukit dan 0,5 meter
untuk daerah datar.
5.4.2 Survey Hidrologi
Survey Hidrologi dimaksudkan untuk mengumpulkan data-data baik
yang langsung dilapangan maupun yang ada pada kantor untuk
perhitungan debit banjir maksimum maupun debit minimum.
Unsur-unsur hidrologi yang dikumpulkan berupa :
-

Data curah hujan dari station-station yang mewakili lokasi

Data limpasan didapat dari analisa beberapa faktor yang saling


mempengaruhi antara lain geologi, tata guna lahan. Perkiraan
angka limpasan ini digunakan untuk metode analisa dengan
menggunakan model-model sederhana.

Disamping itu dikumpulkan pula data klimatologi lainnya seperti


suhu udara, kelembaban, kecepatan angin dan lama penyinaran.

5.4.2.1 Perhitungan Curah Hujan


A. Metode Gumbel
Metode Gumbel adalah metode distribusi eksponensial
yang sekaligus telah menggunakan kurva asimetris
kerapatan dan dihitung dengan persamaan sebagai
berikut :
XT = X + Ks
Dimana :

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V-7

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis
XT

= Curah

hujan

rencana

yang

terjadi

dalam

periode ulang T tahun


X
X

= Curah hujan rata-rata


=

K
K

1
n

Xi
i 1

= Faktor frekuensi
=

Yt Yn
Sn
= Simpangan Baku
n

( Xi

i 1
n 1

X )2

Dinama :
Sn

= Simpangan baku terkoreksi

= Jumlah tahun pengamatan

Yn

= Nilai tengah terkoreksi

Yt

= Perubahan terkoreksi sebagai fungsi periode


ulang T

Xi

= Curah hujan pada tahun pengamatan ke-I

B. Metode Log Pearson III


Metode ini telah memperhitungkan koefisien asimetris
dan koefisien kemencengan. Formula persamaan dalam
perhitungan curah hujan rencana metode Log Pearson III
ini adalah sebagai berikut :
Log Xt = Log X + Gs
dimana :
n

Log X =
n

log Xi
i 1
n 1

= Jumlah tahun pengamatan

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V-8

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis
Xi

= Curah hujan ke-I


n

Slog x

Cs

Cs

(log Xi log X )

i 1
n 1

n
(n 1)(n 2)

(log Xi log X )

i 1
S3

= Nilai sebaran Pearson III untuk kemiringan


positif/negatif.

C. Uji Kesesuaian
Perhitungan curah hujan rencana dengan kedua metode
tersebut diatas akan memberikan hasil yang berbeda,
sehingga diperlukan pengujian kesesuaian hasil. Uji
kesesuaian dilakukan dengan metode Kuadrat Terkecil
Lilliefors (Sudjana, 1989). Metode pengujian dengan
cara Lilliefors ini disajikan sebagai berikut :
1. Data pengamatan XT diubah menjadi perubahan
normal, zT1, sebagai berikut :
zT =

XT XT
Sr

Dimana :
zT = Curah Hujan Rencana pada periode ulang T
XT = Nilai tengah Curah Hujan Rencana
Sr = simpangan baku Curah Hujan Rencana
2. Menghitung d = F(zT) S(zT)
dimana :
F(zT) = nilai

peluang

(zT)

berdasarkan

sebaran

(zT)

berdasarkan

sebaran

normal baku
S(zT) = nilai

peluang

aktualnya.
3. Membandingkan dmax (nilai F(zT) - S(zT) yang tersebar
dengan Io (nilai uji Lilliefors pada taraf uji 5 % dan n
= 5; untuk seluruh perhitungan disini Io = 0.337).

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V-9

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis
jika dmax > IOT, maka data set tersebut (zT) yang
berarti juga data set XT nya tidak menyebar normal.
4. Jika kedua data set hasil perhitungan berdasarkan
metode Gumbel dan Log Pearson III sama-sama
menyebar normal, maka dihitung D = F(zT) - S(zT).
Dataset (Gumbel ataupun Log Pearson Type III) yang
memiliki nilai D yang lebih kecil merupakan data set
yang lebih sesuai/baik dari pada yang lainnya.
5. Curah Hujan Maksimum Yang Mungkin Terjadi
Perhitungan hujan rancangan ini dimaksudkan guna
menentukan
mungkin
(PMP).

besarnya

terjadi
Hujan

hujan

Probable

maksimum

Maximum

rancangannya

yang

Precipitation

ditentukan

dengan

menggunakan Herschfield Method dengan formula :


Xm = Xn + KmSn
Dimana :
Xm

= curah hujan maksimum yang mungkin


terjadi

Xn

= rata-rata dari seri data hujan maksimum


tahunan

Km

= frekuensi nilai-nilai ekstrim

Sn

= Simpangan

baku

dari

seri

data

hujan

maksimum tahunan

Xn

Xn-m =

Sn

Sn-m =

1
ni

Xni

1 ( n 1)
n 1

( Xni

Xni

i; i m

Xn) 2

i
n 1

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

n 1

i; i m

( X ni X n m ) 2

V - 10

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani
1.

Usulan Teknis

Lahan
Perencanaan dari RTUPT sekurang-kurangnya telah dapat menjelaskan tata
ruang/letak, luas, batas, jaringan jalan dan sumber air pada Lokasi Permukiman
Transmigrasi. Luas lahan yang akan diukur oleh team survey konsultan disesuaikan
dengan rencana jumlah KK yang akan ditempatkan pada unit permukiman
transmigrasi termasuk kebutuhan lahan untuk sarana dan prasaran penunjang
lainnya.
Untuk Satuan Permukiman/Unit Permukiman Transmigrasi luasnya antara 500

s/d 2000 Ha atau setara dengan 300 s/d 500 KK;


Untuk Bagian Satuan Permukiman luasnya antara 100 s/d 500 Ha atau setara

dengan 100 s/d 300 KK.


Pengukuran tata batas lahan dan pembuatan peta berskala 1 : 50.000.000
Pengukuran lahan menggunakan pita ukur dan dikontrol dengan jarak optis

melalui alat ukur theodolite


Sedapat mungkin penetapan luas lahan terdiri dari Lahan Pekarangan : Ha,

Lahan Usaha I : Ha dan Lahan Usaha II : 1 Ha


Potensi tegakan kayu diklasifikasikan : Diameter < 10 cm : >10 30 cm dan

2.

>30 cm
Pembukaan lahan harus memperhatikan standar-standar berikut :
100 meter dari kiri-kanan tepi sungai
50 meter dari kiri-kanan anak sungai
200 meter di sekeliling anak sungai
500 meter di sepanjang tepi waduk
200 meter di sepanjang tepi pantai
Dua kali (2 x) damanya jurang di tepi jurang

Jalan
Perencanaan jalan Poros / Penghubung mengacu kepada :
Standar perencanaan geometrik jalan raya yang berlaku di Indonesia
Ukuran standar jalan poros / penghubung yaitu Daerah Milik Jalan (DAMIJA)
= 20 meter, lebar badan jalan 10 meter, lebar perkerasan 4,5 meter, tebal
perkerasan sub base kelas C 15 cm
Kecepatan rencana kendaraan antara 40 Km/jam sampai dengan 60 Km/jam

3.

Jembatan
Untuk perencanaan teknik jembatan dengan bentang < 20 meter menggunakan
desain typical Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia. Sedangkan jembatan dengan panajang bentang > 20 meter
perlu dilakukan desain teknis dengan mengacu kepada :
Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya (P3JR)
Knstruksi jembatan semi permanen meliputi :

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V - 11

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

a.

Bangunan bawah (Sub struktur) permanen (pasangan batu kali, beton

b.

bertulang)
Bangunan atas (super struktur) semi permanen (kayu, baja dan lain

c.

sebagainya)
Konstruksi beton mengikuti

standar

Peraturan Beton Bertulang

Indonesia (PBI71, Pedoman Beton Bertulang Indonesia dan SNI


d.

lainnya)
Bangunan atas jembatan rangka baja memenuhi Peraturan Konstruksi
Baja Indonesia dan SNI lainnya.

2.

Drainase
Perencanaan teknis saluran/drainase dilakukan pada lokasi transmigrasi pola
tanaman lahan basah dan atau lokasi yang tergenang air secara permanen dan
berpotensi banjir.

3. Kolam Tendon Air


Perencanan teknis Kolam Tendon Air (KTA) dilakukan pada lokasi transmigrasi yang
sulit memperoleh air dan atau curah hujan rendah yang dapat digunakan sebagai
tendon air bersih di musim kemarau.
4. Tambatan Perahu
Perencanaan Teknis Tambatan Perahu dilakukan pada lokasi transmigrasi dengan
kondisi sebagai berikut :
Pencapaian lokasi hanya dapat dilakukan melalui jalan air
Kedalaman air sungai/saluran memungkinkan untuk dilalui perahu dengan

bobot 2 3 ton (DWG)


Konstuksi dapat berupa kayu kelas I atau beton bertulang
Memenuhi persyaratan konstruksi yang berlaku
Secara teknis aman dan kuat

5. Rumah Transmigran dengan Konsep RTUPT

Untuk Transmigran Daerah Asal / TPA :


Prencanaan Rumah Transmigran adalah typical dengan standar luas 36 m2
a. Perncanaan rumah transmigran lahan basah menggunakan konstruksi
b.

rumah panggung
Perncanaan rumah transmigran lahan kering menggunakan konstruksi

c.
d.

rumah panggung
Bahan konstruksi rumah transmigran dari kayu
Penetapan type bangunan berdasarkan perhitungan kebutuhan ruang
bangunan sederhana (standar PU) dengan norma luasan minimal 7

e.

m2/orang
Bentuk desain rumah dapat domodifikasi dengan bentuk arsitektur
lokalsepanjang tidak melampauai norma standar biaya yang ditetapkan
kecuali jika ada tambahan biaya dari pemerintah daerah setempat

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V - 12

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

Untuk Transmigran Daerah Setempat / TPS


Prencanaan Rumah Transmigran Daerah Setempat (TPS) dilakukan dengan cara
:
1. Melakukan identifikasi lapangan untuk memperoleh data-data tentang
Kebutuhan dan Permintaan Transmigran Setempat dalam merenovasi
/menambah ruang pada bangunan rumah yang sudah ada;
2. Pembuatan Desain Banguan didasarkan atas kebutuhan dan permintaan
transmigran setempat disesuaikan dengan kondisi bangunan yang sudah
ada;
3. Desain bangunan rumah tersebut harus disepakati, ditandatangani oleh
transmigran yang bersangkutan
4. Pekerjaan renovasi rumah transmigran TPS menggunakan jenis material dan
pembiayaan yang sama dengan pembangunan rumah baru Type 36 m2
panggung maupun non panggung

6. Fasilitas Umum (FU)


Fasilitas umum harus memenuhi persyaratan kekuatan, konstruksi, keamanan,
kenyamanan, estetika, kesehatan, dan kelestarian lingkungan serta kearifan lokal.
Fasilitas umum terdiri dari : Kantor Unit, Gudang Unit, Balai Desa, Rumah Kepala
Unit, PUSTU, Rumah Petugas, Masjid, Gereja, Sekolah Dasar 3 lokal.
Kantor Unit
a. Jenis konstruksi panggung (lahan basah) dan non panggung (lahan kering)
b. Luas standar minimal 124 m2
c. Penetapan type bangunan berdasarkan perhitungan kebutuhan ruangan
dengan norma luasan minimal 6 m2/orang
d. Bentuk desain dapat dimodifikasi sesuai arsitektur lokal dengan material lokal
sepanjang tidak melampaui norma biaya standar yang ditetapkan
Gudang Unit
a. Jenis konstruksi panggung (lahan basah) dan non panggung (lahan kering)
b. Luas standar minimal 67,50 m2
c. Penetapan type bangunan berdasarkan perhitungan kebutuhan ruangan
dengan norma luasaan minimal 3 m2/orang
d. Bentuk desain dapat dimodifikasi sesuai arsitektur lokal dengan material lokal
sepanjang tidak melampaui norma biaya standar yang ditetapkan
Balai Desa
a. Jenis konstruksi panggung (lahan basah) dan non panggung (lahan kering)
b. Luas standar minimal 135 m2
c. Penetapan type bangunan berdasarkan perhitungan kebutuhan ruangan
dengan norma luasan minimal 6 m2/orang

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V - 13

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

d. Bentuk desain dapat dimodifikasi sesuai arsitektur lokal dengan material lokal
sepanjang tidak melampaui norma standar biaya yang ditetapkan kecuali jika
ada tambahan biaya dari pemerintah daerah setempat
Rumah Kepala Unit
a. Jenis konstruksi panggung (lahan basah) dan non panggung (lahan kering)
b. Luas standar minimal 64 m2
c. Penetapan type bangunan berdasarkan perhitungan kebutuhan ruangan
dengan norma luasan minimal 6 m2/orang
d. Bentuk desain dapat dimodifikasi sesuai arsitektur lokal dengan material lokal
sepanjang tidak melampaui norma standar biaya yang ditetapkan kecuali jika
ada tambahan biaya dari pemerintah daerah setempat
Puskesmas Pembantu, (PUSTU)
a. Jenis konstruksi panggung (lahan basah) dan non panggung (lahan kering)
b. Luas standar minimal 82,50 m2
c. Penetapan type bangunan berdasarkan perhitungan kebutuhan ruangan
dengan norma luasan minimal 6 m2/orang
d. Bentuk desain dapat dimodifikasi sesuai arsitektur lokal dengan material lokal
sepanjang tidak melampaui norma standar biaya yang ditetapkan kecuali jika
ada tambahan biaya dari pemerintah daerah setempat
Rumah Petugas
a. Jenis konstruksi Rumah Petugas adalah Kopel panggung (lahan basah) dan
Kopel non panggung (lahan kering)
b. Luas standar minimal 138 m2
c. Penetapan type bangunan berdasarkan perhitungan kebutuhan ruangan
dengan norma luasan minimal 6 m2/orang
d. Bentuk desain dapat dimodifikasi sesuai arsitektur lokal dengan material lokal
sepanjang tidak melampaui norma standar biaya yang ditetapkan kecuali jika
ada tambahan biaya dari pemerintah daerah setempat
Rumah Ibadah
a. Jenis konstruksi panggung (lahan basah) dan non panggung (lahan kering)
b. Luas standar minimal 110 m2
c. Penetapan type bangunan berdasarkan perhitungan kebutuhan ruangan
dengan norma luasan minimal 2 m2/orang
d. Bentuk desain dapat dimodifikasi sesuai arsitektur lokal dengan material lokal
sepanjang tidak melampaui norma standar biaya yang ditetapkan kecuali jika
ada tambahan biaya dari pemerintah daerah setempat
Sekolah Dasar
a. Jenis konstruksi panggung (lahan basah) dan non panggung (lahan kering)
b. Luas standar minimal 215 m2
c. Penetapan type bangunan berdasarkan perhitungan kebutuhan ruangan
dengan norma luasan minimal 4 m2/orang

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V - 14

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

d. Bentuk desain dapat dimodifikasi sesuai arsitektur lokal dengan material lokal
sepanjang tidak melampaui norma standar biaya yang ditetapkan kecuali jika
ada tambahan biaya dari pemerintah daerah setempat
7. Sarana Air Bersih (SAB)
Jenis sarana air bersih standar
a. Gentong Plastik
b. Sumur Gali
c. Pompa Tangan Dangkal
Jenis sarana air bersih non standar
a. Air permukaan grafitasi dan non grafitasi
b. Sumur bor tanah dalam + perpipaan
c. Kolam Tendon Air (KTA)
d. Bendali
e. Bak penampung air hujan
f. Water Treatment
Perencanaan Sarana Air Bersih (SAB) didasarkan pada :
a. Data-data tentang potensi air bersih dan peta sumber daya air
b. Faktor Geografis : keberadaan lokasi, jumlah penduduk yang akan dilayani
c.
d.

kebutuhan air bersihnya


Pertimbangan topografi : Elevasi dan jarak sumber air ke lokasi permukiman
Ketersediaan sumber air : Air hujan, air permukaan, Air tanah yang memenuhi
standar kualitas (60 liter/orang/hari) dan kualitas kesehatan (tidak berasa, tidak

berbauh, dan tidak berwarna).


Perencanaan Sarana Air Bersih Standar didasarkan pada :
a. SAB standar menggunakan desain typical dari Direktorat Jenderal P4T
b. Untuk lokasi transmigrasi di lahan kering : 1 Sumur Gali / 2-5 KK dan 1 buah
gentong plastik/KK, dan di lahan basah 5 buah gentong plastik/KK dengan
kapasitas 300 liter/buah.
c. Pompa tangan dangkal/dalam dibangun jika sumur gali tidak memungkinkan
dengan norma 1 pompa tangan/5 KK
8. Sumur Gali
a. Sumber air berasal dari air tanah dangkal dengan kedalaman penggalian harus 2
b.
c.
d.

meter di bawah permukaan air


Diameter sumur antar 1 2 meter
Jarak sumur dengan sumber limbah minimum10 meter
Untuk menghindari kontaminasi dari air permukaan dibuat pasangan batu/buis
beton yang kedap air sedalam 2-3 meter dan untuk bagian atas permukaan

e.

tanah diberi tembok pengaman dari sumur setinggi 0,8 1,0 meter
Lantai Sumur dibuat kedap air (beton tumbuk) dengan radius 2-3 m2 dengan

f.

kemiringan lantai floor 2 % agar air tidak tergenang


Sumur dapat melayani 2 4 KK / unit

9. Pompa Tangan Dangkal

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V - 15

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

Sumber air berasal dari air tanah dangkal dengan kedalaman maksimum 10

meter
Jarak sumur dengan sumber limbah minimum 10 meter
Sumur dapat melayani 2-5 KK/Unit

Jenis pompa yang digunakan sesaui dengan spesifikasi teknik yang


ditetapkan

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V - 16

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

5.4.4 Survey Sosial Ekonomi


Survey

sosial

ekonomi

mengidentifikasikan

tingkat

dilakukan
kegiatan

akibat

bertujuan
banjir

untuk

pada

saat

tertentu dan keuntungan akibat adanya rencana proyek ini.


Data yang diperlukan untuk itu adalah :
-

Kependudukan (Demografi) yang meliputi antara lain jumlah


penduduk, susunan dan mata pencaharian penduduk.

Potensi

ekonomi

daerah

lain

dalam

sektor

pertanian,

perkebunan, perikanan, perdagangan, perindustrian, dll.


-

Prasarana transportasi darat dan air, sekolah, rumah sakit,


rumah ibadah, dll.

5.4.5 Survey Morfologi Sungai


Pada

pengamatan

suatu

sungai

tujuan

utamanya

adalah

pengamatan sebab-sebab terjadinya banjir maupun berkurangnya


debit air sungai terhadap banjir, pengendalian alur sungai dengan
memperlihatkan peran sungai sebagai sumber air.
Perencanaan

persungaian

antara lain

dapat

dibedakan

dalam

beberapa jenis, yaitu :


1. Perencanaan pemanfaatan air sungai
2. Perencanaan perbaikan dan pengaturan sungai
3. Perencanaan pengembangan dan pelestarian lingkungan sungai
4. Perencanaan lalu lintas sungai
Dalam proses perencanaan suatu sungai terlebih dahulu diadakan
survey yang lengkap dan menyeluruh. Walaupun prosedur ini sangat
bervariasi tergantung dari problema sungainya, data yang tersedia
dan tujuan perencanaan, akan tetapi beberapa macam jenis survey
di bawah patut menjadi bahan pertimbangan.
1. Survey daerah-daerah aliran sungai, daerah alur sungai
2. Survey terhadap bangunan pengendalian banjir yang telah ada
3. Survey curah hujan, limpasan hujan dan arus air
4. Survey sedimentasi, perubahan dasar sungai dan volume beban
sedimen

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V - 17

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

5. Survey muara sungai terhadap pengaruh pasang surut


6. Survey potensi air di dataran sekitar sungai
7. Survey tingkat pemanfaatan air antara lain pembangkit tenaga
listrik, irigasi, air bersih dan air industri
8. Survey lalu lintas sungai, perikanan, pariwisata, pemanfaatan
bantaran dan lain-lain.
9. Survey ekonomi
Dari pengolahan data survey di atas akan didapatkan beberapa
alternatif

pemecahan

pertimbangan

permasalahan.

terhadap

segi

sosial

Alternatif
ekonomi

ini

yang

disamping
juga

akan

dipertimbangkan terhadap segi sosial dan budaya masyarakat


setempat.
5.5

ANALISA TEKNIS SUNGAI


Didalam analisa teknis ini akan dijelaskan tentang tata cara analisa
dengan menggunakan literatur-literatur, pedoman-pedoman dan standarstandar

perhitungan

yang

umum,

khususnya

Direktorat

Jenderal

Pengairan. Selama ini sudah diketahui bahwa di lingkungan Direktorat


Jenderal Sumber Daya Air terdapat pedoman dan standar yang masingmasing untuk kegiatan studi ini. Maka di dalam kegiatan analisa setiap
laporan pendukung akan digunakan semua buku-buku pedoman tersebut
sejauh menyangkut kepentingannya.
5.5.1

Analisa Fisik Sungai


Untuk kegiatan analisa fisik Sungai Tolabit pertama-tama dilakukan
Pengumpulan data dan identifikasi yang meliputi :
Data hidrologi, topografi, pasang surut, sosial ekonomi, dan tata
guna lahan
Data daerah produktif yang berkekurangan air
Data daerah genangan banjir
Studi terdahulu yang berkaitan dengan masalah banjir
Data daerah erosi dan sedimentasi
Identifikasi luas daerah pengaliran
Identifikasi masalah yang ada

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V - 18

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

Identifikasi prioritas sungai yang akan ditangani

Didalam mengidentifikasi luas daerah pengaliran akan digunakan


peta topografi, sehingga akan diperoleh luas daerah pengaliran
masing-masing sungai.
Sedangkan untuk mengidentifikasi masalah yang ada yaitu masalah
genangan banjir maupun berkurangnya debit sungai, akan diperoleh
dari data primer maupun sekunder sehingga menghasilkan peta
daerah

rawan

banjir, lama

genangan,

luas

genangan,

tinggi

genangan dan penyebab banjir. Selain itu akan menghasilkan juga


daerah yang berpotensi tidak mendapat suplai air (kekeringan) jadi
dapat

teridentifikasi

kerugian

akibat

banjir

maupun

akibat

kekurangan air.
5.5.2

Analisa Potensi Satuan Wilayah Sungai


Dalam kegiatan analisa potensi di sungai ini akan dilakukan
terhadap :
-

Potensi Sumber Air

Potensi Lahan

Pengembangan Yang Sudah Dilakukan

Kegiatan Sosial Ekonomi

Program Pengembangan

a. Potensi Sumber Air


Didalam melaksanakan kegiatan ini akan meliputi analisa hujan
yang mungkin akan menimbulkan banjir. Analisa debit air akan
dilakukan berdasarkan data-data tinggi muka air baik secara
manual, maupun matematis. Analisa debit air tersebut dapat
dihitung berdasarkan konversi antara rating curve yang dapat
ditetapkan berdasarkan pengukuran lapangan terhadap tinggi
muka air. Didalam pemanfaatan rating curve tersebut harus
dianalisa terhadap adanya perubahan yang terjadi pada kurun
waktu

tertentu,

juga

airnya

bahwa

tahun

pengamatan

pengukuran debit hujan dapat berlaku terhadap data-data tinggi

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V - 19

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

muka air pada tahun yang sama. Pemanfaatan data tinggi muka
air

tahun-tahun

sebelumnya atau

sesudahnya harus dicek

mengenai luas pembobolan profil saluran dengan cara analisa


pendekatan atau kombinasi terhadap rating curve pada tahun
yang sama. Data-data tersebut kemudian ditabulasikan dan
perlu dibuat model yang sederhana antara debit dan data hujan
yang terletak pada daerah penanganan hujan pada satuan
wilayah sungai tersebut. Setelah kubikasi tersebut dipakai, maka
data debit simulasi dapat digunakan data perencanaan.
b. Potensi Lahan
Didalam pelaksanaan ini, akan dianalisa dari data tata guna
lahan dan analisa perubahan dari lahan yang mungkin akan
mendukung timbulnya banjir. Disini yang akan ditinjau adalah
potensi lahan berdasarkan dari supermipose antara kemiringan
tanah, dan tata guna lahan. Dari data-data tersebut akan
diperoleh

potensi

lahan

yang

mungkin

akan

mendukung

timbulnya banjir di masa kini dan akan peta-peta lokasi potensi.


c. Pengembangan Yang Sudah Dilakukan
Pengembangan sumber air dalam hal pengendalian banjir dapat
dilakukan dengan meninjau pengembangan-pengembangan yang
sudah

ada.

pengembangan

Analisa-analisa

yang

sumber-sumber

air

berkaitan
harus

dengan

diperhitungkan

pengembangan yang sudah ada, sebagai sarana mengoptimalkan


pengembangan.
Didalam analisa pengembangan sumber air ini akan digunakan
standar-standar yang selama ini berlaku di Direktorat Jenderal
Sumber daya Air.
d. Kegiatan Sosial Ekonomi
Kegiatan ini menitik beratkan pada masalah yang berkaitan
dengan

keadaan

sosial

ekonomi

yaitu

masalah

mata

pencaharian, penyebaran penduduk, pendapatan penduduk dan


lain-lain. Untuk mencapai hal tersebut di atas, diperlukan datadata sekunder yang lengkap, yang meliputi kegiatan sosial

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V - 20

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

ekonomi,

kependudukan

memperlihatkan,

dan

distribusi

kegiatan
dan

ekonomi

kebutuhan,

yang
dengan

menggunakan data-data tersebut akan dapat diolah prospek


pengembangan

yang

kemampuan

yang

kemampuan

wilayah

diperlukan,
diperlukan,
dan

dengan
dengan

kebutuhan

memperlihatkan
memperlihatkan

yang

harus

dikaitkan

dengan jalan distribusi kepentingan ekonomi baik yang bersifat


makro maupun mikro. Kepadatan tersebut masalah diperlukan
pada studi inventarisasi sebagai sarana pengembangan wilayah
yang akan datang.
e. Program Pengembangan
Dari hasil inventarisasi studi tersebut, akan terjawab potensi dan
kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang kegiatan manusia.
Pengembangan yang terpadu selain memikirkan masalah potensi
dan kebutuhan, dan kelestarian juga harus dikaitkan dengan
program pengembangan daerah. Untuk program pengembangan
daerah harus mutlak diperhatikan dan dijabarkan daerah pola
pengembangan wilayah sungai yang diharapkan kekurangan
(outputnya) adalah pengalokasian sumber air, maka menunjang
kebutuhan sektoral, dengan menitik beratkan bobot kepentingan,
waktu dan ruang.
5.5.3

Analisa Program Yang Mendesak


Setelah

didapat

program-program

yang

mendesak

untuk

dilaksanakan ataupun diprioritaskan, akan dilakukan penelitian


tanah dan pengukuran topografi.
Pada pengukuran ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran
situasi,

penampang

memanjang

dan

melintang

yang

dapat

dipergunakan untuk perencanaan. Titik referensi koordinat dan


elevasi yang digunakan dalam pengukuran ini akan dapat dengan
mudah

diikatkan

pada

titik

tetap

yang

merupakan

datum

pengamatan pasang surut.


Hasil dari pengukuran dan detail design di lapangan ini akan
disajikan dalam bentuk gambar dengan ukuran kertas A1. untuk

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V - 21

Design Rencana Teknis Unit Permukiman Transmigrasi


(RTUPT) Bagi Petani

Usulan Teknis

penampang melintang akan diambil setiap jarak interval 75 m.


Gambar-gambar yang akan dilaksanakan terdiri dari :
-

Peta situasi dengan skala 1 : 2000

Penampang melintang dengan skala 1 : 200

Penampang memanjang dengan :


* Skala horizontal

1 : 2.000

* Skala vertikal

1 : 200

CV.MARIMOI ENGINEERING CONSULTANT

V - 22