Anda di halaman 1dari 8

BAB II

KONSEP DASAR INFORMASI

2.1 Pengertian Data


Secara etimologi definisi data merupakan bentuk jamak dari datum yang dalam
bahasa latin berarti pernyataan atau nilai dari suatu kenyataan. Pernyataaan atau nilai ini
berasal dari proses pengukuran atau pengamatan atas suatu variabel dan dipresentasikan
dalam bentuk tunggal atau jamak dari angka (numeric), karakter (text), gambar (image)
atau suara (sound).
Secara umum, pengertian data dapat didefinisikan sebagai nilai (value) yang
merepresentasikan deskripsi dari suatu obyek atau peristiwa. (Irmansyah:2003). Data
dibentuk dari data mentah (raw data) yang berupa angka, karakter, gambar, atau bentuk
lainnya. Data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu
yang punya makna.
Berikut adalah definisi maupun pengertian data menurut pendapat para ahli :

Menurut Nuzulla Agustina, data adalah keterangan mengenai sesuatu hal yang
sudah sering terjadi dan berupa himpunan fakta, angka, grafik, tabel, gambar,
lambang, kata, huruf-huruf yang menyatakan sesuatu pemikiran, objek, serta
kondisi dan situasi.

Menurut Arikunto (2002), data merupakan segala fakta dan angka yang dapat
dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi, sedangkan informasi adalah hasil
pengolahan data yang dipakai untuk suatu keperluan.

Menurut Slamet Riyadi, data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari hasil
suatu pengamatan di mana data dapat berupa angka atau lambang.

Menurut Anhar, data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan
merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar
suatu informasi.

Menurut Haer Talib, data adalah sekumpulan fakta dan sebuah fakta tak lain adalah
sebuah kenyataan atau kejadian.

Menurut Kuswadi dan E. Mutiara, data adalah kumpulan informasi yang diperoleh
dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang, atau sifat.

Menurut Lia Kuswayatno, data adalah kumpulan kejadian atau peristiwa yang
terjadi di dunia nyata yang berupa angka-angka, huruf-huruf, simbol-simbol
khusus, atau gabungan dari semuanya.

Menurut H. J. Sriyanto, data adalah suatu keterangan atau informasi tentang objek
penelitian.

Menurut Wahyu Supriyanto dan Ahmad Muhsin, data adalah bahan baku dalam
sebuah informasi, atau kelompok teratur simbol-simbol yang mewakili kuantitas,
fakta, tindakan, benda, dan sebagainya.

Menurut Zulkifli A. M., data adalah keterangan atau bukti mengenai suatu
kenyataan

yang

masih

mentah,

masih

berdiri

sendiri-sendiri,

belum

diorganisasikan, dan belum diolah.


Menurut sumber pengambilannya, data dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu data
primer dan data sekunder.
1. Data Primer, Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang
yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data
primer disebut juga data asli atau data baru.
2. Data Sekunder, Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari
sumber-sumber yang telah ada. Data itu biasanya diperoleh dari perpustakaann atau
laporan-laporan/dokumen peneliti yang terdahulu. Data sekunder disebut juga data
tersedia.
Menurut sifatnya, data dibagi atas data data kualitatid dan data kuantitatif.
1. Data Kualitatif. Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk bilangan. Data
kualitatif berbentuk pernyataan verbal, simbol atau gambar. Contoh: warna, jenis
kelamin, status perkawinan, dll.
2. Data Kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk bilangan, atau data
kualitatif yang diangkakan. Contoh: tinggi, umur, jumlah, skor hasil belajar,
temperatur, dll.
Menurut waktu pengumpulannya, data dibagi atas data berkala (time series) dan
data cross section.
1. Data Berkala (Time series). Data berkala adalah data yang terkumpul dari waktu
ke waktu untuk memberikan gambaran perkembangan suatu kegiatan/fenomena.
contoh: data perkembangan harga 9 macam bahan pokok selama 10 bulan terakhir
yang dikumpulkan setiap bulan.
2. Data Cross Section. Data cross section adalah data yang terkumpul pada suatu
waktu tertentu untuk memberikan gambaran perkembangan keadaan atau kegiatan
pada waktu itu. Contoh: Data sensus penduduk tahun 2000, data hasil UN siswa
SMA tahun 2012, dsb.

Menurut susunannya, data dibagi atas data acak atau tunggal dan data
berkelompok
1. Data Acak atau Data Tunggal. Data acak atau tunggal adalah data yang belum
tersusun atau dikelompokkan ke dalam kelas-kelas interval.
Contoh:
Data hasil oengukuran berat siswa kelas IX (dalam kg):
35

37

39

47

39

32

34

45

50

39

2. Data berkelompok. Data berkelompok adalah data yang sudah tersusun atau
dikelompokkan ke dalam kelas-kelas interval. Data kelompok disusun dalam bentuk
distribusi frekuensi atau tabel frekuensi.
Contoh:
Data nilai siswa dan jumlah siswa yang memperoleh nilai tertentu untuk mata
pelajaran matematika kelas IX.
Nilai

Turus

12

III

34

IIIII

56

IIIII IIIII

10

78

IIIII IIIII IIIII

9 10 IIIII II

Frekuensi

15
7

Data berkelompok ini terbagi menjadi:


a. Data Kelompok Diskrit. Data yang diperolej dari hasil menghitung termasuk
dalam data diskrit (jumlah anak, dll).
b. Data kelompok kontinu. Sebuah data dinyatakan berkontribusi kontinu apabila
data tersebut diukur dalam skala kontinu atau data yang didapat dari hasil
mengukur. Contoh data kontinu, yaitu: tinggi badan, berat badan, hasil belajar,
motivasi belajar dan lain-lain.

2.2 Pengertian Informasi


Pengertian Informasi menurut Beberapa pendapat para ahli :
John Burch dan Gary Grudnitski : Informasi adalah data yang telah diletakan dalam konteks
yang lebih berarti dan berguna yang dikomonikasikan kepada penerima untuk digunakan
didalam pembuatan keputusan.
Robert J. Verjello/John Reuter III : Informasi adalah kumpulan data yang relevan dan
mempunyai arti yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan.

Goerge H. Bodnar : Informasi adalah data yang berguna.


Henry C. Lucas, Jr : Informasi adalah kenyataan yang tampak maupun yang tidak tampak
yang tersedia untuk mengurangi ketidakpastian tentang beberapa keadaan atau kejadian.
Barry E. Cushing : Informasi menunjukan hasil dari pengolahan data yang diorganisasikan
dan berguna kepada orang yang menerimanya.
Gordon B. Davis : Informasi adalah data yang telah diolah kedalam bentuk yang berguna bagi
penerimanya dan nyata atau berupa nilai yang dapat dipahami didalam keputusan sekarang
maupun masa depan.
Kesimpulan bahwa informasi adalah :
1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya.
2. Menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) kesatuan nyata (fact dan entity)
3. Digunakan untuk pengambilan keputusan.
Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan
nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata
(fact dan entity) adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betulbetul ada dan terjadi.

Gambar 2.1 Siklus Informasi (Information Cycle) / Siklus Pengolahan Data (Data
Proccesing Cycle).

2.3 Kualitas Informasi (Quality of Information)


Ada 3 macam bahwa informasi dapat dikatakan berkualitas jika memenuhi tiga syarat
yaitu akurat, tepat pada waktunya dan relevan.
Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan tidak bias atau
menyesatkan sehingga informasi harus jelas mencerminkan maksudnya sampai ke penerima
tanpa adanya ganguan (noise).
Tepat Pada waktunya, yang berarti informasi datang kepada penerima tidak boleh
terlambat karena merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan sehingga tidak
berakibat fatal bagi organisasi.
Relevan, berarti informasi mempunyai manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi
untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainya berbeda.
Nilai dari informasi ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya.
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya
mendapatkannya.

2.4 Sistem Informasi (Information system/Processing System/Information General


System/ Information Processing systems)
Pengertian system informasi dijabarkan menurut beberapa ahli sebagai berikut :
Henry C. Lucas : Suatu sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang
diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung
pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi.
John F. Nash dan Martin B. Robert : suatu sistem informasi adalah suatu kombinasi dari
orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan
untuk mendapatkan jalur komonikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu
memberikan sinyal kepada yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang
penting dan menyediakan suatu dasar untuk pengambilan keputusan yang cerdik.
Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis : Sistem informasi adalah suatu system didalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhanpengolahan transaksi harian, mendukung operasi
yang bersifat manajerial dan kegiatan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak
luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

2.5 Komponen Sistem Informasi


John Burch dan Garry Grudnitski mengemukan bahwa system informasi terdiri dari
komponen-komponen yang disebutkannyadengan istilah blok bangunan (building block), yaitu
blok masukan (input block), blok model (model block), blok keluaran (output block), blok
teknologi (technology block), blok basis data (database block) dan blok kendali (controls
block).

Gambar 2.2 Blok Sistem Informasi yang Berinteraksi


Blok Masukan
Input mewakili data masuk ke dalam system informasi baik metode-metode dan media
untuk menangkap data yang yang akan dimasukan yang dapat berupa dokumen-dokumen
dasar.
Blok Model
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan
memanipulasi data input dan data yang tersimpan dibasis data dengan cara tertentu untuk
menghasilkan keluaran yang diinginkan.
Blok Keluaran
Produk dari system informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang
berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemenserta semua
pemakai system
Blok teknologi
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan
mengakses data, menghasilkan dan mengirim keluaran dan membantu pengendalian dari
sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi
(brainware/humanware), Perangkat lunak(software) dan Perangkat keras (hardware).
Teknisi adalah orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya dapat beroperasi.
Perangkat lunak adalah berupa program yang membuat perangkat keras dapat bekerja dengan
mengintruksikannya untuk proses sesuai dengan model yang diterapkan.

Perangkat keras terdiri dari bermacam-macam alat yang menyediakan dukungan fisik untuk
blok-blok lainnya.
Blok Basis Data
Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungansatu dengan yang
lainnya, tersimpan di perangkat keras computer dan digunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya. Basis data dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak paket yang
disebut DBMS (Database Management system).
Blok Kendali
Supaya system informasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan, maka perlu
diterapkan pengendalian untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang meruksak system dapat
dicegah ataupu bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.6 Sistem Informasi Manajemen (Management Information Syatem/MIS)


Berikut ini definisi system informasi manajemen (MIS) menurut para ahli :
Goerge M. Scott : Suatu SIM adalah kumpulan dari interaksi-interaksi dari sistem-sistem
informasi yang menyediakan informasi baik untuk kebutuhan anajerial maupun kebutuhan
operasi.
Frederic H. Wu : SIM adalah kumpulan-kumpulan dari system-sistem yang menyediakan
informasi untuk mendukung manajemen.
Gordon B. Davis : SISM adalah system manusia/mesin yang menyediakan informasi untuk
mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi.
Kesimpulan bahwa MIS adalah :
1. Kumpulan dari interaksi system-sistem informasi.
2. Menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen.
SIM terdiri dari system-sistem informasi sbb:
1. Sistem Informasi akuntansi (Accounting Information Systems)
2. Sistem Informasi Pemasaran (Marketing Information Systems)
3. Sistem Informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
4. Sistem informasi personalia (personel information systems).
5. Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
6. Sistem Informasi pembelian (purchasing information systems).
7. Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
8. Sistem informasi analisis kredit (kredit analysis information systems).

9. Sistem informasi penelitian dan pengembangan (reseach and development information


systems).
10. Sistem informasi teknik (engineering information systems).

Gambar 2.3 : Informasi dari SIM untuk semua Tingkatan Manajemen

2.7 Latihan Soal


1. Apa pengertian dari data dan informasi serta jelaskan perbedaan keduanya berikan
contohnya?
2. Gambarkan dan jelaskan siklus informasi ?
3. Bagaimana suatu informasi dapat dikatakan berkualitas ?
4. Sebutkan dan jelaskan dengan singkat apa saja yang termasuk dalam komponen
system informasi ?
5. Apa yang saudara ketahui tentang system informasi manajemen ?