Anda di halaman 1dari 3

DISKUSI

1. Apa saja edukasi yang harus diberikan pada orangtua pasien?


Jawab:
a. Menjelaskan kepada pasien tentang penyakitnya antara lain:
1) Dermatitis atopik termasuk jenis penyakit alergi yang ada
hubungan dengan kerentanan genetik seseorang.
2) Penyakit ini tidak menular tetapi dapat diwariskan antar
generasi.
3) Penyakit ini dapat dicetuskan oleh berbagai faktor sehingga
pasien harus belajar mengetahui apa saja yang dapat memicu
timbulnya penyakit dan berusaha menghindari pejanan.
4) Penyakit ini cenderung berulang apabila tubuh terpapar alergen
tertentu sehingga membutuhkan waktu pengobatan yang cukup
panjang.
b. Menjelaskan pasien cara minum atau memakai obat oles yang benar:
1) Obat oles digunakan setelah mandi, dua kali sehari, oleskan tipis
dan merata di area lesi.
2) Apabila timbul reaksi alergi obat segera hentikan pemakaian dan
segera konsultasi ke dokter.
c. Menyarankan agar pasien:
1) Jangan menggosok atau menggaruk area lesi karena dapat
menimbulkan luka dan infeksi.
2) Menggunakan pakaian yang longgar dan cepat menyerap
keringat, membawa handuk pribadi, serta segera mengganti baju
yang basah untuk mengurangi rasa gatal.
3) Menjaga dan meningkatkan kebersihan diri (mandi, cuci tangan,
memotong kuku) dan lingkungan tempat tinggal.
4) Menjalani pengobatan secara teratur di bawah pengawasan
dokter untuk menghindari resistensi dan efek samping obat yang
tidak diinginkan.
2. Mana yang lebih berat antara DA pada anak atau dewasa?

Jawab:
Pada umumnya, DA remaja dan dewasa berlangsung lama, kemudian
cenderung menurun dan membaik (sembuh) setelah usia 30 tahun dan
jarang sampai usia pertengahan; hanya sebagian kecil yang terus
berlangsung sampai tua. Sedangkan pada DA anak terutama yang infantil,
lesi dapat meluas generalisata bahkan, walaupun jarang, dapat terjadi
eritroderma dan lambat laun lesi menjadi kronis dan residif.
3. Mengapa pada kasus diberikan Cetirizine?
Jawab:
Cetirizine merupakan antihistamin yang sangat kuat dan spesifik.
Cetirizine merupakan antagonis reseptor H1 generasi kedua, yang
merupakan metabolit aktif asam karboksilat dari antagonis reseptor H1
generasi pertama yaitu hidroksizin.
Cetirizine mempunyai keunggulan dibandingkan antihistamin
klasik lain karena mempunyai efek antiinflamasi, terutama melalui
penghambatan proses kemotaksis sel inflamasi. Hasil studi ETAC juga
menunjukkan cetirizine mempunyai efektivitas yang tinggi dengan efek
samping yang minimal.
Sehingga pada kasus diberikan Cetirizine 2,5 mg (2 ml) sirup, 2 x 1
hari, sesuai dosis anak-anak 5 mg per hari atau 2,5 mg setiap 12 jam.
4. Mengapa prognosis DA pada anak tunggal lebih buruk?
Jawab:
Menurut Djuada, A. tahun 2010 dalam buku Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin FK UI, beberapa faktor yang berhubungan dengan prognosis
kurang baik, adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

DA yang luas pada anak.


Menderita rinitis alergika dan asma bronkiale.
Riwayat DA pada orang tua atau saudaranya.
Awitan (onset) DA pada usia muda.
Anak tunggal.
Kadar IgE serum sangat tinggi.

Namun penulis belum menemukan penelitian lebih lanjut mengenai


mengapa anak tunggal termasuk salah satu faktor yang membuat prognosis
dermatitis atopik menjadi kurang baik.
5. Berapa kriteria untuk faktor prognosis kurang baik?
Jawab:
Faktor yang berhubungan dengan prognosis kurang baik, adalah:
1. DA yang luas pada anak.
2. Menderita rinitis alergika dan asma bronkiale.
3. Riwayat DA pada orang tua atau saudaranya.
4. Awitan (onset) DA pada usia muda.
5. Anak tunggal.
6. Kadar IgE serum sangat tinggi.
Bila ditemukan kesemua faktor pada penderita DA maka prognosisnya
menjadi kurang baik.