Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA INDUSTRI

(Pengenalan Komponen Dasar Elektronika Industri)


Oleh:
Kelompok

:4

Anggota Kelompok

: 1. Zulfikar Fahmi (240110140062)


2. Thomas Kurnia (240110140063)
3. Dinda Intan (240110140075)
4. Sondang Kiki (240110140076)

Hari, Tanggal Praktikum

: Selasa, 16 September 2015

Waktu

: Pukul 07.00-09.00

Co.Ass

:1. A. A Halim
2. M. Akbar A
3. M. Ari S.
4. Ichwan C.
5. Dwi R.
6. Rendy Y.S
7. Niar Suwiarti
8. Ari N.
9. Surya Pratama
10. R. Dicky A.
11. Alvin G
12. Haris S

LABORATORIUM PASCA PANEN DAN TEKNOLOGI PROSES


TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIRSITAR PADJAJARAN
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era modern sekarang ini semua orang tidak bisa terlepas dari benda - benda
elektronik, hampir semua aktivitas kita selalu berhubungan dengan benda-benda
yang terdiri dari berbagai macam komponen elektronika. Mulai dari bidang
ekonomi, komunikasi, pendidikan, komunikasi, industri dan sebagainya, semua
memerlukan sebuah komponen elektronika dalam benda atau alat yang digunakan
manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam bidang pertanian pun komponen elektronika juga dibutuhkan bahkan
sangat penting untuk menunjang keperluan petani terutama dalam bidang
mekanisasi pertanian.
Komponen Elektronika merupakan komponen yang sangat penting dalam
eletronika industry biasanya berupa alat dan berupa benda yang menjadi bagian
pendukung suatu rangkhaian elektronik yang dapat bekerja sesuai dengan
kegunaannya. Salah satu komponen yang termasuk kedalam elektronika ialah
Resistor dan kapasitor. Dalam praktikum kali ini akan mempelajari mengenai alat
dan komponen elektronika.
1.2 Tujuan Praktikum
1.
2.
3.
4.

Mengetahui cara penggunaan atau fungsi masing-masing alat dan komponen.


Mengetahui aturan penggunaan alat.
Dapat mengetahui sifat-sifat komponen.
Dapat menjelaskan pengertian elektronika.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Transistor
Transistor merupakan komponen aktif yang memiliki banyak fungsi dan
merupakan komponen yang memegang peranan yang sangat penting.
Komponen transistor yang tidak seperti perintang . Komponen aktif
mengandung bahan aktif seperti silicon, germanium, dan sebagainya yang
merupakan bahan separa penting dalam transistor. Transistor berfungsi sebagai
penguat arus, stabilitasi tegangan, modulasi sinyal, penyearah, sebagai
pemutus dan penghubung / switch. Transistor terdiri dari 3 terminal (kaki)
yaitu base/basis (b), emitor (e) dan collector/kolektor (k). berdasarkan
strukturnya, transistor terdiri dari 2 tipe struktur yaitu pnp dan npn. ujt (uni
junction transistor), fet (field effect transistor) dan mosfet (metal oxide
semiconductor fet) juga merupakan keluarga dari transistor. (Farhan Binar
Sentanu, 2005)
2.2 Bread board
Bread board adalah

papan berlubang yang biasa digunakan untuk

membuat simulasi terlebih dahulu sebelum membuat rangkaian sebelumnya.


Bread board terdapat beberapa ukuran dari yang kecil, sedang, dan besar. Pada
dasarnya ketiga papan tersebut mempunyai konsep yang sama, hanya berbeda
ukurannya saja. (Arifin J Sinaga, 2012)
2.3 Resistor
Resistor atau yang bias disebut dengan hambatan adalah komponen
elektronik dua saluran yang di desain untuk menahan arus listrik dengan
memproduksi penurunan tegangan diantara kedua salurannya sesuai dengan
arus yang mengalirinya. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm
(). Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dari sirkuit
elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang
sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan
film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas
tinggi seperti nikel-kromium). (Subuh Kurniawan, 2011)

Jenis-jenis Resistor diantaranya adalah :


a. Resistor yang nilainya tetap
b. Resistor yang nilainya dapat diatur, resistor jenis ini sering disebut juga
dengan variable resistor ataupun potensiometer.
c. Resistor yang nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya,
resistor jenis ini disebut dengan ldr atau light dependent resistor
d. Resistor yang nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu,
resistor jenis ini disebut dengan ptc (positive temperature coefficient) dan
ntc (negative temperature coefficient)
2.4 Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan
listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 lembar plat metal yang
dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum
dikenal misalnya udara vakum, keramik, dan lain-lain. Jika kedua ujung plat
metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul
pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang bersamaan
muatan negative terkumpul pada ujung metal ang satu lagi. Satuan nilai unutk
kapasitor adalah Farad (F). (Dodik Supartha, 2012).
Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :
a. Kapasitor yang nilainya tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada
bahan pembuatannya maka kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari
kapasitor kertas, kapasitor mika, kapasitor polyster dan kapasitor keramik.
b. Kapasitor yang nilainya tetap tetapi memiliki polaritas positif dan negatif,
kapasitor tersebut adalah kapasitor elektrolit atau electrolyte condensator
(elco) dan kapasitor tantalum
c. Kapasitor yang nilainya dapat diatur, kapasitor jenis ini sering disebut
dengan variable capasitor.

2.5 Induktor
Induktor adalah komponen elektronik yang cara kerjanya berdasarkan
induksi magnet. Induktor merupakan komponen pasif elektronika yang
tersusun dari lilitan kawat dan bias menghasilkan medan magnet bila dialiri
arus listrik dan sebaliknya bias menghasilkan listrik apabila diberi medan
magnet. Inductor mampu menyimpan muatan listrik. Fungsi utama dari
inductor di dalam suatu rangkaian adalah untuk melawan flutuasi arus yang
melewatinya. Satuan induktor adalah henry (h). (jheny amanda, 2015)
Jenis-jenis induktor diantaranya adalah :
a. Induktor yang nilainya tetap
b. Induktor yang nilainya dapat diatur atau sering disebut dengan coil
variable.
2.6 Dioda
Dioda adalah komponen semi konduktor yang paling sederhana, yang
terdiri atas dua elektroda yaitu katoda (untuk memancarkan electron dengan
cara pemancaran elektronik) dan anoda ( untuk mengumpulkan electron yang
dipancarkan dari katoda). Katoda dan anoda dipisahkan oleh hampa maka
diode membentuk kapasitor. Besarnya kapasitansinya berkisar antara 5 sampai
10pf. (andik dzikrullah, 2014)
Berdasarkan fungsi dioda terdiri dari :
a. Dioda biasa atau dioda penyearah yang umumnya terbuat dari silikon dan
berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (ac) ke arus searah (dc).
b. Dioda zener (zener diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian
setelah tegangan yang ditentukan oleh dioda zener yang bersangkutan.
Tegangan tersebut sering disebut dengan tegangan zener.
c. Led (light emitting diode) atau diode emisi cahaya yaitu dioda yang dapat
memancarkan cahaya monokromatik.
d. Dioda foto (photo diode) yaitu dioda yang peka dengan cahaya sehingga
sering digunakan sebagai sensor.
e. Dioda schottky (scr atau silicon control rectifier) adalah dioda yang
berfungsi sebagai pengendali .
Dioda laser (laser diode) yaitu dioda yang dapat memancar cahaya laser.
Dioda laser sering disingkat dengan ld
2.6 IC (Integrated Circuit)

IC (Integrated Circuit) adalah nama lain chip. IC adalah piranti elektronis


yang dibuat dari material semikonduktor. IC merupakan suatu rangkaian
elektronik yang dikemas menjadi satu kemasan yang kecil.. IC terdiri dari
gabungan bahkan jutaan transistor, resistor dan komponene lainnya. IC
merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD
(Electro Static Discharge). (Chya Lusita Achmad, 2004)
2.7 Power Supply
Power Supply adalah perangkat keras yang berfungsi untuk menyuplai
tegangan langsung kekomponen dalam casing yang membutuhkan tegangan,
misalnya motherboard, hardisk, kipas, dll. Input power supply berupa arus
bolak-balik (AC) sehingga power supply harus mengubah tegangan AC
menjadi DC (arus searah), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi
dengan arus DC. Power supply berupa kotak yang umumnya diletakan
dibagian belakang atas casing.

Gambar 1. Konektor Pada Power Supply


Sumber: http://elektronikadasar.info

Fungsi dari setiap jenis konektor dalam power supply


1. Konektor 20 PIN dan 24 PIN ATX Motherboard : jenis konektor ini
dipakai untuk menghubungkan Power Supply dengan Motherboard untuk
mengalirkan daya kepadanya.
2. Konektor 4 PIN dan 8 PIN : jenis konektor 4 pin 12v umumnya dipakai
untuk komputer dengan pentium 4. Kemudian jenis konektor 8 pin 12v
umumnya dipakai untuk jenis komputer server. Fungsi konektor ini untuk
menyuplai daya secara khusus kepada processor.

3. 6 PIN AUX Power Kabel : jenis konektor ini dipakai untuk komponen
VGA Card berjenis PCIe karena komponen ini membuatuhkan daya yang
lebih untuk beroperasi.
4. Konektor 4 PIN Peripheral : jenis konektor ini dipakai sebagai
penghubung ke komponen seperti kipas angin; CD-ROOM; HD; dll.
5. Floppy Disk Power Kabel : jenis konektor ini dipakai untuk menyuplai
daya ke komponen floppy disk.
6. SATA Power Kabel : jenis konektor ini dipakai untuk menyuplai daya ke
komponen-komponen yg port-nya berjenis SATA. Contoh: CD-Room
SATA dan Hard-Disk SATA
2.8 Signal Generator
Signal Generator adalah alat ukur elektronik yang menghasilkan, atau
membangkitkan gelombang berbentuk sinus, segitiga, ramp, segi empat, dan
bentuk gelombang pulsa.
Function generator terdiri dari generator utama dan generator modulasi.
Generator Utama menyediakan gelombang output sinus, kotak, atau
gelombang segitiga dengan rangkuman frekwensi 0,01 Hz sampai 13 MHz.
Generator modulasi menghasilkan bentuk gelombang sinus, kotak, dan
segitiga dengan rangkuman frekwensi 0,01 Hz sampai 10 kHz. Generator
sinyal input dapat digunakan sebagai Amplitudo Modulation (AM) atau
Frequensi Modulation (FM).

Gambar 2. Signal Generator


Sumber: https://blogkibo.wordpress.com

Berikut fungsi dari tiap komponen Signal Generator

1. Saklar daya (power switch): Untuk menyalakan generator sinyal,


sambungkan generator sinyal ke tegangan jalajala, lalu tekan saklar daya
ini.Pengatur Frekuensi: Tekan dan putar untuk mengatur frekuensi
keluaran dalam range frekuensi yang telah dipilih.Indikator frekuensi:
Menunjukkan nilai frekuensi sekarang.
2. Terminal output TTL/CMOS: terminal yang menghasilkan keluaran yang
kompatibel dengan TTL/CMOS
3. Duty function: Tarik dan putar tombol ini untuk mengatur duty cycle
gelombang.
4. Selektor TTL/CMOS: Ketika tombol ini ditekan, terminal output
TTL/CMOS akan mengeluarkan gelombang yang kompatibel dengan
TTL. Sedangkan jika tombol ini ditarik, maka besarnya tegangan
kompatibel output (yang akan keluar dari terminal output TTL/CMOS)
dapat diatur antara 515Vpp, sesuai besarnya tegangan yang kompatibel
dengan CMOS.
5. DC Offset: Untuk memberikan offset (tegangan DC) pada sinyal +/ 10V.
Tarik dan putar searah jarum jam untuk mendapatkan level tegangan DC
positif, atau putar ke arah yang berlawanan untuk mendapatkan level
tegangan DC negatif. Jika tombol ini tidak ditarik, keluaran dari generator
sinyal adalah murni tegangan AC. Misalnya jika tanpa offset, sinyal yang
dikeluarkan adalah sinyal dengan amplitude berkisar +2,5V dan 2,5V.
Sedangkan jika tombol offset ini ditarik, tegangan yang dikeluarkan dapat
diatur (dengan cara memutar tombol tersebut) sehingga sesuai tegangan
yang diinginkan (misal berkisar +5V dan 0V).
6. Amplitude output: Putar searah jarum jam untuk mendapatkan tegangan
output yang maksimal, dan kebalikannya untuk output 20dB. Jika tombol
ditarik, maka output akan diperlemah sebesar 20dB.
7. Selektor fungsi: Tekan salah satu dari ketiga tombol ini untuk memilih
bentuk gelombang output yang diinginkan
8. Terminal output utama: terminal yang mengelurakan sinyal output utama
9. Tampilan pencacah (counter display): tampilan nilai frekuensi dalam
format 60,3
10. Selektor range frekuensi: Tekan tombol yang relevan untuk memilih range
frekuensi yang dibutuhkan.
11. Pelemahan 20dB: tekan tombol untuk mendapat output tegangan yang
diperlemah sebesar 20dB

2.9 Multimeter
Multimeter

adalah

alat

yang

berfungsi

untuk mengukur

Voltage

(Tegangan), Ampere (Arus Listrik), dan Ohm (Hambatan/resistansi) dalam


satu unit. Multimeter sering disebut juga dengan istilah Multitester atau
AVOMeter (singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter). Terdapat 2 jenis
Multimeter

dalam

menampilkan

hasil

pengukurannya

yaitu

Analog

Multimeter (AMM) dan Digital Multimeter (DMM). Multimeter atau


multitester pada umumnya terdiri dari 3 bagian penting, diantanya adalah:
1. Display
2. Saklar Selektor
3. Probe

Gambar 3. Multimeter
Sumber: https://komponenelektronika.biz

Pada multimeter analog memiliki berbagai bagian yang memiliki banyak


fungsi untuk masing-masing bagiannya, berikut ini adalah pengertian
multimeter analog yang dilihat dari funsi bagian-bagian yang terdapat pada
multimeter analog ini contohnya:
1. VA Terminal atau lubang kutub plus (+) yang memiliki fungsi sebagai
tempat untuk masuknya test lead yang berarus plus (+) dan biasanya
memiliki warna merah.
2. Common Terminal atau lubang kutub negatif (-) yang memiliki fungsi
sebagai tempat untuk masuknya test lead yang berarus negatif (-) dan
biasanya memiliki warna hitam
3. Knife Edge Pointer atau biasa disebut sebagai jarum penunjuk meter, yang
memiliki fungsi sebagai penunjuk suatu besaran yang ingin diukur

4. Meter Cover atau bisa disebut dengan kotak meter ini memiliki fungsi
sebagai tempat yang sengaja dibuat untuk menyimpan komponenkomponen multimeter
5. Scale atau skala yang memiliki fungsi sebagai alat pembaca skala meter
6. Polarity Selector Switch atau saklar pemilih polaritas dengan komponen
ini kita dapat memilih polaritas yang diinginkan baik AC mupun DC
7. Zero Adjust Screw atau sekrup penunjuk kedudukan pada jarum penunjuk
yang memiliki fungsi untuk mengatur dan menentukan kedudukan jarum
penunjuk yang bisa kita atur dengan menggunakan obeng pipih sebagai
alat bantu untuk mengubahnya
8. Range Selector Switch atau biasa disebut sebagai saklar pemilih, saklar ini
berfungsi sebagai komponen untuk memilih dan mengukur batasan atau
posisi pengukuran arus
9. Zero Ohm Adjust Knob atau tombol pengatur jarum pada kedudukan nol
atau zero, merupakan komponen yang ada di multimeter yang memiliki
kegunaan sebagai komponen yang dapat mengatur jarum pada multimeter
agar kembali pada posisi nol.
2.10

Osiloskop
Osiloskop sebelumnya disebut osilograf. Informal dikenal sebagai ruang

lingkup CRO (untuk osiloskop sinar katoda) atau DSO (untuk osiloskop
penyimpanan digital yang lebih modern). adalah jenis alat tes elektronik yang
memungkinkan pengamatan terus-menerus berbagai tegangan sinyal, biasanya
sebagai plot dua dimensi dari satu atau lebih sinyal sebagai fungsi dari waktu.
Sinyal non-listrik (seperti suara atau getaran) dapat dikonversi ke tegangan
dan ditampilkan.
Osiloskop digunakan untuk mengamati perubahan sinyal listrik dari waktu
ke waktu, sehingga tegangan dan waktu menggambarkan bentuk grafiknya
terhadap skala yang dikalibrasi. Gelombang yang diamati dapat dianalisis
untuk properti seperti amplitudo, frekuensi, waktu naik, interval waktu,
distorsi dan lain-lain. Tujuan khusus osiloskop dapat digunakan untuk tujuan
seperti menganalisis sistem pengapian otomotif atau untuk menampilkan
bentuk gelombang dari detak jantung sebagai elektrokardiogram. Sebelum
munculnya elektronika digital, osiloskop digunakan sinar katoda tabung
(CRT) sebagai elemen tampilan mereka (maka yang sering disebut sebagai

CRO) dan amplifier linier untuk pemrosesan sinyal. Osiloskop penyimpanan


yang digunakan CRT penyimpanan khusus untuk mempertahankan tampilan
yang mantap dari sinyal singkat tunggal. CRO kemudian sebagian besar
digantikan oleh osiloskop digital storage (DSO) dengan display panel tipis,
cepat analog-to-digital converter dan prosesor sinyal digital. DSO tanpa
menampilkan terpadu (kadang-kadang dikenal sebagai digitisers) yang
tersedia dengan biaya yang lebih rendah dan menggunakan komputer digital
untuk tujuan umum untuk memproses dan menampilkan bentuk gelombang.
Prinsip Kerja Osiloskop
Komponen utama osiloskop adalah tabung sinar katoda ( CRT ). Prinsip
kerja tabung sinar katoda adalah sebagai berikut: Elektron dipancarkan dari
katoda akan menumbuk bidang gambar yang dilapisi oleh zat yang bersifat
flourecent. Bidang gambar ini berfungsi sebagai anoda. Arah gerak elektron
ini dapat dipengaruhi oleh medan listrik dan medan magnetik. Umumnya
osiloskop sinar katoda mengandung medan gaya listrik untuk mempengaruhi
gerak elektron kearah anoda. Medan listrik dihasilkan oleh lempeng kapasitor
yang dipasang secara vertikal, maka akan terbentuk garis lurus vertikal
dinding gambar. Selanjutnya jika pada lempeng horizontal dipasang tegangan
periodik, maka elektron yang pada mulanya bergerak secara vertikal, kini juga
bergerak secara horizontal dengan laju tetap.Sehingga pada gambar terbentuk
grafik sinusoidal.
Sebuah benda bergetar sekaligus secara harmonik, getaran harmonik
(super

posisi) yang berfrekuensi dan mempunyai arah getar sama akan

menghasilkan satu getaran harmonik baru berfrekuensi sama dengan


amplitudo dan fase tergantung pada amplitudo dan frekuensi setiap bagian
getaran harmonik tersebut. Hal itu berdasarkan metode penambahan
trigonometri atau lebih sederhananya lagi dengan menggunakan bilangan
kompleks. Bila dua getaran harmonik super posisi yang berbeda, frekuensi
terjadi getaran yang tidak lagi periodik.
Basis waktu secara periodik menggerakkan bintik cahaya dari kiri
kekananmelalui permukaan layar. Tegangan yang akan diperiksa dimasukkan

ke Y atau masukan vertikal osiloskop, menggerakkan bintik keatas dan


kebawah sesuai dengan nilai tegangan yang dimasukkan. Selanjutnya bintik
tersebut menghasilkan jejak berkas gambar pada layar yang menunjukkan
variasi tegangan masukan sebagai fungsi dari waktu. Bila tegangan masukan
berkurang dengan laju yang cukup pesat gambar akan kelihatan sebagai
sebuah pola yang diam pada layar.

Gambar 4. Signal Generator


Sumber: https://duniaanalitika.wordpress.com

Bagian-Bagian Osiloskop Beserta Fungsinya :


1. Volt atau div : Untuk mengeluarkan tegangan AC.
2. CH1 (Input X) : Untuk memasukkan sinyal atau gelombang yang diukur
atau pembacaan posisi horisontal.
3. AC-DC : Untuk memilih besaran yang diukur.
4. Ground : Untuk memilih besaran yang diukur.
5. Posisi Y : Untuk mengatur posisi garis atau tampilan dilayar atas bawah.
6. Variabel : Untuk kalibrasi osciloskop.
7. Selektor pilih : Untuk memilih Chanel yang diperlukan untuk pengukuran.
8. Layar : Menampilkan bentuk gelombang.
9. Inten : Mengatur cerah atau tidaknya sinar pada layar Osiloskop.
10. Rotatin : Mengaur posisi garis pada layar.
11. Fokus : Menajamkan garis pada layar.
12. Position X : Mengatur posisi garis atau tampilan kiri dan kanan.
13. Sweep time/ div : Digunakan untuk mengatur waktu periode (T) dan
Frekwensi ( f ).
14. Mode : untuk memilih mode yang ada.
15. Variabel : Untuk kalibrasi waktu periode dan frekwensi.
16. Level Menghentikan gerak tampilan layar.
17. Exi Trigger : Untuk trigger dari luar.

18. Power : untuk menghidupkan Osciloskop.


19. Cal 0,5 Vp-p : Kalibrasi awal sebelum Osciloskop digunakan.
20. Ground Osciloskop yang dihubungkan dengan ground yang diukur.
21. CH2 ( input Y ): Untuk memasukkan sinyal atau gelombang yang diukur
atau pembacaan Vertikal.

BAB III
METODOLOGI
3.1

Alat
1. Multimeter
2. Osiloskop
3. Signal Generator
4. Power Suply Unit
5. Obeng
6. Stop kontak

3.2

Bahan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

3.3

Transistor
Kapasitor
Resistor
Induktor
Diode ( LED )
Baterai
Prosedur

1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum.


2. Mengenali nama, fungsi, dan cara penggunaan alat dan komponen
3.
4.
5.
6.

elektronika secara umum dan mendasar terlebih dahulu.


Menyalakan Power Suply Unit.
Memahami kegunaan atau fungsi dari Power Suply Unit.
Menyalakan multimeter.
Menyesuaikan penggunaannya untuk mengukur resistor ( dengan arah

perputaran berlawanan jarum jam ).


7. Menyambungkan kabel merah multimeter pada kutub positif dan kabel
hitam pada kutub negatif ( bila memang benda yang diukur memiliki
kutun tapi bila tiak peletakkan bebas ).
8. Memutar multimeter perlahan lahan untuk menyesuaikan nilai dari
resistor yang diukur.
9. Mencari nilai hambatan ( ohm ) resistor dengan tepat.Bila nilai sesuai
maka resistor bernilai positif tidak negatif.
10. Mengubah pengaturan pada multimeter untuk mengukur transistor.
Memasang kabel merah pada kaki terujung transistor dan kabel hitam pada
kaki bagian tengah. Memeriksa nilai transistor. Apabila belum dapat

melihat nilai transistor, memasang kembali kabel merah pada kaki bagian
tengah transistor dan kabel hitam pada bagian ujung transistor.
11. Menentukan jenis transistor apakah P-N-P ( positif negatif positif )atau
N-P-N ( negatif positif negatif ).
12. Mengubah pengaturan multimeter untuk pengecekkan LED.
13. Memasang kabel merah pada kaki LED positif dan kabel hitam untuk kaki
LED negatif.
14. Jika lampu menyala, maka LED masih dalam keadaan baik dan dapat
digunakan.
15. Mengatur multimeter untuk menghitung arus ( sesuaikan dengan
perputaran berlawanan arah jarum jam ).
16. Memasang kabel merah pada kutub postif dan kabel hitam untuk kabel
negatif pada baterai.
17. Memeriksa nilai arus pada baterai. Kondisi baterai memengaruhi nilai
arusnya.
18. Mengatur multimeter untuk pengukuran tegangan.
19. Memasang kabel merah pada kutub postif dan kabel hitam untuk kabel
negatif pada baterai.
20. Memeriksa nilai tegangan AC pada baterai.
21. Menyiapkan stop kontak dan obeng.
22. Menusukkan obeng pada salah satu lubang stop kontak.
23. Mencari lajur berbahaya, jika lajur ini ditemukan mala lampu pada obeng
akan menyala.
24. Membuktikkan bahwa tegangan DC sebesar 220 V dengan mengukur
menggunakan multimeter.
25. Menyalakan signal generator.
26. Menghubungkannya dengan osiloskop.
27. Melihat gelombang yang dihasilkan oleh signal generator pada display
osiloskop.
28. Mengatur frekuensi gelombang dan mengubah frekuensi seperti yang
diinginkan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1

Breadboard

Gambar 5. Breadboard

Gambar 6. Breadboard

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Gambar 7. Breadboard
Sumber: Dokumen pribadi, 2015
4.1.2

Resistor

Gambar 8. Resistor

Gambar 9. Resistor

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Gambar 10. Resistor

Gambar 11. Resistor

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

4.1.3

Kapasitor

Gambar 112. Resistor

Gambar 13. Resistor

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Gambar 14. Resistor


4.1.4

Sumber: Dokumen pribadi, 2015


Transistor

Gambar 15.Transistor
Sumber: Dokumen pribadi, 2015
4.1.5

Induktor

Gambar 16.Induktor
Sumber: Dokumen pribadi, 2015
4.1.6

Integrated circuit (IC)

Gambar 17. Integrated circuit (IC)


Sumber: Dokumen pribadi, 2015
4.1.7

Diode

Gambar 18. Diode

Gambar 19. Diode

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

4.1.8

4.1.9

Power Supply

Gambar 20. Power Supply

Gambar 21. Power Supply

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Signal Generator

Gambar 22. Signal Generator

Gambar 23. Signal Generator Sumber:

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Dokumen pribadi, 2015

4.1.10 Osiloscop

Gambar 24. Osiloscop


Sumber: Dokumen pribadi, 2015

4.1.11 Multimeter

Gambar 25. Multimeter

Gambar 26. Multimeter

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

4.1.12 LCD dan LED

Gambar 27. LCD

Gambar 28. LED

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Sumber: Dokumen pribadi, 2015

Zulfikar Fahmi
240110140062
4.2 Pembahasan
Praktikum kali ini merupakan praktikum pengenalan mengenai alat dan
komponen yang biasa digunakan dalam elektronika. Alat dan komponen yang
dipelajari antara lain: Breadboard, Resistor, Kapasitor, Transistor, Induktor,
Integrated circuit (IC), Diode, Power Supply unit, Signal Generator, Multimeter,
Osiloscop dan LCD, LED.
Pada praktikum kali ini juga menjelaskan penggunaan-penggunaan dari
setiap komponen tersebut seperti sebuah papan breadboard untuk membuat
rangkaian sementara yang ditujukan untuk pengujian atau untuk percobaan. Dan
sedangkan resistor ialah nama dari sebuah komponen elektronika yang fungsinya
sebagai tahanan atau hambatan, tahanan pada setiap resistor tersebut dapat kita
ukur atau dapat kiat hitung dengan membaca gelang warna yang terdapat pada
resistor dan ataupun dengan menggunakan multimeter. Sementara itu transistor
berfungsi sebagai penguat arus sehingga membuat komponen transistor menjadi
yang paling lemah.
Praktikan juga mempelajari bagaimana cara menggunakan alat multimeter.
Adapun cara menggunakan multitester ini ialah sebagai berikut :
a. Jika saklar menunjuk pada ohm meter dapat digunakan mengukur: Transistor,
Tahanan,

Potensiometer, VR

(Variabel

Resistor),

Kondensator, LS,

Kumparan, MF dan trafo, mengukur Kabel, dsb.


b. Jika saklar menunjuk pada DC Volt (dcv) dapat digunakan mengukur:
1. Arus dalam suatu rangkaian (arus dc)
2. Mengukur (menguji) accu atau batere
c. Jika saklar menunjuk pada AC Volt (acv) dapat dipakai untuk mengukur kuat
tegangan AC, ada dan tidaknya arus listrik.
Jika saklar menunjuk pada DC ampere dapat dipakai untuk mengukur berapa
banyak ampere pada accu maupun batere atau catu daya (adaptor).

Kendala yang dihadapi pada praktikum ini adalah masih ada berberapa
alat-alat yang belum bisa praktikan fahami bagaimana cara penggunaannya dan
apa fungsi dari alat tersebut.

Thomas Kurnia Adi


240110140063
4.2 Pembahasan
Praktikum kali ini membahas tentang pengenalan alat dan komponen
elektronika diantaranya:
1. Sinyal Generator
a) Fungsi
Adapun fungsi dari signal generator adalah;
i.
Sebagai penghitung frekuensi
ii. Sebagai sweep generator output untuk mendapatkan
iii.

ayunan (sweep) bentuk gelombang yang diinginkan.


Sebagai function generator output untuk mendapatkan

output bentuk gelombang yang diinginkan


b) Cara kerja
i.
Langkah-langkah kerja mengoperasikan sebagai function
generator output:
1) Memilih tipe gelombang yang dibutuhkan dengan cara
memutar saklar putar pada control function
2) Memberikan batasan ukur frekuensi dengan cara
memutar saklar pada control range
3) Menghubungkan sinyal dari keluaran utama ke
channel-1 oscilloscope. Kemudian menyetel trigger
source yang terdapat pada channel-2 osilloscope
4) Menyetel frekuensi sinyal dengan tombol pengatur
untuk mendapatkan display pembacaan frekuensi
5) Mengatur amplitude dari sinyal menggunakan tombol
pengatur amplitude
6) Menggunakan tombol offset untuk mengatur dc offset
sesuai dengan kebutuhan dari -10 volt sampai dengan
+10 volt)
7) Sebelum menyambung function generator ke beban
ii.

luar diharapkan untuk memeriksa impedans beban


Langkah-langkah kerja mengoperasikan sebagai sweep
generator output:
1) Menghubungkan terminal main output ke channel-1
oscilloscope dan sweep output ke channel-2
2) Channel-2 oscilloscope berfungsi untuk menampilkan
bentuk gelombang gigi gergaji.
3) Mengatur kecepatan ayunan sinyal menggunakan
tombol rate
4) Mengatur penggunaan frekuensi

5) Menarik saklar rate untuk membuat mode sweep on


6) Channel-1 berfungsi untuk menampilkan sweep wave
7) Mengatur lebar ayunan dengan menggunakan tombol
iii.

width
Langkah-langkah

mengoperasikan

sebagai

frequency

counter:
1) Memeriksa posisi saklar pada control coupling, saklar
pada posisi hf digunakan untuk frekuensi lebih dari 100
khz. Saklar pada posisi lf digunakan untuk frekuensi
dibawah 100khz
2) Apabila function generator saklarnya pada posisi
counting mode, maka ext counter led akan menyala
3) Menghubungkan sinyal dari luar yang akan dihitung
frekuensinya dengan ext counter bnc
2. Multimeter
a. Fungsi
Adapun multimeter berfungsi untuk mengukur tegangan, kuat arus,
dan hambatan.
b. Cara kerja
Karena yang dipakai pada praktikum kali ini adalah multimeter analog
yaitu menggunakan pergerakan jarum jam untuk menujukkan skala.
Sehingga untuk memperoleh hasil ukur, terlebih dahulu membaca
terlebih dahulu divisi atau range apa yang ingin digunakan. Avo meter
analog lebih umum digunakan karena harganya lebih murah dari pada
jenis avo meter digital.
3. Power Supply Unit
a. Fungsi
Sebagai perangkat yang keras yang mampu menghantarkan atau
menyuplai arus listrik yang sebelumnya sudah diubah dari bentuk arus
listrik yang berlawanan(ac) menjadi arus listrik yang searah (dc)
b. Cara kerja
Tekan tombol power pada casing maka langkah selanjutnya adalah
melakukan cek dan tes sebelum membiarkan system start. Jika tes telah
sukses, power supply akan mengirim sinyal khusus pada mother board
yang disebut power good
4. Osciloscop
a. Fungsi
Adapun fungsi osciloscop sebagai:
i.
Penyelidik gejala yang bersifat periodic

ii.
iii.

Untuk melihat gelombang kotak dari tegangan


Penganalisis gelombang dan fenomena lain dalam rangkaian

iv.

elektronika
Pengukur amplitude modulasi yang dihasilkan oleh pemancar

v.

radio dan generator pembangkit sinyal


Penganalisis tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap

waktu
vi.
Pengukur tegangan ac dan dc dan menghitung frekuensinya
b. Cara kerja
Menggunakan layar katoda pada osciloscop. Terdapat pula tabung
panjang yang disebut tabung sinar katoda yang menggunakan prinsip
kerja dan dibedakan dua tipe, yaitu tipe osciloscop analog dan digital
5. Bread board
Fungsi
Sebagai papan yang digunakan untuk membuat rangkaian sementara
sebelum melakukan percobaan.

6. Transistor
Fungsi
Penyambung dan pemutus arus litrik (switch) seperti halnya saklar, dan
sebagai penguat (amplifier), stabilisasi tegangan serta modulasi sinyal
7. Resistor
Fungsi
Pembatas arus pada angka tertentu sehingga rangkaian listrik yang telah
dirangkai dapat berfungsi seperti yang diharapkan.
8. Kapasitor
Fungsi
Sebagai penyimpan muatan listrik dengan jangka waktu tertentu yang
terdiri dari dua konduktor yang sengaja dipisahkan oleh bahan penyekat
atau bahan dieletrik
9. Induktor
Fungsi
Sebagai pengatur frekuensi, filter dan juga sebagai alat penyambung
(kopel)
10. IC (Integrated Circuit)
Fungsi
Sebagai otak dalam sebuah peralatan elektronika
11. Dioda
Fungsi
Penghantar arus listrik ke satu arah dan penghambat arus listrik dari arah
sebaliknya

Dinda Intan F.
240110140075
4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini, prosedur praktikum lebih menitikberatkan pada
pengenalan dan fungsi dari alat atau komponen elektronika yang mendasar. Pada
umumnya, komponen elektronika banyak yang berukuran sangat kecil tetapi tidak
menutup kemungkinan ada alat atau komponen elektronika yang berukuran besar.
Misalnya saja Power Supply, Signal Generator, dan Osiloskop.
Power Supply Unit atau PSU merupakan komponen yang berfungsi
sebagai pembagi tegangan, penyuplai arus, penstabil arus listrik, dan mengubah
arus listrik searah ( AC ) menjadi arus bolak-balik ( DC ). Power Supply sering
digunakan sebagai stabillizer.
Signal generator berfungsi sebagai pembangkit gelombang blok ( segi
empat ). Komponen ini dapat menguji baik atau uruk suatu rangkaian elektronika.
Bila baik maka gelombang yang dihasilkan berbentuk segi empat tai bila buruk
gelomang yang dihasilkan berbentuk segitiga, cekung, atau cembung.
Osiloskop berfungsi sebagai pembaca sinyal dari komponen lain, seperti
signal generator misalnya, lalu mengubah sinyal tersebut menjadi gelombang
sinusoidal ( untuk AC ) atau gelombang berbentuk kotak- kotak ( untuk DC ).
Selain komponen komponen besar, banyak juga komponen kecil yang
digunakan untuk membuat rangkaian seperti kapasitor. Kapasitor berfungi untuk
menyimpan

energi

dalam

medan

listrik

dengan

cara

mengumpulkan

ketidakseimbangan internal muatan listrik. Kapsitor ada dua jenis yaitu kapasitor
polar dan nonpolar. Perbedaanya adalah kapasitor polar memiliki dua kutub
( positif dan negatf ) sedangkan kapasitor nonpolar tidak memiliki kutub.
Dioda merupakan komponen yang erfungsi sebagai rectifier atau pengarah
arus dan sebagai pengaman. Salahsatu contoh dioda adalah LED ( Light Emited
Diode ) yang berfungsi sebagai penerangan atau mentransmisikan cahaya.
Transistor berfungsi untuk penguat arus. Ada dua macam transistor yaitu
N-P-N ( Negatif-Positif-Negatif ) dan P-N-P ( Positif-Negatif-Positif). Maksud
dari kode tersebut adalah posisi kutub pada kaki resistor dengan urutan seagai
berikut Kaki ujung- Kaki tengah Kaki ujung. Kaki tengah selalu berbeda jenis
kutubnya dari dua kaki yang lain.

IC ( regulator ) sebagai pengatur dari komponen komponen yang lain.


Prinsip kerja alat ini diibaratkan seperti otak manusia. Contohnya adalah arduino.
Multimeter adalah alat ukur bermacam macam komponen seperti
tegangan, arus, hambatan, bahkan dapat menguji apakah suatu ioda masih dapat
berfungsi atau tidak. Alat ini dihubungkan dengan dua kabel berwarna yaitu
merah dan hitam. Kabel merah dihubungkan dengan kutub positif dan kabel hitam
dihubungkan dengan kutub negatif.
Resistor merupakan penghambat arus dan dapat juga membagi tegangan
pada suatu rangkaian. Untuk nilai hambatannya dapat diketahui melalui nilai
keempat gelang yang ada pada resistor tersebut.
Induktor sebagai penyimpan energi dan sinyal kondisioner pada suatu
rangkaian. Dan yang terakhir adalah LCD ( Light Crystal Display ) merupakan
komponen yang berfungsi untuk menampilkan data berupa angka, tulisan atau
gambar dari komponen lain.

Sondang Kiki R.
240110140076
4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini, praktikan mempelajari tentang pengenalan alat
dan komponen elektronika. Beberapa komponen yang diperkenalkan adalah
breadbroard, resistor, kapasitor, trassistor, induktor, Op-Amp LM 741, IC
(Regulator, Microkontroller ATMega *, dan sensor LM35. Praktikan juga
diperkenalkan dan mempelajari cara menggunakan multimeter, mengukur VDC,
mengecek dioda, mengukur ADC, mengukur VAC, melihat signal pada osiloskop
dan mengecek transistor.
Untuk mengukur arus listrik, praktikan dibantu dengan multimeter yang
digunakan untuk mengukur AC/tegangan DC, arus, dan resistansi. Multimeter
mengabungkan voltmeter, amperemter, dan ohmmeter. Setiap pengukurang yang
dilakukan menggunakan multimeter selalu menggunakan arus yang lebih kecil
terlebih dahulu untuk membaca skala kuat arus pada alat elektronika yang diukur
arus listriknya.
Praktikum dimulai dengan melihat nilai tahanan pada resistor. Nilai
tersebut dapat dilihat dari gelang warna yang tertera pada resistor berukuran kecil.
Sedangkan untuk resitor yang sekiranya dapat diberikan keterangan akan
tegangannya maka dapat ditulis dengan angka. Resistor berfungsi sebagai
penghambat arus listrik. Dalam mengukur resistor menggunakan multimeter,
posisi saklar selektor dipasang ke ohm. Karena resistor bersifat tidak ada polatiras,
jadi dalam menghubungkan probe pada sisi resistor dapat terbalik.
Selain mengukur resistor, praktikan juga mengukur dioda, dimana dioda
memnpunyai daya yang satu arah dengan kata lain daya tersebut tidak dapat
dibolak balik. Dioda juga mempunya fungsi sebagai penyearah dan pengaman
komponen. Pada simbol dioda digambatkan dengan anak panah yang diujungnya
terdapat garis melintang. Cara kerja dioda dapat dilihar dari simbolnya dimana
pada pangkal anak panah disebut sebagai anoda (P) dan pada ujung anak panah
disebut katoda (N).
Transistor yang berfungsi sebagai penguat arus. Transistor memiliki 3
buah kaki yaitu collector, emitter dan basis, dimana setiap posisi kaki-kaki ini

berbeda antar satu dengan yang lainnya. Secara umum transistor terbagi menjadi
dua macam yaitu NPN dan PNP. Prinsip kerja dari transistor NPN adalah arus
yang mengalir dari kolektor ke emitor yang basisnya dihubungkan ke ground
(negatif). Arus yang mengalir dari basis harus lebih kecil daripada arus yang
mengalir dari kolektor ke emitor. Jika basis samping tidak bergerak, hal tersebut
menandakan bahwa transistor tersebut adalah NPN. Sedangkan prinsip kerja dari
transistor PNP adalah arus akan mengalir dari emitter menuju kolektor jika pin
basis dihubungkan ke sumber tegangan. Arus yang mengalir ke basis harus lebih
kecil daripada arus yang mengalir dari emitor ke kelektor. Pengecekkan untuk
transistor NPN dan PNP dapat dilakukan dengan multimeter dengan
menghubungkan probe pada setiap kaki-kaki transistor secara berbeda-beda.
Sehingga jika trasistor tersebut NPN atau PNP, akan muncul nilai besarnya arus
yang ada pada trasistor.
Praktikan juga diperkenalkan dengan adiometer. Alat

tersebut untuk

melihat gelombang sinusioda. Dan juga osiloskop yang merupakan alat untuk
menampilkan signal listrik dari waktu ke waktu sehingga tegangan dan waktu
menggambarkan bentuk grafiknya terhadap skala yang dikalibrasi.

Zulfikar Fahmi
BAB V

240110140062

PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil, yaitu :
1. Resistor berfungsi untuk menghambat arus listrik yang melewatinya.
2. Nilai tahanan pada resistor dapat dibaca dari pembacaan gelang warna dan
pengukuran menggunakan multimeter.
3. Kode pada kapasitor yang berupa angka dan huruf menunjukan nilai
kapasitansi yang dimilikinya.
4. Multimeter dapat dipakai untuk mengukur ampere, volt dan ohm meter.

Thomas Kurnia Adi


240110140063
5.1 Kesimpulan
1. Elektronika tersusun dari suatu rangkaian elektronik berupa komponene
seperti resistor, inductor, transistor, diode, kondensator
2. Komponen elektronika dirangkai pada alat yang dinamakan project board
3. Komponen elektronika mempunya fungsi masing-masing dan saling
berkesinambungan membentuk suatu rangkaian
5.2 Saran
Adapun saran untuk praktikum kali ini adalah lebih memahami,
mempelajari fungsi dan cara kerja dari alat-alat dan komponen elektronika

Dinda Intan F.
240110140075
5.1 Kesimpulan
1. Setiap komponen elektronikamemiliki fungsi atau kegunaan tersendiri.
2. Satu komponen saling berhubungan dengan komponen lainnya. Contoh
pada signal generator yang memberikan sinyal gelombang yang
ditampilkan oleh osiloskop.
3. Semua komponen elektronika bekerja bersama membentuk suatu sistem.
4. Sistem tersebut tidak akan berjalan jika sati komponen ditiadakan.
5.2 Saran
1. Praktikan seharusnya diberitahukan terlebih dahulu tentang materi yang
mendasari jalannya praktikum agar praktikan tidak bingung saat
melakukan praktikum.
2. Saat pengenalan alat dan komponen seharusnya praktikan diberikan
masing-masing satu contoh komponen dalam satu kelompok agar
komponen tersebut dapat terlihat dengan jelas.

Sondang Kiki R
240110140076
5.1 Kesimpulan
Dalam praktikum kali ini dapat disimpulkan, bahwa:
1. Multimeter dapat mengukur tegangan (V), arus listrik (A), dan
hambatan/resistansi (Ohm) dalam satu unit.
2. Transistor dapat dibedakan antara trasistor NPN dan PNP dengan
menggunakan multimeter.
3. Harga resistansi dan toleransi pada resistor dapat diukur dari gelang
sebagai kode warnanya.
4. Pengukuran dengan multimeter lebih akurat dibandinkan dengan
menggunakan kode warna.
5.2 Saran
Saran dalam praktikum kali ini adalah:
1. Pastikan alat yang digunakan dalam keaadan baik dan dapat digunakan
karena hal tersebut akan mempengaruhi pada data yang dihasilkan.
2. Sebelum mulai mengukur suatu besaran listrik, perhatikan besaran apa
yang hendak diukur, kemudian pilih kedudukan selektor dan perhatikan
polaritas antara kutub positif dan negatif.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Pengertian Multimeter. Terdapat pada:
http://komponenelektronika.biz/pengertian-multimeter.html (diakses pada tanggal
22 September 2015 pukul 21.01 WIB)
Basuki. 2009. Diktat KuliahBahan-bahanListrik. Banda Aceh: UniversitasSyiah
Kuala.
Blocher, R. 2004.DasarElektronika. Yogyakarta: PenerbitAndi Yogyakarta.
Fatma. Pengertian Power Supply. Terdapat pada:
http://elektronikadasar.info/pengertian-power-supply.htm (diakses pada tanggal 22
September 2015 pukul 20.44 WIB)
Rizki. Penjelasan Mengenai Fuction Generator, Osiloskop, Cara Menghitung Beda
Phasa Terdapat pada: https://blogkibo.wordpress.com/2014/11/13/beberapapenjelasan-mengenai-function-generator-osiloskop-cara-menghitung-beda-phasa/
(diakses pada tanggal 22 September 2015 pukul 20.21 WIB)