Anda di halaman 1dari 33

2.1.1.

Status studi AMDAL

Rencana kegiatan Pembangunan mall oleh perusahaan Fajar Bumi sakti


telah sesuai dengan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Pasaman telah
dilakukan studi kelayakan teknis dan ekonomis. Selanjutnya telah mendapat
rekomendasi dari Bupati Kabupaten Pasaman dengan surat rekomendasi No.
671.2/188/IV/ DESEM/2012, tentang persetujuan dan memberikan izin prinsip
kepada PT. Fajar Bumi untuk pembangunan mall (5.000 kW).
2.1.2. Kesesuaian lokasi rencana kegiatan dengan rencana tata
ruang.
Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan Pembangunan Mall seluas kurang
lebih 88,8 Ha terletak di berlokasi diLembah Sari, Kecamatan Rumbai, Kota
Pekanbaru (Gambar 2.1). Setelah peta lokasi kegiatan dioverlaykan dengan peta
RTRW Kecamatan Rumbai, maka lokasi kegiatan Pembangunan Mall berada dalam
areal kegiatan penduduk setempat. Dimana harus mendapatkan persetujuan dari
pihak Kecamatan Rumbai setelah proses penyusunan AMDAL selesai.

Deskripsi Rencana Kegiatan


Kegiatan pembangunan pusat perbelanjaan mall akan didirikan di Lembah Sari,
Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Adapun luas dari wilayah lembah sari yaitu 9,77
km. Adapun batas-batas pusat perbelanjaan Rumbai Mall ini adalah:
Sebelah Utara berbatasan dengan pemukiman penduduk
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Rumbai
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Lima Puluh
Sebelah Timur berbatasan dengan Perawang.
Aktifitas pembangunan pusat perbelanjaan Rumbai Mall dibagi dalam 3 (tiga) tahap
yaitu: fase pra konstruksi, fase konstruksi dan fase operasional. Kegiatan ini dikelompokan
berdasarkan kemungkinan terjadinya dampak penting terhadap lingkungan:
1. Pra konstruksi
Tahapan ini dilakukan sebelum dimulainya kegiatan pembangunan mall dari perencanaan
sampai persiapan lahan siap dilakukan pekerjaan konstruksi.
Adapun kegiatannya yaitu:
a) Survei lokasi

Survey yang dilakukan antara lain: survei luas lahan, survei kelayakan lahan, keadaan
lingkungan di sekitarnya baik topografinya (kemiringan lereng) hidrologi serta keadaan
sosial daerah tersebut.
b)

Perizinan
Perizinan bangunan gedung Mall ini meliputi izin lokasi, advice planning,

Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB), UKL UPL, HO (ijin gangguan), IMB (ijin
mendirikan bangunan), dan perijinan lainnya sesuai dengan perturan daerah tempat
gedung berdiri. Permintaan ijin, wajib dilakukan untuk mendirikan sebuah bangunan
agar nantinya jika terjadi sesuatu terhadap lahan tersebut ada jaminan dari pemerintah.
c) Sosialisasi program
Sosialisasi program sebagai informasi bagi masyarakat sekitar tentang program
kegiatan yang akan di buat di lokasi tersebut.
d) Pembebasan lahan
Lahan yang akan di jadikan Mall ini adalah lahan tempat berdirinya rumah sakit
yang sudah tidak beroperasional dan sebagian lahan milik warga yang berdekatan dengan
Mall karena lahan bekas rumah sakit masih kurang luas jika tidak diadakan perluasan ke
lahan-lahan milik warga, jadi pembelian lahan yang akan dibangun proyek ini dari para
warga dan Pemda setempat.
e) Perencanaan
Sebelum bangunan didirikan, harus dibuat desain rinci bangunan sesuai dengan
ketentuan administrasi dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.
2. Fase kontruksi
Tahapan ini merupakan kegiatan pelaksanaan fisik pembangunan mall baik dari
mulai perataan tanah , sampai selesainya bangunan. Adapun kegiatannya yaitu:
a. Penerimaan tenaga kerja
Yaitu kegiatan perekrutan tenaga kerja untuk pelaksanaan pembangunan Mall.
Penerimaan tenaga kerja dilakukan dengan merekrut penduduk setempat.
b. Pembuatan base camp/barak kerja
Yaitu pembuatan pos untuk semua kegiatan dengan cara membuat suatu bangunan
khusus buat para kontraktor dan penempatan bahan-bahan material bangunan.
c. Mobilisasi alat berat dan material

Alat-alat berat yang dibawa dan akan digunakan seperti bulldozer, excavator,
vibroroller, damp truk dan peralatan lainnya dimana akan digunakan untuk mengangkut
materialseperti pasir, semen, batu-batuan, besi, dan lain-lain.
d. Pembangunan bangunan utama (Mall, Ruko, Taman dan Hotel)
Pembangunan dimulai dengan perataan tanah dengan menggunakan alat berat
lalu pembuatan pondasi, pembangunan dinding, sampai bangunan konstruksi tersebut
selesai dan siap digunakan.
e. Pembangunan sarana dan prasarana mall
Pembuatan jalan, baik itu di dalam lokasi mall maupun diluar lokasi mall, Pemasangan
instalasi listrik , dipilih sumber tenaga PLN dan sebagai cadangan menggunakan tenaga
diesel/generator. Pemasangan jaringan telepon, pemasangan jaringan air bersih, dimana
akan menggunakan sumber air dari PDAM dan air bawah Tanah. Pembangunan fasilitas
seperti mushola, toilet, tempat parkir, taman bermain, pos keamanan dan pembangunan
sarana pengolahan air limbah dan sampah. Sarana pengolahan/pembuangan air limbah
dometik dibuat dibagian timur lokasi proyek yang berupa saluran air besar.
f. Pembersihan lahan
Setelah pembangunan selesai kemudian dilakukan pembersihan lahan dari sisa material
bangunan, agar disekitar bangunan terlihat bersih.
3. Fase operasional
a. Operasional Mall
Mall akan banyak dikunjungi orang untuk berbagai tujuan, karena mall merupakan
ruang publik yang dapat digunakan oleh siapa pun.
b. Perawatan bangunan
Seperti melakukan pengecatan ulang pada bangunan yang sudah rusak warnanya.
c. Perawatan lingkungan
Penyiraman tanaman dilakukan pada setiap pagi dan sore hari, pemangkasan tanaman
dilakukan apabila tanaman tersebut sudah tua atau mengganggu, perawatan drainase
dilakukan dengan cara melakukan monitoring terhadap saluran tersebut secara berkala.
d. Perawatan jalan
Perawatan jalan dilakukan secara berkala, bila terjadi kerusakan akan langsung
diperbaiki atau ditambal.
4. Pasca operasional
Penanganan tenaga kerja
Setelah Mall sudah tidak beroperasi lagi, maka perlu memikirkan tenaga-tenaga
kerja yang bekerja di Mall tersebut, seperti pemberian pensangon, gaji/tunjangan ataupun
memindahkan ke Mall-Mall yang masih beroperasi atau ke tempat-tempat yang
membutuhkan banyak tenaga kerja yang berpengalaman.

2. Rona lingkungan hidup


Kegiatan Pembangunan pusat perbelanjaan Mall Rumbai ini merupakan kegiatan yang
diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup, sehingga akan
menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan terhadap komponen lingkungan.
Komponen lingkungan yang akan ditelaah yaitu komponen yang diperkirakan akan
terkena dampak penting oleh rencana kegiatan.
Komponen yang akan terkena dampak dari pembangunan pusat perbelanjaan Gorontalo
Mall adalah:
1. Abiotik
Komponen Lingkungan

Indikator

Hidup
Iklim

Iklim Mikro

Parameter
Suhu
Kelembaban
Kecepatan angin
Radiasi matahari
Curah hujan
Neraca air

Fisiografi

Topografi

Kemiringan lereng
Luas Wilayah

Hidrologi

Pola drainase

Alur air
Gerakan air

Ruang, lahan, dan tanah

Kualitas air

Kualitas Udara

Air tanah

Muka air tanah

Tataruang

Potensi air tanah


Ada atau tidaknya

Kesesuaian lahan
Kesuburan

Kelas kesesuaian
PH Tanah, pola penyerapan

Sifat fisika

air, N,P,K, KTK


Suhu warna, bau kekeruhan

Sifat kimia

pH Air, Nitrit, Nitrat, dan

Sifat fisik

sulfide.
Suhu Udara

Sifat Kimia

Karbon monooksida, C02

2. Kultur Budaya
a. Kondisi Demografi, kependudukan, Struktur penduduk,
keadaan penduduk didaerah tersebut beraneka ragam. Dari tua sampai muda, dari anakanak sampai remaja, Dari kelas bawah, menengah, atas juga ada. Melihat kondisi saat ini
didaerah tersebut mayoritas menengah keatas sehingga bagi kalangan / masyarakat bisa
berbelanja berbagai bahan pokok dan sekunder disana.
b. Kondisi Ekonomi.
Kondisi Ekonomi menggambarkan tingkat pendapatan penduduk mayoritas lumayan
stabil. Karena kebanyakan penduduk menengah keatas. Artinya disini juga terbukanya
kesempatan kerja dan kesempatan berusaha dalam proyek tersebut.
c. Kondisi Sosial Budaya Masyakat
Masyarakat Lambah Sari, lebih cenderung membeli bahan-bahan pokok keperluan yang
dibutuhkan. Sehingga budaya konsumtif bisa diatasi dengan pendekatan ekologi, artinya
seberapa perlu kebutuhan tersebut untuk dikonsumsi. Jadi menciptakan pola pikir yang
bukan untuk hura-hura.
d. Kondisi kesehatan masyarakat.
Kondisi kesehatan didaerah tersebut lebih terkait pada penyediaan air bersih, status gizi,
dan kecukupan pangan, serta obat-obatan

3. Identifikasi dampak potensial


Adapun identifikasi dampak-dampak yang terjadi setelah di lakukan pembangunan
pusat perbelanjaan Gorontalo Mall adalah sebagai berikut:
Kemacetan lalu lintas
Lapangan pekerjaan
Kesempatan kerja
Pendapatan masyarakat
Perekonomian local dan regional
Keresahan masyarakat
Persepsi masyarakat
Penyakit
Kecelakaan kerja
Peluang berusaha
Perubahan tata ruang lahan
Sampah
Pencemaran udara
Kebisingan
Peningkatan kadar debu
Kerusakan jalan
Perubahan suhu dan iklim
Kesehatan masyarakat
Getaran
Kuantitas dan kualitas air tanah
Munculnya vektor penyakit dan binatang pengganggu
peningkatan estetika
Peluang berusaha
Peningkatan Limbah domestic
Pencemaran air dan tanah

A. Daftar Uji Sederhana


No

Kegiatan

Komponen

Dampak Potensial

Lingkungan
1.

PRA KONSTRUKSI
a. Survei Lokasi

Sosial (culture)

Persepsi Masyarakat
Timbulnya tanggapan
positif, seperti tanggapan

mengenai peluang
berusaha, meningkatnya
tingkat keramaian disekitar
rumah
masyarakat,terjangkaunya
tempat untuk berbelanja
kebutuhan masyarakat dll.
Timbulnya tanggapan
negatif, seperti ketakutan
akan diambilnya lahanlahan milik warga yang
b. Perizinan

Sosial (culture)

berdekatan dengan Mall


dengan harga yang murah.
Persepsi masyarakat
Hilangnya aset tanah milik

c. Sosialisasi Program

Sosial (culture)

warga untuk mendirikan


pembangunan.
Terdapat persepsi

d. Pembebasan Lahan

Sosial (culture)

masyarakat menganai
program pembangunan
Mall
Persepsi masyarakat
Timbulnya keresahan
masyarakat akan hilangnya
lahan mereka akibat
pembebasan lahan yang
lahannya adalah sebagian
lahan milik warga.

2.

KONSTRUKSI
a. Penerimaan Tenaga
Kerja

- Sosial

- Tanggapan positif masyarakat


- Bertambahnya lapangan
pekerjaan

- Terserapnya tenaga kerja


- Kesempatan Kerja
- Mengurangi pengangguran
- Meningkatan perekonomian
dan pendapatan masyarakat
- Sosial
b. Pembukaan Lahan

(Kulture)

- Tanggapan negatif
masyarakat
- Terjadinya konflik antara
masyarakat dan pengelolah
- Terjadi Keresahan masyarakat
- Kesehatan Masyarakat

- Biotik
- Hilang dan rusaknya vegetasi
- Terjadinya penebangan
tumbuhan
- Abiotik

- Hilangnya tempat tinggal


fauna
- Menurunnya produktifitas

c. Uji Coba Lokaasi

- Sosial

tanah
- Banyaknya debu yang di
hasilkan dari aktifitas

- Biotik
d. Uji Coba Alat

pembukaan lahan
- Persepsi masyarakat

- Sosial
- Abiotik

- Keresahan
- Hilang dan rusaknya vegetasi
- Hilangnya tempat tinggal

e. Mobilitas Alat Berat

fauna

Dan Mobilitas
Material

- Persepsi Masyarkat
- Sosial
- Pencemara udara (banyaknya
asap yang dihasilkan)
- Kebisingan
- Abiotik

- Kerusakan Alat
- Tanggapan negatif

f. Pembangunan

- Keresahan masyarakat

Gedung

- Kesehatan masyarakat
- Soial
(Masyarakat)

- Penurunan kualitas udar


- Kebisingan
- Banyaknya debu yang

- Abiotik

dihasilkan kendaraan
- Persepsi masyarakat

g. Pemasangan
Pembangkit

- Keresahan
- Sosial

- Kecelakaan Kerja

Berkapasitas 125
Mw Sebanyak 2 Unit

- Produktifitas tanah
- Kebisingan
- Debu
- Abiotik
- Persepsi masyarakat
- Keresahan dan kekhawatiran

h. Pemasangan Jaringan
Listrk dan Instrumen

- Sosial

masyarakat
- Kecelakaan keja

(alat)
- Pembukaan lahan

- Penurunan produktifitas tanah


- Biotik

- Persepsi Masyarakat
- Keresahan dan kekhawatiran
mengenai bahaya yang di
timbulkan
- Kecelakaan kerja
- Penebangan pohon

3.

OPERASIONAL
a. Pengoperasian

- Sosial

Jaringan Listrik

b. Pemeliharaan
4.

masyarakat

- Sosial

Jaringan Listrik
PASCA
OPERASIONAL
a.

- Tanggapan negatif dan positif

- Tanggapan negatif dan positif


masyarakat

- Sosial

Persepsi masarakat

Reklamasi /
rehabilitas lahan
- Biotik

- Pengembalian vegetasi yang


telah rusak
- Penanaman ulang pepohonan
jangka panjang
- Pemulihan tempat tinggal
fauna
- Pemeliharaan flora dan fauna

- Abiotik

- Pengembalian produktifitas
tanah

- Sosial
b. Penanganan Tenaga

- Persepsi masyarakat
- Berkurangnya lapangan

kerja

pekerjaan
- Penurunan perekonomian
Masyarakat
- Bertambahnya pengangguran

No Kegiatan
1
Pra konstruksi
a. Survey lokasi
b. Perizinan

c. Sosialisasi program
d. Pembebasan lahan

e. Perencanaan
Fase Konstruksi
a. Penerimaan tenaga kerja

b. Pembuatan base camp/barak


kerja

Komponen yang terkena dampak


Kultur
1) Persepsi masyarakat
2) Keresahan masyarakat
kultur
1) Keresahan masyarakat
2) Hilangnya aset tanah
kultur
Persepsi masyarakat
kultur
1) Persepsi masyarakat
2) Hilangnya aset tanah
kultur
Persepsi masyarakat
Kultur
1) Peningkatan kesempatan kerja
2) Peluang berusaha
3) Peningkatan pendapatan
4) Peningkatan perekonomian lokal
Abiotik
1) Perubahan tata ruang lahan
2) Timbunan sampah
Biotik
3) Perubahan ekosistem lingkungan
Abiotik

c. Pembuatan jalan kerja

1) Pencemaran udara
2) Kebisingan
3) Perubahan tata ruang lahan

4) Peningkatan kadar debu


Abiotik
d. Mobilisasi alat berat dan
material

1)
2)
3)
4)
5)

Kebisingan
Kerusakan jalan
Peningkatan kadar debu
Perubahan suhu dan iklim
Pencemaran udara

Kultur
6) Kemacetan lalu lintas
7) Kecelakaan lalu lintas
8) Kesehatan masyarakat
Kultur
1)
2)
3)
4)
e. Pembangunan sarana dan
prasarana Mall

Kecelakaan kerja
Pencemaran udara
Kebisingan
Getaran

Abiotik
5) Perubahan tata ruang lahan
Kultur
1)
2)
3)
4)

Kecelakaan kerja
Getaran
Timbunan sampah
Kesehatan masyarakat

Abiotik
f. Pembangunan bangunan
utama (Mall, Ruko, Taman
dan Hotel)

5) Kuantitas dan kualitas air tanah


berkurang.
6) Pencemaran air
7) Kebisingan
Biotik
8) Perubahan ekosistem lingkungan
9) Munculnya vektor penyakit dan
binatang pengganggu
Kultur
1) Kecelakaan kerja
2) Timbunan sampah
3) Kesehatan masyarakat
Abiotik

4) Kuantitas dan kualitas air tanah


g. Pembangunan fasilitas Mall

berkurang
5) Kebisingan
Biotik
6) Perubahan ekosistem lingkungan
7) Munculnya vektor penyakit dan
binatang penganggu
Abiotik
1) Perubahan tata ruang lahan
Biotik
2) Perubahan ekosistem lingkungan
Abiotik
1) Peningkatan kadar debu
Kultur

h. Pembangunan sarana

2) peningkatan estetika

pengolahan air limbah dan


sampah
i. Pembersihan lahan
3

Fase Operasional
a. Operasional Mall

Kultur
1) Peningkatan kesempatan kerja
2) Peluang berusaha
3) Peningkatan pendapatan
4) Peningkatan persekonomian lokal
5)
6)

dan regional
Kemacetan
Timbunan sampah

Abiotik
7)

Penurunan kualitas dan kuantitas

air tanah.
8) Kebisingan
9) Pencemaran udara
10) Peningkatan Limbah domestic
11) Perubahan suhu atau iklim
12) Pencemaran air dan tanah
Kultur

1) Peningkatan estetika
2) Persepsi masyarakat
Kultur

b. Perawatan bangunan

1) Peningkatan estetika
Abiotik

c. Perawatan lingkungan

2) Penurunan kuantitas air tanah


Biotik
3) Timbunan sisa-sisa vegetasi
Kultur
d. Perawatan jalan

1) Kemacetan
Abiotik
2) Pencemaran udara
3) Kebisingan

b. Matriks

Kualitas

Udara
Trans

Kem

portas

aceta

KI
MI
A

Lalul
intas
Tanah
Hid Aliran

Perawatan jalan

Perawatan lingkungan

Perawatan bangunan

Pembangunan bangunan utama


Pembuangan limbah
Operasional mall

Mobilitas alat berat dan material


Pembukaan lahan

Penerimaan tenaga kerja

Perencanaan

Pembebasan lahan

Sosialisasi Program

kerja Pembanguna base camp/barak


Pembangunan jalan kerja

FISI

Perizinan

Survei Lokasi

Matriks interaksi

X X

rol

Permu

ogi
Ku

kaan
Kualita

alit

s Air
Sedime

as
Air

X X X

n
Kompo

sisi
BIO
LO

Ve

Jenis
Keanek

get

aragam

asi

an
Jenis

GI

Dilindu
Sat
wa

ngi
Komposis

i Jenis
Jenis
Dilindu
ngi
Biota
laut
Kesem

SOS

patan

I-

Kerja
Kesem

AL,
EK
ONO
MI,
BU

Sos
ial

X
X

patan
Berusa

Ek

ha
ono Pendap
mi

atan
Pereko

DA-

nomian

YA

Lokal
Pereko

nomian
Region
al
Keresa
Sos
ial
Bu
day
a
KE
S
M
AS

Ke
s.
Ma
s

han
Masyar
akat
Perseps X

X X X X

i
Masyar
akat
Penyak

X X

it
Kecela

kaan
Kerja

Bagan alir pelingkupan


Tahap kontruksi
Penerimaan tenaga kerja
Penyiapan lahan
Mobilisasi alat dan bahan
Pengaturan tata ruang kawasan
Kesempatan kerja
Hidrologi
estetika
Lahan
Debu
Topografi
Pendapatan ekonomi
Drainase
Kualitas air
Pembangunan bangunan utama
Kesehatan masyarakat
Biota
Kebisingan
Debu
Kebisingan
Kesehatan masyarakat
Ekosistem lingkungan
Kesehatan masyarakat

Persepsi MAsyarakat

X
X

4. Evaluasi dampak potensial


No

Kegiatan Dampak

Penting/
tdk
penting

Tujuan dalam evaluasi dampak potensial ini adalah untuk mengevaluasi secara
holistik semua dampak penting tersebut, sehingga pengelolaan lingkungan pada kegiatan ini
bisa lebih diarahkan dan difokuskan pada prioritas dampak penting hipotetik yang harus
ditanggulangi.
Mengingat tujuan dari evaluasi dampak ini adalah untuk lebih memfokuskan
penanganan lingkungan, maka evaluasi dampak dikelompokkan berdasarkan jenisnya

dengan dilengkapi uraian pada satu jenis dampak pada aspek/komponen lingkungan yang
akan terkena dampak.
Evaluasi dampak potensial di ukur berdasarkan kriteria evaluasi dampak, dimana
berdasarkan kriteria tersebut di dapat beberapa dampak penting hipotetik, di antaranya:
Arus lalu lintas
Kegiatan mobilisasi alat berat dan material yang membebani jalan akses yang sudah
tersedia, sehingga timbul bangkitan/tarikan arus lalu lintas, menyebabkan kerusakan
jalan, pencemaran udara, kemacetan, perubahan suhu dan iklim, dan terganggunya
kesehatan masyarakat.
Kualitas dan kuantitas air tanah
Dalam kegiatan konstruki (pembangunan) tentunya membutuhkan air untuk menunjang
kegiatan tersebut. Jumlah air yang dibutuhkan sangatlah banyak, danuntuk memenuhi
kebutuhan air tersebut maka sumber air yang digunakan adalah air tanah. Sehingga
kuantitas air tanah bisa berkurang dan kualitasnya pun bisamenurun karena kontaminasi
lumpur pada kegiatan pembangunan. Begitu juga pada kegiatan operasional kegitan mall,
sumber air yang digunakan adalah air tanah artesis. Dalam pemakaian air yang banyak
makan kuantitas air tanah dangkal yang dipakai oleh masyarakat sekitar menjadi
berkurang dan kualitasnya pun dapat turun selain karena kuantitas air menurun dan
terkontaminasi lumpur atau tanah pada sumur bor, penurunan kualitas air tanah ini dapat
disebabkan oleh limbah domestic yang diserapkan ke dalam tanah, sehingga berdampak
pada penurunan kuantitas dan kualitas air tanah yang di akibatkan oleh pemakaian yang
berlebihan serta limbah dari proyek yang nantinya akan berdampak munculnya vektor
penyakit dan binatang penganggu, yang berdampak lanjutan pada kesehatan masyarakat.
5. Dampak Penting Hipotetik
Penentuan dampak hipotetik dimaksudkan untuk menentukan jenis dampak penting
hipotetik dengan derajat kepentingannya akibat rencana kegiatan yang akan dikaji dalam
AMDAL sesuai hasil pelingkupan, juga dengan melihat kegiatan lain yang sejenis. Hasil
penentuan dampak hipotetik adalah sebagai berikut :
a. Tahap pra konstruksi

Dampak penting yang diperkirakan timbul pada tahap pra konstruksi mencakup:
1. Kegiatan survey lokasi akan menimbulkan persepsi negative dari masyarakat sekitar
lokasi pembangunan.
2. Pembebasan lahan akan berhubungan langsung dengan pihak-pihak yang terkait
dengan lokasi/lahan yang akan dibangun.
3. Kegiatan pengukuran dan pematokan serta pengadaan tanah diperkirakan dapat
menimbulkan persepsi negatif dan keresahan masyarakat.
4. Sosialisasi kegiatan akan menimbulkan persepsi positif dari masyarakat.
5. Hilangnya lahan pemukiman penduduk.

b. Tahap konstruksi
Dampak penting yang diperkirakan timbul pada tahap konstruksi mencakup:
1. Penerimaan tenaga kerja akan mengurangi pengangguran disekitar daerah
pembangunan.
2. Kegiatan pengangkutan bahan material, pembuatan jalan dan pembangunan akan
mengakibatkan gangguan terhadap penduduk yang tinggal disekitar lokasi kegiatan
seperti kebisingan, getaran dan pencemaran udara.
3. Terganggunya ekosistem di sekitar pengambilan material.
4. Mobilitas alat dan bahan serta material dan juga pembangunan proyek akan
mengakibatkan suhu menjadi panas karena pohon-pohon yang sebelumnya sudah
tidak ada karena ditebangi, Perubahan suhu karena polusi akibat pembangunan
5. Pada kegiatan konstruki (pembangunan) akan menyebabkan penurunan kuantitas dan
kualitas air tanah
6. Adanya vektor penyakit dan binatang penggangu,
7. Aktivitas para pekerja bangunan dapat menghasilkan sampah.
8. Kerusakan jalan yang diakibatkan oleh lalu lalangnya truk pengangkut material dapat
menyebabkan kecelakaan lalu lintas sehingga bisa menimbulkan kemacetan dan
tentunya polusi udara.
9. Perubahan ekosistem lingkungan, penebangan pohon dan pembabatan tumbuhan di
lokasi proyek pebangunan, menyebakan ekosistem lingkungan berubah.
10. Kegiatan pembangunan akan menyebabkan kebisingan dan debu.
11. Terganggunya kegiatan lalulintas karena pengangkutan material.
c. Tahap operasional

Dampak penting yang diperkirakan timbul pada tahap pra konstruksi mencakup:
1. Kegiatan bongkar muat barang akan menimbulkan kemacetan.
2. Penerimaan karyawan akan mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf hidup
masyarakat.
3. Limbah dari pembangunan akan menimbulkan pencemaran.
4. Hilangnya daerah resapan air sehingga berdampak pada banjir
5. Pada kegiatan operasional Mall mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas
air tanah.
6. Kebisingan Kebisingan berasal dari kegiatan lalu lintas yang semakin ramai karena
berdatangannya para pengunjung ke mall.
7. Pencemaran udara karena lalu lalang kendaraan pengunjung mall, bahkan dapat
terjadi kemacetan karena banyak angkot yang berhenti di sekitar mall.
8. Timbunan sampah yang berasal dari hasil kegiatan operasional mall.
Intensitas

Kebisingan

Kegiatan pengangkutan alat dan material, pematangan tanah, pelaksanaan


konstruksi dan operasional Mall diidentifikasi dapat menimbulkan
ketidaknyamanan warga sekitar (lokasi pemukiman) karena peningkatan intensitas
kebisingan. Kebisingan yang berasal dari suara kendaraan berat, pengangkut alat
berat, material, dan suara mesin-mesinyang digunakan lalu dari kegiatan
pembanguan. Kebisingan berasal dari kegiatan lalu lintas yang semakin ramai
karena berdatangannya para pengunjung ke mall. Kebisingan akibat mobil-mobil
pengirim barang ke mall dan pengiriman barang dar imall ke konsumen.
Kebisingan ini dapat mengganggu kenyamanan warga sekitar proyek
pembangunan dengan dampak lanjutan terhadap kesehatan masyarakat, sehingga
dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.
Getaran

Pada saat pelaksanaan konstruksi, akan menimbulkan getaran khususnya pada


pekerjaan pondasi tiang pancang, kendaraan berat yang melintas, penurunan alat
berat dan material, getaran ini akan dirasakan oleh warga sekitar proyek
pembangunan yang akan merambat sehingga akan berdampak sampai pada
rumah-rumah sekitarnya, hal ini akan menimbulkan gangguan kenyamanan dan
ketenangan, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.

Pencemaran udara
Pada kegiatan pengangkutan material dan pembuatan jalan serta pada kegiatan
operasional Mall akan mengakibatkan pencemaran udara, yang berasal dari asap
masakan dari pedagang kaki lima disekitar mall, dan asap rokok dari pedagang,
supir angkot, pembeli atau pengunjung dan masyarakat sekitar, emisi dari
kendaraan berat yang melintas serta aktivitas pembangunan dan lalu lalang
kendaraan pengunjung mall, dapat menyebabkan konsentrasi debu dan unsur
pencemar lain seperti CO, Pb, di udara meningkat, hal ini juga dapat
menyebabkan perubahan suhu meningkat, sehingga daerah sekitar menjadi sangat
panas dan juga dampak lanjutan pada kesehatan manusia. Sehingga dampak
tersebut merupakan dampak penting hipotetik

Penurunan kualitas dan kuantitas air tanah


Pada operasional kegitan mall, sumber air yang digunakan adalah air tanah artesis.
Dalam pemakaian air yang banyak makan kuantitas air tanah dangkal yang
dipakai oleh masyarakat sekitar menjadi berkurang dan kualitasnya pun dapat
turun selain karena kuantitas air menurun dan terkontaminasi lumpur atau tanah
pada sumur bor, penurunan kualitas air tanah ini dapat disebabkan oleh limbah
domestic yang diserapkan ke dalam tanah, serta pembuangan limbah domestik
berupa Limbah dari toilet, westafel, bak cuci piring dan usaha resto. hal ini akan
berdampak pada kesehatan masyarakat jika mengkonsumsi air yang sudah
bercampur limbah tersebut. sehingga dampak tersebut merupakan dampak
penting hipotetik.

Arus Lalu Lintas


Kegiatan mobilisasi alat berat dan material yang membebani jalan akses yang
sudah tersedia, sehingga timbul bangkitan/tarikan arus lalu lintas. Hal ini
ditunjukkan dengan peningkatan volume kendaraan di jalan, yang menuju ke
lokasi Pembangunan pusat perbelanjaan Gorontalo Mall. Pada tahap operasional
juga menyebabkan peningkatan arus lalu lintas keluar-masuk (mobilisasi
kendaraan) yang dapat menimbulkan peningkatan arus dan kemacetan lalu lintas
di ruas-ruas karena banyak angkot yang berhenti di sekitar mall, yang akan
berdampak pada kerusakan jalan. Selain itu Kerusakan jalan yang diakibatkan

oleh lalu lalangnya truk pengangkut material dapat menyebabkan kecelakaan lalu
lintas sehingga bisa menimbulkan kemacetan dan tentunya polusi udara.
Banyaknya kendaran yang melintas, apalagi saat musim hujan kerusakannnya
bisa bertambah parah. Sehingga Dampak tersebut merupakan dampak penting
hipotetik.

Kesempatan Kerja
Kegiatan mobilisasi tenaga kerja baik pada tahap konstruksi maupun pada tahap
operasional, dalam perekrutannya akan memberikan prioritas kepada penduduk
sekitar secara proporsional sesuai dengan persyaratan kemampuan yang
diperlukan dan dapat mengurangi, sehingga dampak tersebut merupakan
dampak penting hipotetik.

Kesempatan Berusaha
Pada tahap konstruksi dan tahap operasional, masyarakat sekitar dapat
mempunyai kesempatan berusaha, yaitu menjadi karyawan di pabrik multi nabati
Sulawesi, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.

Tingkat Pendapatan
Terbukanya kesempatan kerja dan peluang berusaha pada tahap konstruksi
maupun pada tahap operasi, harus dapat dimanfaatkan oleh penduduk setempat,
sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, yang pada gilirannya
akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan
perekonomian lokal, sehingga merupakan dampak penting hipotetik.

Kenyamanan dan Ketenangan


Pada saat konstruksi dan operasional terdapat kegiatan-kegiatan yang dapat
menimbulkan gangguan kenyamanan dan ketenangan terhadap penduduk di
sekitar lokasi kegiatan, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting
hipotetik.

Keresahan Masyarakat
Pada tahap konstruksi, baik pada kegiatan pengangkutan alat dan material dan
pelaksanaan konstruksi Pembangunan pabrik multi nabati sulawesi akan
berdampak lanjutan terhadap keresahan masyarakat, sehingga dampak tersebut
merupakan dampak penting hipotetik.

Sikap dan Persepsi Masyarakat


Sikap dan persepsi masyarakat dimaksudkan sebagai tingkat dukungan,
persetujuan atau penolakan warga terhadap keberadaan proyek, sehingga
masyarakat ada 2 (dua) kubu, yaitu kubu yang mendukung keberadaan proyek,
serta kubu yang menolak keberadaan proyek. Dengan demikian maka sikap dan
persepsi masyarakat adalah merupakan dampak penting hipotetik.

Kesehatan Masyarakat
Pada tahap konstruksi dan operasional yaitu pada kegiatan pekerjaan tanah dan
pelaksanaan konstruksi kegiatan operasional Pembangunan pabrik multi nabati
sulawesi berdampak lanjutan terhadap kesehatan masyarakat, baik karena adanya
sampah, limbah cair, serta penurunan kualitas udara dan debu serta peningkatan
intensitas kebisingan, Adanya vektor penyakit dan binatang penggangu,
keberadaan vektor penyakit seperti nyamuk dapat terjadi karena adanya genangangenangan air berupalubang galian yang dapat menjadi breeding place nyamuk,
kemudian ada lalat dan tikus karena ada tumpukan sampah dari aktivitas pekerja
proyek akan berujung pada terganggunya kesehatan masyarakat. sehingga dampak
tersebut merupakan dampak penting hipotetik.

6. Klasifikasi dan prioritas


Rencana pembuangan limbah domestic dari pembangunan pusat perbelanjaan
Gorontalo Mall ke saluran air besar yang terdapat dibagian timur lokasi proyek akan
menimbulkan dampak penting hipotetik berupa peningkatan kadar BOD. Dan Pencemaran
udara oleh emisi dari kendaraan berat yang melintas serta aktivitas pembangunan yang
menyebabkan konsentrasi debu dan unsur pencemar lain seperti CO, Pb, di udara meningkat
yang kemudian berlanjut pada kebisingan. Dampak penting hipotetik dari masing-masing
parameter tersebut dapat dikelompokkan menjadi penurunan kualitas air, kebisingan dan
penurunan kualitas udara. Selanjutnya terhadap 3 (tiga) dampak penting tersebut diurut
berdasarkan kepentingannya, yaitu:
1. Penurunan kualitas lingkungan
a. Kualitas udara
b. Kualitas air
c. Kebisingan
d. getaran
2. Konflik sosial
a. Kesehatan masyarakat

b. Keresahan masyarakat
c. Kenyamanan dan ketenangan
d. Sikap dan persepsi masyarakat
e. Kecelakaan
f. kemacetan
7. Prioritas dampak penting hipotetik
Pada pembangunan pusat perbelanjaan Gorontalo Mall menimbulkan berbagai
dampak penting. Adapun yang menjadi prioritas dampak penting hipotetik kegiatan
pembangunan ini adalah penurunan kualitas lingkungan dan konflik sosial yang diakibatkan
aktivitas pembangunan pusat perbelanjaan Gorontalo Mall itu sendiri.
8. Wilayah studi
Penetapan lingkup wilayah studi dimaksudkan untuk membatasi luas wilayah studi
sesuai hasil pelingkupan dampak penting, dan dengan memperhatikan keterbatasan sumber
daya, waktu dan tenaga, serta saran pendapat dan tanggapan dari masyarakat yang
berkepentingan.
Adapun lingkup wilayah pembangnan pusat perbelanjaan Gorontalo Mall dengan batasbatas wilayah studi sebagai berikut:
1. Batas administrasi
Batas administrasi proyek pembangunan pusat perbelanjaan Mall yaitu: terdapat di Kelurahan
Ipilo, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.
2. Batas ekologis
Adapun batas ekologisnya yaitu ruang persebaran dampak dari suatu rencana usaha dan/atau
kegiatan menurut media transportasi limbah (air, udara) dimana prose salami yang
berlangsung di dalam ruang tersebut diprakirakan akan mengalami perubahan mendasar.
Termasuk dalam ruang ini adalah ruang di sekitar rencana usaha dan/atau kegiatan yang
secara ekologis memberi dampak terhadap aktivitas usaha dan/atau kegiatan. Adapun batas
ekologis pembangunan pusat perbelanjaan Gorontalo Mall adalah: daerah sebelah utara
proyek yaitu sekitar pemukiman penduduk, yang akan terkena dampak kebisingan, getaran,
dan pencemaran udara juga terganggunya kesehatan masyarakat akibat proyek, sekitar Jalan
Sultan Botutihe, Jalan Kasuari, dan Jalan Aloei Saboe yang akan terkena dampak seperti
kemacetan lalu lintas, kebisingan, pencemaran udara, getaran, kerusakan jalan yang
berdampak pada terganggunya lalu lintas.
3. Batas sosial
Batas sosial adalah ruang di sekitar rencana usaha dan/atau kegiatan yang merupakan tempat
berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tertentu yang

sudah maupun (termasuk sistem dan struktur sosial), sesuai dengan proses dinamika sosial
suatu kelompok masyarakat, yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat
suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
Adapun batas sosial dari proyek ini adalah disekitar lokasi Mall, dimana terjadi interaksi jual
beli antara produsen dan konsumen juga distributor.

Green My World

Klasik

Kartu Lipat

Majalah

Mozaik

Bilah Sisi

Cuplikan

Kronologis

May
2

makalah pengantar ilmu pendidikan geografi


Makalah
PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN GEOGRAFI
PENDIDIKAN MASA DEPAN MENGHADAPI ABAD 21
DISUSUN OLEH KELOMPOK 8:
GEOGRAFI
1.

Israil

2.

Susanti Smt Mayang

3.

Sri Utami/Geo 08

4. Windayani Ika Y.S/Geo 08


5.

Salwia /Geo08

PRODI PEND.

makalah pengantar ilmu pendidikan geografi


Makalah
PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN GEOGRAFI
PENDIDIKAN MASA DEPAN MENGHADAPI ABAD 21

DISUSUN OLEH KELOMPOK 8:


GEOGRAFI
1.

Israil

2.

Susanti Smt Mayang

3.

Sri Utami/Geo 08

4. Windayani Ika Y.S/Geo 08


5.

Salwia /Geo08

PRODI PEND.

makalah pengantar ilmu pendidikan geografi


Makalah
PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN GEOGRAFI
PENDIDIKAN MASA DEPAN MENGHADAPI ABAD 21
DISUSUN OLEH KELOMPOK 8:
GEOGRAFI
1.

Israil

2.

Susanti Smt Mayang

3.

Sri Utami/Geo 08

4. Windayani Ika Y.S/Geo 08


5.

Salwia /Geo08

PRODI PEND.

bigeografi
vBAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hewan dan tumbuhan memegang peranan yang cukup besar bagi kehidupan di muka bumi ini.
Tak dapat di ingkari hewan, tumbuhan dan manusia di ciptakan untuk saling mengisi kehidupan
di Bumi ini.

geografi industri edisi 2


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Deskripsi singkat
Kalimantan adalah nama bagian wilayah Indonesia di Pulau Borneo Besar yaitu pulau terbesar
ketiga di dunia setelah Greenland dan Seluruh Pulau Irian. Kalimantan meliputi 73 % massa
daratan Borneo.

geografi industri
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Deskripsi singkat
Kalimantan adalah nama bagian wilayah Indonesia di Pulau Borneo Besar yaitu pulau terbesar
ketiga di dunia setelah Greenland dan Seluruh Pulau Irian. Kalimantan meliputi 73 % massa
daratan Borneo.

pengembangan silabus
Makalah
URAIAN DAN CONTOH PENGEMBANGAN SILABUS
DISUSUN OLEH:
GEOGRAFI B
SRI UTAMI
WINDAYANI IKA YUNITA S.

pengembangan silabus
Makalah
URAIAN DAN CONTOH PENGEMBANGAN SILABUS

DISUSUN OLEH:
GEOGRAFI B
SRI UTAMI
WINDAYANI IKA YUNITA S.

makalah geografi desa dan kota


BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar belakang

Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang mengalami perkembangan pesat seiring
dengan perkembangan zaman, perkembangan kota yang semakin pesat akan berpengaruh besar
terhadap perkembangan infrastruktur dan penduduk yang pada akhirnya akan berd

makalah biologi kelautan


A.

Biologi Kelautan

Biologi kelautan adalah ilmu yang mempelajari kehidupan di laut (makhluk hidup beserta
interaksinya dengan lingkungan). Laut menyediakan sumber makanan, obat, bahan dasar,
rekreasi dan pariwisata.

pertanian
GEOGRFI PERTANIAN
A.Pengertian Pertanian

Secara umum pengertian dari pertanian adalah suatu kegiatan manusia yang termasuk di
dalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan dan juga kehutanan.

Mar
6

RPP geografi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah

: SMA

Kelas
Semester
Mata Pelajaran
Jumlah Pertemuan
Alokasi Waktu

: xii
: 2 (Genap)
: Geografi
: 1 Kali Pertemuan
:2

laporan PKL di makassar


BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Praktikum Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu kegiatan mengidentifikasi atau mengobservasi
lapangan yang merupakan kerja dasar dalam studi ilmiah PKL adalah Praktek Kerja Lapangan
yang dikerjakan secara berkelompok (antara 10 sampai 15 orang mahasiswa) untuk

laporan PKL makassar


BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Praktikum Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu kegiatan mengidentifikasi atau mengobservasi
lapangan yang merupakan kerja dasar dalam studi ilmiah PKL adalah Praktek Kerja Lapangan
yang dikerjakan secara berkelompok (antara 10 sampai 15 orang mahasiswa) untuk

erosi
MASALAH EROSI DAN AKIBATNYA
Erosi adalah hasil pengikisan permukaan bumi oleh tenaga yang melibatkan pengangkatan
benda-benda, seperti air mengalir, es, angin, dan gelombang atau arus.

GEOGRAFI INDUSTRI
Nama : Windayani Ika Yunita Sari
Kelas : Geografi B
Tugas Geografi Industri

1.

April 26th, 2012


seleksi

April 26th, 2012

Apr
26

April 26th, 2012


masihkah ada peduli kita terhadap planet ini ?
generasi bangsa,,,,,
green generatiaon.

geografi indutri

Memuat
Template Tampilan Dinamis. Diberdayakan oleh Blogger.