Anda di halaman 1dari 3

P a g e | 11

K-13 | Matematika SMP/MTs Kelas VII-A


B. FPB dan KPK
1. Menentukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)
Ada 2 cara menentukan FPB:
a. Cara I
1) Menentukan faktorisasi prima dari bilangan-bilangan itu
2) Mengambil faktor yang sama dari bilangan-bilangan itu
3) Jika faktor yang sama pangkatnya berbeda, ambillah faktor yang pangkatnya terkecil
Contoh Soal:
Tentukan FPB dari 12 dan 18!
Penyelesaian:
12

18
6

2
2

2
3

Faktorisasi prima dari 12 adalah 12 = 2 2 3 = 22 3


Faktorisasi prima dari 18 adalah 18 = 2 3 3 = 2 32
FPB dari 12 dan 18 adalah 2 3 = 6.
b. Cara II
Pengertian awal FPB adalah bilangan yang dapat membagi. Jadi FPB suatu bilangan
adalah bilangan yang dapat membagi habis (tanpa sisa) suatu bilangan tersebut.
Bilangan yang lebih besar dikurangi dengan bilangan yang lebih kecil terus menerus
sampai hasilnya dapat membagi habis kedua bilangan.
Jika hasil yang kita temukan belum bisa membagi habis keduanya, proses masih
harus dilanjutkan sampai menemukan bilangan yang bisa membagi habis keduanya.
Contoh Soal:
1. FPB dari 24 dan 40
40 24 =16
16 belum bisa membagi 40 dan 24, maka proses dilanjutkan dengan mengurangi
bilangan yang lebih kecil dari 40 dan 24 dengan hasilnya.
24 16 = 8
8 bisa membagi habis 40 dan 24
Jadi FPB dari 40 dan 24 adalah 8
2. FPB dari 64 dan 40
64 40 = 24
24 belum bisa membagi 64 dan 40, proses dilanjutkan
40 24 = 16
16 belum bisa membagi 64 dan 40, proses dilanjutkan
24 16 = 8
8 sudah bisa membagi habis bilangan 64 dan 40
Jadi FPB dari 64 dan 40 adalah 8.

P a g e | 12
K-13 | Matematika SMP/MTs Kelas VII-A
2. Menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)
Ada 2 cara menentukan KPK:
a. Cara I
1) Tentukan faktorisasi prima dari bilangan-bilangan tersebut.
2) Ambil semua faktor yang sama atau tidak sama dari bilangan-bilangan tersebut.
3) Jika faktor yang sama memiliki pangkat berbeda, ambillah faktor yang pangkatnya
terbesar.
Contoh Soal:
Tentukan KPK dari 12 dan 18!
Penyelesaian:

12

18
6

2
2

2
3

Faktorisasi prima dari 12 adalah 12 = 2 2 3 = 22 3.


Faktorisasi prima dari 18 adalah 18 = 2 3 3 = 2 32.
KPK dari 12 dan 18 adalah 22 32 = 4 9 = 36.
b. Cara II
Untuk menentukan KPK suatu bilangan, dasarnya adalah FPB dari bilangan tersebut,
jadi kita harus lebih dulu mencari FPBnya.
Contoh Soal:
KPK dari 75 dan 50
FPB dari 75 dan 50 adalah 25
75 : 25 = 3, dan 50 : 25 = 2
KPKnya 25 (3 2) = 25 6 = 150
Jadi KPK dari 75 dan 50 adalah 150
Masalah:
FPB dari dua bilangan asli adalah A, dan B adalah 5. Sedangkan hasil kalinya (A B)adalah
1000. Tentukan bilangan A dan B yang jumlahnya (A + B) paling kecil.
Penyelesaian:
Hasil kali dari dua bilangan sama dengan hasil kali dari FPB dan KPK-nya
(selidikilah).Karena FPB-nya adalah 5, dan hasilnya kalianya adalah 1000, maka:
2.000
KPK (A, B) =
200 = 23 52
s
Karena FPB (A, B) = 5, maka hanya satu bilangan saja yang mempunyai faktor 5.
Sedangkan bilangan yang lain pasti mempunyai faktor 52 (agar KPK-nya 200). Pasangan
yang mungkin adalah:
A
B
23 52 = 200
5
3
2
2 5 = 40
5 = 25
Dari kedua bilangan tersebut yang jumlahnya paling kecil adalah 40 + 25 = 65.

P a g e | 13
K-13 | Matematika SMP/MTs Kelas VII-A

Uji Kompetensi Siswa 1.4


1. FPB dari 15, 24 dan 30 adalah
2. KPK dari 18 dan 24 adalah
3. Lampu-lampu di taman kota menyala
bergantian. Lampu berbentuk bunga
menyala setiap 3 detik, lampu berbentuk
air mancur menyala setiap 4 detik dan
lampu berbentuk lampiuon menyala setiap
6 detik. Pada pukul 20.32 ketiga lampu
menyala secara bersamaan, pada pukul
berapa ketiga lampu menyala bersama
kembali?

4. Arina les matematika setiap 3 hari sekali,


Azila setiap 4 hari sekali, sedangkan
Fyola setiap hari sekali. Jika tanggal 5
April mereka les matematika bersamaan.
Mereka bersamaan lagi pada tanggal
5. Arifin pergi berenang setiap 4 hari sekali.
Muzani setiap 6 hari sekali dan Hardi
setiap 8 hari sekali. Mereka berenang
bersama-sama pada tanggal 2 Mei 2013.
Mereka pergi berenang bersama pada
tanggal

C. Perpangkatan Bilangan Bulat


Bilangan berpangkat adalah perkalian bilangan yang berulang
Misalkan a bilangan real dan n bilangan bulat positif, an disebut bilangan berpangkat jika dan
hanya jika an = a14
a4
2
a 4...
43a ,
n faktor

dengan a sebagai bilangan pokok (basis) dan n adalah pangkat


Sifat-sifat Perpangkatan:
1) a0 = 1
2) am an = am + n
Contoh:
22 23 = 22+3 = 25= 32
am
3)
= am n
n
a
Contoh:
53
= 53 2 = 51 = 5
2
5
4)

(a )

= am n
Contoh:
m n

(2 )

2 3

= 22 3= 26= 64

5) (a b)m = am bm
Contoh:
Cara I: (2 3)3 = 23 33= 216
Cara II: (2 3)3 = 63 = 216
1
6) a-m = m
a
Contoh:
1
1
1
2-3 = 3 =
=
22 2
8
2