Anda di halaman 1dari 2

RSUD CILACAP

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL


PEMASANGAN IUD
No. Dokumen
No. Revisi
Halaman

60/PONEK/03/2016
Tanggal Terbit
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

01

1/2
Ditetapkan :
Direktur RSUD Cilacap

01/03/2016
dr. Pramesti Griana Dewi, M.Kes, M.Si
NIP. 19641128 199103 2 003

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

Pemasangan IUD adalah suatu pemasangan kontrasepsi yang bertujuan


untuk mencegah ataupun menjarangkan kehamilan yang dipasang di dalam
uterus.
1. Mencegah terjadinya kehamilan.
2. Menjarangkan kehamilan.
Surat Keputusan Direktur RSUD Cilacap tentang Pelayanan Obstetri
Noenatal
Emergensi
Komprehensif
(PONEK)
Nomer
188.47/15.2/4.1/35/2016
1. Sapa klien dengan ramah dan perkenalkan diri anda dan tanyakan
tujuan kedatangannya.
2. Bila belum dilakukan konseling, berikan konseling sebelum
melakukan pemasangan AKDR:
Informasi tentang jenis kontrasepsi yang tersedia,
keuntungan dan keterbatasan.
Bantu klien untuk memilih jenis kontrasepsi yang
diinginkan.
3. Pastikan bahwa klien memilih AKDR, jelaskan kemungkinankemungkinan efek samping pemakai AKDR Cu T 380A.
4. Lakukan anamnesa untuk memastikan tidak ada masalah kondisi
kesehatan sebagai pemakai AKDR.
5. Jelaskan apa yang akan dilakukan dan persilakan klien untuk
mengajukan pertanyaan.
6. Pastikan klien sudah mengkosongkan kandung kencingnya dan
membersihkan area genitalia dengan air bersih dan sabun.
7. Cuci tangan dengan air dan dan sabun, keringkan dengan kain
bersih.
8. Palpasi daerah perut dan periksa apakah ada nyeri, benjolan atau
kelainan lainnya di daerah supra pubik.
9. Atur lampu yang terang untuk melihat serviks.
10. Pakai sarung tangan yang sudah di DDT.
11. Atur peralatan dan bahan-bahan yang akan dipakai dalam wadah
steril atau DDT.
12. Lakukan pemeriksaan genitalia eksterna.

RSUD CILACAP

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL


PEMASANGAN IUD
No. Dokumen
No. Revisi
Halaman

60/PONEK/03/2016

UNIT TERKAIT

01

2/2

13. Lakukan pemeriksaan spekulum.


14. Lakukan pemeriksaan bimanual.
15. Buka dan rendam sarung tangan dalam larutan klorin 0,5%.
Tindakan pra pemasangan
16. Jelaskan proses pemasangan AKDR dan apa yang akan dirasakan.
17. Masukan lengan AKDR Cu T 380A di dalam kemasan sterilnya.
Tindakan pemasangan AKDR.
18. Pakai sarung tangan yang baru.
19. Pasang spekulum vagina untuk melihat serviks.
20. Usap vagina dan serviks dengan larutan antiseptik 2 sampai 3 kali.
21. Jepit serviks dengan tenakulum secara hati-hati.
22. Masukan sonde uterus dengan teknik tidak menyentuh (no touch
technique).
23. Geser biru pada tabung inserter sesuai dengan hasil pengukuran
kedalaman uterus, kemudian buka seluruh plastik penutup kemasan.
24. Pasang AKDR dengan menggunakan tehnik withdrawl.
25. Gunting benang AKDR, lepas dan keluarkan tenakulum dan
spekulum.
Tindakan pasca pemasangan.
26. Rendam semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5%.
27. Buang bahan-bahan yang sudah tidak dipakai ke tempat yang sudah
disediakan.
28. Buka dan rendam sarung tangan dalam larutan klorin 0,5%.
29. Cuci tangan dengan air dan sabun.
30. Amati klien selama 15 menit sebelum memperbolehkannya pulang.
31. Ajarkan klien cara memeriksa sendiri benang AKDR dan kapan
harus dilakukan.
32. Jelaskan pada klien apa yang harus dilakukan bila mengalami efek
samping.
33. Beritahu kapan klien harus datang kembali untuk kontrol.
34. Yakinkan bahwa klien dapat meminta AKDR-nya dicabut setiap
saat.
35. Lengkapi rekam medikdan kartu AKDR untuk klien.
Instalasi Rawat Inap, Instalasi Gawat Darurat, Kamar Bersalin, ICU.