Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Asuhan Keperawatan merupakan pelayanan keperawatan yang diberikan


kepada pasien baik individu, kelompok, keluarga dan mayarakat dalam keadaan
sehat dan sakit secara holistik (biologi, psikologi, sosial, spiritual dan kultural)
dalam rentang kehidupan dengan pendekatan proses keperawatan (pengkajian,
diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi). Asuhan
keperawatan yang diberikan dapat berupa asuhan keperawatan medikal bedah,
anak, maternitas, jiwa, gawat darurat, keluarga, komunitas dan gerontik.
Asuhan Keperawatan Keluarga adalah asuhan keperawatan yang tidak kalah
penting untuk dibahas, karena asuhan keperawatan keluarga merupakan bagian
dari asuhan keperawatan komunitas dimana keluarga merupakan bagian terkecil
dari masyarakat yang terdiri dari individu dan kelompok. Keberhasilan kesehatan
atau keperawatan keluarga merupakan salah satu tolok ukur dari keberhasilan
kesehatan atau keperawatan di komunitas.

B. Tujuan penulisan

1. Untuk mengetahui penatlaksanaan askep keluarga


2. Untuk mengetahui pengaplikasian askep keluarga

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Pengertian Keluarga

Keluarga adalah sekumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama
melalui ikatan perkawinan dan kedekatan emosi yang masing-masing
mengidentifikasi diri sebagai bagian dari keluarga (Ekasari, 2000).
Menurut Duval, 1997 (dalam Supartini, 2004) mengemukakan bahwa keluarga
adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, dan
kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum,
meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial setiap anggota.
Bailon, 1978 (dalam Achjar, 2010) berpendapat bahwa keluarga sebagai dua atau
lebih individu yang berhubungan karena hubungan darah, ikatan perkawinan atau
adopsi, hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dalam
peranannya dan menciptakan serta mempertahankan budaya.
Keluarga adalah suatu sistem sosial yang dapat menggambarkan adanya jaringan
kerja dari orang-orang yang secara regular berinteraksi satu sama lain yang
ditunjukkan oleh adanya hubungan yang saling tergantung dan mempengaruhi
dalam rangka mencapai tujuan (Leininger, 1976).
Jadi dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah sekumpulan dua orang atau lebih
yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, hubungan darah, hidup dalam
satu rumah tangga, memiliki kedekatan emosional, dan berinteraksi satu sama lain
yang saling ketergantungan untuk menciptakan atau mempertahankan budaya,
meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial setiap anggota
dalam rangka mencapai tujuan bersama.
B.

Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga

Tahap dan siklus tumbuh kembang keluarga menurut Duval 1985 dan
Friedman 1998, ada 8 tahap tumbuh kembang keluarga, yaitu :
1.

Tahap I

: Keluarga Pemula

Keluarga pemula merujuk pada pasangan menikah/tahap pernikahan. Tugas


perkembangan keluarga saat ini adalah membangun perkawinan yang saling

memuaskan, menghubungkan jaringan


merencanakan keluarga berencana.

2.
Tahap II
30 bulan)

persaudaraan

secara

harmonis,

: Keluarga sedang mengasuh anak (anak tertua bayi sampai umur

Tugas perkembangan keluarga pada tahap II, yaitu membentuk keluarga muda
sebagai sebuah unit, mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan,
memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan menambahkan peran
orang tua kakek dan nenek dan mensosialisasikan dengan lingkungan keluarga
besar masing-masing pasangan.

3.
Tahap III : Keluarga dengan anak usia pra sekolah (anak tertua berumur 2-6
tahun)
Tugas perkembangan keluarga pada tahap III, yaitu memenuhi kebutuhan anggota
keluarga, mensosialisasikan anak, mengintegrasikan anak yang baru sementara
tetap memenuhi kebutuhan anak yang lainnya, mempertahankan hubungan yang
sehat dalam keluarga dan luar keluarga, menanamkan nilai dan norma kehidupan,
mulai mengenalkan kultur keluarga, menanamkan keyakinan beragama,
memenuhi kebutuhan bermain anak.

4.
Tahap IV : Keluarga dengan anak usia sekolah (anak tertua usia 6-13
tahun)
Tugas perkembangan keluarga tahap IV, yaitu mensosialisasikan anak termasuk
meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan hubungan dengan teman
sebaya, mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan, memenuhi
kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga, membiasakan belajar teratur,
memperhatikan anak saat menyelesaikan tugas sekolah.

5.

Tahap V : Keluarga dengan anak remaja (anak tertua umur 13-20 tahun)

Tugas perkembangan keluarga pada tahap V, yaitu menyeimbangkan kebebasan


dengan tanggung jawab ketika remaja menjadi dewasa dan mandiri, memfokuskan
kembali hubungan perkawinan, berkomunikasi secara terbuka antara orang tua

dan anak-anak, memberikan perhatian, memberikan kebebasan dalam batasan


tanggung jawab, mempertahankan komunikasi terbuka dua arah.

6.
Tahap VI : Keluarga yang melepas anak usia dewasa muda (mencakup
anak pertama sampai anak terakhir yang meninggalkan rumah)
Tahap ini adalah tahap keluarga melepas anak dewasa muda dengan tugas
perkembangan keluarga antara lain : memperluas siklus keluarga dengan
memasukkan anggota keluarga baru yang didapat dari hasil pernikahan anakanaknya, melanjutkan untuk memperbaharui dan menyelesaikan kembali
hubungan perkawinan, membantu orang tua lanjut usia dan sakit-sakitan dari
suami dan istri.

7.

Tahap VII : Orang tua usia pertengahan (tanpa jabatan atau pensiunan)

Tahap keluarga pertengahan dimulai ketika anak terakhir meninggalkan rumah


dan berakhir atau kematian salah satu pasangan. Tahap ini juga dimulai ketika
orang tua memasuki usia 45-55 tahun dan berakhir pada saat pasangan pensiun.
Tugas perkembangannya adalah menyediakan lingkungan yang sehat,
mempertahankan hubungan yang memuaskan dan penuh arah dengan lansia dan
anak-anak, memperoleh hubungna perkawinan yang kokoh.

8.

Tahap VIII

: Keluarga dalam tahap pensiunan dan lansia

Dimulai dengan salah satu atau kedua pasangan memasuki masa pensiun terutama
berlangsung hingga salah satu pasangan meninggal dan berakhir dengan pasangan
lain meninggal. Tugas perkembangan keluarga adalah mempertahankan
pengaturan hidup yang memuaskan, menyesuaikan terhadap pendapatan yang
menurun, mempertahankan hubungan perkawinan, menyesuaikan diri terhadap
kehilangan pasangan dan mempertahankan ikatan keluarga antara generasi.

C.

Tipe Keluarga

1.

Menurut Maclin, 1988 (dalam Achjar, 2010) pembagian tipe keluarga, yaitu:

a.

Keluarga Tradisional

1) Keluarga inti adalah keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak
yang hidup dalam rumah tangga yang sama.
2) Keluarga dengan orang tua tunggal yaitu keluarga yang hanya dengan satu
orang yang mengepalai akibat dari perceraian, pisah, atau ditinggalkan.
3) Pasangan inti hanya terdiri dari suami dan istri saja, tanpa anak atau tidak
ada anak yang tinggal bersama mereka.
4) Bujang dewasa yang tinggal sendiri
5) Pasangan usia pertengahan atau lansia, suami sebagai pencari nafkah, istri
tinggal di rumah dengan anak sudah kawin atau bekerja.
6) Jaringan keluarga besar, terdiri dari dua keluarga inti atau lebih atau
anggota yang tidak menikah hidup berdekatan dalam daerah geografis.

b. Keluarga non tradisional


1.

Keluarga dengan orang tua yang mempunyai anak tetapi tidak menikah
(biasanya terdiri dari ibu dan anaknya).
Pasangan suami istri yang tidak menikah dan telah mempunyai anak
Keluarga gay/ lesbian adalah pasangan yang berjenis kelamin sama
hidup bersama sebagai pasangan yang menikah
Keluarga kemuni adalah rumah tangga yang terdiri dari lebih satu
pasangan monogamy dengan anak-anak, secara bersama menggunakan
fasilitas, sumber dan mempunyai pengalaman yang sama.

2.
3.
4.

2.

Menurut Allender dan Spradley (2001)

a.

Keluarga tradisional
1)
2)

3)
4)

5)

Keluarga Inti (Nuclear Family) yaitu keluarga yang terdiri dari suami,
istri, dan anak kandung atau anak angkat
Keluarga besar (extended family) yaitu keluarga inti ditambah dengan
keluarga lain yang mempunyai hubungan darah, misalnya kakek, nenek,
paman, dan bibi
Keluarga dyad yaitu rumah tangga yang terdiri dari suami istri tanpa
anak
Single parent yaitu rumah tangga yang terdiri dari satu orang tua dengan
anak kandung atau anak angkat, yang disebabkan karena perceraian atau
kematian.
Single adult yaitu rumah tangga yang hanya terdiri dariseorang dewasa
saja
5

6)

b.

Keluarga usia lanjut yaitu rumah tangga yang terdiri dari suami istri
yang berusia lanjut.

Keluarga non tradisional


1)
2)
3)

4)

Commune family yaitu lebih dari satu keluarga tanpa pertalian darah
hidup serumah
Orang tua (ayah/ ibu) yang tidak ada ikatan perkawinan dan anak hidup
bersama dalam satu rumah
Homoseksual yaitu dua individu yang sejenis kelamin hidup bersama
dalam satu rumah tangga

Menurut Carter dan Mc Goldrick (1988) dalam Setiawan dan


Darmawan (2005)

a.
Keluarga berantai (sereal family) yaitu keluarga yang terdiri dari wanita dan
pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
b.
Keluarga berkomposisi yaitu keluarga yang perkawinannya berpoligami dan
hidup secara bersama-sama.
c.

D.

Keluarga kabitas yaitu keluarga yang terbentuk tanpa pernikahan

Fungsi Keluarga

Fungsi keluarga merupakan hasil atau konsekuensi dari struktur keluarga


atau sesuatu tentang apa yang dilakukan oleh keluarganya :
Fungsi keluarga menurut Friedman (1998) dalam Setiawati dan Darmawan
(2005), yaitu:

1.

Fungsi afektif

Fungsi afektif merupakan fungsi keluarga dalam memenuhi kebutuhan


pemeliharaan kepribadian anggota keluarga.

2.

Fungsi sosialisasi

Fungsi sosialisasi bercermin dalam melakukan pembinaan sosialisasi pada anak,


membentuk nilai dan norma yang diyakini anak, memberikan batasan perilaku
yang boleh dan tidak boleh pada anak, meneruskan nilai-nilai budaya anak.

3.

Fungsi perawatan kesehatan

Fungsi perawatan kesehatan keluarga merupakan fungsi keluarga dalam


melindungi keamanan dan kesehatan seluruh anggota keluarga serta menjamin
pemenuhan kebutuhan perkembangan fisik, mental, dan spiritual, dengan cara
memelihara dan merawat anggota keluarga serta mengenali kondisi sakit tiap
anggota keluarga.

4.

Fungsi ekonomi

Fungsi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti sandang, pangan,


dan papan, dan kebutuhan lainnya melalui keefektifan sumber daya keluarga.

5.

Fungsi biologis

Fungsi biologis bukan hanya ditujukan untuk meneruskn keturunan tetapi untuk
memelihara dan membesarkan anak untuk kelanjutan generasi selanjutnya.

6.

Fungsi psikologis

Fungsi psikologis terlihat bagaimana keluarga memberikan kasih saying dan rasa
aman/ memberikan perhatian diantara anggota keluarga, membina pendewasaan
kepribadian anggota keluarga dan memberikan identitas keluarga.
7.

Fungsi pendidikan

Fungsi pendidikan diberikan keluarga dalam rangka memberikan pengetahuan,


keterampilan membentuk perilaku anak, mempersiapkan anak untuk kehidupan
dewasa mendidik anak sesuai dengan tingkatan perkembangannya.

E.

Tugas Keluarga

Tugas keluarga merupakan pengumpulan data yang berkaitan dengan


ketidakmampuan keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan. Asuhan
keperawatan keluarga mencantumkan lima tugas keluarga sebagai paparan
etiologi/ penyebab masalah dan biasanya dikaji pada saat penjajagan tahap II bila
ditemui data malaadapti pada keluarga. Lima tugas keluarga yang diaksud adalah:
1.
Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah, termasuk bagaimana persepsi
keluarga terhadap tingkat keparahan penyakit, pengertian, tanda dan gejala, factor
penyebab dan persepsi keluarga terhadap masalah yang dialami keluarga.
2.
Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan, termasuk sejauh mana
keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah, bagaimana masalah
dirasakan keluarga, bagaimana keluarga menanggapi masalah yang dihadapi,
adakah rasa takut terhadap akibat atau adakah sifat negative dari keluarga
terhadap masalah kesehatan, bagaimana system pengambilan keputusan yag
dilakukan keluarga terhadap anggota keluarga yang sakit.
3.
Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, seperti
bagaimana keluarga mengetahui keadaan sakitnya, sifat, dan perkembangan
perawatan yang diperlukan, sumber-sumber yang ada dalam keluarga serta sikap
keluarga terhadap anggota keluarga yang sakit.
4.
Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan seperti pentingnya
hygiene sanitasi bagi keluarga, upaya pencegahan penyakit yang dilakukan
keluarga. Upaya pemeliharaan lingkungan yang dilakukan keluarga, kekompakan
anggota keluarga dalam menata lingkungan dalam dan lingkungan luar rumah
yang berdampak terhadap kesehatan keluarga.

5.
Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan,
seperti kepercayaan keluarga terhadap petugas kesehatan dan fasilitas pelayanan
kesehatan, keberadaan fasilitas kesehatan yang ada, keuntungan keluarga terhadap
penggunaan fasilitas kesehatan, apakah pelayanan kesehatan terjangkau oleh
keluarga, adakah pengalaman yang kurang baik yang dipersepsikan keluarga.

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA APLIKASI NANDA, NOC, NIC

A.

Data Umum

1.

Nama Kepala Keluarga

Tn. K

2.

Umur

79 tahun

3.

Alamat

Sembungan RT 04, Bantul.

4.

Pekerjaan Kepala Keluarga

5.

Pendidikan Kepala Keluarga

SR

6.

Agama

Islam

7.

Suku Bangsa

Jawa

8.

Komposisi Keluarga

No Nama

JK

Hub dgn KK Umur

Pendidikan Agama Pekerjaan Ket

Ny. K

Istri

75 th

SR

Islam

Sakit

Tn. W

Menantu

40 th

SD

Islam

Buruh

Sehat

Ny. B

Anak

38 th

SMP

Islam

IRT

Sehat

An. A

Cucu

14 th

SMP

Islam

Pelajar

Sehat

9.

Genogram

10. Tipe Keluarga

Extended family

11. Status Sosial ekonomi keluarga

Menengah ke bawah.

12.
as
rekreasi
keluarga
:
hiburan keluarga Tn. K adalahberkumpul bersama anggota keluarga.

B.

Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga


10

Aktifit
Aktivias

1.

Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan usia lanjut.

2.
Tahap
perkembangan
keluarga
yang
belum
terpenuhi adalah
mempertahankansuasana
rumah
yang
menyenangkan. Suasana
rumah
Tn. K khususnya kamar tidur Tn. K terasa kurang nyaman. Kondisi ruangan yang
sempit, berdebu, barang-barang berantakan. Kondisi seperti ini tidak mendukung
kesehatan keluarga.
3.

Riwayat keluarga inti:

a.
Tn. K sudah menderita asma sejak 7 tahun yang lalu. Gejala yang timbul
berupa batuk, sesak nafas, lemah, dan kekuatan fisik menurun serta sulit untuk
melakukan komunikasi secara verbal. Dahulu klien berobat secara rutin di panti
social dekat lingkungan rumah. Sejak September 2009 yang lalu, klien tidak dapat
beraktivitas seperti biasa disebabkan sesak yang persisten. Satu kali sebulan klien
dikunjungi petugas kesehatan dari panti. Saat ini klien mulai dapat berjalan
beberapa meter, sesak masih ada. Sediaan terapi farmaka tidak ada, jika sesak
muncul klien hanya dilakukan kerokan.
b.
Ny. K menderita hipertensi yang diketahui sejak 10 tahun yang lalu.
September 2009 yang lalu tekanan darah klien sempat mencapai 200/110 mmHg
sehingga klien tidak dapat beraktivitas. Riwayat pengobatan, klien hanya
dikunjungi tenaga kesehatan panti di lingkungan rumah. Saat ini klien
mendapatkan terapireserpin, diazepam, dan hidrochlorotiazid. Aktivitas klien
sudah mampu berjalan keluar rumah.
c.
Tn. W, kondisi kesehatan baik dan tidak ada mengeluh tentang
kesehatannya.
d.

Ny. B, kondisi kesehatan baik dan tidak ada keluhan apa-apa.

e.

An. A, kondisi kesehatan baik.

4.

Riwayat keluarga sebelumnya

Menurut pengakuan keluarga, tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit
asma. Keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit keturunan lain atau penyakit
menular. Anggota keluarga belum ada yang pernah mondok di rumah sakit.

C.

Lingkungan

1.

Karakteristik rumah:

11

a.

Denah rumah:

b.

Keadaan lingkungan dalam rumah

1)
Penerangan : Siang hari penerangan memanfaatkan cahaya matahari.
Pencahayaan cukup bagus, namun pencahayaan terasa kurang di dapur. Pada
malam hari penerangan menggunakan listrik.
2)
Ventilasi: Ventilasi di ruang tamu cukup sedangkan ventilai di ruang tidur
dan dapur kurang. Di kamar tidur hanya mempunyai satu jendela dan jarang
dibuka sedangkan di dapur tidak ada jendela.
3)
Dapur: Penerangan dan ventilasi udara kurang sehingga asap dapur saat
memasak akan mengumpul.
4)
Kebersihan: Kebersihan secara umum baik. Kamar Tn. K yang berdekatan
dengan jalan sering berdebu. Selain itu rumah tidak memiliki loteng yang
memungkinkan debu jatuh ke lantai.
c.

Keadaan lingkungan di luar rumah

1) Pemanfaatan halaman: Halaman rumah dimanfaatkan untuk menanam buah


dan bunga, tempat jemuran pakaian.
2) Sumber air minum:
dari sumur.

Sumber air minum dan air bersih keluarga diambil

3) Pembuangan air kotor : Keluarga tidak mempunyai saluran khusus


pembuangan air kotor. Air dibuang begitu saja sehingga meresap ke tanah.
4) Pembuangan sampah: Sampah dibuang ke lubang tanah yang tertutup. Jika
sampah sudah penuh akan dibakar atau ditimbun.
5)

Jamban: Keluarga mempunyai jamban. Septic tank berbentuk leher angsa.

6)

Sumber pencemaran:

Sumber pencemaran adalah debu jalanan.

2. Karakteristik tetangga dan komunitas: Kondisi lingkungan sekitar cukup


bersih. Jarak antar rumah sekitar 4-5 m. Komunitas mempunyai aturan-aturan
tertentu yang disepakati dan dilaksanakan oleh warga.
3.
Mobilitas geografis keluarga:
Tn. K, Ny. K, dan Ny. B tidak ada
aktivitas keluar rumah. Sedangkan Tn. W mulai jam 07.00 sampai jam 14.00

12

bekerja sebagai buruh di pabrik gula, sedangkan An. A sehari-hari berangkat


sekolah jam 07.00 sampai jam 14.00.
4.
Perkumpulan
keluarga
dan
interaksi
dengan
masyarakat: tidak ada perkumpulan keluarga secara rutin. Perkumpulan keluarga
hanya dilakukan sewaktu-waktu, pada acara-acara tertentu.
5.
Sistem pendukung keluarga: Rumah keluarga Tn. K berdekatan
dengan panti social dan setiap sebulan sekali dikunjungi tenaga kesehatan dari
panti.

D.

Struktur Keluarga

1.

Pola komunikasi keluarga

Komunikasi keluarga sehari-hari menggunakan bahasa Jawa. Komunikasi


dilakukan secara terbuka. Setiap permasalahan selalu diungkapkan dan dicari
pemecahannya bersama.
2.

Struktur kekuatan keluarga

Dukungan dan motivasi yang kuat dari anggota keluarga dan ditanamkannya sikap
saling menyayangi dan saling membantu sangat menunjang keluarga dalam
menyelesaikan masalah kesehatan keluarga.
3.

Struktur peran (formal dan informal)

Tn. K berperan sebagai kepala keluarga yang memimpin dan melindungi anggota
keluarganya. Tn. K sebelumnya juga aktif di masyarakat dan di PSTW.
4.

Nilai dan norma keluarga

Sebagai keeturunan Jawa, keluarga menanamkan dan menjalankan nilai dan


norma budaya Jawa.

E.

Fungsi Keluarga

1.

Fungsi biologis keluarga:

a.

Keadaan kesehatan

Saat ini yang sedang menderita sakit adalah Tn. K dan Ny. K sedangkan anggota
keluarga yang lain dalam kondisi yang sehat.
13

b.

Kebersihan perorangan

Keluarga biasa mandi sehari dua kali, gosok gigi sehari dua kali, keramas
seminggu tiga kali. Keluarga juga membiasakan cuci tangan sebelum makan dan
tidak memanjangkan kuku.
c.

Penyakit sering diderita

Penyakit yang diderita keluarga adalah flu, tidak enak badan, dan pusing.
d.

Penyakit keturunan

Keluarga mengatakan tidak tahu apakah keluarganya terdahulu mempunyai


riwayat penyakit asma ataupun hipertensi.
e.

Penyakit kronis/menular

Keluarga megatakan tidak mempunyai riwayat penyakit kronis/menular.


f.

Kecacatan keluarga

Tidak ditemukan kecacatan dalam anggota keluarga.


g.

Pola makan

Keluarga biasa makan tiga kali sehari dengan menu yang selalu berganti-ganti
walaupun ala kadarnya.
h.

Pola istirahat

Pola istirahat setiap anggota keluarga berbeda. Istirahat siang dilakukan jika perlu.
Istirahat malam selama kurang lebih 6-7 jam. Namun Tn. K dan Ny. K kadangkadang tidur hanya beberapa jam saja di malam hari, terutama Tn. K yang
terganggu karena sesaknya.

2.

Fungsi psikologis keluarga:

a.

Keadaan emosi

Keadaan emosi keluarga dalam kondisi yang stabil. Keluarga selalu menjaga
perasaan masing-masing anggota keluarga sehingga tidak terjadi pertengkaran.
b.

Kebiasaan buruk

Pola makan pagi keluarga tidak teratur.

14

c.

Pengambilan keputusan

Keputusan keluarga diambil oleh Tn. W dan Ny. B yang sebelumnya dibicarakan
bersama dengan anggota keluarga yang lain.
d.

Ketergantungan obat/bahan

Tidak ada riwayat ketergantungan obat pada Tn. K ataupun Ny. K yang sakit.

e.

Mencari pelayanan kesehatan

Jika asma Tn. K, Ny. B hanya menyekakan minyak kayu putih di sekujur
punggung dan dada atau melakukan kerokan pada Tn. K.

3.

Fungsi sosial keluarga:

a.

Hubungan antar keluarga

Hubungan antar keluarga baik karena keluarga menanamkan sikap saling


menyayangi, menghargai dan saling membantu.
b.

Hubungan dengan orang lain

Hubungan keluarga dengan orang lain baik. Antara tetangga saling bertegur sapa
dan jika ada kesempatan mereka berkumpul dengan tetangga untuk sekedar
ngobrol.
c.

Kegiatan organisasi sosial

Ny. B aktif mengikuti kegiatan sosial yang ada di desanya.


d.

Keadaan ekonomi

Menengah ke atas, pendapatan keluarga didapatkan dari Tn. S.

4.

Fungsi spiritual:

a.

Ketaatan beribadah

Keluarga mengatakan berusaha menjalankan ibadah secara rutin namun kadangkadang belum teratur menjalankan solat lima waktu.

15

b.

Keyakinan kesehatan

Keluarga percaya bahwa penyakit yang diderita merupakan ujian dari Tuhan yang
harus dijalani dengan sabar dan setiap manusia pasti mengalaminya. Keluarga
percaya, di samping ujian yang diberikan Tuhan pasti ada kenikmatan lain yang
diperolehnya juga.

5.

Fungsi kultural :

a.

Pengambilan keputusan

Keputusan diambil oleh Tn. W dan Ny. B dengan membicarakan terlebih dahulu
dengan anggota keluarga yang lain.
b.

Adat yang mempengaruhi kesehatan

Menurut keluarga tidak ada adat yang mempengaruhi kesehatan keluarga.


c.

Tabu-tabu

Keluarga menganggap membicarakan sex didepan anak-anak adalah hal yang


tabu.

6.
Fungsi reproduksi : Tn. K dan Ny. K tidak aktif lagi melakukan hubungan
suami isteri dan tidak tidur sekamar. Ny. B tidak menggunakan KB, walaupun
aktif dalam hubungan badan.

7.

Fungsi perawatan kesehatan:

a.
Menurut keluarga, masalah kesehatan apa yang sering dihadapi keluarga
(pengertian, tanda dan gejala, faktor penyebab, persepsi keluarga terhadap
masalah): Keluarga mengatakan bahwa asma adalah sesak nafas yang terjadi
karena keletihan. Keluarga mengatakan tidak tahu lebih jauh tentang asma walau
pun sudah lama menderita penyakit tersebut.
b.
Yang dilakukan keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan yang sedang
dialami: asma Tn. K, Ny. B hanya menyekakan minyak kayu putih di sekujur
punggung dan dada atau melakukan kerokan pada Tn. K.

16

c.
Kemana keluarga meminta pertolongan apabila ada anggota keluarga yang
mengalami masalah kesehatan: Keluarga menangani sendiri dulu masalah
kesehatan tersebut, namun jika tidak tertangani baru ke puskesmas.
d.
Tindakan apa yang dilakukan keluarga untuk mencegah timbulnya masalah
kesehatan: Keluarga membiasakan diri makan teratur, istirahat cukup, dan tidak
terlalu lelah bekerja.

F.
1.

Stres Dan Koping Keluarga


Stresor jangka pendek dan jangka panjang

Stresor jangka panjang adalah gejala sesak nafas pada Tn. K sudah diderita
sejak7 tahun yang lalu.
2.

Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stresor

Keluarga menganggap bahwa semua itu ujian dari Tuhan yang harus dijalani
dengan hati yang ikhlas. Keluarga juga percaya bahwa Tuhan pasti akan
memberikan sesuatu yang lain yang lebih baik.

G.

H.
1.

Pemeriksaan Fisik
No

Nama

TD

RR

Keterangan

Tn. K

130/90

90

26

I: bentuk dada pigeon,


retraksi dinding dada (+). P:
pengembangan paru sama
kiri-kanan. A: wheezing (+).

Ny. K

160/100

92

18

S1 dan S2 (+), Tidak ada


bunyi jantung tambahan.
Tidak
ada
pembesaran
jantung.

Harapan Keluarga
Persepsi keluarga terhadap masalah

Keluarga menganggap bahwa penyakit yang diderita Tn. K dan Ny. S sudah
merupakan sesuatu hal yang biasa bagi keluarga karena penyakit tersebut telah
berlangsung cukup lama.

17

2.

Harapan keluarga terhadap masalah

Keluarga berharap kedatangan petugas kesehatan dapat membantu perawatan


klien dan memberikan berbagai macam pengetahuan baru bagi klien dan keluarga.

ANALISA DATA
DATA

TIPOLOGI

Data subyektif :

PENYEBAB

MASALAH

Tidak/kurang Ketidakmampuanmerawa Penurunan


sehat
t anggota keluarga yang status
- Tn.
sakit.
kesehatan Tn.
K mengatakan sudah
K
yang
sejak7 tahun
menderita
menderita
asthma.
asma bronkial
- Klien
mengatakan
susah untuk bernapas,
terutama semenjak puasa
kemarin.
- Klien
mengatakan dahaknya
susah untuk dikeluarkan.
- Ny. B mengatakan jika
serangan sesak datang
hanya diolesi dengan
minyak kayu putih atau
dikerok.

Data obyektif :
- Sesak saat istirahat dan
hanya
bisa
berjalan
beberapa meter.
-

Wheezing.

18

Pernapasan 26x/mnt.

Data subyektif :

Tidak/kurang Ketidakmampuankeluarga Penurunan


sehat
mengambil keputusan.
status
- Ny. S mengatakan
kesehatan
badannyakeju-keju.
Ny.K
yang
menderita
- Ny. B mengatakan
hipertensi
takut minum obat dari
dokter dan hanya minum
rebusan daun-daun jika
TD Ny. S tinggi.

Data obyektif :
- TD 170/100 mmHg
- Klien mendapat terapi
dari PSTW, namun tidak
dikonsumsi.

SKORING

1.
Penurunan status kesehatan Tn. K yang menderita asma bronchial
berhubungan dengan ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang sakit.
Kriteria

Bobot

Nilai

Pembenaran

Sifat masalah :

3/3X1=1

- Frekwensi napas Tn. K 26 x/m

Tidak/kurang sehat

- Retraksi iga.

Ancaman

- Menggunakan

19

otot

bantu

Sejahtera

pernapasan.
- Wheezing (+)

Kemungkinan
dapat diubah :

masalah

- Mudah

- Ada
kunjungan
kesehatan panti.
2

- Sebagian

- Tidak dapat

1/2X2=1

- Anak Tn. K (Ny.


yang selalu merawat.

Tinggi

Cukup

Rendah

Menonjolnya masalah :

- Ada
masalah tetapitidak
perlu segera ditangani
- Masalah
dirasakan

di

Keluarga tahu bahwa klien


mempunyai penyakit asthma
dapat mengganggu kesehatan
klien. Keluarga merasa sudah
terbiasa dengan kondisi tersebut
karena penyakit tersebut telah
1/2X1=1/2 lama diderita klien.

PSTW

Masalah sudah lama terjadi.


Peningkatan
pengetahuan
keluarga
tentang
perawatan
dapat
membantu
2/3X1=2/3 asthama
keluarga
untuk
mengatasi
permasalahn
yang
sedang
dihadapi.

- Masalah berat harus


ditangani

B)

- Ada
pengalaman keluarga
tentang perawatan klien.
- Ada fasilitas
lingkungan rumah.

Potensi masalah untuk


dicegah :

tenaga

tidak

0
TOTAL SKOR

3 1/6

20

2.
Penurunan status kesehatan Ny. S yang menderita hipertensi berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan.
Kriteria

Bobot

Nilai

Sifat masalah :

- Keluhan klien keju-keju.

Tidak/kurang sehat

Ancaman

Sejahtera

Kemungkinan
dapat diubah :

3/3X1=1

masalah

- Mudah

1/2X2=1

- Tidak dapat

Cukup

Rendah

dirawat

PSTW

di

- Peningkatan
pengetahuan
keluarga
tentang
2/3X1=2/3 perawatanhipertensi dapat
membantu
keluarga
untuk
mengatasi permasalahn yang
sedang dihadapi.

2
1

Menonjolnya masalah :

0/2X1=0

- Ada
masalah tetapitidak
perlu segera ditangani
- Masalah
dirasakan

klien

tenaga

- Masalah sudah lama terjadi.

- Masalah berat harus


ditangani

- Di rumah
anaknya.

- Ada fasilitas
lingkungan rumah.

Potensi masalah untuk


dicegah :
Tinggi

- TD 160/100 mmHg.

- Ada
kunjungan
kesehatan panti.
2

- Sebagian

Pembenaran

- Keluarga tahu bahwa klien


mempunyai
penyakithipertensi tetapi
itu
bukan masalah.
- Keluarga
merasa
sudah
terbiasa dengan kondisi tersebut
karena penyakit tersebut telah
lama diderita klien.

tidak 1

21

0
TOTAL SKOR

2 2/3

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Berdasarkan hasil scoring, maka prioritas diagnosa keperawatan adalah :


1.
Penurunan status kesehatan Tn. K yang menderita asma bronchial
berhubungan dengan ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang sakit.
2.
Penurunan status kesehatan Ny. S yang menderita hipertensi berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan.

PERENCANAAN
DIAGNOSA

TUJUAN

INTERV

Penurunan status kesehatan Tn.


K yang menderita asma
bronchial berhubungan dengan
ketidakmampuan
merawat
anggota keluarga yang sakit.

Tujuan Umum:

1.
Ber
tentang:

Setelah tindakan keperawatan, keluarga akan dapat


merawat dengan baik Tn. K yang menderita asma a. Pen
bronkial.
yang dilih

Tujuan Khusus:

b.
Fac
penangan

Setelah tindakan keperawatan, keluarga mampu:

2.
Dis
1.
Menggunakan tindakan-tindakan yang diajarkan sebab ka
untuk mencegah kekambuhan serangan asma.
K.
2.
Menggunakan steam
therapyyang
telah
diajarkan untuk mengatasi keluhan jika serangan
asma muncul.
3.

22

Aja

pembuata
therapyke

Penurunan status kesehatan Ny.


S yang menderita hipertensi
berhubungan
dengan
ketidakmampuan
keluarga
mengambil keputusan.

Tujuan Umum:

1.
Ber
tentang:

Setelah tindakan keperawatan, keluarga akan dapat


mengambil keputusan untuk perawatan serta mampu a. Pen
merawat dengan baik Ny. K yang menderita yang dilih
hipertensi.
b.
Fac
Tujuan Khusus:
tekanan d
Setelah tindakan keperawatan, keluarga mampu:

1.
Memahami manfaat terapi farmaka dalam 2.
Dis
penurunan tekanan darah.
kemungk
2.
Mengelola pemberian terapi farmaka yang telah
didapatkan.

3.
Dis
3.
Menggunakan tindakan-tindakan yang diajarkan tujuan d
untuk menurunkan tekanan darah.
farmaka u

4.
Aja
pengguna
keluarga
tekanan d

23

CATATAN PERKEMBANGAN

1.
Penurunan status kesehatan Tn. K yang menderita asma bronchial
berhubungan dengan ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang sakit.

IMPLEMENTASI

EVALUASI ( SOAP )

Kunjungan ke I, Selasa, 6 Oktober jam 10.00-11.00.

S:

a.

Melakukan pengkajian struktur keluarga.

Ny. B mengatakan ayah


menderita sakit asma dan hipe
ada riwayat dari keluarga penda

b.

Melakukan pengkajian riwayat penyakit dalam keluarga.

O:

c.

Melakukan pemeriksaan fisik pada Tn. K.

Sesak (+).

Wheezing (+).

A:
Asma bronkial pada Tn. K
P:
Kontrak kunjungan Rabu,
pengkajian lanjutan.

24

BAB III
PENUTUP

25

Asuhan keperawatan keluarga merupakan proses yang kompleks dengan


menggunakan pendekatan sistematik untuk bekerjasama dengan keluarga dan
invidu sebagai anggota keluarga.
Tahap proses keluarga meliputi :
1. Pengkajian keluarga dan individu dalam keluarga yang termasuk dalam
pengkajian keluarga adalah :
a.

Mengidentifikasi data demografi dan sosiokultural

b.

Data Lingkungan

c.

Struktur dan fungsi keluarga

d.

Stress dan strategi koping yang digunakan keluarga

e.

Perkembangan keluarga

Yang termasuk dalam pengkajian terhadap individu sebagai anggota keluarga


adalah :
a.

Fisik

b.

Mental

c.

Emosi

d.

Spiritual

26

DAFTAR PUSTAKA

Achjar, K.A.2010. Aplikasi Praktis Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta :


Sagung Seto

Allender, JA & Spradley, B. W. 2001. Community as Partner, Theory and Practice


Nursing. Philadelpia : Lippincott

Anderson.E.T & Mc.Farlane.J.M.2000.Community Health and Nursing, Concept


and Practice. Lippincott : California

Carpenitti, L. J. 2000. Buku Saku Diagnosis Keperawatan.Jakarta :EGC

Effendy,N.1998.Dasar-dasar keperawatan Kesehatan Masyarakat.Jakarta :EGC

Friedman,M.M.1998.Family
Nursing
Practice,4thEdition.Connecticut : Aplenton

Research

Theory

and

Iqbal,Wahit dkk.2005.Ilmu Keerawatan Komunitas 2 Teori dan Aplikasi dalam


Praktek
Pendekatan
Asuhan
Keperawatan
Komunitas,
Gerontik,
Keluarga.Jakarta : EGC

27

Suprajitno.2004.Asuhan Keprawatan Keluarga Aplikasi dalam Praktek.Jakarta


:EGC

Wright dan Leakey.1984.Penderita Obesitas.Jakarta : PT Pustaka Raya

28