Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN


IV.1 Hasil Percobaan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, didapatkan data sebagai berikut :
Tabel IV.1.1 Hasil Percobaan Distilasi Larutan Etanol Air 33% dengan Reflux Ratio 3:1
Hasil Percobaan
Hasil
Berat Piknometer Kosong
11.6 gram
Berat Piknometer + Air
21,6 gram
Berat Piknometer + Etanol Air 96 %
19.7 gram
Berat Piknometer + Etanol Air 33 %
21 gram
Densitas Air
1 gram/mL
Densitas Etanol Air 96 %
0.81 gram/mL
Densitas Etanol Air 33 %
0.94 gram/mL
Volume Total Overhead Product
687 mL
Volume Total Bottom Product
778 mL
Volume Total Blowdown
1115 mL
Tabel IV.1.2 Hasil Percobaan Distilasi Larutan Etanol Air 33% dengan Reflux Ratio 3:2
Hasil Percobaan
Hasil
Berat Piknometer Kosong
11.6 gram
Berat Piknometer + Air
16.6 gram
Berat Piknometer + Etanol Air 96 % 19.7 gram
Berat Piknometer + Etanol Air 33 % 21 gram
Densitas Air
1 gram/mL
Densitas Etanol Air 96 %
0.81 gram/mL
Densitas Etanol Air 33 %
0.94 gram/mL
Volume Total Overhead Product
463 mL
Volume Total Bottom Product
976 mL
Volume Total Blowdown
1108 mL
Tabel IV.1.3 Hasil Kalibrasi Larutan Etanol Air
Konsentrasi
(gram/mL)
Indeks Bias
(% Volume Etanol)
10
1
1.333
20
0.98
1.335
30
0.94
1.337
40
0.92
1.339
50
0.90
1.340
60
0.88
1.341
70
0.86
1.342
80
0.84
1.343
90
0.82
1.344
96
0.81
1.348
Tabel IV.1.4 Hasil Percobaan Distilasi Larutan Etanol Air 33% dengan Reflux Ratio 3:1
Overhead Product
Bottom Product
Waktu

Suhu
Suhu
Volume
Indek
Volume
Indeks

Pengambilan
o
o
(gram/mL
( C)
(
C)
(gram/mL)
(mL)
s Bias
(mL)
Bias
(menit ke-)
)
IV-1

IV-2

Bab IV Hasil Percobaan dan Pembahasan


3
6
9
12
15
18
21
24
27
30
Campuran

66
69
73
75
74
75
76
74
60
50

57
67
88
89
90
100
52
42
42
60
687

0.97
0.96
0.96
0.99
0.99
0.98
0.98
0.99
0.99
0.99
0.98

1.339
1.343
1.341
1.339
1.336
1.338
1.342
1.343
1.349
1.344
1.3414

43
47
49
62
63
64
65
69
70
70

70
48
82
30
95
93
152
63
74
71
778

0.99
0.99
1.02
1.02
1
0.98
1
1
1
1
1

Tabel IV.1.5 Hasil Percobaan Distilasi Larutan Etanol Air 33% dengan Reflux Ratio 3:2
Waktu
Overhead Product
Bottom Product
Suhu
Volume
Indek Suhu Volume

Pengambilan
o
o
(gram/mL)
(gram/mL)
( C)
( C)
(mL)
s Bias
(mL)
(menit ke-)
3
65
64
0.96
1.39
61
99
0.98
6
70
59
0.94
1.353
64
82
0.96
9
71
54
0.94
1.34
67
83
0.96
12
73
59
0.98
1.352
68
80
0.98
15
74
43
0.98
1.345
73
146
0.98
18
70
46
0.98
1.343
75
89
0.98
21
64
40
0.98
1.34
78
143
1
24
63
41
0.98
1.339
69
70
1
27
62
32
0.98
1.339
69
97
1
30
53
25
0.98
1.336
64
87
1
Campuran
463
0.97
1.3477
976
0.984

1.337
1.34
1.337
1.339
1.337
1.336
1.334
1.338
1.332
1.332
1.3362

Indeks
Bias
1.35
1.347
1.347
1.345
1.34
1.338
1.334
1.335
1.334
1.335
1.3405

Tabel IV.1.6 Hasil Perhitungan Persen Volume pada Larutan Etanol Air 33% dengan Reflux
Ratio 3:1

Waktu
Pengambilan
(menit ke-)
3
6
9
12
15
18
21
24
27
30
Campuran

Overhead Product
% Volume
Indeks Bias
Etanol
1.339
88
1.343
68
1.341
63
1.339
60
1.336
53
1.338
48
1.342
28
1.343
18
1.349
38
1.344
28
1.3414
45

Bottom Product
% Volume
Indeks Bias
Etanol
1.337
58
1.34
48
1.337
28
1.339
28
1.337
18
1.336
12
1.334
28
1.338
28
1.332
8
1.332
28
1.3362
10,4

Tabel IV.1.7 Hasil Perhitungan Persen Volume pada Larutan Etanol Air 33% dengan
Reflux Ratio 3:2
Laboratorium Proses Pemisahan dengan Perpindahan Panas dan Massa
Secara Simultan
D3 Teknik Kimia FTI-ITS
Surabaya

IV-3

Bab IV Hasil Percobaan dan Pembahasan


Waktu
Pengambilan
(menit ke-)
3
6
9
12
15
18
21
24
27
30
Campuran

Overhead Product
% Volume
Indeks Bias
Etanol
1.39
78
1.353
65
1.34
63
1.352
48
1.345
48
1.343
42
1.34
42
1.339
42
1.339
28
1.336
28
1.3477
48,4

Bottom Product
% Volume
Indeks Bias
Etanol
1.35
38
1.347
30
1.347
29
1.345
28
1.34
18
1.338
17
1.334
13
1.335
8
1.334
7
1.335
5
1.3405
19,3

IV.2 Pembahasan
Berdasarkan data hasil percobaan dalam tabel di atas. maka data-data tersebut dapat
digambarkan dalam bentuk grafik sebagai berikut :
1.35
1.35

f(x) = 0x + 1.33
R = 0.96

1.34

Index Bias Etanol


1.34
1.33
1.33

20

40

60

80

100

120

Konsentrasi Etanol

Grafik IV.2.1 Hasil Kalibrasi Larutan Etanol Air


Berdasarkan Grafik IV.2.1. dapat diketahui bahwa dengan persen volume 96%. 90%.
80%. 70%. 60%. 50%. 40%. 30%. 20%. dan 10%. nilai indeks bias larutan sebesar 1.333;
1.335; 1.337; 1.339; 1.340; 1.341; 1. 342; 1.343; 1.344; 1.348. Hasil percobaan kalibrasi
larutan etanol air menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi larutan etanol air. maka
semakin besar pula indeks biasnya. Grafik kalibrasi ini dapat digunakan sebagai acuan dalam
penghitungan konsentrasi overhead product maupun bottom product pada distilasi larutan
etanol air 33% melalui persamaan garis yang didapatkan.

Laboratorium Proses Pemisahan dengan Perpindahan Panas dan Massa


Secara Simultan
D3 Teknik Kimia FTI-ITS
Surabaya

IV-4

Bab IV Hasil Percobaan dan Pembahasan


1.35
1.35

Overhead Product Reflux Ratio 3:1

1.34 Linear (Overhead Product Reflux Ratio 3:1)

Index Bias

1.34

Linear (Overhead Product Reflux Ratio 3:1)

1.33
1.33

Overhead Product Reflux Ratio 3:2


0

20

40

60

80

100

120

Kalibrasi Larutan
% Volume Larutan etanol

Grafik IV.2.2 Perbandingan Overhead Product Distilasi Larutan Etanol Air 33% dan
Hasil Kalibrasi Larutan Etanol Air pada Kondisi Reflux Ratio 3:1 dan 3:2
Grafik IV.2.2 menunjukkan bahwa nilai indeks bias overhead product distilasi
larutan etanol air 33% dengan reflux ratio 3:1 sebesar 1.341 ; 1.339 ; 1.3385 ; 1.3382 ;
1.3375 ; 1.337 ; 1.335 ; 1.334 ; 1.336 dan 1.335 dengan hasil perhitungan persen volume
berdasarkan persamaan y = 0.0001x + 1.3322 secara berturut-turut ialah 88%; 68%; 63%;
60% ; 53%; 48%; 28%; 18%; 38%; dan 28%. Sedangkan nilai indeks bias overhead product
distilasi larutan etanol air 33% dengan reflux ratio 3:2 sebesar 1.34; 1.3387; 1.3385; 1.337;
1.337; 1.3364; 1.3364; 1.3364; 1.335 dan 1.335 dengan hasil perhitungan persen volume
berdasarkan persamaan y = 0.0001x + 1.3322 secara berturut-turut ialah 78%; 65%; 63%;
48%; 48%; 42%; 42%; 42%; 28% dan 28%. Dari data-data tersebut dapat dilihat bahwa
konsentrasi overhead product pada distilasi dengan reflux ratio 3:1 mengalami penurunan
seiring dengan penurunan nilai indeks bias kecuali pada pengambilan kesembilan dan
kesepuluh yang justru mengalami kenaikan. Konsentrasi overhead product pada distilasi
dengan reflux ratio 3:4 mengalami penurunan seiring dengan penurunan nilai indeks bias. Hal
ini dikarenakan pengontrolan suhu yang kurang tepat sehingga menyebabkan konsentrasi
overhead product justru lebih besar. Namun. secara keseluruhan konsentrasi overhead
product pada distilasi dengan reflux ratio 3:1 dan reflux ratio 3:2 mengalami penurunan
seiring dengan penurunan nilai indeks bias. Hal ini telah sesuai dengan literatur yang
menyebutkan bahwa indeks bias berbanding lurus dengan konsentrasi larutan. Semakin kecil
indeks bias maka semakin kecil pula konsentrasi larutan tersebut (Parmitasari, 2013).
Berdasarkan Grafik IV.2.2 dapat pula dilihat perbandingan konsentrasi larutan
etanol pada distilasi dengan reflux ratio 3:1 dan reflux ratio 3:2. Konsentrasi overhead
product pada distilasi dengan reflux ratio 3:1 lebih tinggi daripada konsentrasi overhead
product pada distilasi dengan reflux 3:2 pada semua titik. Konsentrasi tertinggi overhead
product pada distilasi dengan reflux ratio 3:1 sebesar 88%. sedangkan pada distilasi dengan
reflux ratio 3:2 sebesar 78%. Hasil ini sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa
semakin besar reflux ratio maka semakin besar pula konsentrasi larutan etanol air. Hal ini
dikarenakan semakin besar reflux maka semakin berkurang beban kolom distilasi sehingga
semakin tinggi kemurnian larutan (Sergio, 2011).
Laboratorium Proses Pemisahan dengan Perpindahan Panas dan Massa
Secara Simultan
D3 Teknik Kimia FTI-ITS
Surabaya

IV-5

Bab IV Hasil Percobaan dan Pembahasan


1.35
1.35
Bottom Product Reflux
Ratio 3:1

1.34

Index Bias

Linear (Bottom
Product Reflux Ratio
3:1)

1.34
1.33
1.33

Bottom Product Reflux


Ratio 3:2
0

50 100 150

Kalibrasi Larutan

% Volume Larutan Etanol

Grafik IV.2.3 Perbandingan Bottom Product Distilasi Larutan Etanol Air 33% dan Hasil
Kalibrasi Larutan Etanol Air pada Kondisi Reflux Ratio 3:1 dan 3:2
Grafik IV.2.3 menunjukkan bahwa nilai indeks bias bottom product distilasi larutan
etanol air 33% dengan reflux 3:1 sebesar 1.338; 1.337; 1.335; 1.335; 1.334; 1.3334; 1.335;
1.335; 1.333 dan 1.335 dengan hasil perhitungan persen volume berdasarkan persamaan y =
0.0001x + 1.3322 secara berturut-turut ialah 58%; 48%; 28%; 28%; 18% ; 12%; 28%; 28%;
8%; dan 28%. Sedangkan nilai indeks bias bottom product distilasi larutan etanol air 33%
dengan reflux 3:2 sebesar 1.336; 1.3352; 1.3351; 1.335; 1.334; 1.3339; 1.3335; 1.333; 1.3329
dan 1.3327 dengan hasil perhitungan persen volume berdasarkan persamaan y = 0.0001x +
1.3322 secara berturut-turut ialah 38%; 30%; 29%; 28%; 18%; 17%; 13%; 8%; 7% dan 5%.
Dari data-data tersebut dapat dilihat bahwa konsentrasi bottom product pada distilasi dengan
reflux ratio 3:1 mengalami penurunan seiring dengan penurunan nilai indeks bias. Konsentrasi
bottom product pada distilasi dengan reflux ratio 3:2 mengalami penurunan seiring dengan
penurunan nilai indeks bias kecuali pada pengambilan keempat dan kesepuluh yang justru
mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan pengontrolan suhu yang kurang tepat sehingga
menyebabkan konsentrasi bottom product justru lebih besar. Namun. secara keseluruhan
konsentrasi bottom product pada distilasi dengan reflux ratio 3:1 dan reflux ratio 3:2
mengalami penurunan seiring dengan penurunan nilai indeks bias. Hal ini telah sesuai dengan
literatur yang menyebutkan bahwa indeks bias berbanding lurus dengan konsentrasi larutan.
Semakin kecil indeks bias maka semakin kecil pula konsentrasi larutan tersebut (Parmitasari,
2013).
Berdasarkan Grafik IV.2.3 dapat dilihat perbandingan konsentrasi larutan etanol
pada distilasi dengan reflux ratio 3:1 dan reflux ratio 3:2. Konsentrasi bottom product pada
distilasi reflux ratio 3:1 lebih tinggi daripada konsentrasi bottom product pada distilasi dengan
reflux ratio 3:2 pada semua titik. . Konsentrasi tertinggi bottom product pada distilasi dengan
reflux ratio 3:1 sebesar 58%. sedangkan pada distilasi dengan reflux ratio 3:2 sebesar 38%.
Hasil ini sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa semakin besar reflux ratio maka
semakin besar pula konsentrasi larutan etanol air. Hal ini berarti semakin kecil konsentrasi
bottom product (Sergio, 2011).
Laboratorium Proses Pemisahan dengan Perpindahan Panas dan Massa
Secara Simultan
D3 Teknik Kimia FTI-ITS
Surabaya

IV-6

Bab IV Hasil Percobaan dan Pembahasan


100
90
80
70
60
Waktu 50
40
30
20
10
0

Overhead Product
Reflux Ratio 3:1
Linear (Overhead
Product Reflux Ratio
3:1)
Overhead Product
Reflux Ratio 3:2
0

10 20 30 40

% Volume Larutan Etanol

Grafik IV.2.4 Perbandingan Overhead Product Distilasi Larutan Etanol Air 33% dengan
Reflux Ratio 3:1 dam 3:2 terhadap Waktu
Berdasarkan Grafik IV.2.4. dapat dilihat bahwa pada distilasi etanol air 33%
dengan reflux ratio 3:1. Persen volume overhead product dari hasil perhitungan dengan
persamaan y = 0.0001x + 1.3322 secara berturut-turut sebesar 88%; 68%; 63%; 60% ; 53%;
48%; 28%; 18%; 38%; dan 28%. Sedangkan dengan reflux ratio 3:2 sebesar 78%; 65%; 63%;
48%; 48%; 42%; 42%; 42%; 28% dan 28%. Pengukuran indeks bias overhead product
dilakukan pada pengambilan sampel setiap 5 menit sebanyak 10 kali. Indeks bias yang
didapatkan dikonversi menjadi konsentrasi melalui persamaan dari grafik kalibrasi. Dari datadata tersebut dapat dilihat bahwa konsentrasi overhead product pada distilasi dengan reflux
ratio 3:1 mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya waktu kecuali pada
pengambilan kesembilan yang justru mengalami kenaikan. Konsentrasi overhead product
pada distilasi dengan reflux ratio 3:2 mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya
waktu. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa semakin lama proses
distilasi maka semakin tinggi konsentrasi distilat yang dihasilkan (Marjoni, 2014).
Ketidaksesuaian hubungan antara konsentrasi overhead product terhadap reflux ratio
ini akibat pengontrolan suhu yang kurang tepat. Distilasi dengan reflux ratio 3:1 dilakukan
pada temperatur yang lebih tinggi sehingga hal ini menyebabkan ada sebagian air yang terikut
dalam distilat sehingga konsentrasinya lebih kecil.

Laboratorium Proses Pemisahan dengan Perpindahan Panas dan Massa


Secara Simultan
D3 Teknik Kimia FTI-ITS
Surabaya

IV-7

Bab IV Hasil Percobaan dan Pembahasan


70
60
50
Bottom Product Reflux
Ratio 3:1

40

Waktu

20

Linear (Bottom
Product Reflux Ratio
3:1)

10

Bottom Product Reflux


Ratio 3:2

30

5 10 15 20 25 30 35

% Volume Larutan Etanol

Grafik IV.2.5 Perbandingan Bottom Product Distilasi Larutan Etanol Air 33% dengan
Reflux Ratio 3:1 dam 3:4 terhadap Waktu
Berdasarkan Grafik IV.2.5. dapat dilihat bahwa pada distilasi etanol air 33%
dengan reflux ratio 3:1. Persen volume bottom product dari hasil perhitungan dengan
persamaan y = 0.0001x + 1.3322 secara berturut-turut sebesar 58%; 48%; 28%; 28%; 18% ;
12%; 28%; 28%; 8%; dan 28%. Sedangkan dengan reflux ratio 3:2 sebesar 38%; 30%; 29%;
28%; 18%; 17%; 13%; 8%; 7% dan 5%. Pengukuran indeks bias bottom product dilakukan
pada pengambilan sampel setiap 5 menit sebanyak 10 kali. Indeks bias yang didapatkan
dikonversi menjadi konsentrasi melalui persamaan dari grafik kalibrasi. Dari data-data
tersebut dapat dilihat bahwa konsentrasi bottom product pada distilasi dengan reflux ratio 3:1
mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya waktu kecuali pada pengambilan ketujuh
dank kesepuluh yang justru mengalami kenaikan. Konsentrasi bottom product pada distilasi
dengan reflux ratio 3:2 mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya waktu. Hal ini
tidak sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa semakin lama proses distilasi maka
semakin tinggi konsentrasi distilat yang dihasilkan (Marjoni, 2014).
Ketidaksesuaian hubungan antara konsentrasi bottom product terhadap reflux ratio
ini akibat pengontrolan suhu yang kurang tepat. Distilasi dengan reflux ratio 3:1 dilakukan
pada temperatur yang lebih tinggi sehingga hal ini menyebabkan ada sebagian air yang terikut
dalam distilat sehingga konsentrasinya lebih kecil.

Laboratorium Proses Pemisahan dengan Perpindahan Panas dan Massa


Secara Simultan
D3 Teknik Kimia FTI-ITS
Surabaya