Anda di halaman 1dari 4

Deksrip umum organ

Gol. Senyawa kimia : Sembukan mengandung asperuloside, deacetyl asperuloside, scandiside,


arbutin, paederosid, asam paederosidik, gamasitosterol, asam aleanolat, dan minyak menguap
pada batang dan daunnya.

Sumber asal/ asal produk tanaman : sembukan (Paederia foetida L.)


Nama Daerah: sembukan (Melayu), kasembukan (Jawa), kahitutan (Sunda), gumi siki
(Ternate), daun kentut (Sumatra).
Kegunaan : Sembukan dikenal sebagai antirematik, penghilang rasa sakit, peluruh kentut,
peluruh kencing, peluruh dahak, penambah nafsu makan, antibiotik, antiradang, antitusif,
penghilang racun, obat cacing, dan pereda kejang.

Mekanisme kerja
Sakit kuning, bronkitis, batuk, rematik, dan kencing tidak lancar
Cuci bersih 50 gram tanaman sembukan. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas.
Dinginkan, saring, dan minum.

Rematik
Rematik adalah penyakit yang menyerang sendi dan tulang atau jaringan penunjang
sekitar sendi. Bagian tubuh yang diserang biasanya persendian pada jari, lutut, pinggul dan
tulang punggung (Purwoastuti, 2009). Penyakit ini menyebabkan inflamasi, kekakuan,
pembengkakan, dan rasa sakit pada sendi, otot, tendon, ligamen, dan tulang (Misnadiarly, 2007).
Istilah penyakit rematik tidak memiliki batas yang jelas. Istilah ini mencakup lebih dari 100
kondisi-kondisi berbeda yang dilabelkan ke dalam penyakit rematik termasuk osteoartritis,
arthritis reumatoid, gout, sistemik lupus eritematosus, skleroderma, dan lain-lain (Sangha, 2000).
Gejala utama dari rematik adalah adanya nyeri pada sendi yang terkena, terutama waktu
bergerak. Umumnya timbul secara perlahan-lahan. Mula-mula terasa kaku, kemudian timbul rasa
nyeri yang berkurang dengan istirahat. Terdapat hambatan pada pergerakan sendi, kaku pagi,
krepitasi, pembesaran sendi dan perubahan gaya jalan. Lebih lanjut lagi terdapat pembesaran
sendi dan krepitasi (Soeroso, J., Isbagyo, H., Kalim, H., Broto, R., Pramudiyo, R., 2010).
Tanda-tanda peradangan pada sendi tidak menonjol dan timbul belakangan, mungkin dijumpai
karena adanya sinovitis, terdiri dari nyeri tekan, gangguan gerak,, rasa hangat yang merata dan
warna kemerahan, antara lain:
1. Nyeri Sendi
Keluhan ini merupakan keluhan utama. Nyeri biasanya bertambah dengan gerakan dan sedikit
berkurang dengan istirahat. Beberapa gerakan tertentu kadang-kadang menimbulkan rasa nyeri
yang lebih dibanding gerakan yang lain.
2. Hambatan Gerakan Sendi
Gangguan ini biasanya semakin bertambah berat dengan pelan-pelan sejalan dengan
bertambahnya rasa nyeri.

3. Kaku pagi
Pada beberapa pasien, nyeri atau kaku sendi dapat timbul setelah imobilitas, seperti duduk di
kursi atau mobil dalam waktu yang cukup lama atau bahkan setelah bangun tidur.
4. Krepitasi

Rasa gemeretak (kadang-kadang dapat terdengar) pada sendi yang sakit.


5. Pembesaran Sendi (deformitas)
Pasien mungkin menunjukkan bahwa salah satu sendinya (seringkali terlihat di lutut atau tangan)
secara pelan-pelan membesar.
6. Perubahan Gaya Berjalan
Pergelangan kaki, tumit, lutut atau panggul berkembang menjadi pincang pada hamper semua
pasien OA. Gangguan berjalan dan gangguan fungsi sendi yang lain merupakan ancaman yang
besar untuk kemandirian pasien yang umumnya tua (Soeroso, J., Isbagyo, H., Kalim, H., Broto,
R., Pramudiyo, R., 2010).
Faktor Resiko
1. Riwayat keluarga dan keturunan
2. Jenis kelamin wanita lebih sering
3. Obesitas atau kegemukan
4. Usia lebih dari 40 tahun
5. Pernah mengalami trauma berat pada lutut sampai terjadi pembengkakan atau berdarah, seperti
pada olahragawan.
6. Para pekerja yang menggunakan lutut secara berlebihan misalnya pedagang keliling dan
pekerja yang bekerja dengan banyak jongkok yang menyebabkan tekanan berlebihan pada lutut
(Sangha, 2000)