Anda di halaman 1dari 2

Refleksi kasus Ektima

1. Rangkuman kasus
Seorang ibu membawa anaknya bernama bayi H berusia 15 bulan dengan
berat badan 15 kg periksa ke poli kulit dan kelamin dengan keluhan
muncul bintik2 merah di sela jari tangan kanan kemudian diobati dengan
salep keluhan berkurang. Kemudian sejak usia 7 bulan saat bayi mulai bisa
merangkak mulai muncul lagi bintik-bintik merah di kaki, bayi kadang
agak rewel dan gelisah seperti tidak tenang dan tidak nyaman sejak
muncul bintik2 merah tersebut. Diperiksakan kepuskesmas dan diberi obat
salep (konigen) dan obat minum tetapi tidak ada perubahan. Ibu pasien
tidak ingat nama obat minum yang diberikan.
2. Perasaan terhadap pengalaman
3. Evaluasi
4. Analisis
Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien ini didapatkan
gejala dan tanda dermatitis numularis yaitu didapati keluhan gatal
sehingga pasien selalu ingin menggaruk serta didapati tanda UKK berupa
plak eritem dengan skuama serta ada krusta ditepi lesi berbatas tegas
dengan ukuran garis tengah -+ 3 cm agak basah dan berbentuk agak
lonjong. Gejala dan gambaran ini sesuai dengan gambaran lesi pada
dermatitis numularis yang terkesan sudah terjadi dalam waktu yg lama.
Pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan penunjang, tetapi berikut
pemeriksaan penunjuang yang dapat dilakukan pada kasus ini yaitu
pemeriksaan patch test atau prick test (mengidentifikasi bahan kontak
terkait dengan dermatitis kontak), pemeriksaan dengan KOH untuk
mendeteksi adanya hifa/spora yang menandakan infeksi jamur aktif, atau
pemeriksaan histopatologi : ditemukanspongiosis, vesiikel intradermal,
sebukan sel radang limfosit dan makrofag disekitarnya pembuluh darah.
Pada pasien ini selain menghindari faktosr yg dicurigai menjadi penyebab
kambuhnya penyakit juga diberi terapi medikamentosa yaitu dengan pemberian
antiinflamasi sistemik atau topikal, antihistamin untuk mengatasi gatal, emolien
untuk kulit kering dan untuk infeksi sekundernya bisa diberi antibiotik. Pada
pasien yg diberikan berupa antihistamin dan antiinflamasinya yaitu obat bestalin
yg berisi hidroksizin HCL yang termasuk obat antihistamin oral untuk mengatasi
gatalnya. Lameson berisi methylprednisolon yg termasuk kortikosteroid untuk
antiinflamasi sistemiknya. Dikombinasi dengan pemberian kostoikosteroid topikal
berupa lotasbat (berisi Clobetasol propionate) + asam salisilat untuk antiinflamasi

topikalnya. Tidak diberi emolien karna lesi termasuk lesi yg mash basah?
5. Kesimpulan
Diagnosis pada pasien ini sudah dapat ditegakkan berdasarkan
anamnesis dan pemeriksaan fisik yaitu Dermatitis numularis. Lesi
yg dialami pasien bisa dikatakan termasuk lesi yang sudah lama,
seperti pernyataan pasien bahwa keluhan sudah terjadi sekitar 3
bulan. Kemungkinan faktor yg menjadi penyebab atau yg
memprovokasi terjadinya penyakit pada pasien ini adalah faktor
trauma fisis serta stress emosional. Pada pasien ini diberi
antihistamin oral, antiinflamasi topikal dan sistemik. untuk
mencegah kekambuhan pasien perlu diberitahu tentang

perkembangan atau perjalanan penyakit ini dan harus menghindari


faktor yg dicurigai memperburuk penyakit pasien. Umumnya
prognosis penyakit ini adalah baik.
6. Daftar pustaka