Anda di halaman 1dari 1

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dimensi vertical jarak antaara ujung hidung dan dagu dan pada jaringan
yang bergerak dan tidak bergerak . penetapan dimensi vertical berdasarkan
dimensi vertical fisiologis(DVF) dan dimensi vertical oklusi. Pengukuran
dimensi vertical yang paling sering digunakan adalah nisonger dan wills .
pengukuran dimensi vertical diklasifikasikan metode secara langsung seperti
pengukuran wajah, penelanan,fonetik,biting forces,metode taktil,rumus
hayakawa dan tidak langsung seperti pengukuran foto sefalo dan foto lama
pasien, foto digital. Dimensi vertical pada gigi tiruan dengan pengukuran
yang tidak akurat dapat menimbulkan dimensi vertical tinggi yang berakibat
mulut pasien terasa penuh, terdapat premature kontak,dan masalah fonetik .
sedangkan pada dimensi vertical yang kerendahan terjadi drooling, angular
cheilitis, dan ekspresi wajah pasien ter lihat lebih tua . maka dari itu pada
perawatan prostodontik sangat penting penentuan dimensi vertical . karna
perawatan pada kedokteran gigi sangat disarankan untuk mementingkan
fungsi, kesehatan jaringan , dan estetis .