Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM MIKROTEKNIK
PEMBUATAN PREPARAT KUTIKULA DAUN

DISUSUN OLEH:
Kelompok VI
Nurul Halimah

14304241012

Senja Fitriana

14304241023

Hanggara Aji SMPN

14304241045

Machmudah Asrifatun

14304241046

PENDIDIKAN BIOLOGI INTERNASIONAL


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016

A. TUJUAN
Membuat cetakan epidermis daun pada kutikula dengan melarutkan
mesofilnya.
B. ALAT BAHAN
Alat :
1. Pinset
2. Kuas
3. Pipet tetes
4. Gelas Beker
5. Oven
Bahan :
1. Hidrogen Peroksida
2. Larutan Safranin
3. Gliserin Jeli
4. Parafin
5. Potongan daun
C. CARA KERJA

6. Pemanas air
7. Cawan Petri
8. Gelas Benda
9. Gelas Penutup
10. Botol kaca

Menyiapkan potongan daun yang akan dibuat preparat


dengan ukuran (5mmx5mm)
Merendam daun yang sudah dipotong ke dalam botol kaca
yang sudah diisi dengan larutan hidrogen peroksida
Memasukkan ke dalam oven pada suhu 600C , simpan
selama 6 hari. Menambahkan hidrogen peroksida pada
setiap hari perendaman agar larutan tidak kering. Apabila
daun sudah transparan berarti sel-sel sudah larut.

Sisa larutan dibuang dan kutikula dicuci dengan akuades


3 kali
Kutikula dibersihkan dari
sisa-sisa jaringan dengan
menggunakan kuas halus
Kutikula direndam dalam safranin selama 8-10 menit,
dicuci dengan air sebanyak 3 kali sampai kutikula jernih

Membentangkan satu buah kutikula di atas gelas benda


dengan posisi di tengah gelas benda

Tetesi kutikula dengan gliserin jeli secara tegak lurus dan


letakkan paraffin secukupnya pada 4 sisi ujung kutikula

Tetesi kutikula dengan gliserin jeli secara tegak lurus dan


letakkan paraffin secukupnya pada 4 sisi sudut kutikula
Tutup dengan gelas penutup kemudian gerakkan di atas
api pelan-pelan sampai parafin cair dan menutup dengan
rapat sehingga tidak ada gelembung udara yang terjebak

Mengeringkan dan mengamati kutikula di bawah


mikroskop
D. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum mikroteknik dengan judul pembuatan preparat
kutikula daun bertujuan untuk membuat cetakan epidermis daun pada
kutikula dengan melarutkan mesofilnya. Kutikula merupakan struktur
multi-layer terutama terdiri dari cutin, cutan, polisakarida, lipid dan lilin.
Di sisi menghadap ke dalam daun, kutikula menempel pada dinding sel
tanaman epidermis, dan di sisi yang menghadap ke luar, kutikula
membentuk lapisan atau kulit yang menutupi permukaan daun (Hikmat,
2015). Prinsip kerja dari pembuatan preparat kutikula ini yaitu dibuat
dengan cara melarutkan jaringan-jaringan daun dalam hydrogen peroksida.
Untuk mempercepat pelarutan sel-sel daun tersebut dapat ditambahkan
kristal tetrasodium pirofosfat sebagai katalisator dan pemanasan
(Ratnawati dkk,2015).
Langkah pertama yang dilakukan dari pembuatan preparat kutikula
adalah merendam potongan daun yang berukuran 5 mm x 5 mm ke
dalam botol kaca yang telah diisi dengan hidrogen peroksida (H2O2).
Hidrogen peroksida digunakan untuk melarutkan jaringan mesofil pada
daun. Sedangkan perendaman daun dalam hidrogen peroksida tidak
menyebabkan kutikula ikut larut. Oleh karena itu pelarut yang tepat

digunakan dalam pembuatan preparat kutikula ini adalah hidrogen


peroksida. Pertimbangan lain dalam pemilihan pelarut adalah harga dan
kemudahan untuk mendapatkannya.
Langkah selanjutnya adalah memasukan potongan daun yang
sudah direndam tadi ke dalam oven dengan suhu 60 0C selama enam hari
dengan tujuan mempercepat pelarutan jaringan-jaringan daun. Setiap hari
perlu dilakukan pengecekan untuk melihat jumlah larutan hidrogen
peroksida dalam botol perendaman. Jika mendekati habis, maka harus
ditambahkan larutan hidrogen peroksida ke dalam botol perendaman. Hal
ini dilakukan setiap hari sampai 7 hari atau hingga daun berwarna jernih.
Pengovenan dihentikan apabila potongan daun tersebut sudah larut
(mengalami klorosis), berubah warna menjadi jernih dan menyisakan
lapisan-lapisan tipis transparan kutikula di dalam botol perendaman. Dari
beberapa daun yang direndam terjadi perbedaan kecepatan kelarutan.
Kecepatan kelarutan dipengaruhi oleh tebal tipisnya daun, dimana semakin
tebal daun semakin lama pelarutannya. Hal ini disebabkan daun yang tebal
memiliki lebih banyak serat (berkas pengangkut).

Gambar 1
Gambar 1 menunjukkan hasil kutikula yang telah direndam dalam
hidrogen peroksida dan dimasukkan ke dalam oven selama 7 hari.
Kutikula telah berwarna transparan, menunjukkan bahwa sel-selnya sudah
larut oleh hidrogen peroksida.
Ketika potongan daun sudah transparan yang menandakan bahwa
sel-selnya telah larut, botol dikeluarkan dari oven dan sisa larutan dalam
botol dibuang. Setelah itu cuci kutikula menggunakan aquades sebanyak
tiga kali sampai jernih. Apabila tidak dicuci atau dalam pencucian tidak

bersih akan dapat menimbulkan kristal sisa hidrogen peroksida pada


preparat sehingga pada saat melakukan pengamatan preparat tidak terlihat
jelas karena tertutupi oleh kristal. Kutikula dibersihkan dengan kuas halus
untuk

membersihkannya

dari

sisa-sisa

jaringan

yang

tidak

diperlukan. Selanjutnya kutikula direndam dengan pewarna safranin


selama 8-10 menit, dimana pelarut yang digunakan adalah air. Alasan
mengapa menggunakan air sebagai pelarut karena pada saat pencucian
juga menggunakan air sehingga dapat diperoleh kondisi yang sama pada
saat perendaman dan pencucian.. Safranin merupakan pewarna (dye) yang
memudahkan saat pengamatan dibawah mikroskop karena menyerap
panjang gelombang tertentu dari cahaya.
Setelah pewarnaan selesai, bilas preparat dengan air hingga benarbenar jernih bertujuan agar ketika kutikula ditetesi gliserin jelly kemudian
dipanaskan, warna kutikula tetap jernih dan tidak memudar. Kemudian
preparat diletakan diatas gelas benda pada posisi tengah gelas benda.
Pengambilan preparat dari dalam cawan petri menggunakan kuas halus
dan harus dilakukan dengan hati-hati agar kutikula tidak hancur, sobek
ataupun terlipat. Preparat kemudian ditutup dengan menggunakan gliserin
jeli secara tegak lurus. Gliserin jeli berfungsi agar media pengamatan
dibawah mikroskop awet, tidak berjamur, sekaligus sebagai perekat.
Keempat sisi dekat sudut gelas penutup diberi potongan-potongan parafin
untuk perekat dan mencegah masuknya udara ke dalam preparat sehingga
tidak terbentuk gelembung udara dan tidak mengganggu pengamatan
terhadap kutikula. Kemudian yang terakhir preparat tadi ditutup dengan
gelas penutup dan dipanaskan di atas lampu spiritus secara perlahan-lahan
sehingga paraffin dan gliserin jeli mencair dan tidak ada gelembung udara
yang terjebak. Apabila dalam preparat ada gelembung udara yang terjebak
mengakibatkan preparat tidak representative untuk pengamatan.
Setelah semua langkah kerja tersebut dilaksanakan maka diperoleh
sebuah preparat kutikula dari daun dan siap untuk diamatai menggunakan
mikroskop. Dari hasil pengamatan kelompok kami, diperoleh bahwa
preparat kutikula yang dibuat terlihat jelas dan tampak adanya beberapa
stomata pada preparat daun tersebut. Pada beberapa preparat yang telah

dibuat, setelah pengamatan dibawah mikroskop menunjukkan struktur


yang rapat tanpa ada stomata yang terlihat. Struktur tersebut
dimungkinkan adalah epidermis daun. Hal ini bisa terjadi karena struktur
daun yang terlalu tebal dan waktu perendaman dalam hidrogen peroksida
yang singkat sehingga sel-sel daun belum seluruhnya larut.
E. KESIMPULAN
Dari kegiatan praktikum pembuatan preparat kutikula daun,
dilakukan dengan melarutkan mesofil dalam hidrogen peroksida (HO)
dan dipanaskan dalam oven pada suhu 600C selama 7 hari atau sampai
warna potongan daun menjadi transparan yang menandakan sel-sel sudah
larut. Setelah itu dicuci 3 kali terlebih dahulu menggunakan air. Kemudian
dilakukan pewarnaan dengan safranin selama 8-10 menit lalu dicuci
sampai jernih. Tahap terakhir adalah meletakkan kutikula di atas gelas
benda dengan ditetesi gliserin jeli dan diberi potongan-potongan paraffin
pada bagian sudut tepi gelas penutupnya. Kemudian memanaskan di atas
api secara perlahan-lahan sehingga paraffin dan gliserin jeli mencair dan
tidak ada gelembung udara yang terjebak.
F. DISKUSI
1. Apa fungsi dari gliserin jeli dalam pembuatan preparat ini?
Jawab : fungsi dari glserin jeli dalam pembuatan preparat kutikula daun
adalah

mengawetkan

preparat,

melindungi

dari

jamur

dan

merekatkannya pada gelas benda.


2. Apa fungsi dari preparat kutikula?
Jawab : fungsi dari preparat kutikula adalah untuk mengamati
komponen lapisan daun paling luar (untuk pengamatan jaringan
epidermis dan stomata)

G. DAFTAR PUSTAKA
Hikmat. 2015. Fungsi

Kutikula

pada

Tumbuhan

diakses

dari

http://kliksma.com/2015/04/fungsi-kutikula-pada-tumbuhan.html
pada 15 Desember 2015 pukul 19.20 WIB
Koesmadji, Wirjosoemarto, dkk. 2004. Teknik Laboratorium. Yogyakarta :
JICA FMIPA UNY

Ratnawati, dkk. 20015. Diktat Petunjuk Praktikum Mikroteknik Jurusan


Pendidikan Biologi. Yogyakarta : FMIPA UNY