Anda di halaman 1dari 6

Dalam praktek keperawatan Watson mengemukakan 10 faktor karatif, yaitu 10 sifat dari

karakter perawat yang menjelaskan bagaimana caring dimanifestasikan sebagai esensi dan
inti keperawatan. Kesepuluh faktor karatif tersebut adalah sebagai berikut:
a. Membentuk Dan Bertindak Berdasarkan Sistem Nilai Yang Altruistik Dan Manusiawi.

Pembentukan sistem nilai humanistik dan altruistik dapat di bangun dari pengalaman,
belajar, dan upaya-upaya mengembangkan sikap humanis. Pengembangan dapat
ditingkatkan dalam masa pendidikan. Melalui sistem nilai ini perawat dapat merasa puas
karena mampu memberikan sesuatu kepada pasien dan juga penilaian terhadap pandangan
diri seseorang. Menurut potter dan Perry (2009) perawat harus memberikan kebaikan dan
kasih sayang, bersikap membuka diri untuk mempromosikan persetujuan terapi dengan
pasien.
Aplikasinya adalah :
Mengenali nama
Mengenali Karakteristik Klien
Mengenali kelebihan dan kekurangan klien
Mendahulukan kepentingan klien daripada kepentingan pribadi
Memberikan waktu pada klien meskipun sedang sibuk
Memperhatikan dan mendengarkan apa yang menjadi kebutuhannya
Menghargai dan menghormati pendapat dan keputusan klien terkait dengan
perawatannya
Memberikan informasi kepda klien terkait asuhan keperawatan yang di berikan
Menggunakan sentuhan untuk kesembuhan
Memberikan kesempatan pada klien untuk menentukan asuhan keperawatan yang akan
dijalaninya
b. Menanamkan Keyakinan Dan Harapan (Faith-Hope).

Menggambarkan peran perawat dalam mengembangkan pengaruh perawat dan pasien dalam
mempromosikan kesehatan dengan membantu meningkatkan perilaku pasien dalam mencari
pertolongan kesehatan. Perawat memfasilitasi pasien dalam membangkitkan perasaan
optimis, harapan, dan rasa percaya dan
mengembangkan pengaruh perawat dengan pasien secara efektif. Faktor ini merupakan
gabungan dari nilai humanistik dan altruistik, dan juga memfasilitasi asuhan keperawatan
yang holistik kepada pasien.
Aplikasinya adalah :
Memotivasi klien untuk mengahadapi penyakitnya secara relistik
Mebantu klien untuk memahami alternative tindakan pengobatan dan perawatan yang
ditentukan
Menjelaskan kepada klien timdakan pengobatan yang dilakukan
Memberikan dukungan spiritual misalnya dengan pendekatan religi seperti mendatangkan
pemuka agama sesuai dengan keyakinan yang dianut klien sehingga meningktkan motivasi
klien untuk bertahan hidup

c. Mengembangkan Sensitivitas Untuk Diri Sendiri Dan Orang Lain.


Perawat belajar memahami perasaan pasien sehingga lebih peka, murni, dan tampil apa
adanya. Pengembangan kepekaan terhadap diri sendiri dan dalam berinteraksi dengan orang
lain. Perawat juga harus mampu memberikan kesempatan kepada orang lain untuk
mengekspresikan perasaan mereka.
Aplikasinya adalah :
Memperkenalkan diri kepda klien saat di awal kontrak dan membuat kontrak
Menyampaikan tujuan
Menyepakati kontrak
Menjelaskan kepada klien bahwa perawatan akan selalu ada setiap klien membutuhkan
Menyediakan waktu bagi klien untuk mengekspresikan perasaan dan pengalamannya
Menjelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan pada klien
Melakukan komunikasi terapeutik setiap konsekuensi dengan klien
d. Membina Pengaruh Saling Percaya Dan Saling Bantu (Helping-Trust)
Pengaruh saling percaya akan meningkatkan dan menerima perasaan positif dan negatif.
Untuk membina pengaruh saling percaya dengan pasien perawat menunjukkan sikap empati,
harmonis, jujur, terbuka dan hangat serta perawat harus dapat berkomunikasi terapeutik yang
baik.
Aplikasinya adalah :
Memperkenalkan diri kepda klien saat di awal kontrak dan membuat kontrak
Menyampaikan tujuan
Menyepakati kontrak
Menjelaskan kepada klien bahwa perawatan akan selalu ada setiap klien membutuhkan
Menyediakan waktu bagi klien untuk mengekspresikan perasaan dan pengalamannya
Menjelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan pada klien
Melakukan komunikasi terapeutik setiap konsekuensi dengan klien
e. Meningkatkan Dan Menerima Ekspresi Perasaan Positif Dan Negatif.
Perawat harus dapat menerima perasaan orang lain serta memahami perilaku mereka dan
juga perawat mendengarkan segala keluhan pasien. Blais (2007) juga mengemukakan bahwa
perawat harus siap untuk perasaan negatif, berbagi perasaan duka cita, cinta, dan kesedihan
yang merupakan pengalaman yang penuh resiko
Menjadi pendengar aktif dengan mendengarkan keluhan klien
Mendengarkan ekspresi klien tentang keinginannya untuk sembuh dan apa yang
dilakukan ketika sembuh
Memotivasi klien untuk mengungkapkan perasaannya baik positif maupun negative
Menerima aspek positif maupun negative sebagai aspek kekuatan yang dimilikinya

Menjelaskan tentang pemahaman diri perawat terhadap penderitaan klien

f. Menggunakan Metode Pemecahan Masalah Yang Sistematis Dalam Pengambilan


Keputusan.
Perawat menerapkan proses keperawatan secara sistematis, memecahkan masalah secara
ilmiah dalam menyelenggarakan pelayanan yang berfokus

kepada pasien. Proses keperawatan seperti halnya proses penelitian yaitu sistematis dan
terstruktur. Aplikasinya adalah :
Mengkaji, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses keperawatan sesiau
dengan masalah klien
Mempertimbangkan untuk mengabulkan permintaan klien dalam memperoleh sesuatu
yang membuat klien cemas bila tidak dilakukan
Memenuhi keinginan klien yang bermacam-macam dengan sabar
Selalu menanyakan keinginan klien yang spesifik
g. Meningkatkan Proses Belajar-Mengajar Interpersonal.
Faktor ini merupakan konsep yang penting dalam keperawatan untuk membedakan caring
dan curing. Bagaimana perawat menciptakan situasi yang nyaman dalam memberikan
pendidikan kesehatan. Perawat memberi informasi kepada pasien, perawat memfasilitasi
proses ini dengan memberikan pendidikan kesehatan yang didesain supaya dapat
memampukan pasien memenuhi kebutuhan pribadinya, memberikan asuhan yang mandiri,
menetapkan kebutuhan personal pasien.
Aplikasinya adalah :
Menjelaskan setiap keluhan klien secara rasional dan ilmiah sesuai dengan tingkat
pemahaman klien dan cara mengatasinya
Selalu menjelaskan setiap tindakan yang dilakukan
Menunjukkan situasi yang bermanfaat agar klien memahami proses penyakitnya
Mengajarkan cara pemenuhan kebutuhan sesuai masalah yang dihadapi klien
Menyanyakan kepada klien tentang kebutuhan pengetahuan yang ingin diketahuinya
terkai dengan penyakitnya
Meyakinkan klien tentang kesediaan perawat untuk menjelaskan apa yang ingin
diketahui
h. Menyediakan Lingkungan Yang Mendukung, Melindungi, Dan/Atau Memperbaiki
Mental, Sosiokultural, Dan Spiritual.
Perawat harus menyadari bahwa lingkungan internal dan eksternal berpengaruh terhadap
kesehatan dan kondisi penyakit pasien. Konsep yang relevan dengan lingkungan internal
meliputi kepercayaan, sosial budaya, mental dan spiritual pasien. Sementara lingkungan
eksternal meliputi kenyamanan, privasi, keamanan, kebersihan dan lingkungan yang estetik.
Oleh karena itu Potter dan Perry (2009) menekankan bahwa perawat harus dapat
menciptakan kebersamaan, keindahan, kenyamanan, kepercayaan, dan kedamaian
Aplikasinya adalah :
Menyetiujui keinginan klien untuk bertemu dengan ulama agama
Menghadiri pertemuan klien dengan ulamanya
Memfasilitasi atau menyediakan keperluan klien ketika akan berdoa atau beribadah
sesuai dengan agamanya
Bersedia mencarikan alamat dan menghubungi keluarga yang sangat diharapkan
mengunjungi klien

Bersedia menguhubungi teman klien atas permintaan klien

i. Membantu Dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia .


Perawat mmbantu memenuhi kebutuhan dasar pasien meliputi kebutuhan biofisik,
psikofisik, psikososial, dan kebutuhan interpersonal pasien. Dan perawat melakukannya
dengan sepenuh hati.
Apikasinya adalah :
Bersedia memenuhi kebutuhan dasar dengan ikhlas
Menyatakan perasaan bangga dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi klien
Menghargai privasi klien ketika sedang memenuhi kebutuhannya
Menunjukkan pada klien bahwa klien adalah orang yang pantas dihargai dan dihormati

j. Mengembangkan Faktor Kekuatan Eksistensial-Fenomenologis, dan dimensi spiritual


caring serta penyembuhan yang tidak dapat dijelaskan secara utuh dan ilmiah.
Fenomenologis menggambarkan situasi langsung yang membuat orang memahami
fenomena tersebut. Watson menyadari bahwa hal ini memang sulit dimengerti. Namun hal
ini akan membawa perawat untuk memahami dirinya sendiri dan orang lain. Sehingga
perawat dapat membantu seseorang untuk memahami kehidupan dan kematian dengan
melibatkan kekuatan spiritual.
Aplikasinya adalah :

Memberikan kesempatan pada klien dan keluarga untuk melakukan hal-hal yang bersifat
ritual demi proses penyembuhannya
Mampu memfasilitasi kebitihan klien dan keluarga terhadap keinginan melakukan terapi
alternatif sesuai pilihannya
Memotivasi klien dan keluarga untuk berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
Menyiapkan kelien dan keluarganya ketika menghadapi fase berduka