Anda di halaman 1dari 16

UAS COMPOUNDING AND DISPENSING

Oleh :
A.A.I.Devi Purnamaningrat S.

I.
II.

(1308515017)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER


JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2014
Resep Asli
Hasil Pembacaan Resep

R/

Aciclovir

LX

S 5 dd II

R/

Mefinter

S 3 dd 1

R/

Neurobion

S 1 dd 1
Pro: Anak Ali
Umur : 9 tahun
Alamat : Sesetan

III. Skrining Administrasi Resep


Persyaratan administratif resep berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
1027/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, meliputi:
a. Nama, SIP, dan alamat dokter
b. Tanggal penulisan resep
c. Tanda tangan/paraf dokter penulis resep
d. Nama, alamat, umur, jenis kelamin, dan berat badan pasien
e. Nama obat, potensi, dosis, dan jumlah yang diminta
f. Cara pemakaian yang jelas
g. Informasi lainnya
Hasil skrining administrasi yang dilakukan pada resep di atas adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Persyaratan Administratif Resep
KELENGKAPAN RESEP
Nama
SIP
Alamat rumah
Identitas dokter
Alamat praktek
No Telp/HP
Hari dan jam kerja
Simbol R/
Nama Kota
Superscriptio
Tanggal resep
Nama obat
Inscriptio
Kekuatan/potensi obat
Jumlah obat

ADA

TIDAK ADA

Subscriptio
Signatura
Penutup

Identitas pasien

Bentuk sediaan obat (BSO)


Frekuensi pemberian
Jumlah pemberian obat
Waktu minum obat
Informasi lain
Paraf
Tanda tangan
Nama
Alamat
Umur
Jenis kelamin
BB

Berdasarkan persyaratan di atas, diketahui identitas dokter yang dicantumkan pada resep
tersebut kurang lengkap karena tidak tercantum hari, jam kerja serta paraf atau tanda tangan
dokter penulis resep. Tidak adanya paraf atau tanda tangan dokter penulis resep akan
menjadikan resep tidak otentik dan tidak sah. Hari dan jam kerja dokter diperlukan untuk
mempermudah

dalam

menghubungi

dokter

apabila

terdapat

permasalahan

atau

ketidakrasionalan pada resep.


Waktu minum obat, bentuk sediaan obat, dan kekuatan/potensi obat yang diberikan juga
tidak tercantum. Data mengenai waktu minum obat penting diketahui untuk menentukan
waktu penggunaan obat (sebelum atau sesudah makan) guna menghindarkan terjadinya
interaksi antar obat yang digunakan sehingga penggunaan obat dapat memberikan efek yang
optimal, data mengenai bentuk sediaan obat diperlukan untuk mencegah terjadinya kesalahan
dalam pemberian obat sehingga dapat disesuaikan antara bentuk sediaan obat dengan indikasi
untuk setiap tahapan terapi yang dijalani pasien, sedangkan kekuatan/potensi obat sangat
diperlukan untuk mencocokkan dosis yang diperlukan mengingat pasien tersebut anak anak
(9 tahun).
Berdasarkan pemeriksaan kelengkapannya, resep di atas kurang lengkap karena terdapat
beberapa informasi yang tidak tercantum, namun karena dalam hal ini diumpamakan dokter
penulis resep adalah dokter yang praktek di apotek tersebut dan informasi penting yang
diperlukan untuk peracikan resep telah tersedia sehingga resep dapat diproses lebih lanjut.

IV.
SKRINING FARMASETIK DAN FARMAKOLOGI
a. Skrining farmasetik
Berdasarkan skrinning farmasetik, sediaan yang diberikan sudah sesuai dengan
pasien.
b. Skrining Farmakologi
Berikut merupakan spesifikasi dari masing masing obat:
1. Acyclovir
Komposisi : Acyclovir
Kelas/ Kategori Farmakologi : Agen antiviral
Mekanisme Kerja : Acyclovir dikonversi kedalam acyclovir monophosphate oleh
virus spesifik thymidine kinase kemudian selanjutnya diubah menjadi acyclovir
triphosphate oleh enzim seluler lain. Acyclovir triphosphate menghambat sintesis
DNA dan replikasi viral dengan cara bersaing dengan deoxyguanosine triphosphate

terhadap DNA viral polymerase dan kemudian menjadi satu dengan viral DNA.
Indikasi : Herpes zooster dan varicella-zoster (BNF 58, 2009).
Dosis :
Herpes

simplek

non-genital

treatment

200

mg

(400

mg

pada

immunocompromised atau jika absorbsinya lemah) 5 kali sehari, biasanya selama 5


hari (pemberian lebih lama lagi jika muncul lesi baru selama pengobatan atau jika
penyembuhan tidak lengkap); anak-anak : 1 bulan 2 tahun, setengah dari dosis
dewasa, diatas 2 tahun, dosis dewasa.
Herpes simplek genital treatment : 200 mg 5 kali sehari atau 400 mg 3 kali sehari
biasanya untuk 5 hari (pemberian lebih lama lagi jika muncul lesi baru selama
pengobatan atau jika penyembuhan tidak lengkap); dosis ditingkatkan pada
immunocompromised atau pasien positif HIV hingga 400 mg 5 kali sehari selama 7-10
hari untuk episode pertama atau 400 mg 3 kali selama 5-10 hari selama infeksi
kambuhan.
Herpes simplek treatment dalam immunocompromised, 200-400 mg 4 kali sehari;
anak-anak : 1 bulan 2 tahun, setengah dari dosis dewasa, lebih dari 2 tahun, dosis
dewasa.
Varicella dan herpes zoster treatment 800 mg 5 kali sehari selama 7 hari; anakanak, varicella, 1 bulan 2 tahun 200 mg 4 kali sehari selama 5 hari; 2-6 tahun 400
mg 4 kali sehari selama 5 hari.
Attenuation jika chickenpox (jika tidak diindikasi varicella-zoster) [unlicensed used],
dewasa dan anak-anak 40 mg/kg setiap hari dalam 4 dosis terbagi untuk 7 hari dimulai
dari 1 minggu setelah terpapar (BNF 58, 2009).

Pemakaian Obat : Dapat diberikan bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak
nyaman pada GI (mims, 2008).
Perhatian
: Pertahankan hidrasi yang cukup (khususnya dengan infusi atau dosis
tinggi, atau saat gagal ginjal; orang tua (resiko reaksi neurologi); kehamilan;
menyusui (BNF 58, 2009).
Interaksi obat :
Aciclovir + ciclosporin meningkatkan resiko nephrotoxicity ketika acyclovir
diberikan bersama dengan ciclosporin.
Aciclovir + mycophenolate konsentrasi plasma aciclovir meningkat oleh adanya
mycophenolate dan juga konsentrasi plasma metabolit inaktif mucophenolate
meningkat.
Aciclovir + probenecid ekskresi aciclovir berkurang oleh probenecid (konsentrasi
plasma meningkat).
Aciclovir + tacrolimus memungkinkan meningkatnya resiko nephrotoxicity ketika
acyclovir diberikan bersama tacrolimus (BNF 58, 2009).
Aciclovir + theophilline bukti utama menunjukkan bahwa aciclovir dapat
mengurangi clearance theophilline (oleh karena itu memungkinkan pula untuk
aminophilline) sekitar 30% (Stockley, 2010).

Kontra Indikasi: Hipersensitivitas terhadap acyclovir,valacyclovir, atau komponen

lain dalam formulasi (Lacy, 2012).


Efek Samping: Mual, muntah, nyeri perut, diare, sakit kepala, kelemahan otot, ruam,
urticaria, pruritus (gatal-gatal), fotosensitivitas, hepatitis (jarang terjadi), jaundice,
dyspnoea, reaksi neurologi (meliputi pusing, bingung, halusinasi, konvulsi, ataksia,
dysarthria, dan drowsiness), gagal ginjal akut, anemia, trombositopenia dan
leucopenia; pada infuse intravena, inflamasi lokal yang berat (terkadang menyebabkan

ulserasi), agitasi (sangat jarang), tremor, gangguan jiwa dan demam (BNF 58, 2009).
Harga: tablet 200 mg x 50 Rp 25.000, tablet 400 mg x 50 Rp 29.500 (mims)
2. Mefinter
Komposisi: Asam mefenamat 250mg/kapsul; 500mg/kaplet.
Kelas/Kategori Farmakologi: Nonsteroidal Anty-Inflammatory Drugs (NSAID)
(Lacy et al., 2009).
Mekanisme kerja: menghambat sintesis dari prostaglandin dalam jaringan tubuh,
setidaknya

isoenzim

sklooksigenase,

siklooksigenase

(COX-1)

dan

siklooksigenase 2 (COX-2). Asam mefenamat mungkin dapat menghambat


kemotaksis, mengubah aktivitas limfosit, menurunkan aktivitas proinflammatory

cytokine, dan mungkin dapat menghambat agregasi neutrofil, yang dimana efek ini
berperan dalam aktivitas antiinflamasinya (Medscape online)
Indikasi
: Digunakan untuk sakit ringan sampai sedang, termasuk sakit kepala,
sakit gigi, sakit pasca operasi dan pasca persalinan, dan dismenorea, sakit pada tulang
dan persendian, seperti osteoarthritis dan rematoid arthritis, dan pada menorrhagia
(Sweetman, S.C., 2009).
Dosis : Dewasa: Oral: 500 mg, yang dimulai dengan dosis 250 mg setiap 6 jam
sesuai kebutuhan. Terapi maksimum: 1 minggu (Lacy et al., 2009)
Perhatian
:penggunaan dihentikan jika terjadi diare dan ruam pada kulit
(Sweetman, S.C., 2009)
Interaksi
Peningkatan efek :asam mefenamat dapat meningkatkan efek dari antikoagulan oral
(khususnya oleh azapropazone dan fenilbutazone). Asam mefenamat juga dapat
meningkatkan konsentrasi plasma dari litium, metotreksat, dan glikosida jantung.
Risiko nefrotoksisitas dapat meningkat jika diberi bersamaan dengan ACE inhibitor,
siklosporin, takrolimus, atau diuretik. Risiko hiperkalemia juga dapat meningkat jika
diberikan bersama dengan ACE inhibitor dan beberapa diuretik termasuk diuretik
hemat kalium. Asam mefenamat dapat meningkatkan efek dari fenitoin dan
antidiabetes sulfonilurea. Risiko tukak lambung dan ulser dapat meningkat, jika
diberikan bersama dengan kortikosteroid, SSIRs, SNRI venlafaxine, klopidogrel dan
tiklopidin, iloprost, erlotinib, subritamin, atau mungkin dengan alkohol, bifosfonat,
atau pentoksifilin. Asam mefenamat juga dapat meningkatkan risiko hemotoksisitas,
jika diberikan bersama dengan zidovudin. Ritonavir dapat meningkatkan konsentrasi
plasma dari asam mefenamat (Sweetman, S.C., 2009).
Penurunan efek :asam mefenamat dapat menurunkan efek dari obat antihipertensi,
termasuk ACE inhibitor, beta bloker, dan diuretic (Sweetman, S.C., 2009)
Kategori kehamilan : C/D (trimester 3)
Kontraindikasi :pada pasien dengan inflammatory bowel disease (Sweetman, S.C.,
2009)
Efek samping
Frekuensi kejadian >10%
Peningkatan LFTs
Frekuensi kejadian 1-10%
Sakit pada bagian abdominal, anoreksia, mual, diare, pirosis, gastritis,
flatulent, konstipasi, Steatorrhea, ulkus pada GI bagian atas, perdarahan

berat/perforasi.
Frekuensi kejadian <1%

Leukopenia,

eosinofilia,

trombositopenia

purpura,

agranulositosis,

pansitopenia, hipoplasia tulang belakang, gagal ginjal, nefritis interstitial akut


yang berhubungan dengan hematuria, proteinuria, sindrom nefrotik.
(Sweetman, S.C., 2009)
Harga :10x10 kapsul 250mg Rp40.000,00; 25x4 kaplet 500mg Rp 78.000,00
3. Neurobion

Pada tahapan ini dilakukan anamnese kefarmasian secara umum yang dilakukan
berdasarkan analisis terhadap jenis obat dan indikasi masing-masing obat yang diresepkan
dokter kepada pasien. Hasil analisis terhadap indikasi dan tujuan pemberian masing-masing
obat dalam resep perlu dipastikan kebenarannya dengan bertanya kepada pasien
menggunakan metode Three Prime Questions pada tahap selanjutnya.
Adapun obat-obatan yang diberikan kepada pasien serta indikasi dan dugaan tujuan
pemberian tercantum dalam tabel 2
Tabel 2. Indikasi masing-masing obat dalam resep dan anamnesa kefarmasian.
Obat
dalam
Resep
Aciclovir
Tablet

Kandungan

Anamnesa
Kefarmasian

Indikasi

Acyclovir

Herpes zooster dan varicella-zoster (BNF 58,


2009).

Mefinter

Asam
mefenamat

Neurobion
1000

Vitamin B1
(Thiamine
mononitrate)
100 mg
Vitamin B6
(Pyridoxol
Hydrochloride
) 200 mg
Vitamin B12
200 mcg

Digunakan untuk sakit ringan sampai sedang,


termasuk sakit kepala (Sweetman, S.C.,
2009).
Kekurangan vitamin B1, B6, B12, meredakan
nyeri, mengembalikan kesegaran tubuh
setelah sakit (MIMS)

Herpes
Zoster

Berdasarkan obat yang diresepkan dokter dan indikasinya (seperti yang tercantum
pada tabel 2), pasien diduga mengalami Herpes Zoster. Acyclovir dengan kandungan
acyclovir

yang

termasuk

golongan

antiviral

dikonversi

kedalam

acyclovir

monophosphate oleh virus spesifik thymidine kinase kemudian selanjutnya diubah


menjadi acyclovir triphosphate oleh enzim seluler lain. Acyclovir triphosphate
menghambat sintesis DNA dan replikasi viral dengan cara bersaing dengan
deoxyguanosine triphosphate terhadap DNA viral polymerase dan kemudian menjadi
satu dengan viral DNA. Pemeberian Mefinter yang merupakan golongan NSAID
menghambat sintesis dari prostaglandin dalam jaringan tubuh, setidaknya 2 isoenzim
sklooksigenase, siklooksigenase 1 (COX-1) dan siklooksigenase 2 (COX-2). Asam

mefenamat mungkin dapat menghambat kemotaksis, mengubah aktivitas limfosit,


menurunkan aktivitas proinflammatory cytokine, dan mungkin dapat menghambat
agregasi neutrofil, yang dimana efek ini berperan dalam aktivitas antiinflamasinya.
Sedangkan untuk Neurobion diberikan untuk mengatasi nyeri dan mengembalikan
kesegaran tubuh pasien.
V.
a.

PENEGAKAN ANAMNESE KEFARMASIAN (ANALISIS SOAP)


Subyektif
Berdasarkan hasil wawancara langsung kepada pasien melalui 3 prime question, maka

diketahui bahwa pasien datang ke dokter dengan keluhan berupa ruam di sepanjang kulit,
nyeri kepala dan demam yang terjadi 2 minggu sebelum munculnya ruam pada kulit, cepat
,erasa lelah, lesu, dan lemah.
b.

Obyektif
Setelah mendapatkan penilaian secara subjektif, maka perlu dilihat secara objektif

kondisi pasien dengan melihat data laboratorium pasien. Tidak terdapat data hasil
pemeriksaan laboratorium yang diperoleh apoteker, sehingga apoteker hanya dapat menilai
dari data subjektif saja. Berdasarkan indikasi obat pada resep serta penilaian subjektif
diketahui pasien mengalami herpes zoster.
c.

Assesment
Assesment dapat dilakukan dengan menggunakan analisa 4T1W ataupun dengan analisa

DRP. Pada resep ini akan dilakukan analisa DRP sebagai berikut:
DRP
Terapi obat yang tidak perlu
Obat yang tidak tepat
Dosis terlalu rendah
Adverse drug reaction
Dosis terlalu tinggi
Kepatuhan pasien
Memerlukan terapi tambahan
Interaksi obat

DRP pada Resep


Dosis yang diberikan pada acyclovir (sebanyak 60 tablet)
tidak mencukupi untuk pengobatan herpes zoster yang
harus diberikan selama 7 sampai 10 hari
Adanya interaksi obat antara Acyclovir dengan Mefinter
(Asam Mefenamat), interaksinya berupa interaksi minor
atau tidak signifikan (Lacy et al, 2010).

Perhitungan Dosis
Pada resep pemberian Acyclovir pada pasien anak dengan umur 9 tahun (diatas 2
tahun) disamakan dengan dosis dewasa (Lacy, 2012) yaitu 5 kali sehari 800 mg selama 7
sampai 10 hari. Maka tidak dilakukannya perhitungan dosis pada pasien ini.
d. Plan
Berdasarkan analisa permasalahan resep di atas, setelah dikonsultasikan dengan dokter
penulis resep maka diperoleh kesepakatan bahwa terapi obat yang diberikan pada pasien
dalam kasus ini antara lain:
1. Acyclovir 400 mg diberikan sebanyak 100 tablet.
Diberikan 30 menit setelah makan
2. Mefinter 250 mg diberikan sebanyak 10 tablet
Diberikan 30 menit setelah makan
3. Neurobion 1000 diberikan sebanyak 10 tablet
Diberikan 30 menit setelah makan
VI.

Penyiapan Obat (Compounding)


Setelah melakukan skrining administrasi dan skrining farmakologi (berdasarkan

penilaian kesesuain farmasetis dan pertimbangan klinis), serta menjamin ketersediaan stok di
apotek, obat-obat yang disepakati dengan dokter untuk diberikan pada pasien kemudian
disiapkan.
-

Sediaan Aciclovir tablet diberikan dalam jumlah yang sesuai (100 tablet), dimana obat
tersebut dikemas dengan plastik klip dan diberikan label berupa etiket putih dengan
keterangan aturan pemakaian obat yaitu diminum 5 kali sehari 2 tablet, 30 menit
sesudah makan pada siang hari.

Sediaan Mefinter tablet diberikan dalam jumlah yang sesuai (10 tablet), dimana obat
tersebut dikemas dengan plastik klip dan diberikan label berupa etiket putih dengan
keterangan aturan pemakaian obat yaitu diminum 3 kali sehari 1 tablet 30 menit
sesudah makan sesudah makan pada siang hari.

Sediaan Neurobion 1000 diberikan dalam jumlah yang sesuai (10 tablet), dimana obat
tersebut dikemas dengan plastik klip dan diberikan label berupa etiket putih dengan
keterangan aturan
pemakaian obat yaitu diminum 1 kali sehari
1 tablet 30 menit
Apotek B
Apotek B
Apotek B
Jl.
Jl. Mawar
Mawar No.
No. 5,
5, Denpasar-Bali
Denpasar-Bali

setelah makan pada siang hari.


APA
APA:: Yani,
Yani, S.Farm.,
S.Farm., Apt.
Apt.
SIPA
SIPA:: 24/52/7564/DB/DP/2010
24/52/7564/DB/DP/2010

VII.

Pelabelan

No.
No. 11
11
Anak
Anak Ali
Ali (9
(9 tahun)
tahun)

Apotek B
Jl.
Jl. Mawar
Mawar No.
No. 5,
5, Denpasar-Bali
Denpasar-Bali

APA
APA:: Yani,
Yani, S.Farm.,
S.Farm., Apt.
Apt.
SIPA
SIPA:: 24/52/7564/DB/DP/2010
24/52/7564/DB/DP/2010

Denpasar,
Denpasar, 15-12-2013
15-12-2013

Aciclovir
Aciclovir
Diminum
Diminum 55 kali
kali sehari
sehari 22 tablet
tablet
30
30 Menit
Menit Setelah
Setelah makan
makan
Pada
Pada Siang
Siang Hari
Hari
Ttd
Ttd apoteker
apoteker

No.
No. 11
11
Anak
Anak Ali
Ali (9
(9 tahun)
tahun)

Denpasar,
Denpasar, 15-12-2013
15-12-2013

Mefinter
Mefinter
Diminum
Diminum 33 kali
kali sehari
sehari 11 tablet
tablet
30
30 Menit
Menit Setelah
Setelah makan
makan
Pada
Pada Siang
Siang hari
hari
Ttd
Ttd apoteker
apoteker

Apotek
Apotek B
B
Jl.
Jl. Mawar
Mawar No.
No. 5,
5, Denpasar-Bali
Denpasar-Bali
APA
APA:: Yani,
Yani, S.Farm.,
S.Farm., Apt.
Apt.
SIPA
SIPA:: 24/52/7564/DB/DP/2010
24/52/7564/DB/DP/2010
No.
No. 11
11
Anak
Anak Ali
Ali (9
(9 tahun)
tahun)

Denpasar,
Denpasar, 15-12-2013
15-12-2013

Neurobion
Neurobion 1000
1000
Diminum
Diminum 11 kali
kali sehari
sehari 11 tablet
tablet
30
30 Menit
Menit Setelah
Setelah makan
makan
Pada
Pada Siang
Siang Hari
Hari
Ttd
Ttd apoteker
apoteker

VIII. Penyerahan Obat (Dispensing) dan KIE


Penyerahan obat-obat tersebut disertai dengan KIE mengenai cara penggunaan obat,
aturan pakai obat, waktu penggunaan obat, cara penyimpanan obat, efek samping yang
mungkin akan muncul, dan hal-hal lain seperti penjelasan mengenai asupan makanan
minuman dan hal yang harus dihindari.
Penyerahan obat yang diresepkan kepada pasien disertai dengan pemberian KIE
mengenai cara penggunaan obat, aturan pakai obat, waktu penggunaan obat dan efek samping
yang mungkin akan muncul. Penyerahan obat dan pemberian KIE kepada pasien meliputi :
a. Terapi Farmakologi
1) Acyclovir
Indikasi
Aturan pakai
Waktu pemberian
Cara Penyimpanan

: Pengobatan Herpes Zoster.


: 5 kali sehari 2 tablet.
: Siang hari setelah makan.
: Simpan pada suhu ruangan.

2) Mefinter
Indikasi
Aturan pakai
Waktu pemberian
Cara Penyimpanan

: Sebagai Penghilang Nyeri


: 3 kali sehari 1 tablet
: Siang hari setelah makan
: Simpan pada suhu ruangan.

3) Neurobion 1000
Indikasi
Aturan pakai
Waktu pemberian

: Mengatasi Pegal dan Lelah


: 1 kali sehari, 1 tablet
: Siang hari setelah makan

b. Terapi Non Farmakologi


1. Penggunaan Aciclovir dengan Mefinter (Asam mefenamat) dapat menyebabkan
interaksi minor sehingga mengkomunikasikan kepada pasien untuk lebih
dimonitoring, apabila interaksi dirasa mengganggu segera konsultasikan ke
dokter.
2. Pasien disarankan untuk mengubah gaya hidupnya, menjadi gaya hidup sehat.
3. Pasien disarankan untuk menjaga kebersihan badan.
4. Nyeri awal dapat berkurang dengan mengompres bagian badan yang terkena
dengan es batu (yang dibungkus dalam kain atau plastik).
5. Tetaplah mandi seperti biasa, karena bakteri di kulit dapat menginfeksi kulit yang
sedang terkena cacar air.
6. Hindari pecahnya gelembung cacar air agar tidak meninggalkan parut permanen
dengan:

Tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras setelah mandi.

Memberikan bedak talk yang mengandung menthol atau salisil pada


lepuhan untuk mengurangi gatal.

Menutup lepuhan dengan kain kasa yang lembut.

Memakai pakaian katun yang longgar untuk mengurangi gesekan dengan


kulit yang terkena.

Cuci tangan Anda dengan sabun dan air jika Anda telah menyentuh lepuhan
kulit. Hindari bersentuhan yang belum menderita cacar air, wanita hamil,
orang yang sakit serius, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang
lemah.

7. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji,


sirsak, pepaya dan tomat merah meningkatkan kekebalan tubuh dan kelembaban kulit
yang mempercepat penyembuhan.
8. Apabila keadaan pasien selama penggunaan obat tidak membaik, pasien disarankan
untuk segera kembali ke dokter.
IX. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilakukan setelah pasien memperoleh obat. Monitoring dan
evaluasi bertujuan untuk memantau penggunaan obat oleh pasien sehingga dapat diketahui
apakah pasien sudah menggunakan obat secara baik, benar, dan tepat. Selain itu, monitoring
dan evaluasi juga bertujuan memantau kondisi pasien setelah menggunakan obat tersebut
apakah obat yang diberikan dapat menimbulkan respon terapi yang diinginkan, tidak
menimbulkan respon, atau malah menimbulkan respon terapi yang merugikan (adverse drug
reaction). Jika ditemukan adanya ADR (adverse drug reaction) atau efek samping obat, maka
pasien dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat dipertimbangkan mengenai
tindakan penanganan yang sesuai.
Lampiran 1
Medication Record (untuk Arsip Apotek)

CATATAN PENGOBATAN PASIEN

Nama
: Anak Ali
Telp
: Umur
: 9 Tahun
Alamat
: Sesetan
Tanggal Lahir
: 10 Oktober 2005
IMUNISASI YANG PERNAH DILAKUKAN
Pneumonia

IDENTITAS
Nama dokter
Telp dokter
Nama apoteker
Telp apoteker
RIWAYAT ALERGI
Obat

Tetanus

Makanan

Influenza

Debu/Serbuk sari

Hepatitis

Lainnya
Reaksi alergi

:
:
:
:

dr. Mitra spKK


7787788
Yani S.Farm., Apt
(0361) 222654

Kekuatan

Dosis
(pil/
drop/tablet/
ml)

Aciclovir

400 mg

2 tablet

Mefinter

250 mg

1 tablet

Nama
Obat

Neurobion
1000

1 tablet

Seberapa
sering?
Jika dibutuhkan
saja?
Sebelum/setelah
makan?
5 kali sehari pada
siang hari setelah
makan
3 kali sehari pada
siang hari setelah
makan
1 kali sehari pada
siang hari setelah
makan

Tgl
mulai

Waktu

Nama
dokter/no telp

herpes

15/1/14

13.00

dr. Mitra spKK/


08123656978

Mengurangi nyeri

15/1/14

13.00

dr. Mitra spKK/


08123656978

Mengatasi pegal

15/1/14

13.00

dr. Mitra SpKK/


08123656978

Tujuan pengobatan

apote

Yani
Apt
22265
Yani S
/(0361

Yani S
/(0361