Anda di halaman 1dari 6

BRIDGING COURSE

MATEMATIKA
SEKOLAH MENENGAH
PERTAMA

Penyusun :

Drs. Edi Prajitno, M.Pd


Dra. Endah Budi Rahaju, M.Pd
Wiharno, M.Pd

DIREKTORAT JENDERAL
PENDIDIKAN DASAR

2011
PENDAHULUAN
Salah satu masalah yang dihadapi oleh sejumlah SMP di
Indonesia adalah kurang memadainya entry behaviour siswa baru
ketika masuk pendidikan jenjang SMP. Bervariasinya mutu lulusan SD
menyebabkan adanya perbedaan kesiapan siswa untuk mengikuti
pendidikan di jenjang SMP. Dengan adanya keadaan ini menyebabkan
guru dan siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi
matematika di SMP. Untuk itu diperlukan suatu upaya agar siswa
memiliki kesiapan dalam mengikuti pembelajaran matematika SMP.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pelaksanaan Bridging
Course.
Direktorat pembinaan sekolah menengah pertama memfasilitasi
penyediaan materi ajar dalam kegiatan Bridging Course. Bahan ajar
Bridging Course Matematika ini dikembangkan dengan tujuan untuk
membekali siswa lulusan Sekolah Dasar yang akan melanjutkan ke
Sekolah Menengah Pertama dengan kemampuan matematika dasar.
Kemampuan matematika yang dilatihkan dalam bahan ajar ini agar
mereka lebih siap dalam pembelajaran matematika di jenjang SMP.
Oleh karenanya, bahan atau materi yang disajikan dalam materi buku
ini berisi kemampuan dasar matematika berdasarkan kelemahankelemahan yang biasa dialami oleh siswa.
Bahan
ajar
ini
dikembangkan
dengan
prinsip-prinsip
pembelajaran kontekstual, yang menyenangkan, dan berfokus pada
keaktifan siswa. Proses pembelajaran dilakukan baik secara
individual, berpasangan dan berkelompok dengan mengintegrasikan
media yang ada disekitar siswa. Prinsip lain yang mendasari bahan
ajar ini adalah pemilihan metode pembelajaran yang berdampak
pengiring pada pembentukan karakter siswa. Karakter yang akan
ditumbuhkan melalui kegiatan pembelajaran adalah
kerjasama,
ketangguhan, ketelitian dan rasa ingin tahu. Dampak pengiring lain
dalam bahan ajar ini adalah menumbuhkan learning skill pada diri
siswa seperti komunikasi, berfikir kritis dan kegiatan menemukan
kembali sifat, rumus dalam matematika.

Secara umum tiap bab berisi tujuan pembelajaran, konsep,


contoh, kegiatan siswa yang tertuang dalam lembar kerja siswa (LKS),
latihan, rangkuman, dan evaluasi. Dalam menyelesaikan masalah
yang terdapat dalam LKS, siswa dilatih dengan menggunakan media.
LKS yang disajikan menitikberatkan pada penemuan terbimbing.
Sehingga mereka dapat membuat kesimpulan dari kegiatan tersebut.
Bahan ajar ini terdiri atas tiga bab Bab I berfokus pada bilangan
bulat
dan
operasinya.
Kegiatan
pembelajarannya
banyak
menggunakan media berupa koin bilangan dan tabung berwarna yang
mengaktifkan siswa. Bab II berisi pecahan dan operasinya. Kegiatan
pembelajarannya menggunakan media batang pecahan, kertas
berpetak. Bab III berisi sifat-sifat, keliling dan luas bangun datar.
Kegiatan pembelajaran dalam bab ini banyak melibatkan siswa dalam
kegiatan penemuan sifat-sifat, rumus keliling dan luas pada bangun
datar. Tiap bab disajikan dengan partisipasi
aktif siswa yang
difasilitasi guru. Kegiatan dikemas dalam bentuk permainanpermainan kreatif sehingga menumbuhkan motivasi siswa untuk
belajar Matematika.
Dalam menyelesaikan lembar kerja siswa dapat dilakukan
secara berpasangan atau berkelompok. Dalam lembar kerja siswa
memuat soal terbuka, yaitu soal yang mempunyai banyak alternatif
jawaban atau memiliki bermacam cara penyelesaiannya. Soal terbuka
dimaksudkan untuk melatih kemampuan siswa berfikir kritis dan
mengembangkan wawasan siswa dalam pembelajaran matematika.
Latihan dalam bahan ajar ini dikerjakan secara mandiri dan
tidak harus dilakukan di kelas dapat diberikan sebagai tugas mandiri
di rumah. Guru dapat melanjutkan materi pembelajaran berikutnya
apabila siswa tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan latihan.
Evaluasi diberikan setiap akhir bab untuk mengetahui ketercapaian
tujuan pembelajaran yang telah dituliskan. Sebelum pelaksanaan
kegiatan bridging course dilakukan pre test untuk mengetahui
kemampuan yang sudah dimiliki oleh siswa. Pada akhir kegiatan
bridging course dilakukan post test untuk mengetahui kemampuan
siswa setelah mengikuti kegiatan bridging test. Penilaian butir-butir
karakter siswa dikembangkan sendiri oleh guru,
dengan
memperhatikan contoh penilaian karakter pada lampiran.
Dalam kegiatan bridging course, guru diharapkan membuat
skenario pembelajaran. Adapun contoh skenario pembelajaran
terdapat dalam lampiran. Bahan ajar bridging course diberikan dalam
18 jam pelajaran, dengan rincian sebagai berikut: bab I disajikan
dalam 4 jam pelajaran, bab II disajikan dalam 6 jam pelajaran dan bab

III disajikan dalam 6 jam pelajaran, serta pre test dan post test
masing-masing 1 jam pelajaran.

DAFTAR ISI
Halaman
Cover
Pendahuluan
Daftar Isi
Bab 1. Bilangan Bulat
1.1

i
ii
iii
1

Penjumlahan Bilangan Bulat

1.2

Pengurangan Bilangan Bulat

1.3

Perkalian Bilangan Bulat

1.4

Pembagian Bilangan bulat


Rangkuman

Evaluasi
Bab 2. Pecahan
2.1

Konsep Pecahan

12
15
15
17

2.2 Jenis Pecahan

20

2.3

21

Menentukan Pecahan Senilai

2.4 Mengubah Pecahan ke Bentuk


Lain

23
25

2.5 Penjumlahan Pecahan

27

2.6 Pengurangan Pecahan

35

Rangkuman
Evaluasi
Bab 3. Bangun Datar
3.1 Nama Bangun dan
Karakteristiknya

35
37
37
40

3.2 Jenis-jenis Trapesium

42

3.3 Jenis Segitiga menurut Sisinya

43

3.4 Jenis Segitiga menurut Sudutnya

46

3.5 Keliling Suatu Bangun

51

3.6 Luas Daerah

61

Rangkuman

62

Evaluasi

63

Daftar Pustaka

64

Lampiran