Anda di halaman 1dari 5

Laboratorium Survey dan Pemetaan

Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik


Universitas Indonesia
Anggota Kelompok

: 1. Rakaputra

Kelompok

/1406576843

2. Nurul Hasanah

/1506673984

3. Syafira Ayu N.

/1506674122

4. Maulida Fitri

/1506673845

: C4

Hari/Tanggal Praktikum : Rabu/21 September 2016


Judul Praktikum

: 02 TAKING OUT LEVELS OF VARIOUS POINTS


AND BOOKING IN A LEVEL FIELD BOOK

Nama Asisten

: Adnan Kusuma Putra

Tanggal Pengumpulan

Paraf :

A. TUJUAN
Mencari ketinggian dari beberapa titik dengan 1 titik acuan, dan mencatatnya
di buku lapangan.
B. DATA PRAKTIKUM
Benchmark : 1,025 m
Titik A : 1,145
Titik B : 1,138
Titik C : -2,75

C. PENGOLAHAN DATA
Point

HI

FS (m)

RL (m)

1,025

1,145

-0,120

Remark
Terjadi

Laboratorium Survey dan Pemetaan


Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Indonesia
penurunan
B

1,025

1,138

-0,113

1,025

-2,75

3,75

Terjadi
penurunan
Terjadi kenaikan

*keterangan: RL (+) menandakan terjadi kenaikan dan RL (-)


menandakan terjadi penurunan
D. ANALISIS
Analisis Percobaan
Alat-alat yang diperlukan untuk melakukan percobaan ini adalah 1 buah
Dumpy Level + Tripod, 1 buah Levelling Staff, dan 6 buah pasak.
Percobaan ini bertujuan untuk mencari ketinggian dari beberapa titik
dengan titik acuan posisi instrument, hal yang dilakukan oleh praktikan adalah
menentukan titik acuan atau benchmark sebagai tempat di letakkannya instrument.
Lalu praktikan juga menentukan titik yang ingin diukur dan ditandai dengan A, B
dan C.
Setelah menetapkan tempat untuk titik acuan langkah berikutnya adalah
menancapkan instrument dan mengatur supaya posisi waterpass benar-benar
horizontal dengan menggunakan alat kalibrasi gelembung. Selanjutnya hal yang
harus dilakukan adalah mengukur HI atau tinggi instrument sebagai acuan untuk
mengetahui beda tinggi tanah (faktor pengurang). Selanjutnya praktikan
mengukur tiap point dimulai dari point A, lalu point B dan terakhir point C
(pembacaan dilakukan terbalik karena titik yang diukur berada diatas garis
pengelihatan/invers) dan langsung mencatat data-data yang diperoleh.

Analisis Hasil
Pengolahan data dilakukan dengan mencari ketinggian pada titik acuan
dibandingkan dengan tinggi benchmark yaitu posisi instrument. Setelah itu
perbedaan ketinggian antara titik acuan dan benchmark bisa diketahui.

Laboratorium Survey dan Pemetaan


Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Indonesia
Untuk menentukan reduce level atau perbedaan ketinggian nilainya dapat
diperoleh dari HI dikurangi dengan FS, dengan hasil sebagai berikut:
Point

HI

FS (m)

RL (m)

1,025

1,145

-0,120

Terjadi
penurunan
Terjadi
penurunan

1,025

1,138

-0,113

1,025

-2,75

3,75

Remark

Terjadi kenaikan

Nilai FS dari point C (-) karena titik yang diukur berada diatas garis
pengelihatan (Invers)
Analisis Kesalahan
Dari praktikum ini kesalahan bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:
1. Kesalahan paralax, ketelitiannya hanya sampai 0.01 m, dan praktikan harus
mengira-ngira detil ketinggiannya dan nilai yang didapat sangat bergantung pada
subjektif praktikan.
2. Alat waterpass yang tidak benar-benar lurus dengan sumbu horizontal sehingga
mempengaruhi pembacaan ketinggian
E. KESIMPULAN

Pada point A terjadi penurunan dengan RL -0,120m

Pada point B terjadi penurunan dengan RL -0,113m

Pada point C terjadi kenaikan dengan RL 3,75m

Nilai FS dari point C (-) karena titik yang diukur berada diatas garis
pengelihatan (Invers)
F. REFERENSI

Oregon Department of Transportation. (2000). Basic Surveying Theory and


Practice.

Laboratorium Survey dan Pemetaan


Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Indonesia
Laboratorium Survey dan Pemetaan. (2016). Surveying Lab Manual. Depok:
Departemen Teknik Sipil Universitas Indonesia.
G. LAMPIRAN

Laboratorium Survey dan Pemetaan


Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Indonesia