Anda di halaman 1dari 33

PENGENDALIAN INTERN KAS-REKONSILIASI

BANK
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kas merupakan alat pembayaran yang dimiliki perusahaan dan siap digunakan di dalam transaksi, setiap saat
diinginkan. Namun kas juga merupakan aktiva yang paling sensitive terhadap tindak kecurangan oleh karyawan,
sebab kecil volume fisiknya, tidak mencantumkan identitas pemiliknya, dan mudah ditransfer menjadi aktiva lain.
Kerugian yang mungkin timbul dari dari perbuatan tidak etis itu dapat dihindari atau diminimumkan dengan
pengendalian intern yang memadai terhadap perubahan kas sejak diterima pertama kali hingga dikeluarkan dari
perusahaan (Karrenbrock dan Simons, 1958). Apabila pengendalian intern tidak memadai maka akan sangat
potensial terjadinya penggelapan kas.
Penyimpanan kas perusahaan dalam bentuk rekening giro bank merupakan salah satu cara dalam pengendalian
intern terhadap kas karena pihak bank memiliki prosedur-prosedur tersendiri yang dapat memberikan keamanan
terhadap kas. Secara periodik (biasanya bulanan) bank memberikan laporan bank yang berisi informasi mengenai
saldo awal dan saldo akhir bulan, serta daftar transaksi yang terjadi selama bulan yang bersangkutan. Antara
pembukuan perusahaan dengan laporan bank seringkali menunjukkan jumlah saldo yang berbeda. Oleh karena
setiap akhir bulan perusahaan perlu mencocokkan saldo menurut catatan perusahaan dengan saldo menurut catatan
bank yang tersaji di laporan bank. Prosedur mencocokkan saldo kas menurut catatan perusahaan dan catatan bank
dan catatan perusahaan yang disebut rekonsiliasi bank.
Untuk mengendalikan kas perusahaan yang ada di bank yang mungkin mengalami ketidakcocokan antara kas
yang dicatat di perusahaan dank as yang dicatat di bank maka harus dapat memahami apa itu rekonsiliasi bank.
Maka dari itu makalah ini di susun selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah
membuat makalah tentang pengendalian intern-rekonsiliasi bank juga disusun untuk untuk menggambarkan prosedur
rekonsiliasi bank sebagai salah satu bentuk pengendalian intern kas agar tidak terjadi tindak kecurangan oleh
anggota (karyawan) perusahaan sehingga kekayaan kas perusahaan tetap aman dan stabil.

1. Rumusan Masalah
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Apa yang dimaksud Pengendalian Intern kas?


Apa saja bentuk-bentuk pengendalian Intern kas?
Apa yang dimaksud Rekonsiliasi bank?
Apa peran Rekonsiliasi bank dalam pengendalian intern kas?
Apakah tujuan dari rekonsiliasi bank?
Bagaimana tahapan dalamre konsiliasi bank?
Pengertian dari macam rekonsiliasi bank?

1. Tujuan
2. Mengetahui dan memahami pengendalian intern
3. Mampu menjelaskan bentuk-bentuk pengendalian intern
4. Memahami pengertian rekonsiliasi bank

5.
6.
7.
8.

Mengetahui pentingnya rekosiliasi bank sebagai bentuk pengendalian intern


Memahami tujuan dari rekonsiliasi bank
Mampu menjelaskan tata cara / tahapan pembuatan rekonsiliasi bank
Mampu menjelaskan macam rekonsiliasi bank

1. Manfaat
Agar lebih memahami apa itu pengendalian intern serta bentuk-bentuknya sehingga dapat mempraktekannya
dengan baik dan benar. Agar dapat memahami rekonsiliasi bank untuk mengendalikan kas perusahaan yang ada di
bank.
BAB II PEMBAHASAN
1. PENGENDALIAN INTERN KAS
1. Pengertian Kas
Kas merupakan aktiva/asset perusahaan yang paling likuid dan paling rentan terjadi penyelewengan, penipuan dan
pencurian (Slamet sugiri,2009:1). Kas adalah alat pertukaran/pembayaran. Terdapat dua syarat yang harus dipenuhi
asset disebut sebagai kas yaitu:
1. Harus siap digunakan setiap saat untuk melakukan pembayaran
2. Harus bebas dari ikatan-ikatan apapun yang membatasi penggunaanya untuk melunasi kewajiban. (Slamet
Sugiri, 2009: 4).
Kas dapat disebut juga sebagai aktiva likuid (cair), karena sifatnya yang likuid maka kas harus dilindungi dari
kecurangan dan pencurian dengan prosedur-prosedur pengendalian untuk kas. (Haryono, 2005 : 3). Istilah kas dalam
pengertian sempit dapat berarti uang tunai baik kertas maupun logam. Istilah kas dalam akuntansi meliputi (Erhans,
2000 : 7) :
1. Uang tunai
2. Simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan misalnya tabungan, simpanan dalam bentuk rekening
koran, kartu kredit dan sebagainya.
3. Cek dan bilyet giro yang diterima dari pihak lain.
4. Pengendalian Intern Kas
Seperti dikemukakan diatas, penting bagi perusahaan untuk melakukan pengendalian terhadap kas. Pengendalian
terhadap kas yang umumnya ditempuh oleh perusahaan adalah (Erhans, 2000 : 7) :

Pemisahan petugas yang melakukan pencatatan dengan yang memegang phisik kas
Pengeluaran kas melalui chek atau bilyet giro.
Seluruh penerimaan kas langsung disetorkan ke rekening perusahaan di bank.

Penggunaan Bank Memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap pengendalian internal kas yaitu :
1. Meminimalkan jumlah mata uang yg harus tersedia di tangan.
2. Memfasilitasi pengendalian atas kas karena menyebabkan dua catatan terpisah atas semua transaksi
perbankan-satu oleh perusahaan,
3. Sangat memungkinkan untuk melakukan Rekonsiliasi Bank (penyesuaian) kapan saja.

3. Rekening Giro Bank Sebagai Alat Pengawasan


Penyimpanan kas dalam rekening giro bank adalah merupakan bagian dari pelaksanaan pengendalian intern, karena
bank biasanya menerapkan praktik-praktik tertentu yang dapat mengamankan kas. Selain itu bank secara periodik
memberi laporan kepada pemegang giro mengenai transaksi-transaksi yang telah terjadi secara rinci. Agar dapat
diperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari cara pengawasan ini, perusahaan sebaiknya membuat ketentuan
bahwa semua pengeluaran kas harus dilakukan sengan menggunakan cek (kecuali untuk pengeluaran melalui kas
kecil).
Pada kebanyakan perusahaan, kas adalah merupakan aktiva yang paling penting. Hal ini disebabkan oleh sifat kas
yang merupakan alat pertukaran yang paling umum, dan hampir semua transaksi pada akhirnya akan mempengaruhi
kas. Kas juga merupakan aktiva paling sering menjadi sasaran pencurian. Oleh karena pengendalian intern terhadap
kas merupakan hal yang sangat penting, bila dibandingkan dengan pengendalian intern terhadap uang tunai saja,
tetapi juga meliputi cek, poswesel, bak draft, dan simpanan di bank dalam bentuk rekening giro. Dokumen-dokumen
yang digunakan dalam pengawasan tersebut yang berupa:
1. Kartu Tanda-tangan. Bank mensyaratkan bahwa setiap orang yang diberi kewenangan me-nandatangani
cek (disebut: pemegang giro) untuk mencantumkan tandatangannya pada kartu tandatangan. Contoh
tandatangan dalam kartu ini akan digunakan oleh bank untuk disbanding-kan dengan tandatangan yang
tercantum pada cek yang ditarik oleh pemegang giro. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi bank dan
pemegang giro dari kemungkinan adanya cek palsu atau cek yang tidak dibuat oleh pihak yang berhak.
2. Bukti Setoran. Bank biasanya telah menyediakan formulir yang digunakan pada saat sese-orang akan
menyetor ke rekening giro tertentu, yang disebut formulir atau bukti setoran. Bukti ini biasanya dibuat 2
(dua) rangkap. Lembar pertama ditahan oleh bank, dan lembar kedua diberikan kepada penyetor.
3. Cek. Untuk mengambil uang dari suatu rekening giro, pemegang giro harus menarik cek, yaitu perintah
kepada bank untuk membayar kepada orang atau perusahaan, sejumlah uang seba-gaimana tertulis pada
cek tersebut. Dalam suatu cek terdapat tiga pihak, yaitu: penarik, yaitu penandatanganan cek; penerima
pembayaran, yaitu pihak yang akan menerima uang; dan bank, yaitu bank yang harus melakukan
pembayaran. Cek pada umumnya diberi nomor urut tercetak, disertai nama dan alamt pemegang giro dan
banknya. Dalam cek tersebut tersedia ruang untuk menuliskan tanggal, nama penerima pemba-yaran,
tandatangan pemegang giro (penarik cek), dan jumlah rupiahnya. Pada bank-bank yang sudah modern,
biasanya nama bank, dan nomor identifikasi bank, serta nomor rekening giro, dicetak dengan tinta magnetic
agar dapat diproses oleh mesin.
4. Laporan Bank. Pada akhir bulan, bank biasanya mengirimkan laporan bulanan kepada para pemegang
giro. Laporan tersebut berisi saldo awal dan saldo akhir bulan, serta daftar transaksi yang terjadi selama
bulan yang bersangkutan. Transaksi tersebut meliputi penyetoran dan penarikan cek (pengambilan), serta
penambahan dan pengurangan lain yang dilakukan bank atas rekening giro. Setoran didaftar menurut
tanggal penyetorannya, sedangkan cek didaftar menurut tanggal pembayarannya oleh bank.
5. Rekonsiliasi Bank. Apabila perusahaan membuka rekening giro di bank, maka perusahaan akan
mempunyai dua catatan mengenai kas yang dimiliki, yaitu: rekening Kas yang terdapat dalam pembukuan
perusahaan, dan laporan bank yang diterima perusahaan secara periodik dari bank. Saldo kas yang
ditunjukkan dalam rekening Kas biasanya jarang sama jumlahnya dengan saldo yang terdapat dalam
laporan bank.

1. REKONSILIASI BANK
2. Pengertian Rekonsiliasi Bank

Rekonsilisiasi bank adalah suatu prosedur pengendalian terhadap kas di bank, dengan membandingkan catatan
akuntansi kas menurut perusahaan. Secara periodik bank mengirimkan laporan berupa bank statement yang berisi
semua transaksi penyetoran dan pengambilan oleh deposan (depositor) selama periode tertentu. Rekonsiliasi bank
dilakukan untuk menunjukkan dan menjelaskan adanya perbedaan antara catatan kas menurut bank dan menurut
perusahaan. Jika perbedaan dihasilkan dari transaksi yang belum dicatat bank, maka catatan perusahaan dianggap
benar. Sebaliknya, jika perbedaan dihasilkan dari kesalahan dalam catatan perusahaan dan catatan bank, maka
diperlukan penyesuaian.

Dokumen yang dibutuhkan dalam menysusun rekonsiliasi bank antara lain :


1.
2.
3.
4.
5.

Jurnal penerimaan kas


Jurnal pengeluaran kas
Rekening Koran
Bukti setoran ke bank
Bukti penerimaan dan pengeluaran kas

2. Peran Rekonsiliasi bank terhadap pengendalian kas, antara lain sebagai berikut :

Rekonsiliasi bank dilakukan untuk mengungkapkan setiap kesalahan dan ketidak wajaran yang ada pada

catatan perusahaan di bank.


Prosedur rekonsiliasi dilakukan untuk mencari sebab-sebab ketidakcocokan yang terjadi antara saldo

menurut catatan bank dan catatan perusahaan.


Selain itu, rekonsiliasi bank berguna untuk mengecek ketelitian pencatatan dalam rekening kas dan catatan

bank.
Rekonsiliasi juga berguna untuk mengetahui penerimaan atau pengeluaran yang sudah terjadi di bank tetapi
belum dicatat oleh perusahaan.

3. Tujuan PemeriksaanKas & Bank (Rekonsiliasi Bank)


Beberapa tujuan pemeriksaan Kas & Bank (Rekonsiliasi Bank) adalah:
1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan bank serta transaksi
penerimaan dan pengeluaran kas dan bank (Rekonsiliasi Bank 4 kolom).
2. Untuk memeriksa apakah saldo kas dan bank yang ada di neraca per tanggal neraca betul-betul ada dan
dimiliki perusahaan (existence).
3. Untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan bank.
4. Untuk memeriksa, seandainya ada saldo kas dan bank dalam valuta asing, apakah saldo tersebut sudah
dikonversikan ke dalam rupiah dengan kurs tengah BI pada tanggal neraca dan apakah selisih kurs yang
terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke rugi tahun berjalar
5. Untuk memeriksa apakah penyajiannya di neraca sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
(presentation and disclosure).

4. Ciri Internal Kontrol Kas dan Bank yang Baik :


5. Adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara bagian penerimaan dan pengeluaran dengan bagian
pencatatan, dan bagian otorisasi
6. Pegawai yang membuat rekonsiliasi bank harus selain yang mengerjakan buku bank

7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Digunakannya impres fund system dalam mengelola kas kecil


Penerimaan kas, cek, giro harus disetor ke bank paling lambat keesokan harinya
Uang harus disimpan ditempat yg aman
Uang harus dikelola dengan baik, jangan dibiarkan menganggur
Blanko cek dan giro harus disimpan ditempat yg aman, dihindari penandatanganan cek dalam bentuk
blanko. Penandatanganan cek harus dilampiri bukti pendukung
Sebaiknya cek dan giro ditulis atas nama, dan ditandatangani oleh 2 orang
Kasir sebaiknya diasuransikan
Gunakan kuitansi bernomor urut tercetak
Bukti pendukung pengeluaran kas yang sudah dibayar harus distempel LUNAS

5. Identifikasi Mutasi kas bank


Dalam perusahaan yang menyetorkan semua dana yang diterima ke bank, saldo kas perusahaan meliputi uang
simpanan giro di bank,uang tunai dan cek yang belum disetorkan ke bank dan sisa dana kas kecil. Kegiatan
penerimaan dan pengeluaran kas (mutasi kas) dilakukan sebagai berikut:
1. Penerimaan dana dalam bentuk uang tunai atau dalam bentuk cek yang diterima dari pihak lain. Transaksi
yang bersangkutan seperti biasa dicatat dalam buku Jurnal Penerimaan Kas.
2. Penyetoran uang tunai dan cek yang diterima ke bank. Kegiatan tersebut dicatat dalam Daftar Setoranke
Bank bedasarkan bukti (slip) setoran.
3. Pengeluaran kas umum dilakukan dengan menggunakan cek atau dengan bilyet giro. Artinya menggunakan
(menarik) uang simpanan di bank, termasuk pengeluaran untuk pembentukan dan pengisian kembali dana
kas kecil. Transaksi yang bersangkutan dicatat dalam buku Jurnal Pengeluaran Kas atau dalam Cek
Register.
4. Pengeluaran kas kecil khusus suntuk pembayaran yang dipandang tidak praktis jika dibayar dengan
menggunakan cek atau dalam batas jumlah yang telah ditetapkan. Transaksi yang bersangkutan dicatat
dalam buku Jurnal Kas Kecil.

Dokumen Penerimaan dan Pengeluaran Kas


Dokumen Penerimaan Kas
Penerimaan kas dalam perusahaan pada umumnya bersal dari transaksi penjualan tunai dan penerimaan piutang
dari debitor. Penerimaan piutang bisa terjadi dalam bentuk cek yang dikirimkan debitor melalui pos atau diserhakan
langsung, bisa juga melalui transfer dana dari debitor kepada rekening perusahaan di bank. Oleh karena itu dalam
perusahaan yang aktivitas usahanya dilakukan melalui prosedur operasional yang ditetapkan, dokumen-dokumen
yang terkait dengan penerimaan kas yitu sebagai berikut.
1. bukti penerimaan kas yang dibuat sendiri oleh perusahaan, untuk bukti transaksi penerimaan kas dari
manapun sumbernya.
2. faktur (nota) penjualan tunai sebagi bukti pendukung bukti penerimaan kas yang berasal dari transaksi
penjualan tunai.
3. Daftar Surat Pemberitahuan dari debitor sebagai pendukung bukti penerimaan kas yang berasal dari
penerimaan piutang.
4. surat pemberitahuan dari debitor sebagai pendukung bukti penerimaan kas yang berasal dari penerimaan
piutang.

5. memo (nota) kredit dari bank sebagai pendukung bukti penerimaan kas yang berasal dari penerimaan
piutang melalui transfer dana dari debitor.
6. bukti setoran ke bank sebagai bukti pendukung yang digunakan untuk mengecekan jumlah dana yang
diterima dengan jumlah yang disetorkan ke bank.
Dokumen Pengeluaran Kas
Secara umum, perusahaan mengeluarkan kas untuk pembayaran utang dan pemba-yaran biaya operasional.
Pembayaran dalam dalam jumlah besar dilakukan dengan kas, sedangkan bila dalam jumlah kecil, dilakukan dengan
dana kas kecil.
Dokumen yang terkait dengan pengeluaran kas adalah:
1. Bukti pengeluaran kas yang dibuat sendiri oleh perusahaan, untuk bukti segala jenis tran-saksi pengeluaran
kas.
2. Faktur (nota) pembelian tunai, sebagai bukti pendukung pengeluaran kas pada pembelian tunai.
3. Faktur pembelian kredit sebagai bukti pendukung pengeluaran kas untuk pembayaran utang.
4. Bukti penerimaan barang sebagai bukti pendukung pengeluaran kas untuk pembayaran utang
5. Permintaan pengisian kembali kas kecil sebagai bukti pendukung pengeluaran kas untuk pengisian dana
kas kecil.
6. Bukti pengeluaran kas kecil sebagai pendukung permintaan pengisian kembali kas kecil.
7. Surat permintaan pengeluaran kas kecil sebagai pendukung pengeluaran kas kecil.

6. Tahap-Tahap penyusunan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut:


7. Mulailah dengan saldo yang tercantum dalam laporan bank dan saldo yang tercantum dalam rekening Kas
perusahaan (disebut juga saldo per buku). Kedua angka tersebut mungkintifak sama karena adanya
perbedaan saat pembukuan dan karensa sebab-sebab yang telah diterangkan diatas.
8. Tambahkan atau kurangkan saldo per bank, hal-hal yang tercantum dalam pembukuan perusahaan tetapi
tidak tercantum dalam laporan bank.
9. Tambahkan setoran dalam perjalanan pada saldo per bank. Setoran dalam perja-lanan dapat diketahui
dengan cara membandingkan antara setoran-setoran yang tercantum dalam laporan bank dengan daftar
penerimaan kas yang terdapat dalam pembukuan perusahaan. Setoran dalam perjalanan adalah setoran
yang tercantum dalam pembukuan perusahaan, tetapi tidak tercantum sebagai setoran dalam lapor-an bank
pada bulan yang bersangkutan. Apabila pada bulan yang lalu terdapat setoran dalam perjalanan, maka
setoran tersebut akan nampak dalam laporan bank bulain ini. Jika tidak, berarti setoran tersebut telah hilang
10. Kurangkan cek dalam perjalanan dari saldo ke bank. Cek dalam perjalanan dapat di-ketahui dengan cara
membandingkan antara cek-cek yang diuangkan di bank seper-ti yang tercantum dalam laporan bank
dengan cek-cek yang dikeluarkan perusahaan seperti tercantum dalam jurnal kas. Cek dalam perjalanan
adalah cek yang telah di-keluarkan perusahaan tetapi tidak nampak dalam laporan bank. Pembandingan ini
juga merupakan pengujian bahwa semua cek yang telah dibayar oleh bank adalah merupakan cek
perusahaan yang sah dan telah dicatat dengan benar, baik oleh bank maupun oleh perusahaan. Cek dalam
perjalanan sangat umum terjadi, sehing-ga merupakan hal yang paling sering tercantum dalam suatu
laporan bank.
11. Tambahkan atau kurangkan pada saldo per buku, hal-hal yang tercantum dalam laporan bank tetapi tidak
tercatat dalam pembukuan perusahaan.
12. Tambahkan pada saldo per buku (a) penerimaan-penerimaan kas langsung melalui bank dan (b)
pendapatan bunga atas saldo giro di bank. Kedua hal tersebut akan dapat diketahui dengan cara
membandingkan antara setoran-setoran yang tercan-tum dalam laporan bank dengan penerimaan kas yang

13.

14.
15.
16.

terdapat dalam pembukuan perusahaan. Kadang-kadang perusahaan belum mencatat kedua hal tersebut,
se-dangkan bank sudah mencatatnya.
Kurangkan saldo per buku (a) biaya administrasi bank, (b) biaya pencetakan cek, (c) pengurangan yang
telah dilakukan oleh bank lainnya (misalnya pengurangan karena adanya pengembalian cek kosong atau
cek yang telah lewat waktu). Hal-hal tersebut akan dapat diketahui dengan cara membandingkan
pengurangan-pengurangan yang terdapat dalam laporan bank dengan catatan perusahaan dalam jurnal
kas. Kadang-kadang hal-hal diatas belum dicatat perusahaan, sedangkan bank sudah mencatatnya.
Hitunglah saldo per bank yang telah disesuaikan dan saldo per buku yang telah dise-suaikan. Kedua saldo
tersebut harus sama.
Buatlah jurnal untuk setiap hal yang terdapat pada 3 butir diatas, yaitu hal-hal yang ter-cantum pada sisi per
buku (perusahaan) dalam rekonsiliasi bank.
Perbaiki semua kesalahan yang terdapat dalam pembukuan perusahaan, dan sampai-kan pemberitahuan
kepada bank jika bank telah melakukan kesalahan.

7. Rekonsiliasi Untuk Menentukan Saldo Kas Yang Benar


Rekonsiliasi Untuk Menentukan Saldo Akhir Kas Yang Benar
Rekonsiliasi bank untuk menentukan saldo akhir kas yang benar disusun dengan cara memperhitungkan saldo kas
menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan, dengan faktor-faktor penyebab kesalahan dan perbedaan saldo
kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan.
Faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan pada saldo kas menurut bank dan koreksinya adalah sebagai berikut:
1. Faktor-faktor yang mengoreksi saldo kas menurut bank.
A.
Koreksi positif atas saldo kas menurut bank.

Setoran dalam perjalanan. Faktor ini mengakibatkan saldo kas menurut bank terlalu kecil,

sehingga untuk mengoreksi, saldo kas menurut bank harus ditambahkan sejumlah setoran
dalam perjalanan tersebut, agar menunjukkan saldo kas yang benar.
Kesalahan jenis tertentu yang dilakukan oleh bank, misalnya bank salah mengkredit

rekening nasabah lain atas setoran perusahaan.


B.
Koreksi negatif atas saldo kas menurut bank.
Cek dalam peredaran. Faktor ini menyebabkan saldo kas menurut bank terlalu besar, sehingga untuk

mengoreksi harus dikurangi sejumlah cek dalam peredaran tersebut, agar dapat menunjukkan saldo kas
yang benar.
Kesalahan jenis tertentu yang dilakukan oleh bank, misalnya bank salah mendebit rekening nasabah lain
atas cek perusahaan.

2. Faktor-faktor yang mengoreksi saldo kas menurut perusahaan.


A.
Koreksi positif atas saldo kas menurut perusahaan.
Tagihan piutang perusahaan oleh bank. Faktor ini mengakibatkan saldo kas menurut perusahaan terlalu

rendah, sehingga harus dikoreksi dengan menambahkan sejumlah tagihan piutang perusahaan oleh bank
tersebut.
Pendapatan bunga oleh perusahaan yang belum diketahui oleh pihak perusahaan.

Kesalahan jenis tertentu yang dilakukan oleh pihak perusahaan, misalnya perusahaan mencatat

pengeluaran terlalu besar, sehingga saldo kas menurut perusahaan terlalu rendah.
1.
Koreksi negatif atas saldo kas menurut perusahaan.
Cek kosong, atau cek yang dananya kurang. Faktor ini mengakibatkan jumlah saldo kas menurut

perusahaan terlalu besar, untuk mengoreksi harus dikurangi sejumlah cek kosong tersebut.
Biaya jasa bank. Faktor ini mengakibatkan jumlah saldo kas menurut perusahaan terlalu besar, untuk

mengoreksi harus dikurangi sejumlah biaya tersebut.


Kesalahan jenis tertentu yang dilakukan oleh pihak perusahaan, misalnya perusahaan mencatat penerimaan
kas terlalu besar, sehingga jumlah saldo kas menurut perusahaan terlalu besar.

Bentuk rekonsiliasi saldo akhir kas perusahaan dapat berupa rekening T atau bentuk tabel dari atas ke bawah.
Berikut ini adalah contoh bentuk rekonsiliasi bank bentuk T sekaligus menggambarkan ringkasan faktor-faktor koreksi
pada saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan.

PT. GAMMA
Rekonsiliasi Bank
Per 31 Desember 2006
Rp
xxx

Saldo kas per perusahaan


Ditambah:
Tagihan bank
xxx

Saldo kas per bank


Rp
xxx

Ditambah:
Setoran dalam perjalanan Rp xxx

Rp
xxx

Dikurangi:
Cek dalam peredaran

Rp xxx

Rp
Rp xxx

Pendapatan bunga Rp xxx

Dikurangi:
Cek kosong
xxx

Rp

Kesalahan
xxx

Rp

Rp xxx
Rp xxx

Rp
xxx
Saldo kas yang benar

Rp
xxx

Saldo kas yang benar

Rp xxx
Rp xxx

Sebagai contoh, berikut ini akan diberikan gambaran bentuk rekonsiliasi saldo akhir kas yang benar pada PT.
GAMMA pada tanggal 31 Januari 2006. Bentuk rekonsiliasi dalam contoh di bawah ini akan disajikan dalam
bentuk staffel, atau dari atas ke bawah.

PT. GAMMA
Laporan Rekonsiliasi Bank
Per 31 Januari 2007
Saldo kas menurut laporan bank 31/1/2007.

Rp
2.979.720,00

Ditambah:
Setoran dalam
perjalanan

Rp 658.500,00
Rp 12.500,00 +

Kesalahan
bank.

Memasukkan biaya yang bukan beban PT. GAMMA

Rp
3.650.720,00

Dikurangi:
Cek dalam peredaran:
Cek nomor
1.000.
Cek nomor
1.007.
Cek nomor
1.101.

Saldo kas yang


benar

Saldo kas menurut buku


perusahaan

Rp 671.000,00
+

Rp 58.160,00
Rp 198.600,00
Rp 447.070,00 +

Rp 498.500,00

Rp
703.830,00
Rp
2.946.890,00

Rp
2.552.490,00

Ditambah:
Tagihan oleh
bank.
Jumlah tagihan Rp 500.000,00 dikurangi biaya tagihan Rp
1.500,00
Kesalahan pencatatan cek nomor 1111 Rp 46.000,00
dicatat Rp 64.000,00 oleh perusahaan.

Rp 18.000,00 +
Dikurangi:

Rp
516.500,00 +
Rp
3.068.990,00

Biaya
bank

Cek
kosong

Rp

Saldo kas yang


benar

3.160,00

Rp 118.940,00 +

Rp
122.100,00
Rp
2.946.890,00

Rekonsiliasi Saldo Awal, Penerimaan, Pengeluaran dan Saldo Akhir, Untuk Menentukan Saldo Awal,
Penerimaan, Pengeluaran dan Saldo Akhir Kas Yang Benar
Rekonsiliasi bank untuk menentukan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas yang
benar, memperhitungkan faktor-faktor kesalahan tidak hanya terhadap saldo akhir kas tetapi juga terhadap saldo
awal, penerimaan dan pengeluaran kas selama periode rekonsiliasi. Sehingga setiap faktor kesalahan dan
perbedaan berpengaruh pada unsur-unsur yang direkonsiliasi di atas. Berikut ini akan diuraikan mengenai pengaruh
masing-masing faktor pada masing-masing unsur yang direkonsiliasi.
Dalam rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas, setiap faktor kesalahan
harus diidentifikasi apakah terjadi pada awal periode atau akhir periode, karena memberikan pengaruh yang berbeda.
Faktor kesalahan yang sama, tetapi pada saat yang berbeda, yaitu pada awal periode dan akhir periode, akan
memberikan pengaruh dan koreksi yang berbeda. Hal tersebut berkaitan dengan hubungan saldo awal, penerimaan,
pengeluaran dan saldo akhir kas sebagai berikut:

Saldo akhir kas periode rekonsiliasi


=

Saldo awal kas periode rekonsiliasi + Penerimaan


kas periode rekonsiliasi Pengeluaran kas periode
rekonsiliasi.

1. Faktor Kesalahan Pada Saldo Kas Menurut Bank Dan Koreksinya


A.
Setoran Dalam Perjalanan
Setoran dalam perjalanan pada awal periode rekonsiliasi, mengakibatkan:

Saldo awal kas menurut bank terlalu rendah


Penerimaan kas menurut bank untuk periode rekonsiliasi terlalu besar. Ini dengan asumsi setoran dalam

perjalanan awal periode tersebut, diterima oleh bank pada periode berikutnya (sekarang).
Untuk mengoreksi, agar jumlah saldo awal menurut bank dan penerimaan menurut bank benar:

Saldo awal menurut bank harus ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan awal periode tersebut, dan
Penerimaan kas menurut bank harus dikurangi sejumlah setoran dalam perjalanan awal periode tersebut.

Setoran dalam perjalanan pada akhir periode, mengakibatkan:

Saldo akhir kas menurut bank terlalu rendah.


Penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut bank terlalu rendah.

Untuk mengoreksi agar saldo akhir kas menurut bank dan jumlah penerimaan kas menurut bank benar, dibuat
koreksi sebagai berikut:

Saldo akhir kas menurut bank ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan akhir periode, dan
Jumlah penerimaan kas menurut bank ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan tersebut.

1. Cek Dalam Peredaran


Cek dalam peredaran pada awal periode, mengakibatkan:

Saldo awal kas menurut bank terlalu besar, dan


Jumlah pengeluaran kas periode rekonsiliasi menurut bank terlalu besar.

Untuk mengoreksi agar jumlah saldo akhir menurut bank dan jumlah pengeluaran menurut bank periode yang
direkonsiliasi benar, dikoreksi dengan cara:

Saldo awal kas menurut bank harus dikurangi sejumlah cek dalam peredaran awal periode tersebut, dan
Pengeluaran kas periode rekonsiliasi menurut bank dikurangi sejumlah cek dalam peredaran awal periode.

Cek dalam peredaran akhir periode rekonsiliasi, mengakibatkan:

Saldo akhir bank menurut bank terlalu besar, dan


Jumlah pengeluaran menurut bank periode rekonsiliasi terlalu rendah.

Untuk mengoreksi agar saldo akhir kas menurut bank dan jumlah pengeluaran kas menurut bank periode rekonsiliasi
benar, dilakukan cara:

Saldo akhir kas menurut bank dikurangi sejumlah cek dalam perjalanan akhir periode tersebut, dan
Jumlah pengeluaran bank periode rekonsiliasi ditambah sejumlah cek dalam peredaran akhir periode
tersebut.

1. Kesalahan Yang Dilakukan Oleh Bank


Kesalahan ini memberikan akibat yang bermacam-macam dan koreksi yang bermacam-macam tergantung pada jenis
kesalahannya.

2. Faktor-faktor Kesalahan
Pada saldo kas menurut perusahaan dan koreksinya.
1. Tagihan Piutang Perusahaan Oleh Bank
Tagihan piutang perusahaan oleh bank pada awal periode, mengakibatkan:

Saldo awal kas menurut perusahaan terlalu rendah.

Jumlah penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut perusahaan terlalu besar. Ini dengan asumsi

hasil tagihan tersebut diketahui oleh perusahaan pada periode berikutnya.


Untuk mengoreksi, agar saldo awal dan jumlah penerimaan kas menurut perusahaan benar:

Saldo awal kas menurut perusahaan ditambah hasil tagihan tersebut, dan
Jumlah penerimaan kas menurut perusahaan periode rekonsiliasi dikurangi sejumlah hasil tagihan.

Tagihan piutang perusahaan oleh bank pada akhir periode


Faktor kesalahan ini mengakibatkan:

Saldo akhir kas menurut perusahaan terlalu rendah.


Jumlah penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut perusahaan terlalu rendah.

Untuk mengoreksi agar saldo kas akhir periode dan jumlah penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut perusahaan
benar, dilakukan cara:

Saldo akhir menurut perusahaan ditambah sejumlah hasil tagihan piutang perusahaan.
Jumlah penerimaan kas menurut perusahaan periode rekonsiliasi ditambah sejumlah tagihan tersebut.

1. Hasil Pendapatan Bunga Oleh Perusahaan


Akibat dan koreksi kesalahan faktor ini sama dengan faktor di nomor a di atas.

1. Cek Kosong
Cek kosong pada awal periode, Faktor ini mengakibatkan:

Saldo awal kas menurut perusahaan terlalu besar.


Jumlah pengeluaran kas periode rekonsiliasi menurut perusahaan terlalu besar. Ini dengan asumsi cek

kosong tersebut diketahui dan dicatat oleh perusahaan pada periode berikutnya.
Untuk mengoreksi agar saldo awal menurut perusahaan dan pengeluaran kas menurut perusahaan periode
rekonsiliasi benar:

Saldo awal kas menurut perusahaan harus dikurangi sejumlah cek kosong tersebut, dan
Jumlah pengeluaran menurut perusahaan pada periode rekonsiliasi harus dikurangi sejumlah cek kosong

pada awal periode.


Cek kosong pada akhir periode, Faktor ini mengakibatkan:

Saldo akhir kas menurut perusahaan terlalu besar, dan


Jumlah penerimaan kas menurut perusahaan periode rekonsiliasi terlalu besar.

Untuk mengoreksi agar saldo akhir dan penerimaan kas menurut perusahaan benar:

Saldo akhir kas menurut perusahaan dikurangi sejumlah cek kosong tersebut, dan
Jumlah penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut perusahaan dikurangi sejumlah cek kosong tesebut.

1. Biaya Jasa Bank


Faktor ini memberikan pengaruh yang sama dengan cek kosong baik pada awal periode dan akhir periode,
hanya sedikit berbeda dalam hal cek kosong pernah dicatat oleh perusahaan sebagai penerimaan, sedangkan biaya
jasa bank tidak. Sehingga koreksinya terhadap jumlah pengeluaran, tidak pada jumlah penerimaan.

Rekonsiliasi bank untuk menentukan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas perusahaan yang
benar dapat dibuat dalam bentuk delapan kolom, atau empat kolom. Di bawah ini akan disajikan ringkasan koreksi
terhadap faktor-faktor kesalahan baik pada saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut perusahaan, dalam
bentuk laporan rekonsiliasi bank empat kolom dan contoh yang menyertakan angka-angka disajikan dalam bentuk
delapan kolom.

PT. XXX
Rekonsiliasi Bank
31 Desember 2006
Saldo
awal

Penerima
an

Pengeluaran

Saldo akhir

Ba

bp

bpg

bak

1 Desember 2006

31 Desember 2006

1 Desember 2006

31 Desember 2006

Saldo yang benar

Kab

Kpb

Kpgb

kakb

Deskripsi
Menurut bank
Setoran dalam
perjalanan

Cek dalam peredaran

Menurut perusahaan

Pa

pp

png

pak

1 Desember 2006

31 Desember 2006

1 Desember 2006

31 Desember 2006

1 Desember 2006

31 Desember 2006

Saldo kas benar

Kab

Kpb

Kpgb

kakb

Tagihan oleh bank

Cek kosong

Biaya jasa bank

Keterangan:
Kab

Saldo kas awal periode yang benar

Menambah

kpb

Jumlah penerimaan kas yang benar

Mengurangi

kpg
b

Jumlah pengeluaran kas yang benar

Tidak terpengaruh

kak
b

Saldo akhir kas yang benar

Pada contoh diatas dapat dilihat rekonsiliasi bank untuk menentukan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo
akhir kas perusahaan yang benar. Setelah rekonsiliasi, saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas
menurut perusahaan sama dengan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas menurut bank.

Rekonsiliasi Saldo Kas Menurut Bank Disesuaikan Ke Saldo Kas Menurut Perusahaan

Rekonsiliasi bank menyesuaikan saldo kas menurut bank ke saldo kas menurut perusahaan dilakukan untuk
menentukan tingkat ketelitian dan kebenaran pencatatan kas. Rekonsiliasi ini dapat dibuat untuk menyesuaikan saldo
akhir kas saja, atau untuk menyesuaikan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas. Apabila dalam
rekonsiliasi bank untuk menentukan saldo kas yang benar ada faktor-faktor yang mengoreksi saldo kas menurut bank
dan ada faktor-faktor yang mengoreksi saldo kas menurut perusahaan, dalam rekonsiliasi untuk menyesuaikan saldo
kas bank ke saldo kas menurut perusahaan, ini semua faktor kesalahan diperhitungkan untuk menyesuaikan saldo
kas menurut bank agar sama dengan saldo kas menurut perusahaan. Faktor-faktor yang menyesuaikan saldo akhir
kas menurut bank ke saldo akhir kas menurut perusahaan dan pengaruh penyesuaiannya adalah sebagai berikut:
1. Setoran dalam perjalanan, untuk menyesuaikan saldo bank ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan.
2. Cek dalam peredaran, untuk menyesuaikan saldo kas menurut bank dikurangi sejumlah cek dalam
peredaran.
3. Cek kosong, untuk menyesuaikan saldo kas menurut bank ditambah sejumlah cek kosong.
4. Biaya jasa bank, untuk menyesuaikan, saldo kas menurut bank ditambah sejumlah biaya jasa bank.
5. Tagihan piutang perusahaan oleh bank, untuk menyesuaikan, saldo kas menurut bank dikurangi sejumlah
hasil tagihan oleh bank.
6. Kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan maupun bank. Kesalahan ini memberikan akibat dan
penyesuaian yang bervariasi tergantung pada jenis kesalahan yang terjadi.

Secara ringkas faktor-faktor yang diperhitungkan dalam rekonsiliasi tersebut dapat digambarkan dalam bagan
sebagai berikut:

PT. LLL
Rekonsilasi Bank
Per 31 Januari 200X
Saldo kas per laporan
bank

Rp
xx
x

Penyesuaian :
Ditambah :
Setoran dalam
perjalanan.
Biaya jasa
bank
.
Cek
kosong
.

Rp
xxx
Rp
xxx
Rp
xxx
+

Rp
xx
x

Dikurangi :
Cek dalam
peredaran

Tagihan piutang oleh


bank

Rp
xxx
Rp
xxx
+

(R
p
xx
x)
Rp
xx
x

Saldo kas menurut


perusahaan.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses penyusunan rekonsiliasi bank, dibawah ini disajikan
contoh rekonsiliasi bank untuk menyesuaikan saldo kas menurut bank ke saldo kas menurut perusahaan. Dari contoh
tersebut, dibandingkan dengan contoh-contoh rekonsiliasi sebelumnya dapat diketahui, setelah rekonsiliasi, saldo kas
menurut bank sama dengan saldo kas menurut perusahaan. Saldo akhir kas menurut bank adalah Rp 2.979.720,00
setelah direkonsiliasi menjadi Rp 2.552.490,00 sama seperti saldo kas menurut perusahaan.

PT GAMMA
Rekonsiliasi Bank
Per 31 Januari 2007
Saldo kas per laporan bank.

R
p

Ditambah :
Setoran dalam perjalanan

R
p

658.500,0
0

Kesalahan bank1).

R
p

3.160,00

Cek
kosong

R
p

Biaya bank bulan Januari.

12.500,00
118.940,0
0

R
p

+
R
p
R
p

Dikurangi :
Cek dalam

2.979.720,0
0

703.830,0

793.100,00
3.772.820,0
0

peredaran
Tagihan
bank.

R
p

Kesalahan pencatatan oleh perusahaan2)

R
p

Saldo kas menurut perusahaan

R
p

+
0
498.500,0
0
18.000,00

R
p

1.220.330,0
0

R
p

2.552.490,0
0

1)

Kesalahan bank ini adalah, bank salah membebankan biaya nasabah lain PT. GMA kepada PT. GAMMA.

2)

Kesalahan perusahaan adalah, mencatat cek Rp 46.000,00 dengan 64.000,00.

Rekonsiliasi Saldo Awal, Penerimaan, Pengeluaran dan Saldo Akhir Kas Menurut Bank Ke Saldo Awal,
Penerimaan, Pengeluaran dan Saldo Akhir Kas Menurut Perusahaan
Rekonsiliasi ini tidak hanya menyesuaikan saldo akhir kas menurut bank, tetapi meliputi saldo awal,
penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir menurut bank ke saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir
menurut perusahaan. Faktor-faktor yang diperhitungkan dalam rekonsiliasi ini adalah faktor-faktor yang dalam
rekonsiliasi untuk menentukan saldo kas yang benar, mengoreksi saldo kas menurut bank dan saldo kas menurut
perusahaan.
Seperti rekonsiliasi yang menyesuaikan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas untuk
menentukan saldo akhir kas yang benar, rekonsiliasi untuk menyesuaikan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan
saldo akhir menurut perusahaan ini memperhitungkan faktor-faktor pada awal periode dan faktor-faktor pada akhir
periode. Karena yang disesuaikan tidak hanya saldo akhir, tetapi juga saldo awal kas, penerimaan dan pengeluaran
kas.
Faktor-faktor penyesuaian yang diperhitungkan dalam rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo
akhir menurut bank ke saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas menurut perusahaan adalah
sebagai berikut:
1. Setoran Dalam Perjalanan
A.
Setoran dalam perjalanan awal periode, mengakibatkan:

Saldo awal menurut bank lebih rendah dibanding saldo awal menurut perusahaan, dan

Jumlah penerimaan kas menurut bank periode rekonsiliasi lebih besar dibanding jumlah
penerimaan kas menurut perusahaan.
Untuk menyesuaikan, agar sama dengan saldo kas menurut perusahaan.

Saldo awal menurut bank ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan


Jumlah penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut bank dikurangi sejumlah setoran tersebut.

1.
Setoran dalam perjalanan akhir periode, mengakibatkan:
Saldo akhir kas menurut bank lebih rendah dibanding saldo akhir menurut perusahaan.

Jumlah penerimaan menurut bank lebih rendah dibanding saldo akhir menurut perusahaan.

Untuk menyesuaikan, agar sama dengan saldo kas menurut perusahaan:

Saldo akhir menurut bank harus ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan akhir periode.
Jumlah penerimaan periode rekonsiliasi menurut bank ditambah sejumlah setoran dalam perjalanan
tersebut.

2. Cek Dalam Perjalanan


A.
Cek dalam peredaran awal periode, mengakibatkan:
Saldo awal kas menurut bank lebih besar dibandingkan saldo awal kas menurut perusahaan, dan
Jumlah pengeluaran kas menurut bank periode rekonsiliasi lebih besar dibanding jumlah penerimaan kas
menurut perusahaan dalam periode yang sama.
Untuk menyesuaikan, agar sama dengan saldo kas menurut perusahaan:

Saldo awal kas menurut bank dikurangi sejumlah cek dalam peredaran awal periode.
Jumlah pengeluaran kas menurut bank periode rekonsiliasi dikurangi sejumlah cek dalam peredaran awal

periode.
1.
Cek dalam peredaran akhir periode, mengakibatkan:
Saldo kas akhir periode menurut bank lebih besar dibanding saldo kas akhir periode menurut perusahaan.
Jumlah pengeluaran kas periode rekonsiliasi menurut bank lebih rendah dibanding jumlah pengeluaran

menurut perusahaan periode yang sama.


Untuk menyesuaikan, agar sama dengan saldo menurut perusahaan:

Saldo kas akhir periode menurut bank dikurangi, sejumlah cek dalam peredaran akhir periode.
Jumlah pengeluaran menurut bank periode rekonsiliasi ditambah sejumlah cek dalam peredaran.

3. Cek Kosong
A.
Cek kosong awal periode, mengakibatkan:
Saldo awal kas menurut bank lebih rendah dibanding jumlah saldo awal menurut perusahaan.
Jumlah pengeluaran periode rekonsiliasi menurut bank lebih rendah dibanding jumlah pengeluaran menurut
perusahaan.
Untuk menyesuaikan, agar jumlah pengeluaran dan saldo awal kas menurut bank sama dengan saldo awal dan
pengeluaran menurut perusahaan:

Saldo awal kas menurut bank ditambah dengan cek kosong pada awal periode.
Jumlah pengeluaran menurut bank periode rekonsiliasi ditambah sejumlah cek kosong pada awal periode.

1.
Cek kosong pada akhir periode, mengakibatkan:
Salso akhir kas menurut bank lebih rendah dibanding saldo akhir kas menurut perusahaan.
Jumlah penerimaan kas periode rekonsiliasi menurut bank lebih rendah dibanding jumlah penerimaan kas

menurut perusahaan.
Untuk menyesuaikan, agar sama dengan saldo kas menurut perusahaan:

Saldo akhir kas menurut bank ditambah sejumlah cek kosong.


Jumlah pengeluaran kas periode rekonsiliasi menurut bank dikurangi sejumlah cek kosong.

4. Hasil Tagihan Piutang Perusahaan Oleh Bank

A.
Hasil tagihan bank awal periode, mengakibatkan:
Saldo awal kas menurut bank lebih besar dibanding saldo awal kas menurut perusahaan.
Jumlah penerimaan menurut bank periode rekonsiliasi lebih rendah dibanding jumlah penerimaan menurut

perusahaan.
Untuk menyesuaikan, agar saldo kas menurut bank sama dengan saldo kas menurut perusahaan:

Saldo awal kas menurut bank dikurangi sejumlah hasil tagihan bank awal periode, dan
Jumlah penerimaan kas menurut bank periode rekonsiliasi ditambah sejumlah tagihan bank awal periode.

1.
Hasil tagihan bank akhir periode, mengakibatkan:
Saldo akhir kas menurut bank lebih besar dibanding saldo akhir kas menurut perusahaan.
Jumlah penerimaan kas menurut bank periode rekonsiliasi menurut bank lebih besar dibanding jumlah

penerimaan menurut perusahaan dalam periode yang sama.


Untuk menyesuaikan, agar sama dengan saldo kas menurut perusahaan:

Saldo akhir kas menurut bank dikurangi sejumlah hasil tagihan bank akhir periode.
Jumlah penerimaan menurut bank periode rekonsiliasi dikurangi sejumlah tagihan bank periode rekonsiliasi.

5. Biaya Jasa Bank


Faktor ini memberi akibat dan penyesuaian seperti pada cek kosong hanya berbeda mengenai sumbernya, yaitu di
satu pihak berasal dari biaya dan di pihak lain dari penerimaan kas, yang kemudian batal.

6. Kesalahan Pada Bank Atau Perusahaan


Faktor ini memberikan akibat dan penyesuaian yang berbeda-beda tergantung pada jenis kesalahan yang terjadi.

Faktor-faktor penyesuaian tersebut di atas secara singkat dapat dilihat pada bagan rekonsiliasi berikut:

PT. SSGR
Rekonsiliasi Bank
Periode 31 Januari 2007
Deskripsi

Saldo awal

Penerimaan

Pengeluaran

Saldo akhir

Per bank

Pb

pb

pb

pb

31 Desember 2006

31 Januari 2007

Setoran dalam perjalanan

Cek dalam peredaran

31 Desember 2006

31 Januari 2007

31 Desember 2006

31 Januari 2007

31 Desember 2006

31 Januari 2007

31 Desember 2006

31 Januari 2007

Per perusahaan

Ap

Pp

pp

Sap

Cek kosong

Biaya jasa bank

Hasil tagihan

Keterangan:
+ = Memberikan penyesuaian menambah
= Menberikan penyesuaian mengurangi
x = Tidak memberikan akibat

PT. GAMMA
Rekonsiliasi Bank
Per 31 Januari 2007
Deskripsi

Saldo awal

Penerimaan

Pengeluaran

Menurut
bank

Rp

Rp

Rp

Setoran
dalam

5.895,42

21.212,40

24.128,1
0

Saldo akhir

Rp

2.979,72

perjalanan
31
Desember
2006

Rp

31 Januari
2007

515.40

(R
p

515,40)

Rp

658,50

Rp

658,50

Cek dalam
peredaran
31
Desember
2006

(Rp

31 Januari
2007

810,50)

(Rp

810,50)

Rp

703,83

(Rp

Rp

005,90

703,83)

Biaya jasa
bank
31
Desember
2006

Rp

31 Januari
2007

(Rp

003,16)

Rp

003,16

(Rp

118,94)

Rp

118,94

005,90

Cek kosong
31 Januari
2007
Hasil
tagihan bank
31
Desember

(Rp

200,00)

Rp

200,00

2006
31 Januari
2007

(R
p

Kesalahan
bank1)

(Rp

Kesalahan
bank2)

Menurut
perusahaan

Rp

5.406,22

Rp

498,50)

21.057,00

(Rp

498,50)

012,50)

Rp

012,50

Rp

018,00

Rp

018,00

Rp

23.910,7
3

Rp

2.552,49

Rekonsiliasi bank untuk menyesuaikan saldo kas menurut bank ke saldo kas menurut perusahaan, meliputi saldo
awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir dapat digambarkan seperti ilustrasi berikut ini:

Kesalahan bank merupakan kesalahan membebankan biaya untuk nasabah PT. GMA ke rekening PT. GAMMA
Rp 12,50.
2)
Kesalahan perusahaan merupakan kesalahan mencatat pengeluaran cek sejumlah Rp 46.000,00 dicatat Rp
64.000,00.
1)

Dari rekonsiliasi di atas dapat dilihat saldo awal kas, penerimaan kas, pengeluaran kas dan saldo akhir kas menurut
bank setelah rekonsiliasi sama dengan saldo kas menurut perusahaan.
Tentang iklan-iklan ini

REKONSILIASI BANK
2.1 Pengertian Rekonsiliasi Bank
Rekonsiliasi bank adalah daftar transaksi dan jumlahnya yang menyebabkan saldo
kas yang dilaporkan pada laporan bank berbeda dengan saldo kas pada pembukuan
perusahaan. Rekonsiliasi laporan bank berguna untuk mengecek ketelitian pencatatan
dalam rekening kas dan catatan bank, selain itu untuk mengetahui penerimaan atau
pengeluaran yang belum dicatat oleh perusahaan.

Dalam membuat rekonsiliasi laporan bank perlu diketahui bahwa yang


direkonsiliasikan adalah catatan perusahaan dan bank, sehingga harus dibuat
perbandingan antara keduanya agar dapat diketahui perbedaan-perbedaan yang ada.
Perbandingan ini dilakukan dengan cara debit rekening kas dibandingkan dengan
kredit catatan bank yang bisa dilihat laporan bank kolom penerimaan, dan kredit
rekening kas dibandingkan dengan debit catatan bank yang bisa dilihat dari laporan
bank kolom pengeluaran. Biasanya laporan bank diterima bulanan dan akan
direkonsiliasikan dengan catatan kas.
Terdapat dua catatan kas dalam perusahaan yaitu:
a. Akun kas pada buku besar umum perusahaan.
b. Laporan banl, yang menunjukkan penerimaan dan pembayaran kas yang dilakukan
melalui bank.
Pembukuan dan pelaporan bank biasanya menunjukkan saldo kas yang berlainan.
Perbedaan karena adanya perbedaan waktu pencatatan transaksi.
2.2 Alasan diperlukan Penyusunan Rekonsiliasi Bank
Penyusunan rekonsiliasi bank sangat diperlukan dalam sebuah perusahaan karena
beberapa alasan yaitu:
a. Untuk mengetahui jumlah selisih saldo kas dari laporan bank yang saldo kasnya
berbeda pada pembukuan perusahaan.
b. Untuk mengetahui sebab-sebab apa saja sehingga dapat terjadinya selisih saldo kas
pada catatan bank dan perusahaan.
c. Cara agar kita dapat mengetahui saldo kas yang sama (benar) akibat dari perbedaan
saldo kas yang terjadi karena perbedaan catatan antara catatan bank dan perusahaan.
Hal-hal yang menimbulkan perbedaan antara saldo menurut catatan kas dengan
saldo menurut laporan bank dapat digolongkan sebagai berikut :
1) Elemen-elemen yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan uang
tetapi belum dicatat oleh bank.
Contoh:
a. Setoran yang dikirimkan ke bank pada akhir bulan tetapi belum diterima oleh bank
sampai bulan berikutnya (setoran dalam perjalanan/deposit in transit).
b. Setoran yang diterima oleh bank pada akhir bulan, tetapi dilaporkan sebagai setoran
bulan berikutnya, karena laporan bank sudah terlanjur dibuat (setoran dalam
perjalanan/deposit in transit).
c. Uang tunai yang tidak disetorkan ke bank (cash on hand).
d. Non Sufficient Check (NSC) yaitu cek yang tidak cukup dananya untuk diuangkan.
2) Elemen-elemen yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi belum
dicatat oleh perusahaan.
Contoh:
a. Bunga yang diperhitungkan oleh bank terhadap simpanan, tetapi belum dicatat
dalam buku perusahaan (jasa giro).
b. Penagihan wesel oleh bank, sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan tetapi
perusahaan belum mencatatnya.

3)

a.
b.

4)

a.
b.
c.

1.
a.
b.
2.

Elemen-elemen yang sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran tetapi


bank mencatatnya sebagai pengeluaran.
Contoh:
Cek-cek yang beredar (outstanding cheque) yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh
perusahaan dan sudah dicatat sebagai pengeluaran kas tetapi oleh yang menerima
belum diuangkan ke bank sehingga bank belum mencatatnya sebagai pengeluaran.
Cek yang sudah ditulis dan sudah dicatat dalam jurnal pengeluaran uang tetapi
ceknya belum diserahkan kepada yang dibayar maka cek tersebut belum merupakan
pengeluaran oleh karena itu jurnal pengeluaran kas harus dikoreksi pada akhir periode
(cheque on hand).
Elemen-elemen yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran tetapi belum
dicatat oleh perusahaan.
Contoh:
Cek dari langganan yang ditolak oleh bank karena kosong tetapi belum dicatat oleh
perusahaan.
Bunga yang diperhitungkan atas overdraft (saldo kredit kas) tetapi belum dicatat
oleh perusahaan.
Biaya jasa bank yang belum dicatat oleh perusahaan.
Selain keempat hal di atas, perbedaan antara saldo kas dengan saldo kas menurut
laporan bank dapat terjadi akibat kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam catatan
perusahaan maupun catatan bank. Untuk dapat membuat rekonsiliasi laporan bank
maka kesalahan-kesalahan yang ada harus dikoreksi.
Rekonsiliasi bank dapat dibuat dalam 2 macam cara yang berbeda :
Rekonsiliasi Saldo Akhir, yang dapat dibuat dalam 2 bentuk :
Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar.
Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas
Rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir, yang bisa dibuat
dalam 2 bentuk :
a. Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (4 kolom)
b. Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang
benar (8 kolom).

2.3 Prosedur Rekonsiliasi Bank


Terdapat tahap-tahap dalam membuat rekonsiliasi bank. Berikut ini adalah pos-pos
yang tersaji dalam rekonsiliasi bank. Pos-pos itulah yang menyebabkan perbedaanperbedaan antara saldo bank dan saldo pembukuan.
Tahap-tahap penyusunan rekonsiliasi Bank:
1. Mulailah dengan saldo yg tercantum dalam laporan bank dan dalam rekening Kas
perusahaan (saldo per buku)
2. Tambahkan atau kurangkan pada saldo per bank, hal-hal yg tercantum
padapembukuan perusahaan tetapi tak tercantum dalam laporan bank.
1. Tambahkan setoran dalam perjalanan pada saldo per bank
2. Kurangkan cek dalam perjalanan dari saldo per bank

3.

Tambahkan atau kurangkan pd saldo per buku, hal-hal yg tercantum dalam laporan
bank tetapi tak tercantum dlm pembukuan perusahaan
1. Tambahkan pada saldo per buku:
(a) penerimaan kas langsung melalui bank
(b) pendapatan bunga atas saldo giro di bank
2. Kurangkan pada saldo per buku:
(a) biaya administrasi bank
(b) biaya pencetakan cek
(c) pengurangan yg telah dilakukan oleh bank lainnya (misal pengurangan krn adanya
pengambilan cek kosong atau cek yg telah lewat waktu)
4. Hitunglah saldo per bank dan saldo per buku yg telah disesuaikan, saldo keduanya
harus sama.
5. Buatlah jurnal untuk setiap hal yang tercantum pd butir 3, yaitu hal yang tercantum
pada sisi per buku dalam rekonsiliasi bank.
6. Perbaiki semua kesalahan pembukuan perusahaan, & sampaikan pemberitahuan ke
bank jika bank melakukan kesalahan.
2.3.1
1.
a.

Sisi Bank dari Rekonsiliasi


Pos-pos yang ada dalam sisi Bank adalah:
Setoran dalam perjalanan (deposits in transit atau Outstanding deposits).Anda
telah mencatat setoran tersebut, tetapi bank belum mencatatnya. Tambahkan setoran
dalam perjalan itu.
b. Cek yang beredar (Outstanding cheks). Anda telah mencatat cek-cek tersebut,
tetapi bank belum membayaranya. Kurangi cek yang beredar.
c. Kesalah Bank (Bank Errors). Mengoreksi semua kesalahan bank pada sisi bank dari
rekonsiliasi.
Contoh:
Catatan Kas In Motion T-Shirt
Buku Besar Umum:
AKUN KAS
Tanggal

Pos

Debet

Kredit

Saldo

2007
01-Jan

Saldo

6.550

02-Jan

Penerimaan Kas

1.150

7.700

07-Jan

Penerimaan Kas

190

7.890

31-Jan

Pembayaran Kas

31-Jan

Penerimaan Kas

6.150
1.600

1.740
3.340

Pembayar Kas:
No.Cek

Jumlah

No.Cek

Jumlah

332

$ 3.000

337

$280

333

510

338

320

334

100

339

250

335

100

340

490

336

1.100

Total

$6.150

2.3.2 Sisi Pembukuan dari Rekonsiliasi


2. Pos-pos yang disajikan dalam sisi pembukuan adalah:
a. Penagihan melalui bank (bank collections). Penagihan melalui bank adalah
penerimaan kas yang telah dicatat bank dalam rekening anda. Namun anda belum
mencatat penerimaan kas tersebut.
b. Transfer dana elektroniks (elektronic funds transfer). Bank mungkin menerima
atau membayar kas atas nama anda. EFT mungkin berupa penerimaan kas atau
pembayaran kas. Tambahkan penerimaan melalui EFT dan kurangi prmbayaran melalui
EFT
c. Beban Jasa (service charge). Pembayaran kas ini merupakan fee bank karena telah
memproses transaksi anda. Kurangi beban jasa.
d. Pendapatan bunga atas rekening (interest revenue on your checkingACCOUNT
).anda memperoleh bunga jika anda menyimpan sejumlah kas di rekening anda.
Laporan bank memberi tahu anda tentang penerimaan kas ini. Tamabhkan pendapatn
bunga.
e. Cek kosong (nonsufficient fund (NSF) cheks) Adalah penerimaan kas anda
sebelumnya tidak memiliki nilai. Cek kosong diperlukan sebagai pembayaran kas
dalam rekonsiliasi bank anda. Kurangi cek kosong.
f. Biaya pencetakan cek (cost of printed cheks).kas ini ditangani seperti beban jasa.
Kurangi biaya ini.
g. Kesalahan pembukaan (Book errors). Mengorekis semua kesalahan pembukaan pada
sisi pembukaan dari rekonsiliasi.

2.3.3 Contoh Rekonsilisasi Bank


a) Pos-pos yang Diskorensilisasi
Sisi Bank
1. Setoran dalam perjalanan, $1.600
2. Kesalahan Bank: Bank mengurangi $100 atas sebuah cek yang ditulis oleh perusahaan
lain. Tambahkan $100 ke saldo Bank.
3. Cek yang beredar total sebesar $1.340
No.Cek

Jumlah

337

$280

338

320

339

250

340

490

Sisi Pembukuan
4. Penerimaan melaluai EFT atas pendapatan sewa anda, $900.
5. Penagihan melalui bank atas wesel tagih anda, $2.100
6. Pendapataan bunga yang diperoleh atas saldo bank anda, $30
7. Keselahan pembukuan: Anda mencatat cek no. 333 sebesar $510. Jumlah sebenarnya
anda bayarkan kepada Brown Company atas kredit adalah $150. Tambahkan $360 ke
saldo pembukuan anda.
8. Beban jasa Bank $ 20
9. Cek kosong dari L.Ross, $50. Kurangi $50 dari saldo pembukuan anda
10. Pembayaran melalui EFT untuk beban asuransi,$400.
IN MOTTION T-SHIRTS
Rekonsiliasi Bank
31 Januari 2007
Bank

Saldo, 31 Januari
Ditambah:

Pembukaan
$5.90
0

Saldo, 31 Januari
Ditambah:

$3.340

1. Setoran dalam
perjalanan
2. Koreksi
Kesalahan Bank

1.600

4.Penerimaan melalui EFT


atas pendapatn sewa

900

100

5. Penagihan melalui bank


atas wesel tagih

2.100

7.600

6. Pendapatan bunga yang


dipetoleh atas saldo bank

30

7. Koreksi kesalahan
pembukuan lebih saji cek
no.333

360
6.730

Dikurangi:
3. Cek yang
beredar

No.337

$28
0

Dikurangi:

No.338

320

8. Beban Jasa

$20

No.339

250

9. Cek Kosong

50

No.340

Saldo bank yang


disesuaikan

490

10. Pembayaran melalui


(1.340) EFT untuk beban asuransi

$6.26
0

Saldo bank yang


disesuaikan

Ikhtisar Berbagi Pos yang Direkonsiliasi


Saldo Bank
1. Ditambah setoran dalam perjalanan
2. Dikurangi cek-cek yang beredar
3. Ditambah atau dikurangi koreksi kesalahan bank
Saldo Pembukuan

400

(470)

$6.260

4.
5.
6.
2.3.4

Ditambah penagihan melalui bank, pendapatan bunga, dan penerimaan melalui EFT.
Dikurangi beban jasa, cek kosong, dan pembayaran melalui EFT.
Ditambah atau dikurangi koleksi kesalahan pembukuan.
Menjurnal Transaksi dari Rekonsiliasi
Rekonsiliasi bank merupakan sarana bagi akuntan yang terpisah dari jurnal dan buku
besar. Rekonsiliasi bank tidak memperhitungkan transaksi dalam jurnal. Untuk
mencatat transaksi ke dalam akun dan membuat ayat jurnal dan memposting ke buku
besar. Semua pos pada sisi pembukuan dari rekonsiliasi bank memerlukan ayat jurnal.
4

31-Jan

Kas

900

Pendapatan sewa

900

menerima sewa bulanan

31-Jan

Kas

2.100
Wesel Tagih

2.100

Wesel tagih yang ditagih oleh bank

31-Jan

Kas

30
Pendapatan Bunga

30

Bunga yang diperoleh atas saldo bank

31-Jan

Kas

360
Utang Usaha Brown Co

Koreksi cek no.333

360

31-Jan

Beban Rupa-rupa

20

Kas

20

Beban jasa bank

31-Jan

Piutang Usaha L Ross

50

Kas

50

Cek Kosong yang dikembalikan oleh bank

10

31-Jan

Beban Asuransi
Kas

400
400

Pembayaran asuransi bulanan

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Contoh kasus lain dalam penyusunan metode penyusunan rekonsiliasi bank:


Pt. Doremi menyimpan dananya di Bank Dana Asia (BDA) cabang Jak-sel. Pada
awal bulan Februari 2006, saat menerima rekening koran dari Bank Dana Asia, akuntan
PT.Doremi melihat perbedaan antara saldo kas di bank menurut catatanya dengan
saldo kas menurut rekening koran. Menurut catatannya, saldo kas pada akhir Januari
2006 adalah sebesar Rp 45.500.00, sedangkan menurut rekening koran Bank Dana Asia
adalah sebesar Rp 54.400.000.
Setelah selusuri, akuntan perusahaan tersebut menemukan beberapa informasi
tambahan yang terkait dengan perbedaan saldo tersebut, yaitu:
Setoran kas ke bank tanggal 31 Jnauari 2006 sebesar Rp 15.200.000, belum dicatat
oleh bank.
Tagihan Pt.Doremi kepada Pt.KLM di Surabay sebesar Rp 9.600.000, yang dilakukan
Bank Dana Asia telah berhasil dan Pt.Doremi belum mengetahui.
Pendapatan bunga Bank sebesar Rp 1.200.000 belum dicatat Pt.Doremi
Beban Administrasi Bnak sebesar Rp 300.000. belum dicatat Pt.Doremi
Cek yang diterima Pt.Doremi pada tanggal 25 Januari yang lalu dari Pt.DingDong
sebesar Rp 4.000.000. ternyata tidak ada dananya.
Cek yang telah dikeluarkan Pt.Doremi pada akhir bulan Januari yang lalun sebesar Rp
13.600.000 ternyata oleh pemegangnya beluum dicairkan.

g.

Cek sebesar Rp 7.500.000 yang diterima Pt.Doremi dari Pt. Mifasol sebagai
pembayaran piutang pada bulan Januari yang lalu, di catat oleh akuntan Pt.Doremi
sebesar Rp 2.500.000
h. Cek sebesar Rp 3.500.000 yang dikeluarkan oleh Pt. Doremi pada pertengahan bulan
Januari yang lalu untuk membayar beban perbaikan kendaraan, oleh akuntan
perusahaan dicatat sebesar Rp 2.500.000.
Berdasarkan data diatas, jika dibuat rekonsiliasi bank menghasilkan perhitungan
seperti berikut ini:
Rekonsiliasi Bank
Saldo kas menurut perusahaan
Ditambah:
a. Penagihan piutang oleh Bank
9.600.000
b. Pendapatan bunga Bank
1.200.000
c. Kesalahn Pencatatan
5.000.000

45.500.000

15.800.000
Dikurangi:
a. Beban administrasi Bank
b. Cek kosong
c. Kesalahn Pencatatan

300.000
4.000.000
1.000.000
(5.300.000)

Saldo yang benar

56.000.000

Saldo kas menurut Bank


Di tambah:
a. Setoran dalam perjalanan

54.400.000
15.200.000
15.200.000

Dikurangi:
a. Cek Beredar

13.600.000
(13.600.000)

Saldo yang Benar

56.000.000

Itu
berarti, saldo
yang
benar,
baik menurut
perusahaan
maupun
menurut bank
adalah sebesar
Rp.
56.000.000,
dan setelah
diketahui
saldo
yang
benar,
maka
harus dibuat
jurnal
penyesuaian
berdasarkan
perhitungan di
atas.
Untuk
membuta
jurnal
penyesuaian,
cukup
di
perhatikan sisi
perusahaan

saja.
Dari kasus di atas, maka jurnal penyesuaian yang diperlukan adalah sebagai
berikut:
a. Mencatat penagihan piutang perusahaan yang dilakukan oleh bank:

Kas

9.600.000

Piutang

b.

9.600.000

Untuk mencatat penerimaan pendapatan dari simpanan giro di bank:


Kas

1.200.000

Piutang

c.

1.200.000

Koreksi atas kesalahan pencatatn penerimaan cek:


Kas

5.000.000

Piutang

d.

5.000.000

Mencari pembenanan beban administrasi bank:


Beban
Administrasi

300.000

Kas

e.

300.000

Mencatat gagalnya pencairan cek akibat tidak ada dana:


Piutang

4.000.000

Kas

f.

4.000.000

Koreksi atas kesalahan pembayaran beban tertentu dengan cek:


Beban Perbaikan
Kendaran
Kas

PENUTUP
3.1 Kesimpulan

1000.000
1000.000

Kas adalah aktiva yang paling likuid karena merupakan media pertukaran. Kas
mudah disembunyikan dan relatif mudah dicuri. Akibatnya, sebagian besar perusahaan
menciptakan pengendalian khusus untuk kas yaitu dengan menyimpan kas dalam
rekening bank dimana dokumen yang digunakan untuk mengendalikan rekening bank
salah satunya dengan menggunakan sistem rekonsiliasi bank.
Rekonsiliasi bank adalah suatu daftar yang berisi penyebab perbedaan selisih
saldo kas antara catatan perusahaan dan catatan bank. Sering kali terjadi selisih
antara saldo kas menurut catatan akuntan perusahaan dan saldo kas menurut rekening
koran bank. Jika terjadi selisih, maka harus dicari penyebabnya agar saldonya sama.
3.2 Saran
Pemahaman dan praktik mengenai rekonsiliasi bank yang dilakukan oleh pihak
perusahaan dan bank cukup sulit jika kedua pihak tidak teliti dan tidk mengoreksi
saldo kas, penerimaan, pengeluaran, dan lain-lain. Maka untuk mempermudah para
pembaca memahami hal ini, perlu pembelajaran dan praktik secara terus menerus
agar mudah diingat dan dipahami terutama dalam hal praktiknya.
Demikian yang dapat kami paparkan, tentunya masih banyak kekurangan. Penulis
berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan tulisan atau makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan
berguna bagi penulis dan pembaca.

http://imam2992.blogspot.co.id/2015/08/rekonsiliasi-bank.html
http://www.materiakuntansi.com/pengertian-rekonsiliasi-bank-dan-contohnya/
http://pengertiandancontohmakalah.blogspot.co.id/2015/04/kas-kecil-danrekonsiliasi-bank.html
https://trisuranti1.wordpress.com/2014/05/13/pengendalian-intern-kas-rekonsiliasibank/