Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN

SENAM KAKI DIABETIK

Oleh :
KELOMPOK 1
PUTRI PERMATA SARI

(1201440001)

NOVAN ARIEF PURWADI

(1201440002)

DONA NUR ROMDHONI

(1201440005)

MEGA PRICILIA PUTRI

(1201440008)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
MINAT DIABETES MELITUS DAN EDUKATOR
2013

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan metabolik yang ditandai
oleh kenaikan kadar glukosa darah atau hiperglikemia. (Smeltzer & Bare).
Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 1996 di dunia
terdapat 120 juta penderita diabetes mellitus yang diperkirakan naik dua kali lipat
pada tahun 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh pertambahan umur, kelebihan
berat badan (obesitas), dan gaya hidup.
Menurut dr Sapto Adji H SpOT dari bagian bedah ortopedi Rumah Sakit
Internasional Bintaro (RSIB), komplikasi yang paling sering dialami pengidap
diabetes adalah komplikasi pada kaki (15 persen) yang kini disebut kaki diabetes.
Dari sudut ilmu kesehatan, tidak diragukan lagi bahwa olahraga apabila
dilakukan sebagaimana mestinya menguntungkan bagi kesehatan dan kekuatan
tubuh pada umumnya. Selain itu telah lama pula olahraga digunakan sebagai
bagian pengobatan diabetes melitus namun tidak semua olah raga dianjurkan bagi
pengidap diabetes melitus (bagi orang normal juga demikian) karena dapat
menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan. Salah satu jenis olahraga yang
dianjurkan terutama pada penderita diabetes adalah senam kaki diabetik.
Karena salah satu tujuan dilaksanakannya senam kaki diabetik adalah
memperlancar peredaran darah untuk mencegah luka kaki diabetes. Untuk itu
makalah ini membahas tentang senam kaki pada pasien diabetes.

B.

TUJUAN
1.Tujuan Umum
Peserta dapat memahami dan memperagakan kembali senam kaki
pada pasien penderita diabetes melitus.
2.Tujuan Khusus
a. Peserta mampu memahami dan menjelaskan pengertian senam kaki.
b. Peserta mampu memahami dan menjelaskan tujuan senam kaki.
c. Peserta mampu memahami dan menjelaskan indikasi dan kontra
indikasi senam kaki.
d. Peserta mampu memahami dan melakukan gerakan senam kaki.

BAB II
SENAM KAKI DIABETIK
1. Pengertian
Komplikasi kronis pada penderita diabetes salah satunya yaitu neuropati
diabetik. Mengingat terjadinya neuropati diabetik merupakan rangkaian proses
yang dinamis dan bergantung pada banyak faktor, maka pengelolaan dan
pencegahan neuropati diabetik pada dasarnya merupakan bagian dari pengelolaan
diabetik secara keseluruhan. Untuk mencegah agar neuropati diabetik tidak
berkembang menjadi ulkus atau gangren pada kaki, diperlukan berbagai upaya
khususnya pemahaman pentingnya senam kaki.
Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien
diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan
peredaran darah bagian kaki (Tjokroprawiro, 2006).
Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat
otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu
dapat meningkatkan kekuatan otot betis, otot paha, dan juga mengatasi
keterbatasan pergerakan sendi. (www.diabetesmelitus.com)
2. Tujuan
a. Memperbaiki sirkulasi darah
b. Memperkuat otot-otot kecil
c. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
d. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
e. Mengatasi keterbatasan gerak sendi
3. Indikasi dan Kontraindikasi
a. Indikasi
Senam kaki ini dapat diberikan kepada seluruh penderita diabetes
mellitus tipe 1 maupun tipe 2. Namun sebaiknya diberikan sejak pasien
didiagnosa menderita diabetes mellitus sebagai tindakan pencegahan dini
dari luka kaki.

b. Kontraindikasi
1) Peserta mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dispneu atau nyeri
dada.
2) Orang yang depresi, khawatir atau cemas.
4. Pelaksanaan
a. Persiapan alat : Kertas Koran 1 lembar, Tempat Sampah, Kursi (jika tindakan
dilakukan dalam posisi duduk).
b. Persiapan peserta : Kondisi tubuh yang fit, mampu melaksanakan senam
kaki, tidak mengalami gangguan penyakit jantung dan pernapasan.
c. Persiapan lingkungan : Ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,
terhindar dari benda-benda yang dapat mencederai kaki.
d. Prosedur Pelaksanaan :
Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk tegak,
diatas bangku dengan kaki menyentuh lantai, punggung tidak bersandar.

1) Dengan meletakkan tumit di lantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan


keatas lalu dibengkokkan kembali ke bawah seperti cakar ayam
sebanyak 10 hitungan.

2) Angkat ujung kaki, tumit tetap diletakkan di atas lantai. Turunkan ujung
kaki, kemudian angkat tumitnya dan turunkan kembali. Lakukan sampai
10 hitungan.

3) Angkat kedua ujung kaki. Putar kaki pada pergelangan kaki ke arah
samping. Turunkan kembali ke lantai dan gerakkan ke arah tengah.

4) Jari-jari kaki diletakkan di lantai. Tumit diangkat dan buat gerakan


memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki, turunkan kembali
ke lantai dan gerakkan ke tengah. Lakukan sebanyak 10 hitungan.

5) Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari ke depan
hitungan 10 kali, turunkan kembali secara bergantian ke kiri dan ke
kanan.

6) Luruskan salah satu kaki di atas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan
gerakkan ujung jari kaki ke arah wajah hitungan 10 kali, lalu turunkan
kembali ke lantai, bergantian ki kiri dan kanan.

7) Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke 6, namun gunakan


kedua kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 hitungan.

8) Angkat kedua kaki dan luruskan, pertahankan posisi tersebut. Gerakan


pergelangan kaki ke depan dan ke belakang.

9) Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki,
tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 9 lakukan secara
bergantian.

10) Letakkan sehelai koran di lantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola
dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran
seperti semula menggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya
sekali saja.
Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.
Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan jari kedua
kaki

Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki


lalu letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.
Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola.

Siapkan tempat sampah di dekat kita, buang bola koran ke tempat


sampah menggunakan kedua kaki.

5. Hal yang Harus dievaluasi Setelah Tindakan


a. Peserta dapat menyebutkan kembali pengertian senam kaki
b. Peserta dapat menyebutkan kembali 2 dari 4 tujuan senam kaki
c. Peserta dapat memperagakan teknik-teknik senam kaki secara mandiri
6. Dokumentasi Tindakan
a. Respon peserta
b. Tindakan yang dilakukan peserta sesuai atau tidak dengan prosedur
c. Kemampuan peserta melakukan senam kaki

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Senam kaki diabetik adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh
penderita diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu
melancarkan peredaran darah bagian kaki yang memiliki tujuan memperbaiki
sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil, mencegah terjadinya kelainan
bentuk kaki, meningkatkan kekuatan otot betis dan paha, mengatasi
keterbatasan gerak sendi. Untuk itu penderita diabetes mellitus dianjurkan
untuk melakukan senam kaki. Peran kita sebagai perawat adalah membimbing
klien untuk melakukan senam kaki agar klien dapat melakukan senam kaki
secara mandiri.
B. SARAN
Dalam pembuatan makalah ini kelompok masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu kelompok meminta kritik dan saran yang membangun dari
pembaca. Semoga makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi pembaca.

DAFTAR PUSTAKA
Tjokroprawiro, Askandar.2006. Diabetes Melitus, Klasifikasi, Diagnosis dan
Terapi. Jakarta: PT. Gramedia
Smeltzer, Suzzanne C.2001.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddarth Ed.8.Jakarta: EGC.
Noer, Sjaifoellah.1996.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3.Jakarta: FKUI.
Soegondo, Sidartawan.2009.Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Jakarta :
FKUI

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Induk Materi

: Diabetes Melitus

Pokok Bahasan

: Perawatan Kaki Diabetes

Sub Pokok Bahasan

: Senam Kaki Diabetik

Sasaran

: Pengunjung Poli Penyakit Dalam RSSA

Hari/Tanggal

: Rabu, 9 April 2013

Waktu

: ( 15 ) Menit/Jam

I.

ANALISIS SITUASI
a. Peserta Penyuluhan
Sasaran penyuluhan adalah pengunjung Poli Penyakit Dalam
RSSA berjumlah 30 orang.
Peserta penyuluhan telah memiliki pengetahuan :
-

Membaca dan menulis.

b. Ruang Pemyuluhan
-

Ruang Tunggu Poli Penyakit Dalam RSSA

Cukup luas dan memadai

Penerangan dan ventilasi cukup memadai

Prasarana yang tersedia : LCD Proyektor .

c. Pemateri/ Promotor
Mahasiswa DIV Keperawatan DM & Edukator dalam rangka
kegiatan penyuluhan rutin di poli RSSA.
II.

TUJUAN PENYULUHAN UMUM


Setelah mengikuti proses penyuluhan diharapkan peserta mampu
memahami dan memperagakan kembali senam kaki pada pasien
penderita diabetes melitus.

III.

TUJUAN PENYULUHAN KHUSUS


Setelah mengikuti proses penyuluhan diharapkan :
a. Peserta mampu memahami dan menjelaskan pengertian senam
kaki.
b. Peserta mampu memahami dan menjelaskan tujuan senam kaki.
c. Peserta mampu memahami dan menjelaskan indikasi dan kontraindikasi senam kaki
d. Peserta mampu memahami dan melakukan gerakan dalam senam
kaki.

IV.

V.

MATERI
1.

Pengertian Senam Kaki Diabetik

2.

Tujuan Senam Kaki Diabetik

3.

Indikasi dan Kontraindikasi Senam Kaki Diabetik

4.

Gerakan Senam Kaki Diabetik

METODE
1. Ceramah dan Demonstrasi
2. Tanya jawab

VI.

KEGIATAN PENYULUHAN
TAHAP
WAKTU

Persiapan
2 menit

KEGIATAN
Pemateri
Menjelaskan tujuan.
Menjelaskan tentang komplikasi

Peserta
Mendengarkan

Menjawab

neuropati diabetik, ulkus diabetik.


Menggali pengetahuan awal

pertanyaan
Pelaksanaan

Menjelaskan :

10 Menit

Pengertia

n senam kaki diabetik.

dan
Tujuan

memperhatikan penjelasan

senam kaki diabetik.


Indikasi

Melakukan
gerakan senam

diabetik.

kaki diabetik
Memprak

tekkan

3 menit

dan Kontraindikasi senam kaki

Penutup

Mendengarkan

gerakan

senam

kaki

diabetik.
Merangkum materi

Memberi kesempatan pada peserta

penyuluhan untuk menanyakan


hal-hal yang belum jelas.
Memberi jawaban atas pertanyaan
penyuluhan.
Memberi

pertanyaan

redemonstrasi
Rencana tindak lanjut

Mendengarkan
Mengajukan
pertanyaan

Memperhatikan

Menjawab

dan

pertanyaan,
memperagakan.

VII.

MEDIA/ ALAT
1. Leaflet
2. Banner

3. Peralatan Senam Kaki (Koran, Kertas Koran 1 lembar, Tempat


Sampah, Kursi (jika tindakan dilakukan dalam posisi duduk).
VIII. EVALUASI
Contoh:
1. Prosedur
2. Jenis tes

: Evaluasi dilakukan setelah selesai penyuluhan.


: Tanya jawab, praktek memperagakan senam kaki

diabetes.
3. Waktu
IX.

: 3 menit

DAFTAR PUSTAKA

Tjokroprawiro, Askandar.2006. Diabetes Melitus, Klasifikasi,


Diagnosis dan Terapi. Jakarta: PT. Gramedia

Soegondo, Sidartawan.2009. Penatalaksanaan Diabetes Melitus


Terpadu. Jakarta : FKUI

Smeltzer, Suzzanne C.2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal


Bedah Brunner & Suddarth Ed.8.Jakarta: EGC.

Noer, Sjaifoellah.1996. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid


3.Jakarta: FKUI.

http://www.diabetesmalaysia.com/komplikasidiabetes.html

http://akhtyo.blogspot.com/2009/04/senam-kaki-diabetesmelitus.html