Anda di halaman 1dari 2

Suatu program dikatakan berhasil tidak hanya di tentukan oleh satu aspek saja, namun

juga di tentukan oleh aspek-aspek lainnya. Begitu juga dengan keberhasilan suatu program
bimbingan dan konseling yang tidak hanya di tentukan oleh konselornya saja, melainkan
dibutuhkan keterlibatan seluruh stekholder yang terkait, baik staff sekolah, siswa disekolah
maupun kepala sekolah memiliki tanggung jawab terhadap proses belajar mengajar disekolah
yang dipimpinnya. Kepala sekolah dalam bidang bimbingan dan konseling memiliki
kedudukan sebagai supervisor

dimana

kepala sekolah bertanggung jawab dalam

melaksanakan program-program penilaian, penelitian dan perbaikan atau peningkatan


layanan bimbingan dan konseling. Ia membantu mengembangkan kebijakan dan prosedurprosedur bagi pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah yang dipimpinnya.
Bimbingan dan konseling disekolah

Secara umum

bertujuan

untuk

membantu individu dalam mencapai kegiatan hidup pribadi, kehidupan yang


efektif dan produktif dimasyarakat, hidup bersama individu lain serta harmoni
antara cita-cita dengan kemampuan yang ada. Terlebih lagi saat ini telah
berlakunya kembali kurukulum 2013 yang menghapuskan penjurusan di sekolah
menegah atas dan digantikan dengan kelompok peminatan. Menurut Prof Mungin
Eddy Wibowo dalam seminar nasional reposisi bk dalam k13 pada tahun 2013 di
Universitas negeri semarang,

guru BK memiliki tugas untuk memberikan

pendampingan secara intensif kepada siswa dan diharapkan, siswa dapat


memilih sesuai dengan kemampuan, bakat, serta minatnya Karena sejak awal
masuk, siswa harus diarahkan sesuai dengan bakat, minat, dan kecenderungan
pilihannya.

Layanan bimbingan dan konseling dalam kurikulum 2013 khususnya di


SMA

mempunyai

tugas

khusus

yaitu

membantu

siswa

memilih

dan

menentukan arah peminatanan, arah pengembangan karir, dan menyiapkan


diri serta memilih pendidikan lanjutan ke perguruan tinggi sesuai dengan

kemampuan dasar umum, bakat, minat dan kecenderungan pilihan masingmasing siswa. Memilih dan menentukan arah peminatan adalah sebuah
proses

yang

akan

melibatkan

serangkaian

pengambilan

pilihan

dan

keputusan oleh peserta didik yang didasarkan atas pemahaman potensi diri
dan peluang yang ada di lingkungannya. Permasalahan akan terjadi jika
peserta didik tidak mampu untuk menetukan arah peminatan kelompok mata
pelajaran dan mata pelajaran, sehingga akan menghambat dalam proses
pembelajaran. layanan BK diperlukan untuk membantu mencegah terjadinya
masalah pada diri peserta didik, dan membantu memandirikan peserta didik
melalui pengambilan keputusan terkait memilih, menentukan, meraih serta
mempertahankan karier untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan
sejahtera, serta menjadi warga masyarakat yang peduli kemaslahatan umum.
Untuk itu maka perlu adanya penguatan dan pemberdayaan guru didalam
melakukan proses pembelajaran, konselor dalam melakukan

layanan BK

arah

manajemen

peminatan

serta

pendidikan sekolah.

kepala

sekolah

dalam

melakukan